Kamis, 30 Juli 2026

MATEMATIKA

By elfida fida - Juli 30, 2026 0 Comments

 GURU KELAS IV. B : ELFIDA, S.Pd

MATERI AJAR KELAS IV. B UNTUK HARI JUMAT 31 JULI TANGGAL 2026



 


Selamat pagi,,,,Tabik pun

Assalamualaikum.wr.wb anak sholeh/sholeha IV.B apa kabar hari ini?Alhamdulillah semoga kita semua selalu sehat dan selalu dalam lindungan Allah SWT.aamiin ya Robbal allamin. Jangan lupa sebelum belajar dengarkan tausiah dan rangkum isinya kemudian tadarus dan shalat dhuha. 

MAPEL MATEMATIKA

Tujuan Pembelajaran:

Peserta didik mampu membandingkan dua bilangan dengan menggunakan simbol ., ,, = dan  mengurutkan bilangan dari yang terkecil sampai ke terbesar dan sebaliknya dengan benar.

MATERIN AJAR: MEMBANDINGKAN DUA BILANGAN MENGGUNAKAN SIMBOL ., ,, = DAN MENGURUTKAN BILANGAN DARI YANG TERKECIL DAN SEBALIKNYA

A. Membandingkan Dua Bilangan

Membandingkan bilangan adalah menentukan apakah suatu bilangan lebih besar, lebih kecil, atau sama dengan bilangan lainnya.

Simbol Perbandingan

SimbolArti
>Lebih besar dari
<Lebih kecil dari
=Sama dengan

Cara Membandingkan Bilangan

Bandingkan nilai tempat mulai dari angka yang paling besar.

Urutan nilai tempat:

  • Ribuan
  • Ratusan
  • Puluhan
  • Satuan

Contoh 1

3.458 dan 3.482

  • Ribuan sama-sama 3.
  • Ratusan sama-sama 4.
  • Puluhan: 5 < 8.

Jadi:

3.458 < 3.482


Contoh 2

7.230 dan 7.230

Semua angka sama.

Jadi:

7.230 = 7.230


Contoh 3

9.125 dan 8.999

Ribuan:
9 > 8

Jadi:

9.125 > 8.999


B. Mengurutkan Bilangan

Mengurutkan bilangan berarti menyusun bilangan sesuai urutannya.

Ada dua cara mengurutkan:

  1. Dari yang terkecil ke terbesar (naik).
  2. Dari yang terbesar ke terkecil (turun).

Langkah Mengurutkan Bilangan

  1. Bandingkan angka pada nilai tempat terbesar.
  2. Jika sama, bandingkan nilai tempat berikutnya.
  3. Susun sesuai urutan yang diminta.

Contoh 1

Urutkan dari yang terkecil.

4.215, 3.980, 5.100, 4.102

Jawaban:

3.980, 4.102, 4.215, 5.100


Contoh 2

Urutkan dari yang terbesar.

6.530, 6.305, 7.100, 5.999

Jawaban:

7.100, 6.530, 6.305, 5.999


C. Ringkasan

  • Gunakan simbol > untuk lebih besar.
  • Gunakan simbol < untuk lebih kecil.
  • Gunakan simbol = jika kedua bilangan sama.
  • Untuk membandingkan bilangan, perhatikan nilai tempat mulai dari ribuan, ratusan, puluhan, kemudian satuan.
  • Mengurutkan bilangan dapat dilakukan dari yang terkecil ke terbesar atau dari yang terbesar ke terkecil.

Latihan

A. Isilah dengan tanda >, <, atau =

  1. 4.325 .... 4.352
  2. 8.100 .... 8.100
  3. 6.999 .... 7.001
  4. 5.245 .... 5.205
  5. 9.876 .... 9.786

B. Urutkan dari yang terkecil

  1. 3.420, 3.402, 3.240, 3.204
  2. 8.765, 8.567, 8.675, 8.756

C. Urutkan dari yang terbesar

  1. 5.432, 5.234, 5.423, 5.324
  2. 9.105, 9.150, 9.015, 9.501

 

MEDIA/SUMBER PEMBELAJARAN:

- Buku MAPEL MATEMATIKA KELAS IV

- LCD

- VIDEO PEMBELAJARAN

- GAMBAR-GAMBAR

- KARTU ANGKA

*METODE PEMBELAJARAN:

- Ceramah, tanya jawab, Discocery Learning

R  REFLEKSI/KESIMPULAN:

Rabu, 29 Juli 2026

BAHASA INDONESIA

By elfida fida - Juli 29, 2026 0 Comments

  GURU KELAS IV. B : ELFIDA, S.Pd

MATERI AJAR KELAS IV. B UNTUK HARI KAMIS 30 JULI TANGGAL 2026



 


Selamat pagi,,,,Tabik pun

Assalamualaikum.wr.wb anak sholeh/sholeha IV.B apa kabar hari ini?Alhamdulillah semoga kita semua selalu sehat dan selalu dalam lindungan Allah SWT.aamiin ya Robbal allamin. Jangan lupa sebelum belajar dengarkan tausiah dan rangkum isinya kemudian tadarus dan shalat dhuha. 

MAPEL BAHASA INDONESIA

Tujuan Pembelajaran:

Peserta didik mampu menjelaskan pengertian dan mengidentifikasi ciri-ciri kalimat transitif dan kalimat intransitif dengan baik.

MATERI AJAR; KALIMAT TRANSITIF DAN INTRANSITIF

1. Pengertian Kalimat Transitif

Kalimat transitif adalah kalimat yang predikatnya memerlukan objek agar maknanya menjadi lengkap. Predikat dalam kalimat transitif biasanya berupa verba (kata kerja) transitif, seperti membaca, menulis, membeli, membawa, mencuci, dan memasak.

Pola umum:

Subjek (S) + Predikat (P) + Objek (O) + Keterangan (K)

Contoh Kalimat Transitif

  • Ayah mencuci mobil setiap hari Minggu.
  • Ibu memasak sayur di dapur.
  • Rani membaca buku cerita.
  • Guru menjelaskan pelajaran dengan jelas.
  • Adik meminum susu sebelum tidur.

Pada contoh di atas, kata mobil, sayur, buku cerita, pelajaran, dan susu berfungsi sebagai objek.

2. Pengertian Kalimat Intransitif

Kalimat intransitif adalah kalimat yang predikatnya tidak memerlukan objek. Kalimat ini sudah memiliki makna yang lengkap tanpa adanya objek.

Pola umum:

  • Subjek (S) + Predikat (P)
  • Subjek (S) + Predikat (P) + Keterangan (K)

Contoh Kalimat Intransitif

  • Adik tidur.
  • Burung terbang tinggi.
  • Kami bermain di halaman.
  • Ibu tersenyum bahagia.
  • Siswa-siswi berbaris dengan rapi.

Kalimat-kalimat tersebut tidak memerlukan objek agar maknanya tetap utuh.

E. Perbedaan Kalimat Transitif dan Intransitif

AspekKalimat TransitifKalimat Intransitif
ObjekMemerlukan objekTidak memerlukan objek
PredikatKata kerja transitifKata kerja intransitif
MaknaBelum lengkap tanpa objekSudah lengkap tanpa objek
ContohSinta membaca buku.Sinta membaca di perpustakaan.

F. Ciri-Ciri Kalimat Transitif

  • Memiliki objek.
  • Predikat berupa kata kerja transitif.
  • Objek dapat diubah menjadi subjek dalam kalimat pasif.

Contoh:

Kalimat aktif:

Rudi menendang bola.

Kalimat pasif:

Bola ditendang Rudi.

G. Ciri-Ciri Kalimat Intransitif

  • Tidak memiliki objek.
  • Predikat tidak memerlukan objek.
  • Umumnya diikuti keterangan tempat, waktu, atau cara.

Contoh:

  • Ayah bekerja di kantor.
  • Kami berjalan pagi tadi.
  • Burung berkicau setiap pagi.

H. Contoh Kalimat dalam Kehidupan Sehari-hari

Kalimat Transitif

No.Kalimat
1Ani menyiram bunga setiap pagi.
2Ibu membeli sayuran di pasar.
3Dodi mengerjakan tugas sekolah.
4Ayah memperbaiki sepeda.
5Kakak membersihkan kamar.

Kalimat Intransitif

No.Kalimat
1Ani berjalan ke sekolah.
2Bayi tertidur pulas.
3Ayah bekerja hingga sore.
4Burung berkicau merdu.
5Kami berolahraga setiap Minggu.

I. Langkah Mengidentifikasi Kalimat Transitif dan Intransitif

  1. Temukan predikat (kata kerja) dalam kalimat.
  2. Tanyakan "apa?" atau "siapa?" setelah predikat.
  3. Jika ada jawaban berupa objek, kalimat tersebut termasuk transitif.
  4. Jika tidak ada objek, kalimat tersebut termasuk intransitif.

Contoh:

Kalimat:

Siti membaca novel.

Pertanyaan:

Membaca apa?

Jawaban:

Novel.

Kesimpulan:

Kalimat transitif.


 MEDIA/SUMBER PEMBELAJARAN:

- Buku MAPEL  BAHASA INDONESIA KELAS IV

- LCD

- VIDEO PEMBELAJARAN

*METODE PEMBELAJARAN:

- Ceramah, tanya jawab, Discovery Learning

R  REFLEKSI/KESIMPULAN:

     Alhamdulillah kegiatan pembelajaran hari ini berjalan dengan baik di mana hari ini anak-anak belajar tentang kalimat transitif dan intransitif dengan cara menyampaikan penjelasan materi Apa itu kalimat transitif dan intransitif kepada murid kemudian anak-anak bermain game atau menyusun kalimat transitif dengan kartu kalimat.

      Berikut dokumentasi kegiatan pembelajaran hari ini:

      





Selasa, 28 Juli 2026

IPAS, P PANCASILA, SENI RUPA

By elfida fida - Juli 28, 2026 0 Comments

 GURU KELAS IV. B : ELFIDA, S.Pd

MATERI AJAR KELAS IV. B UNTUK HARI RABU 29 JULI TANGGAL 2026



 


Selamat pagi,,,,Tabik pun

Assalamualaikum.wr.wb anak sholeh/sholeha IV.B apa kabar hari ini?Alhamdulillah semoga kita semua selalu sehat dan selalu dalam lindungan Allah SWT.aamiin ya Robbal allamin. Jangan lupa sebelum belajar dengarkan tausiah dan rangkum isinya kemudian tadarus dan shalat dhuha. 

MAPEL IPAS

TUJUAN PEMBELAJARAN:

Peserta didik dapat menjelaskan perubahan bentuk-bentuk energi dalam kehidupan sehari-hari dengan baik.

MATERI AJAR:

PERUBAHAN BENTUK-BENTUK ENERGI DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

Pengertian Energi

Energi adalah kemampuan untuk melakukan kerja atau menyebabkan terjadinya perubahan. Energi tidak dapat diciptakan maupun dimusnahkan, tetapi dapat berubah dari satu bentuk menjadi bentuk lainnya.


Bentuk-Bentuk Energi

Beberapa bentuk energi antara lain:

  • Energi panas (kalor)
  • Energi cahaya
  • Energi bunyi
  • Energi listrik
  • Energi gerak (kinetik)
  • Energi kimia
  • Energi potensial

Perubahan Bentuk Energi

Perubahan energi adalah proses berubahnya satu bentuk energi menjadi bentuk energi lainnya.

Contoh perubahan energi:

Alat/KegiatanPerubahan Energi
LampuEnergi listrik → Energi cahaya dan panas
Kipas anginEnergi listrik → Energi gerak
SetrikaEnergi listrik → Energi panas
TelevisiEnergi listrik → Energi cahaya dan bunyi
BlenderEnergi listrik → Energi gerak
SenterEnergi kimia (baterai) → Energi listrik → Energi cahaya
Kompor gasEnergi kimia → Energi panas
MobilEnergi kimia (bensin) → Energi gerak
Tubuh manusiaEnergi kimia (makanan) → Energi gerak dan panas
Panel suryaEnergi cahaya matahari → Energi listrik

Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari

1. Menyalakan Lampu

Energi listrik berubah menjadi energi cahaya sehingga ruangan menjadi terang.

2. Memasak Air

Kompor mengubah energi kimia menjadi energi panas untuk memanaskan air.

3. Mengendarai Sepeda

Energi kimia dari makanan diubah menjadi energi gerak saat mengayuh sepeda.

4. Mengisi Daya Telepon Seluler

Energi listrik disimpan menjadi energi kimia di dalam baterai.

5. Bermain Gitar

Energi gerak dari tangan menghasilkan energi bunyi.


Ilustrasi Perubahan Energi

Matahari
     ↓
Energi Cahaya
     ↓
Panel Surya
     ↓
Energi Listrik
     ↓
Lampu
     ↓
Energi Cahaya
Makanan
     ↓
Energi Kimia
     ↓
Tubuh Manusia
     ↓
Energi Gerak

Aktivitas Pembelajaran

Alat dan Bahan

  • Senter
  • Baterai
  • Kipas angin kecil
  • Lampu
  • Lilin (dengan pendampingan guru)
  • Gambar berbagai peralatan rumah tangga

Langkah Kegiatan

  1. Amati berbagai alat di sekitar kelas.
  2. Tentukan sumber energinya.
  3. Tuliskan perubahan energi yang terjadi.
  4. Diskusikan hasil bersama kelompok.
  5. Presentasikan hasil diskusi.

Latihan

A. Pilihan Ganda

1. Lampu mengubah energi listrik menjadi ....
a. Energi kimia
b. Energi cahaya
c. Energi gerak
d. Energi bunyi

2. Kipas angin menghasilkan energi ....
a. Gerak
b. Cahaya
c. Kimia
d. Potensial

3. Energi pada baterai adalah ....
a. Cahaya
b. Kimia
c. Bunyi
d. Gerak

B. Isian

  1. Setrika mengubah energi ______ menjadi energi ______.
  2. Tubuh manusia memperoleh energi dari ______.
  3. Kompor gas mengubah energi ______ menjadi energi ______.

C. Uraian

  1. Jelaskan pengertian energi!
  2. Sebutkan lima bentuk energi!
  3. Berikan lima contoh perubahan energi dalam kehidupan sehari-hari!

Kesimpulan

  • Energi adalah kemampuan untuk melakukan kerja.
  • Energi memiliki berbagai bentuk, seperti energi panas, cahaya, bunyi, listrik, gerak, kimia, dan potensial.
  • Energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, tetapi dapat berubah bentuk.
  • Perubahan energi banyak dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya pada lampu, kipas angin, kompor, kendaraan, dan tubuh manusia.
MAPEL PENDIDIKAN PANCASILA
TUJUAN PEMBELAJARAN:
Pesertadidik mampu mengidentifikasi karakter para perumus pancasila dengan baik.

MATERI AJAR:
PENERAPAN KARAKTER TOKOH DALAM KEHDUPAN SEHARI-HARI

1. Tokoh-Tokoh Perumusan Pancasila

Beberapa tokoh yang berperan penting dalam proses perumusan Pancasila antara lain:

  • Ir. Soekarno
  • Drs. Mohammad Hatta
  • Mr. Mohammad Yamin
  • Mr. Soepomo
  • Achmad Soebardjo
  • Ki Bagus Hadikusumo
  • A.A. Maramis
  • Abikoesno Tjokrosoejoso
  • K.H. Wahid Hasyim

Para tokoh tersebut memiliki latar belakang yang berbeda, namun mereka mampu bekerja sama demi kepentingan bangsa Indonesia.

2. Karakter Tokoh Perumus Pancasila

TokohKarakter yang Diteladani
Ir. SoekarnoNasionalisme, percaya diri, kepemimpinan, berani
Mohammad HattaJujur, sederhana, bertanggung jawab, disiplin
Mohammad YaminCinta tanah air, cerdas, kreatif
SoepomoBijaksana, berpikir kritis, mengutamakan persatuan
Ki Bagus HadikusumoReligius, toleransi, bijaksana
Achmad SoebardjoCinta damai, mampu bermusyawarah
K.H. Wahid HasyimMenghargai perbedaan, toleransi, rendah hati

3. Nilai-Nilai Karakter yang Dapat Diteladani

a. Cinta Tanah Air

Mencintai bangsa Indonesia dan menjaga persatuan.

Contoh:

  • Mengikuti upacara bendera dengan tertib.
  • Menjaga nama baik sekolah dan bangsa.
  • Menggunakan produk dalam negeri.

b. Tanggung Jawab

Melaksanakan tugas dengan sungguh-sungguh.

Contoh:

  • Mengerjakan PR tepat waktu.
  • Menjaga kebersihan kelas.
  • Melaksanakan piket sesuai jadwal

c. Disiplin

Mematuhi aturan yang berlaku.

Contoh:

  • Datang ke sekolah tepat waktu.
  • Memakai seragam sesuai ketentuan.
  • Mematuhi tata tertib sekolah.

d. Kerja Sama (Gotong Royong)

Bekerja bersama untuk mencapai tujuan.

Contoh:

  • Membersihkan kelas bersama.
  • Berdiskusi dalam kelompok.
  • Membantu teman yang mengalami kesulitan.

e. Musyawarah

Mengambil keputusan bersama melalui diskusi.

Contoh:

  • Memilih ketua kelas.
  • Menentukan pembagian tugas kelompok.
  • Menyelesaikan masalah dengan berdiskusi.

f. Menghargai Perbedaan

Menghormati perbedaan agama, suku, budaya, dan pendapat.

Contoh:

  • Berteman dengan siapa saja.
  • Tidak mengejek teman.
  • Mendengarkan pendapat orang lain.

g. Jujur

Mengatakan dan melakukan sesuatu sesuai kenyataan.

Contoh:

  • Tidak menyontek saat ulangan.
  • Mengembalikan barang yang ditemukan.
  • Mengakui kesalahan.

E. Penerapan Karakter Tokoh Perumus Pancasila

Di Rumah

  • Membantu orang tua tanpa disuruh.
  • Berkata jujur kepada anggota keluarga.
  • Menghormati orang tua dan saudara.
  • Bertanggung jawab terhadap tugas di rumah.

Di Sekolah

  • Menghargai guru dan teman.
  • Belajar dengan sungguh-sungguh.
  • Aktif berdiskusi tanpa memaksakan pendapat.
  • Menjaga kebersihan lingkungan sekolah.
  • Bermain dengan semua teman tanpa membeda-bedakan.

Di Lingkungan Masyarakat

  • Mengikuti kerja bakti.
  • Menjaga kerukunan antarwarga.
  • Menghormati perbedaan agama dan budaya.
  • Membantu tetangga yang membutuhkan.
  • Menjaga kebersihan lingkungan.

F. Contoh Kasus

Kasus 1

Di kelas akan dipilih ketua kelas baru. Semua siswa diberi kesempatan menyampaikan pendapat.

Karakter yang diterapkan:

  • Musyawarah
  • Demokratis
  • Menghargai pendapat orang lain

Kasus 2

Seorang teman lupa membawa alat tulis.

Karakter yang diterapkan:

  • Peduli
  • Gotong royong
  • Tolong-menolong

Latihan

A. Pilihan Ganda

1. Tokoh yang mengusulkan dasar negara pada sidang BPUPKI tanggal 1 Juni 1945 adalah ....

a. Mohammad Hatta

b. Soepomo

c. Ir. Soekarno

d. Mohammad Yamin

2. Sikap yang mencerminkan karakter Mohammad Hatta adalah ....

a. Menyontek saat ulangan

b. Tidak mengerjakan tugas

c. Bertanggung jawab terhadap tugas

d. Mengejek teman

3. Menghargai pendapat teman saat diskusi merupakan penerapan nilai ....

a. Egois

b. Musyawarah

c. Malas

d. Acuh tak acuh

Kesimpulan

Tokoh-tokoh perumus Pancasila memiliki karakter luhur, seperti cinta tanah air, jujur, disiplin, bertanggung jawab, toleransi, gotong royong, musyawarah, dan menghargai perbedaan. Karakter-karakter tersebut menjadi teladan bagi seluruh warga negara Indonesia. Dengan menerapkannya di rumah, sekolah, dan masyarakat, peserta didik turut mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, memperkuat persatuan, serta menjadi generasi yang berakhlak mulia dan bertanggung jawab.

MAPEL SENI RUPA

TUJUAN PEMBELAJARAN:

Peserta didik mampu mengidentifikasi unsur rupa dan prinsip desain pada karya seni dan benda di sekitar memlalui kegiatan mengamati, berdiskusi, dan membuat karya sederhana.

MATERI AJAR:

MENGIDENTIFIKASI UNSUR RUPA DAN PRINSIP DESAIN PADA KAEYA SENI SERTA MEMBUAT KARYA SEDERHANA

1. Pengertian Unsur Rupa

Unsur rupa adalah bagian-bagian dasar yang membentuk sebuah karya seni. Unsur-unsur ini menjadi dasar dalam membuat gambar, lukisan, maupun karya seni lainnya.

Unsur-Unsur Rupa

a. Titik

Titik merupakan unsur rupa yang paling sederhana dan menjadi awal terbentuknya garis maupun bentuk.

Contoh:

  • Titik-titik pada gambar bunga.
  • Titik pada motif batik.

b. Garis

Garis adalah kumpulan titik yang memanjang.

Jenis garis:

  • Garis lurus
  • Garis lengkung
  • Garis zig-zag
  • Garis bergelombang
  • Garis putus-putus

Fungsi garis:

  • Membentuk objek
  • Memberi arah
  • Memberi kesan gerak

c. Bentuk (Shape)

Bentuk adalah hasil pertemuan beberapa garis.

Contoh bentuk:

  • Lingkaran
  • Persegi
  • Segitiga
  • Oval
  • Bintang

d. Warna

Warna membuat karya seni menjadi lebih menarik.

Jenis warna:

  • Warna primer
    • Merah
    • Kuning
    • Biru
  • Warna sekunder
    • Hijau
    • Jingga
    • Ungu
  • Warna tersier
    • Campuran warna primer dan sekunder.

e. Tekstur

Tekstur adalah kesan permukaan suatu benda.

Contoh:

  • Halus
  • Kasar
  • Licin
  • Berbulu

f. Ruang

Ruang memberikan kesan jauh, dekat, tinggi, rendah, besar, atau kecil pada sebuah gambar.

2. Prinsip Desain

Prinsip desain adalah pedoman dalam menyusun unsur-unsur rupa agar karya seni terlihat indah dan menarik.

a. Keseimbangan (Balance)

Susunan gambar tampak seimbang sehingga tidak berat sebelah.

Contoh:
Dua pohon digambar pada sisi kanan dan kiri secara proporsional.

b. Kesatuan (Unity)

Semua bagian gambar tampak saling mendukung sehingga menjadi satu kesatuan.

Contoh:
Rumah, pohon, jalan, dan matahari menjadi pemandangan yang utuh.

c. Irama (Rhythm)

Pengulangan bentuk, garis, atau warna sehingga menimbulkan kesan teratur.

Contoh:
Motif batik.
Pagar yang berulang.

d. Penekanan (Emphasis)

Bagian tertentu dibuat lebih menonjol agar menjadi pusat perhatian.

Contoh:
Bunga berwarna merah di tengah taman.

e. Proporsi

Perbandingan ukuran antarobjek agar terlihat sesuai.

Contoh:
Ukuran pohon lebih besar daripada bunga.

E. Mengidentifikasi Unsur Rupa pada Karya Seni

Perhatikan gambar pemandangan.

Objek yang terlihat:

  • Matahari
  • Gunung
  • Pohon
  • Sawah
  • Rumah
  • Sungai

Unsur rupa yang ditemukan

Unsur RupaContoh pada Gambar
TitikBintang, bunga kecil
GarisJalan, batang pohon
BentukMatahari, rumah, gunung
WarnaBiru langit, hijau rumput
TeksturDaun, batang pohon
RuangGunung tampak jauh

F. Mengidentifikasi Prinsip Desain

Prinsip DesainContoh
KeseimbanganPohon di kanan dan kiri gambar
KesatuanSemua objek membentuk pemandangan
IramaRumput atau bunga berulang
PenekananMatahari berwarna cerah
ProporsiGunung lebih besar daripada rumah

G. Membuat Karya Seni Sederhana

Tema

"Sekolah Bwrsih dan Indah"

Alat dan Bahan

  • Kertas gambar
  • Pensil
  • Penghapus
  • Krayon atau pensil warna
  • Spidol (opsional)

Langkah-Langkah

  1. Tentukan tema gambar.
  2. Buat sketsa sederhana.
  3. Tambahkan unsur rupa seperti garis, bentuk, dan warna.
  4. Susun gambar agar seimbang.
  5. Berikan warna sesuai objek.
  6. Rapikan hasil gambar.
  7. Beri nama karya.

DIMEDIA/SUMBER PEMBELAJARAN:

- Buku MAPEL IPAS, SENI RUPA, P PANCASILA KELAS IV

- LCD

- GAMBAR

- VIDEO

  METODE PEMBELAJARAN:

- Ceramah, tanya jawab, pengamatan, diskusi, PBL, Discovery Learning

Refleksi kegiatan pembelajaran hari ini :

Alhamdulillah kegiatan pembelajaran hari ini berjalan dengan penuh semangat di mana anak-anak hari ini belajar tentang perubahan energi dalam kehidupan sehari-hari dalam hal ini anak-anak melakukan diskusi kelompok dengan melihat gambar yang ada kemudian menuliskan perubahan energi apa yang terjadi pada gambar tersebut lalu pada pelajaran penerapan karakter para tokoh perumusan Pancasila anak-anak menonton video setelah itu anak-anak menyimpulkan apa saja karakter yang ada terdapat pada tokoh perumusan Pancasila dan terakhir anak-anak belajar tentang seni rupa yaitu menggambar poster dengan menggunakan unsur-unsur seni rupa

Berikut dokumentasi kegiatan pembelajaran hari ini:







MATEMATIKA

  GURU KELAS IV. B : ELFIDA, S.Pd MATERI AJAR KELAS IV. B UNTUK HARI JUMAT 31 JULI TANGGAL 2026   Selamat pagi,,,,Tabik pun Assalamualaikum....

 

Elfida Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea