CLASS IV.B SD AL AZAHAR 2
IDENTITAS DIRI:
HARI/TANGGAL : SENIN/ 24 AGUSTUS 2026
A. NAMA : ELFIDA, S.Pd
FASE/ KELAS : B/ IV.B
B. MAPEL : MATEMATIKA
C.
Tabik Pun 🙏
Goog morning mylovely students. How are you.
Hopely you are healthy and happiness
Apersepsi:
Guru meminta siswa mengingat kembali nilai tempat bilangan (ratusan, puluhan, satuan) dengan menuliskan sebuah angka di papan tulis (contoh: 345).
Guru menyampaikan Kebesaran Allah SWT: "Anak-anak yang shalih dan shalihah, tahukah kalian bahwa Allah SWT menciptakan alam semesta ini dengan penuh ketelitian dan perhitungan yang sangat rapi? Setiap tetes air hujan yang turun dan jumlah helai daun di pohon sudah dihitung dengan sempurna oleh Allah, sebagaimana firman-Nya dalam Surat Al-Jinn ayat 28: '...dan Dia menghitung segala sesuatu satu per satu.' Nah, hari ini kita akan belajar meneladani kerapian ciptaan Allah tersebut lewat matematika, yaitu dengan melakukan operasi penjumlahan bilangan cacah sampai 1.000 menggunakan metode susun panjang dan susun pendek. Mari kita belajar dengan penuh semangat, agar kita bisa lebih bersyukur atas segala nikmat-Nya yang tak terhitung!"
Bilangan
Menunjukkan pemahaman dan intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 10.000; membaca, menulis, membandingkan, dan mengurutkan bilangan; menentukan dan
Peserta didik dapat:
A. Pengertian Penjumlahan
Penjumlahan adalah kegiatan menggabungkan dua bilangan atau lebih untuk mendapatkan jumlah keseluruhan.
Tanda yang digunakan dalam penjumlahan adalah:
+ dibaca ditambah.
Hasil dari penjumlahan disebut jumlah.
Contoh:
25 + 14 = 39
Artinya:
25 ditambah 14 sama dengan 39.
B. Nilai Tempat dalam Penjumlahan
Sebelum melakukan penjumlahan, kita harus memahami nilai tempat.
Bilangan sampai 1.000 memiliki nilai tempat:
| Ribuan | Ratusan | Puluhan | Satuan |
|---|---|---|---|
| 1 | 0 | 0 | 0 |
Contoh bilangan 736:
| Ratusan | Puluhan | Satuan |
| 7 | 3 | 6 |
Artinya:
- 7 ratusan = 700
- 3 puluhan = 30
- 6 satuan = 6
Jadi:
736 = 700 + 30 + 6
C. Penjumlahan dengan Susun Panjang
Susun panjang adalah cara menjumlahkan bilangan dengan menguraikan bilangan berdasarkan nilai tempatnya.
Contoh 1
Hitunglah:
234 + 125 = ...
Langkah 1: Uraikan bilangan
234 = 200 + 30 + 4
125 = 100 + 20 + 5
Langkah 2: Jumlahkan berdasarkan nilai tempat
Ratusan:
200 + 100 = 300
Puluhan:
30 + 20 = 50
Satuan:
4 + 5 = 9
Langkah 3: Gabungkan
300 + 50 + 9 = 359
Jadi:
234 + 125 = 359
Contoh 2: Penjumlahan Tanpa Menyimpan
Hitunglah:
321 + 246 = ...
Susun panjang:
321 = 300 + 20 + 1
246 = 200 + 40 + 6
Jumlahkan:
- Ratusan: 300 + 200 = 500
- Puluhan: 20 + 40 = 60
- Satuan: 1 + 6 = 7
Jadi:
500 + 60 + 7 = 567
Maka:
321 + 246 = 567
D. Penjumlahan Susun Panjang dengan Menyimpan
Kadang-kadang hasil penjumlahan pada satu tempat bernilai lebih dari 9. Kita perlu melakukan menyimpan ke nilai tempat berikutnya.
Contoh
248 + 175 = ...
Uraikan:
248 = 200 + 40 + 8
175 = 100 + 70 + 5
Langkah 1: Jumlahkan satuan
8 + 5 = 13
13 = 10 + 3
Simpan 1 puluhan, sisakan 3 satuan.
Langkah 2: Jumlahkan puluhan
40 + 70 + 10 = 120
120 = 100 + 20
Simpan 1 ratusan, sisakan 2 puluhan.
Langkah 3: Jumlahkan ratusan
200 + 100 + 100 = 400
Jadi:
248 + 175 = 423
E. Penjumlahan dengan Susun Pendek
Susun pendek adalah cara menjumlahkan bilangan dengan menuliskan bilangan secara vertikal berdasarkan nilai tempatnya.
Perhatikan:
Contoh 1
Hitunglah:
234 + 125
Susun berdasarkan nilai tempat:
234125---359
Langkah:
- Satuan: 4 + 5 = 9
- Puluhan: 3 + 2 = 5
- Ratusan: 2 + 1 = 3
Jadi:
234 + 125 = 359
F. Susun Pendek dengan Menyimpan
Contoh 2
Hitunglah:
248 + 175
Susun:
1248175---423
Langkah 1: Satuan
8 + 5 = 13
Tulis 3 pada tempat satuan dan simpan 1 ke puluhan.
Langkah 2: Puluhan
4 + 7 + 1 = 12
Tulis 2 pada tempat puluhan dan simpan 1 ke ratusan.
Langkah 3: Ratusan
2 + 1 + 1 = 4
Tulis 4 pada tempat ratusan.
Hasil:
248 + 175 = 423
G. Penjumlahan Bilangan yang Hasilnya sampai 1.000
Contoh
456 + 325 = ...
Susun pendek:
456325---781
Langkah:
- Satuan: 6 + 5 = 11 → tulis 1, simpan 1
- Puluhan: 5 + 2 + 1 = 8
- Ratusan: 4 + 3 = 7
Jadi:
456 + 325 = 781
Contoh Penjumlahan dengan Hasil 1.000
675 + 325 = ...
1675325---1000
Langkah:
- Satuan: 5 + 5 = 10 → tulis 0, simpan 1
- Puluhan: 7 + 2 + 1 = 10 → tulis 0, simpan 1
- Ratusan: 6 + 3 + 1 = 10
Jadi:
675 + 325 = 1.000
H. Perbedaan Susun Panjang dan Susun Pendek
| Susun Panjang | Susun Pendek |
| Bilangan diuraikan berdasarkan nilai tempat | Bilangan langsung ditulis berjajar ke bawah |
| Lebih mudah untuk memahami konsep nilai tempat | Lebih cepat digunakan untuk menghitung |
| Contoh: 200 + 30 + 4 | Contoh: 234 |
| Cocok untuk memahami langkah penjumlahan | Cocok untuk latihan menghitung |
I. Langkah-Langkah Penjumlahan Susun Pendek
Untuk melakukan penjumlahan susun pendek:
- Tuliskan bilangan secara vertikal.
- Pastikan satuan berada di bawah satuan.
- Pastikan puluhan berada di bawah puluhan.
- Pastikan ratusan berada di bawah ratusan.
- Jumlahkan mulai dari satuan.
- Jika hasilnya 10 atau lebih, lakukan menyimpan.
- Lanjutkan ke puluhan dan ratusan.
- Tuliskan hasil akhirnya.
Ingat!
Satuan → Puluhan → Ratusan
J. Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari
Contoh Soal Cerita 1
Rani memiliki 125 buah kelereng. Kemudian, Ayah memberikan 234 kelereng lagi.
Berapa jumlah kelereng Rani sekarang?
Penyelesaian
125 + 234
125234---359
Jadi, jumlah kelereng Rani adalah 359 buah.
Contoh Soal Cerita 2
Di perpustakaan terdapat 356 buku cerita dan 245 buku pelajaran.
Berapa jumlah seluruh buku di perpustakaan?
Penyelesaian
356 + 245
356245---601
Jadi, jumlah seluruh buku adalah 601 buku.
K. Latihan Soal
A. Pilihan Ganda
1. Hasil dari 125 + 234 adalah ...
2. Hasil dari 321 + 156 adalah ...
3. Hasil dari 245 + 125 adalah ...
4. Hasil dari 456 + 234 adalah ...
5. Hasil dari 675 + 325 adalah ...
B. Isilah Titik-Titik
- 234 + 125 = ....
- 345 + 123 = ....
- 456 + 222 = ....
- 578 + 212 = ....
- 625 + 175 = ....
C. Kerjakan dengan Cara Susun Panjang
- 123 + 245 = ....
- 234 + 356 = ....
- 325 + 174 = ....
- 412 + 268 = ....
- 526 + 274 = ....
D. Kerjakan dengan Cara Susun Pendek
- 245 + 132 = ....
- 356 + 245 = ....
- 428 + 163 = ....
- 567 + 233 = ....
- 675 + 325 = ....
L. Soal Cerita
21. Budi memiliki 245 kelereng. Ia membeli lagi 125 kelereng. Berapa jumlah kelereng Budi sekarang?
22. Sebuah toko memiliki 325 pensil. Kemudian toko tersebut mendapat kiriman 275 pensil. Berapa jumlah pensil sekarang?
23. Di kebun terdapat 456 pohon mangga dan 234 pohon jeruk. Berapa jumlah seluruh pohon?
24. Siti mengumpulkan 375 perangko. Kemudian ia mendapat 225 perangko dari temannya. Berapa jumlah perangko Siti sekarang?
25. Sebuah sekolah memiliki 625 buku. Sekolah membeli lagi 275 buku. Berapa jumlah buku seluruhnya?
M. Kunci Jawaban
Pilihan Ganda
- B. 359
- B. 477
- B. 370
- B. 690
- D. 1.000
Isian
- 359
- 468
- 678
- 790
- 800
Susun Panjang
- 368
- 590
- 499
- 680
- 800
Susun Pendek
- 377
- 601
- 591
- 800
- 1.000
Soal Cerita
- 245 + 125 = 370 kelereng
- 325 + 275 = 600 pensil
- 456 + 234 = 690 pohon
- 375 + 225 = 600 perangko
- 625 + 275 = 900 buku
N. Rangkuman
- Penjumlahan adalah kegiatan menggabungkan dua bilangan atau lebih.
- Tanda penjumlahan adalah +.
- Penjumlahan bilangan cacah sampai 1.000 dapat dilakukan dengan cara susun panjang dan susun pendek.
- Pada susun panjang, bilangan diuraikan berdasarkan nilai tempat.
- Pada susun pendek, bilangan ditulis secara vertikal sesuai nilai tempat.
- Penjumlahan dilakukan mulai dari satuan, kemudian puluhan, lalu ratusan.
- Jika hasil penjumlahan suatu nilai tempat lebih dari 9, kita melakukan menyimpan.
- Hasil penjumlahan bilangan cacah dalam materi ini tidak lebih dari 1.000.
Membaca dan Memirsa
Membaca kata-kata baru dengan fasih dari bacaan dan/atau tayangan yang dipirsa; dan memahami ide pokok, ide pendukung, pesan, dan informasi dalam teks sastra dan nonsastra berbentuk cetak dan/atau elektronik.
Melalui kegiatan membaca teks, mengamati tayangan, bekerja dalam proyek kelompok, dan berlatih presentasi, peserta didik mampu:
• mencari dan mencatat ide pokok, ide pendukung, pesan, dan informasi dari teks sastra dan nonsastra cetak/elektronik;
• menyusun catatan informasi menjadi ringkasan sederhana menggunakan kalimat majemuk dan kata berawalan me-;
1. Apa Itu Informasi dalam Bacaan?
Informasi adalah keterangan, gagasan, atau berita penting yang bisa kita dapatkan setelah membaca sebuah teks atau cerita.
Agar mudah menemukan informasi penting, anak-anak bisa menggunakan rumus tanya yang terkenal dengan sebutan ADIKSIMBA (atau 5W + 1H):
Apa peristiwa yang sedang dibicarakan?
Di mana kejadian itu berlangsung?
Kapan waktu kejadiannya?
Siapa tokoh atau orang yang terlibat?
Mengapa hal itu bisa terjadi?
Bagaimana proses atau urutan peristiwanya?
2. Langkah-Langkah Mencari Informasi Penting
Agar tidak bingung saat membaca teks yang panjang, ikuti 3 langkah mudah ini:
Baca Judul Terlebih Dahulu: Judul biasanya memberikan petunjuk besar tentang isi teks.
Baca Teks dengan Seksama: Baca seluruh cerita atau artikel secara teliti (jangan terburu-buru).
Tandai Kata Kunci atau Kalimat Utama: Garis bawahi kalimat-kalimat yang memuat pokok pikiran atau informasi penting (seperti tanggal, nama tempat, atau alasan suatu kejadian).
3. Cara Mempresentasikan Isi Bacaan
Setelah berhasil menemukan informasi penting, saatnya mempresentasikan (menceritakan kembali) isi bacaan tersebut di depan guru atau teman-teman sekelas.
Kunci Presentasi yang Baik:
Gunakan Kalimat Sendiri: Jangan membaca teks mentah-mentah, ceritakan kembali dengan bahasamu sendiri yang lebih santai.
Susun secara Berurutan:
Pendahuluan: Sebutkan judul bacaan dan sampaikan secara singkat tentang apa teks itu.
Isi Utama: Sampaikan informasi penting yang sudah kamu temukan (jawaban dari pertanyaan siapa, di mana, mengapa, dll).
Penutup: Berikan kesimpulan atau pesan moral dari bacaan tersebut, lalu ucapkan terima kasih.
Perhatikan Penampilan: Berbicaralah dengan suara yang lantang, artikulasi yang jelas, dan sesekali lihat ke arah pendengar (kontak mata).
4. Contoh Praktik Singkat
Teks Bacaan: "Pada hari Minggu pagi, Siti dan teman-temannya pergi ke Kebun Raya Bogor. Mereka berkunjung ke sana untuk mengamati berbagai jenis tanaman obat dalam rangka tugas sekolah. Siti merasa sangat senang karena mendapat banyak ilmu baru."
Informasi yang Berhasil Ditemukan:
Siapa? Siti dan teman-temannya.
Di mana? Kebun Raya Bogor.
Kapan? Hari Minggu pagi.
Mengapa? Untuk mengamati tanaman obat sebagai tugas sekolah.
Contoh Cara Mempresentasikannya:
"Halo teman-teman, hari ini saya akan menceritakan isi bacaan tentang kunjungan Siti. Pada hari Minggu pagi, Siti dan teman-temannya pergi ke Kebun Raya Bogor untuk mengamati tanaman obat demi menyelesaikan tugas sekolah. Siti sangat senang karena bisa belajar banyak hal baru di sana. Terima kasih!"
Soal Latihan
Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan membaca teks di atas secara teliti!
Kapan kegiatan kerja bakti membersihkan lingkungan sekolah dilaksanakan?
Siapa saja yang mendapatkan tugas untuk membersihkan halaman depan kelas dan menyapu daun kering?
Di mana kelompok Siti bertugas selama kegiatan kerja bakti berlangsung?
Mengapa kelompok Edo bertugas membersihkan saluran air?
Bagaimana kondisi lingkungan sekolah setelah kegiatan kerja bakti selesai?
Kunci Jawaban dan Penjelasan
Jawaban: Pada hari Jumat pagi.
(Informasi waktu kejadian)
Jawaban: Kelompok Beni.
(Informasi tokoh atau kelompok yang melakukan tugas tertentu)
Jawaban: Di taman bunga.
(Informasi tempat kejadian)
Jawaban: Agar tidak ada sampah yang menyumbat saluran air.
(Informasi alasan/sebab suatu hal dilakukan)
Jawaban: Lingkungan sekolah kini terlihat bersih, rapi, dan indah
CAPAIAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PAANCASILAPancasila
Mengidentifikasi makna sila-sila Pancasila, dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari; mengenal karakter para perumus Pancasila; menunjukkan sikap bangga menjadi anak Indonesia yang memiliki bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan di lingkungan sekitar.
TUJUAN PEMBELAJARAN:
Peserta didik mampu mengidentifikasi karakter positif tokoh perumus Pancasila dengan baik.
MATERI POKOK : Karakter Para Perumus Pancasila
MODEL/METODE PEMBELAJARAN : Discovery Learning
MEDIA PEMBELAJARAN : LCD,Video, Gambar/Poto
MATERI AJAR
Jawaban: Pada hari Jumat pagi.
(Informasi waktu kejadian)
Jawaban: Kelompok Beni.
(Informasi tokoh atau kelompok yang melakukan tugas tertentu)
Jawaban: Di taman bunga.
(Informasi tempat kejadian)
Jawaban: Agar tidak ada sampah yang menyumbat saluran air.
(Informasi alasan/sebab suatu hal dilakukan)
Jawaban: Lingkungan sekolah kini terlihat bersih, rapi, dan indah
Pancasila
Mengidentifikasi makna sila-sila Pancasila, dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari; mengenal karakter para perumus Pancasila; menunjukkan sikap bangga menjadi anak Indonesia yang memiliki bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan di lingkungan sekitar.
TUJUAN PEMBELAJARAN:
Peserta didik mampu mengidentifikasi karakter positif tokoh perumus Pancasila dengan baik.
Proses perumusan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia berlangsung dalam sidang BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) dan disempurnakan oleh Panitia Sembilan. Tokoh-tokoh seperti Mr. Mohammad Yamin, Prof. Dr. Mr. Soepomo, Ir. Soekarno, Drs. Mohammad Hatta, serta KH. Wahid Hasjim memberikan kontribusi besar dalam perumusan ini.
Meskipun memiliki latar belakang agama, budaya, dan pandangan politik yang berbeda, mereka mampu bersatu karena memiliki karakter-karakter positif berikut:
1. Cinta Tanah Air dan Patriotisme
Para tokoh perumus Pancasila menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi maupun golongan. Mereka rela mengorbankan waktu, tenaga, bahkan keselamatan jiwa demi tercapainya kemerdekaan Indonesia.
2. Mengutamakan Persatuan dan Kesatuan
Para tokoh sangat menyadari bahwa Indonesia terdiri dari berbagai suku, agama, dan budaya. Karakter ini sangat terlihat ketika para tokoh pendiri bangsa menyepakati perubahan kalimat pada Piagam Jakarta demi menjaga keutuhan seluruh rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke.
3. Musyawarah dan Toleransi (Menghargai Perbedaan)
Dalam sidang-sidang BPUPKI maupun PPKI, setiap tokoh menyampaikan pendapatnya secara terbuka. Mereka mendengarkan pandangan orang lain dengan tenang, tidak memaksakan kehendak, dan menghargai setiap perbedaan pendapat.
4. Kerja Keras dan Pantang Menyerah
Merumuskan dasar negara di tengah situasi penjajahan membutuhkan ketahanan mental dan fisik yang luar biasa. Para tokoh bekerja keras, belajar, dan berdiskusi tanpa kenal lelah demi melahirkan Pancasila.
5. Berjiwa Besar dan Rendah Hati
Para perumus Pancasila memiliki sifat sportif dan berjiwa besar. Ketika ide atau gagasan pribadi tidak terpilih menjadi rumusan akhir, mereka tetap menerima keputusan bersama dengan lapang dada dan mendukungnya secara penuh.
📌 Kesimpulan Materi
Kesimpulan:
Lahirnya Pancasila bukan hanya hasil dari kejeniusan pemikiran, tetapi juga buah dari karakter positif para perumus Pancasila. Karakter utama seperti cinta tanah air, mengutamakan persatuan, toleransi dalam bermusyawarah, kerja keras, dan berjiwa besar merupakan pondasi utama terwujudnya Indonesia yang merdeka dan bersatu.
Sebagai generasi penerus, kita dapat meneladani karakter-karakter ini melalui tindakan nyata di sekolah maupun di rumah, seperti menghargai pendapat teman, tidak membeda-bedakan suku/agama, rajin belajar, serta menerima hasil musyawarah dengan lapang dada.
Kesimpulan:
Lahirnya Pancasila bukan hanya hasil dari kejeniusan pemikiran, tetapi juga buah dari karakter positif para perumus Pancasila. Karakter utama seperti cinta tanah air, mengutamakan persatuan, toleransi dalam bermusyawarah, kerja keras, dan berjiwa besar merupakan pondasi utama terwujudnya Indonesia yang merdeka dan bersatu.
Sebagai generasi penerus, kita dapat meneladani karakter-karakter ini melalui tindakan nyata di sekolah maupun di rumah, seperti menghargai pendapat teman, tidak membeda-bedakan suku/agama, rajin belajar, serta menerima hasil musyawarah dengan lapang dada.
Latihan Soal Isian Singkat (10 Soal)
Petunjuk: Isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang tepat dan singkat!
Badan yang bertugas menyelidiki usaha-usaha persiapan kemerdekaan Indonesia dan menjadi tempat awal perumusan Pancasila adalah ....
Tiga tokoh utama yang menyampaikan gagasan dasar negara dalam sidang pertama BPUPKI adalah Mr. Mohammad Yamin, Prof. Dr. Mr. Soepomo, dan ....
Sikap menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan dinamakan ....
Perubahan kalimat pada sila pertama Piagam Jakarta dilakukan oleh para tokoh bangsa demi menjaga ....
Mengaku kalah dengan lapang dada dan tidak memaksakan kehendak saat pendapat tidak diterima menunjukkan sikap berjiwa ....
Tokoh perumus Pancasila yang dikenal sangat gemar membaca buku, jujur, dan bersahaja serta menjadi Wakil Presiden Indonesia pertama adalah ....
Sikap saling menghargai dan menghormati perbedaan agama, suku, maupun pendapat antar sesama disebut ....
Cara pengambilan keputusan bersama yang dicontohkan oleh para perumus Pancasila melalui pembicaraan bersama untuk mencapai kesepakatan disebut ....
Menjaga kebersihan kelas bersama tanpa membeda-bedakan teman merupakan salah satu contoh penerapan karakter perumus Pancasila di lingkungan ....
Sifat tidak mudah putus asa dan bersungguh-sungguh dalam menghadapi kesulitan yang ditunjukkan oleh para pendiri bangsa adalah karakter kerja keras dan ....
🔑 Kunci Jawaban & Pembahasan
BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia)
Pembahasan: BPUPKI adalah lembaga yang dibentuk untuk mempersiapkan dasar negara dan rancangan UUD.
Ir. Soekarno
Pembahasan: Tiga pembicara utama dasar negara adalah Mr. Mohammad Yamin, Prof. Dr. Mr. Soepomo, dan Ir. Soekarno.
Cinta tanah air / Patriotisme
Pembahasan: Sikap mendahulukan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi adalah bentuk nyata cinta tanah air.
Persatuan dan kesatuan bangsa (NKRI)
Pembahasan: Perubahan dilakukan agar tidak ada kelompok atau wilayah di Indonesia yang merasa dianalogikan secara berbeda.
Besar
Pembahasan: Berjiwa besar berarti mau menerima keputusan bersama walaupun berbeda dengan keinginan pribadi.
Drs. Mohammad Hatta (Bung Hatta)
Pembahasan: Bung Hatta dikenal sebagai sosok yang sangat disiplin, gemar membaca, jujur, dan sederhana.
Toleransi
Pembahasan: Toleransi adalah tenggang rasa dan penghargaan terhadap perbedaan.
Musyawarah (Musyawarah untuk mufakat)
Pembahasan: Musyawarah merupakan tradisi berdemokrasi bangsa Indonesia dalam meng ambil keputusan bersama.
Sekolah
Pembahasan: Melaksanakan piket/kerja bakti kelas bersama teman adalah wujud pengamalan di sekolah.
Pantang menyerah
Pembahasan: Karakter pantang menyerah membuat para pahlawan tidak berhenti berjuang meski menghadapi rintangan berat.
BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia)
Pembahasan: BPUPKI adalah lembaga yang dibentuk untuk mempersiapkan dasar negara dan rancangan UUD.
Ir. Soekarno
Pembahasan: Tiga pembicara utama dasar negara adalah Mr. Mohammad Yamin, Prof. Dr. Mr. Soepomo, dan Ir. Soekarno.
Cinta tanah air / Patriotisme
Pembahasan: Sikap mendahulukan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi adalah bentuk nyata cinta tanah air.
Persatuan dan kesatuan bangsa (NKRI)
Pembahasan: Perubahan dilakukan agar tidak ada kelompok atau wilayah di Indonesia yang merasa dianalogikan secara berbeda.
Besar
Pembahasan: Berjiwa besar berarti mau menerima keputusan bersama walaupun berbeda dengan keinginan pribadi.
Drs. Mohammad Hatta (Bung Hatta)
Pembahasan: Bung Hatta dikenal sebagai sosok yang sangat disiplin, gemar membaca, jujur, dan sederhana.
Toleransi
Pembahasan: Toleransi adalah tenggang rasa dan penghargaan terhadap perbedaan.
Musyawarah (Musyawarah untuk mufakat)
Pembahasan: Musyawarah merupakan tradisi berdemokrasi bangsa Indonesia dalam meng ambil keputusan bersama.
Sekolah
Pembahasan: Melaksanakan piket/kerja bakti kelas bersama teman adalah wujud pengamalan di sekolah.
Pantang menyerah
Pembahasan: Karakter pantang menyerah membuat para pahlawan tidak berhenti berjuang meski menghadapi rintangan berat.
Refleksi/kesimpulan kegiatan pembelajaran hari ini:
