Senin, 26 Oktober 2026

MATEMATIKA

By elfida fida - Oktober 26, 2026 4 Comments

 SELAS7, 26 OKTOBER 2026

IDENTITAS

Nama Guru: Elfida, S.Pd

Mata Pelajaran: Matematika

Hari, Tanggal: Selas7, 26 Oktober 2026

Fase/Kelas: B / IV (Empat)

Materi: Menentukan Kelipatan, Faktor, KPK, dan FPB Menggunakan Pohon Faktor/Tabel

Pertemuan ke: 2

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم

📋 PERANGKAT PEMBELAJARAN

Capaian Pembelajaran (CP)

Peserta didik memahami bilangan cacah dan menggunakan operasi perkalian serta pembagian untuk menentukan kelipatan, faktor, Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK), dan Faktor Persekutuan Terbesar (FPB). Peserta didik mampu menggunakan pemahaman tersebut untuk menganalisis dan menyelesaikan permasalahan matematika dalam kehidupan sehari-hari.

Tujuan Pembelajaran

Melalui kegiatan mengamati, berdiskusi, menggunakan tabel dan pohon faktor, peserta didik mampu menganalisis, menentukan, dan menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan kelipatan, faktor, KPK, dan FPB bilangan cacah secara tepat.

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan pengertian kelipatan, faktor, KPK, dan FPB bilangan cacah.

  2. Menentukan kelipatan suatu bilangan menggunakan pola bilangan dan tabel.

  3. Menentukan faktor suatu bilangan menggunakan pasangan perkalian dan pembagian tanpa sisa.

  4. Menentukan KPK dari dua bilangan menggunakan tabel kelipatan dan pohon faktor.

  5. Menentukan FPB dari dua bilangan menggunakan daftar faktor dan pohon faktor.

  6. Menganalisis perbedaan penggunaan KPK dan FPB dalam penyelesaian masalah.

  7. Menyelesaikan permasalahan sehari-hari yang berkaitan dengan kelipatan, faktor, KPK, dan FPB.

  8. Menjelaskan langkah-langkah penyelesaian dan memeriksa kembali kebenaran jawaban.

Mindful (Berkesadaran)

Peserta didik membaca soal dengan teliti, memahami informasi yang diketahui dan ditanyakan, serta memilih cara penyelesaian yang sesuai. Peserta didik memeriksa kembali hasil perhitungan dan memastikan jawaban sesuai dengan permasalahan.

Meaningful (Bermakna)

Peserta didik menghubungkan materi kelipatan, faktor, KPK, dan FPB dengan kehidupan sehari-hari, seperti menentukan jadwal kegiatan yang berulang, menghitung waktu dua kegiatan berlangsung bersamaan, serta membagi buah, alat tulis, atau benda lainnya ke dalam kelompok sama banyak tanpa sisa.

Joyful (Menyenangkan)

Peserta didik mengikuti permainan kartu bilangan, menyusun tabel kelipatan, membuat pohon faktor, dan bekerja sama dalam kelompok untuk menyelesaikan tantangan matematika secara menyenangkan.

Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Memahami pengertian kelipatan dan faktor bilangan.

  2. Menentukan kelipatan bilangan melalui pola dan tabel.

  3. Menentukan faktor bilangan melalui pembagian dan pasangan perkalian.

  4. Mengidentifikasi kelipatan persekutuan dari dua bilangan.

  5. Menentukan KPK menggunakan tabel kelipatan.

  6. Menentukan FPB menggunakan daftar faktor.

  7. Menguraikan bilangan menjadi faktor prima menggunakan pohon faktor.

  8. Menentukan KPK dan FPB menggunakan faktorisasi prima.

  9. Menganalisis masalah sehari-hari yang berkaitan dengan KPK dan FPB.

  10. Menjelaskan strategi penyelesaian dan memeriksa kembali hasil perhitungan.

📌 MATERI: MENENTUKAN KELIPATAN, FAKTOR, KPK, DAN FPB MENGGUNAKAN POHON FAKTOR/TABEL

Model dan Metode Pembelajaran

Model pembelajaran:

  • Discovery Learning, untuk menemukan konsep kelipatan, faktor, KPK, dan FPB melalui kegiatan pengamatan dan eksplorasi.

  • Problem Based Learning (PBL), untuk melatih peserta didik menganalisis dan menyelesaikan permasalahan sehari-hari.

Metode: Tanya jawab, demonstrasi, pengamatan, permainan edukatif, diskusi kelompok, latihan soal, penugasan, dan presentasi.

Media Pembelajaran

Kartu bilangan, stik es krim, kancing, tabel kelipatan, tabel faktor, kertas berpetak, lembar pohon faktor, LKPD, papan tulis, spidol, dan benda-benda di lingkungan kelas.

🌸 Apersepsi

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat pagi, anak-anak hebat kelas IV! Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat dan bersemangat untuk belajar.

Sebelum memulai pembelajaran, marilah kita berdoa sesuai agama dan kepercayaan masing-masing agar kegiatan belajar berjalan lancar.

Guru menunjukkan 12 kancing dan 18 stik es krim, kemudian mengajukan pertanyaan pemantik:

  • Jika 12 kancing disusun dalam kelompok yang sama banyak, bagaimana cara menentukan jumlah kelompok yang mungkin?

  • Jika lampu A menyala setiap 4 menit dan lampu B setiap 6 menit, bagaimana menentukan kapan kedua lampu menyala bersama kembali?

  • Apakah kita dapat menggunakan cara yang sama untuk menyelesaikan kedua permasalahan tersebut?

  • Bagaimana tabel dan pohon faktor membantu kita menemukan jawaban?

Guru menyampaikan bahwa hari ini peserta didik akan belajar menentukan kelipatan, faktor, KPK, dan FPB menggunakan tabel serta pohon faktor.

📖 Ringkasan Materi

A. Pengertian Kelipatan Bilangan

Kelipatan suatu bilangan adalah hasil perkalian bilangan tersebut dengan bilangan cacah positif.

Contoh: kelipatan 4 adalah 4, 8, 12, 16, 20, 24, dan seterusnya.

Cara menentukan kelipatan:

  1. Kalikan bilangan dengan 1, 2, 3, 4, dan seterusnya.

  2. Tuliskan hasil perkalian secara berurutan.

  3. Gunakan tabel untuk mempermudah menemukan kelipatan persekutuan.

Contoh:

Kelipatan 3Kelipatan 4
34
68
912
1216
1520
1824

Kelipatan persekutuan 3 dan 4 antara lain 12, 24, 36, dan seterusnya.

B. Pengertian Faktor Bilangan

Faktor suatu bilangan adalah bilangan yang dapat membagi bilangan tersebut hingga habis tanpa sisa.

Contoh: faktor dari 12 adalah 1, 2, 3, 4, 6, dan 12.

Cara menentukan faktor:

  1. Cari pasangan perkalian yang hasilnya sama dengan bilangan tersebut.

  2. Periksa bilangan yang dapat membagi bilangan tersebut tanpa sisa.

  3. Tuliskan semua faktor yang ditemukan.

Contoh pasangan perkalian dari 12:

  • 1 × 12 = 12

  • 2 × 6 = 12

  • 3 × 4 = 12

Jadi, faktor dari 12 adalah 1, 2, 3, 4, 6, dan 12.

C. Menentukan KPK Menggunakan Tabel Kelipatan

KPK adalah Kelipatan Persekutuan Terkecil, yaitu kelipatan positif terkecil yang sama dari dua bilangan atau lebih.

Contoh: tentukan KPK dari 4 dan 6.

Kelipatan 4Kelipatan 6
46
812
1218
1624
2030
2436

Kelipatan persekutuan terkecil dari 4 dan 6 adalah 12.

Jadi, KPK dari 4 dan 6 adalah 12.

D. Menentukan FPB Menggunakan Daftar Faktor

FPB adalah Faktor Persekutuan Terbesar, yaitu faktor terbesar yang sama dari dua bilangan atau lebih.

Contoh: tentukan FPB dari 12 dan 18.

Faktor 12: 1, 2, 3, 4, 6, 12.

Faktor 18: 1, 2, 3, 6, 9, 18.

Faktor persekutuan: 1, 2, 3, dan 6.

Jadi, FPB dari 12 dan 18 adalah 6.

E. Menentukan KPK dan FPB Menggunakan Pohon Faktor

Pohon faktor digunakan untuk menguraikan bilangan menjadi faktor-faktor prima.

Contoh: menentukan KPK dan FPB dari 12 dan 18.

Pohon faktor bilangan 12:

12 = 2 × 6

6 = 2 × 3

Jadi, faktorisasi prima 12 adalah:

12 = 2² × 3

Pohon faktor bilangan 18:

18 = 2 × 9

9 = 3 × 3

Jadi, faktorisasi prima 18 adalah:

18 = 2 × 3²

Menentukan KPK

Ambil semua faktor prima dengan pangkat terbesar.

KPK = 2² × 3²

KPK = 4 × 9 = 36.

Jadi, KPK dari 12 dan 18 adalah 36.

Menentukan FPB

Ambil faktor prima yang sama dengan pangkat terkecil.

FPB = 2 × 3 = 6.

Jadi, FPB dari 12 dan 18 adalah 6.

F. Perbedaan KPK dan FPB

KPKFPB
Kelipatan Persekutuan Terkecil.Faktor Persekutuan Terbesar.
Dicari dari kelipatan dua bilangan atau lebih.Dicari dari faktor dua bilangan atau lebih.
Cocok untuk menentukan waktu kejadian berulang yang berlangsung bersama.Cocok untuk membagi atau mengelompokkan benda sama banyak tanpa sisa.
Contoh: menentukan kapan dua lampu berkedip bersama kembali.Contoh: menentukan jumlah paket terbanyak dari sejumlah benda.

G. Contoh Penerapan dalam Kehidupan Sehari-hari

Contoh KPK

Lampu merah berkedip setiap 4 menit dan lampu biru setiap 6 menit. Jika keduanya berkedip bersama sekarang, berapa menit lagi keduanya berkedip bersama kembali?

Kelipatan 4: 4, 8, 12, 16, ...

Kelipatan 6: 6, 12, 18, ...

KPK dari 4 dan 6 adalah 12.

Jawaban: Kedua lampu akan berkedip bersama kembali 12 menit lagi.

Contoh FPB

Ibu memiliki 24 jeruk dan 36 apel. Buah tersebut akan dimasukkan ke dalam paket dengan isi yang sama pada setiap paket dan tanpa sisa. Berapa paket terbanyak yang dapat dibuat?

Faktor 24: 1, 2, 3, 4, 6, 8, 12, 24.

Faktor 36: 1, 2, 3, 4, 6, 9, 12, 18, 36.

FPB dari 24 dan 36 adalah 12.

Jumlah jeruk setiap paket = 24 ÷ 12 = 2.

Jumlah apel setiap paket = 36 ÷ 12 = 3.

Jawaban: Ibu dapat membuat 12 paket. Setiap paket berisi 2 jeruk dan 3 apel.

H. Tips Penting

  • Kelipatan diperoleh melalui perkalian.

  • Faktor diperoleh melalui pembagian tanpa sisa.

  • KPK digunakan untuk menemukan kelipatan persekutuan terkecil.

  • FPB digunakan untuk menemukan faktor persekutuan terbesar.

  • Tabel membantu menyusun kelipatan dan faktor secara teratur.

  • Pohon faktor membantu menentukan faktorisasi prima.

  • Baca soal dengan teliti sebelum menentukan apakah menggunakan KPK atau FPB.

  • Periksa kembali hasil perhitungan sebelum menuliskan jawaban akhir.

🧩 Latihan Peserta Didik

Kerjakan soal berikut dengan teliti!

  1. Tuliskan enam kelipatan positif pertama dari 5.

  2. Tentukan semua faktor dari 18.

  3. Tuliskan kelipatan persekutuan dari 4 dan 6 yang kurang dari 40.

  4. Tentukan KPK dari 6 dan 8 menggunakan tabel kelipatan.

  5. Tentukan FPB dari 20 dan 30 menggunakan daftar faktor.

  6. Buatlah pohon faktor dari 24 dan 36.

  7. Tentukan KPK dari 12 dan 18 menggunakan faktorisasi prima.

  8. Tentukan FPB dari 24 dan 40 menggunakan faktorisasi prima.

  9. Bel sekolah berbunyi setiap 15 menit, sedangkan bel istirahat berbunyi setiap 20 menit. Jika kedua bel berbunyi bersama sekarang, berapa menit lagi keduanya berbunyi bersama?

  10. Ibu memiliki 32 jeruk dan 48 apel. Buah tersebut akan dibagikan ke dalam paket sebanyak mungkin dengan isi sama banyak dan tanpa sisa. Berapa paket terbanyak yang dapat dibuat?

🌟 INGAT!

  • Kelipatan berhubungan dengan perkalian.

  • Faktor berhubungan dengan pembagian tanpa sisa.

  • KPK membantu menentukan waktu atau kejadian berulang yang bersamaan.

  • FPB membantu membagi benda menjadi kelompok sama banyak tanpa sisa.

  • Gunakan tabel atau pohon faktor sesuai kebutuhan.

  • Jelaskan langkah penyelesaian dan periksa kembali jawaban.

📝 SOAL ASESMEN / POST-TEST

A. Pilihan Ganda

Pilihlah jawaban yang paling tepat!

1. Kelipatan positif dari 5 yang benar adalah ....

A. 5, 10, 15, 20

B. 5, 8, 12, 16

C. 1, 2, 5, 10

D. 5, 11, 17, 23

2. Bilangan berikut yang merupakan faktor dari 24 adalah ....

A. 5

B. 7

C. 8

D. 10

3. KPK dari 6 dan 8 adalah ....

A. 12

B. 18

C. 24

D. 48

4. FPB dari 18 dan 30 adalah ....

A. 3

B. 6

C. 9

D. 12

5. Faktorisasi prima dari 24 adalah ....

A. 2 × 12

B. 2² × 6

C. 2³ × 3

D. 3 × 8 × 2

B. Isian Singkat

  1. Tuliskan semua faktor dari 16.

  2. KPK dari 4 dan 10 adalah ....

  3. FPB dari 24 dan 36 adalah ....

  4. Faktorisasi prima dari 20 adalah ....

  5. Jika dua lampu berkedip setiap 6 menit dan 9 menit, keduanya akan berkedip bersama kembali setelah .... menit.

🔑 KUNCI JAWABAN

A. Pilihan Ganda

  1. A

  2. C

  3. C

  4. B

  5. C

B. Isian Singkat

  1. 1, 2, 4, 8, dan 16.

  2. 2² × 5.

  3. 18 menit.

🌟 KESIMPULAN

Kelipatan, faktor, KPK, dan FPB merupakan konsep penting dalam matematika yang dapat diterapkan untuk menyelesaikan masalah sehari-hari.

Kelipatan diperoleh melalui perkalian, sedangkan faktor diperoleh melalui pembagian tanpa sisa. KPK digunakan untuk menentukan kelipatan persekutuan terkecil, sedangkan FPB digunakan untuk menentukan faktor persekutuan terbesar.

Tabel kelipatan, daftar faktor, dan pohon faktor dapat membantu peserta didik menemukan jawaban secara sistematis. Dengan memahami langkah-langkah tersebut, peserta didik diharapkan mampu menganalisis permasalahan, memilih strategi yang tepat, dan menyelesaikan soal secara mandiri.

Refleksi pembelajaran: Peserta didik menyampaikan hal yang telah dipahami, bagian yang masih sulit, serta manfaat mempelajari kelipatan, faktor, KPK, dan FPB dalam kehidupan sehari-hari.

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin. Semoga pembelajaran hari ini memberikan manfaat dan meningkatkan semangat anak-anak dalam belajar matematika.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

SENI RUPA

By elfida fida - Oktober 26, 2026 4 Comments

 SELASA, 27 OKTOBER 2026

IDENTITAS

Nama Guru: Elfida, S.Pd

Mata Pelajaran: Seni Rupa

Hari, Tanggal: Selasa, 27 Oktober 2026

Fase/Kelas: B / IV (Empat)

Materi: Menentukan Tokoh, Latar, dan Peristiwa

Pertemuan ke: 3

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم

📋 PERANGKAT PEMBELAJARAN

Capaian Pembelajaran (CP)

Peserta didik mampu mengeksplorasi dan menggunakan berbagai alat serta bahan untuk menghasilkan karya seni rupa. Peserta didik mampu mengembangkan ide berdasarkan pengalaman pribadi, membuat gambar cerita melalui pengamatan dan pengolahan unsur rupa, serta menyampaikan makna karya dengan bahasa sederhana.

Tujuan Pembelajaran

Murid mampu membuat gambar cerita berdasarkan pengalaman pribadi dengan menentukan tema, tokoh, latar, urutan peristiwa, membuat sketsa, memilih warna, menyusun gambar secara runtut, serta menyampaikan cerita melalui gambar dengan kreatif, rapi, dan percaya diri.

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan pengertian gambar cerita berdasarkan pengalaman pribadi.

  2. Menentukan tema yang sesuai dengan pengalaman pribadi untuk dijadikan gambar cerita.

  3. Mengidentifikasi dan menentukan tokoh, latar tempat, latar waktu, serta peristiwa dalam cerita.

  4. Menyusun urutan peristiwa secara runtut dari awal, tengah, hingga akhir.

  5. Membuat sketsa gambar cerita berdasarkan pengalaman pribadi.

  6. Memilih alat dan warna yang sesuai dengan suasana cerita.

  7. Menyusun gambar secara runtut sehingga mudah dipahami oleh orang lain.

  8. Menceritakan isi gambar dengan kreatif, rapi, dan percaya diri.

Mindful (Berkesadaran)

Peserta didik mengingat pengalaman pribadi dengan penuh perhatian, mengamati tokoh dan tempat yang terlibat, serta merencanakan urutan peristiwa sebelum menggambar. Peserta didik juga belajar menghargai pengalaman dan karya teman.

Meaningful (Bermakna)

Peserta didik menghubungkan kegiatan menggambar dengan pengalaman nyata dalam kehidupan sehari-hari, seperti bermain bersama teman, membantu orang tua, berlibur bersama keluarga, mengikuti kegiatan sekolah, atau merawat tanaman.

Joyful (Menyenangkan)

Peserta didik bermain tebak gambar cerita, berbagi pengalaman menarik, membuat sketsa, memilih warna kesukaan, dan memamerkan hasil karya melalui kegiatan galeri gambar kelas.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Mengamati contoh gambar cerita dan memahami isi cerita yang disampaikan melalui gambar.

  2. Menentukan tema gambar cerita berdasarkan pengalaman pribadi.

  3. Menentukan tokoh yang terlibat dalam cerita.

  4. Menentukan latar tempat dan waktu terjadinya peristiwa.

  5. Mengidentifikasi peristiwa penting dalam pengalaman pribadi.

  6. Menyusun urutan peristiwa dari awal, tengah, hingga akhir.

  7. Membuat sketsa gambar cerita berdasarkan urutan peristiwa.

  8. Memilih alat, media, dan warna yang sesuai dengan cerita.

  9. Menyelesaikan gambar cerita secara kreatif, rapi, dan runtut.

  10. Mempresentasikan gambar cerita serta menjelaskan pengalaman yang digambarkan dengan percaya diri.

📌 MATERI: MENENTUKAN TOKOH, LATAR, DAN PERISTIWA

Model dan Metode Pembelajaran

Model: Project Based Learning (PjBL) dan Discovery Learning.

Metode: tanya jawab, pengamatan gambar, bercerita, demonstrasi, diskusi kelompok, praktik menggambar, penugasan, presentasi, dan refleksi.

Media Pembelajaran

  • Contoh gambar cerita sederhana.

  • Kertas gambar atau buku gambar.

  • Pensil dan penghapus.

  • Pensil warna, krayon, atau spidol warna.

  • Penggaris jika diperlukan.

  • Kartu tema, tokoh, latar, dan peristiwa.

  • LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik).

  • Papan pajangan atau dinding galeri karya.

🌸 Apersepsi

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat pagi, anak-anak hebat kelas IV! Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga semuanya sehat dan bersemangat untuk belajar.

Sebelum belajar, mari kita berdoa sesuai agama dan kepercayaan masing-masing agar kegiatan pembelajaran berjalan lancar.

Guru mengajak peserta didik mengingat pengalaman yang menyenangkan dengan pertanyaan berikut.

  • Siapa yang pernah bermain bersama teman?

  • Siapa yang pernah pergi berlibur bersama keluarga?

  • Apa pengalaman paling menarik yang pernah kalian alami di sekolah?

  • Siapa saja yang terlibat dalam pengalaman tersebut?

  • Di mana dan kapan peristiwa itu terjadi?

  • Jika pengalaman tersebut digambar, gambar apa yang akan kalian buat?

Guru menunjukkan contoh gambar cerita sederhana, kemudian mengajak peserta didik mengamati siapa tokohnya, di mana peristiwa terjadi, dan apa yang sedang dilakukan tokoh.

Guru menyampaikan bahwa hari ini peserta didik akan belajar menentukan tokoh, latar, dan peristiwa sebagai langkah awal membuat gambar cerita berdasarkan pengalaman pribadi.

📖 Ringkasan Materi

A. Pengertian Gambar Cerita

Gambar cerita adalah gambar yang dibuat untuk menyampaikan suatu cerita atau rangkaian peristiwa. Gambar cerita dapat menggambarkan pengalaman pribadi, kegiatan sehari-hari, cerita rakyat, atau kejadian yang dialami seseorang.

Gambar cerita tidak hanya menampilkan gambar yang menarik, tetapi juga harus membantu orang lain memahami isi cerita.

Contoh gambar cerita berdasarkan pengalaman pribadi:

  • Bermain bersama teman di halaman sekolah.

  • Membantu ibu menyiram tanaman.

  • Mengikuti kegiatan perkemahan sekolah.

  • Berkunjung ke rumah nenek.

  • Belajar menanam pohon bersama teman.

B. Menentukan Tema Cerita

Tema adalah gagasan utama atau pokok cerita yang akan digambarkan.

Tema sebaiknya dipilih dari pengalaman yang benar-benar pernah dialami atau diingat oleh peserta didik.

Contoh tema:

PengalamanTema gambar cerita
Bermain bersama temanPersahabatan
Membantu orang tuaKasih sayang keluarga
Membersihkan halaman sekolahPeduli lingkungan
Mengikuti lomba kelasSemangat dan kerja sama
Berlibur bersama keluargaKebersamaan keluarga

Tips: Pilih pengalaman yang mudah diingat agar lebih mudah menentukan tokoh, latar, dan urutan peristiwanya.

C. Menentukan Tokoh

Tokoh adalah orang, hewan, atau karakter yang terlibat dalam suatu cerita.

Tokoh dapat berupa tokoh utama dan tokoh pendukung.

  • Tokoh utama: tokoh yang menjadi pusat cerita.

  • Tokoh pendukung: tokoh yang membantu atau ikut terlibat dalam cerita.

Contoh:

Dalam cerita “Membantu Ibu Menyiram Tanaman”, tokohnya adalah seorang anak dan ibu.

Hal yang perlu diperhatikan saat menggambar tokoh:

  1. Tentukan siapa saja yang terlibat dalam cerita.

  2. Gambarkan tokoh sesuai perannya.

  3. Perhatikan kegiatan atau gerakan tokoh.

  4. Tambahkan ekspresi wajah yang sesuai dengan suasana cerita.

D. Menentukan Latar

Latar adalah keterangan mengenai tempat dan waktu terjadinya peristiwa. Latar juga dapat menunjukkan suasana yang dirasakan dalam cerita.

Jenis latar yang perlu diperhatikan:

  1. Latar tempat: lokasi terjadinya peristiwa, misalnya rumah, sekolah, taman, atau lapangan.

  2. Latar waktu: waktu terjadinya peristiwa, misalnya pagi hari, siang hari, atau sore hari.

  3. Latar suasana: keadaan atau perasaan yang tergambar, misalnya gembira, sedih, tenang, atau ramai.

Contoh:

Dalam cerita “Bermain di Taman”, latarnya adalah taman sebagai tempat, sore hari sebagai waktu, dan suasana gembira.

Latar dapat diperjelas dengan menggambar benda-benda pendukung, seperti pohon, meja, bangku, matahari, awan, atau bangunan.

E. Menentukan Peristiwa

Peristiwa adalah kejadian atau kegiatan yang dialami tokoh dalam cerita.

Agar gambar cerita mudah dipahami, peristiwa disusun secara berurutan.

Urutan peristiwa terdiri atas:

  • Awal: kegiatan atau kejadian yang memulai cerita.

  • Tengah: kejadian utama yang dialami tokoh.

  • Akhir: hasil, penyelesaian, atau penutup cerita.

Contoh pengalaman “Membersihkan Halaman Sekolah”.

  1. Awal: peserta didik melihat halaman sekolah yang kotor.

  2. Tengah: peserta didik bekerja sama menyapu dan mengumpulkan sampah.

  3. Akhir: halaman sekolah menjadi bersih dan semua merasa senang.

Urutan tersebut dapat dibuat menjadi tiga gambar yang saling berhubungan.

F. Membuat Rancangan Gambar Cerita

Sebelum menggambar, peserta didik perlu membuat rancangan agar cerita lebih terarah.

Langkah-langkahnya:

  1. Menentukan tema dari pengalaman pribadi.

  2. Menentukan tokoh yang terlibat.

  3. Menentukan latar tempat dan waktu.

  4. Menuliskan tiga atau lebih peristiwa secara berurutan.

  5. Membuat sketsa menggunakan pensil.

  6. Memeriksa kembali urutan dan isi gambar.

  7. Memilih warna yang sesuai.

  8. Merapikan gambar dan menambahkan judul.

  9. Menceritakan isi gambar kepada teman atau guru.

G. Memilih Warna dan Menyelesaikan Gambar

Warna dapat membantu memperjelas suasana dalam gambar cerita.

Contoh penggunaan warna:

  • Hijau untuk daun, rumput, dan pepohonan.

  • Biru untuk langit atau air.

  • Kuning untuk sinar matahari atau benda tertentu.

  • Warna cerah untuk mendukung suasana ceria.

  • Warna yang lebih lembut untuk suasana tenang.

Pemilihan warna tidak harus sama bagi setiap peserta didik. Peserta didik boleh menggunakan warna sesuai kreativitasnya selama gambar tetap mudah dipahami.

Hal yang harus diperhatikan:

  • Gambar dibuat dengan rapi dan tidak terburu-buru.

  • Tokoh dan latar sesuai dengan cerita.

  • Urutan gambar mudah diikuti.

  • Warna digunakan dengan cermat.

  • Setiap peserta didik menghargai hasil karya sendiri dan karya teman.

H. Contoh Rancangan Gambar Cerita

Judul: Pengalaman Menanam Bunga di Sekolah

Tema: Peduli lingkungan.

Tokoh: Aku, teman-teman, dan guru.

Latar tempat: Taman sekolah.

Latar waktu: Pagi hari.

Urutan peristiwa:

  1. Awal: guru menjelaskan cara menanam bunga.

  2. Tengah: aku dan teman-teman menanam bunga bersama.

  3. Akhir: tanaman tersusun rapi dan kami menyiramnya.

Rancangan gambar:

  • Gambar 1: guru dan peserta didik berkumpul di taman sekolah.

  • Gambar 2: peserta didik memasukkan tanaman ke dalam tanah.

  • Gambar 3: peserta didik menyiram tanaman yang telah ditanam.

Peserta didik dapat menambahkan judul, warna, dan keterangan singkat untuk memperjelas cerita.

🧩 Latihan Peserta Didik

Jawablah pertanyaan berikut dengan benar!

  1. Apa yang dimaksud dengan gambar cerita?

  2. Apa yang dimaksud dengan tema dalam gambar cerita?

  3. Jelaskan perbedaan tokoh utama dan tokoh pendukung!

  4. Sebutkan tiga contoh latar tempat dalam gambar cerita!

  5. Apa yang dimaksud dengan urutan peristiwa?

  6. Mengapa peristiwa dalam gambar cerita harus disusun secara runtut?

  7. Bacalah pengalaman berikut: “Rina membantu ayah menanam pohon di halaman rumah pada pagi hari.” Tentukan tokoh, latar tempat, dan latar waktunya!

  8. Buatlah tiga urutan peristiwa dari pengalaman bermain bersama teman!

  9. Mengapa kita perlu membuat sketsa sebelum mewarnai gambar?

  10. Sebutkan tiga hal yang perlu diperhatikan agar gambar cerita menarik dan mudah dipahami!

🎨 Kegiatan Praktik: Membuat Gambar Cerita dari Pengalaman Pribadi

Petunjuk Kegiatan

Buatlah gambar cerita berdasarkan pengalaman pribadi yang paling kamu ingat. Kamu dapat memilih pengalaman di rumah, di sekolah, atau di lingkungan tempat tinggal.

Langkah kerja:

  1. Pilih satu pengalaman pribadi.

  2. Tentukan tema cerita.

  3. Tuliskan tokoh-tokoh yang terlibat.

  4. Tentukan latar tempat, waktu, dan suasana.

  5. Tuliskan urutan peristiwa dari awal, tengah, hingga akhir.

  6. Buat tiga sketsa gambar sesuai urutan peristiwa.

  7. Pilih warna yang sesuai dengan cerita.

  8. Selesaikan gambar dengan rapi dan kreatif.

  9. Berikan judul pada gambar cerita.

  10. Ceritakan hasil karyamu di depan kelas dengan percaya diri.

📋 LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)

Nama: ....................................................

Kelas: ....................................................

Judul Gambar Cerita: ....................................................

Bagian 1: Merancang Cerita

1. Tema cerita saya:

............................................................................

2. Tokoh yang terlibat:

............................................................................

3. Latar tempat:

............................................................................

4. Latar waktu:

............................................................................

5. Latar suasana:

............................................................................

Bagian 2: Menyusun Urutan Peristiwa

Peristiwa awal:

............................................................................

Peristiwa tengah:

............................................................................

Peristiwa akhir:

............................................................................

Bagian 3: Rancangan Gambar

Gambar 1 – Awal cerita: Gambarkan kejadian yang mengawali pengalamanmu.

Gambar 2 – Tengah cerita: Gambarkan kejadian utama yang kamu alami.

Gambar 3 – Akhir cerita: Gambarkan hasil atau akhir pengalamanmu.

Peserta didik menggambar pada kertas gambar atau buku gambar masing-masing.

Bagian 4: Refleksi Karya

  1. Pengalaman apa yang saya ceritakan melalui gambar?

    ............................................................................

  2. Bagian gambar mana yang paling saya sukai?

    ............................................................................

  3. Apa kesulitan yang saya alami saat menggambar?

    ............................................................................

  4. Apa yang akan saya perbaiki agar gambar cerita saya lebih baik?

    ............................................................................

🌟 INGAT!

  • Tema adalah gagasan utama cerita.

  • Tokoh adalah orang, hewan, atau karakter yang terlibat dalam cerita.

  • Latar menjelaskan tempat, waktu, dan suasana terjadinya peristiwa.

  • Peristiwa perlu disusun secara runtut dari awal, tengah, hingga akhir.

  • Sketsa membantu kita merencanakan bentuk dan susunan gambar.

  • Warna digunakan untuk memperjelas suasana dan memperindah gambar.

  • Gambar cerita yang baik memiliki isi yang jelas, susunan yang runtut, dan dibuat dengan kreatif.

  • Hargai karya sendiri dan karya teman. Tidak perlu takut menunjukkan hasil karya karena setiap orang memiliki kreativitas yang berbeda.

📝 Soal Asesmen / Post-Test

A. Pilihan Ganda

Pilihlah jawaban yang paling tepat!

1. Gambar yang dibuat untuk menyampaikan rangkaian kejadian disebut ....

A. gambar dekoratif

B. gambar cerita

C. gambar pola

D. gambar bentuk

2. Dalam gambar cerita “Aku Membantu Ibu Memasak”, tokoh yang mungkin terlibat adalah ....

A. ibu dan anak

B. gunung dan sungai

C. meja dan kursi saja

D. awan dan matahari saja

3. Perhatikan cerita berikut!

“Pada pagi hari, Dodi dan teman-temannya bermain bola di lapangan sekolah.”

Latar tempat pada cerita tersebut adalah ....

A. rumah

B. pasar

C. lapangan sekolah

D. kebun

4. Berikut ini yang merupakan urutan peristiwa paling runtut dalam cerita menanam bunga adalah ....

A. menyiram bunga – menanam bunga – menyiapkan tanah

B. menyiapkan tanah – menanam bunga – menyiram bunga

C. menanam bunga – menyiram bunga – menyiapkan tanah

D. menyiram bunga – menyiapkan tanah – menanam bunga

5. Sebelum mewarnai gambar cerita, sebaiknya kita ....

A. langsung menghapus seluruh gambar

B. membuat sketsa dan memeriksa susunan gambar

C. menutup gambar dengan kertas lain

D. mewarnai tanpa memperhatikan cerita

B. Isian Singkat

  1. Gagasan utama dalam sebuah cerita disebut ....

  2. Orang atau karakter yang terlibat dalam cerita disebut ....

  3. Keterangan mengenai tempat dan waktu terjadinya cerita disebut ....

  4. Rancangan awal gambar yang dibuat sebelum gambar diselesaikan disebut ....

  5. Tiga bagian urutan peristiwa adalah ..., ..., dan ....

C. Uraian

  1. Ceritakan satu pengalaman pribadi yang menarik dan tentukan tema yang sesuai untuk gambar ceritamu!

  2. Dari pengalaman yang kamu pilih, tentukan tokoh, latar tempat, latar waktu, dan latar suasananya!

  3. Tuliskan tiga urutan peristiwa dari pengalaman tersebut, mulai dari awal hingga akhir!

  4. Jelaskan langkah-langkah membuat gambar cerita berdasarkan pengalaman pribadi!

  5. Mengapa kita perlu menyampaikan isi gambar cerita dengan percaya diri dan menghargai karya teman?

🔑 Kunci Jawaban

A. Pilihan Ganda

  1. B

  2. A

  3. C

  4. B

  5. B

B. Isian Singkat

  1. Tema.

  2. Tokoh.

  3. Latar.

  4. Sketsa.

  5. Awal, tengah, dan akhir.

C. Pedoman Jawaban Uraian

1. Jawaban bervariasi. Contoh: pengalaman membantu ibu di rumah dengan tema kasih sayang keluarga.

2. Contoh: tokoh aku dan ibu; latar tempat dapur; latar waktu pagi hari; latar suasana hangat dan menyenangkan.

3. Contoh:

  • Awal: ibu menyiapkan bahan masakan.

  • Tengah: aku membantu mencuci sayuran.

  • Akhir: masakan selesai dan kami makan bersama.

4. Menentukan tema, tokoh, latar, dan peristiwa; menyusun urutan cerita; membuat sketsa; memilih warna; menyelesaikan gambar; kemudian menceritakan hasilnya.

5. Agar orang lain dapat memahami cerita yang disampaikan, peserta didik berani mengungkapkan ide, serta belajar menghargai kreativitas dan usaha setiap orang.

Catatan penilaian: Jawaban uraian dapat berbeda sesuai pengalaman pribadi peserta didik. Berikan nilai berdasarkan kesesuaian isi, kelengkapan unsur cerita, urutan peristiwa, dan kemampuan menjelaskan.

🌟 Kesimpulan

Gambar cerita merupakan cara menyampaikan pengalaman atau kejadian melalui rangkaian gambar. Untuk membuat gambar cerita yang baik, kita perlu menentukan tema, tokoh, latar, dan urutan peristiwa terlebih dahulu. Setelah itu, kita membuat sketsa, memilih warna, serta menyusun gambar secara runtut agar mudah dipahami.

Melalui kegiatan ini, peserta didik belajar mengembangkan kreativitas, mengungkapkan pengalaman pribadi, membuat karya yang rapi, dan menyampaikan cerita dengan percaya diri.

IPAS

By elfida fida - Oktober 26, 2026 4 Comments

 SELASA, 27 OKTOBER 2026

IDENTITAS

Nama Guru: Elfida, S.Pd

Mata Pelajaran: IPAS

Hari, Tanggal: Selasa, 27 Oktober 2026

Fase/Kelas: B / IV (Empat)

Materi: Dampak Kerusakan Sumber Daya Alam terhadap Perubahan Iklim

Pertemuan ke: 2

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم

📋 PERANGKAT PEMBELAJARAN

Capaian Pembelajaran (CP)

Peserta didik mampu mengenali sumber daya alam di lingkungan sekitar, menjelaskan manfaat dan pentingnya pelestarian sumber daya alam, serta mengidentifikasi permasalahan lingkungan dan mengusulkan tindakan sederhana untuk menjaga kelestarian lingkungan sebagai upaya mengurangi dampak perubahan iklim.

Tujuan Pembelajaran

Peserta didik dapat menghasilkan solusi untuk masalah yang berkaitan dengan pelestarian sumber daya alam sebagai upaya mitigasi perubahan iklim.

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan pengertian sumber daya alam dan memberikan contoh sumber daya alam di lingkungan sekitar.

  2. Mengidentifikasi bentuk-bentuk kerusakan sumber daya alam, seperti penebangan hutan secara berlebihan, pencemaran air, dan penggunaan energi yang boros.

  3. Menjelaskan hubungan antara kerusakan sumber daya alam dan perubahan iklim dengan bahasa sederhana.

  4. Mengidentifikasi dampak perubahan iklim terhadap kehidupan manusia, hewan, tumbuhan, dan lingkungan.

  5. Menghasilkan solusi sederhana untuk menjaga kelestarian sumber daya alam dan mengurangi penyebab perubahan iklim.

  6. Menyampaikan hasil diskusi tentang upaya pelestarian sumber daya alam secara jelas, kreatif, dan bertanggung jawab.

Mindful (Berkesadaran)

Peserta didik mengamati lingkungan sekitar dengan saksama, menyadari bahwa sumber daya alam sangat penting bagi kehidupan, serta memahami bahwa tindakan manusia dapat memengaruhi kelestarian lingkungan.

Meaningful (Bermakna)

Peserta didik menghubungkan materi dengan pengalaman sehari-hari, seperti menghemat air, mematikan lampu saat tidak digunakan, menanam pohon, memilah sampah, dan menjaga kebersihan lingkungan sekolah.

Joyful (Menyenangkan)

Peserta didik mengikuti permainan kartu masalah lingkungan, mengamati gambar kerusakan alam, berdiskusi dalam kelompok, dan membuat poster ajakan melestarikan sumber daya alam.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Mengenali pengertian dan jenis-jenis sumber daya alam.

  2. Mengidentifikasi manfaat sumber daya alam bagi kehidupan.

  3. Mengamati berbagai bentuk kerusakan sumber daya alam.

  4. Menjelaskan hubungan kerusakan sumber daya alam dengan perubahan iklim.

  5. Mengidentifikasi dampak perubahan iklim terhadap kehidupan sehari-hari.

  6. Merancang solusi sederhana untuk menjaga dan melestarikan sumber daya alam.

  7. Menyampaikan hasil pemikiran dan mengajak orang lain melakukan tindakan ramah lingkungan.

📌 MATERI: DAMPAK KERUSAKAN SUMBER DAYA ALAM TERHADAP PERUBAHAN IKLIM

Model dan Metode Pembelajaran

Model: Problem Based Learning (PBL) dan Project Based Learning (PjBL).

Metode: Tanya jawab, pengamatan gambar, diskusi kelompok, studi kasus sederhana, pemecahan masalah, pembuatan poster, presentasi, dan refleksi.

Media Pembelajaran

Gambar hutan yang lestari dan hutan yang gundul, gambar pencemaran sungai, gambar kekeringan dan banjir, kartu masalah lingkungan, video edukasi jika tersedia, kertas karton, pensil warna, spidol, LKPD, serta papan tulis.

🌸 Apersepsi

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat pagi, anak-anak hebat kelas IV! Bagaimana kabarnya hari ini? Sebelum belajar, mari kita berdoa agar pembelajaran berjalan lancar.

Guru menunjukkan dua gambar, yaitu hutan yang hijau dan hutan yang mengalami kerusakan.

Guru mengajukan pertanyaan pemantik:

  • Apa perbedaan yang kalian lihat pada kedua gambar tersebut?

  • Apa manfaat pohon bagi manusia dan hewan?

  • Apa yang mungkin terjadi jika banyak pohon ditebang?

  • Pernahkah kalian mengalami cuaca yang sangat panas, hujan deras, atau kekurangan air?

  • Apa yang dapat kita lakukan untuk menjaga lingkungan agar tetap lestari?

Guru menjelaskan bahwa sumber daya alam harus dijaga karena sangat penting bagi kehidupan. Kerusakan lingkungan, terutama kerusakan hutan dan penggunaan bahan bakar fosil secara berlebihan, dapat meningkatkan emisi gas rumah kaca dan memperparah perubahan iklim. Oleh karena itu, kita perlu mempelajari dampaknya serta mencari solusi yang dapat dilakukan mulai dari rumah dan sekolah.

📖 Ringkasan Materi

A. Pengertian Sumber Daya Alam

Sumber daya alam adalah segala sesuatu yang berasal dari alam dan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan manusia serta menunjang kehidupan makhluk hidup.

Contoh sumber daya alam:

  • Air: digunakan untuk minum, memasak, mandi, dan menyiram tanaman.

  • Tanah: digunakan untuk menanam tumbuhan dan membangun tempat tinggal.

  • Hutan dan tumbuhan: menyediakan habitat bagi hewan, membantu menyerap karbon dioksida, serta menjaga keseimbangan lingkungan.

  • Hewan: menyediakan bahan pangan dan membantu keseimbangan ekosistem.

  • Matahari dan angin: dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi.

  • Minyak bumi dan batu bara: digunakan sebagai sumber energi, tetapi pembakarannya menghasilkan gas rumah kaca.

Sumber daya alam perlu digunakan secara bijaksana agar tetap tersedia dan lingkungan tidak mengalami kerusakan.

B. Bentuk-Bentuk Kerusakan Sumber Daya Alam

Kerusakan sumber daya alam dapat terjadi akibat kegiatan manusia maupun peristiwa alam. Beberapa bentuk kerusakan yang perlu kita ketahui adalah sebagai berikut.

1. Penebangan hutan secara berlebihan

Hutan yang rusak menyebabkan berkurangnya tempat hidup hewan dan tumbuhan. Pohon juga berperan menyerap karbon dioksida dari udara. Jika banyak pohon hilang, kemampuan hutan menyerap karbon dioksida berkurang. Pembakaran dan pembusukan pohon yang ditebang juga dapat melepaskan karbon ke atmosfer.

2. Pencemaran air

Sampah dan limbah yang dibuang ke sungai dapat merusak kualitas air, mengganggu kehidupan ikan, dan membahayakan kesehatan manusia. Pencemaran air tidak selalu menjadi penyebab utama perubahan iklim, tetapi dapat memperburuk kondisi lingkungan dan kehidupan masyarakat.

3. Pencemaran udara

Asap kendaraan, pabrik, dan pembakaran sampah dapat mencemari udara. Pembakaran bahan bakar fosil juga menghasilkan karbon dioksida, salah satu gas rumah kaca yang menyebabkan peningkatan suhu bumi.

4. Penggunaan energi secara berlebihan

Penggunaan listrik dan bahan bakar yang tidak hemat dapat meningkatkan kebutuhan energi. Jika energi tersebut berasal dari bahan bakar fosil, emisi gas rumah kaca yang dihasilkan juga dapat meningkat.

5. Kerusakan tanah

Penebangan hutan, pembukaan lahan yang tidak terkendali, dan pembuangan sampah sembarangan dapat merusak tanah. Tanah yang rusak dapat kehilangan kesuburan dan lebih mudah mengalami erosi.

C. Pengertian Perubahan Iklim

Perubahan iklim adalah perubahan pola suhu dan kondisi cuaca dalam jangka panjang. Perubahan iklim dapat terjadi secara alami, tetapi pemanasan global pada masa sekarang terutama disebabkan oleh peningkatan gas rumah kaca dari kegiatan manusia.

Gas rumah kaca menahan sebagian panas di atmosfer. Jika jumlahnya meningkat terlalu banyak, suhu rata-rata bumi ikut meningkat.

Contoh kegiatan yang meningkatkan gas rumah kaca adalah pembakaran batu bara, minyak bumi, dan gas alam; pembakaran hutan; serta perubahan penggunaan lahan tertentu.

Perbedaan cuaca dan iklim:

  • Cuaca adalah keadaan udara pada waktu dan tempat tertentu, misalnya hujan pada sore hari.

  • Iklim adalah pola rata-rata cuaca dalam waktu yang panjang di suatu wilayah.

Satu hari yang panas tidak langsung membuktikan terjadinya perubahan iklim. Perubahan iklim diketahui melalui perubahan pola dalam jangka panjang.

D. Dampak Kerusakan Sumber Daya Alam terhadap Perubahan Iklim

Kerusakan sumber daya alam dapat memperparah perubahan iklim dan menimbulkan berbagai dampak bagi kehidupan.

1. Suhu bumi meningkat

Peningkatan gas rumah kaca menyebabkan lebih banyak panas tertahan di atmosfer. Akibatnya, suhu rata-rata bumi meningkat dan gelombang panas dapat menjadi lebih sering atau lebih intens di sejumlah wilayah.

2. Perubahan pola hujan

Perubahan iklim dapat mengubah pola curah hujan. Sebagian wilayah dapat mengalami hujan sangat lebat, sedangkan wilayah lain menghadapi musim kering yang lebih panjang.

3. Risiko banjir dan kekeringan meningkat

Hujan ekstrem dapat meningkatkan risiko banjir. Sementara itu, periode kering yang berkepanjangan dapat menyebabkan kekurangan air dan mengganggu pertanian. Kerusakan hutan dan tata kelola lahan yang buruk juga dapat memperbesar risiko banjir atau erosi di suatu wilayah.

4. Terganggunya kehidupan tumbuhan dan hewan

Perubahan suhu dan ketersediaan air dapat mengganggu pertumbuhan tanaman serta habitat hewan. Jika habitat rusak, hewan dapat kehilangan tempat berlindung dan sumber makanan.

5. Hasil pertanian dapat terganggu

Kekeringan, banjir, dan perubahan pola musim dapat mengganggu pertumbuhan tanaman pangan. Kondisi tersebut dapat menyebabkan hasil panen menurun.

6. Kesehatan dan kehidupan manusia terdampak

Cuaca panas yang ekstrem dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan. Banjir dan kekeringan juga dapat mengganggu kegiatan belajar, pekerjaan, persediaan air, dan aktivitas sehari-hari.

E. Hubungan Kerusakan Sumber Daya Alam dengan Perubahan Iklim

Perhatikan hubungan berikut.

Penebangan dan pembakaran hutan secara berlebihan
↓
Berkurangnya pohon dan meningkatnya pelepasan karbon
↓
Bertambahnya gas rumah kaca di atmosfer
↓
Pemanasan global dan perubahan iklim semakin parah
↓
Meningkatnya risiko cuaca ekstrem dan gangguan ekosistem.

Hubungan tersebut menunjukkan bahwa menjaga hutan, mengurangi pembakaran, dan menggunakan energi secara bijaksana merupakan tindakan penting untuk mengurangi penyebab perubahan iklim.

F. Upaya Pelestarian Sumber Daya Alam

Kita dapat ikut melestarikan sumber daya alam melalui tindakan sederhana berikut.

  1. Menanam dan merawat pohon. Pohon membantu menyerap karbon dioksida, menjaga tanah, dan menyediakan habitat bagi makhluk hidup.

  2. Menghemat air. Gunakan air sesuai kebutuhan dan perbaiki kebiasaan yang menyebabkan air terbuang.

  3. Menghemat listrik. Matikan lampu dan peralatan listrik ketika tidak digunakan.

  4. Mengurangi sampah. Gunakan kembali barang yang masih layak, pilah sampah, dan kurangi penggunaan barang sekali pakai.

  5. Tidak membakar sampah sembarangan. Pembakaran sampah mencemari udara dan dapat menghasilkan gas rumah kaca.

  6. Menjaga hutan dan tanaman. Tidak merusak pohon serta ikut merawat tanaman di rumah dan sekolah.

  7. Memanfaatkan transportasi dengan bijaksana. Berjalan kaki atau bersepeda untuk perjalanan dekat yang aman, atau menggunakan transportasi umum jika memungkinkan, dapat membantu mengurangi emisi kendaraan.

  8. Mengajak orang lain peduli lingkungan. Sampaikan ajakan melalui poster, kegiatan kelas, dan contoh tindakan sehari-hari.

G. Menghasilkan Solusi untuk Masalah Lingkungan

Solusi adalah cara atau tindakan yang dirancang untuk mengatasi suatu masalah.

Langkah-langkah menghasilkan solusi:

  1. Kenali masalah. Amati masalah yang terjadi, misalnya banyak sampah di halaman sekolah.

  2. Cari penyebabnya. Contohnya, tempat sampah kurang tersedia atau peserta didik belum terbiasa memilah sampah.

  3. Pikirkan beberapa solusi. Misalnya menyediakan tempat sampah terpilah, membuat jadwal piket, dan mengurangi kemasan sekali pakai.

  4. Pilih solusi yang sesuai. Pilih tindakan yang aman, dapat dilakukan, dan sesuai dengan kebutuhan sekolah.

  5. Susun rencana tindakan. Tentukan kegiatan, alat yang diperlukan, pembagian tugas, dan waktu pelaksanaan.

  6. Laksanakan dan evaluasi. Periksa apakah lingkungan menjadi lebih bersih dan apakah kebiasaan baru dapat dipertahankan.

Contoh:

Masalah: Banyak lampu kelas tetap menyala ketika ruangan kosong.

Solusi: Membuat jadwal petugas pengingat energi dan membiasakan seluruh warga kelas mematikan lampu saat tidak diperlukan.

Manfaat: Mengurangi pemborosan listrik dan, jika listrik berasal dari sumber yang menghasilkan emisi, membantu mengurangi emisi gas rumah kaca.

🧩 Latihan Peserta Didik

Jawablah pertanyaan berikut dengan benar!

  1. Jelaskan pengertian sumber daya alam.

  2. Sebutkan tiga contoh sumber daya alam yang ada di lingkungan sekitar.

  3. Mengapa penebangan hutan secara berlebihan dapat memperparah perubahan iklim?

  4. Jelaskan perbedaan cuaca dan iklim.

  5. Sebutkan dua dampak perubahan iklim terhadap kehidupan manusia.

  6. Bagaimana pencemaran air dapat memengaruhi kehidupan makhluk hidup?

  7. Sebutkan tiga tindakan yang dapat dilakukan peserta didik untuk melestarikan sumber daya alam.

  8. Mengapa kita perlu menghemat listrik sebagai salah satu upaya mengurangi emisi gas rumah kaca?

  9. Di sekolah terdapat banyak sampah plastik setelah jam istirahat. Tuliskan dua solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut.

  10. Buatlah satu rencana kegiatan sederhana untuk membantu menjaga lingkungan sekolah dan jelaskan manfaatnya bagi kelestarian sumber daya alam.

🤝 Kegiatan Kelompok / LKPD

Proyek: Aksi Kecil untuk Bumi yang Lebih Baik

Tujuan: Peserta didik mampu menganalisis masalah lingkungan dan menghasilkan solusi sederhana untuk menjaga sumber daya alam serta mengurangi penyebab perubahan iklim.

Langkah kegiatan

  1. Bentuk kelompok yang terdiri atas 4–5 peserta didik.

  2. Pilih satu masalah lingkungan yang dapat diamati di rumah atau sekolah.

  3. Diskusikan penyebab dan dampak masalah tersebut.

  4. Buatlah sekurang-kurangnya tiga usulan solusi.

  5. Pilih satu solusi yang paling mungkin dilakukan.

  6. Buat poster yang berisi masalah, penyebab, solusi, dan ajakan bertindak.

  7. Presentasikan hasil diskusi di depan kelas.

Lembar Kerja Peserta Didik

Nama Kelompok: ............................................

Masalah lingkungan yang dipilih: ............................................

1. Apa masalah yang kalian temukan?

..............................................................................

2. Apa penyebab masalah tersebut?

..............................................................................

3. Apa dampaknya terhadap sumber daya alam atau lingkungan?

..............................................................................

4. Tuliskan tiga solusi yang dapat dilakukan.

  • Solusi 1: ..................................................................

  • Solusi 2: ..................................................................

  • Solusi 3: ..................................................................

5. Solusi apa yang dipilih kelompok kalian? Mengapa?

..............................................................................

6. Bagaimana cara melaksanakan solusi tersebut?

..............................................................................

7. Bagaimana kalian mengetahui bahwa solusi tersebut bermanfaat?

..............................................................................

Contoh hasil diskusi

Masalah: Banyak sampah plastik di halaman sekolah.

Penyebab: Sebagian peserta didik membuang sampah tidak pada tempatnya dan menggunakan kemasan sekali pakai.

Dampak: Lingkungan menjadi kotor, saluran air dapat tersumbat, dan sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat mencemari tanah serta air.

Solusi:

  • Menyediakan tempat sampah terpilah.

  • Membawa botol minum dan wadah makanan yang dapat digunakan kembali.

  • Melaksanakan piket kebersihan dan kampanye pengurangan sampah.

Cara mengevaluasi: Mengamati kebersihan halaman dan membandingkan jumlah sampah yang ditemukan sebelum serta sesudah kegiatan.

🌟 INGAT!

  • Sumber daya alam sangat penting bagi kehidupan manusia, hewan, dan tumbuhan.

  • Kerusakan hutan dan pembakaran bahan bakar fosil dapat meningkatkan gas rumah kaca sehingga memperparah perubahan iklim.

  • Perubahan iklim dapat meningkatkan risiko panas ekstrem, perubahan pola hujan, banjir, dan kekeringan.

  • Pelestarian sumber daya alam perlu dilakukan melalui tindakan nyata dan berkelanjutan.

  • Solusi yang baik harus sesuai dengan masalah, aman, dapat dilaksanakan, dan memberikan manfaat bagi lingkungan.

  • Setiap peserta didik dapat berkontribusi melalui kebiasaan sederhana di rumah dan sekolah.

📝 Soal Asesmen / Post-Test

A. Pilihan Ganda

Pilihlah jawaban yang paling tepat!

1. Berikut ini yang termasuk sumber daya alam adalah ....

A. plastik buatan dan kaca

B. air, tanah, dan tumbuhan

C. meja, kursi, dan buku

D. televisi, komputer, dan telepon

2. Salah satu dampak penebangan hutan secara berlebihan adalah ....

A. habitat hewan semakin luas

B. jumlah pohon selalu bertambah

C. kemampuan hutan menyerap karbon dioksida berkurang

D. pencemaran udara pasti menghilang

3. Kegiatan yang menghasilkan gas rumah kaca adalah ....

A. menanam pohon

B. merawat tanaman

C. menghemat air

D. membakar bahan bakar fosil

4. Contoh tindakan yang membantu mengurangi penyebab perubahan iklim adalah ....

A. membakar sampah setiap hari

B. menyalakan lampu meskipun ruangan kosong

C. menghemat listrik dan menanam pohon

D. menebang pohon tanpa menanam kembali

5. Di sekolah banyak ditemukan sampah plastik. Solusi yang paling tepat adalah ....

A. membiarkan sampah hingga terbawa angin

B. membakar seluruh sampah plastik

C. mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan menyediakan tempat sampah terpilah

D. membuang sampah ke saluran air

B. Isian Singkat

  1. Perubahan pola suhu dan kondisi cuaca dalam jangka panjang disebut ....

  2. Gas rumah kaca yang dilepaskan dalam jumlah besar saat bahan bakar fosil dibakar adalah ....

  3. Salah satu manfaat pohon dalam membantu mengurangi perubahan iklim adalah menyerap gas ....

  4. Kebiasaan mematikan lampu saat tidak digunakan merupakan contoh tindakan ....

  5. Tindakan atau cara yang dirancang untuk mengatasi suatu masalah disebut ....

C. Uraian

Jawablah pertanyaan berikut dengan jelas!

  1. Jelaskan hubungan antara kerusakan hutan dan perubahan iklim.

  2. Sebutkan tiga dampak perubahan iklim yang dapat memengaruhi kehidupan manusia.

  3. Mengapa menjaga sumber daya alam perlu dilakukan oleh semua orang, termasuk peserta didik?

  4. Di lingkungan sekolah terdapat keran air yang sering dibiarkan mengalir setelah digunakan. Identifikasikan masalah tersebut dan tuliskan dua solusi yang dapat diterapkan.

  5. Rancanglah satu kegiatan sederhana untuk melestarikan sumber daya alam di sekolah. Jelaskan masalah yang ingin diatasi, langkah pelaksanaan, dan manfaat kegiatan tersebut.

🔑 Kunci Jawaban

A. Pilihan Ganda

  1. B

  2. C

  3. D

  4. C

  5. C

B. Isian Singkat

  1. Perubahan iklim.

  2. Karbon dioksida.

  3. Karbon dioksida.

  4. Menghemat energi atau listrik.

  5. Solusi.

C. Uraian

1. Kerusakan hutan mengurangi jumlah pohon yang menyerap karbon dioksida. Penebangan dan pembakaran hutan juga dapat melepaskan karbon ke atmosfer. Hal ini dapat meningkatkan gas rumah kaca dan memperparah perubahan iklim.

2. Contoh jawaban:

  • Suhu panas ekstrem yang dapat mengganggu kesehatan.

  • Kekeringan yang mengurangi ketersediaan air.

  • Hujan ekstrem yang meningkatkan risiko banjir.

  • Perubahan pola musim yang mengganggu pertanian.

Peserta didik cukup menyebutkan tiga jawaban yang benar.

3. Karena sumber daya alam dibutuhkan untuk kehidupan. Jika digunakan secara berlebihan atau dirusak, keseimbangan lingkungan dapat terganggu dan kebutuhan generasi berikutnya juga terancam. Peserta didik dapat ikut menjaga lingkungan melalui kebiasaan sehari-hari.

4. Masalah: air terbuang karena keran tidak ditutup dengan baik.

Contoh solusi:

  • Membiasakan menutup keran setelah digunakan.

  • Memeriksa dan melaporkan keran yang bocor kepada guru atau petugas sekolah.

5. Contoh jawaban: Program hemat air di sekolah.

  • Masalah: Air sering terbuang setelah digunakan.

  • Langkah: Membuat poster hemat air, mengingatkan teman untuk menutup keran, dan melaporkan keran yang bocor.

  • Manfaat: Mengurangi pemborosan air dan membentuk kebiasaan menjaga sumber daya alam.

Jawaban peserta didik dapat bervariasi selama memuat masalah, langkah pelaksanaan, dan manfaat yang sesuai.

🌟 Kesimpulan

Kerusakan sumber daya alam, terutama kerusakan hutan dan penggunaan bahan bakar fosil secara berlebihan, dapat meningkatkan gas rumah kaca dan memperparah perubahan iklim. Perubahan iklim dapat berdampak pada suhu, pola hujan, ketersediaan air, pertanian, kesehatan, dan kehidupan makhluk hidup.

Untuk mengurangi dampak tersebut, kita perlu menjaga kelestarian sumber daya alam melalui tindakan nyata, seperti menanam dan merawat pohon, menghemat air dan listrik, mengurangi sampah, serta menjaga kebersihan lingkungan. Peserta didik juga dapat menghasilkan solusi sederhana melalui pengamatan, diskusi, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan lingkungan.

MATEMATIKA

  SELAS7, 26 OKTOBER 2026 IDENTITAS Nama Guru: Elfida, S.Pd Mata Pelajaran: Matematika Hari, Tanggal: Selas7, 26 Oktober 2026 Fase/Kelas:...

 

Elfida Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea