Jumat, 28 Januari 2022

TEMA 7 SUBTEMA 2 PB 1,2 DAN ULASAN MATEMATIKA TENTANG BANGUN RUANG

By elfida fida - Januari 28, 2022 0 Comments

 ELFIDA, S.Pd

MATERI AJAR KELAS VD UNTUK HARI JUMAT TANGGAL 28 JANUARI 2022



 
 

Selamat Pagi,,,Tabik pun ,,,!!

Selamat Pagi,,,Tabik pun ,,,!! 

Semangat pagi ananda shaleh shaleha yang ibu guru banggakan, bagaimana kabarnya hari ini ? Ibu guru berharap kita semua sehat dan selalu dalam lindungan Alloh SWT Aamiin. Sebelum memulai belajar tentang TEMA 7 SUBTEMA 2 PEMBELAJARAN 1 DAN 2 yaitu tentang PANAS DAN PERPINDAHANNYA, yang mana materi ini masih berkaitan dengan Tema 6 yang sudah kita pelajari minggu kemarin. Marilah terlebih dahulu kita laksanakan ibadah pagi seperti sholat dhuha, murojaah surat-surat pendek, mendengarkan tausiah, dan membaca doa sebelum belajar. Ibu guru tak henti-hentinya mengingatkan agar ananda sekalian melaksanakan sholat wajib tepat pada waktunya.

Silahkan absen pada link berikut :

ABSEN SISWA KELAS VD

Tema 7                       : Peristiwa dalam Kehidupan

Sub Tema 2                : Peristiwa Kebangsaan Seputar Proklamasi Kemerdekaan

Pembelajaran ke-      : 1 dan 2

Muatan Terpadu       : IPA ( KD 3. 7, 4.7), Bahasa Indonesia (KD 3.9, 4. 9), IPS (KD 3. 4, 4.4), SBdP (KD 3. 3, 4. 3)

Tujuan Pembelajaran :

1.    Peserta didik dapat mengidentifikasi peristiwa-peristiwa penting seputar pembacaan teks Proklamasi Kemederkaan dengan penuh tanggung jawab.

2.    Peserta didik dapat memahami kalor dapat mengubah suhu dan wujud benda dengan penuh percaya diri.

3.    Peserta didik mampu mempraktikkan gerak tari dengan pola lantai yang benar.

IPS (KD 3. 4, 4. 4)

Peristiwa-peristiwa Penting Seputar Proklamasi Kemerdekaan

1.    Pembentukan BPUPKI

·      Akhir tahun 1944, kedudukan Jepang dalam perang Pasifik semakin terdesak. Jepang menegaskan kembali janjinya untuk memberikan kemerdekaan kepada Bangsa Indonesia

·      Letnan jenderal Kumakichi Harada membentuk BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) atau Dokuritsu Junbi Cosakai pada tanggal 1 Maret 1945.

·      BPUPKI diketuai oleh Radjiman Wediodiningrat dan bertugas menyelidiki berbagai kebutuhan untuk membentuk sebuah Negara yang merdeka.

·      BPUPKI mengadakan sidang resmi dari tanggal 28 Mei 1945 sampai 1 Juni 1945. Sidang ini menghasilkan rumusan dasar Negara, yaitu Pancasila.

2.    Pembentukan PPKI

·      BPUPKI dibubarkan pada tanggal 7 Agustus 1945 dan digantikan oleh PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) atau Dokuritsu JunbiLinkai, yang diketuai oleh Soekarno.

·      PPKI mengesahkan Pancasila sebagai dasar Negara pada tanggal 18 Agustus 1945.

3.    Peristiwa Rengasdengklok

·      Pengeboman kota Hiroshima pada tanggal 6 Agustus 1945 dan Nagasaki pada 9 Agustus 1945 menyebabkan Jepang mengalami kekalahan dan pemerintahan Jepang di Indonesia mengalami kekosongan.

·      Golongan muda mendesak untuk segera melaksanakan proklamasi kemerdekaan Indonesia.

·      Golongan tua menolak dengan alasan proklamasi harus dipersiapkam dengan matang.

·      Golongan muda yang tidak setuju dengan golongan tua kemudian menculik Soekarno dan Hatta ke Rengasdengklok. Hal tersebut bertujuan agar Soekarno dan Hatta focus dan tidak terpengaruh pemikiran lain untuk mempersiapkan kemerdekaan.

Peristiwa Pembacaan Teks Proklamasi

Proklamasi menjadi peristiwa paling bersejarah bagi bangsa Indonesia. Proklamasi menjadi tonggak sejarah berdirinya bangsa Indonesia menjadi negara yang merdeka dan berdaulat. Proklamasi menjadikan bangsa Indonesia terlepas dari penjajahan. Proklamasi juga menjadi awal bagi bangsa Indonesia untuk menentukan nasibnya sendiri.

Pada akhir bulan Juli 1945, Jepang menyetujui pemberian kemerdekaan kepada Indonesia pada tanggal 7 September 1945. Namun, pada tanggal 6 dan 9 Agustus 1945, bom atom dijatuhkan Sekutu di kota Hiroshima dan Nagasaki. Peristiwa itu mendorong diubahnya tanggal pemberian kemerdekaan Indonesia menjadi 24 Agustus 1945.

Kemudian, pada tanggal 15 Agustus 1945, Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu. Akibatnya, terjadi kekosongan kekuasaan di Indonesia. Kesempatan inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh bangsa Indonesia untuk memproklamasikan kemerdekaan.

Pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 17 Agustus 1945.

Acara yang disusun dalam upacara di kediaman Ir. Soekarno itu, antara lain sebagai berikut.

a. Pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

b. Pengibaran bendera Merah Putih.

c. Sambutan Wali Kota Suwiryo dan dr. Muwardi.

Dengan suaranya yang mantap, Ir. Soekarno didampingi Drs. Moh. Hatta membacakan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang telah diketik oleh Sayuti Melik. Berikut teks Proklamasi yang diketik oleh Sayuti Melik.

 

Sesaat setelah pembacaan Proklamasi Kemerdekaan, dilanjutkan upacara pengibaran bendera Merah Putih. Bendera Sang Saka Merah Putih dijahit oleh Ibu Fatmawati Soekarno. Suhud mengambil bendera dari atas baki (nampan) yang telah disediakan dan mengibarkannya dengan bantuan Shodanco Latief Hendraningrat. Kemudian, Sang Merah Putih mulai dinaikkan dan hadirin yang datang bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia Raya. Bendera dinaikkan perlahan-lahan menyesuaikan syair lagu Indonesia Raya. Seusai pengibaran bendera Merah Putih, acara dilanjutkan sambutan dari Wali Kota Suwiryo dan dr. Muwardi.

Peristiwa Menjelang dan Sesudah Pembacaan Teks Proklamasi

Setelah mendengar berita Jepang menyerah kepada Sekutu, bangsa Indonesia mempersiapkan dirinya untuk merdeka. Perundingan-perundingan diadakan di antara para pemuda dengan tokoh-tokoh tua, maupun di antara para pemuda sendiri. Walaupun demikian, antara tokoh pemuda dan golongan tua sering terjadi perbedaan pendapat. Akibatnya, terjadilah “Peristiwa Rengas dengklok”. Pada tanggal 16 Agustus pukul 04.00 WIB, Bung Hatta dan Bung Karno beserta Ibu Fatmawati dan Guntur Soekarno Poetra dibawa pemuda ke Rengas dengklok agar tidak terpengaruh oleh Jepang. Tujuannya mendesak golongan tua untuk segera memproklamirkan kemerdekaan Indonesia.

Setelah melalui perdebatan dan ditengahi Ahmad Soebardjo, menjelang malam hari, kedua tokoh, Bung Hatta dan Bung Karno, akhirnya kembali ke Jakarta. Rombongan Soekarno-Hatta sampai di Jakarta pada pukul 23.00 WIB. Soekarno dan Hatta setelah singgah di rumah masing masing, lalu bersama rombongan lainnya menuju rumah Laksamana Maeda di Jalan Imam Bonjol No. 1 Jakarta (tempat Ahmad Soebardjo bekerja). Di tempat itu, mereka akan merumuskan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Perumusan sampai dengan penandatanganan teks Proklamasi Kemerdekaan baru selesai pada pukul 04.00 WIB dini hari pada tanggal 17 Agustus 1945. Pada saat itu juga, disepakati bahwa teks Proklamasi akan dibacakan di halaman rumah Ir. Soekarno di Jalan Pegangsaan Timur 56 Jakarta pada pukul 10.00 WIB.

Peristiwa setelah dibacakannya teks Proklamasi Kemerdekaan sebagai berikut.

1.    Penyebaran Berita Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945

·      Para pemuda menyebarkan berita Proklamasi melalui berbagai cara, antara lain menyebar pamflet, mengadakan pertemuan, dan menulis pada tembok-tembok.

·      Wartawan Kantor Berita Domei (sekarang Kantor Berita Antara), Syahruddin berhasil menyelundupkan teks Proklamasi dan diterima oleh Kepala Bagian Radio, Waidan B. Palenewen. Teks Proklamasi tersebut kemudian diberikan kepada F. Wuz untuk segera disiarkan melalui radio.

·      Berita Proklamasi Kemerdekaan Indonesia juga disebarkan melalui beberapa surat kabar. Harian Soeara Asia di Surabaya adalah Koran pertama yang menyiarkan berita Proklamasi.

·      Pihak pemerintah Republik Indonesia juga menugaskan para gubernur yang telah dilantik pada tanggal 2 September 1945 untuk menyebarluaskan berita Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di wilayahnya.

2.    Sambutan Rakyat di Berbagai Daerah terhadap Proklamasi Kemerdekaan Indonesia Peristiwa penting yang menunjukkan dukungan rakyat secara spontan terhadap Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, antara lain sebagai berikut.

·      Rapat Raksasa di Lapangan lkada (Ikatan Atletik Djakarta) Jakarta pada tanggal 19 September 1945 menyambut kemerdekaan.

·      Usaha menegakkan kedaulatan juga terjadi di berbagai daerah dengan adanya tindakan heroik di berbagai kota yang mendukung Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, antara lain di Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Aceh, Bali, Palembang, Kalimantan, Bandung, Makassar, Lampung, Solo, Sumatra Selatan, dan Sumbawa.

Bahasa Indonesia (KD 3. 5, 4. 5)

Mengelompokkan Informasi Teks Narasi Sejarah Menggunakan Peta Pikiran

Peta pikiran merupakan suatu cara mencatat dan memetakan ide atau gagasan yang kita dapatkan setelah membaca atau mendengarkan suatu teks secara kreatif dan efektif.

Cara mengelompokkan informasi teks menggunakan peta pikiran dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :

ü  Menggunakan kata tanya.

ü  Memahami terlebih dahulu isi teks narasi sejarah secara keseluruhan.

ü  Mencatat informasi penting dari teks dan mengelompokkan berdasarkan kata tanya apa, di mana, kenapa siapa, mengapa, dan bagaimana.

ü  Selanjutnya informasi-informasi tersebut disajikan ke dalam bagan peta pikiran.

 

IPA (KD 3. 7, 4. 7)

Kalor Mengubah Suhu

Kalor didefinisikan sebagai energi panas yang dimiliki oleh benda. Secara umum, mengetahui adanya kalor yang dimiliki oleh benda dapat dilakukan dengan cara mengukur suhu benda tersebut. Jika suhu benda tinggi, kalor yang dikandung oleh benda juga besar. Sebaliknya, jika suhu benda rendah, kalor yang dikandung oleh benda juga kecil. Kalor yang dimiliki oleh suatu benda bisa berubah-ubah. Bisa naik, bisa juga turun karena kalor dapat berpindah dari suhu tinggi menuju suhu rendah.

Contoh bahwa kalor dapat mengubah suhu benda yaitu air panas memiliki suhu tinggi, air dingin memiliki suhu rendah. Apabila kedua air dicampur, campuran itu akan menghasilkan suhu baru. Suhu rendah akan meningkat karena menerima panas yang bersuhu tinggi.

Energi panas dapat mengubah suhu benda dan dapat mengubah wujud benda. Peristiwa mencair sebagai bentuk perubahan wujud benda karena kalor atau panas. Mencair merupakan peristiwa perubahan wujud benda padat menjadi benda cair karena adanya pemanasan. Contoh lain peristiwa mencair sebagai bentuk perubahan wujud benda karena kalor atau panas adalah sebagai berikut :

1. Mentega dipanaskan.

2. Logam dipanaskan pada suhu tinggi.

3. Lilin dipanaskan.

Perubahan Wujud Benda yang Dapat kembali

Wujud suatu benda dapat berubah menjadi wujud benda yang lain. Misalnya, air yang membeku menjadi es atau es krim yang mencair saat didiamkan di ruang terbuka. Namun, benda yang telah berubah wujud tersebut dapat kembali ke wujud asalnya dengan beberapa perlakuan. Misalnya air yang telah berubah menjadi es dapat kembali berubah menjadi air jika didiamkan atau dipanaskan.

Faktor yang Memengaruhi Perubahan Wujud Benda

Perubahan wujud benda dipengaruhi oleh kalor atau panas. Contoh perubahan wujud benda adalah proses mencair, menguap, dan menyublim. Ketiga proses tersebut terjadi karena benda-benda yang berubah menyerap kalor dari lingkungan sekitar (dipanaskan atau didiamkan). Sementara itu proses membeku, mengkristal, dan mengembun terjadi karena benda-benda yang berubah melepaskan kalor ke lingkungan sekitar (didinginkan) sehingga dapat berubah wujud.


SBdP (KD 3. 3, 4. 3)

Gerak Tari dengan Pola Lantai

Gerak tari adalah serangkaian gerakan indah dari dalam tubuh manusia. Penampilan gerak tari akan terasa lebih indah jika ada iringan musiknya. Musik dan tari merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Musik dapat mengatur tempo gerak, sebagai pengiring, memberikan suasana, dan sebagai ilustrasi untuk mempertegas ekspresi gerak. Selain musik atau iringan tarinya, keindahan gerak tari juga dapat dilihat dari pola lantai saat penari memperagakan gerak tari. Pola lantai adalah garis-garis di lantai yang dilalui oleh penari dari perpindahan tempat satu ke tempat lain pada saat melakukan gerak tari. Para penari menggunakan pola lantai agar tarian terlihat lebih menarik.

Menurut jenisnya, ada tiga bentuk karya tari yaitu bentuk karya tari tunggal, karya tari berpasangan, dan bentuk tari kelompok. Perhatikan gambar


Pola Lantai Tari Seudati, Tari Andun, Tari Tandak, dan Tari Tambun, Kunci  Jawaban Tema 2 Kelas 6 SD - Portal Jember


MATERI

MATEMATIKA

Pembahasan soal

 1. Abu mempunyai kardus berbentuk balok dengan panjang 36 cm, lebar 12 cm, tinggi 9 cm. Kemudian kardus tersebut disi kubus kecil – kecil dengan ukuran 3 cm. Berapa jumlah kubus yang dapat ditampung di kardus?

2. Anisa mempunyai kubus dan balok. Jika sisi kubus sama dengan lebar balok. Panjang balok 2 kali sisi kubus dan tinggi balok sepertiga panjang balok. Tentukan volume balok jika diketahui volume kubus anisa 729 cm³?

3. Elvan mempunyai bak mandi berbentuk kubus dengan ukuran 1,5 meter. Jika Elvan mengisinya dengan debit air 750 cm³/detik. Berapa waktu yang dibutuhkan Elvan?

4. Dita ingin membuat kerangka kubus dengan bambu. Jika volume kubus yang akan dibuat dita 2.744 cm³. Berapa panjang bambu yang dibutuhkan Dita untuk membuat kerangka kubus?

5. Putri membungkus kado berbentuk balok dengan kertas kado. Panjang kotak kado 20 cm, lebar 12 cm dan tingginya 8 cm. Berapa luas kertas kado yang dibutuhkan Putri?

Jawaban

1. Sebelum mengetahui banyaknya kubus kecil yang dapat ditampung maka harus diketahui terlebih dahulu luas kardus baloknya.
L = P x l x t
L = 36 x 12 x 9
L = 3888 cm³
Setelah itu luas kubus kecil;
L = S x S x S
L = 3 x 3 x 3
L = 27
Jadi, banyaknya kubus kecil yang di muat adalah 3888/27 = 144 buah

2. Diketahui :
Panjang balok = 2 x sisi kubus
Lebar balok = sisi kubus
Tinggi balok = 1/3 panjang balok
Ditanyakan :
Volume balok jika volume kubus 729 cm³
Penyelesaian :
V kubus = 729 cm³
S³ = 729 cm³
S = 9 cm
Jadi, Panjang balok = 2 x 9 = 18 cm dan tinggi balok = 1/3 x 18 = 6 cm
Volume Balok = p x l x t = 18 x 9 x 6 = 972 cm³

3. Volume Kubus Bak Mandi = 1,5 × 1,5 × 1,5 = 3,375 m³ = 3.375.000 cm³
Jadi, waktu yang digunakan untuk mengisi bak mandi adalah 3.375.000 cm³  = 4.500 detik = 75 menit = 1 Jam 15 Menit
750 cm³/detik

4. Diketahui :
Volume kubus = 2.744 cm³
Ditanyakan :
Panjang bambu yang dibutuhkan untuk membuat rangka
Penyelesaian :
V kubus = 2.744 cm³
S³ = 2.744 cm³
S = 14 cm
Jadi, Panjang bambu yang dibutuhkan untuk membuat rangka
= 12 x 14 = 168 cm

5. Luas = 2(p × l) + 2(p × t) + 2(l × t)
= 2(20 × 12) + 2(20 × 8) + 2(12 × 8)
= 480 + 320 + 192
= 992 cm² 

Bagaimana materi yang sudah bu guru jelaskan, kalau masih ada yang belum paham

silakan Ananda tanya lewat WA grup atau berikan komentar dikolom komentar blog ini ya nak.

 

Tetap semangat dan jaga kesehatan.

Wassalamu'alaikum wr.wb.

Kamis, 27 Januari 2022

PENILAIAN HARIAN TEMA 7 SUBTEMA 1

By elfida fida - Januari 27, 2022 0 Comments

 MATERI AJAR KELAS VD UNTUK HARI KAMIS TANGGAL 27 JANUARI 2022



 
 

Selamat Pagi,,,Tabik pun ,,,!! 

 
Anak sholeh dan sholeha kelas V.D...Kita ketemu lagi dalam pembelajaran daring, semoga kita semua dalam keadaan sehat dan tetap semangat dalam menjalankan kegiatan daring ini. Sebelum anak-anak mengerjakam soal Penilaian Harian Tema 7 Subtema 1  pastikan ananda sudah melaksanakan sholat dhuha, tadarus, mendengarkan tausiah dan mengisi absen pada link di bawah ini:.

ABSEN SISWA KELAS VD 

Sebelum mengerjakan menjawab soal, perhatikan dan baca soalnya secara seksama agar kalian mendapatkan hasil nilai yang memuaskan serta jangan lupa berdo'a.

Dan dalam pengerjaan PAS HANYA SEKALI PENGIRIMAN ya nak...

Untuk mengerjakan soal silahkan buka Link dibawah ini :

  https://forms.gle/DQzkwKsMzifoNfyu9

 

Nah sebelum mulai mengerjakan soal jangan lupa berdoa dan jangan lupa ucapkan Bismilah serta kerjakan secara mandiri dan jujur dan dengan teliti dan benar!
 

Terima kasih sholeh sholeha VD jangan lupa discreenshoot dan kirimkan fotonya ke bu Guru...tetap semangat dan jaga kesehatan.....Waalaikumsalam WR.WB

 

 

Rabu, 26 Januari 2022

TEMA 7 SUBTEMA 1 DAN MATEMATIKA

By elfida fida - Januari 26, 2022 0 Comments
ELFIDA, S.Pd

MATERI AJAR KELAS VD UNTUK HARI RABU TANGGAL 26  JANUARI 2022



 
 




 Selamat pagi,,,,Tabik pun

Assalamualaikum.wr.wb anak sholeh/sholeha V.F,apa kabar hari ini?Alhamdulillah semoga kita semua selalu sehat dan selalu dalam lindungan Allah SWT.aamiin ya Robbal allamin. Jangan lupa sebelum belajar dengarkan tausiah dan rangkum isinya kemudian tadarus dan shalat dhuha. setelah selesai silahkan absen pada link berikut :


ABSEN KELAS VF

 Setelah absen jangan lupa ucapkan bismilah dan berdo'a ya nak! 

Pada pelajaran kemarin kita sudah belajar materi tentang menggali teks narasi sejarah secara lisan, menjelaskan sistem tanam paksa, menjekaskan berbagai perlawanan terhadap pemerintah kolonial Belanda, keragama sosial budaya di Indonesia, faktor pemyebab keragaman bangsa Indonesia. 

Baiklah nak bu guru akan mengulas materi yang kemarin yaitu tentang perbedaan kondisi geografis dan penagaruh kebudayaan luar.

Perbedaan Kondisi Geografis
Perbedaan kondisi geografis turut berdampak pada munculnya berbagai ragam mata pencaharian. Contohnya perikanan, pertanian, kehutanan, dan perdagangan. Pada setiap bidang tersebut, mereka akan mengembangkan corak kebudayaan yang khas dan cocok dengan kondisi geografis lingkungan tempat tinggalnya.
Pengaruh Kebudayaan Luar
Bangsa Indonesia adalah contoh bangsa yang terbuka. Keterbukaan ini dapat dilihat dari besarnya pengaruh asing dalam membentuk keberagaman masyarakat di seluruh wilayah Indonesia. 

Hari ini kita akan belajar materi tema 7 subtema 1 pembelajaran 5 dan 6. Disimak dan dipahami materi belajarnya ya nak.

Muatan IPA ( KD 3. 7, 4.7), Bahasa Indonesia (KD 3.5, 4. 5), SBdP (KD 3. 2, 4.2), PPKn ( KD 3. 3, 4.3)

Tujuan Pembelajaran :

1.    Setelah membaca teks, peserta didik dapat mengidentifikasi dampak peristiwa Sumpah Pemuda 1928 secara tepat.

2.    Setelah membaca materi, peserta didik dapat menjelaskan peristiwa Kongres Perempuan Indonesia secara benar.

3.    Setelah membaca materi, peserta didik dapat mengidentifikasi sikap dan perilaku yang tepat dalam menghadapi keragaman dalam kehidupan sehari-hari dengan penuh tanggung jawab.

4.    Setelah membaca teks, peserta didik dapat mengetahui perpindahan kalor secara tepat.

5.    Setelah membaca teks, peserta didik dapat menyanyikan lagu dengan memperhatikan ketepatan nada dan tempo secara benar.

 

Muatan Bahasa Indonesia (KD 3.5, 4. 5)

Mengidentifikasi teks narasi dari dampak peristiwa sumpah pemuda 1928

Dampak Peristiwa Sumpah Pemuda 1928
Pada tanggal 28 Oktober 1928, suatu tekad yang sangat penting bagi penguatan konsep wawasan kebangsaan Indonesia telah diikrarkan. Ikrar tersebut merupakan modal yang sangat berharga bagi terbentuknya Negara kesatuan. Tekad untuk bersatu dan mengesampingkan alasan-alasan
kedaerahan, kesukuan, keturunan, keagamaan, dan golongan. Namun, persatuan itu tetap dalam kerangka saling menghormati dan menghargai perbedaan-perbedaan yang ada. Kesemuanya bersatu padu dan melebur dalam ikrar Sumpah Pemuda. Sejak peristiwa Sumpah Pemuda 1928, dunia dikejutkan oleh kemampuan dan kebulatan tekad bangsa Indonesia untuk bersatu padu dalam sebuah ikatan kebangsaan. Pengaruhnya pun sangat besar bagi organisasi pergerakan. Organisasi-organisasi politik yang lahir setelah peristiwa Sumpah Pemuda semuanya memakai kata “Indonesia” dalam namanya. Begitu pun dengan organisasi yang masih bersifat kedaerahan mulai memproses untuk bersatu dalam satu wadah, yaitu Organisasi Indonesia Muda. Adapun tujuannya adalah untuk mempererat tali persatuan segenap pemuda yang berbangsa, berbahasa, dan bertanah air Indonesia.

Peristiwa Sumpah Pemuda telah membawa kesadaran dalam diri setiap orang akan pentingnya persatuan dan kesatuan dalam sebuah bangsa. Penyatuan berbagai sifat kedaerahan menjadi sifat nasional terus dilakukan. Peristiwa Sumpah Pemuda menegaskan rasa senasib sepenanggungan
sebagai satu bangsa. Rasa inilah yang kemudian menyebabkan timbulnya semangat persatuan untuk membentuk sebuah negara kesatuan.
Suasana hening dan khidmat ketika lagu Indonesia Raya dinyanyikan pada peristiwa Sumpah Pemuda 1928. Terlihat W. R. Supratman dengan gesekan biolanya mengumandangkan lagu Indonesia Raya. Sementara para pengurus yang terdiri atas enam orang pemuda dan semua peserta dengan penuh khidmat turut mendengarkan.

Menjelaskan kembali teks narasi dari Kongres pemuda Indonesia

Kongres Perempuan Indonesia
Kongres Perempuan Indonesia berlangsung tiga kali. Pada tanggal 22 Agustus 1928 di Yogyakarta, diselenggarakan Kongres Perempuan Indonesia I. Kongres ini diikuti berbagai wakil organisasi wanita di antaranya Ny. Sukamto, Ny. Ki Hajar Dewantara, dan Nona Suyatin. Kongres berhasil membentuk Perserikatan Perempuan Indonesia (PPI). Kongres itu juga berhasil merumuskan tujuan mempersatukan cita-cita dan usaha memajukan wanita Indonesia serta mengadakan gabungan atau perikatan di antara perkumpulan wanita. Pada tangal 28–31 Desember 1929, PPI mengadakan kongres di Jakarta dan mengubah nama PPI menjadi PPII
(Perserikatan Perhimpunan Isteri Indonesia). Tanggal 20–24 Juli 1935, diadakan Kongres Perempuan Indonesia II di Jakarta dipimpin oleh Ny. Sri Mangunsarkoro. Kongres tersebut membahas masalah perburuhan perempuan, pemberantasan buta huruf, dan perkawinan.
Kongres Perempuan III berlangsung di Bandung tanggal 23–28 Juli 1938 dipimpin oleh Ny. Emma Puradireja, membicarakan hak pilih dan dipilih bagi wanita di badan perwakilan. Dalam kongres tersebut, disetujui RUU tentang perkawinan modern yang disusun oleh Ny. Maria Ulfah dan disepakati tanggal lahir PPI 22 Desember sebagai Hari Ibu.

 

Muatan IPA ( KD 3. 7, 4.7)

Peristiwa Mengembun dan Menyublim
Selain peristiwa mencair, membeku, dan menguap, masih terdapat dua peristiwa perubahan wujud benda. Perubahan wujud benda yang dimaksud adalah mengembun dan menyublim. Mengembun adalah peristiwa perubahan wujud gas menjadi cair. Peristiwa ini merupakan kebalikan dari peristiwa menguap. Pada waktu gas mengembun, gas melepaskan kalor karena terjadi penurunan suhu di sekitarnya. Peristiwa sehari-hari yang mudah kamu jumpai antara lain
peristiwa pengembunan yang terjadi di pagi hari. Meskipun pada malam sebelumnya tidak terjadi hujan, tetapi pada pagi hari, terdapat tetesan air pada tanaman yang berada di luar. Kamu juga dapat menjumpai beberapa tempat terasa lembap oleh air. Peristiwa mengembun ini terjadi karena uap air dalam udara menyentuh permukaan seperti permukaan daun atau permukaan yang lainnya. Menyublim merupakan peristiwa berubahnya wujud zat padat menjadi gas. Mengkristal adalah perubahan wujud gas menjadi padat. Peristiwa “lenyapnya” kapur barus yang diletakkan di dalam lemari sering dijadikan contoh peristiwa menyublim. Contoh peristiwa ini terjadi pada saat uap iodium yang mengkristal menjadi padatan pada saat didinginkan pada suhu tertentu.

Muatan PPKn ( KD 3. 3, 4.3)

mengidentifikasi sikap dan perilaku yang tepat dalam menghadapi keragaman dalam kehidupan sehari-hari dengan penuh tanggung jawab.

Bersatu Kita Teguh, Bercerai Kita Runtuh
Dengan mempelajari sejarah perjuangan bangsa melawan penjajah, khususnya peristiwa Sumpah Pemuda, banyak pelajaran yang kita petik. Kita menjadi tahu bahwa persatuan dan kesatuan memiliki arti penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Berbagai perlawanan yang bersifat kedaerahan selalu saja gagal dalam mengusir penjajah. Bangsa kita pun mudah diadu domba. Dengan demikian, tepat kiranya pepatah ”bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh”. Persatuan dan kesatuan dapat kita wujudkan dengan membina kerukunan di rumah, sekolah, dan masyarakat. Selain itu, pola hidup gotong royong juga harus senantiasa dilakukan oleh asyarakat.
Sekarang, ceritakan sikap dan perilakumu sehari-hari yang sudah menunjukkan nilai-nilai kerukunan hidup.

 

Persamaan hak dan kewajiban antara golongan pria dan wanita dalam bidang tertentu merupakan salah satu bentuk penerapan nilai-nilai Sumpah Pemuda dan Kongres Perempuan Indonesia. Dalam melakukan kegiatan demi kepentingan bangsa dan negara, setiap golongan memiliki hak dan kewajiban yang sama. Alasan-alasan yang bersifat kedaerahan, keagamaan, kesukuan, dan golongan harus dikesampingkan dengan tetap menghormati dan menghargai adanya perbedaan. Sikap tersebut juga berlaku dalam bidang kebudayaan. Kebudayaan nasional merupakan hasil dari akal budi seluruh bangsa Indonesia yang terdiri atas beragam suku bangsa. Bahkan, kebudayaan nasional juga diatur dalam UUD 1945, bahwa “pemerintah memajukan kebudayaan nasional Indonesia”. Dengan demikian, perkembangan dan pelestarian kebudayaan nasional menjadi tanggung jawab seluruh bangsa Indonesia. Mengembangkan dan melestarikan kebudayaan daerah merupakan salah satu caranya karena kebudayaan daerah merupakan akar
dari kebudayaan nasional.

Upaya-upaya pengembangan dan pelestarian kebudayaan nasional yang lain adalah sebagai berikut.
1. Secara terus-menerus diadakan kegiatan pengenalan dan penyebaran budaya nasional kepada masyarakat.
2. Kegiatan penggalian situs-situs bersejarah dan pemeliharaan temuantemuan sejarah harus senantiasa digalakkan.
3. Pengembangan budaya daerah dan nasional melalui pendidikan dan pengajaran, misalnya menjadikan bahasa dan kesenian daerah sebagai mata pelajaran muatan lokal wajib di sekolah-sekolah.
4. Senantiasa dikembangkan sikap menghormati kebudayaan sendiri dan kebudayaan daerah lain.
5. Mengenal dan mempelajari kebudayaan sendiri yang merupakan warisan leluhur.

 

Muatan SBdP (KD 3. 2, 4.2)

Tumbuhkan kesadaran dalam diri untuk cinta tanah air dengan menyanyikan lagu berikut dengan menggunakan tangga nada yang benar. Dan sebagai pemahaman kalian dalam memahami tangga nada.

Bangun Ruang Tabung

Tujuan Pembelajaran : 1. Dengan  menyimak materi dan video perserta didik  dapat menyelesaikan soal yang berkaitan dengan luas bangun ruang tabung

Luas Permukaan Tabung

Luas permukaan tabung dapat kita lihat dari jaring-jaring tabung yang terdiri dari sebuah daerah persegi panjang dan dua daerah lingkaran yang kongruen. Daerah persegi panjang itu panjangnya sama dengan keliling lingkaran alas/atas dari  tabung,  sedang  lebarnya sama dengan tinggi tabung.

 Berikut Video Penjelasan materi:

 


  

Luas persegi panjang ini disebut luas bidang lengkung tabung. Jika r  adalah jari-jari tabung dan t adalah tinggi tabung, maka:

 

Rumus Luas Tabung

Luas Bidang Lengkung Tabung = Luas Persegi  Panjang

= p x l

= Keliling lingkaran x tinggi tabung

= (2 π)r x (t)

= 2 πr t

Luas Seluruh Permukaan Tabung = Luas Seluruh Bidang SisiTabung

=Luas Bidang Lengkung Tabung + 2 Luas Alas Tabung

= 2π.rt+ 2 (π r²)

= 2πr(r+t)

Penjelasan :

 π=22/7 atau 3,14

r = radius(jari-jari loingkaran)

d =diameter

t = tinggi tabung

NOTE: Jika jari atau tingginya bisa habis di bagi 7 gunakan π=22/7 tetapi jika tidak habis dibagi 7 gunakan π = 3,14,dan apabila diketahui diameternya, maka untuk mencari jari-jarinya diameter dibagi dengan 2

♦ Contoh Soal Mencari Luas Permukaan Tabung ♦

1. Sebuah tabung mempunyai jari-jari 7 cm dan tinggi 10 cm, tentukanlah luas tabung tersebut.

Penyelesaian:

Dik:

r = 7 cm

Tinggi = 10 cm

Dit: Luas Tabung?

Jawab:

L = 2 x π x r (r+t)

L = 2 x 22/7 x 7 (7+10)

L = 2 x 22/7x 7x17

L = 748 cm²

Jadi, luas pada tabung tersebut adalah 748 cm².

2.Sebuah tabung mempunyai jari-jari 10 cm dan tinggi 20 cm,tentukanlah luas tabung tersebut  ?

Penyelesaian:

Dik:

r = 10 cm

Tinggi = 20 cm

Dit: Luas Tabung?

Jawab:

L = 2 x π x r (r+t)

L = 2 x 3,14 x 10(10+20)

L = 2 x 3,14x 10x30

L =1.884,00 cm² (karena dibelakang koma hanya  ada angka 0 dan tidak ada angka lain selain angka nol  maka angka yang dibelakang koma bisa dihilangkan .Jadi, luas pada tabung tersebut adalah 1.884 cm². 

3. Jika luas permukaan tabung dengan jari-jari 7 cm dan π = 22/7 adalah 748 cm2. Tentukan tinggi tabung tersebut.

Penyelesaian:

Untuk mencari tinggi tabung tersebut dapat digunakan rumus mencari luas permukaan tabung yakni:

Jawab :

L. tabung = 2πr(r + t)

748 = 2. (22/7) . 7. (7 + t)

748 = 44(7 + t)

748 = 308 + 44t

748 – 308 = 44t

440 = 44t

t = 440/44

t = 10 cm

Jadi, tinggi tabung tersebut adalah 10 cm.


Itu tadi materi yang dapat kalian pelajari ya nak jika ada pertanyaan terkait materi yang ibu guru berikan silahkan tanyakan di WA grup atau tinggalkan komentar di blog serta kirimkan tugas di grup WA kita ya nak!   

 LATIHAN SOAL :

https://forms.gle/8XGs7QKrfbagfV3Y6

 

Terimakasih anak Sholeh/Sholeha Bu Guru serta Bunda2 sholeha yang dengan sabar dan setia membimbing sholeh/sholeha bu Guru..tetap semangat dan jaga kesehatan
Wassalamualaikum.wr.wb

 

BAHASA INDONESIA

  SENIN,  05 OKTOBER 2026 IDENTITAS Nama Guru: Elfida, S.Pd Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia Hari, Tanggal:  Senin, 05 Oktober 2026 Fase/K...

 

Elfida Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea