Senin, 07 September 2026

IPAS

By elfida fida - September 07, 2026 0 Comments

 CLASS IV.B SD AL AZHAR 2

 

 

Jenis-Jenis Gaya dan Pengaruhnya terhadap Arah, Gerak, dan Bentuk Benda

Hari/Tanggal: Selasa, 08 September 2026

Nama Guru: Elfida, S.Pd.

Fase/Kelas: B / IV B

Mata Pelajaran: IPAS

Materi: Penerapan Pengaruh Gaya dalam Kehidupan Sehari-hari

🌸 Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas IV B! 💖

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Pada pembelajaran IPAS hari ini, kita akan belajar tentang jenis-jenis gaya dan pengaruhnya terhadap arah, gerak, dan bentuk benda. Kita akan mengamati bagaimana gaya seperti gaya otot, gaya gesek, gaya pegas, dan gaya magnet diterapkan untuk membantu kegiatan kita sehari-hari.

Dengarkan penjelasan Bu Guru dengan baik, ikuti langkah-langkah pengamatan dengan teliti, berani bertanya, dan bersikap jujur serta percaya diri. 🌟

Tetap semangat belajar, ananda sholeh dan sholehah IV B!

Jadilah anak yang teliti, jujur, cermat, dan bertanggung jawab dalam setiap tugas. 📐✏️

📌 CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu memanfaatkan gaya untuk membantu menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari, serta membedakan jenis-jenis gaya dan menjelaskan pengaruh gaya terhadap arah, gerak, dan bentuk benda dengan benar.

🎯 TUJUAN PEMBELAJARAN

Melalui kegiatan menyimak penjelasan, mengamati contoh demonstrasi, berdiskusi, dan berlatih mandiri, peserta didik mampu:

  1. Menjelaskan pengertian gaya dan menyebutkan jenis-jenis gaya dalam kehidupan sehari-hari.
  2. Membedakan pengaruh gaya terhadap gerak benda (diam menjadi bergerak, bergerak menjadi diam, serta perubahan kecepatan).
  3. Membedakan pengaruh gaya terhadap arah gerak benda.
  4. Membedakan pengaruh gaya terhadap bentuk benda.
  5. Menganalisis penerapan pengaruh gaya dalam kehidupan sehari-hari secara tepat.
  6. Menunjukkan sikap teliti, jujur, dan tekun dalam mengamati dan mengerjakan latihan.

ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu:

  1. Mengidentifikasi jenis gaya (gaya otot, gesek, pegas, magnet, gravitasi, dan listrik).
  2. Memahami pengaruh gaya yang membuat benda diam bergerak dan benda bergerak menjadi diam.
  3. Memahami pengaruh gaya yang mengubah arah gerak benda.
  4. Memahami pengaruh gaya yang mengubah bentuk benda.
  5. Menjelaskan contoh penerapan berbagai pengaruh gaya dalam kehidupan sehari-hari.
  6. Menunjukkan kerapian dan ketelitian dalam menyelesaikan soal latihan.

📚 MATERI POKOK

📖 Pengertian dan Jenis-Jenis Gaya (Gaya Otot, Gesek, Pegas, Magnet, Gravitasi)

🚗 Pengaruh Gaya terhadap Gerak Benda (Kecepatan dan Keadaan Benda)

🧭 Pengaruh Gaya terhadap Arah Gerak Benda

📦 Pengaruh Gaya terhadap Bentuk Benda

🛠️ Penerapan Pengaruh Gaya dalam Kehidupan Sehari-hari

🧩 MODEL / METODE PEMBELAJARAN

Penjelasan interaktif, demonstrasi alat peraga, diskusi kelompok, latihan terbimbing, dan penugasan mandiri.

📝 MEDIA PEMBELAJARAN / ALAT PERAGA

Bola Plastik, Sepeda/Sepeda Mainan, Plastisin, Karet Gelang, Papan Tulis, LKPD, dan Buku Pendamping IPAS.

💭 APERSEPSI

Alhamdulillah, anak-anak sholih dan sholihah, sekarang kita masuk ke pelajaran IPAS.

Guru menggulingkan sebuah bola plastik di lantai, lalu menendangnya hingga berubah arah, menyundulnya, dan menghentikannya dengan kaki.

Kemudian guru bertanya:

💭 "Anak-anak, apa yang terjadi pada bola saat Bu Guru menendang bola yang tadinya diam?"

💭 "Mengapa arah gerak bola bisa berubah saat ditepis atau ditendang kembali?"

💭 "Apa yang terjadi jika bola plastik tersebut kita injak dengan kuat?"

Guru menjelaskan bahwa semua peristiwa tersebut terjadi karena adanya gaya yang diberikan pada benda.

🌙 Penguatan Keimanan dan Ketakwaan

Allah Swt. telah menciptakan alam semesta beserta hukum-hukum fisika yang menyertainya agar manusia dapat memanfaatkannya dengan baik. Ketika kita mengayuh sepeda, mengerem kendaraan, atau membawa barang belanjaan, kita sedang memanfaatkan gaya ciptaan Allah Swt. Belajar memahami fenomena alam dengan cermat merupakan bagian dari menuntut ilmu yang bernilai ibadah. Yuk, kita belajar dengan teliti, jujur, dan penuh semangat! ✨

📖 MATERI PEMBELAJARAN

1. Jenis-Jenis Gaya

Gaya adalah tarikan atau dorongan yang dapat mempengaruhi keadaan suatu benda.

Beberapa jenis gaya antara lain:

  • Gaya Otot: Gaya yang dihasilkan oleh otot tubuh manusia atau hewan (contoh: mendorong meja, menarik gerobak).
  • Gaya Gesek: Gaya yang timbul akibat gesekan dua permukaan benda yang bersentuhan (contoh: rem sepeda dengan velg roda).
  • Gaya Pegas: Gaya yang dihasilkan oleh benda elastis yang diregangkan atau dimampatkan (contoh: ketapel, busur panah).
  • Gaya Gravitasi: Gaya tarik bumi yang menarik benda ke pusat bumi (contoh: buah jatuh dari pohon).
  • Gaya Magnet: Gaya tarik atau tolak yang dihasilkan oleh magnet (contoh: magnet menempel di pintu kulkas).

2. Pengaruh Gaya terhadap Benda

Gaya dapat memberikan beberapa pengaruh utama pada benda, yaitu:

  • Mengubah Gerak Benda (Diam menjadi Bergerak / Bergerak menjadi Diam):
    • Contoh: Bola diam bergerak saat ditendang (gaya otot), dan mobil yang bergerak berhenti saat direm (gaya gesek).
  • Mengubah Arah Gerak Benda:
    • Contoh: Pemain bulu tangkis memukul kok yang datang sehingga kok berbelok arah kembali ke area lawan.
  • Mengubah Bentuk Benda:
    • Contoh: Kaleng minuman bekas penyok setelah diinjak, atau adonan kue yang dibentuk saat ditekan.

3. Contoh Penerapan Pengaruh Gaya dalam Kehidupan Sehari-hari

Contoh penerapan gaya dalam kegiatan harian kita:

  1. Mengayuh dan Mengerem Sepeda: Kaki memberikan gaya otot untuk membuat sepeda bergerak, sedangkan rem memanfaatkan gaya gesek untuk menghentikan laju sepeda.
  2. Bermain Ketapel: Gaya pegas pada karet ketapel digunakan untuk melempar kerikil ke arah depan.
  3. Membuat Gerabah / Kerajinan Plastisin: Gaya otot berupa tekanan tangan digunakan untuk mengubah bentuk tanah liat menjadi vas bunga.

Simaklah video pembelajaran di bawah ini :



📝 LATIHAN HARIAN

A. Isilah titik-titik dengan jawaban yang tepat!

  1. Tarikan atau dorongan yang dapat mempengaruhi gerak dan bentuk benda dinamakan ....
  2. Pengaruh gaya saat seorang anak meremas botol plastik bekas adalah mengubah .... benda.
  3. Saat pengemudi memutar kemudi mobil ke kanan, gaya yang diberikan menyebabkan perubahan .... gerak mobil.
  4. Gaya yang dimanfaatkan oleh seorang atlet panahan saat menarik tali busur adalah gaya ....
  5. Buah mangga jatuh ke bawah dari pohonnya karena adanya pengaruh gaya ....

B. Jawablah pertanyaan berikut dengan benar!

  1. Sebutkan 3 pengaruh gaya terhadap benda beserta masing-masing contohnya!
  2. Jelaskan penerapan jenis gaya dan pengaruhnya saat seseorang mengendarai sepeda dan tiba-tiba melakukan pengereman!

🔑 KUNCI JAWABAN

A. Isian

  1. Gaya
  2. Bentuk
  3. Arah
  4. Pegas
  5. Gravitasi

B. Uraian

  1. Tiga pengaruh gaya terhadap benda:
    • Mengubah gerak benda (diam jadi bergerak/sebaliknya): Mendorong meja yang diam.
    • Mengubah arah gerak benda: Memukul bola kasti yang melayang ke arah kita.
    • Mengubah bentuk benda: Meremas kertas HVS menjadi bola kertas.
  2. Saat pengereman sepeda:
    • Jenis gaya: Terjadi gaya otot saat tangan menekan tuas rem, dan gaya gesek antara karet rem dengan velg roda sepeda.
    • Pengaruh gaya: Mengubah kecepatan dan gerak benda dari bergerak cepat menjadi lambat hingga akhirnya berhenti (diam).

🌈 KESIMPULAN

Hari ini kita telah belajar tentang penerapan pengaruh gaya dalam kehidupan sehari-hari:

  • Gaya adalah tarikan atau dorongan yang terdiri dari gaya otot, gesek, pegas, gravitasi, magnet, dan listrik.
  • Pengaruh gaya terhadap benda:
    1. Mengubah gerak benda (diam menjadi bergerak, atau bergerak menjadi diam).
    2. Mengubah arah gerak benda.
    3. Mengubah bentuk benda.
  • Penerapan gaya dapat kita temui pada aktivitas harian seperti bersepeda, bermain bola, membuat kerajinan, dan menggunakan pengereman kendaraan.

💭 REFLEKSI

SENI RUPA

By elfida fida - September 07, 2026 0 Comments


 CLASS IV.B SD AL AZAHAR 2

 

Hari/Tanggal: Selasa, 08 September 2026

Nama Guru: Elfida, S.Pd.

Fase/Kelas: B / IV B

Mata Pelajaran: Seni Rupa

Materi: Mengenal dan Mengaplikasikan Berbagai Alat Gambar dan Pewarna

🌸 Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas IV B! 💖

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap berkreasi. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Pada pembelajaran Seni Rupa hari ini, kita akan fokus belajar mengenal, menganalisis karakter, dan mengaplikasikan berbagai alat gambar serta pewarna dalam karya seni. Kita akan mengeksplorasi perbedaan alat gambar kering dan basah, memahami teknik penggunaannya, hingga menghasilkan karya visual yang menarik dan rapi.

Dengarkan penjelasan Bu Guru dengan baik, ikuti langkah-langkah berkarya dengan cermat, berani bereksperimen, serta bersikap jujur dan percaya diri. 🌟

Tetap semangat belajar, ananda sholeh dan sholehah IV B!

📌 CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu memahami, mengidentifikasi, dan mengeksplorasi penggunaan berbagai alat gambar serta alat pewarna (kering dan basah) dalam menciptakan karya seni rupa dua dimensi secara kreatif, rapi, dan tepat sesuai fungsinya.

🎯 TUJUAN PEMBELAJARAN

Melalui kegiatan menyimak penjelasan, mengamati contoh alat dan hasil pewarnaan, berdiskusi, serta berlatih mandiri, peserta didik mampu:

  1. Menjelaskan jenis-jenis alat gambar dan alat pewarna berdasarkan karakteristiknya (kering dan basah).
  2. Menganalisis perbedaan hasil goresan dari berbagai media pewarna dalam seni rupa.
  3. Memilih alat gambar dan alat pewarna yang sesuai dengan teknik menggambar yang digunakan.
  4. Mengaplikasikan kombinasi alat gambar dan media pewarna pada Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) secara rapi.
  5. Memecahkan masalah pemilihan media pewarna dalam membuat latar belakang dan detail gambar.
  6. Menunjukkan sikap teliti, kreatif, dan tekun dalam merawat serta menggunakan alat menggambar.

ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu:

  1. Memahami perbedaan dasar antara media gambar kering (pensil, krayon, pensil warna, spidol) dan media basah (cat air, cat akrilik).
  2. Mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan masing-masing alat gambar dan pewarna.
  3. Mengaplikasikan teknik pencampuran warna (gradasi) menggunakan pensil warna dan krayon.
  4. Menunjukkan ketelitian dalam mewarnai area detail kecil dan area luas pada gambar.
  5. Merawat dan menjaga kebersihan alat pewarna setelah digunakan.

🧩 MODEL / METODE PEMBELAJARAN

Demonstrasi interaktif, eksplorasi media, pemecahan masalah visual, dan penugasan mandiri.

📝 MEDIA PEMBELAJARAN / ALAT PERAGA

Pensil grafik (2B, 4B), pensil warna, krayon/pas-tel minyak, cat air, kuas, palet, kertas gambar, contoh poster/karya dengan beragam media pewarna, dan LKPD.

📚 MATERI POKOK

1. Pengenalan Alat Gambar dan Outlining (Sketsa)

  • Pensil Kode H (Hard): Menghasilkan goresan tipis dan keras, sangat cocok untuk membuat sketsa awal agar tidak mengotori kertas.
  • Pensil Kode B (Black): Menghasilkan goresan tebal dan lembut (seperti 2B, 4B, 6B), cocok untuk membuat arsiran, bayangan, atau garis tebal.
  • Spidol / Drawing Pen: Digunakan untuk memperjelas garis tepi (outlining) agar gambar terlihat lebih tegas.

2. Klasifikasi Alat Pewarna

A. Media Pewarna Kering (Tanpa Menggunakan Air/Minyak)

  • Pensil Warna: Menghasilkan warna yang halus dan cocok untuk area gambar yang detail/kecil. Mudah dikontrol tetapi membutuhkan kesabaran untuk area luas.
  • Krayon / Oil Pastel: Menghasilkan warna yang pekat, tebal, dan sangat bagus untuk teknik gradasi (pencampuran warna). Sangat cocok untuk mengisi area bidang gambar yang luas.
  • Spidol Warna: Menghasilkan warna yang cerah dan tajam. Cocok untuk teknik poin-tilisme atau mengisi bidang datar, namun berisiko menembus kertas tipis.

B. Media Pewarna Basah (Menggunakan Pengencer Air/Minyak)

  • Cat Air (Watercolour): Menggunakan pengencer air, menghasilkan warna yang transparan (aquarel). Membutuhkan kertas khusus bertektur tebal agar tidak mudah robek.
  • Cat Akrilik: Menggunakan pengencer air namun bersifat pekat dan cepat kering. Hasil pewarnaan cenderung pekat dan tahan air setelah kering.

3. Teknik Pengaplikasian dan Gradasi Warna

3. Teknik Pengaplikasian dan Gradasi Warna

  • Teknik Gradasi: Menggabungkan dua warna atau lebih dari tingkat gelap ke terang (contoh: merah → oranye → kuning) untuk memberi kesan hidup dan bervolume.
  • Pencocokan Media:

               Area detail kecil → Gunakan pensil warna atau drawing pen.

               Area bidang luas → Gunakan krayon  atau sapuan cat air.

📝 LATIHAN HARIAN

A. Isilah titik-titik dengan jawaban yang tepat!

  1. Alat pewarna seperti krayon dan pensil warna termasuk ke dalam kelompok media ....
  2. Pensil yang memiliki kode huruf B (seperti 2B atau 4B) memiliki sifat goresan yang ....
  3. Untuk memperjelas garis tepi gambar agar terlihat lebih tegas, kita dapat menggunakan ....
  4. Media pewarna yang membutuhkan pengencer air dan menghasilkan warna transparan adalah ....
  5. Menggabungkan dua atau lebih warna dari tingkat gelap ke tingkat terang dinamakan teknik ....

B. Jawablah pertanyaan berikut dengan benar dan gunakan langkah penyelesaian yang runtut!

  1. Jelaskan perbedaan antara pensil warna dan krayon berdasarkan hasil goresannya serta kemudahannya dalam mewarnai bidang luas!
  2. Budi menggambar seekor burung hantu dengan banyak bulu-bulu kecil yang detail, serta latar belakang malam hari yang luas. Tentukan alat pewarna apa yang cocok untuk bulu burung hantu dan latar belakangnya, serta berikan alasannya!

🔍 REFLEKSI


MATEMATIKA

By elfida fida - September 07, 2026 0 Comments

 CLASS IV.B SD AL AZAHAR 2

 

Hari/Tanggal: Selasa, 08 September 2026

Nama Guru: Elfida, S.Pd.

Fase/Kelas: B / IV B

Mata Pelajaran: Matematika

Materi: Konsep Perkalian sebagai Penjuamlahan Berulang dan Penggunaan Simbol sampai 100

🌸 Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas IV B! 💖

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Pada pembelajaran Matematika hari ini, kita akan fokus belajar mengoperasikan perkalian bilangan cacah sampai 100 sebagai penjumlahan berulang, menggunakan bantuan benda konkret, gambar, dan simbol matematika, serta memecahkan soal cerita kontekstual sehari-hari. Kita akan belajar bagaimana memahami konsep perkalian dari wujud benda nyata hingga menjadi kalimat matematika yang tepat.

Dengarkan penjelasan Bu Guru dengan baik, ikuti langkah-langkah penghitungan dengan cermat, berani bertanya, dan bersikap jujur serta percaya diri. 🌟

Tetap semangat belajar, ananda sholeh dan sholehah IV B!

📌 CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu menunjukkan pemahaman dan intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100, serta dapat melakukan operasi perkalian bilangan cacah sampai 100 sebagai penjumlahan berulang dan menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan perkalian menggunakan bantuan benda konkret, gambar, dan simbol matematika secara tepat.

🎯 TUJUAN PEMBELAJARAN

Melalui kegiatan menyimak penjelasan, mengamati benda konkret dan gambar, berdiskusi, serta berlatih mandiri, peserta didik mampu:

Menjelaskan konsep perkalian bilangan cacah sampai 100 sebagai penjumlahan berulang dengan tepat.

Mengubah bentuk penjumlahan berulang menjadi kalimat matematika perkalian menggunakan simbol (×) dan sebaliknya.

Menganalisis informasi (Diketahui, Ditanya, dan Kalimat Matematika) pada soal cerita perkalian sederhana sampai 100.

Melakukan operasi perkalian bilangan cacah sampai 100 dengan bantuan media benda konkret atau gambar secara tepat.

Memecahkan soal cerita kontekstual sehari-hari yang berkaitan dengan operasi perkalian bilangan cacah sampai 100.Menunjukkan sikap teliti, jujur, dan tekun dalam menghitung dan menyelesaikan soal cerita.

✅ ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu:

Memahami konsep pengelompokan benda konkret ke dalam beberapa wadah dengan jumlah yang sama.

Mengidentifikasi penjumlahan berulang dari kelompok benda konkret/gambar.Menuliskan bentuk penjumlahan berulang ke dalam simbol matematika perkalian (a×b).

Menghitung hasil perkalian bilangan cacah sampai 100 dengan tepat.

Menuliskan langkah penyelesaian soal cerita kontekstual secara runtut (Diketahui, Ditanya, Dijawab, dan Kesimpulan).

Menunjukkan kerapian dan ketelitian dalam mengerjakan latihan harian.

📚 MATERI POKOK

📖 Pengertian Perkalian sebagai Penjumlahan Berulang

🖼️ Penggunaan Media Benda Konkret dan Gambar dalam Perkalian✖️

 Penggunaan Simbol Perkalian (×) dan Sama Dengan (=)

🧩 Langkah-Langkah Menganalisis dan Memecahkan Soal Cerita Kontekstual Perkalian

🧩 MODEL / METODE PEMBELAJARAN

Penjelasan interaktif, pemecahan masalah (Problem-Based Learning), demonstrasi papan tulis/benda konkret, diskusi kelompok, latihan terbimbing, dan penugasan mandiri.

📝 MEDIA PEMBELAJARAN / ALAT PERAGA

Biji-bijian/kelereng/stik es krim, piring plastik/wadah transparan, Kartu Gambar Perkalian, Papan Tulis, LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik), dan Buku Pendamping Matematika.

💭 APERSEPSI

Alhamdulillah, anak-anak sholih dan sholihah, sekarang kita masuk ke pelajaran Matematika.

Bu Guru menunjukkan 3 buah piring plastik di depan kelas. Setiap piring diisi dengan 4 buah permen.

Kemudian Bu Guru bertanya kepada peserta didik:

💭 "Anak-anak, ada berapa piring yang Bu Guru pegang?"

💭 "Setiap piring berisi berapa permen?"

💭 "Bagaimana cara kita menghitung seluruh permen tersebut dengan cara dijumlahkan berulang?"

Bu Guru menjelaskan bahwa perkalian sebenarnya adalah penjumlahan berulang dari angka yang sama. Dengan belajar perkalian, kita bisa menghitung jumlah benda yang dikelompokkan dengan lebih cepat dan mudah.

🌙 Penguatan Keimanan dan Ketakwaan

llah Swt. menyukai ketertiban, keindahan, dan kerapian. Ketika kita mengelompokkan benda dan menghitungnya dengan teliti, kita sedang melatih diri untuk menjadi pribadi yang cermat dan disiplin. Menuntut ilmu dengan sungguh-sungguh merupakan bagian dari ibadah. Yuk, kita belajar dengan teliti, jujur, dan penuh semangat! ✨

📖 MATERI PEMBELAJARAN

1. Konsep Perkalian sebagai Penjumlahan Berulang

Perkalian adalah penjumlahan berulang dari bilangan yang sama.

Bentuk umum perkalian:

Banyak Kelompok×Isi Setiap Kelompok=Jumlah Seluruhnya

Contoh 1:

Ada 4 kantong plastik. Setiap kantong berisi 5 buah apel.

  • Penjumlahan berulang: 5+5+5+5=20
  • Bentuk perkalian: 4×5=20
  • Catatan: Angka 4 menunjukkan banyaknya kantong/kelompok, sedangkan angka 5 menunjukkan isi tiap kantong.

1.       Menghitung Perkalian dengan Gambar dan Benda Konkret

Contoh 2:

Ibu meletakkan kue pada 3 piring. Setiap piring berisi 6 kue.

Penjumlahan berulang: 6+6+6=18

Bentuk perkalian: 3×6=18

3. Langkah Menganalisis dan Menyelesaikan Soal Cerita Kontekstual

Untuk memecahkan soal cerita perkalian dengan benar, ikuti 4 langkah utama berikut:

·         Diketahui: Tuliskan jumlah kelompok dan isi tiap kelompok yang ada di soal.

·         Ditanya: Tuliskan pertanyaan yang ingin dicari jawabannya.

·         Dijawab: Tuliskan bentuk penjumlahan berulang, kalimat matematika perkalian, dan hitung hasilnya.

·         Jadi (Kesimpulan): Tuliskan kalimat penutup sebagai jawaban akhir.

Contoh Soal Cerita:

Ahmad membeli 5 kotak pensil warna. Setiap kotak berisi 8 batang pensil warna. Berapa jumlah seluruh pensil warna yang dibeli Ahmad?

Penyelesaian:

Diketahui:Banyak kotak pensil = 5 kotakIsi tiap kotak = 8 batang pensil

Ditanya: Berapa jumlah seluruh pensil warna Ahmad?

Dijawab:Penjumlahan berulang: 8+8+8+8+8=40

Kalimat matematika: 5×8=40

Jadi: Jumlah seluruh pensil warna yang dibeli Ahmad adalah 40 batang.

 

📝 LATIHAN HARIANA.

Isilah titik-titik dengan jawaban yang tepat!

Bentuk penjumlahan berulang dari 4×6 adalah ....

Penjumlahan berulang 7+7+7+7+7 jika ditulis dalam bentuk perkalian menjadi ....

Hasil dari 5×9 adalah ....

Terdapat 6 wadah, masing-masing berisi 4 kelereng. Jumlah seluruh kelereng adalah ....

Perkalian 8×3 artinya angka ..... dijumlahkan sebanyak ..... kali.

 

B. Jawablah pertanyaan berikut dengan benar dan gunakan langkah penyelesaian soal cerita!

Nyatakan perkalian 3×7 ke dalam bentuk penjumlahan berulang dan hitunglah hasilnya!

Di sebuah toko terdapat 6 rak buku. Setiap rak berisi 9 buah buku cerita. Berapa jumlah seluruh buku cerita yang ada di rak toko tersebut?

 

📌 REFLEKSI


Minggu, 06 September 2026

SUMATIF HARIAN MATEMATIKA KE-2

By elfida fida - September 06, 2026 12 Comments

  CLASS IV.B SD AL AZAHAR 2

 

Hari/Tanggal: Senin, 07 September 2026

Nama Guru: Elfida, S.Pd.

Fase/Kelas: B / IV B

Mata Pelajaran: Matematika

Materi: Melakukan Operasi Pengurangan Bilangan Cacah sampai 1.000 (Tanpa Meminjam dan Meminjam) serta Menyelesaikan Masalah Sehari-hari

🌸 Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas IV B! 💖

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah.

Pada pembelajaran Matematika hari ini, kita akan fokus belajar menganalisis dan memecahkan soal cerita kontekstual pengurangan bilangan cacah sampai 1.000, baik dengan teknik tanpa meminjam maupun dengan meminjam. Kita akan belajar bagaimana memahami cerita, menemukan kata kunci, merumuskan kalimat matematika, hingga menemukan solusinya dengan teliti.

Dengarkan penjelasan Bu Guru dengan baik, ikuti langkah-langkah penghitungan dengan cermat, berani bertanya, dan bersikap jujur serta percaya diri. 🌟

Tetap semangat belajar, ananda sholeh dan sholehah IV B!

📌 CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu menunjukkan pemahaman dan intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 1.000, serta dapat menganalisis, melakukan, dan memecahkan masalah kontekstual yang berkaitan dengan operasi pengurangan bilangan cacah sampai 1.000 dengan benar.

🎯 TUJUAN PEMBELAJARAN

Melalui kegiatan menyimak penjelasan, mengamati contoh soal kontekstual, berdiskusi, dan berlatih mandiri, peserta didik mampu:

1.  Menjelaskan konsep pengurangan bilangan cacah sampai 1.000 dalam kehidupan sehari-hari.

2.  Menganalisis informasi (diketahui, ditanya, dan kalimat matematika) pada soal cerita pengurangan sampai 1.000.

3.  Melakukan operasi pengurangan bilangan cacah sampai 1.000 tanpa meminjam secara tepat.

4.  Melakukan operasi pengurangan bilangan cacah sampai 1.000 dengan teknik meminjam secara tepat.

5.  Memecahkan soal cerita kontekstual sehari-hari yang berkaitan dengan pengurangan bilangan cacah sampai 1.000.

6.  Menunjukkan sikap teliti, jujur, dan tekun dalam menghitung dan menyelesaikan soal cerita.

ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu:

1.  Memahami nilai tempat ratusan, puluhan, dan satuan pada bilangan cacah.

2.  Mengidentifikasi kata kunci pengurangan dalam soal cerita (seperti sisa, selisih, diberikan, rusak, pecah, dijual).

3.  Menghitung pengurangan susun pendek tanpa meminjam dengan tepat.

4.  Menghitung pengurangan susun pendek dengan teknik meminjam dengan tepat.

5.  Menuliskan langkah penyelesaian soal cerita kontekstual secara runtut (Diketahui, Ditanya, Dijawab, dan Kesimpulan).

6.  Menunjukkan kerapian dan ketelitian dalam mengerjakan latihan harian.

🧩 MODEL / METODE PEMBELAJARAN

Penjelasan interaktif, pemecahan masalah, dan penugasan mandiri.

📝 MEDIA PEMBELAJARAN / ALAT PERAGA

Blok Dienes / Kantong Nilai Tempat (Ratusan, Puluhan, Satuan), Kartu Cerita Soal Matematika, Papan Tulis, LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik), dan Buku Pendamping Matematika.

📚 MATERI POKOK

1. Komposisi dan Dekomposisi Bilangan Cacah (Sampai 1.000)Komposisi (Menyusun Bilangan): Menggabungkan nilai tempat (Ratusan, Puluhan, dan Satuan) menjadi satu bilangan yang utuh.Contoh: 4 ratusan+2 puluhan+7 satuan=400+20+7=427Dekomposisi (Mengurai Bilangan): Memecah atau menguraikan suatu bilangan utuh berdasarkan nilai tempatnya.Contoh: 653=600+50+3 (6 ratusan+5 puluhan+3 satuan)2. Operasi Penjumlahan Bilangan Cacah (Sampai 100)Penjumlahan Tanpa Menyimpan:342357​+​​Penjumlahan Dengan Teknik Menyimpan:

Jumlahkan satuan terlebih dahulu, jika hasilnya ≥10, simpan puluhannya di kolom puluhan.10472875​+​​(Satuan: 7+8=15 → Tulis 5, simpan 1 di puluhan)3. Operasi Pengurangan Bilangan Cacah (Sampai 100)Pengurangan Tanpa Meminjam:682543​−​​Pengurangan Dengan Teknik Meminjam:

Jika angka satuan yang dikurangi lebih kecil, pinjam 1 puluhan (10) dari angka di depannya.6 12723537​−​​(Satuan: 2−5 tidak bisa, pinjam 10 dari 70 menjadi 12−5=7)

A. KISI-KISI PENULISAN SOAL

1.Menentukan komposisi dari Ratusan, Puluhan, Satuan.

2.Menentukan dekomposisi suatu bilangan 3 angka.

3.Menentukan angka yang hilang pada dekomposisi.

4.Penjumlahan dua angka tanpa teknik menyimpan.

5.Penjumlahan dua angka dengan teknik menyimpan.

6.Soal cerita penjumlahan sederhana.

7.Soal cerita pengurangan (sisa benda).

8.Soal cerita pengurangan sisa uang.

9.Soal cerita gabungan penjumlahan kontekstual.

10.Soal cerita menghitung selisih.

B. SOAL EVALUASI

Contoh 1:

Hitunglah 468−135=…

Langkah-langkah penyelesaian:

Satuan: 8−5=3

Puluhan: 6−3=3

Ratusan: 4−1=3

Hasil: 333

2. Pengurangan dengan MeminjamJika angka pada posisi atas lebih kecil daripada angka di bawahnya pada nilai tempat yang sama, maka kita perlu meminjam 1 puluhan (atau 1 ratusan) dari nilai tempat di sebelahnya.

Contoh 2:Hitunglah 652−237=…

Langkah-langkah penyelesaian:

Satuan: 2−7 (tidak bisa), maka pinjam 1 puluhan dari 5. Angka 2 menjadi 12, sedangkan angka 5 tersisa 4. Maka, 12−7=5.

Puluhan: 4−3=1

Ratusan: 6−2=4Hasil: 415

3. Langkah Menganalisis dan Menyelesaikan Soal Cerita Kontekstual

Untuk memecahkan soal cerita dengan benar, ikuti 4 langkah utama berikut:

Diketahui: Tuliskan informasi angka dan benda yang ada di dalam soal cerita.

Ditanya: Tuliskan pertanyaan yang ingin dicari jawabannya.

Dijawab: Buat kalimat matematika dan hitunglah menggunakan cara susun pendek.

Jadi (Kesimpulan): Tuliskan kalimat penutup sebagai jawaban akhir.

Contoh Soal Cerita:
Ahmad mempunyai 745 lembar kertas warna. Kertas tersebut digunakan untuk membuat kerajinan sekolah sebanyak 382 lembar. Berapa lembar sisa kertas warna Ahmad sekarang?

Penyelesaian:

Diketahui:Kertas awal Ahmad = 745 lembarKertas yang digunakan = 382 lembar

Ditanya: Berapa sisa kertas warna Ahmad?

Dijawab:745382363​−​​Jadi, sisa kertas warna Ahmad sekarang adalah 363 lembar.

📝 LATIHAN HARIANA.

Isilah titik-titik dengan jawaban yang tepat!

Hasil dari 487−153 adalah ....

Hasil dari 654−231 adalah ....

Pada pengurangan 532−128, angka satuan 2 meminjam 1 puluhan dari 3 sehingga nilai satuan menjadi ....

Hasil dari 760−325 adalah ....

Selisih antara 850 dan 320 adalah ....

B. Jawablah pertanyaan berikut dengan benar dan gunakan langkah penyelesaian soal cerita!

Hitunglah pengurangan 734−281 menggunakan cara susun pendek!

Sebuah perkebunan menghasilkan 945 buah jeruk. Sebanyak 568 buah jeruk diangkut ke kota menggunakan truk. Berapa sisa buah jeruk yang masih ada di perkebunan?

REFLEKSI:


IPAS

  CLASS IV.B SD AL AZHAR 2     ⚡ Jenis-Jenis Gaya dan Pengaruhnya terhadap Arah, Gerak, dan Bentuk Benda Hari/Tanggal:  Selasa, 08 September...

 

Elfida Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea