GURU KELAS IV. B : ELFIDA, S.Pd
MATERI AJAR KELAS IV. B UNTUK HARI RABU 29 JULI TANGGAL 2026
Selamat pagi,,,,Tabik pun
Assalamualaikum.wr.wb anak sholeh/sholeha IV.B apa kabar hari ini?Alhamdulillah semoga kita semua selalu sehat dan selalu dalam lindungan Allah SWT.aamiin ya Robbal allamin. Jangan lupa sebelum belajar dengarkan tausiah dan rangkum isinya kemudian tadarus dan shalat dhuha.
MAPEL IPAS
TUJUAN PEMBELAJARAN:
Peserta didik dapat menjelaskan perubahan bentuk-bentuk energi dalam kehidupan sehari-hari dengan baik.
MATERI AJAR:
PERUBAHAN BENTUK-BENTUK ENERGI DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI
Pengertian Energi
Energi adalah kemampuan untuk melakukan kerja atau menyebabkan terjadinya perubahan. Energi tidak dapat diciptakan maupun dimusnahkan, tetapi dapat berubah dari satu bentuk menjadi bentuk lainnya.
Bentuk-Bentuk Energi
Beberapa bentuk energi antara lain:
- Energi panas (kalor)
- Energi cahaya
- Energi bunyi
- Energi listrik
- Energi gerak (kinetik)
- Energi kimia
- Energi potensial
Perubahan Bentuk Energi
Perubahan energi adalah proses berubahnya satu bentuk energi menjadi bentuk energi lainnya.
Contoh perubahan energi:
| Alat/Kegiatan | Perubahan Energi |
|---|---|
| Lampu | Energi listrik → Energi cahaya dan panas |
| Kipas angin | Energi listrik → Energi gerak |
| Setrika | Energi listrik → Energi panas |
| Televisi | Energi listrik → Energi cahaya dan bunyi |
| Blender | Energi listrik → Energi gerak |
| Senter | Energi kimia (baterai) → Energi listrik → Energi cahaya |
| Kompor gas | Energi kimia → Energi panas |
| Mobil | Energi kimia (bensin) → Energi gerak |
| Tubuh manusia | Energi kimia (makanan) → Energi gerak dan panas |
| Panel surya | Energi cahaya matahari → Energi listrik |
Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari
1. Menyalakan Lampu
Energi listrik berubah menjadi energi cahaya sehingga ruangan menjadi terang.
2. Memasak Air
Kompor mengubah energi kimia menjadi energi panas untuk memanaskan air.
3. Mengendarai Sepeda
Energi kimia dari makanan diubah menjadi energi gerak saat mengayuh sepeda.
4. Mengisi Daya Telepon Seluler
Energi listrik disimpan menjadi energi kimia di dalam baterai.
5. Bermain Gitar
Energi gerak dari tangan menghasilkan energi bunyi.
Ilustrasi Perubahan Energi
Matahari ↓ Energi Cahaya ↓ Panel Surya ↓ Energi Listrik ↓ Lampu ↓ Energi Cahaya
Makanan ↓ Energi Kimia ↓ Tubuh Manusia ↓ Energi Gerak
Aktivitas Pembelajaran
Alat dan Bahan
- Senter
- Baterai
- Kipas angin kecil
- Lampu
- Lilin (dengan pendampingan guru)
- Gambar berbagai peralatan rumah tangga
Langkah Kegiatan
- Amati berbagai alat di sekitar kelas.
- Tentukan sumber energinya.
- Tuliskan perubahan energi yang terjadi.
- Diskusikan hasil bersama kelompok.
- Presentasikan hasil diskusi.
Latihan
A. Pilihan Ganda
1. Lampu mengubah energi listrik menjadi ....
a. Energi kimia
b. Energi cahaya
c. Energi gerak
d. Energi bunyi
2. Kipas angin menghasilkan energi ....
a. Gerak
b. Cahaya
c. Kimia
d. Potensial
3. Energi pada baterai adalah ....
a. Cahaya
b. Kimia
c. Bunyi
d. Gerak
B. Isian
- Setrika mengubah energi ______ menjadi energi ______.
- Tubuh manusia memperoleh energi dari ______.
- Kompor gas mengubah energi ______ menjadi energi ______.
C. Uraian
- Jelaskan pengertian energi!
- Sebutkan lima bentuk energi!
- Berikan lima contoh perubahan energi dalam kehidupan sehari-hari!
Kesimpulan
- Energi adalah kemampuan untuk melakukan kerja.
- Energi memiliki berbagai bentuk, seperti energi panas, cahaya, bunyi, listrik, gerak, kimia, dan potensial.
- Energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, tetapi dapat berubah bentuk.
- Perubahan energi banyak dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya pada lampu, kipas angin, kompor, kendaraan, dan tubuh manusia.
1. Tokoh-Tokoh Perumusan Pancasila
Beberapa tokoh yang berperan penting dalam proses perumusan Pancasila antara lain:
- Ir. Soekarno
- Drs. Mohammad Hatta
- Mr. Mohammad Yamin
- Mr. Soepomo
- Achmad Soebardjo
- Ki Bagus Hadikusumo
- A.A. Maramis
- Abikoesno Tjokrosoejoso
- K.H. Wahid Hasyim
Para tokoh tersebut memiliki latar belakang yang berbeda, namun mereka mampu bekerja sama demi kepentingan bangsa Indonesia.
2. Karakter Tokoh Perumus Pancasila
| Tokoh | Karakter yang Diteladani |
|---|---|
| Ir. Soekarno | Nasionalisme, percaya diri, kepemimpinan, berani |
| Mohammad Hatta | Jujur, sederhana, bertanggung jawab, disiplin |
| Mohammad Yamin | Cinta tanah air, cerdas, kreatif |
| Soepomo | Bijaksana, berpikir kritis, mengutamakan persatuan |
| Ki Bagus Hadikusumo | Religius, toleransi, bijaksana |
| Achmad Soebardjo | Cinta damai, mampu bermusyawarah |
| K.H. Wahid Hasyim | Menghargai perbedaan, toleransi, rendah hati |
3. Nilai-Nilai Karakter yang Dapat Diteladani
a. Cinta Tanah Air
Mencintai bangsa Indonesia dan menjaga persatuan.
Contoh:
- Mengikuti upacara bendera dengan tertib.
- Menjaga nama baik sekolah dan bangsa.
- Menggunakan produk dalam negeri.
b. Tanggung Jawab
Melaksanakan tugas dengan sungguh-sungguh.
Contoh:
- Mengerjakan PR tepat waktu.
- Menjaga kebersihan kelas.
- Melaksanakan piket sesuai jadwal
c. Disiplin
Mematuhi aturan yang berlaku.
Contoh:
- Datang ke sekolah tepat waktu.
- Memakai seragam sesuai ketentuan.
- Mematuhi tata tertib sekolah.
d. Kerja Sama (Gotong Royong)
Bekerja bersama untuk mencapai tujuan.
Contoh:
- Membersihkan kelas bersama.
- Berdiskusi dalam kelompok.
- Membantu teman yang mengalami kesulitan.
e. Musyawarah
Mengambil keputusan bersama melalui diskusi.
Contoh:
- Memilih ketua kelas.
- Menentukan pembagian tugas kelompok.
- Menyelesaikan masalah dengan berdiskusi.
f. Menghargai Perbedaan
Menghormati perbedaan agama, suku, budaya, dan pendapat.
Contoh:
- Berteman dengan siapa saja.
- Tidak mengejek teman.
- Mendengarkan pendapat orang lain.
g. Jujur
Mengatakan dan melakukan sesuatu sesuai kenyataan.
Contoh:
- Tidak menyontek saat ulangan.
- Mengembalikan barang yang ditemukan.
- Mengakui kesalahan.
E. Penerapan Karakter Tokoh Perumus Pancasila
Di Rumah
- Membantu orang tua tanpa disuruh.
- Berkata jujur kepada anggota keluarga.
- Menghormati orang tua dan saudara.
- Bertanggung jawab terhadap tugas di rumah.
Di Sekolah
- Menghargai guru dan teman.
- Belajar dengan sungguh-sungguh.
- Aktif berdiskusi tanpa memaksakan pendapat.
- Menjaga kebersihan lingkungan sekolah.
- Bermain dengan semua teman tanpa membeda-bedakan.
Di Lingkungan Masyarakat
- Mengikuti kerja bakti.
- Menjaga kerukunan antarwarga.
- Menghormati perbedaan agama dan budaya.
- Membantu tetangga yang membutuhkan.
- Menjaga kebersihan lingkungan.
F. Contoh Kasus
Kasus 1
Di kelas akan dipilih ketua kelas baru. Semua siswa diberi kesempatan menyampaikan pendapat.
Karakter yang diterapkan:
- Musyawarah
- Demokratis
- Menghargai pendapat orang lain
Kasus 2
Seorang teman lupa membawa alat tulis.
Karakter yang diterapkan:
- Peduli
- Gotong royong
- Tolong-menolong
Latihan
A. Pilihan Ganda
1. Tokoh yang mengusulkan dasar negara pada sidang BPUPKI tanggal 1 Juni 1945 adalah ....
a. Mohammad Hatta
b. Soepomo
c. Ir. Soekarno
d. Mohammad Yamin
2. Sikap yang mencerminkan karakter Mohammad Hatta adalah ....
a. Menyontek saat ulangan
b. Tidak mengerjakan tugas
c. Bertanggung jawab terhadap tugas
d. Mengejek teman
3. Menghargai pendapat teman saat diskusi merupakan penerapan nilai ....
a. Egois
b. Musyawarah
c. Malas
d. Acuh tak acuh
Kesimpulan
Tokoh-tokoh perumus Pancasila memiliki karakter luhur, seperti cinta tanah air, jujur, disiplin, bertanggung jawab, toleransi, gotong royong, musyawarah, dan menghargai perbedaan. Karakter-karakter tersebut menjadi teladan bagi seluruh warga negara Indonesia. Dengan menerapkannya di rumah, sekolah, dan masyarakat, peserta didik turut mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, memperkuat persatuan, serta menjadi generasi yang berakhlak mulia dan bertanggung jawab.
MAPEL SENI RUPA
TUJUAN PEMBELAJARAN:
Peserta didik mampu mengidentifikasi unsur rupa dan prinsip desain pada karya seni dan benda di sekitar memlalui kegiatan mengamati, berdiskusi, dan membuat karya sederhana.
MATERI AJAR:
MENGIDENTIFIKASI UNSUR RUPA DAN PRINSIP DESAIN PADA KAEYA SENI SERTA MEMBUAT KARYA SEDERHANA
1. Pengertian Unsur Rupa
Unsur rupa adalah bagian-bagian dasar yang membentuk sebuah karya seni. Unsur-unsur ini menjadi dasar dalam membuat gambar, lukisan, maupun karya seni lainnya.
Unsur-Unsur Rupa
a. Titik
Titik merupakan unsur rupa yang paling sederhana dan menjadi awal terbentuknya garis maupun bentuk.
Contoh:
- Titik-titik pada gambar bunga.
- Titik pada motif batik.
b. Garis
Garis adalah kumpulan titik yang memanjang.
Jenis garis:
- Garis lurus
- Garis lengkung
- Garis zig-zag
- Garis bergelombang
- Garis putus-putus
Fungsi garis:
- Membentuk objek
- Memberi arah
- Memberi kesan gerak
c. Bentuk (Shape)
Bentuk adalah hasil pertemuan beberapa garis.
Contoh bentuk:
- Lingkaran
- Persegi
- Segitiga
- Oval
- Bintang
d. Warna
Warna membuat karya seni menjadi lebih menarik.
Jenis warna:
-
Warna primer
- Merah
- Kuning
- Biru
-
Warna sekunder
- Hijau
- Jingga
- Ungu
-
Warna tersier
- Campuran warna primer dan sekunder.
e. Tekstur
Tekstur adalah kesan permukaan suatu benda.
Contoh:
- Halus
- Kasar
- Licin
- Berbulu
f. Ruang
Ruang memberikan kesan jauh, dekat, tinggi, rendah, besar, atau kecil pada sebuah gambar.
2. Prinsip Desain
Prinsip desain adalah pedoman dalam menyusun unsur-unsur rupa agar karya seni terlihat indah dan menarik.
a. Keseimbangan (Balance)
Susunan gambar tampak seimbang sehingga tidak berat sebelah.
Contoh:
Dua pohon digambar pada sisi kanan dan kiri secara proporsional.
b. Kesatuan (Unity)
Semua bagian gambar tampak saling mendukung sehingga menjadi satu kesatuan.
Contoh:
Rumah, pohon, jalan, dan matahari menjadi pemandangan yang utuh.
c. Irama (Rhythm)
Pengulangan bentuk, garis, atau warna sehingga menimbulkan kesan teratur.
Contoh:
Motif batik.
Pagar yang berulang.
d. Penekanan (Emphasis)
Bagian tertentu dibuat lebih menonjol agar menjadi pusat perhatian.
Contoh:
Bunga berwarna merah di tengah taman.
e. Proporsi
Perbandingan ukuran antarobjek agar terlihat sesuai.
Contoh:
Ukuran pohon lebih besar daripada bunga.
E. Mengidentifikasi Unsur Rupa pada Karya Seni
Perhatikan gambar pemandangan.
Objek yang terlihat:
- Matahari
- Gunung
- Pohon
- Sawah
- Rumah
- Sungai
Unsur rupa yang ditemukan
| Unsur Rupa | Contoh pada Gambar |
|---|---|
| Titik | Bintang, bunga kecil |
| Garis | Jalan, batang pohon |
| Bentuk | Matahari, rumah, gunung |
| Warna | Biru langit, hijau rumput |
| Tekstur | Daun, batang pohon |
| Ruang | Gunung tampak jauh |
F. Mengidentifikasi Prinsip Desain
| Prinsip Desain | Contoh |
|---|---|
| Keseimbangan | Pohon di kanan dan kiri gambar |
| Kesatuan | Semua objek membentuk pemandangan |
| Irama | Rumput atau bunga berulang |
| Penekanan | Matahari berwarna cerah |
| Proporsi | Gunung lebih besar daripada rumah |
G. Membuat Karya Seni Sederhana
Tema
"Sekolah Bwrsih dan Indah"
Alat dan Bahan
- Kertas gambar
- Pensil
- Penghapus
- Krayon atau pensil warna
- Spidol (opsional)
Langkah-Langkah
- Tentukan tema gambar.
- Buat sketsa sederhana.
- Tambahkan unsur rupa seperti garis, bentuk, dan warna.
- Susun gambar agar seimbang.
- Berikan warna sesuai objek.
- Rapikan hasil gambar.
- Beri nama karya.
DIMEDIA/SUMBER PEMBELAJARAN:
- Buku MAPEL IPAS, SENI RUPA, P PANCASILA KELAS IV
- LCD
- GAMBAR
- VIDEO
METODE PEMBELAJARAN:
- Ceramah, tanya jawab, pengamatan, diskusi, PBL, Discovery Learning
Refleksi kegiatan pembelajaran hari ini :
Alhamdulillah kegiatan pembelajaran hari ini berjalan dengan penuh semangat di mana anak-anak hari ini belajar tentang perubahan energi dalam kehidupan sehari-hari dalam hal ini anak-anak melakukan diskusi kelompok dengan melihat gambar yang ada kemudian menuliskan perubahan energi apa yang terjadi pada gambar tersebut lalu pada pelajaran penerapan karakter para tokoh perumusan Pancasila anak-anak menonton video setelah itu anak-anak menyimpulkan apa saja karakter yang ada terdapat pada tokoh perumusan Pancasila dan terakhir anak-anak belajar tentang seni rupa yaitu menggambar poster dengan menggunakan unsur-unsur seni rupa
Berikut dokumentasi kegiatan pembelajaran hari ini:





0 Comments:
Posting Komentar