Rabu, 05 Agustus 2026

BAHASA INDONESIA

By elfida fida - Agustus 05, 2026 0 Comments

 GURU KELAS IV. B : ELFIDA, S.Pd

MATERI AJAR KELAS IV. B UNTUK HARI KAMIS TANGGAL 06 AGUSTUS 2026



 


Selamat pagi,,,,Tabik pun

Assalamualaikum.wr.wb anak sholeh/sholeha IV.B apa kabar hari ini?Alhamdulillah semoga kita semua selalu sehat dan selalu dalam lindungan Allah SWT.aamiin ya Robbal allamin. Jangan lupa sebelum belajar dengarkan tausiah dan rangkum isinya kemudian tadarus dan shalat dhuha. 

MAPEL BAHASA INDONESIA

Tujuan Pembelajaran:

Peserta didik mampu menentukan ide pokok setiap teks narasi secara tepat.

Peseeta didik menjelaskan alasan memilih ide pokok berdasarkan isi cerita.

Peserta didik menyampaikan kembali isi cerita menggunakan bahasa sendiri secara runtut.

Peserta didik menjawab pertanyaan berdasarkan isi teks narasi dengan benar.

MATERI AJAR: MEMAHAMI IDE POKOK DARI TEKS NARASI

MODEL PEMBELAJARAN: DISCOVERY LEARNING

Pengertian Ide Pokok

Ide pokok adalah gagasan utama yang menjadi inti pembahasan dalam sebuah paragraf.

Ide pokok menjelaskan hal yang paling penting dalam paragraf.

Cara Menentukan Ide Pokok

  • Membaca paragraf dengan saksama.
  • Menentukan kalimat utama.
  • Menentukan inti pembahasan paragraf.
  • Menggunakan kata-kata sendiri untuk menyebutkan ide pokok.

Menjelaskan Alasan Memilih Ide Pokok

Setelah menemukan ide pokok, peserta didik perlu memberikan alasan berdasarkan isi paragraf.

Contoh:

Paragraf:

Setiap pagi Rani selalu menyiram tanaman di halaman rumah. Ia merawat bunga agar tumbuh subur dan berbunga indah.

Ide pokok:
Rani rajin merawat tanaman.

Alasan:
Karena seluruh isi paragraf menjelaskan kegiatan Rani menyiram dan merawat tanaman setiap pagi.


Menyampaikan Kembali Isi Cerita

Saat menceritakan kembali sebuah cerita, perhatikan:

  • Urutan kejadian.
  • Tokoh.
  • Tempat kejadian.
  • Masalah yang terjadi.
  • Penyelesaian masalah.

Gunakan bahasa sendiri tanpa mengubah isi cerita.


Menjawab Pertanyaan Berdasarkan Teks

Untuk menjawab pertanyaan dengan benar:

  • Bacalah teks secara teliti.
  • Temukan informasi penting.
  • Jawablah sesuai isi bacaan.
  • Jangan menambahkan informasi yang tidak terdapat dalam teks.

Contoh Teks Narasi

Menanam Pohon di Sekolah

Hari Sabtu pagi, seluruh siswa kelas IV mengikuti kegiatan menanam pohon di halaman sekolah. Mereka membawa bibit tanaman dari rumah masing-masing.

Guru membagi siswa ke dalam beberapa kelompok. Setiap kelompok bekerja sama menggali tanah, menanam bibit, lalu menyiramnya.

Setelah selesai, halaman sekolah menjadi lebih hijau dan indah. Semua siswa merasa bangga karena telah ikut menjaga lingkungan sekolah.


Menentukan Ide Pokok

ParagrafIde Pokok
1Siswa mengikuti kegiatan menanam pohon di sekolah.
2Siswa bekerja sama menanam pohon.
3Kegiatan menanam pohon membuat sekolah menjadi lebih hijau dan siswa merasa bangga.

Menjelaskan Alasan Memilih Ide Pokok

Paragraf 1

Ide pokok:
Siswa mengikuti kegiatan menanam pohon.

Alasan:
Karena paragraf menceritakan kegiatan seluruh siswa mengikuti penanaman pohon di sekolah.

Paragraf 2

Ide pokok:
Siswa bekerja sama menanam pohon.

Alasan:
Semua kalimat menjelaskan kerja sama siswa saat menggali tanah, menanam, dan menyiram pohon.

Paragraf 3

Ide pokok:
Hasil kegiatan membuat sekolah lebih hijau.

Alasan:
Paragraf menjelaskan hasil kegiatan dan perasaan bangga siswa.


Menceritakan Kembali Isi Cerita

Contoh:

Pada hari Sabtu, siswa kelas IV mengikuti kegiatan menanam pohon di sekolah. Mereka bekerja dalam kelompok untuk menggali tanah, menanam bibit, dan menyiram tanaman. Setelah selesai, halaman sekolah menjadi lebih hijau. Semua siswa merasa senang karena dapat menjaga lingkungan sekolah.


Latihan

A. Menentukan Ide Pokok

Tuliskan ide pokok setiap paragraf dari teks "Menanam Pohon di Sekolah."

ParagrafIde Pokok
1......................
2......................
3......................

B. Menjelaskan Alasan

Tuliskan alasan mengapa kamu memilih ide pokok tersebut.

Paragraf 1:
..................

Paragraf 2:
...................

Paragraf 3:
...................


C. Menceritakan Kembali

Ceritakan kembali isi bacaan menggunakan bahasamu sendiri secara runtut!


D. Menjawab Pertanyaan

  1. Kapan kegiatan menanam pohon dilaksanakan?
  2. Siapa yang mengikuti kegiatan tersebut?
  3. Apa yang dibawa siswa dari rumah?
  4. Bagaimana cara siswa menanam pohon?
  5. Mengapa siswa merasa bangga setelah kegiatan selesai?

MEDIA PEMBELAJARAN:

- LCD

- TEKS BACAAN

REFLEKSI/KESIMPULAN PEMBELAJARAN HARI INI:


Selasa, 04 Agustus 2026

IPAS, P PANCASILA, SENI RUPA

By elfida fida - Agustus 04, 2026 0 Comments

  GURU KELAS IV. B : ELFIDA, S.Pd

MATERI AJAR KELAS IV. B UNTUK HARI RABU TANGGAL 05 AGUSTUS 2026



 


Selamat pagi,,,,Tabik pun

Assalamualaikum.wr.wb anak sholeh/sholeha IV.B apa kabar hari ini?Alhamdulillah semoga kita semua selalu sehat dan selalu dalam lindungan Allah SWT.aamiin ya Robbal allamin. Jangan lupa sebelum belajar dengarkan tausiah dan rangkum isinya kemudian tadarus dan shalat dhuha. 

MAPEL IPAS

Tujuan Pembelajaran:

Peserta didik mampu memecahkan masalah energi dalam kehidupan sehari-hari.

MATERI AJAR: PEMECAHAN MASALAH ENERGI DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

MODEL PEMBELAJARAN : PROBLEM BASED LEARNING

 Permasalahan Energi

Beberapa masalah yang sering terjadi antara lain:

  • Pemborosan listrik di rumah dan sekolah.
  • Penggunaan bahan bakar fosil secara berlebihan.
  • Polusi udara akibat kendaraan bermotor.
  • Meningkatnya kebutuhan energi setiap tahun.
  • Cadangan energi fosil semakin menipis.

4. Dampak Pemborosan Energi

  • Tagihan listrik meningkat.
  • Cadangan energi semakin berkurang.
  • Pemanasan global.
  • Pencemaran lingkungan.
  • Perubahan iklim.

5. Upaya Pemecahan Masalah Energi

Di Rumah

  • Mematikan lampu saat tidak digunakan.
  • Mencabut charger setelah dipakai.
  • Menggunakan lampu LED.
  • Mengurangi penggunaan AC.
  • Menjemur pakaian menggunakan sinar matahari.

Di Sekolah

  • Mematikan kipas angin dan proyektor setelah pembelajaran.
  • Membuka jendela agar cahaya alami masuk.
  • Menghemat penggunaan air.
  • Membuat program hemat energi.

Di Masyarakat

  • Menggunakan transportasi umum.
  • Bersepeda atau berjalan kaki.
  • Memanfaatkan energi surya.
  • Menanam pohon.
  • Mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.

E. Contoh Permasalahan

Kasus

Di sebuah sekolah, lampu kelas tetap menyala saat jam istirahat meskipun tidak ada siswa di dalam kelas. Selain itu, banyak siswa yang membiarkan kipas angin tetap menyala setelah pulang sekolah.

Pertanyaan

  1. Apa masalah yang terjadi?
  2. Apa penyebabnya?
  3. Apa dampaknya?
  4. Bagaimana solusi yang dapat dilakukan?
  5. Siapa yang bertanggung jawab menerapkan solusi tersebut?

F. Langkah Penyelesaian Masalah

LangkahKegiatan
Identifikasi masalahMenentukan masalah energi yang terjadi
Analisis penyebabMenentukan faktor penyebab
Menentukan solusiMenyusun alternatif penyelesaian
Melaksanakan solusiMenerapkan tindakan hemat energi
EvaluasiMenilai keberhasilan solusi

G. Aktivitas Peserta Didik

Diskusi Kelompok

Amati lingkungan sekolah.

Catat:

  • Bentuk pemborosan energi yang ditemukan.
  • Penyebabnya.
  • Dampaknya.
  • Solusi yang dapat dilakukan.

Presentasikan hasil diskusi di depan kelas.

MAPEL PENDIDIKAN PANCASILA

Tujuan Pembelajaran:

Peserta didik mampu mengidentifikasi karakter para perumus pancasila dengan baik.

MATERI AJAR: MENGIDENTIFIKASI KARAKTER PARA PERUMUS PANCASILA

MODEL PEMBELAJARAN : PROBLEM BASED LEARNING

1. Latar Belakang Perumusan Pancasila

Menjelang kemerdekaan Indonesia, dibentuk Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Salah satu tugasnya adalah merumuskan dasar negara Indonesia.

Dalam sidang BPUPKI tanggal 29 Mei–1 Juni 1945, beberapa tokoh menyampaikan gagasan mengenai dasar negara. Setelah melalui berbagai pembahasan dan musyawarah, lahirlah Pancasila sebagai dasar negara Indonesia.


2. Tokoh-Tokoh Perumus Pancasila

a. Mohammad Yamin

Peran:

  • Menyampaikan usulan dasar negara pada sidang BPUPKI tanggal 29 Mei 1945.
  • Memberikan sumbangan pemikiran mengenai dasar negara Indonesia.

Karakter yang dapat diteladani:

  • Cinta tanah air
  • Berani menyampaikan pendapat
  • Cerdas
  • Nasionalis
  • Bertanggung jawab

b. Soepomo

Peran:

  • Menyampaikan gagasan mengenai negara integralistik pada sidang BPUPKI tanggal 31 Mei 1945.
  • Memberikan pandangan tentang bentuk negara Indonesia.

Karakter yang dapat diteladani:

  • Bijaksana
  • Berpikir kritis
  • Mengutamakan persatuan
  • Bertanggung jawab
  • Menghargai pendapat orang lain

c. Soekarno

Peran:

  • Menyampaikan pidato tentang dasar negara pada tanggal 1 Juni 1945.
  • Memperkenalkan istilah "Pancasila".

Karakter yang dapat diteladani:

  • Percaya diri
  • Visioner
  • Nasionalis
  • Berani
  • Mampu memimpin

d. Mohammad Hatta

Peran:

  • Berperan dalam penyempurnaan rumusan Pancasila.
  • Mengutamakan musyawarah dan persatuan bangsa.

Karakter yang dapat diteladani:

  • Jujur
  • Demokratis
  • Bijaksana
  • Mengutamakan kepentingan bangsa
  • Menghargai perbedaan

3. Nilai-Nilai Karakter Para Perumus Pancasila

Karakter yang ditunjukkan para perumus Pancasila antara lain:

Nilai KarakterContoh Sikap
Cinta tanah airMengutamakan kepentingan bangsa
NasionalismeBangga menjadi warga negara Indonesia
Tanggung jawabMenyelesaikan tugas dengan baik
MusyawarahMengambil keputusan bersama
Menghargai perbedaanMenghormati pendapat teman
Kerja samaBekerja bersama mencapai tujuan
ToleransiMenghormati keberagaman agama, suku, dan budaya
DisiplinMematuhi aturan yang berlaku
BeraniMenyampaikan pendapat dengan santun

E. Meneladani Karakter Para Perumus Pancasila

Nilai-nilai karakter tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya:

Di Sekolah

  • Bermusyawarah saat memilih ketua kelas.
  • Menghargai pendapat teman.
  • Mengerjakan tugas kelompok bersama.
  • Mematuhi tata tertib sekolah.

Di Rumah

  • Membantu orang tua.
  • Menghormati anggota keluarga.
  • Bertanggung jawab terhadap tugas di rumah.

Di Masyarakat

  • Ikut kerja bakti.
  • Menghormati tetangga yang berbeda agama atau budaya.
  • Menjaga kerukunan dan persatuan.

MAPEL SENI RUPA

Tujuan Pembelajaran:

Peserta didik mampu mengidentifikasi karakter para perumus pancasila dengan baik.

MATERI AJAR: MENGIDENTIFIKASI KARAKTER PARA PERUMUS PANCASILA

MODEL PEMBELAJARAN : PROBLEM BASED LEARNING

1. Latar Belakang Perumusan Pancasila

Menjelang kemerdekaan Indonesia, dibentuk Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Salah satu tugasnya adalah merumuskan dasar negara Indonesia.

Dalam sidang BPUPKI tanggal 29 Mei–1 Juni 1945, beberapa tokoh menyampaikan gagasan mengenai dasar negara. Setelah melalui berbagai pembahasan dan musyawarah, lahirlah Pancasila sebagai dasar negara Indonesia.


2. Tokoh-Tokoh Perumus Pancasila

a. Mohammad Yamin

Peran:

  • Menyampaikan usulan dasar negara pada sidang BPUPKI tanggal 29 Mei 1945.
  • Memberikan sumbangan pemikiran mengenai dasar negara Indonesia.

Karakter yang dapat diteladani:

  • Cinta tanah air
  • Berani menyampaikan pendapat
  • Cerdas
  • Nasionalis
  • Bertanggung jawab

b. Soepomo

Peran:

  • Menyampaikan gagasan mengenai negara integralistik pada sidang BPUPKI tanggal 31 Mei 1945.
  • Memberikan pandangan tentang bentuk negara Indonesia.

Karakter yang dapat diteladani:

  • Bijaksana
  • Berpikir kritis
  • Mengutamakan persatuan
  • Bertanggung jawab
  • Menghargai pendapat orang lain

c. Soekarno

Peran:

  • Menyampaikan pidato tentang dasar negara pada tanggal 1 Juni 1945.
  • Memperkenalkan istilah "Pancasila".

Karakter yang dapat diteladani:

  • Percaya diri
  • Visioner
  • Nasionalis
  • Berani
  • Mampu memimpin

d. Mohammad Hatta

Peran:

  • Berperan dalam penyempurnaan rumusan Pancasila.
  • Mengutamakan musyawarah dan persatuan bangsa.

Karakter yang dapat diteladani:

  • Jujur
  • Demokratis
  • Bijaksana
  • Mengutamakan kepentingan bangsa
  • Menghargai perbedaan

3. Nilai-Nilai Karakter Para Perumus Pancasila

Karakter yang ditunjukkan para perumus Pancasila antara lain:

Nilai KarakterContoh Sikap
Cinta tanah airMengutamakan kepentingan bangsa
NasionalismeBangga menjadi warga negara Indonesia
Tanggung jawabMenyelesaikan tugas dengan baik
MusyawarahMengambil keputusan bersama
Menghargai perbedaanMenghormati pendapat teman
Kerja samaBekerja bersama mencapai tujuan
ToleransiMenghormati keberagaman agama, suku, dan budaya
DisiplinMematuhi aturan yang berlaku
BeraniMenyampaikan pendapat dengan santun

E. Meneladani Karakter Para Perumus Pancasila

Nilai-nilai karakter tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya:

Di Sekolah

  • Bermusyawarah saat memilih ketua kelas.
  • Menghargai pendapat teman.
  • Mengerjakan tugas kelompok bersama.
  • Mematuhi tata tertib sekolah.

Di Rumah

  • Membantu orang tua.
  • Menghormati anggota keluarga.
  • Bertanggung jawab terhadap tugas di rumah.

Di Masyarakat

  • Ikut kerja bakti.
  • Menghormati tetangga yang berbeda agama atau budaya.
  • Menjaga kerukunan dan persatuan.

MEDIA PEMBELAJARAN:

- LCD

- GAMBAR-GAMBAR

REFLEKSI/KESIMPULAN PEMBELAJARAN HARI INI:

Alhamdulillah kegiatan pembelajaran hari ini berjalan dengan baik dan lancar hari ini anak-anak belajar tentang cara pemecahan masalah energi dalam kehidupan sehari-hari hari ini anak-anak di berikan salah satu pertanyaan dari para murid tentang bagaimana cara menggunakan energi dengan baik setelah itu memecahkan bersama-sama dengan pertanyaan atau masalah yang ditimbulkan oleh apa yang diberikan oleh murid.

Senin, 03 Agustus 2026

MATEMATIKA, IPAS, SENI RUPA

By elfida fida - Agustus 03, 2026 0 Comments

 GURU KELAS IV. B : ELFIDA, S.Pd

MATERI AJAR KELAS IV. B UNTUK HARI SELASA 04 AGUSTUS TANGGAL 2026



 


Selamat pagi,,,,Tabik pun

Assalamualaikum.wr.wb anak sholeh/sholeha IV.B apa kabar hari ini?Alhamdulillah semoga kita semua selalu sehat dan selalu dalam lindungan Allah SWT.aamiin ya Robbal allamin. Jangan lupa sebelum belajar dengarkan tausiah dan rangkum isinya kemudian tadarus dan shalat dhuha. 

MAPEL MATEMATIKA

Tujuan Pembelajaran:

Peserta didik mampu menentukan dan menggunakan nilai tempat dengan baik.

MATERI AJAR: MEMAHAMI DAN MENGURAIKAN NILAI TEMPAT

MODEL PEMBELAJARAN : DISCOVERY LEARNING

A. Pengertian Nilai Tempat

Nilai tempat adalah nilai suatu angka berdasarkan letaknya dalam suatu bilangan.

Contoh:

Bilangan 2.345



Keterangan:

  • Angka 2 berada pada tempat ribuan, nilainya 2.000.
  • Angka 3 berada pada tempat ratusan, nilainya 300.
  • Angka 4 berada pada tempat puluhan, nilainya 40.
  • Angka 5 berada pada tempat satuan, nilainya 5.

Sehingga:

2.345 = 2.000 + 300 + 40 + 5


B. Nilai Tempat pada Uang

Uang juga dapat dipelajari menggunakan nilai tempat.

Contoh 1

Rp4.250

AngkaNilai TempatNilainya
4RibuanRp4.000
2RatusanRp200
5PuluhanRp50
0SatuanRp0

Penguraian:

Rp4.250 = Rp4.000 + Rp200 + Rp50


Contoh 2

Rp7.840

  • 7 pada tempat ribuan = Rp7.000
  • 8 pada tempat ratusan = Rp800
  • 4 pada tempat puluhan = Rp40
  • 0 pada tempat satuan = Rp0

Penguraian:

Rp7.840 = Rp7.000 + Rp800 + Rp40


Contoh 3

Rp9.365

Penguraian:

Rp9.365 = Rp9.000 + Rp300 + Rp60 + Rp5


C. Cara Menguraikan Nilai Tempat

Langkah-langkah:

  1. Perhatikan angka pada setiap posisi.
  2. Tentukan nilai tempatnya (ribuan, ratusan, puluhan, satuan).
  3. Tuliskan nilai masing-masing angka.
  4. Jumlahkan seluruh hasil penguraian.

Contoh:

Rp5.421

= Rp5.000 + Rp400 + Rp20 + Rp1


D. Contoh Soal

Soal 1

Uraikan nilai tempat dari Rp6.735.

Jawaban:

  • 6 = Rp6.000
  • 7 = Rp700
  • 3 = Rp30
  • 5 = Rp5

Jadi:

Rp6.735 = Rp6.000 + Rp700 + Rp30 + Rp5


Soal 2

Nilai angka 8 pada bilangan Rp8.240 adalah ....

Jawaban:

Karena angka 8 berada pada tempat ribuan, nilainya adalah Rp8.000.


Soal 3

Tuliskan bentuk uraian dari Rp3.518.

Jawaban:

Rp3.518 = Rp3.000 + Rp500 + Rp10 + Rp8


E. Latihan

  1. Uraikan nilai tempat dari Rp4.632.
  2. Uraikan nilai tempat dari Rp9.157.
  3. Berapa nilai angka 5 pada bilangan Rp5.248?
  4. Berapa nilai angka 3 pada bilangan Rp7.364?
  5. Tuliskan bentuk uraian dari Rp2.980.

F. Kunci Jawaban

  1. Rp4.632 = Rp4.000 + Rp600 + Rp30 + Rp2
  2. Rp9.157 = Rp9.000 + Rp100 + Rp50 + Rp7
  3. Rp5.000
  4. Rp300
  5. Rp2.980 = Rp2.000 + Rp900 + Rp80

G. Kesimpulan

  • Nilai tempat menunjukkan nilai suatu angka berdasarkan posisinya dalam bilangan.
  • Pada uang, nilai tempat terdiri atas ribuan, ratusan, puluhan, dan satuan.
  • Bilangan dapat diuraikan menjadi penjumlahan sesuai nilai tempatnya sehingga lebih mudah dipahami.

MAPEL IPAS

Tujuan Pembelajaran:

Peserta didik mampu memberikan contoh penerapan perubahan energi dalam kehidupan sehari-hari.

MATERI AJAR: PENERAPAN ENERGI DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

MODEL PEMBELAJARAN : PROBLEM BASIC LEARNING

D. Penerapan Energi dalam Kehidupan Sehari-hari

1. Di Rumah

  • Menyalakan lampu menggunakan energi listrik.
  • Memasak menggunakan kompor gas.
  • Menonton televisi.
  • Menyalakan kipas angin.
  • Mengisi daya telepon genggam.

2. Di Sekolah

  • Menggunakan proyektor saat belajar.
  • Menyalakan lampu kelas.
  • Menggunakan komputer.
  • Membunyikan bel sekolah.

3. Di Lingkungan

  • Lampu lalu lintas menggunakan energi listrik.
  • Kendaraan menggunakan energi dari bahan bakar.
  • Panel surya mengubah energi matahari menjadi energi listrik.
  • Kincir angin memanfaatkan energi angin untuk menghasilkan listrik.

E. Pentingnya Menghemat Energi

Energi perlu digunakan secara bijaksana agar tidak cepat habis dan lingkungan tetap terjaga.

Contoh cara menghemat energi:

  • Mematikan lampu saat tidak digunakan.
  • Mencabut charger setelah selesai digunakan.
  • Menggunakan air secukupnya.
  • Memanfaatkan cahaya matahari pada siang hari.
  • Berjalan kaki atau bersepeda jika jarak dekat.
  • Menggunakan peralatan listrik secara efisien.

F. Contoh Soal

Soal 1

Apa yang dimaksud dengan energi?

Jawaban:
Energi adalah kemampuan untuk melakukan usaha atau menyebabkan terjadinya perubahan.


Soal 2

Sebutkan lima bentuk energi!

Jawaban:

  1. Energi panas
  2. Energi cahaya
  3. Energi listrik
  4. Energi gerak
  5. Energi bunyi

Soal 3

Apa perubahan energi yang terjadi pada kipas angin?

Jawaban:
Energi listrik menjadi energi gerak.


Soal 4

Mengapa kita harus menghemat energi?

Jawaban:
Agar sumber energi tidak cepat habis, mengurangi pemborosan, menghemat biaya, dan membantu menjaga kelestarian lingkungan.


G. Latihan

  1. Sebutkan tiga contoh penggunaan energi listrik di rumah.
  2. Apa sumber energi terbesar bagi bumi?
  3. Jelaskan perubahan energi yang terjadi pada kompor gas.
  4. Tuliskan empat cara menghemat energi.
  5. Mengapa energi sangat penting bagi kehidupan manusia?

MAPEL SENI RUPA

Tujuan Pembelajaran:

Peserta didik mampu Mengidentifikasi unsur keseimbangan dan irama pada berbagai karya seni rupa.

MATERI AJAR: Keseimbangan dan Irama dalam Karya Seni Rupa

MODEL PEMBELAJARAN : PROBLEM BASIC LEARNING

A. Pengertian Keseimbangan

Keseimbangan adalah susunan unsur-unsur seni rupa sehingga karya terlihat serasi, tidak berat sebelah, dan nyaman dipandang.

Keseimbangan membantu membuat sebuah gambar tampak rapi dan menarik.

Jenis-Jenis Keseimbangan

1. Keseimbangan Simetris

Keseimbangan simetris terjadi apabila sisi kanan dan kiri memiliki bentuk, ukuran, atau susunan yang hampir sama.

Contoh:

  • Kupu-kupu
  • Wajah manusia
  • Bangunan yang memiliki bentuk sama di kedua sisinya

2. Keseimbangan Asimetris

Keseimbangan asimetris terjadi apabila kedua sisi berbeda bentuk atau ukuran, tetapi tetap terlihat seimbang.

Contoh:

  • Lukisan pemandangan
  • Taman bunga
  • Poster

B. Pengertian Irama

Irama dalam seni rupa adalah pengulangan unsur-unsur seni secara teratur sehingga menghasilkan kesan gerak dan keteraturan.

Irama membuat karya menjadi lebih hidup, menarik, dan tidak membosankan.


C. Bentuk Irama

1. Irama Berulang

Pengulangan bentuk yang sama secara terus-menerus.

Contoh:

  • Motif garis
  • Pola batik
  • Deretan bunga

2. Irama Bergantian

Pengulangan dua atau lebih bentuk secara bergantian.

Contoh:

  • Lingkaran – segitiga – lingkaran – segitiga
  • Warna merah – kuning – merah – kuning

3. Irama Bertingkat

Pengulangan dengan perubahan ukuran, warna, atau bentuk secara bertahap.

Contoh:

  • Lingkaran kecil → sedang → besar
  • Warna muda → sedang → tua

D. Contoh Penerapan Keseimbangan dan Irama

Dalam kehidupan sehari-hari, keseimbangan dan irama dapat ditemukan pada berbagai karya seni.

Karya SeniKeseimbanganIrama
BatikSusunan motif seimbangPengulangan motif
AnyamanPola rapiPengulangan garis
PosterPenempatan gambar dan tulisan seimbangPengulangan warna atau bentuk
LukisanObjek tersusun seimbangPengulangan bentuk, warna, atau garis

E. Langkah Membuat Karya Seni

Tema

"Hiasan Bunga"

Alat dan Bahan

  • Kertas gambar
  • Pensil
  • Penghapus
  • Penggaris
  • Krayon atau pensil warna

Langkah-langkah

  1. Tentukan tema gambar.
  2. Buat sketsa sederhana.
  3. Susun gambar agar seimbang.
  4. Tambahkan motif yang berulang sehingga muncul irama.
  5. Warnai gambar dengan rapi.
  6. Periksa kembali hasil karya.

F. Contoh Soal

Soal 1

Apa yang dimaksud dengan keseimbangan dalam seni rupa?

Jawaban:
Keseimbangan adalah susunan unsur-unsur seni rupa sehingga karya terlihat serasi, tidak berat sebelah, dan nyaman dipandang.


Soal 2

Apa yang dimaksud dengan irama dalam seni rupa?

Jawaban:
Irama adalah pengulangan unsur-unsur seni rupa secara teratur sehingga menghasilkan kesan gerak dan keteraturan.


Soal 3

Sebutkan dua jenis keseimbangan!

Jawaban:

  1. Keseimbangan simetris.
  2. Keseimbangan asimetris.

Soal 4

Mengapa irama penting dalam sebuah karya seni?

Jawaban:
Karena irama membuat karya terlihat lebih hidup, menarik, teratur, dan tidak membosankan.


Soal 5

Sebutkan contoh karya seni yang memiliki irama!

Jawaban:

  • Batik
  • Anyaman
  • Poster
  • Lukisan
  • Motif hias

G. Latihan

  1. Jelaskan pengertian keseimbangan!
  2. Jelaskan pengertian irama!
  3. Sebutkan dua jenis keseimbangan!
  4. Berikan tiga contoh irama dalam kehidupan sehari-hari!
  5. Buatlah gambar hias yang menunjukkan keseimbangan dan irama.

MEDIA PEMBELAJARAN:

- LCD

- GAMBAR-GAMBAR

- MAKANAN DAN MINUMAN

- UANG MAINAN

REFLEKSI/KESIMPULAN PEMBELAJARAN HARI INI:

 Alhamdulillah kegiatan pembelajaran hari ini berjalan dengan baik dimana hari ini anak-anak pelajaran tentang masih menentukan nilai tempat tapi menggunakan jumlah uang dengan cara belanja kemudian dijumlahkan Berapa jumlahnya belanjaannya selanjutnya menentukan nilai tempatnya dan alhamdulillahnya anak-anak hampir semuanya memahami materi yang diajarkan hari ini selanjutnya tentang pelajaran seni rupa dan IPAS hari ini belajar tentang penerapan energi dengan mengerjakan latihan Sebelum saya sudah dipraktekkan Bagaimana cara menggunakan energi dan perubahan energi.

Berikut dokumentasi kegiatan pembelajaran hari ini:







BAHASA INDONESIA

  GURU KELAS IV. B : ELFIDA, S.Pd MATERI AJAR KELAS IV. B UNTUK HARI KAMIS TANGGAL 06 AGUSTUS 2026   Selamat pagi,,,,Tabik pun Assalamualaik...

 

Elfida Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea