Selasa, 25 Agustus 2026

IPAS,P PANCASILA,SENI RUPA

By elfida fida - Agustus 25, 2026 0 Comments

  CLASS IV.B SD AL AZAHAR 2

 

IDENTITAS DIRI:

        HARI/TANGGAL                  : RABU/ 26 AGUSTUS 2026

A.         NAMA                            : ELFIDA, S.Pd

           FASE/ KELAS                    : B/ IV.B

B.         MAPEL                          : IPAS

C.        

Tabik Pun 🙏 

Goog morning mylovely students. How are you.

Hopely you are healthy and happiness

Welcome to our class 4B. Let's study together and success together.

Apersepsi:

Guru mengajak peserta didik mengulas materi sebelumnya tentang jenis-jenis gaya.

Guru menyampaikan Kebesaran Allah SWT: (Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME)

Ayat Al-Qur'an: Surah Ar-Rum ayat 48

Allah mengirimkan angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan menyebarkannya di langit sesuai kehendak-Nya.

Kaitan dengan materi: Ayat ini menunjukkan bahwa angin (sebagai gaya) dapat mengubah arah gerak awan di langit. Begitu pula dalam kehidupan sehari-hari, gaya yang diberikan pada suatu benda dapat mengubah arah gerak benda tersebut, misalnya bola yang ditendang berubah arah atau berhenti bergerak.

CAPAIAN PEMBELAJARAN IPAS:

Pemahaman IPAS

Menjelaskan bentuk dan fungsi pancaindra; menganalisis siklus hidup makhluk hidup dan upaya pelestariannya; menghasilkan solusi untuk masalah yang berkaitan dengan pelestarian sumber daya alam sebagai upaya mitigasi perubahan iklim; menyimpulkan proses perubahan wujud zat; menjelaskan sumber dan bentuk energi, serta proses perubahan bentuk energi dalam kehidupan sehari-hari; membedakan jenis gaya dan pengaruhnya terhadap arah, gerak, dan bentuk benda; menjelaskan peran, tugas, dan tanggung jawab serta interaksi sosial yang terjadi di sekitar tempat tinggal dan sekolah; mengenali letak kabupaten/kota dan provinsi tempat tinggalnya dengan menggunakan peta konvensional/digital; mengklasifikasikan ragam bentang alam dan keterkaitannya dengan profesi masyarakat, ragam budaya serta upaya untuk melestarikannya; menganalisis sejarah masyarakat di lingkungan tempat tinggal; menjelaskan nilai mata uang dan fungsinya, serta cara mengelola keuangan secara bijak


TUJUAN PEMBELAJARAN:
Peserta didik dapat menjelaskan pengaruh gaya terhadap arah gerak benda dengan baik.

MATERI POKOK                     : Pengaruh Gaya Terhadap Arah Gerak Benda
 
MODEL/METODE PEMBELAJARAN : Discovery Learning

MEDIA PEMBELAJARAN            : LCD, Video,Benda di Sekitar, Bola, Mobil Mainan

MATERI AJAR

A. Pengertian Gaya

Gaya adalah tarikan atau dorongan yang diberikan pada suatu benda.

Gaya dapat menyebabkan benda mengalami perubahan, misalnya:

  • benda yang diam menjadi bergerak;
  • benda yang bergerak menjadi berhenti;
  • benda bergerak menjadi lebih cepat atau lebih lambat;
  • mengubah arah gerak benda;
  • mengubah bentuk benda.

Contoh gaya dalam kehidupan sehari-hari:

  • mendorong meja;
  • menarik pintu;
  • menendang bola;
  • memukul bola dengan raket;
  • mengayuh sepeda.

B. Pengaruh Gaya terhadap Arah Gerak Benda

Salah satu pengaruh gaya adalah mengubah arah gerak suatu benda.

Ketika sebuah benda sedang bergerak, kita dapat memberikan gaya dari arah tertentu sehingga benda tersebut dapat berubah arah.

Contoh:

1. Menendang bola

Bola yang bergerak lurus dapat berubah arah ketika ditendang dari samping.

2. Memukul bola dengan raket

Bola yang datang ke arah pemain dapat berubah arah setelah terkena pukulan raket.

3. Bermain sepak bola

Pemain dapat mengarahkan bola ke kanan, kiri, depan, atau belakang dengan memberikan gaya menggunakan kaki.

4. Mengendarai sepeda

Ketika stang sepeda dibelokkan, gaya yang diberikan menyebabkan arah gerak sepeda berubah.

5. Bermain kelereng

Kelereng yang bergerak dapat berubah arah ketika terkena benturan dengan kelereng lainnya.


C. Bagaimana Gaya Mengubah Arah Gerak?

Perhatikan contoh berikut.

Sebuah bola bergerak ke arah depan.

Bola → → →

Kemudian bola diberi gaya dari arah samping.

Gaya → ⚽

Akibat gaya tersebut, arah gerak bola dapat berubah.

Sebelum:
⚽ → → →

Setelah diberi gaya dari samping:
⚽ ↗

Jadi, arah gaya yang diberikan pada benda dapat memengaruhi arah gerak benda tersebut.


D. Percobaan Sederhana

Percobaan: Mengubah Arah Gerak Bola

Alat dan bahan:

  • 1 buah bola kecil;
  • permukaan datar;
  • dua buah benda sebagai penghalang, misalnya buku.

Langkah-langkah:

  1. Letakkan bola di permukaan yang datar.
  2. Dorong bola lurus ke depan.
  3. Amati arah gerak bola.
  4. Letakkan sebuah buku di depan bola sebagai penghalang.
  5. Dorong bola hingga mengenai buku.
  6. Amati perubahan arah gerak bola.
  7. Dorong bola dari arah samping dan amati kembali gerak bola.

Hasil Pengamatan

Bola yang awalnya bergerak lurus dapat berubah arah setelah mendapatkan gaya atau mengalami benturan dengan benda lain.

Kesimpulan

Gaya dapat mengubah arah gerak suatu benda.


E. Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari

KegiatanGaya yang diberikanPengaruh terhadap arah gerak
Menendang bolaDorongan kakiBola berubah arah
Memukul bola tenisDorongan raketBola bergerak ke arah lain
Membelokkan sepedaGaya pada stangSepeda berubah arah
Bermain kelerengGaya akibat benturanKelereng berubah arah
Mengarahkan mobilGaya pada kemudiMobil berubah arah

F. Ringkasan

  • Gaya adalah tarikan atau dorongan.
  • Gaya dapat memengaruhi gerak benda.
  • Salah satu pengaruh gaya adalah mengubah arah gerak benda.
  • Benda yang bergerak dapat berubah arah jika mendapatkan gaya dari arah tertentu.
  • Contoh perubahan arah gerak akibat gaya dapat ditemukan ketika menendang bola, memukul bola, mengendarai sepeda, dan bermain kelereng.

G. Latihan Soal

Pilihan Ganda

1. Gaya merupakan bentuk dari ....
A. cahaya dan bunyi
B. tarikan dan dorongan
C. panas dan cahaya
D. gerak dan bunyi

2. Salah satu pengaruh gaya terhadap benda adalah ....
A. menghilangkan benda
B. mengubah arah gerak benda
C. mengubah benda menjadi cahaya
D. membuat benda tidak memiliki berat

3. Bola yang bergerak lurus dapat berubah arah jika ....
A. diberi gaya dari arah tertentu
B. dibiarkan saja
C. tidak disentuh
D. berada di tempat yang gelap

4. Saat bermain sepak bola, bola dapat berubah arah ketika ....
A. terkena gaya dari kaki
B. terkena cahaya
C. terkena udara saja
D. tidak bergerak

5. Ketika stang sepeda dibelokkan, sepeda akan ....
A. berubah warna
B. berubah bentuk
C. berubah arah
D. menjadi lebih berat

Isian Singkat

  1. Gaya berupa tarikan atau ....
  2. Gaya dapat mengubah .... gerak benda.
  3. Menendang bola merupakan contoh pemberian .... pada benda.
  4. Saat raket memukul bola, arah gerak bola dapat ....
  5. Membelokkan stang sepeda dapat mengubah .... gerak sepeda.

Pertanyaan Uraian

  1. Apa yang dimaksud dengan gaya?
  2. Sebutkan tiga pengaruh gaya terhadap benda!
  3. Mengapa bola dapat berubah arah setelah ditendang?
  4. Berikan tiga contoh kegiatan sehari-hari yang menunjukkan gaya dapat mengubah arah gerak benda.
  5. Jelaskan hasil percobaan bola yang menabrak penghalang!

H. Kunci Jawaban

Pilihan Ganda:

  1. B
  2. B
  3. A
  4. A
  5. C

Isian:

  1. dorongan
  2. arah
  3. gaya
  4. berubah
  5. arah

Uraian:

  1. Gaya adalah tarikan atau dorongan yang diberikan pada suatu benda.
  2. Gaya dapat membuat benda bergerak, menghentikan benda, mengubah kecepatan, mengubah arah gerak, dan mengubah bentuk benda.
  3. Karena tendangan memberikan gaya pada bola sehingga arah geraknya dapat berubah sesuai arah gaya yang diberikan.
  4. Menendang bola, memukul bola dengan raket, dan membelokkan sepeda.
  5. Bola dapat berubah arah setelah menabrak penghalang karena terjadi gaya/benturan yang memengaruhi gerak bola.
CAPAIAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PAANCASILA

Pancasila

Mengidentifikasi makna sila-sila Pancasila, dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari; mengenal karakter para perumus Pancasila; menunjukkan sikap bangga menjadi anak Indonesia yang memiliki bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan di lingkungan sekitar.

TUJUAN PEMBELAJARAN:

Peserta didik mampu mengidentifikasi karakter positif tokoh perumus Pancasila dengan baik.


MATERI POKOK                      : Meneladani NilaI Kepahlawanan Perumus Pancasila

MODEL/METODE PEMBELAJARAN : Problem Bsed Learning

MEDIA PEMBELAJARAN            : LCD,Video, Gambar/Poto

MATERI AJAR

A. Nilai-Nilai Kepahlawanan Perumus Pancasila

Para perumus Pancasila menunjukkan berbagai sikap yang patut kita teladani.

1. Cinta Tanah Air

Para tokoh bangsa berjuang untuk mewujudkan Indonesia yang merdeka dan berdaulat.

Contoh penerapan:

  • Menggunakan produk dalam negeri.
  • Menjaga lingkungan Indonesia.
  • Bangga menjadi warga negara Indonesia.
  • Menghargai budaya daerah.

2. Mengutamakan Persatuan

Para perumus Pancasila menyadari bahwa Indonesia terdiri atas berbagai suku, agama, budaya, dan bahasa. Mereka mengutamakan persatuan daripada kepentingan pribadi atau kelompok.

Contoh penerapan di sekolah:

  • Berteman dengan siapa saja.
  • Tidak membeda-bedakan teman.
  • Bekerja sama dalam kelompok.
  • Menghargai perbedaan pendapat.

3. Rela Berkorban

Para tokoh bangsa rela mengorbankan waktu, tenaga, pikiran, bahkan keselamatan demi kepentingan bangsa.

Contoh penerapan:

  • Membantu teman yang kesulitan.
  • Bersedia melaksanakan tugas piket.
  • Berbagi dengan orang yang membutuhkan.
  • Mengutamakan kepentingan bersama.

4. Mengutamakan Musyawarah

Perumusan dasar negara dilakukan melalui pembahasan dan musyawarah. Para tokoh berusaha mencari keputusan yang dapat diterima dan bermanfaat bagi bangsa.

Contoh penerapan:

  • Berdiskusi ketika menentukan ketua kelompok.
  • Mendengarkan pendapat teman.
  • Tidak memaksakan kehendak.
  • Menerima hasil musyawarah dengan lapang dada.

5. Pantang Menyerah

Perjuangan membangun bangsa bukanlah hal yang mudah. Para tokoh tetap berusaha meskipun menghadapi berbagai tantangan.

Contoh penerapan:

  • Rajin belajar.
  • Tidak mudah menyerah ketika mendapat nilai kurang baik.
  • Terus mencoba ketika mengalami kegagalan.
  • Berusaha menyelesaikan tugas sampai selesai.

6. Bertanggung Jawab

Para tokoh bangsa melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya demi kepentingan negara.

Contoh penerapan di sekolah:

  • Mengerjakan tugas tepat waktu.
  • Melaksanakan piket kelas.
  • Menjaga fasilitas sekolah.
  • Mematuhi peraturan sekolah.

7. Menghargai Pendapat Orang Lain

Dalam proses perumusan Pancasila terdapat berbagai gagasan dan pendapat. Para tokoh berdiskusi untuk menemukan rumusan yang tepat.

Contoh penerapan:

  • Mendengarkan teman ketika berbicara.
  • Tidak mengejek pendapat orang lain.
  • Memberikan tanggapan dengan sopan.
  • Menerima perbedaan pendapat.

B. Contoh Sikap Meneladani Perumus Pancasila

Nilai KepahlawananContoh Sikap
Cinta tanah airBangga menggunakan bahasa Indonesia
PersatuanBerteman tanpa membeda-bedakan
Rela berkorbanMembantu teman yang membutuhkan
MusyawarahBerdiskusi untuk menentukan keputusan bersama
Pantang menyerahTerus belajar meskipun mengalami kesulitan
Tanggung jawabMenyelesaikan tugas tepat waktu
Menghargai pendapatMendengarkan pendapat teman

B. Penerapan dalam Kehidupan Sehari-hari

Di Rumah

  • Membantu orang tua.
  • Menjaga kerukunan dengan anggota keluarga.
  • Melaksanakan tugas rumah dengan tanggung jawab.
  • Menghargai pendapat anggota keluarga.

Di Sekolah

  • Belajar dengan sungguh-sungguh.
  • Menghormati guru.
  • Menolong teman.
  • Melaksanakan piket.
  • Mengikuti musyawarah kelas.
  • Menjaga persatuan dan kerukunan.

Di Masyarakat

  • Menghormati tetangga.
  • Gotong royong.
  • Menjaga kebersihan lingkungan.
  • Menghargai perbedaan.
  • Membantu orang yang membutuhkan.

C. Kesimpulan

Para perumus Pancasila merupakan tokoh bangsa yang memiliki semangat perjuangan tinggi. Mereka mengutamakan kepentingan bangsa, persatuan, musyawarah, tanggung jawab, rela berkorban, cinta tanah air, dan pantang menyerah.

Sebagai generasi penerus bangsa, kita tidak harus menjadi pahlawan dengan mengangkat senjata. Kita dapat menjadi pahlawan di lingkungan sekitar dengan belajar sungguh-sungguh, membantu sesama, menjaga persatuan, menghargai perbedaan, dan melaksanakan tanggung jawab.

Meneladani pahlawan berarti menerapkan nilai perjuangan mereka dalam kehidupan sehari-hari.


D. Latihan Soal

Pilihan Ganda

1. Pancasila merupakan ....
A. lagu kebangsaan
B. dasar negara Indonesia
C. bahasa daerah
D. lambang negara

2. Salah satu sikap yang dapat kita teladani dari para perumus Pancasila adalah ....
A. mudah menyerah
B. mementingkan diri sendiri
C. mengutamakan persatuan
D. memaksakan kehendak

3. Ketika berdiskusi dengan teman, sebaiknya kita ....
A. memaksakan pendapat
B. menghargai pendapat teman
C. meninggalkan diskusi
D. tidak mau mendengarkan

4. Contoh sikap rela berkorban di sekolah adalah ....
A. membantu teman yang kesulitan
B. mengejek teman
C. tidak mengerjakan tugas
D. memilih-milih teman

5. Sikap pantang menyerah dapat ditunjukkan dengan ....
A. berhenti belajar ketika mengalami kesulitan
B. menyalahkan orang lain
C. terus berusaha ketika mengalami kegagalan
D. menghindari tugas

Isian Singkat

  1. Pancasila adalah ______ negara Indonesia.
  2. Para perumus Pancasila mengutamakan ______ bangsa.
  3. Keputusan bersama sebaiknya dilakukan melalui ______.
  4. Membantu teman merupakan contoh sikap ______ berkorban.
  5. Tidak mudah menyerah merupakan contoh sikap ______ menyerah.

Uraian

  1. Sebutkan tiga nilai kepahlawanan yang dapat kita teladani dari para perumus Pancasila!
  2. Mengapa kita harus mengutamakan persatuan?
  3. Berikan dua contoh sikap musyawarah di sekolah!
  4. Bagaimana cara menunjukkan sikap cinta tanah air sebagai seorang pelajar?
  5. Mengapa kita harus menghargai pendapat orang lain?

E. Kunci Jawaban

Pilihan Ganda:

  1. B
  2. C
  3. B
  4. A
  5. C

Isian:

  1. dasar
  2. kepentingan
  3. musyawarah
  4. rela
  5. pantang

Uraian:
Jawaban dapat disesuaikan. Contohnya:

  1. Cinta tanah air, mengutamakan persatuan, rela berkorban, musyawarah, bertanggung jawab, dan pantang menyerah.
  2. Karena persatuan membuat kehidupan menjadi rukun dan membantu bangsa menghadapi berbagai tantangan.
  3. Menentukan ketua kelompok dan menentukan pembagian tugas kelompok melalui diskusi.
  4. Belajar dengan sungguh-sungguh, menjaga lingkungan, menghargai budaya Indonesia, dan menjaga persatuan.
  5. Karena setiap orang memiliki hak untuk menyampaikan pendapat dan perbedaan pendapat dapat diselesaikan dengan musyawarah.

CAPAIN PEMBELAJARAN SENI RUPA

Merefleksikan dan mengapresiasi karya diri sendiri dan teman sekelas menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai.


TUJUAN PEMBELAJARAN:
Peserta didik dapat menjelaskan keseimbangan dan irama dalam karya seni rupa dengan baik.

MATERI POKOK                     : Keseimbangan dan Irama dalam Karya Seni Rupa
 
MODEL/METODE PEMBELAJARAN : Problem Basic Leaening

MEDIA PEMBELAJARAN            : LCD, Video, Gambar

MATERI AJAR

A. Pengertian Keseimbangan dalam Seni Rupa

Keseimbangan adalah pengaturan unsur-unsur seni rupa agar karya terlihat seimbang, harmonis, dan tidak terasa berat sebelah.

Unsur seni rupa yang dapat diatur keseimbangannya antara lain:

  • bentuk;
  • warna;
  • ukuran;
  • garis;
  • tekstur;
  • ruang.

Keseimbangan membuat karya seni terlihat lebih nyaman dan menarik ketika dilihat.

Contoh

Bayangkan sebuah gambar dengan benda yang sangat besar di sebelah kiri, sedangkan sebelah kanan hampir kosong. Gambar tersebut dapat terlihat tidak seimbang.

Sebaliknya, jika unsur-unsur pada kedua sisi diatur dengan baik, karya akan terlihat lebih seimbang.


B. Jenis-Jenis Keseimbangan

1. Keseimbangan Simetris

Keseimbangan simetris terjadi ketika bagian kiri dan kanan karya memiliki bentuk atau susunan yang sama atau hampir sama.

Contoh:

  • gambar kupu-kupu;
  • gambar wajah manusia;
  • motif hias yang sama di kanan dan kiri.

Ciri-ciri:

  • terlihat rapi;
  • teratur;
  • memiliki kesan formal;
  • mudah dikenali.

2. Keseimbangan Asimetris

Keseimbangan asimetris terjadi ketika bagian kiri dan kanan tidak sama, tetapi tetap terlihat seimbang.

Keseimbangan dapat diperoleh melalui perbedaan ukuran, warna, bentuk, atau jumlah objek.

Contoh:

Sebuah gambar memiliki satu pohon besar di sebelah kiri dan beberapa bunga kecil di sebelah kanan. Walaupun bentuknya berbeda, susunan tersebut dapat tetap terlihat seimbang.

Ciri-ciri:

  • lebih bebas;
  • dinamis;
  • tidak harus memiliki bentuk yang sama;
  • tetap terlihat harmonis.

3. Keseimbangan Radial

Keseimbangan radial adalah keseimbangan yang memiliki susunan unsur-unsur seni memusat atau menyebar dari satu titik pusat.

Contoh:

  • gambar bunga;
  • motif lingkaran;
  • hiasan mandala;
  • motif batik tertentu.

C. Pengertian Irama dalam Seni Rupa

Irama dalam seni rupa adalah pengulangan unsur-unsur seni rupa secara teratur atau terencana sehingga menimbulkan kesan gerak, pola, atau keteraturan.

Irama dapat dibuat dengan mengulang:

  • garis;
  • bentuk;
  • warna;
  • ukuran;
  • motif;
  • tekstur.

Contoh

Perhatikan susunan berikut:

🔵 🔵 🔵 🔵 🔵

Bentuk lingkaran yang diulang menghasilkan pola yang teratur.

Contoh lainnya:

🔺 🔵 🔺 🔵 🔺 🔵

Pengulangan bentuk segitiga dan lingkaran menciptakan irama dalam karya.


D. Jenis-Jenis Irama

1. Irama Pengulangan

Irama yang terbentuk karena suatu bentuk atau unsur diulang berkali-kali.

Contoh:

🌸 🌸 🌸 🌸 🌸


2. Irama Berselang-seling

Irama yang dibuat dengan mengulang dua atau lebih unsur secara bergantian.

Contoh:

🔴 🔵 🔴 🔵 🔴 🔵


3. Irama Progresif

Irama yang dibuat melalui perubahan unsur secara bertahap, misalnya ukuran yang semakin besar atau semakin kecil.

Contoh:

● ●● ●●● ●●●●


4. Irama Mengalir

Irama yang memberikan kesan gerak yang mengalir atau berkesinambungan.

Contohnya dapat ditemukan pada:

  • gambar ombak;
  • garis bergelombang;
  • pola daun;
  • motif tumbuhan.

E. Perbedaan Keseimbangan dan Irama

KeseimbanganIrama
Berkaitan dengan kesan seimbang dalam karyaBerkaitan dengan pengulangan unsur
Membuat karya tidak terasa berat sebelahMembuat karya memiliki pola atau kesan gerak
Dapat berupa simetris, asimetris, dan radialDapat berupa pengulangan, berselang-seling, progresif, dan mengalir
Mengatur penyebaran unsurMengatur pengulangan unsur

F. Hubungan Keseimbangan dan Irama

Keseimbangan dan irama dapat digunakan secara bersamaan dalam sebuah karya seni.

Misalnya, ketika membuat motif hias bunga, kita dapat:

  • menggunakan bunga yang sama secara berulang untuk menciptakan irama;
  • mengatur penyebaran bunga agar bagian kiri dan kanan terlihat seimbang.

Dengan demikian, karya seni akan terlihat lebih indah, teratur, dan harmonis.


G. Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari

Keseimbangan dan irama dapat ditemukan pada berbagai benda di sekitar kita.

Keseimbangan:

  • desain rumah;
  • bentuk kupu-kupu;
  • susunan meja;
  • motif kain;
  • hiasan dinding.

Irama:

  • motif pada kain batik;
  • pola lantai;
  • susunan ubin;
  • motif pada keramik;
  • hiasan pagar;
  • pola daun dan bunga.

H. Kegiatan Praktik

Membuat Motif Hias dengan Keseimbangan dan Irama

Alat dan Bahan

  • kertas gambar;
  • pensil;
  • penghapus;
  • penggaris;
  • pensil warna atau krayon.

Langkah-Langkah

  1. Siapkan kertas gambar.
  2. Buatlah garis pembatas atau bidang gambar.
  3. Tentukan bentuk utama, misalnya bunga, daun, lingkaran, atau geometris.
  4. Buat beberapa bentuk yang diulang untuk menghasilkan irama.
  5. Susun bentuk-bentuk tersebut agar terlihat seimbang.
  6. Warnai gambar dengan warna yang harmonis.
  7. Periksa kembali apakah susunan gambar sudah rapi dan seimbang.
  8. Berikan nama pada karya yang telah dibuat.

Contoh Ide

Buatlah motif dengan pola:

🌸 🍃 🌸 🍃 🌸 🍃

Pengulangan bunga dan daun menunjukkan irama berselang-seling.

Jika motif tersebut disusun secara teratur pada bidang gambar sehingga kedua sisi terlihat seimbang, maka karya tersebut juga memiliki keseimbangan.


I.Ringkasan

  1. Keseimbangan adalah pengaturan unsur seni rupa agar karya terlihat seimbang dan harmonis.
  2. Keseimbangan dapat berupa simetris, asimetris, dan radial.
  3. Irama adalah pengulangan unsur seni rupa yang teratur atau terencana.
  4. Irama dapat dibuat melalui pengulangan, pergantian, perubahan ukuran, atau susunan yang mengalir.
  5. Keseimbangan dan irama dapat membuat karya seni menjadi lebih menarik, teratur, harmonis, dan indah.
  6. Keduanya dapat diterapkan dalam gambar, motif hias, batik, kerajinan, dan berbagai karya seni rupa lainnya.

J. Latihan Soal

Pilihan Ganda

1. Pengaturan unsur seni rupa agar karya terlihat tidak berat sebelah disebut ....
A. irama
B. keseimbangan
C. tekstur
D. warna

2. Keseimbangan yang bagian kiri dan kanannya sama atau hampir sama disebut keseimbangan ....
A. asimetris
B. radial
C. simetris
D. progresif

3. Pengulangan unsur seni rupa secara teratur disebut ....
A. irama
B. keseimbangan
C. perspektif
D. proporsi

4. Pola 🔴 🔵 🔴 🔵 🔴 🔵 merupakan contoh irama ....
A. berselang-seling
B. radial
C. simetris
D. tidak beraturan

5. Contoh benda yang memiliki keseimbangan simetris adalah ....
A. bentuk kupu-kupu
B. susunan batu yang acak
C. gambar awan yang tidak beraturan
D. garis yang tidak beraturan

Isian Singkat

  1. Keseimbangan membuat karya seni terlihat ______ dan harmonis.
  2. Irama dapat dibuat dengan cara ______ unsur-unsur seni rupa.
  3. Keseimbangan yang sama pada kedua sisi disebut keseimbangan ______.
  4. Keseimbangan yang tidak sama tetapi tetap terlihat seimbang disebut ______.
  5. Pengulangan warna, bentuk, atau garis dapat menciptakan ______ dalam karya seni.

Uraian

  1. Apa yang dimaksud dengan keseimbangan dalam seni rupa?
  2. Sebutkan tiga jenis keseimbangan!
  3. Apa yang dimaksud dengan irama dalam karya seni rupa?
  4. Sebutkan dua contoh irama yang dapat digunakan dalam karya seni!
  5. Mengapa keseimbangan dan irama penting dalam sebuah karya seni rupa?

K. Kunci Jawaban

Pilihan Ganda

  1. B
  2. C
  3. A
  4. A
  5. A

Isian

  1. seimbang
  2. mengulang
  3. simetris
  4. asimetris
  5. irama

Uraian

  1. Keseimbangan adalah pengaturan unsur-unsur seni rupa agar karya terlihat seimbang, harmonis, dan tidak berat sebelah.
  2. Keseimbangan simetris, asimetris, dan radial.
  3. Irama adalah pengulangan unsur-unsur seni rupa secara teratur atau terencana sehingga menghasilkan pola atau kesan gerak.
  4. Irama pengulangan dan irama berselang-seling.
  5. Karena keseimbangan membuat karya terlihat harmonis, sedangkan irama membuat karya terlihat teratur, menarik, dan memiliki kesan gerak.

Minggu, 23 Agustus 2026

KEGIATAN MEMPERINGATI MAULID NABI MUHAMMAD SAW, MATEMATIKA, BAHASA INDONESIA, P PANCASILA

By elfida fida - Agustus 23, 2026 7 Comments

 CLASS IV.B SD AL AZAHAR 2

 

IDENTITAS DIRI:

        HARI/TANGGAL                  : SENIN/ 24 AGUSTUS 2026

A.         NAMA                            : ELFIDA, S.Pd

           FASE/ KELAS                    : B/ IV.B

B.         MAPEL                          : MATEMATIKA

C.        

Tabik Pun 🙏 

Goog morning mylovely students. How are you.

Hopely you are healthy and happiness

Welcome to our class 4B. Let's study together and success together.

Apersepsi:

Guru meminta siswa mengingat kembali nilai tempat bilangan (ratusan, puluhan, satuan) dengan menuliskan sebuah angka di papan tulis (contoh: 345).

Guru menyampaikan Kebesaran Allah SWT: "Anak-anak yang shalih dan shalihah, tahukah kalian bahwa Allah SWT menciptakan alam semesta ini dengan penuh ketelitian dan perhitungan yang sangat rapi? Setiap tetes air hujan yang turun dan jumlah helai daun di pohon sudah dihitung dengan sempurna oleh Allah, sebagaimana firman-Nya dalam Surat Al-Jinn ayat 28: '...dan Dia menghitung segala sesuatu satu per satu.' Nah, hari ini kita akan belajar meneladani kerapian ciptaan Allah tersebut lewat matematika, yaitu dengan melakukan operasi penjumlahan bilangan cacah sampai 1.000 menggunakan metode susun panjang dan susun pendek. Mari kita belajar dengan penuh semangat, agar kita bisa lebih bersyukur atas segala nikmat-Nya yang tak terhitung!"

 

CAPAIAN PEMBELAJARAN:

Bilangan

Menunjukkan pemahaman dan intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 10.000; membaca, menulis, membandingkan, dan mengurutkan bilangan; menentukan dan

menggunakan nilai tempat; melakukan komposisi dan dekomposisi  bilangan cacah sampai 10.000.

TUJUAN PEMBELAJARAN:

Peserta didik dapat:

Melakukan operasi penjumlahan bilangan cacah sampai 1.000 menggunakan metode susun panjang maupun susun pendek dengan/tanpa menyimpan

 MATERI POKOK                    : Melakukan Operasi Penjumlahan Bilangan Cacah sampai 1.000 (Susun Panjang & Pendek)

 
MODEL/METODE PEMBELAJARAN : Inkuiri
 
MEDIA PEMBELAJARAN            : Kartu Angka, LCD

MATERI AJAR

A. Pengertian Penjumlahan

Penjumlahan adalah kegiatan menggabungkan dua bilangan atau lebih untuk mendapatkan jumlah keseluruhan.

Tanda yang digunakan dalam penjumlahan adalah:

+ dibaca ditambah.

Hasil dari penjumlahan disebut jumlah.

Contoh:

25 + 14 = 39

Artinya:

25 ditambah 14 sama dengan 39.


B. Nilai Tempat dalam Penjumlahan

Sebelum melakukan penjumlahan, kita harus memahami nilai tempat.

Bilangan sampai 1.000 memiliki nilai tempat:

RibuanRatusanPuluhanSatuan
1000

Contoh bilangan 736:

RatusanPuluhanSatuan
736

Artinya:

  • 7 ratusan = 700
  • 3 puluhan = 30
  • 6 satuan = 6

Jadi:

736 = 700 + 30 + 6


C. Penjumlahan dengan Susun Panjang

Susun panjang adalah cara menjumlahkan bilangan dengan menguraikan bilangan berdasarkan nilai tempatnya.

Contoh 1

Hitunglah:

234 + 125 = ...

Langkah 1: Uraikan bilangan

234 = 200 + 30 + 4

125 = 100 + 20 + 5

Langkah 2: Jumlahkan berdasarkan nilai tempat

Ratusan:

200 + 100 = 300

Puluhan:

30 + 20 = 50

Satuan:

4 + 5 = 9

Langkah 3: Gabungkan

300 + 50 + 9 = 359

Jadi:

234 + 125 = 359


Contoh 2: Penjumlahan Tanpa Menyimpan

Hitunglah:

321 + 246 = ...

Susun panjang:

321 = 300 + 20 + 1

246 = 200 + 40 + 6

Jumlahkan:

  • Ratusan: 300 + 200 = 500
  • Puluhan: 20 + 40 = 60
  • Satuan: 1 + 6 = 7

Jadi:

500 + 60 + 7 = 567

Maka:

321 + 246 = 567


D. Penjumlahan Susun Panjang dengan Menyimpan

Kadang-kadang hasil penjumlahan pada satu tempat bernilai lebih dari 9. Kita perlu melakukan menyimpan ke nilai tempat berikutnya.

Contoh

248 + 175 = ...

Uraikan:

248 = 200 + 40 + 8

175 = 100 + 70 + 5

Langkah 1: Jumlahkan satuan

8 + 5 = 13

13 = 10 + 3

Simpan 1 puluhan, sisakan 3 satuan.

Langkah 2: Jumlahkan puluhan

40 + 70 + 10 = 120

120 = 100 + 20

Simpan 1 ratusan, sisakan 2 puluhan.

Langkah 3: Jumlahkan ratusan

200 + 100 + 100 = 400

Jadi:

248 + 175 = 423


E. Penjumlahan dengan Susun Pendek

Susun pendek adalah cara menjumlahkan bilangan dengan menuliskan bilangan secara vertikal berdasarkan nilai tempatnya.

Perhatikan:

Contoh 1

Hitunglah:

234 + 125

Susun berdasarkan nilai tempat:

234
125
---
359

Langkah:

  1. Satuan: 4 + 5 = 9
  2. Puluhan: 3 + 2 = 5
  3. Ratusan: 2 + 1 = 3

Jadi:

234 + 125 = 359


F. Susun Pendek dengan Menyimpan

Contoh 2

Hitunglah:

248 + 175

Susun:

1
248
175
---
423

Langkah 1: Satuan

8 + 5 = 13

Tulis 3 pada tempat satuan dan simpan 1 ke puluhan.

Langkah 2: Puluhan

4 + 7 + 1 = 12

Tulis 2 pada tempat puluhan dan simpan 1 ke ratusan.

Langkah 3: Ratusan

2 + 1 + 1 = 4

Tulis 4 pada tempat ratusan.

Hasil:

248 + 175 = 423


G. Penjumlahan Bilangan yang Hasilnya sampai 1.000

Contoh

456 + 325 = ...

Susun pendek:

456
325
---
781

Langkah:

  • Satuan: 6 + 5 = 11 → tulis 1, simpan 1
  • Puluhan: 5 + 2 + 1 = 8
  • Ratusan: 4 + 3 = 7

Jadi:

456 + 325 = 781


Contoh Penjumlahan dengan Hasil 1.000

675 + 325 = ...

1
675
325
---
1000

Langkah:

  • Satuan: 5 + 5 = 10 → tulis 0, simpan 1
  • Puluhan: 7 + 2 + 1 = 10 → tulis 0, simpan 1
  • Ratusan: 6 + 3 + 1 = 10

Jadi:

675 + 325 = 1.000


H. Perbedaan Susun Panjang dan Susun Pendek

Susun PanjangSusun Pendek
Bilangan diuraikan berdasarkan nilai tempatBilangan langsung ditulis berjajar ke bawah
Lebih mudah untuk memahami konsep nilai tempatLebih cepat digunakan untuk menghitung
Contoh: 200 + 30 + 4Contoh: 234
Cocok untuk memahami langkah penjumlahanCocok untuk latihan menghitung

I. Langkah-Langkah Penjumlahan Susun Pendek

Untuk melakukan penjumlahan susun pendek:

  1. Tuliskan bilangan secara vertikal.
  2. Pastikan satuan berada di bawah satuan.
  3. Pastikan puluhan berada di bawah puluhan.
  4. Pastikan ratusan berada di bawah ratusan.
  5. Jumlahkan mulai dari satuan.
  6. Jika hasilnya 10 atau lebih, lakukan menyimpan.
  7. Lanjutkan ke puluhan dan ratusan.
  8. Tuliskan hasil akhirnya.

Ingat!

Satuan → Puluhan → Ratusan


J. Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari

Contoh Soal Cerita 1

Rani memiliki 125 buah kelereng. Kemudian, Ayah memberikan 234 kelereng lagi.

Berapa jumlah kelereng Rani sekarang?

Penyelesaian

125 + 234

125
234
---
359

Jadi, jumlah kelereng Rani adalah 359 buah.


Contoh Soal Cerita 2

Di perpustakaan terdapat 356 buku cerita dan 245 buku pelajaran.

Berapa jumlah seluruh buku di perpustakaan?

Penyelesaian

356 + 245

356
245
---
601

Jadi, jumlah seluruh buku adalah 601 buku.


K. Latihan Soal

A. Pilihan Ganda

1. Hasil dari 125 + 234 adalah ...

A. 349
B. 359
C. 369
D. 379

2. Hasil dari 321 + 156 adalah ...

A. 467
B. 477
C. 487
D. 497

3. Hasil dari 245 + 125 adalah ...

A. 360
B. 370
C. 380
D. 390

4. Hasil dari 456 + 234 adalah ...

A. 680
B. 690
C. 700
D. 710

5. Hasil dari 675 + 325 adalah ...

A. 900
B. 950
C. 990
D. 1.000


B. Isilah Titik-Titik

  1. 234 + 125 = ....
  2. 345 + 123 = ....
  3. 456 + 222 = ....
  4. 578 + 212 = ....
  5. 625 + 175 = ....

C. Kerjakan dengan Cara Susun Panjang

  1. 123 + 245 = ....
  2. 234 + 356 = ....
  3. 325 + 174 = ....
  4. 412 + 268 = ....
  5. 526+ 274 = ....

D. Kerjakan dengan Cara Susun Pendek

  1. 245 + 132 = ....
  2. 356 + 245 = ....
  3. 428 + 163 = ....
  4. 567 + 233 = ....
  5. 675 + 325 = ....

L. Soal Cerita

21. Budi memiliki 245 kelereng. Ia membeli lagi 125 kelereng. Berapa jumlah kelereng Budi sekarang?

22. Sebuah toko memiliki 325 pensil. Kemudian toko tersebut mendapat kiriman 275 pensil. Berapa jumlah pensil sekarang?

23. Di kebun terdapat 456 pohon mangga dan 234 pohon jeruk. Berapa jumlah seluruh pohon?

24. Siti mengumpulkan 375 perangko. Kemudian ia mendapat 225 perangko dari temannya. Berapa jumlah perangko Siti sekarang?

25. Sebuah sekolah memiliki 625 buku. Sekolah membeli lagi 275 buku. Berapa jumlah buku seluruhnya?


M. Kunci Jawaban

Pilihan Ganda

  1. B. 359
  2. B. 477
  3. B. 370
  4. B. 690
  5. D. 1.000

Isian

  1. 359
  2. 468
  3. 678
  4. 790
  5. 800

Susun Panjang

  1. 368
  2. 590
  3. 499
  4. 680
  5. 800

Susun Pendek

  1. 377
  2. 601
  3. 591
  4. 800
  5. 1.000

Soal Cerita

  1. 245 + 125 = 370 kelereng
  2. 325 + 275 = 600 pensil
  3. 456 + 234 = 690 pohon
  4. 375 + 225 = 600 perangko
  5. 625 + 275 = 900 buku

N. Rangkuman

  1. Penjumlahan adalah kegiatan menggabungkan dua bilangan atau lebih.
  2. Tanda penjumlahan adalah +.
  3. Penjumlahan bilangan cacah sampai 1.000 dapat dilakukan dengan cara susun panjang dan susun pendek.
  4. Pada susun panjang, bilangan diuraikan berdasarkan nilai tempat.
  5. Pada susun pendek, bilangan ditulis secara vertikal sesuai nilai tempat.
  6. Penjumlahan dilakukan mulai dari satuan, kemudian puluhan, lalu ratusan.
  7. Jika hasil penjumlahan suatu nilai tempat lebih dari 9, kita melakukan menyimpan.
  8. Hasil penjumlahan bilangan cacah dalam materi ini tidak lebih dari 1.000.

CAPAIAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA:

Membaca dan Memirsa

Membaca kata-kata baru dengan fasih dari bacaan dan/atau tayangan yang dipirsa; dan memahami ide pokok, ide pendukung, pesan, dan informasi dalam teks sastra dan nonsastra berbentuk cetak dan/atau elektronik.


TUJUAN PEMBELAJARAN:

Melalui kegiatan membaca teks, mengamati tayangan, bekerja dalam proyek kelompok, dan berlatih presentasi, peserta didik mampu:

      mencari dan mencatat ide pokok, ide pendukung, pesan, dan informasi dari teks sastra dan nonsastra cetak/elektronik;

      menyusun catatan informasi menjadi ringkasan sederhana menggunakan kalimat majemuk dan kata berawalan me-;

        mempresentasikan isi bacaan secara lisan dengan percaya diri dan bahasa yang santun.

MATERI POKOK                      : Mencari Informasi dan Mempresentasikan Isi Bacaan
 
MODEL/METODE PEMBELAJARAN : Project Based Learning (PjBL)

 
MEDIA PEMBELAJARAN            : LCD, Video

MATERI AJAR

1. Apa Itu Informasi dalam Bacaan?

Informasi adalah keterangan, gagasan, atau berita penting yang bisa kita dapatkan setelah membaca sebuah teks atau cerita.

Agar mudah menemukan informasi penting, anak-anak bisa menggunakan rumus tanya yang terkenal dengan sebutan ADIKSIMBA (atau 5W + 1H):

  • Apa peristiwa yang sedang dibicarakan?

  • Di mana kejadian itu berlangsung?

  • Kapan waktu kejadiannya?

  • Siapa tokoh atau orang yang terlibat?

  • Mengapa hal itu bisa terjadi?

  • Bagaimana proses atau urutan peristiwanya?

2. Langkah-Langkah Mencari Informasi Penting

Agar tidak bingung saat membaca teks yang panjang, ikuti 3 langkah mudah ini:

  • Baca Judul Terlebih Dahulu: Judul biasanya memberikan petunjuk besar tentang isi teks.

  • Baca Teks dengan Seksama: Baca seluruh cerita atau artikel secara teliti (jangan terburu-buru).

  • Tandai Kata Kunci atau Kalimat Utama: Garis bawahi kalimat-kalimat yang memuat pokok pikiran atau informasi penting (seperti tanggal, nama tempat, atau alasan suatu kejadian).

3. Cara Mempresentasikan Isi Bacaan

Setelah berhasil menemukan informasi penting, saatnya mempresentasikan (menceritakan kembali) isi bacaan tersebut di depan guru atau teman-teman sekelas.

Kunci Presentasi yang Baik:

  • Gunakan Kalimat Sendiri: Jangan membaca teks mentah-mentah, ceritakan kembali dengan bahasamu sendiri yang lebih santai.

  • Susun secara Berurutan:

    1. Pendahuluan: Sebutkan judul bacaan dan sampaikan secara singkat tentang apa teks itu.

    2. Isi Utama: Sampaikan informasi penting yang sudah kamu temukan (jawaban dari pertanyaan siapa, di mana, mengapa, dll).

    3. Penutup: Berikan kesimpulan atau pesan moral dari bacaan tersebut, lalu ucapkan terima kasih.

  • Perhatikan Penampilan: Berbicaralah dengan suara yang lantang, artikulasi yang jelas, dan sesekali lihat ke arah pendengar (kontak mata).

4. Contoh Praktik Singkat

Teks Bacaan: "Pada hari Minggu pagi, Siti dan teman-temannya pergi ke Kebun Raya Bogor. Mereka berkunjung ke sana untuk mengamati berbagai jenis tanaman obat dalam rangka tugas sekolah. Siti merasa sangat senang karena mendapat banyak ilmu baru."

Informasi yang Berhasil Ditemukan:

  • Siapa? Siti dan teman-temannya.

  • Di mana? Kebun Raya Bogor.

  • Kapan? Hari Minggu pagi.

  • Mengapa? Untuk mengamati tanaman obat sebagai tugas sekolah.

Contoh Cara Mempresentasikannya:

"Halo teman-teman, hari ini saya akan menceritakan isi bacaan tentang kunjungan Siti. Pada hari Minggu pagi, Siti dan teman-temannya pergi ke Kebun Raya Bogor untuk mengamati tanaman obat demi menyelesaikan tugas sekolah. Siti sangat senang karena bisa belajar banyak hal baru di sana. Terima kasih!"

Soal Latihan

Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan membaca teks di atas secara teliti!

  1. Kapan kegiatan kerja bakti membersihkan lingkungan sekolah dilaksanakan?

  2. Siapa saja yang mendapatkan tugas untuk membersihkan halaman depan kelas dan menyapu daun kering?

  3. Di mana kelompok Siti bertugas selama kegiatan kerja bakti berlangsung?

  4. Mengapa kelompok Edo bertugas membersihkan saluran air?

  5. Bagaimana kondisi lingkungan sekolah setelah kegiatan kerja bakti selesai?

Kunci Jawaban dan Penjelasan

  1. Jawaban: Pada hari Jumat pagi.

    • (Informasi waktu kejadian)

  2. Jawaban: Kelompok Beni.

    • (Informasi tokoh atau kelompok yang melakukan tugas tertentu)

  3. Jawaban: Di taman bunga.

    • (Informasi tempat kejadian)

  4. Jawaban: Agar tidak ada sampah yang menyumbat saluran air.

    • (Informasi alasan/sebab suatu hal dilakukan)

  5. Jawaban: Lingkungan sekolah kini terlihat bersih, rapi, dan indah

CAPAIAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PAANCASILA

Pancasila

Mengidentifikasi makna sila-sila Pancasila, dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari; mengenal karakter para perumus Pancasila; menunjukkan sikap bangga menjadi anak Indonesia yang memiliki bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan di lingkungan sekitar.

TUJUAN PEMBELAJARAN:

Peserta didik mampu mengidentifikasi karakter positif tokoh perumus Pancasila dengan baik.


MATERI POKOK                      : Karakter Para Perumus Pancasila

MODEL/METODE PEMBELAJARAN : Discovery Learning

MEDIA PEMBELAJARAN            : LCD,Video, Gambar/Poto

MATERI AJAR

Proses perumusan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia berlangsung dalam sidang BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) dan disempurnakan oleh Panitia Sembilan. Tokoh-tokoh seperti Mr. Mohammad Yamin, Prof. Dr. Mr. Soepomo, Ir. Soekarno, Drs. Mohammad Hatta, serta KH. Wahid Hasjim memberikan kontribusi besar dalam perumusan ini.

Meskipun memiliki latar belakang agama, budaya, dan pandangan politik yang berbeda, mereka mampu bersatu karena memiliki karakter-karakter positif berikut:

1. Cinta Tanah Air dan Patriotisme

Para tokoh perumus Pancasila menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi maupun golongan. Mereka rela mengorbankan waktu, tenaga, bahkan keselamatan jiwa demi tercapainya kemerdekaan Indonesia.

2. Mengutamakan Persatuan dan Kesatuan

Para tokoh sangat menyadari bahwa Indonesia terdiri dari berbagai suku, agama, dan budaya. Karakter ini sangat terlihat ketika para tokoh pendiri bangsa menyepakati perubahan kalimat pada Piagam Jakarta demi menjaga keutuhan seluruh rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

3. Musyawarah dan Toleransi (Menghargai Perbedaan)

Dalam sidang-sidang BPUPKI maupun PPKI, setiap tokoh menyampaikan pendapatnya secara terbuka. Mereka mendengarkan pandangan orang lain dengan tenang, tidak memaksakan kehendak, dan menghargai setiap perbedaan pendapat.

4. Kerja Keras dan Pantang Menyerah

Merumuskan dasar negara di tengah situasi penjajahan membutuhkan ketahanan mental dan fisik yang luar biasa. Para tokoh bekerja keras, belajar, dan berdiskusi tanpa kenal lelah demi melahirkan Pancasila.

5. Berjiwa Besar dan Rendah Hati

Para perumus Pancasila memiliki sifat sportif dan berjiwa besar. Ketika ide atau gagasan pribadi tidak terpilih menjadi rumusan akhir, mereka tetap menerima keputusan bersama dengan lapang dada dan mendukungnya secara penuh.

📌 Kesimpulan Materi

Kesimpulan:

Lahirnya Pancasila bukan hanya hasil dari kejeniusan pemikiran, tetapi juga buah dari karakter positif para perumus Pancasila. Karakter utama seperti cinta tanah air, mengutamakan persatuan, toleransi dalam bermusyawarah, kerja keras, dan berjiwa besar merupakan pondasi utama terwujudnya Indonesia yang merdeka dan bersatu.

Sebagai generasi penerus, kita dapat meneladani karakter-karakter ini melalui tindakan nyata di sekolah maupun di rumah, seperti menghargai pendapat teman, tidak membeda-bedakan suku/agama, rajin belajar, serta menerima hasil musyawarah dengan lapang dada.

 Latihan Soal Isian Singkat (10 Soal)

Petunjuk: Isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang tepat dan singkat!

  1. Badan yang bertugas menyelidiki usaha-usaha persiapan kemerdekaan Indonesia dan menjadi tempat awal perumusan Pancasila adalah ....

  2. Tiga tokoh utama yang menyampaikan gagasan dasar negara dalam sidang pertama BPUPKI adalah Mr. Mohammad Yamin, Prof. Dr. Mr. Soepomo, dan ....

  3. Sikap menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan dinamakan ....

  4. Perubahan kalimat pada sila pertama Piagam Jakarta dilakukan oleh para tokoh bangsa demi menjaga ....

  5. Mengaku kalah dengan lapang dada dan tidak memaksakan kehendak saat pendapat tidak diterima menunjukkan sikap berjiwa ....

  6. Tokoh perumus Pancasila yang dikenal sangat gemar membaca buku, jujur, dan bersahaja serta menjadi Wakil Presiden Indonesia pertama adalah ....

  7. Sikap saling menghargai dan menghormati perbedaan agama, suku, maupun pendapat antar sesama disebut ....

  8. Cara pengambilan keputusan bersama yang dicontohkan oleh para perumus Pancasila melalui pembicaraan bersama untuk mencapai kesepakatan disebut ....

  9. Menjaga kebersihan kelas bersama tanpa membeda-bedakan teman merupakan salah satu contoh penerapan karakter perumus Pancasila di lingkungan ....

  10. Sifat tidak mudah putus asa dan bersungguh-sungguh dalam menghadapi kesulitan yang ditunjukkan oleh para pendiri bangsa adalah karakter kerja keras dan ....

🔑 Kunci Jawaban & Pembahasan

  1. BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia)

    Pembahasan: BPUPKI adalah lembaga yang dibentuk untuk mempersiapkan dasar negara dan rancangan UUD.

  2. Ir. Soekarno

    Pembahasan: Tiga pembicara utama dasar negara adalah Mr. Mohammad Yamin, Prof. Dr. Mr. Soepomo, dan Ir. Soekarno.

  3. Cinta tanah air / Patriotisme

    Pembahasan: Sikap mendahulukan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi adalah bentuk nyata cinta tanah air.

  4. Persatuan dan kesatuan bangsa (NKRI)

    Pembahasan: Perubahan dilakukan agar tidak ada kelompok atau wilayah di Indonesia yang merasa dianalogikan secara berbeda.

  5. Besar

    Pembahasan: Berjiwa besar berarti mau menerima keputusan bersama walaupun berbeda dengan keinginan pribadi.

  6. Drs. Mohammad Hatta (Bung Hatta)

    Pembahasan: Bung Hatta dikenal sebagai sosok yang sangat disiplin, gemar membaca, jujur, dan sederhana.

  7. Toleransi

    Pembahasan: Toleransi adalah tenggang rasa dan penghargaan terhadap perbedaan.

  8. Musyawarah (Musyawarah untuk mufakat)

    Pembahasan: Musyawarah merupakan tradisi berdemokrasi bangsa Indonesia dalam meng ambil keputusan bersama.

  9. Sekolah

    Pembahasan: Melaksanakan piket/kerja bakti kelas bersama teman adalah wujud pengamalan di sekolah.

  10. Pantang menyerah

    Pembahasan: Karakter pantang menyerah membuat para pahlawan tidak berhenti berjuang meski menghadapi rintangan berat.

 Refleksi/kesimpulan kegiatan pembelajaran hari ini:

Alhamdulillah kegiatan memperingati hari Maulid Nabi Muhammad SAW berjalan dengan baik dan lancar yang dilakanakan di Masjid Al Azhar.

Untuk mateei yang ada diblogger para murid beajar di rumah dengan memnbahas soal-soal yanga ada di blogger.


Berikut dokumentasi kengiatan hari ini:







IPAS,P PANCASILA,SENI RUPA

   CLASS IV.B SD AL AZAHAR 2   IDENTITAS DIRI:         HARI/TANGGAL                  : RABU/ 26 AGUSTUS 2026 A.          NAMA               ...

 

Elfida Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea