Senin, 21 September 2026

IPAS

By elfida fida - September 21, 2026 3 Comments

RABU, 23 SEPTEMBER 2026 -IPAS

IDENTITAS

Nama Guru: Elfida, S.Pd
Mata Pelajaran: IPAS
Hari, Tanggal: Rabu, 23 September 2026
Fase/Kelas: B / IV (Empat)
Materi: Mengenal Letak Kabupaten/Kota dan Provinsi Tempat Tinggal dengan Peta Konvensional/Digital
Pertemuan ke: 3


📚 CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)

Peserta didik mampu mengenal lingkungan tempat tinggalnya serta menggunakan peta konvensional dan/atau peta digital untuk mengenali lokasi wilayah tempat tinggal, termasuk kabupaten/kota dan provinsi.

Peserta didik dapat mengenali informasi geografis sederhana melalui peta, seperti nama wilayah, letak, batas wilayah, serta hubungan antara kabupaten/kota dengan provinsi.


🎯 TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan pengertian peta dengan bahasa sederhana.
  2. Mengenal fungsi peta dalam kehidupan sehari-hari.
  3. Menyebutkan nama provinsi tempat tinggalnya.
  4. Menyebutkan nama kabupaten/kota tempat tinggalnya.
  5. Menemukan letak provinsi tempat tinggal pada peta Indonesia.
  6. Menemukan letak kabupaten/kota tempat tinggal pada peta.
  7. Menggunakan peta konvensional untuk menemukan lokasi suatu wilayah.
  8. Menggunakan peta digital secara sederhana untuk menemukan lokasi tempat tinggal.
  9. Menunjukkan hubungan antara kabupaten/kota dengan provinsi tempat tinggal.
  10. Menyajikan hasil pengamatan letak wilayah tempat tinggal secara sederhana.

🌿 MINDFUL, MEANINGFUL, DAN JOYFUL

🧘 Mindful (Berkesadaran)

Peserta didik mengamati peta dengan saksama dan menyadari bahwa setiap orang tinggal di wilayah tertentu yang memiliki nama kabupaten/kota dan provinsi. Peserta didik belajar mengenali lingkungan tempat tinggalnya dengan penuh perhatian.

💡 Meaningful (Bermakna)

Peserta didik memahami bahwa mengetahui letak tempat tinggal penting dalam kehidupan sehari-hari. Pengetahuan tentang kabupaten/kota dan provinsi dapat membantu peserta didik mengenali lingkungan, membaca alamat, memahami perjalanan, serta mengetahui posisi wilayahnya di Indonesia.

🎉 Joyful (Menyenangkan)

Peserta didik belajar melalui kegiatan mengamati peta, permainan mencari wilayah, diskusi kelompok, mencocokkan nama wilayah, serta menggunakan peta digital untuk menemukan provinsi dan kabupaten/kota tempat tinggal.


🛤️ ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Mengenal pengertian dan fungsi peta.
  2. Mengenal wilayah tempat tinggal.
  3. Menyebutkan nama kabupaten/kota tempat tinggal.
  4. Menyebutkan nama provinsi tempat tinggal.
  5. Menemukan provinsi tempat tinggal pada peta Indonesia.
  6. Menemukan kabupaten/kota tempat tinggal pada peta.
  7. Menggunakan peta konvensional untuk menemukan lokasi wilayah.
  8. Menggunakan peta digital untuk mencari lokasi wilayah.
  9. Menjelaskan hubungan kabupaten/kota dengan provinsi.
  10. Menyajikan hasil pengamatan letak wilayah tempat tinggal.

📌 MATERI: MENEMUKAN LETAK PROVINSI TEMPAT TINGGAL

A. Pengertian Peta

Peta adalah gambaran suatu wilayah pada bidang datar yang dibuat dengan ukuran tertentu.

Peta membantu kita mengetahui:

  • nama suatu wilayah;
  • letak suatu wilayah;
  • batas wilayah;
  • arah suatu tempat;
  • jarak antartempat;
  • posisi suatu wilayah terhadap wilayah lainnya.

Peta dapat berbentuk peta konvensional maupun peta digital.


B. Peta Konvensional

Peta konvensional adalah peta yang biasanya dicetak pada kertas atau ditampilkan dalam bentuk gambar.

Contohnya:

  • peta Indonesia;
  • atlas;
  • globe;
  • peta provinsi;
  • peta kabupaten/kota.

Untuk menemukan provinsi pada peta konvensional, kita dapat melihat:

  1. Judul peta.
  2. Nama-nama wilayah.
  3. Warna wilayah.
  4. Simbol pada peta.
  5. Legenda.
  6. Arah mata angin.
  7. Garis batas wilayah.

C. Peta Digital

Peta digital adalah peta yang dapat digunakan melalui perangkat elektronik seperti komputer, tablet, atau telepon pintar.

Contohnya adalah aplikasi peta digital yang dapat membantu kita mencari:

  • nama provinsi;
  • kabupaten/kota;
  • kecamatan;
  • desa/kelurahan;
  • jalan;
  • sekolah;
  • rumah sakit;
  • tempat lainnya.

Dengan peta digital, kita dapat mencari lokasi dengan mengetikkan nama tempat pada kolom pencarian.


D. Kabupaten/Kota dan Provinsi

Indonesia terdiri atas banyak wilayah administrasi.

Secara sederhana:

Indonesia → Provinsi → Kabupaten/Kota → Kecamatan → Desa/Kelurahan

Contohnya:

Indonesia
⬇️
Provinsi Lampung
⬇️
Kabupaten/Kota
⬇️
Kecamatan
⬇️
Desa/Kelurahan

Setiap peserta didik perlu mengetahui nama kabupaten/kota dan provinsi tempat tinggalnya.


E. Cara Menemukan Provinsi Tempat Tinggal pada Peta

Ikuti langkah berikut:

Langkah 1

Siapkan peta Indonesia atau atlas.

Langkah 2

Cari nama provinsi tempat tinggal.

Langkah 3

Perhatikan warna dan batas wilayah provinsi.

Langkah 4

Amati provinsi-provinsi yang berada di sekitarnya.

Langkah 5

Tunjukkan letak provinsi tersebut pada peta.

Langkah 6

Sebutkan nama provinsi dengan suara yang jelas.


F. Cara Menemukan Kabupaten/Kota pada Peta

Setelah menemukan provinsi, carilah nama kabupaten/kota tempat tinggal.

Misalnya:

Provinsi Lampung

Peserta didik dapat mencari nama kabupaten/kota yang berada di Provinsi Lampung, seperti:

  • Kabupaten Lampung Selatan;
  • Kabupaten Lampung Tengah;
  • Kabupaten Lampung Timur;
  • Kabupaten Lampung Utara;
  • Kabupaten Mesuji;
  • Kabupaten Pesawaran;
  • Kabupaten Pringsewu;
  • Kabupaten Tanggamus;
  • Kabupaten Tulang Bawang;
  • Kabupaten Tulang Bawang Barat;
  • Kabupaten Way Kanan;
  • Kabupaten Pesisir Barat;
  • Kota Bandar Lampung;
  • Kota Metro.

Peserta didik kemudian menemukan kabupaten/kota tempat tinggalnya pada peta.


G. Mengenal Arah pada Peta

Pada peta terdapat arah mata angin.

Utara (U) berada di bagian atas peta.

Selatan (S) berada di bagian bawah peta.

Timur (T) berada di sebelah kanan peta.

Barat (B) berada di sebelah kiri peta.

Arah membantu kita menjelaskan posisi suatu wilayah.

Contoh:

Provinsi A berada di sebelah utara Provinsi B.


H. Mengenal Letak Provinsi dengan Peta Digital

Peta digital dapat digunakan dengan langkah sederhana:

  1. Buka aplikasi peta digital.
  2. Ketik nama provinsi atau kabupaten/kota pada kolom pencarian.
  3. Tekan tombol pencarian.
  4. Amati lokasi yang ditampilkan.
  5. Perbesar atau perkecil peta jika diperlukan.
  6. Catat nama wilayah yang ditemukan.
  7. Bandingkan hasil pencarian dengan peta konvensional.

🌸 APERSEPSI

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat pagi, anak-anak hebat kelas 4! Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Aamiin.

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita berdoa bersama agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan ilmu yang kita dapatkan menjadi ilmu yang bermanfaat.

Anak-anak, coba Ibu bertanya.

Siapa yang tahu nama provinsi tempat kalian tinggal?

Ada yang tahu nama kabupaten atau kota tempat tinggal kalian?

Misalnya, ada yang tinggal di Kota Bandar Lampung. Bandar Lampung berada di Provinsi Lampung.

Nah, bagaimana kita dapat mengetahui letak Bandar Lampung pada peta?

Bagaimana pula kita mengetahui letak Provinsi Lampung pada peta Indonesia?

Hari ini kita akan belajar menemukan letak kabupaten/kota dan provinsi tempat tinggal menggunakan peta konvensional dan peta digital.

Kita akan menjadi seperti penjelajah kecil yang mencari lokasi tempat tinggal kita pada peta. 🗺️🔎

Yuk, kita belajar dengan semangat, teliti, dan menyenangkan! 🌟


📖 RINGKASAN MATERI

1. Peta

Peta adalah gambaran suatu wilayah pada bidang datar.

2. Peta Konvensional

Peta yang dicetak atau dibuat dalam bentuk gambar, misalnya atlas dan peta Indonesia.

3. Peta Digital

Peta yang digunakan melalui perangkat elektronik.

4. Provinsi

Provinsi merupakan salah satu wilayah administrasi di Indonesia.

5. Kabupaten/Kota

Kabupaten dan kota merupakan wilayah yang berada dalam suatu provinsi.

6. Letak Tempat Tinggal

Untuk mengetahui letak tempat tinggal, kita dapat mencari nama kabupaten/kota dan provinsi pada peta.

7. Hubungan Wilayah

Indonesia → Provinsi → Kabupaten/Kota → Kecamatan → Desa/Kelurahan


🗺️ CONTOH KEGIATAN MENEMUKAN PROVINSI

Guru menunjukkan peta Indonesia.

Guru bertanya:

"Di manakah letak Provinsi Lampung?"

Peserta didik mencari Provinsi Lampung pada peta.

Setelah menemukan, peserta didik menjawab:

Nama provinsi: Lampung
Letak: Pulau Sumatra
Pulau: Sumatra

Selanjutnya guru bertanya:

"Kabupaten atau kota tempat tinggal kalian termasuk wilayah Provinsi Lampung atau provinsi lainnya?"

Peserta didik mencari jawabannya melalui peta.


🎲 PERMAINAN "AYO TEMUKAN WILAYAHKU!"

Cara bermain:

  1. Guru menyiapkan peta Indonesia.
  2. Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok.
  3. Setiap kelompok mendapatkan kartu nama wilayah.
  4. Peserta didik mencari wilayah tersebut pada peta.
  5. Kelompok menunjukkan lokasi wilayah kepada guru.
  6. Peserta didik menyebutkan provinsi tempat wilayah tersebut berada.

Contoh kartu:

Kartu 1: Bandar Lampung
Kartu 2: Metro
Kartu 3: Lampung Selatan
Kartu 4: Lampung Tengah
Kartu 5: Pesawaran
Kartu 6: Pringsewu

Guru dapat mengganti nama wilayah sesuai daerah tempat tinggal peserta didik.


👥 DISKUSI KELOMPOK

Bentuklah kelompok yang terdiri atas 4–5 orang.

Diskusikan pertanyaan berikut:

  1. Apa yang dimaksud dengan peta?
  2. Apa fungsi peta?
  3. Apa nama provinsi tempat tinggal kalian?
  4. Apa nama kabupaten/kota tempat tinggal kalian?
  5. Di pulau mana provinsi tempat tinggal kalian berada?
  6. Kabupaten/kota apa saja yang berada di sekitar wilayah kalian?
  7. Apa perbedaan peta konvensional dan peta digital?
  8. Mengapa kita perlu mengetahui letak tempat tinggal pada peta?

Tuliskan hasil diskusi pada LKPD.


🔎 KEGIATAN EKSPLORASI PETA

Guru menampilkan peta Indonesia.

Peserta didik melakukan kegiatan berikut:

Tugas 1

Temukan provinsi tempat tinggalmu.

Tugas 2

Lingkari atau tunjukkan provinsi tersebut pada peta.

Tugas 3

Temukan kabupaten/kota tempat tinggalmu.

Tugas 4

Sebutkan provinsi tempat kabupaten/kota tersebut berada.

Tugas 5

Sebutkan pulau tempat provinsi tersebut berada.


🌟 INGAT!

Peta membantu kita mengetahui letak suatu wilayah.

Peta konvensional dapat berupa peta yang dicetak pada kertas.

Peta digital dapat digunakan melalui perangkat elektronik.

⭐ Setiap peserta didik perlu mengetahui kabupaten/kota dan provinsi tempat tinggalnya.

⭐ Untuk menemukan suatu wilayah, kita dapat melihat nama wilayah, batas wilayah, warna, simbol, dan arah mata angin.

⭐ Hubungan wilayah dapat digambarkan:

Indonesia → Provinsi → Kabupaten/Kota → Kecamatan → Desa/Kelurahan

⭐ Mengetahui letak tempat tinggal membuat kita lebih mengenal lingkungan sekitar.


📝 SOAL ASESMEN / POST TEST

A. Pilihan Ganda

1. Gambaran suatu wilayah pada bidang datar disebut ....

A. globe
B. peta
C. tabel
D. diagram

2. Salah satu fungsi peta adalah ....

A. menghitung jumlah penduduk secara pasti
B. mengetahui letak suatu wilayah
C. membuat makanan
D. mengukur berat badan

3. Peta yang dicetak pada kertas disebut ....

A. peta digital
B. peta elektronik
C. peta konvensional
D. peta suara

4. Peta yang dapat digunakan melalui telepon pintar atau komputer disebut ....

A. peta digital
B. peta kertas
C. atlas cetak
D. globe

5. Provinsi merupakan bagian wilayah dari ....

A. Indonesia
B. desa
C. rumah
D. sekolah

6. Untuk mengetahui provinsi tempat tinggal, kita dapat menggunakan ....

A. peta
B. penggaris
C. jam
D. termometer

7. Arah utara pada peta biasanya berada di bagian ....

A. bawah
B. atas
C. kiri
D. kanan

8. Kabupaten/kota merupakan bagian wilayah dari ....

A. provinsi
B. negara lain
C. benua
D. samudra

9. Salah satu kelebihan peta digital adalah ....

A. tidak dapat diperbesar
B. dapat membantu mencari lokasi
C. hanya dapat digunakan di atas kertas
D. tidak dapat menunjukkan nama tempat

10. Mengetahui letak tempat tinggal pada peta dapat membantu kita ....

A. mengenal wilayah tempat tinggal
B. membuat pakaian
C. menghitung berat badan
D. memasak makanan


✏️ B. ISIAN

  1. Gambaran suatu wilayah pada bidang datar disebut __________.
  2. Peta yang dicetak pada kertas disebut peta __________.
  3. Peta yang digunakan melalui perangkat elektronik disebut peta __________.
  4. Nama provinsi tempat tinggal saya adalah __________.
  5. Nama kabupaten/kota tempat tinggal saya adalah __________.
  6. Provinsi tempat tinggal saya berada di Pulau __________.
  7. Arah yang berada di bagian atas peta adalah __________.
  8. Untuk mencari lokasi pada peta digital kita dapat menggunakan fitur __________.
  9. Kabupaten/kota merupakan bagian dari wilayah __________.
  10. Peta dapat membantu kita mengetahui __________ suatu wilayah.

📝 C. URAIAN

  1. Jelaskan pengertian peta dengan bahasamu sendiri!
  2. Sebutkan dua fungsi peta!
  3. Apa perbedaan peta konvensional dan peta digital?
  4. Tuliskan nama kabupaten/kota dan provinsi tempat tinggalmu!
  5. Jelaskan langkah-langkah menemukan provinsi tempat tinggal menggunakan peta digital!

💡 KESIMPULAN

Peta merupakan alat yang membantu kita mengetahui letak dan posisi suatu wilayah.

Kita dapat menggunakan peta konvensional maupun peta digital untuk menemukan kabupaten/kota dan provinsi tempat tinggal.

Dengan mengenal letak tempat tinggal, kita menjadi lebih mengenal lingkungan sekitar dan wilayah Indonesia.

Ayo kenali daerah tempat tinggal kita dan cintai Indonesia! 🇮🇩🗺️


 

SENI RUPA

By elfida fida - September 21, 2026 3 Comments

  SELASA, 22 SEPTEMBER 2026 - SENI RUPA

IDENTITAS

Nama Guru : Elfida, S.Pd
Mata Pelajaran : Seni Rupa
Hari, Tanggal : Selasa, 22 September 2026
Fase/Kelas : B / IV (Empat)
Materi : Teknik Menggunakan Pensil Warna
Pertemuan ke : 5

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم

Ø Capaian Pembelajaran

Peserta didik mampu mengenali, mengamati, dan menggunakan unsur-unsur rupa seperti garis, bentuk, dan warna melalui berbagai media serta mengekspresikan gagasan kreatif mereka ke dalam sebuah karya seni dua dimensi secara rapi, kreatif, dan terstruktur.

Ø Tujuan Pembelajaran

Peserta didik mampu menggunakan alat gambar dan pewarna, khususnya pensil warna, secara tepat untuk menghasilkan gambar yang rapi, menarik, dan memiliki variasi warna serta teknik pewarnaan sederhana.

Mindful (Berkesadaran)

Murid menyimak penjelasan guru dengan saksama, memperhatikan cara memegang pensil warna dengan benar, menggunakan tekanan tangan secara tepat, serta bekerja dengan penuh konsentrasi agar hasil pewarnaan rapi dan tidak keluar dari bidang gambar.

Meaningful (Bermakna)

Murid dapat menghubungkan penggunaan pensil warna dalam kehidupan sehari-hari, seperti mewarnai gambar, membuat ilustrasi, menghias kartu ucapan, membuat poster sederhana, dan memperindah gambar dengan kombinasi warna.

Joyful (Menyenangkan)

Murid dapat belajar teknik dasar menggunakan pensil warna melalui kegiatan mewarnai gambar sederhana, membuat gradasi warna, mencampurkan warna, serta membuat karya seni dekoratif yang penuh warna dan kreativitas.

Ø Alur Tujuan Pembelajaran

  • Mengenal pensil warna sebagai salah satu alat pewarna dalam seni rupa.

  • Mengenal bagian-bagian dan fungsi pensil warna serta cara merawatnya.

  • Mempelajari teknik memegang pensil warna dan mengatur tekanan tangan.

  • Berlatih membuat warna tipis, sedang, dan tebal dengan pensil warna.

  • Mempelajari teknik pewarnaan satu arah, silang, dan gradasi sederhana.

  • Mencoba mencampurkan dua atau lebih warna untuk menghasilkan warna yang menarik.

  • Menerapkan teknik menggunakan pensil warna dalam membuat karya seni dua dimensi sederhana.

📌 MATERI: TEKNIK MENGGUNAKAN PENSIL WARNA

Ø Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning & Project-Based Learning

Metode: Tanya jawab, demonstrasi, praktik langsung, diskusi, pengamatan, dan penugasan kreatif.

Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga

  • Buku gambar / kertas gambar / kertas HVS

  • Pensil warna

  • Pensil grafit dan penghapus

  • Rautan pensil

  • Contoh gambar yang sudah diwarnai

  • Contoh teknik gradasi warna

  • Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)

Ø Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 4! 💖

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar serta berkarya. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, dan kreativitas yang luar biasa. Aamiin. 🤲

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama agar kegiatan belajar hari ini berjalan dengan lancar, menyenangkan, dan menghasilkan karya yang indah. ✨

Anak-anak hebat, siapa yang suka menggambar dan mewarnai? 🎨

Pernahkah kalian melihat gambar yang memiliki warna sangat rapi, cerah, dan terlihat memiliki bayangan? Gambar tersebut dapat dibuat dengan menggunakan pensil warna dan teknik pewarnaan yang tepat.

Hari ini kita akan belajar teknik menggunakan pensil warna. Kita akan belajar bagaimana cara memegang pensil warna, mengatur tekanan tangan, membuat warna tipis dan tebal, membuat gradasi, serta memadukan beberapa warna.

Yuk, siapkan pensil warna dan buku gambar kalian. Mari kita belajar sambil berkarya dengan gembira! 🌈✨

A. Mengenal Pensil Warna

Pensil warna adalah alat pewarna berbentuk seperti pensil yang memiliki inti berwarna. Pensil warna digunakan untuk memberikan warna pada gambar sehingga gambar menjadi lebih indah, menarik, dan ekspresif.

Pensil warna tersedia dalam berbagai macam warna, seperti merah, kuning, biru, hijau, ungu, jingga, cokelat, dan warna lainnya.

Pensil warna dapat digunakan untuk:

  • Mewarnai gambar.

  • Membuat ilustrasi.

  • Membuat pola dekoratif.

  • Membuat kartu ucapan.

  • Membuat poster sederhana.

  • Membuat gradasi dan perpaduan warna.

Silahkan simak video di bawah ini:



B. Cara Menggunakan Pensil Warna dengan Tepat

Agar hasil pewarnaan rapi dan menarik, perhatikan beberapa hal berikut.

1. Cara Memegang Pensil Warna

Pegang pensil warna seperti memegang pensil untuk menulis. Jangan menggenggam terlalu kuat agar tangan tidak cepat lelah.

2. Mengatur Tekanan Tangan

Tekanan tangan dapat menentukan ketebalan warna.

  • Tekanan ringan: menghasilkan warna yang tipis dan lembut.

  • Tekanan sedang: menghasilkan warna yang lebih jelas.

  • Tekanan kuat: menghasilkan warna yang lebih tebal dan pekat.

3. Menggunakan Pensil Warna yang Runcing

Pensil warna yang cukup runcing dapat membantu mewarnai bagian kecil dan membuat garis dengan lebih tepat.

Namun, jangan meraut terlalu pendek atau terlalu tajam karena dapat menyebabkan pensil mudah patah.

4. Mewarnai Secara Teratur

Gerakkan pensil warna secara perlahan dan teratur. Usahakan warna tidak keluar dari batas gambar.

5. Menjaga Kebersihan Gambar

Hindari menekan tangan terlalu kuat pada kertas agar kertas tidak rusak. Pastikan tangan bersih supaya gambar tidak terkena noda.

C. Teknik Dasar Menggunakan Pensil Warna

Ada beberapa teknik sederhana yang dapat digunakan saat mewarnai dengan pensil warna.

1. Teknik Satu Arah

Teknik satu arah dilakukan dengan menggoreskan pensil warna secara searah, misalnya dari kiri ke kanan atau dari atas ke bawah.

Contoh:

→ → → → →

Teknik ini menghasilkan warna yang lebih teratur dan rapi.

2. Teknik Silang (Cross Hatching)

Teknik silang dilakukan dengan membuat goresan dari dua arah yang berbeda sehingga membentuk pola silang.

Contoh:

////
\\\\

Teknik ini dapat digunakan untuk membuat warna lebih pekat dan memberikan kesan tekstur.

3. Teknik Gradasi

Gradasi adalah perubahan warna dari warna yang lebih terang menuju warna yang lebih gelap atau sebaliknya.

Contohnya:

Biru muda → Biru sedang → Biru tua

Untuk membuat gradasi, gunakan tekanan tangan yang berbeda. Mulailah dengan tekanan ringan, kemudian secara perlahan tambahkan tekanan.

4. Teknik Mencampur Warna

Pensil warna dapat digunakan untuk memadukan dua warna atau lebih.

Contohnya:

  • Kuning + merah = menghasilkan kesan jingga.

  • Biru + kuning = menghasilkan kesan hijau.

  • Merah + biru = menghasilkan kesan ungu.

Saat mencampur warna dengan pensil warna, lakukan secara perlahan dan berlapis agar perpaduannya terlihat halus.

D. Langkah-Langkah Mewarnai dengan Pensil Warna

Ikuti langkah berikut:

  1. Siapkan buku gambar, pensil warna, pensil, dan penghapus.

  2. Buat atau pilih gambar sederhana untuk diwarnai.

  3. Tentukan warna yang akan digunakan.

  4. Warnai bagian gambar dengan tekanan ringan terlebih dahulu.

  5. Tambahkan lapisan warna secara perlahan untuk mendapatkan warna yang lebih pekat.

  6. Gunakan warna lain untuk membuat gradasi atau bayangan.

  7. Pastikan pewarnaan tidak banyak keluar dari garis gambar.

  8. Periksa kembali seluruh bagian gambar.

  9. Rapikan gambar dan bersihkan meja setelah selesai.

E. Contoh Penerapan dalam Karya Seni

Contoh 1: Mewarnai Buah

Gambarlah sebuah apel. Gunakan warna merah untuk bagian utama apel dan warna merah yang lebih pekat pada bagian yang ingin dibuat lebih gelap.

Tambahkan warna hijau pada daun dan gunakan tekanan ringan untuk menghasilkan warna yang lembut.

Contoh 2: Membuat Gradasi Langit

Buat gambar pemandangan sederhana. Gunakan warna biru muda pada bagian bawah langit, kemudian tambahkan biru yang lebih pekat pada bagian atas.

Usahakan perpindahan warna terlihat halus.

Contoh 3: Membuat Pola Dekoratif

Buat beberapa bentuk sederhana seperti lingkaran, segitiga, bunga, atau daun. Warnai menggunakan beberapa warna berbeda dengan teknik satu arah dan gradasi.

🌟 INGAT!

  • Pegang pensil warna dengan nyaman dan tidak terlalu kuat.

  • Atur tekanan tangan sesuai kebutuhan.

  • Gunakan pensil warna yang cukup runcing.

  • Warnai secara perlahan dan teratur.

  • Usahakan warna tidak keluar dari batas gambar.

  • Gunakan kombinasi warna yang harmonis.

  • Jaga kebersihan alat dan tempat belajar.

  • Berlatihlah dengan sabar agar hasil karya semakin baik! 🎨🌈

Ø Soal Asesmen / Post Test

Jawablah pertanyaan berikut dan praktikkan tugas berikut dengan rapi!

Pertanyaan

  1. Apa yang dimaksud dengan pensil warna?

  2. Mengapa kita perlu mengatur tekanan tangan saat menggunakan pensil warna?

  3. Sebutkan tiga teknik dasar menggunakan pensil warna!

  4. Apa yang dimaksud dengan teknik gradasi?

  5. Mengapa kita harus menjaga kebersihan kertas saat mewarnai?

Tugas Praktik

Ambillah buku gambar atau kertas gambar dan pensil warna kalian.

Buatlah satu gambar sederhana, misalnya bunga, buah, rumah, atau pemandangan. Kemudian warnai gambar tersebut menggunakan minimal 4 warna dengan menerapkan:

  • Teknik satu arah.

  • Perbedaan tekanan warna.

  • Gradasi sederhana.

  • Perpaduan minimal dua warna.

Kerjakan dengan rapi, teliti, dan kreatif!

Ø Kunci Jawaban

1. Pensil warna adalah alat pewarna berbentuk seperti pensil yang digunakan untuk memberikan warna pada gambar.

2. Tekanan tangan perlu diatur agar kita dapat menghasilkan warna yang tipis, sedang, atau tebal sesuai kebutuhan serta membuat hasil pewarnaan lebih menarik.

3. Tiga teknik dasar menggunakan pensil warna antara lain:

  • Teknik satu arah.

  • Teknik silang (cross hatching).

  • Teknik gradasi.

4. Teknik gradasi adalah teknik perubahan warna secara bertahap dari warna terang menuju warna yang lebih gelap atau sebaliknya.

5. Kebersihan kertas perlu dijaga agar hasil gambar tetap bersih, rapi, dan tidak terkena noda atau coretan yang tidak diinginkan.

Ø KESIMPULAN

Pensil warna merupakan salah satu alat pewarna yang dapat digunakan untuk menghasilkan karya seni yang indah dan menarik. Agar hasil pewarnaan menjadi rapi, peserta didik perlu memperhatikan cara memegang pensil warna, mengatur tekanan tangan, serta menggunakan teknik pewarnaan yang tepat.

Teknik dasar yang dapat digunakan antara lain teknik satu arah, teknik silang, teknik tekanan warna, dan teknik gradasi. Dengan berlatih secara teratur, sabar, dan kreatif, peserta didik dapat menghasilkan karya seni yang semakin baik.

Mari terus berkarya, berkreasi, dan percaya diri dengan hasil karya kita! 🎨🌈✨

Alhamdulillahi rabbil 'alamin.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

IPAS

RABU, 23 SEPTEMBER 2026 -IPAS IDENTITAS Nama Guru: Elfida, S.Pd Mata Pelajaran: IPAS Hari, Tanggal:  Rabu, 23 September 2026 Fase/Kelas: ...

 

Elfida Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea