Kamis, 01 Oktober 2026

MATEMATIKA

By elfida fida - Oktober 01, 2026 4 Comments

 JUMAT, 01 OKTOBER 2026

IDENTITAS

Nama Guru: Elfida, S.Pd
Mata Pelajaran: Matematika
Hari, Tanggal: Jumat, 02 Oktober 2026
Fase/Kelas: B / IV (Empat)
Materi: Menyelesaikan Masalah (Soal Cerita) Pembagian Bilangan Cacah sampai 100
Pertemuan ke: 4

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم

📋 Perangkat Pembelajaran

Capaian Pembelajaran (CP)

Peserta didik dapat memahami dan menggunakan operasi hitung bilangan cacah dalam menyelesaikan masalah sehari-hari. Peserta didik mampu melakukan pembagian bilangan cacah serta menggunakan strategi yang tepat untuk menyelesaikan soal cerita yang berkaitan dengan pembagian.

Tujuan Pembelajaran

Peserta didik mampu memahami soal cerita matematika dan menyelesaikan masalah kehidupan sehari-hari terkait pembagian bilangan cacah sampai 100 dengan tepat.

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan makna pembagian sebagai pengelompokan atau pembagian sama banyak.
  2. Mengidentifikasi informasi yang diketahui dan ditanyakan dalam soal cerita.
  3. Menentukan operasi pembagian yang sesuai berdasarkan soal cerita.
  4. Menyelesaikan soal cerita pembagian bilangan cacah sampai 100 dengan menggunakan cara yang tepat.
  5. Menuliskan kalimat matematika berdasarkan masalah yang diberikan.
  6. Memeriksa kembali hasil pembagian yang diperoleh.
  7. Menerapkan konsep pembagian dalam kehidupan sehari-hari dengan teliti dan bertanggung jawab.

Mindful (Berkesadaran)

Murid membaca soal cerita secara perlahan dan teliti. Murid belajar memahami apa yang diketahui, apa yang ditanyakan, serta menentukan operasi hitung yang sesuai sebelum mencari jawaban.

Meaningful (Bermakna)

Murid memahami bahwa pembagian digunakan dalam berbagai kegiatan sehari-hari, seperti membagikan makanan secara adil, mengelompokkan benda, membagi alat tulis, menentukan jumlah benda dalam setiap kelompok, dan kegiatan lainnya.

Joyful (Menyenangkan)

Murid belajar melalui permainan membagi benda secara sama rata, kegiatan kelompok, kartu soal cerita, penggunaan benda konkret, latihan porogapit sederhana, serta perlombaan menyelesaikan soal cerita dengan tepat dan cepat.

Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Memahami konsep pembagian sebagai pembagian sama banyak.
  2. Mengenali situasi kehidupan sehari-hari yang menggunakan operasi pembagian.
  3. Mengidentifikasi informasi yang diketahui dan ditanyakan dalam soal cerita.
  4. Menentukan operasi pembagian berdasarkan soal cerita.
  5. Menuliskan kalimat matematika dari soal cerita.
  6. Menyelesaikan pembagian bilangan cacah sampai 100.
  7. Memeriksa kebenaran hasil pembagian.
  8. Menjelaskan jawaban sesuai konteks permasalahan.

📌 MATERI: MENYELESAIKAN MASALAH (SOAL CERITA) PEMBAGIAN BILANGAN CACAH SAMPAI 100

Model & Metode Pembelajaran

Model: Problem Based Learning (PBL) & Discovery Learning

Metode: Tanya jawab, demonstrasi, pengamatan, diskusi kelompok, permainan edukatif, latihan soal, penugasan, dan presentasi.

Media Pembelajaran

LKPD, kartu soal cerita, benda konkret seperti pensil atau kelereng, gambar benda, papan tulis, kartu bilangan, buku matematika, dan lembar latihan.

🌸 Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat pagi, anak-anak hebat kelas 4!

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar matematika. Sebelum memulai pembelajaran, mari kita berdoa bersama agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan ilmu yang kita peroleh menjadi ilmu yang bermanfaat.

Anak-anak, coba bayangkan Ibu mempunyai 24 permen dan ingin membagikannya secara sama rata kepada 6 anak.

Menurut kalian, berapa permen yang diterima setiap anak?

Guru dapat memperagakan dengan menggunakan benda konkret.

24 permen dibagi kepada 6 anak.

Maka:

24 ÷ 6 = 4

Artinya, setiap anak mendapatkan 4 permen.

Guru bertanya:

  • Apa yang kita lakukan terhadap 24 permen?
  • Mengapa permen harus dibagikan sama banyak?
  • Operasi hitung apa yang kita gunakan?
  • Bagaimana jika jumlah permen dan jumlah anak berbeda?

Guru menjelaskan bahwa dalam kehidupan sehari-hari kita sering melakukan kegiatan pembagian.

Contohnya:

  • Membagikan makanan kepada teman.
  • Membagikan buku kepada beberapa siswa.
  • Membagi buah ke dalam beberapa keranjang.
  • Mengelompokkan benda dengan jumlah yang sama.
  • Membagikan alat tulis kepada anggota kelompok.

Guru menyampaikan:

"Allah SWT mengajarkan kita untuk berlaku adil dalam kehidupan. Ketika membagi sesuatu kepada orang lain, kita harus berusaha membaginya dengan adil dan sama rata."

Guru membacakan firman Allah SWT:

"Sesungguhnya Allah menyuruh berlaku adil dan berbuat kebajikan..." (QS. An-Nahl: 90)

Guru mengaitkan ayat tersebut dengan pembelajaran bahwa dalam melakukan pembagian kepada orang lain, kita perlu bersikap adil, jujur, dan tidak mengambil bagian orang lain.

Guru kemudian memberikan contoh sederhana:

Ada 30 buku yang akan dibagikan kepada 5 kelompok secara sama banyak. Berapa buku yang diterima setiap kelompok?

Guru mengajak peserta didik menemukan jawabannya.

30 ÷ 5 = 6

Jadi, setiap kelompok mendapatkan 6 buku.

Guru menyampaikan:

"Pada hari ini kita akan belajar menyelesaikan soal cerita pembagian bilangan cacah sampai 100. Kita akan belajar membaca soal dengan teliti, menemukan informasi penting, menentukan operasi pembagian, menghitung, dan menuliskan jawaban sesuai dengan cerita."

Yuk, kita belajar matematika dengan semangat! 📚➗✏️🌟

📖 Ringkasan Materi

A. Pengertian Pembagian

Pembagian adalah operasi hitung yang digunakan untuk membagi suatu bilangan menjadi beberapa bagian yang sama banyak.

Contoh:

20 ÷ 4 = 5

Artinya, 20 benda dibagi menjadi 4 kelompok sama banyak. Setiap kelompok berisi 5 benda.

Pembagian juga dapat dipahami sebagai pengurangan berulang.

Contoh:

20 ÷ 4

20 - 4 = 16
16 - 4 = 12
12 - 4 = 8
8 - 4 = 4
4 - 4 = 0

Ada 5 kali pengurangan 4 sampai mendapatkan 0.

Jadi:

20 ÷ 4 = 5

B. Pembagian dalam Kehidupan Sehari-hari

Pembagian sering digunakan dalam kegiatan sehari-hari.

Contoh:

1. Membagikan buah

Ibu memiliki 24 buah jeruk. Jeruk tersebut dibagikan kepada 6 anak secara sama rata.

Maka:

24 ÷ 6 = 4

Jadi, setiap anak mendapatkan 4 jeruk.

2. Membagikan buku

Pak Guru memiliki 40 buku. Buku tersebut dibagikan kepada 8 kelompok secara sama banyak.

Maka:

40 ÷ 8 = 5

Jadi, setiap kelompok mendapatkan 5 buku.

3. Membagikan pensil

Ada 36 pensil yang akan dibagikan kepada 4 siswa secara sama rata.

Maka:

36 ÷ 4 = 9

Jadi, setiap siswa mendapatkan 9 pensil.

C. Cara Memahami Soal Cerita Pembagian

Untuk menyelesaikan soal cerita, gunakan langkah-langkah berikut.

Langkah 1: Baca Soal dengan Teliti

Bacalah soal cerita sampai selesai.

Jangan terburu-buru menghitung sebelum memahami ceritanya.

Langkah 2: Tentukan yang Diketahui

Cari informasi berupa jumlah benda atau jumlah keseluruhan.

Contoh:

Siti memiliki 48 kue. Kue tersebut akan dibagikan kepada 6 temannya secara sama rata.

Yang diketahui:

Jumlah kue = 48

Jumlah teman = 6

Langkah 3: Tentukan yang Ditanyakan

Cari pertanyaan dalam soal.

Yang ditanyakan:

Berapa kue yang diterima setiap teman?

Langkah 4: Tentukan Operasi Hitung

Karena kue dibagikan secara sama rata, operasi yang digunakan adalah pembagian.

48 ÷ 6

Langkah 5: Hitung

48 ÷ 6 = 8

Langkah 6: Tuliskan Jawaban

Jadi, setiap teman mendapatkan 8 kue.

D. Contoh Soal Cerita

Contoh 1

Rina memiliki 36 permen. Permen tersebut dibagikan kepada 4 orang temannya secara sama rata. Berapa permen yang diterima setiap teman?

Diketahui:

Jumlah permen = 36
Jumlah teman = 4

Ditanyakan:

Jumlah permen setiap teman.

Penyelesaian:

36 ÷ 4 = 9

Jawaban:

Setiap teman mendapatkan 9 permen.


Contoh 2

Pak Budi mempunyai 56 mangga. Mangga tersebut dimasukkan ke dalam 7 keranjang dengan jumlah yang sama. Berapa mangga dalam setiap keranjang?

Diketahui:

Jumlah mangga = 56
Jumlah keranjang = 7

Ditanyakan:

Jumlah mangga setiap keranjang.

Penyelesaian:

56 ÷ 7 = 8

Jawaban:

Setiap keranjang berisi 8 mangga.


Contoh 3

Di perpustakaan terdapat 72 buku. Buku-buku tersebut akan disusun ke dalam 8 rak secara sama banyak. Berapa buku yang diletakkan pada setiap rak?

Diketahui:

Jumlah buku = 72
Jumlah rak = 8

Ditanyakan:

Jumlah buku setiap rak.

Penyelesaian:

72 ÷ 8 = 9

Jawaban:

Setiap rak berisi 9 buku.

E. Pembagian dengan Cara Porogapit

Jika bilangan yang dibagi lebih besar, kita dapat menggunakan cara porogapit atau pembagian bersusun.

Contoh:

84 ÷ 4

       21
     ______
4  )  84
     - 8
     ----
        4
       -4
       ----
        0

Jadi:

84 ÷ 4 = 21

Contoh lain:

96 ÷ 3

       32
     ______
3  )  96
     - 9
     ----
        6
       -6
       ----
        0

Jadi:

96 ÷ 3 = 32

F. Memeriksa Jawaban

Setelah mendapatkan hasil pembagian, kita dapat memeriksa jawabannya dengan perkalian.

Contoh:

72 ÷ 8 = 9

Periksa:

9 × 8 = 72

Karena hasilnya 72, maka pembagian tersebut benar.

Rumus sederhana:

Hasil bagi × pembagi = bilangan yang dibagi

Contoh:

24 ÷ 6 = 4

Maka:

4 × 6 = 24 ✅

🎯 Kegiatan Kelompok: "Bagikan Secara Adil"

Petunjuk

  1. Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok.
  2. Setiap kelompok mendapatkan kartu soal.
  3. Bacalah soal dengan teliti.
  4. Tentukan informasi yang diketahui.
  5. Tentukan apa yang ditanyakan.
  6. Tentukan operasi pembagian.
  7. Hitung jawabannya.
  8. Tuliskan kalimat jawaban.
  9. Presentasikan hasil kelompok.

Kartu Soal

Kartu 1

Ada 40 kelereng yang dibagikan kepada 5 anak secara sama rata. Berapa kelereng yang diterima setiap anak?

Kartu 2

Ibu memiliki 63 jeruk dan memasukkannya ke dalam 7 kantong sama banyak. Berapa jeruk setiap kantong?

Kartu 3

Pak Guru mempunyai 80 pensil yang akan dibagikan kepada 8 kelompok. Berapa pensil yang diterima setiap kelompok?

Kartu 4

Ada 54 buku yang akan diletakkan pada 6 rak secara sama banyak. Berapa buku pada setiap rak?

✏️ Latihan Mandiri

Kerjakan dengan langkah:

Diketahui – Ditanyakan – Operasi/Penyelesaian – Jawaban

1. Ayah membeli 48 apel. Apel tersebut dibagikan kepada 6 anak secara sama rata. Berapa apel yang diterima setiap anak?

2. Siti mempunyai 35 kelereng. Kelereng tersebut dimasukkan ke dalam 5 kotak sama banyak. Berapa kelereng dalam setiap kotak?

3. Ada 64 buku yang akan dibagikan kepada 8 siswa secara sama rata. Berapa buku yang diterima setiap siswa?

4. Ibu memiliki 42 kue. Kue tersebut dibagikan kepada 7 anak. Berapa kue yang diterima setiap anak?

5. Pak Guru memiliki 90 pensil. Pensil tersebut dibagikan kepada 9 kelompok sama banyak. Berapa pensil yang diterima setiap kelompok?

🌟 INGAT!

  • Soal cerita harus dibaca dengan teliti.
  • Cari informasi yang diketahui.
  • Tentukan apa yang ditanyakan.
  • Jika benda dibagikan sama banyak, biasanya menggunakan operasi pembagian.
  • Tuliskan kalimat matematika.
  • Hitung dengan teliti.
  • Tuliskan jawaban sesuai dengan konteks soal.
  • Periksa kembali jawaban menggunakan perkalian.
  • Dalam membagi sesuatu kepada orang lain, kita harus bersikap adil dan jujur. ➗🤝

📝 Soal Asesmen / Post Test

A. Pilihan Ganda

1. Ibu mempunyai 24 jeruk. Jeruk tersebut dibagikan kepada 6 anak secara sama rata. Operasi yang tepat adalah ....

a. 24 + 6
b. 24 - 6
c. 24 × 6
d. 24 ÷ 6

2. Hasil dari 48 ÷ 6 adalah ....

a. 6
b. 7
c. 8
d. 9

3. Ada 56 buku yang dibagikan kepada 7 siswa secara sama rata. Setiap siswa mendapat ....

a. 6 buku
b. 7 buku
c. 8 buku
d. 9 buku

4. Pak Guru mempunyai 72 pensil. Pensil tersebut dibagikan kepada 8 kelompok sama banyak. Kalimat matematikanya adalah ....

a. 72 + 8
b. 72 - 8
c. 72 × 8
d. 72 ÷ 8

5. Hasil dari 81 ÷ 9 adalah ....

a. 7
b. 8
c. 9
d. 10

B. Isian Singkat

6. 36 ÷ 4 = ....

7. 63 ÷ 7 = ....

8. 80 ÷ 8 = ....

9. 45 ÷ 5 = ....

10. 100 ÷ 10 = ....

C. Uraian

11. Ani mempunyai 32 permen. Permen tersebut dibagikan kepada 4 orang temannya secara sama rata. Berapa permen yang diterima setiap teman?

12. Di dalam sebuah kelas terdapat 60 buku. Buku tersebut akan dibagikan kepada 6 kelompok secara sama banyak. Berapa buku yang diterima setiap kelompok?

13. Pak Hasan memanen 84 buah mangga. Mangga tersebut dimasukkan ke dalam 7 keranjang secara sama banyak. Berapa mangga dalam setiap keranjang?

14. Sebuah toko memiliki 96 botol minuman. Botol tersebut dimasukkan ke dalam 8 kardus dengan jumlah yang sama. Berapa botol dalam setiap kardus?

15. Rina mempunyai 75 stiker. Ia membagikan stiker tersebut kepada 5 temannya secara sama rata. Berapa stiker yang diterima setiap teman?

🔑 Kunci Jawaban

Pilihan Ganda

  1. d. 24 ÷ 6
  2. c. 8
  3. c. 8 buku
  4. d. 72 ÷ 8
  5. c. 9

Isian

  1. 9
  2. 9
  3. 10
  4. 9
  5. 10

Uraian

11.

32 ÷ 4 = 8

Jadi, setiap teman menerima 8 permen.

12.

60 ÷ 6 = 10

Jadi, setiap kelompok menerima 10 buku.

13.

84 ÷ 7 = 12

Jadi, setiap keranjang berisi 12 mangga.

14.

96 ÷ 8 = 12

Jadi, setiap kardus berisi 12 botol.

15.

75 ÷ 5 = 15

Jadi, setiap teman menerima 15 stiker

🌟 KESIMPULAN

Soal cerita pembagian merupakan soal matematika yang menyajikan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari dan dapat diselesaikan menggunakan operasi pembagian.

Untuk menyelesaikan soal cerita, kita harus membaca soal dengan teliti, menentukan informasi yang diketahui, menentukan apa yang ditanyakan, memilih operasi pembagian, menghitung, kemudian menuliskan jawaban sesuai dengan konteks soal.

Pembagian dapat digunakan untuk menyelesaikan berbagai masalah sehari-hari, seperti membagikan makanan, buku, alat tulis, buah, atau benda lainnya secara sama banyak.

Dengan memahami pembagian bilangan cacah sampai 100, peserta didik diharapkan mampu menyelesaikan masalah sehari-hari dengan teliti, logis, mandiri, adil, dan bertanggung jawab.

Refleksi:

Alhamdulillah kegiatan pembelajaran berjalan dengan baik di mana hari ini anak-anak masih mengerjakan soal tentang pembagian berupa soal cerita dan novel ini masih ada beberapa siswa yang masih salah dalam membagi iswa yang hadir 18 orang 4 orang tidak hadir karena sakit.

Rabu, 30 September 2026

BAHASA INDONESIA

By elfida fida - September 30, 2026 5 Comments

 KAMIS, 01 OKTOBER 2026

IDENTITAS

Nama Guru: Elfida, S.Pd
Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia
Hari, Tanggal: Kamis, 01 Oktober 2026
Fase/Kelas: B / IV (Empat)
Materi: Memahami Teks Petunjuk Rambu Lalu Lintas dan Pentingnya Menaatinya
Pertemuan ke: 2

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم

📋 Perangkat Pembelajaran

Capaian Pembelajaran (CP)

Peserta didik mampu memahami informasi dari teks narasi atau informatif yang dibaca, menjelaskan makna kosakata baru berdasarkan konteks, serta memahami informasi dan pesan yang terdapat dalam teks. Peserta didik mampu menghubungkan informasi yang diperoleh dari bacaan dengan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari.

Tujuan Pembelajaran

Peserta didik mampu memahami teks petunjuk tentang rambu lalu lintas, memaknai kosakata baru berdasarkan konteks teks, serta menjelaskan pentingnya menaati rambu lalu lintas dengan tepat.

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan pengertian teks petunjuk.
  2. Menjelaskan fungsi rambu lalu lintas.
  3. Mengidentifikasi informasi penting dari teks petunjuk tentang rambu lalu lintas.
  4. Mengidentifikasi berbagai macam rambu lalu lintas berdasarkan gambar dan teks.
  5. Menemukan kosakata baru dalam teks yang dibaca.
  6. Memaknai kosakata baru berdasarkan konteks kalimat.
  7. Menjelaskan pentingnya menaati rambu lalu lintas.
  8. Menunjukkan perilaku disiplin dan bertanggung jawab sebagai pengguna jalan.
  9. Menyampaikan kembali informasi yang diperoleh dari teks dengan bahasa sendiri.

Mindful (Berkesadaran)

Murid membaca teks dengan saksama dan mengamati gambar rambu lalu lintas secara teliti. Murid menyadari bahwa setiap rambu memiliki petunjuk dan makna tertentu yang perlu dipahami agar dapat digunakan dengan benar.

Meaningful (Bermakna)

Murid memahami bahwa rambu lalu lintas sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Ketika pergi ke sekolah, berjalan kaki, bersepeda, atau bepergian bersama keluarga, mereka akan menemukan berbagai rambu yang harus dipatuhi untuk menjaga keselamatan dan ketertiban di jalan.

Joyful (Menyenangkan)

Murid belajar melalui kegiatan membaca teks perjalanan ke sekolah, mengamati gambar rambu lalu lintas, permainan mencocokkan rambu dengan maknanya, menemukan kosakata baru, berdiskusi dalam kelompok, serta bermain peran sebagai pengguna jalan yang disiplin.

Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Membaca dan memahami teks narasi tentang perjalanan ke sekolah.
  2. Menemukan informasi penting dari teks yang dibaca.
  3. Mengamati berbagai gambar rambu lalu lintas.
  4. Mengidentifikasi makna dan fungsi rambu lalu lintas.
  5. Menemukan kosakata baru dalam teks.
  6. Memaknai kosakata baru berdasarkan konteks kalimat.
  7. Menjelaskan pentingnya menaati rambu lalu lintas.
  8. Menunjukkan sikap disiplin dan bertanggung jawab sebagai pengguna jalan.
  9. Menyampaikan kembali isi teks dengan bahasa sendiri.

📌 MATERI: MEMAHAMI TEKS PETUNJUK RAMBU LALU LINTAS DAN PENTINGNYA MENAATINYA

Model & Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning & Problem Based Learning

Metode: Membaca, tanya jawab, pengamatan, diskusi kelompok, demonstrasi, permainan edukatif, penugasan, bermain peran, dan presentasi.

Media Pembelajaran

LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik), teks narasi tentang perjalanan ke sekolah, gambar rambu lalu lintas, kartu kosakata, kartu gambar rambu, papan tulis, video pembelajaran, buku Bahasa Indonesia, dan lingkungan sekitar sekolah.

🌸 Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 4! Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan selalu bersemangat dalam belajar. Aamiin.

Sebelum memulai pelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama dan basmalah agar ilmu yang kita pelajari menjadi ilmu yang bermanfaat dan penuh keberkahan.

Anak-anak hebat, siapa di antara kalian yang pergi ke sekolah dengan berjalan kaki?

Siapa yang pergi ke sekolah menggunakan sepeda, sepeda motor, atau kendaraan bersama orang tua?

Ketika kalian berada di jalan, apakah kalian pernah melihat lampu lalu lintas, tanda dilarang parkir, tanda penyeberangan, tanda berhenti, atau rambu lainnya?

Menurut kalian, mengapa rambu-rambu tersebut dipasang di jalan?

Apa yang mungkin terjadi jika pengguna jalan tidak menaati rambu lalu lintas?

Nah, hari ini kita akan belajar tentang teks petunjuk rambu lalu lintas dan pentingnya menaati rambu lalu lintas.

Guru menyampaikan:

"Anak-anak, rambu lalu lintas dibuat untuk memberikan petunjuk, peringatan, larangan, atau informasi kepada pengguna jalan. Dengan memahami makna rambu dan menaati petunjuknya, kita dapat menjadi pengguna jalan yang disiplin dan bertanggung jawab."

Guru menunjukkan beberapa gambar rambu lalu lintas, misalnya:

  • Rambu berhenti.
  • Rambu dilarang parkir.
  • Rambu penyeberangan.
  • Rambu batas kecepatan.
  • Lampu lalu lintas.
  • Rambu peringatan.

Guru bertanya kepada peserta didik:

"Apa arti rambu tersebut?"

"Pernahkah kalian melihat rambu tersebut ketika pergi ke sekolah?"

"Apa yang harus kita lakukan ketika melihat rambu tersebut?"

Guru mengaitkan jawaban peserta didik dengan pentingnya membaca dan memahami petunjuk yang terdapat dalam teks maupun simbol rambu lalu lintas.

Guru menyampaikan pesan:

"Menjaga keselamatan di jalan merupakan tanggung jawab bersama. Oleh karena itu, kita harus memahami aturan dan petunjuk lalu lintas serta membiasakan diri untuk menaati rambu yang kita temui."

Guru membacakan firman Allah SWT:

"Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan..." (QS. Al-Baqarah: 195)

Guru menjelaskan bahwa kita harus menjaga keselamatan diri dan orang lain. Salah satu caranya adalah menaati aturan keselamatan ketika berada di jalan.

Yuk, kita belajar menjadi pengguna jalan yang disiplin, tertib, dan bertanggung jawab! 🚦🚶‍♀️🚲📚

📖 Ringkasan Materi

A. Pengertian Teks Petunjuk

Teks petunjuk adalah teks yang berisi arahan atau informasi mengenai cara melakukan sesuatu atau tindakan yang perlu dilakukan dalam situasi tertentu.

Teks petunjuk membantu seseorang melakukan sesuatu dengan benar, aman, dan teratur.

Dalam pembelajaran kali ini, teks petunjuk berkaitan dengan rambu lalu lintas.

B. Pengertian Rambu Lalu Lintas

Rambu lalu lintas adalah tanda atau simbol yang digunakan untuk memberikan petunjuk, peringatan, larangan, atau informasi kepada pengguna jalan.

Rambu lalu lintas membantu pengguna jalan mengetahui tindakan yang harus dilakukan atau dihindari.

Contohnya:

  • Rambu berhenti.
  • Rambu dilarang parkir.
  • Rambu penyeberangan.
  • Rambu batas kecepatan.
  • Rambu peringatan.
  • Rambu petunjuk arah.

C. Fungsi Rambu Lalu Lintas

Rambu lalu lintas memiliki beberapa fungsi, antara lain:

  1. Memberikan petunjuk kepada pengguna jalan.
  2. Memberikan peringatan tentang kondisi jalan.
  3. Memberikan larangan terhadap tindakan tertentu.
  4. Memberikan informasi kepada pengguna jalan.
  5. Membantu menciptakan ketertiban di jalan.
  6. Mendukung keselamatan pengguna jalan.

D. Jenis-Jenis Petunjuk Rambu Lalu Lintas

1. Rambu Larangan

Rambu larangan memberikan petunjuk bahwa suatu tindakan tidak boleh dilakukan.

Contoh:

Dilarang masuk

Artinya pengguna jalan tidak diperbolehkan memasuki jalan tersebut dari arah yang ditunjukkan.

Dilarang parkir

Artinya pengguna kendaraan tidak diperbolehkan memarkir kendaraan di tempat tersebut.

2. Rambu Peringatan

Rambu peringatan memberikan peringatan kepada pengguna jalan agar berhati-hati terhadap kondisi tertentu.

Contohnya:

  • Peringatan jalan licin.
  • Peringatan tikungan.
  • Peringatan persimpangan.
  • Peringatan adanya penyeberangan.

3. Rambu Petunjuk

Rambu petunjuk memberikan informasi atau menunjukkan arah dan tempat tertentu.

Contohnya:

  • Petunjuk arah.
  • Petunjuk tempat parkir.
  • Petunjuk rumah sakit.
  • Petunjuk tempat penyeberangan.

4. Rambu Perintah

Rambu perintah menunjukkan tindakan yang harus dilakukan oleh pengguna jalan.

Contohnya:

  • Wajib mengikuti arah tertentu.
  • Wajib menggunakan jalur tertentu.
  • Wajib mengikuti petunjuk yang ditampilkan pada rambu.

E. Memahami Teks tentang Perjalanan ke Sekolah

Bacalah teks berikut dengan saksama!

Perjalanan Rani ke Sekolah

Setiap pagi Rani pergi ke sekolah bersama ayahnya. Mereka menggunakan sepeda motor dan selalu memakai perlengkapan keselamatan. Dalam perjalanan, Rani melihat berbagai rambu lalu lintas.

Ketika mendekati persimpangan, mereka melihat lampu lalu lintas berwarna merah. Ayah Rani berhenti di belakang garis yang telah ditentukan. Setelah lampu berubah menjadi hijau, mereka melanjutkan perjalanan.

Di dekat sekolah terdapat rambu penyeberangan. Rani melihat beberapa siswa menyeberang di tempat yang telah disediakan. Rani memahami bahwa rambu tersebut membantu pejalan kaki menyeberang dengan lebih tertib.

Rani senang melihat pengguna jalan yang menaati aturan. Menurut Rani, menaati rambu lalu lintas merupakan bentuk sikap disiplin dan tanggung jawab. Dengan menaati aturan, perjalanan menjadi lebih tertib dan keselamatan pengguna jalan dapat lebih terjaga.

F. Menemukan Informasi dari Teks

Setelah membaca teks "Perjalanan Rani ke Sekolah", kita dapat menemukan informasi berikut:

  1. Rani pergi ke sekolah bersama ayahnya.
  2. Rani melihat berbagai rambu lalu lintas.
  3. Ayah Rani berhenti ketika lampu lalu lintas berwarna merah.
  4. Mereka melanjutkan perjalanan ketika lampu berubah menjadi hijau.
  5. Di dekat sekolah terdapat rambu penyeberangan.
  6. Menaati rambu lalu lintas merupakan bentuk disiplin dan tanggung jawab.
  7. Rambu lalu lintas membantu menciptakan ketertiban dan mendukung keselamatan pengguna jalan.

G. Kosakata Baru

Dalam membaca teks, kita mungkin menemukan kosakata yang belum kita pahami.

Contoh kosakata dalam teks:

KosakataMakna
PersimpanganTempat bertemunya dua jalan atau lebih
RambuTanda atau petunjuk di jalan
PenyeberanganTempat atau kegiatan untuk menyeberang
Pengguna jalanOrang yang menggunakan jalan
TertibTeratur dan sesuai aturan
DisiplinSikap patuh terhadap aturan
KeselamatanKeadaan aman dari bahaya
PetunjukArahan atau informasi yang membantu seseorang

H. Cara Memaknai Kosakata Baru

Untuk mengetahui makna kosakata baru, kita dapat menggunakan beberapa cara:

  1. Membaca kalimat secara lengkap.
  2. Memperhatikan kata-kata sebelum dan sesudah kosakata tersebut.
  3. Menghubungkan kata dengan gambar atau kejadian dalam teks.
  4. Menggunakan kamus jika diperlukan.
  5. Mendiskusikan makna kata dengan guru atau teman.

Contoh:

Kalimat:

"Ayah Rani berhenti di persimpangan."

Dari konteks kalimat, kita dapat memahami bahwa persimpangan adalah tempat bertemunya dua jalan atau lebih.

I. Pentingnya Menaati Rambu Lalu Lintas

Menaati rambu lalu lintas penting karena:

  1. Membantu menjaga keselamatan pengguna jalan.
  2. Membantu menciptakan ketertiban.
  3. Membantu pengguna jalan mengetahui tindakan yang harus dilakukan.
  4. Mengurangi tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain.
  5. Menunjukkan sikap disiplin.
  6. Menunjukkan sikap bertanggung jawab.

Contoh perilaku:

Ketika lampu lalu lintas berwarna merah, pengguna jalan harus berhenti dan menunggu sampai mendapatkan tanda untuk melanjutkan perjalanan.

J. Sikap sebagai Pengguna Jalan yang Bertanggung Jawab

Sebagai pengguna jalan, kita perlu membiasakan diri:

  • Memperhatikan rambu lalu lintas.
  • Menaati petunjuk yang diberikan.
  • Menyeberang di tempat yang aman dan sesuai petunjuk.
  • Tidak bermain-main di jalan.
  • Berhati-hati ketika berada di dekat jalan.
  • Menggunakan perlengkapan keselamatan yang sesuai.
  • Mengingatkan teman dengan cara yang baik jika tidak tertib.
  • Menghargai pengguna jalan lainnya.

🔎 Kegiatan Membaca dan Menemukan Kosakata

"TEMUKAN KATA BARU"

Setelah membaca teks "Perjalanan Rani ke Sekolah", peserta didik bekerja secara berkelompok.

Tugas kelompok:

  1. Temukan minimal 5 kosakata baru dari teks.
  2. Tuliskan kata tersebut pada tabel.
  3. Tuliskan makna setiap kata.
  4. Buat satu kalimat menggunakan salah satu kosakata tersebut.

Tabel Tugas

No.Kosakata BaruMaknaKalimat
1.


2.


3.


4.


5.


🚦 Kegiatan Kelompok

"PASANGKAN RAMBU DENGAN PETUNJUKNYA"

Guru menyiapkan kartu gambar rambu dan kartu makna.

Peserta didik bekerja dalam kelompok untuk memasangkan:

Gambar Rambu → Nama Rambu → Makna/Petunjuk

Contoh:

Lampu merah → Berhenti → Pengguna jalan harus berhenti.

Rambu penyeberangan → Tempat penyeberangan → Pejalan kaki menyeberang di tempat yang disediakan.

Setelah selesai, kelompok mempresentasikan hasilnya di depan kelas.

🎭 Bermain Peran

"AKU PENGGUNA JALAN YANG DISIPLIN"

Beberapa peserta didik berperan sebagai:

  • Pejalan kaki
  • Pengendara sepeda
  • Pengguna kendaraan
  • Petugas lalu lintas

Peserta didik mempraktikkan situasi sederhana ketika:

  1. Menemukan lampu lalu lintas.
  2. Menyeberang di tempat penyeberangan.
  3. Melihat rambu dilarang masuk.
  4. Melihat rambu peringatan.
  5. Mengingatkan teman agar menaati aturan.

Setelah bermain peran, guru mengajukan pertanyaan:

  • Apa rambu yang kalian lihat?
  • Apa arti rambu tersebut?
  • Apa yang harus dilakukan?
  • Mengapa kita harus menaati rambu lalu lintas?

🌟 INGAT!

  • Teks petunjuk berisi arahan atau informasi tentang tindakan yang perlu dilakukan.
  • Rambu lalu lintas memberikan petunjuk, peringatan, larangan, atau informasi.
  • Setiap rambu memiliki makna yang perlu dipahami.
  • Bacalah teks dengan teliti untuk menemukan informasi penting.
  • Makna kosakata baru dapat diketahui melalui konteks kalimat.
  • Menaati rambu lalu lintas merupakan bentuk disiplin dan tanggung jawab.
  • Kita harus menjaga keselamatan diri sendiri dan orang lain ketika berada di jalan.
  • Jadilah pengguna jalan yang tertib, disiplin, dan bertanggung jawab! 🚦📚🌟

📝 Soal Asesmen / Post Test

A. Pilihan Ganda

1. Teks petunjuk berisi ....

a. cerita khayalan
b. arahan atau informasi tentang tindakan yang perlu dilakukan
c. cerita tentang pengalaman seseorang
d. daftar nama benda

2. Rambu lalu lintas digunakan untuk ....

a. menghias jalan
b. memberikan petunjuk dan informasi kepada pengguna jalan
c. membuat jalan menjadi ramai
d. menunjukkan tempat bermain

3. Ketika lampu lalu lintas berwarna merah, pengguna jalan harus ....

a. berjalan terus
b. berhenti
c. mempercepat kendaraan
d. membunyikan klakson

4. Tempat yang digunakan untuk menyeberang secara tertib disebut ....

a. persimpangan
b. penyeberangan
c. tempat parkir
d. terminal

5. Sikap menaati rambu lalu lintas menunjukkan sikap ....

a. ceroboh
b. malas
c. disiplin dan bertanggung jawab
d. tidak peduli

B. Isian Singkat

6. Rambu lalu lintas memberikan ________ kepada pengguna jalan.

7. Tempat bertemunya dua jalan atau lebih disebut ________.

8. Sikap patuh terhadap aturan disebut ________.

9. Untuk mengetahui makna kosakata baru, kita dapat memperhatikan ________ kalimat.

10. Menaati rambu lalu lintas dapat membantu menjaga ________ pengguna jalan.

C. Uraian

11. Apa yang dimaksud dengan teks petunjuk?

12. Apa fungsi rambu lalu lintas?

13. Sebutkan tiga contoh rambu atau petunjuk lalu lintas yang kamu ketahui!

14. Mengapa kita harus menaati rambu lalu lintas?

15. Tuliskan tiga contoh sikap disiplin dan bertanggung jawab sebagai pengguna jalan!

🔑 Kunci Jawaban

Pilihan Ganda

  1. b. arahan atau informasi tentang tindakan yang perlu dilakukan
  2. b. memberikan petunjuk dan informasi kepada pengguna jalan
  3. b. berhenti
  4. b. penyeberangan
  5. c. disiplin dan bertanggung jawab

Isian Singkat

  1. petunjuk/informasi
  2. persimpangan
  3. disiplin
  4. konteks
  5. keselamatan

Uraian

11. Teks petunjuk adalah teks yang berisi arahan atau informasi mengenai cara melakukan sesuatu atau tindakan yang perlu dilakukan dalam situasi tertentu.

12. Rambu lalu lintas berfungsi memberikan petunjuk, peringatan, larangan, atau informasi kepada pengguna jalan agar perjalanan lebih tertib dan aman.

13. Contoh jawaban: rambu berhenti, rambu dilarang parkir, rambu penyeberangan, rambu peringatan, dan rambu petunjuk arah.

14. Karena menaati rambu lalu lintas membantu menjaga keselamatan, menciptakan ketertiban, dan menunjukkan sikap disiplin serta tanggung jawab sebagai pengguna jalan.

15. Contoh jawaban: memperhatikan rambu lalu lintas, menaati lampu lalu lintas, menyeberang di tempat yang disediakan, tidak bermain di jalan, dan menggunakan perlengkapan keselamatan yang sesuai.

🌱 REFLEKSI PESERTA DIDIK

Setelah mengikuti pembelajaran hari ini, lengkapilah kalimat berikut:

  1. Hari ini saya belajar tentang __________________________.
  2. Kosakata baru yang saya pelajari adalah __________________________.
  3. Arti kosakata tersebut adalah __________________________.
  4. Rambu lalu lintas penting karena __________________________.
  5. Sebagai pengguna jalan, saya akan __________________________.

Komitmenku Hari Ini

"Saya berjanji akan menjadi pengguna jalan yang disiplin dan bertanggung jawab. Saya akan memperhatikan dan menaati rambu lalu lintas serta menjaga keselamatan diri sendiri dan orang lain."

🌟 KESIMPULAN

Teks petunjuk merupakan teks yang berisi arahan atau informasi mengenai tindakan yang perlu dilakukan. Rambu lalu lintas merupakan salah satu bentuk petunjuk yang dapat membantu pengguna jalan memahami aturan, larangan, peringatan, dan informasi di jalan.

Melalui kegiatan membaca teks tentang perjalanan ke sekolah, kita dapat menemukan berbagai informasi penting dan kosakata baru. Makna kosakata baru dapat dipahami dengan memperhatikan konteks kalimat, menghubungkannya dengan gambar atau kejadian dalam teks, serta menggunakan kamus jika diperlukan.

Rambu lalu lintas harus dipahami dan ditaati oleh pengguna jalan. Menaati rambu lalu lintas merupakan bentuk disiplin dan tanggung jawab. Dengan memahami petunjuk dan menaati aturan, kita dapat membantu menciptakan perjalanan yang lebih tertib serta menjaga keselamatan diri sendiri dan orang lain.

Oleh karena itu, marilah kita membiasakan diri menjadi pengguna jalan yang tertib, disiplin, berhati-hati, dan bertanggung jawab.

Selasa, 29 September 2026

IPAS

By elfida fida - September 29, 2026 6 Comments

 RABU, 30 SEPTEMBER 2026

📋 PERANGKAT PEMBELAJARAN

IDENTITAS

Nama Guru: Elfida, S.Pd
Mata Pelajaran: IPAS
Hari, Tanggal: Rabu, 30 September 2026
Fase/Kelas: B / IV (Empat)
Materi: Praktik Mencari Letak Kabupaten/Kota dan Provinsi dengan Peta Digital
Pertemuan ke: 2

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم

📋 Perangkat Pembelajaran

Capaian Pembelajaran (CP)

Peserta didik mampu mengenal lingkungan tempat tinggalnya serta menggunakan peta konvensional dan/atau digital untuk menemukan letak suatu wilayah dan memperoleh informasi sederhana mengenai lingkungan sekitarnya.

Tujuan Pembelajaran

Peserta didik dapat mengenal letak kabupaten/kota dan provinsi tempat tinggalnya dengan menggunakan peta konvensional/digital.

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan fungsi peta digital dalam menemukan suatu lokasi.
  2. Mengenal fitur pencarian pada peta digital.
  3. Mempraktikkan cara mencari lokasi tempat tinggal menggunakan peta digital.
  4. Menemukan nama kabupaten/kota tempat tinggal pada peta digital.
  5. Menemukan nama provinsi tempat tinggal pada peta digital.
  6. Mencatat hasil pencarian lokasi secara tepat.
  7. Menyampaikan hasil praktik pencarian wilayah di depan kelas dengan percaya diri.

Mindful (Berkesadaran)

Murid menggunakan peta digital dengan penuh perhatian dan ketelitian. Murid mengamati nama tempat, jalan, batas wilayah, kabupaten/kota, dan provinsi yang muncul pada peta. Murid menyadari bahwa teknologi digital dapat membantu manusia mengenal lingkungan dan wilayah tempat tinggalnya.

Meaningful (Bermakna)

Murid memahami bahwa kemampuan menggunakan peta digital bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari, misalnya untuk mencari lokasi rumah, sekolah, tempat wisata, fasilitas umum, serta mengetahui kabupaten/kota dan provinsi suatu tempat.

Joyful (Menyenangkan)

Murid melakukan praktik secara langsung menggunakan peta digital. Murid bekerja dalam kelompok, mencari lokasi yang ditentukan, mencatat hasil pencarian, melakukan permainan mencari wilayah, dan mempresentasikan hasilnya dengan cara yang menyenangkan.

Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Memahami fungsi peta digital dalam kehidupan sehari-hari.
  2. Mengenal fitur pencarian pada peta digital.
  3. Mempraktikkan cara mencari suatu lokasi menggunakan peta digital.
  4. Mengidentifikasi kabupaten/kota berdasarkan lokasi yang ditemukan.
  5. Mengidentifikasi provinsi berdasarkan lokasi yang ditemukan.
  6. Mencatat hasil pencarian letak wilayah.
  7. Menyampaikan hasil praktik menggunakan peta digital secara lisan.

📌 MATERI: PRAKTIK MENCARI LETAK KABUPATEN/KOTA DAN PROVINSI DENGAN PETA DIGITAL

Model & Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning & Project Based Learning

Metode: Tanya jawab, demonstrasi, praktik langsung, pengamatan, diskusi kelompok, penugasan, permainan edukatif, dan presentasi.

Media Pembelajaran

Peta digital, telepon pintar/tablet atau komputer, proyektor, jaringan internet, LKPD, peta Indonesia, buku pelajaran IPAS, dan papan tulis.

🌸 Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 4! Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan selalu bersemangat dalam belajar. Aamiin.

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita berdoa bersama dan membaca basmalah agar pembelajaran hari ini berjalan dengan lancar dan ilmu yang kita peroleh menjadi ilmu yang bermanfaat.

Anak-anak, apakah kalian pernah pergi ke tempat yang belum pernah kalian kunjungi?

Bagaimana cara kalian mengetahui letak tempat tersebut?

Pernahkah kalian melihat Ayah, Ibu, kakak, atau orang lain menggunakan telepon pintar untuk mencari alamat atau jalan?

Nah, pada pembelajaran sebelumnya kita sudah mengenal peta digital. Hari ini kita akan melakukan praktik mencari letak kabupaten/kota dan provinsi dengan menggunakan peta digital.

Guru menunjukkan tampilan peta digital melalui proyektor.

Guru bertanya kepada peserta didik:

"Di kabupaten/kota manakah sekolah kita berada?"

"Provinsi apakah tempat tinggal kita?"

"Bagaimana cara kita menemukan informasi tersebut menggunakan peta digital?"

Guru menjelaskan bahwa peta digital dapat membantu kita mencari lokasi dan mengetahui wilayah administratif suatu tempat.

Guru menyampaikan Kebesaran Allah SWT kepada peserta didik:

"Allah SWT menciptakan bumi dengan berbagai wilayah, daerah, kota, gunung, sungai, dan laut. Setiap wilayah memiliki keunikan dan keindahan. Dengan mempelajari peta, kita dapat mengenal tempat tinggal dan lingkungan di sekitar kita sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT."

Guru membacakan firman Allah SWT:

"Dan Dia telah menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu tidak goncang bersama kamu." (QS. An-Nahl: 15)

Guru menjelaskan bahwa keberagaman wilayah di bumi merupakan salah satu kebesaran Allah SWT yang perlu kita syukuri dan pelajari.

Yuk, kita praktik mencari wilayah kita menggunakan peta digital! 🗺️📱🌏

📖 Ringkasan Materi

A. Pengertian Praktik Peta Digital

Praktik menggunakan peta digital adalah kegiatan menggunakan perangkat elektronik untuk mencari dan menemukan lokasi suatu tempat serta memperoleh informasi mengenai wilayah tersebut.

Dalam pembelajaran ini, peserta didik akan mempraktikkan cara mencari:

  • Lokasi tempat tinggal.
  • Nama desa/kelurahan.
  • Nama kecamatan.
  • Nama kabupaten/kota.
  • Nama provinsi.

B. Peralatan yang Digunakan

Untuk melakukan praktik, kita dapat menggunakan:

  1. Telepon pintar.
  2. Tablet.
  3. Komputer atau laptop.
  4. Jaringan internet.
  5. Aplikasi atau layanan peta digital.
  6. LKPD untuk mencatat hasil pengamatan.

C. Langkah-Langkah Praktik

Langkah 1: Siapkan Perangkat

Siapkan telepon pintar, tablet, atau komputer yang dapat digunakan untuk mengakses peta digital.

Pastikan perangkat dapat terhubung dengan internet jika layanan peta yang digunakan membutuhkannya.

Langkah 2: Buka Peta Digital

Buka aplikasi atau layanan peta digital yang tersedia pada perangkat.

Guru memberikan contoh cara membuka peta digital melalui proyektor.

Langkah 3: Cari Lokasi

Masukkan nama tempat yang ingin dicari pada kolom pencarian.

Contoh:

Nama sekolah

atau

Nama daerah tempat tinggal.

Kemudian tekan tombol pencarian.

Langkah 4: Amati Hasil Pencarian

Setelah lokasi ditemukan, amati informasi yang terdapat pada peta.

Perhatikan:

  • Nama tempat.
  • Nama jalan.
  • Desa/kelurahan.
  • Kecamatan.
  • Kabupaten/kota.
  • Provinsi.

Langkah 5: Temukan Kabupaten/Kota

Perhatikan informasi wilayah pada hasil pencarian.

Tuliskan nama kabupaten/kota tempat lokasi tersebut berada.

Kabupaten/Kota: ........................................

Langkah 6: Temukan Provinsi

Setelah mengetahui kabupaten/kota, cari informasi provinsi tempat wilayah tersebut berada.

Provinsi: ....................................................

Langkah 7: Catat Hasil Pengamatan

Tuliskan semua informasi yang ditemukan pada LKPD.

Langkah 8: Presentasikan Hasil

Setiap kelompok menyampaikan hasil praktik di depan kelas.

🗺️ Contoh Praktik

Guru meminta peserta didik mencari lokasi sekolah menggunakan peta digital.

Peserta didik mengikuti langkah berikut:

1. Buka peta digital.

2. Ketik nama sekolah pada kolom pencarian.

3. Pilih lokasi yang sesuai.

4. Amati informasi wilayah yang muncul.

5. Catat nama kecamatan.

6. Catat nama kabupaten/kota.

7. Catat nama provinsi.

Contoh tabel hasil:

No.InformasiHasil
1Nama Sekolah................................
2Desa/Kelurahan................................
3Kecamatan................................
4Kabupaten/Kota................................
5Provinsi................................

👥 Tugas Kelompok

"AYO CARI WILAYAH KITA!"

Bentuklah kelompok yang terdiri atas 3–4 peserta didik.

Setiap kelompok melakukan praktik mencari lokasi sekolah atau tempat yang ditentukan guru menggunakan peta digital.

Lengkapi tabel berikut:

No.Hal yang DicariJawaban
1Nama tempat................................
2Desa/Kelurahan................................
3Kecamatan................................
4Kabupaten/Kota................................
5Provinsi................................

Pertanyaan Diskusi

  1. Apa nama tempat yang kalian cari?
  2. Di kecamatan mana tempat tersebut berada?
  3. Apa nama kabupaten/kotanya?
  4. Apa nama provinsinya?
  5. Apakah kalian mengalami kesulitan saat mencari lokasi?
  6. Bagaimana cara kelompok kalian mengatasi kesulitan tersebut?

🎯 Praktik Individu

Sekarang carilah tempat tinggalmu menggunakan peta digital dengan bimbingan guru atau orang dewasa.

Tuliskan hasilnya:

Nama tempat tinggal: ............................................

Desa/Kelurahan: ...................................................

Kecamatan: ............................................................

Kabupaten/Kota: ....................................................

Provinsi: ................................................................

🌟 INGAT!

  • Gunakan peta digital dengan teliti.
  • Ketik nama lokasi dengan benar.
  • Periksa kembali hasil pencarian sebelum mencatat.
  • Perhatikan nama kabupaten/kota dan provinsi.
  • Jangan mengubah pengaturan perangkat tanpa izin guru.
  • Gunakan perangkat digital secara bertanggung jawab.
  • Bekerjalah dengan teman secara tertib.
  • Sampaikan hasil pengamatan dengan percaya diri.
  • Peta digital merupakan salah satu teknologi yang dapat membantu kita mengenal lingkungan dan wilayah tempat tinggal.

📝 Soal Asesmen / Post Test

A. Pilihan Ganda

1. Peta digital dapat digunakan untuk ....

a. memasak makanan
b. mencari lokasi suatu tempat
c. mencuci pakaian
d. membuat kerajinan

2. Alat yang dapat digunakan untuk mengakses peta digital adalah ....

a. telepon pintar
b. penghapus
c. penggaris
d. sapu

3. Untuk mencari suatu lokasi pada peta digital, kita menggunakan ....

a. kolom pencarian
b. tempat pensil
c. buku gambar
d. papan tulis

4. Setelah menemukan suatu lokasi pada peta digital, kita dapat mencari informasi tentang ....

a. nama wilayah
b. warna pakaian
c. jenis makanan
d. nama permainan

5. Kabupaten/kota dan provinsi menunjukkan ....

a. wilayah administratif
b. jenis kendaraan
c. nama tumbuhan
d. nama hewan

B. Isian Singkat

6. Peta yang digunakan melalui perangkat elektronik disebut peta ....

7. Untuk mencari lokasi pada peta digital, kita dapat mengetik nama tempat pada kolom ....

8. Salah satu perangkat yang dapat digunakan untuk membuka peta digital adalah ....

9. Setelah menemukan lokasi, kita dapat mengetahui nama kabupaten/kota dan ....

10. Sebelum mencatat hasil pencarian, kita harus terlebih dahulu .... informasi pada peta.

C. Uraian

11. Apa manfaat peta digital dalam kehidupan sehari-hari?

12. Sebutkan langkah-langkah mencari lokasi menggunakan peta digital!

13. Bagaimana cara mengetahui kabupaten/kota tempat suatu lokasi berada?

14. Mengapa kita perlu mengetahui provinsi tempat tinggal?

15. Praktikkan mencari lokasi tempat tinggalmu menggunakan peta digital, kemudian tuliskan nama kabupaten/kota dan provinsinya!

🔑 Kunci Jawaban

Pilihan Ganda

  1. b. mencari lokasi suatu tempat
  2. a. telepon pintar
  3. a. kolom pencarian
  4. a. nama wilayah
  5. a. wilayah administratif

Isian Singkat

  1. digital
  2. pencarian
  3. telepon pintar/tablet/komputer
  4. provinsi
  5. mengamati/memeriksa

Uraian

11. Peta digital bermanfaat untuk mencari lokasi, mengetahui nama wilayah, menemukan jalan, mengetahui kabupaten/kota, dan mengetahui provinsi suatu tempat.

12. Menyiapkan perangkat, membuka peta digital, mengetik nama lokasi pada kolom pencarian, memilih lokasi yang sesuai, mengamati informasi wilayah, kemudian mencatat hasilnya.

13. Dengan mengamati informasi wilayah yang ditampilkan pada peta digital setelah lokasi ditemukan.

14. Agar kita mengenal wilayah tempat tinggal dan mengetahui posisi wilayah tersebut dalam wilayah Indonesia.

15. Jawaban disesuaikan dengan hasil pencarian masing-masing peserta didik.

🌟 KESIMPULAN

Peta digital merupakan peta yang dapat digunakan melalui perangkat elektronik seperti telepon pintar, tablet, dan komputer. Peta digital membantu kita menemukan lokasi serta memperoleh informasi tentang suatu wilayah.

Melalui praktik menggunakan peta digital, peserta didik dapat mencari lokasi tempat tinggal atau sekolah, kemudian mengidentifikasi desa/kelurahan, kecamatan, kabupaten/kota, dan provinsi tempat lokasi tersebut berada.

Kegiatan praktik ini juga melatih peserta didik untuk menggunakan teknologi secara bijak, teliti, bertanggung jawab, dan bekerja sama dengan teman.

Dengan demikian, peserta didik dapat mengenal letak kabupaten/kota dan provinsi tempat tinggalnya dengan menggunakan peta digital serta mampu mempraktikkan cara mencari lokasi suatu wilayah secara mandiri. 🗺️📱🌏

Refleksi:

Alhamdulillah kegiatan pembelajaran hari ini berjalan dengan baik dan lancar di mana hari ini anak-anak melakukan praktek cara mencari letak kota Kabupaten provinsi dengan menggunakan HP yaitu karena materinya hari ini tentang menggunakan peta digital dalam hal ini anak-anak mencari arah tempat tinggalnya menuju ke sekolah dengan menggunakan peta digital tersebut dengan menggunakan media HP siswa yang hadir berjumlah 20 orang yang tidak hadir 2 orang karena sakit.

MATEMATIKA

  JUMAT, 01 OKTOBER 2026 IDENTITAS Nama Guru: Elfida, S.Pd Mata Pelajaran: Matematika Hari, Tanggal:  Jumat, 02 Oktober 2026 Fase/Kelas: ...

 

Elfida Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea