Minggu, 13 September 2026

MATEMATIKA

By elfida fida - September 13, 2026 0 Comments

CLASS IV.B SD AL AZAHAR 2

IDENTITAS

  • Nama Guru: Elfida, S.Pd.

  • Mata Pelajaran: Matematika

  • Hari, Tanggal: Senin, 14 September 2026

  • Fase/Kelas: B / IV (IV B)

  • Materi: Konsep Perkalian sebagai Penjumlahan Berulang dan Penggunaan Simbol sampai 100

  • Pertemuan ke: 2

🎯 Capaian & Tujuan Pembelajaran

Capaian Pembelajaran

Peserta didik menunjukkan pemahaman dan intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 10.000. Peserta didik dapat melakukan operasi perkalian dan pembagian bilangan cacah sampai 100 menggunakan benda-benda konkret, gambar, dan simbol matematika.

Tujuan Pembelajaran

Peserta didik dapat melakukan operasi perkalian bilangan cacah dengan hasil atau melibatkan bilangan sampai 100 menggunakan simbol matematika melalui konsep perkalian sebagai penjumlahan berulang.

🌟 Pendekatan Pembelajaran

🌿 Mindful Learning: 

Murid diajak untuk fokus dan sadar dalam memahami konsep dasar hitung dengan mengamati pengelompokan benda-benda di sekitar kelas (seperti kelereng, pensil, atau sedotan). Murid berlatih menyadari bahwa kelompok benda yang berjumlah sama dapat dihitung secara efisien melalui penjumlahan yang berulang.

💡 Meaningful Learning: 

Murid menghubungkan materi perkalian dengan pengalaman sehari-hari, seperti menghitung jumlah roda dari beberapa sepeda, jumlah kaki meja di kelas, atau membeli beberapa kemasan makanan yang berisi jumlah benda yang sama. Hal ini membantu murid memahami manfaat perkalian dalam kehidupan sehari-hari.

🎉 Joyful Learning: 

Murid belajar dalam suasana menyenangkan melalui permainan kelompok "Kantong Perkalian", kartu domino perkalian, dan lagu perkalian sederhana. Murid bekerja secara berpasangan untuk menyusun benda konkret, menuliskan bentuk penjumlahan berulang, lalu mengubahnya menjadi bentuk perkalian menggunakan simbol "×" dan "=". Guru memberikan apresiasi terhadap ketelitian dan kerja sama murid.

📌 Alur Tujuan Pembelajaran

Menjelaskan konsep dasar perkalian sebagai penjumlahan berulang.
Mengidentifikasi hubungan antara penjumlahan berulang dan bentuk perkalian.

Mengenal dan menggunakan simbol matematika perkalian (×) dan sama dengan (=) dengan benar.

Mengubah bentuk penjumlahan berulang menjadi bentuk perkalian sampai hasil 100.

Mengubah bentuk perkalian menjadi penjumlahan berulang.

Menghitung hasil perkalian bilangan cacah sampai 100.Menyelesaikan soal cerita sederhana yang berkaitan dengan perkalian dalam kehidupan sehari-hari.

 

🌸 Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas IV B! 💖

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Pada pembelajaran Matematika hari ini, kita akan fokus belajar mengoperasikan perkalian bilangan cacah sampai 100 sebagai penjumlahan berulang, menggunakan bantuan benda konkret, gambar, dan simbol matematika, serta memecahkan soal cerita kontekstual sehari-hari. Kita akan belajar bagaimana memahami konsep perkalian dari wujud benda nyata hingga menjadi kalimat matematika yang tepat.

Dengarkan penjelasan Bu Guru dengan baik, ikuti langkah-langkah penghitungan dengan cermat, berani bertanya, dan bersikap jujur serta percaya diri. 🌟

Tetap semangat belajar, ananda sholeh dan sholehah IV B!

📚 MATERI AJAR MATEMATIKA: KONSEP PERKALIAN SEBAGAI PENJUMLAHAN BERULANG. 

A. Pengertian Perkalian

Perkalian adalah penjumlahan berulang dari bilangan yang sama.Ketika kita memiliki beberapa kelompok benda yang banyaknya sama, kita dapat menjumlahkan isi setiap kelompok tersebut secara berulang, atau menulisnya dalam bentuk perkalian agar lebih singkat dan mudah.

Contoh:

Siti memiliki 3 piring. Setiap piring berisi 4 buah apel. Berapa jumlah seluruh apel Siti?Penjumlahan berulang: 4+4+4=12

Bentuk perkalian: 3×4=12

(Angka 3 menunjukkan banyak kelompok/piring, dan angka 4 menunjukkan banyak isi tiap kelompok).

B. Mengenal Simbol PerkalianDalam matematika, kita menggunakan simbol-simbol berikut:

Simbol Kali (×): Digunakan untuk menyatakan operasi perkalian.

Simbol Sama Dengan (=): Digunakan untuk menunjukkan hasil hitung.

Aturan Penulisan:

Banyak Kelompok×Isi Tiap Kelompok=Jumlah Total

C. Mengubah Penjumlahan Berulang Menjadi Perkalian

Perhatikan contoh perubahan berikut!

Contoh 1:

5+5+5+5=…Angka 5 dijumlahkan sebanyak 4 kali.

Bentuk perkalian: 4×5=20

Contoh 2:7+7+7=…Angka 7 dijumlahkan sebanyak 3 kali.

Bentuk perkalian: 3×7=21

D. Mengubah Perkalian Menjadi Penjumlahan Berulang

Contoh 1:5×6=…Artinya ada 5 kali penjumlahan angka 6.

Bentuk penjumlahan: 6+6+6+6+6=30

Contoh 2:6×10=…Artinya ada 6 kali penjumlahan angka 10.

Bentuk penjumlahan: 10+10+10+10+10+10=60

D. Ayo Berlatih! 

✏️Kerjakan latihan berikut di buku tulismu dengan teliti!

Bagian 1: 

Tuliskan Bentuk Perkalian dari Penjumlahan Berulang Berikut!

3+3+3+3+3+3=⋯×⋯=…

9+9+9+9+9=⋯×⋯=…

12+12+12+12=⋯×⋯=…

Bagian 2: Tuliskan Bentuk Penjumlahan Berulang dan Hitung Hasilnya!

6×5=⋯+⋯+⋯+⋯+⋯+⋯=…

4×8=⋯+⋯+⋯+⋯=…

Bagian 3: 

Soal Cerita 

SederhanaAhmad membeli 5 kantong kelereng. Setiap kantong berisi 7 butir kelereng. Tuliskan bentuk penjumlahan berulang, bentuk perkalian, dan tentukan jumlah seluruh kelereng Ahmad!

Selamat belajar dan berlatih, ananda sholeh dan sholehah Class IV B! Tetap semangat dan selalu teliti! 💖✨

REFLEKSI:

PENDIDIKAN PANCASILA

By elfida fida - September 13, 2026 0 Comments

  CLASS IV.B SD AL AZAHAR 2

 

 Mengenal Tokoh Perumus Pancasila dan Meneladani Nilai-Nilai Kepahlawanan

Hari/Tanggal: ,Senin 14 September 2026

Nama Guru: Elfida, S.Pd.

Fase/Kelas: B / IV B

Mata Pelajaran: Pendidikan Pancasila

Materi: Sikap Meneladani Nilai-Nilai Kepahlawanan dalam Kehidupan Sehari-hari

🌸 Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas IV B! 💖

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan senantiasa bersemangat dalam menuntut ilmu. Semoga Allah Swt. selalu melimpahkan kesehatan, kemudahan, dan keberkahan ilmu untuk kita semua. Aamiin. 🤲

Sebelum memulai pembelajaran hari ini, mari kita awali dengan berdoa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar hati kita tenang dan pembelajaran berjalan lancar penuh berkah. ✨

Pada pembelajaran Pendidikan Pancasila hari ini, kita akan belajar mengenal tokoh-tokoh hebat perumus dasar negara kita, yaitu Pancasila. Kita akan membaca kisah perjuangan para pendiri bangsa, mengidentifikasi karakter terpuji dan nilai-nilai kepahlawanan mereka saat merumuskan Pancasila, serta belajar bagaimana meneladani nilai-nilai tersebut dalam kehidupan kita sehari-hari di rumah, sekolah, dan masyarakat.

Simak penjelasan Bu Guru dengan saksama, bacalah materi dengan teliti, jangan ragu untuk bertanya, dan sampaikan pendapatmu dengan percaya diri. 🌟

Tetap semangat belajar, ananda sholeh dan sholehah IV B!

Jadilah anak yang berakhlak mulia, cinta tanah air, bijaksana dalam bermusyawarah, dan selalu siap meneladani nilai-nilai Pancasila! 🇮🇩✨

📌 CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu mengidentifikasi tokoh-tokoh perumus Pancasila, memahami proses perumusan dasar negara, mengidentifikasi karakter dan nilai-nilai kepahlawanan para perumus Pancasila, serta meneladani nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.

🎯 TUJUAN PEMBELAJARAN

Melalui kegiatan membaca narasi sejarah, mengamati gambar tokoh, berdiskusi, serta mengerjakan latihan, peserta didik mampu:

1. Mengidentifikasi tokoh-tokoh utama perumus Pancasila (Mr. Muhammad Yamin, Prof. Dr. Mr. Soepomo, dan Ir. Soekarno).

2. Menjelaskan peran para tokoh dalam proses perumusan dasar negara Indonesia.

3. Mengidentifikasi karakter terpuji dan nilai-nilai kepahlawanan para perumus Pancasila.

4. Menganalisis pentingnya sikap toleransi, musyawarah, dan kebersamaan dalam perumusan Pancasila.

5. Menunjukkan contoh perilaku meneladani nilai kepahlawanan perumus Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

6. Menunjukkan sikap cinta tanah air, menghargai perbedaan, disiplin, dan bertanggung jawab.

✅ ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu:

1. Menyebutkan nama-nama tokoh perumus Pancasila dengan benar.

2. Menjelaskan sikap dan karakter positif yang dimiliki para perumus Pancasila.

3. Menjelaskan pentingnya musyawarah mufakat dan toleransi dalam perumusan Pancasila.

4. Memberikan contoh penerapan nilai-nilai kepahlawanan Pancasila di lingkungan sekitar.

5. Menunjukkan sikap menghargai pendapat orang lain saat berdiskusi di kelas.


KISI-KISI SOAL, NASKAH SOAL, DAN KUNCI JAWABAN

Mata Pelajaran: Pendidikan Pancasila

Kelas / Fase: IV (Empat) / B

Elemen: Pancasila

Tujuan Pembelajaran: Mengidentifikasi karakter para perumus Pancasila

Materi Ajar:

  1. Nilai-nilai kepahlawanan dalam proses perumusan Pancasila.

  2. Meneladani dan menerapkan nilai juang tokoh perumus Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Metode Pembelajaran: Penugasan, Tanya Jawab

A. KISI-KISI PENYUSUNAN SOAL

No.

Indikator Pencapaian Tujuan Pembelajaran (IKTP)

Bentuk Soal

No. Soal

Level Kognitif

1.

Menyebutkan nama-nama tokoh perumus Pancasila.

Pilihan Ganda

1

L1 (C1 - Mengingat)

2.

Mengidentifikasi nilai utama yang dimiliki para tokoh saat merumuskan Pancasila.

Pilihan Ganda

2

L1 (C2 - Memahami)

3.

Menjelaskan contoh tindakan mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi.

Pilihan Ganda

3

L2 (C3 - Mengaplikasikan)

4.

Menentukan sikap yang benar saat terjadi perbedaan pendapat dalam diskusi/musyawarah.

Pilihan Ganda

4

L2 (C3 - Mengaplikasikan)

5.

Menunjukkan nilai toleransi dan menghargai keberagaman dalam proses perumusan Pancasila.

Pilihan Ganda

5

L2 (C3 - Mengaplikasikan)

6.

Menentukan contoh penerapan nilai juang perumus Pancasila di lingkungan sekolah.

Pilihan Ganda

6

L2 (C3 - Mengaplikasikan)

7.

Menjelaskan nilai pantang menyerah dan kerja keras para pahlawan.

Pilihan Ganda

7

L1 (C2 - Memahami)

8.

Menganalisis contoh sikap jujur dan bertanggung jawab di rumah.

Pilihan Ganda

8

L2 (C3 - Mengaplikasikan)

9.

Meneladani nilai persatuan dan kesatuan di lingkungan masyarakat.

Pilihan Ganda

9

L2 (C3 - Mengaplikasikan)

10.

Menganalisis tindakan positif siswa ketika mendapati teman yang membutuhkan bantuan.

Pilihan Ganda

10

L3 (C4 - Menganalisis)

11.

Menyebutkan 3 tokoh utama pengusul dasar negara Indonesia.

Isian / Uraian

1

L1 (C1 - Mengingat)

12.

Menjelaskan arti dari nilai "cinta tanah air" (patriotisme).

Isian / Uraian

2

L1 (C2 - Memahami)

13.

Menjelaskan pentingnya musyawarah untuk mencapai mufakat.

Isian / Uraian

3

L2 (C3 - Mengaplikasikan)

14.

Menyebutkan 2 contoh sikap meneladani perumus Pancasila di sekolah.

Isian / Uraian

4

L2 (C3 - Mengaplikasikan)

15.

Menjelaskan alasan mengapa kita harus mengutamakan kepentingan bersama.

Isian / Uraian

5

L2 (C3 - Mengaplikasikan)

16.

Menjelaskan nilai legawa/lapang dada jika pendapat kita tidak diterima dalam musyawarah.

Isian / Uraian

6

L2 (C3 - Mengaplikasikan)

17.

Memberikan contoh nilai toleransi antarumat beragama di lingkungan sekitar.

Isian / Uraian

7

L2 (C3 - Mengaplikasikan)

18.

Menjelaskan nilai semangat gotong royong yang dicontohkan para tokoh.

Isian / Uraian

8

L1 (C2 - Memahami)

19.

Menganalisis akibat jika kita tidak mau meneladani sikap juang para perumus Pancasila.

Isian / Uraian

9

L3 (C4 - Menganalisis)

20.

Menyusun rencana tindakan nyata dalam menerapkan nilai Pancasila di kehidupan sehari-hari.

Isian / Uraian

10

L3 (C4 - Menganalisis)

B. SOAL-SOAL UNTUK DIPELAJARI DI RUMAH

I. Pilihan Ganda

Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat (A, B, C, atau D)!

  1. Tiga tokoh utama yang mengusulkan rumusan dasar negara Indonesia dalam sidang BPUPKI adalah ... A. Ir. Soekarno, Mr. Soepomo, dan Mohammad Yamin

    B. Mohammad Hatta, Soetan Sjahrir, dan Ki Hajar Dewantara

    C. Ir. Soekarno, Jenderal Soedirman, dan Prince Diponegoro

    D. Mr. Soepomo, R.A. Kartini, dan Mohammad Yamin

  2. Para perumus Pancasila memiliki sifat tidak mudah menyerah dan selalu berjuang demi kemerdekaan Indonesia. Sikap ini disebut ... A. Egois

    B. Pantang menyerah

    C. Pesimis

    D. Acuh tak acuh

  3. Saat merumuskan Pancasila, para tokoh lebih mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi atau kelompok. Sikap ini mencerminkan nilai ... A. Cinta tanah air dan rela berkorban

    B. Ingin menang sendiri

    C. Mencari keuntungan pribadi

    D. Membeda-bedakan teman

  4. Dalam musyawarah pemilihan ketua kelas, pendapatmu tidak terpilih. Sikap meneladani perumus Pancasila yang harus kamu lakukan adalah ... A. Marah dan keluar dari ruangan

    B. Menolak hasil musyawarah

    C. Menerima hasil keputusan dengan lapang dada

    D. Memusuhi teman yang berbeda pendapat

  5. Para perumus Pancasila berasal dari daerah, suku, dan latar belakang yang berbeda, tetapi mereka tetap bersatu. Hal ini menunjukkan pentingnya nilai ... A. Keras kepala

    B. Toleransi dan persatuan

    C. Persaingan

    D. Kesombongan

  6. Contoh penerapan nilai juang perumus Pancasila di lingkungan sekolah adalah ... A. Menjauhi teman yang berbeda suku

    B. Melaksanakan piket kelas bersama secara bertanggung jawab

    C. Mengerjakan ujian secara bekerja sama/menyontek

    D. Datang terlambat ke sekolah

  7. Rasa cinta yang mendalam terhadap bangsa dan negara Indonesia yang dimiliki oleh para tokoh dinamakan ... A. Individualisme

    B. Patriotisme

    C. Chauvinisme

    D. Egoisme

  8. Di rumah, Ibu meminta bantuanmu untuk merapikan tempat tidur. Tindakan yang mencerminkan sikap bertanggung jawab dan mau bekerja keras adalah ... A. Pura-pura tidur

    B. Segera merapikan tempat tidur dengan ikhlas

    C. Menyuruh adik mengerjakan tugas tersebut

    D. Menolak karena ingin bermain

  9. Gotong royong membersihkan selokan di lingkungan rumah merupakan teladan nilai perumus Pancasila, yaitu ... A. Bekerja sendiri-sendiri

    B. Kebersamaan dan persatuan

    C. Mengandalkan orang lain

    D. Mencari pujian dari tetangga

  10. Ketika melihat teman jatuh dari sepeda saat bermain di lapangan, tindakan yang mencerminkan nilai kemanusiaan dan kepahlawanan adalah ... A. Mengetawakannya

    B. Merekam kejadian tersebut

    C. Segera menolong dan membawanya ke UKS/Rumah

    D. Mengabaikannya karena bukan teman dekat

II. Soal Isian / Uraian

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan jelas dan benar!

  1. Tuliskan 3 nama tokoh yang mengemukakan gagasan rumusan dasar negara Indonesia pada sidang BPUPKI!

  2. Apa yang dimaksud dengan nilai rela berkorban yang ditunjukkan oleh para tokoh perumus Pancasila?

  3. Mengapa musyawarah sangat penting dilakukan ketika kita ingin mengambil keputusan bersama?

  4. Berikan 2 contoh sikap meneladani nilai juang perumus Pancasila yang dapat kamu lakukan saat berada di kelas!

  5. Mengapa kita harus mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi?

  6. Apa yang harus kamu lakukan jika pendapatmu berbeda dengan pendapat temanmu saat berdiskusi kelompok?

  7. Berikan 1 contoh bentuk toleransi antarumat beragama yang ada di sekitar tempat tinggalmu!

  8. Mengapa semangat gotong royong sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat?

  9. Apa akibatnya jika masyarakat Indonesia tidak memiliki sikap persatuan dan toleransi?

  10. Tuliskan 1 janji/komitmen dirimu untuk meneladani sifat pahlawan perumus Pancasila mulai hari ini!

C. KUNCI JAWABAN DAN PEDOMAN PENSKORAN

Kunci Jawaban Pilihan Ganda

  1. A (Ir. Soekarno, Mr. Soepomo, dan Mohammad Yamin)

  2. B (Pantang menyerah)

  3. A (Cinta tanah air dan rela berkorban)

  4. C (Menerima hasil keputusan dengan lapang dada)

  5. B (Toleransi dan persatuan)

  6. B (Melaksanakan piket kelas bersama secara bertanggung jawab)

  7. B (Patriotisme)

  8. B (Segera merapikan tempat tidur dengan ikhlas)

  9. B (Kebersamaan dan persatuan)

  10. C (Segera menolong dan membawanya ke UKS/Rumah)

Skor Pilihan Ganda: Setiap jawaban benar bernilai 1. Total Skor Maksimal = 10.

Kunci Jawaban Isian / Uraian

  1. Mr. Mohammad Yamin, Mr. Soepomo, dan Ir. Soekarno.

  2. Sikap mau memberikan waktu, tenaga, maupun pikiran demi kepentingan bangsa dan negara tanpa mengharapkan imbalan.

  3. Agar keputusan yang diambil adil, disepakati bersama, dan tidak merugikan pihak manapun.

  4. Contoh jawaban:

    • Menghormati teman yang sedang berpendapat.

    • Melaksanakan piket kelas dengan penuh tanggung jawab.

    • Menolong teman yang kesulitan belajar. (Kebijakan guru untuk variasi jawaban benar)

  5. Agar tercapai kerukunan, keharmonisan, dan kedamaian bersama dalam kehidupan bermasyarakat.

  6. Tetap mendengarkan dengan sopan, tidak memotong pembicaraan, dan tidak memaksakan kehendak sendiri.

  7. Contoh jawaban: Menghormati tetangga yang sedang beribadah/tidak mengganggu ketenangan saat tetangga merayakan hari raya keagamaannya.

  8. Karena gotong royong membuat pekerjaan berat menjadi ringan, cepat selesai, dan mempererat tali silaturahmi/persatuan.

  9. Terjadi perpecahan, pertengkaran, dan kehidupan menjadi tidak tenteram/harmonis.

  10. Contoh jawaban: Saya berjanji akan rajin belajar, menghargai perbedaan teman, dan selalu siap membantu sesama tanpa membeda-bedakan.

Refleksi:


BAHASA INDONESIA

By elfida fida - September 13, 2026 0 Comments

 Senin, 10 September 2026 - Bahasa Indonesia


IDENTITAS

  • Nama Guru: Elfida, S.Pd

  • Marta Pelajaran: Bahasa Indonesia

  • Hari, Tanggal: Senin, 10 September 2026

  • Fase/Kelas: B/IV

  • Materi: Kalimat Majemuk Setara

  • Pertemuan ke: 14

  بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم

Ø Capaian Pembelajaran

Peserta didik mampu memahami informasi dari teks narasi atau informatif yang dibaca, menceritakan kembali informasi penting tersebut secara runtut, serta memahami dan menerapkan konsep struktur bahasa sederhana, termasuk penggunaan kalimat majemuk setara dalam lisan maupun tulisan.

Ø Tujuan Pembelajaran

Peserta didik mampu menceritakan kembali informasi penting dari teks yang dibaca dan memahami konsep kalimat majemuk setara.

  • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat menyimak teks bacaan dengan saksama, mengidentifikasi informasi penting, serta mencermati kata hubung yang digunakan dalam kalimat majemuk setara secara teliti.

  • Meaningful (Bermakna): Murid dapat menggunakan kalimat majemuk setara untuk menceritakan kembali peristiwa atau pengalaman sehari-hari secara lebih jelas dan runtut.

  • Joyful (Menyenangkan): Murid belajar menemukan kalimat majemuk setara melalui permainan menggabungkan dua kalimat tunggal, diskusi kelompok, dan kegiatan bercerita bersambung.

Ø Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Membaca teks cerita sederhana dengan konsentrasi.

  2. Mengidentifikasi informasi penting (apa, siapa, di mana, kapan, mengapa, bagaimana) dari teks.

  3. Mengenal pengertian kalimat tunggal dan kalimat majemuk setara.

  4. Mengidentifikasi kata hubung (konjungsi) setara (dan, atau, tetapi, sedangkan).

  5. Membedakan hubungan antar-klausa (penggabungan, pemilihan, pertentangan).

  6. Menggabungkan dua kalimat tunggal menjadi satu kalimat majemuk setara.

  7. Menceritakan kembali isi bacaan menggunakan kalimat majemuk setara secara lisan/tulisan.

📌 MATERI: KALIMAT MAJEMUK SETARA

Ø Model/Metode Pembelajaran

  • Model: Discovery Learning

  • Metode: Tanya jawab, demonstrasi, diskusi kelompok, permainan kartu kata hubung, dan latihan tertulis.

Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga

LKPD, kartu kalimat, papan tempel kata hubung, teks cerita, dan media presentasi/papan tulis.

Ø Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 4! 💖

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak hebat, saat kita membaca buku cerita, kita sering menemukan kalimat yang panjang dan menghubungkan dua kegiatan sekaligus. Misalnya: “Ahmad membaca buku dan Siti menulis cerita.”

Coba perhatikan, ada dua kegiatan berbeda yang digabungkan menjadi satu kalimat menggunakan kata dan.

Nah, hari ini kita akan belajar memahami Kalimat Majemuk Setara dan menceritakan kembali informasi penting dari teks yang kita baca. Yuk, kita pelajari bersama dengan cara yang mudah dan menyenangkan! 🌟

A. Apa Itu Kalimat Majemuk Setara?

Kalimat majemuk setara adalah kalimat yang terdiri atas dua kalimat tunggal atau lebih yang digabungkan menjadi satu, di mana kedudukan antar-kalimat tersebut sederajat (sama tinggi).

Kedua kalimat tunggal tersebut dihubungkan oleh kata hubung (konjungsi).

B. Kata Hubung dalam Kalimat Majemuk Setara

Ada beberapa kata hubung yang sering digunakan:

  1. Penggabungan (Penjumlahan): Menggunakan kata dan.

    • Kalimat 1: Ani menyukai pelajaran Bahasa Indonesia.

    • Kalimat 2: Budi menyukai pelajaran Bahasa Indonesia.

    • Gabungan: Ani dan Budi menyukai pelajaran Bahasa Indonesia.

  2. Pertentangan: Menggunakan kata tetapi atau sedangkan.

    • Kalimat 1: Doni ingin bermain sepak bola.

    • Kalimat 2: Hari sedang hujan deras.

    • Gabungan: Doni ingin bermain sepak bola, tetapi hari sedang hujan deras.

  3. Pemilihan: Menggunakan kata atau.

    • Kalimat 1: Kamu boleh membaca buku cerita di perpustakaan.

    • Kalimat 2: Kamu boleh membaca buku cerita di kelas.

    • Gabungan: Kamu boleh membaca buku cerita di perpustakaan atau di kelas.

C. Menemukan Informasi Penting dalam Teks

Untuk menceritakan kembali isi bacaan, kita harus menemukan informasi penting terlebih dahulu dengan pertanyaan panduan:

  • Apa peristiwa yang terjadi?

  • Siapa tokoh yang ada dalam cerita?

  • Di mana peristiwa itu terjadi?

  • Kapan peristiwa itu terjadi?

  • Mengapa dan Bagaimana peristiwa itu terjadi?

D. Contoh Menceritakan Kembali Informasi Teks

Teks Bacaan:

Pada hari Minggu pagi, Dimas dan keluarganya membersihkan rumah. Dimas bertugas menyapu halaman, sedangkan kakaknya menyiram bunga di taman. Ayah mengecat pagar rumah dan ibu menyiapkan makanan di dapur. Walaupun merasa lelah, mereka sangat bahagia karena rumah menjadi bersih.

Informasi Penting & Penggunaan Kalimat Majemuk Setara:

  • Dimas menyapu halaman, sedangkan kakaknya menyiram bunga.

  • Ayah mengecat pagar dan ibu menyiapkan makanan.

  • Rumah mereka menjadi bersih sehingga semua merasa bahagia.

🌟 INGAT!

  • Kalimat Majemuk Setara menggabungkan dua kalimat sederajat.

  • Kata hubung penggabungan: dan

  • Kata hubung pertentangan: tetapi, sedangkan

  • Kata hubung pemilihan: atau

  • Gunakan tanda koma (,) sebelum kata hubung pertentangan seperti tetapi atau sedangkan.

Ø Soal Asesmen / Post Test

I. Pilihan Ganda

Jawablah pertanyaan berikut dengan memilih jawaban yang paling tepat!

  1. Kalimat yang terdiri atas dua kalimat tunggal yang dihubungkan oleh kata hubung dinamakan...

    a. Kalimat perintah

    b. Kalimat majemuk setara

    c. Kalimat tanya

    d. Kalimat ajakan

  2. Perhatikan kalimat berikut!

    “Rani suka menggambar, ... adiknya suka menyanyi.”

    Kata hubung pertentangan yang tepat untuk melengkapi kalimat di atas adalah...

    a. dan

    b. atau

    c. sedangkan

    d. agar

  3. “Ayah membaca koran di teras. Ibu menyeduh teh hangat di dapur.”

    Gabungan kedua kalimat di atas yang tepat menggunakan kata hubung penggabungan adalah...

    a. Ayah membaca koran di teras dan Ibu menyeduh teh hangat di dapur.

    b. Ayah membaca koran di teras tetapi Ibu menyeduh teh hangat di dapur.

    c. Ayah membaca koran di teras atau Ibu menyeduh teh hangat di dapur.

    d. Ayah membaca koran di teras sehingga Ibu menyeduh teh hangat di dapur.

II. Isian Singkat

Isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang benar!

  1. Kata hubung “atau” digunakan dalam kalimat majemuk setara untuk menunjukkan sebuah ...

  2. Gabungkan dua kalimat berikut menjadi satu kalimat majemuk setara!

    • Kalimat A: Fahri ingin membeli buku cerita.

    • Kalimat B: Uang tabungan Fahri belum cukup.

    • Jawab: ______________

Kunci Jawaban:

Refleksi:

Kamis, 10 September 2026

MATEMATIKA

By elfida fida - September 10, 2026 6 Comments

 CLASS IV.B SD AL AZAHAR 2

 

Hari/Tanggal: Jumat, 11 September 2026

Nama Guru: Elfida, S.Pd.

Fase/Kelas: B / IV B

Mata Pelajaran: Matematika

Materi: Konsep Perkalian sebagai Penjuamlahan Berulang dan Penggunaan Simbol sampai 100

🌸 Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas IV B! 💖

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Pada pembelajaran Matematika hari ini, kita akan fokus belajar mengoperasikan perkalian bilangan cacah sampai 100 sebagai penjumlahan berulang, menggunakan bantuan benda konkret, gambar, dan simbol matematika, serta memecahkan soal cerita kontekstual sehari-hari. Kita akan belajar bagaimana memahami konsep perkalian dari wujud benda nyata hingga menjadi kalimat matematika yang tepat.

Dengarkan penjelasan Bu Guru dengan baik, ikuti langkah-langkah penghitungan dengan cermat, berani bertanya, dan bersikap jujur serta percaya diri. 🌟

Tetap semangat belajar, ananda sholeh dan sholehah IV B!

📌 CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu menunjukkan pemahaman dan intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100, serta dapat melakukan operasi perkalian bilangan cacah sampai 100 sebagai penjumlahan berulang dan menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan perkalian menggunakan bantuan benda konkret, gambar, dan simbol matematika secara tepat.

🎯 TUJUAN PEMBELAJARAN

Melalui kegiatan menyimak penjelasan, mengamati benda konkret dan gambar, berdiskusi, serta berlatih mandiri, peserta didik mampu:

Menjelaskan konsep perkalian bilangan cacah sampai 100 sebagai penjumlahan berulang dengan tepat.

Mengubah bentuk penjumlahan berulang menjadi kalimat matematika perkalian menggunakan simbol (×) dan sebaliknya.

Menganalisis informasi (Diketahui, Ditanya, dan Kalimat Matematika) pada soal cerita perkalian sederhana sampai 100.

Melakukan operasi perkalian bilangan cacah sampai 100 dengan bantuan media benda konkret atau gambar secara tepat.

Memecahkan soal cerita kontekstual sehari-hari yang berkaitan dengan operasi perkalian bilangan cacah sampai 100.Menunjukkan sikap teliti, jujur, dan tekun dalam menghitung dan menyelesaikan soal cerita.

✅ ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu:

Memahami konsep pengelompokan benda konkret ke dalam beberapa wadah dengan jumlah yang sama.

Mengidentifikasi penjumlahan berulang dari kelompok benda konkret/gambar.Menuliskan bentuk penjumlahan berulang ke dalam simbol matematika perkalian (a×b).

Menghitung hasil perkalian bilangan cacah sampai 100 dengan tepat.

Menuliskan langkah penyelesaian soal cerita kontekstual secara runtut (Diketahui, Ditanya, Dijawab, dan Kesimpulan).

Menunjukkan kerapian dan ketelitian dalam mengerjakan latihan harian.

📚 MATERI POKOK

📖 Pengertian Perkalian sebagai Penjumlahan Berulang

🖼️ Penggunaan Media Benda Konkret dan Gambar dalam Perkalian✖️

 Penggunaan Simbol Perkalian (×) dan Sama Dengan (=)

🧩 Langkah-Langkah Menganalisis dan Memecahkan Soal Cerita Kontekstual Perkalian

🧩 MODEL / METODE PEMBELAJARAN

Penjelasan interaktif, pemecahan masalah (Problem-Based Learning), demonstrasi papan tulis/benda konkret, diskusi kelompok, latihan terbimbing, dan penugasan mandiri.

📝 MEDIA PEMBELAJARAN / ALAT PERAGA

Biji-bijian/kelereng/stik es krim, piring plastik/wadah transparan, Kartu Gambar Perkalian, Papan Tulis, LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik), dan Buku Pendamping Matematika.

💭 APERSEPSI

Alhamdulillah, anak-anak sholih dan sholihah, sekarang kita masuk ke pelajaran Matematika.

Bu Guru menunjukkan 3 buah piring plastik di depan kelas. Setiap piring diisi dengan 4 buah permen.

Kemudian Bu Guru bertanya kepada peserta didik:

💭 "Anak-anak, ada berapa piring yang Bu Guru pegang?"

💭 "Setiap piring berisi berapa permen?"

💭 "Bagaimana cara kita menghitung seluruh permen tersebut dengan cara dijumlahkan berulang?"

Bu Guru menjelaskan bahwa perkalian sebenarnya adalah penjumlahan berulang dari angka yang sama. Dengan belajar perkalian, kita bisa menghitung jumlah benda yang dikelompokkan dengan lebih cepat dan mudah.

🌙 Penguatan Keimanan dan Ketakwaan

llah Swt. menyukai ketertiban, keindahan, dan kerapian. Ketika kita mengelompokkan benda dan menghitungnya dengan teliti, kita sedang melatih diri untuk menjadi pribadi yang cermat dan disiplin. Menuntut ilmu dengan sungguh-sungguh merupakan bagian dari ibadah. Yuk, kita belajar dengan teliti, jujur, dan penuh semangat! ✨

📖 MATERI PEMBELAJARAN

1. Konsep Perkalian sebagai Penjumlahan Berulang

Perkalian adalah penjumlahan berulang dari bilangan yang sama.

Bentuk umum perkalian:

Banyak Kelompok×Isi Setiap Kelompok=Jumlah Seluruhnya

Contoh 1:

Ada 4 kantong plastik. Setiap kantong berisi 5 buah apel.

  • Penjumlahan berulang: 5+5+5+5=20
  • Bentuk perkalian: 4×5=20
  • Catatan: Angka 4 menunjukkan banyaknya kantong/kelompok, sedangkan angka 5 menunjukkan isi tiap kantong.

1.       Menghitung Perkalian dengan Gambar dan Benda Konkret

Contoh 2:

Ibu meletakkan kue pada 3 piring. Setiap piring berisi 6 kue.

Penjumlahan berulang: 6+6+6=18

Bentuk perkalian: 3×6=18

3. Langkah Menganalisis dan Menyelesaikan Soal Cerita Kontekstual

Untuk memecahkan soal cerita perkalian dengan benar, ikuti 4 langkah utama berikut:

·         Diketahui: Tuliskan jumlah kelompok dan isi tiap kelompok yang ada di soal.

·         Ditanya: Tuliskan pertanyaan yang ingin dicari jawabannya.

·         Dijawab: Tuliskan bentuk penjumlahan berulang, kalimat matematika perkalian, dan hitung hasilnya.

·         Jadi (Kesimpulan): Tuliskan kalimat penutup sebagai jawaban akhir.

Contoh Soal Cerita:

Ahmad membeli 5 kotak pensil warna. Setiap kotak berisi 8 batang pensil warna. Berapa jumlah seluruh pensil warna yang dibeli Ahmad?

Penyelesaian:

Diketahui:Banyak kotak pensil = 5 kotakIsi tiap kotak = 8 batang pensil

Ditanya: Berapa jumlah seluruh pensil warna Ahmad?

Dijawab:Penjumlahan berulang: 8+8+8+8+8=40

Kalimat matematika: 5×8=40

Jadi: Jumlah seluruh pensil warna yang dibeli Ahmad adalah 40 batang.

 

📝 LATIHAN HARIAN

Isilah titik-titik dengan jawaban yang tepat!

Bentuk penjumlahan berulang dari 4×6 adalah ....

Penjumlahan berulang 7+7+7+7+7 jika ditulis dalam bentuk perkalian menjadi ....

Hasil dari 5×9 adalah ....

Terdapat 6 wadah, masing-masing berisi 4 kelereng. Jumlah seluruh kelereng adalah ....

Perkalian 8×3 artinya angka ..... dijumlahkan sebanyak ..... kali.

 

B. Jawablah pertanyaan berikut dengan benar dan gunakan langkah penyelesaian soal cerita!

Nyatakan perkalian 3×7 ke dalam bentuk penjumlahan berulang dan hitunglah hasilnya!

Di sebuah toko terdapat 6 rak buku. Setiap rak berisi 9 buah buku cerita. Berapa jumlah seluruh buku cerita yang ada di rak toko tersebut?

 

📌 REFLEKSI

MATEMATIKA

CLASS IV.B SD AL AZAHAR 2 IDENTITAS Nama Guru:  Elfida, S.Pd. Mata Pelajaran: Matematika Hari, Tanggal: Senin, 14 September 2026 Fase/Kela...

 

Elfida Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea