Senin, 27 Juli 2026

MATEMATIKA, IPAS, SENI RUPA

By elfida fida - Juli 27, 2026 0 Comments

 GURU KELAS IV. B : ELFIDA, S.Pd

MATERI AJAR KELAS IV. B UNTUK HARI SELASA 28 JULI TANGGAL 2026



 


Selamat pagi,,,,Tabik pun

Assalamualaikum.wr.wb anak sholeh/sholeha IV.B apa kabar hari ini?Alhamdulillah semoga kita semua selalu sehat dan selalu dalam lindungan Allah SWT.aamiin ya Robbal allamin. Jangan lupa sebelum belajar dengarkan tausiah dan rangkum isinya kemudian tadarus dan shalat dhuha. 

MAPEL MATEMATIKA

Tujuan Pembelajaran:

Peserta didik mampu membandingkan dua bilangan menggunakan simbol >, <, = dan mengurutkan bilangan dari terkecil ke terbesar atau sebaliknya.

MATERI AJAR: MEMBANDINGKAN DUA BILANGAN DAN MENGURUTKAN BILANGAN DARI TERKECIL ATAU SEBALIKNYA

A. Membandingkan Dua Bilangan

Membandingkan bilangan berarti menentukan apakah suatu bilangan lebih besar, lebih kecil, atau sama dengan bilangan lainnya.

1. Tanda Lebih dari (>)

Tanda > dibaca lebih dari.

Contoh:

  • 9 > 5
  • 845 > 458

Artinya, bilangan di sebelah kiri lebih besar daripada bilangan di sebelah kanan.

2. Tanda Kurang dari (<)

Tanda < dibaca kurang dari.

Contoh:

  • 3 < 8
  • 246 < 264

Artinya, bilangan di sebelah kiri lebih kecil daripada bilangan di sebelah kanan.

3. Tanda Sama dengan (=)

Tanda = dibaca sama dengan.

Contoh:

  • 450 = 450
  • 7.230 = 7.230

Artinya, kedua bilangan memiliki nilai yang sama.

B. Cara Membandingkan Bilangan

Bandingkan nilai tempat mulai dari angka paling kiri.

Contoh 1:
532 dan 548

  • Ratusan sama-sama 5.
  • Puluhan: 3 lebih kecil daripada 4.

Maka:
532 < 548

Contoh 2:
781 dan 719

  • Ratusan sama-sama 7.
  • Puluhan: 8 lebih besar daripada 1.

Maka:
781 > 719

Contoh 3:
635 dan 635

Semua angka sama.

Maka:
635 = 635

C. Mengurutkan Bilangan

Mengurutkan bilangan berarti menyusun bilangan berdasarkan nilainya.

1. Dari yang Terkecil ke Terbesar (Urutan Naik)

Contoh:
145, 321, 278, 189

Urutan:
145, 189, 278, 321

2. Dari yang Terbesar ke Terkecil (Urutan Turun)

Contoh:
145, 321, 278, 189

Urutan:
321, 278, 189, 145

Langkah Mengurutkan Bilangan

  1. Perhatikan angka pada tempat ribuan atau ratusan.
  2. Jika sama, bandingkan angka pada tempat puluhan.
  3. Jika masih sama, bandingkan angka pada tempat satuan.
  4. Susun sesuai perintah (naik atau turun).

Contoh Soal

Soal 1

Bandingkan bilangan berikut!

a. 325 ... 352

Jawaban:
325 < 352

Soal 2

685 ... 685

Jawaban:
685 = 685

Soal 3

912 ... 891

Jawaban:
912 > 891

Soal 4

Urutkan dari yang terkecil!

356, 245, 478, 198

Jawaban:
198, 245, 356, 478

Soal 5

Urutkan dari yang terbesar!

540, 825, 713, 461

Jawaban:
825, 713, 540, 461

Latihan

A. Berilah tanda >, <, atau =!

  1. 452 .... 425
  2. 607 .... 607
  3. 839 .... 938
  4. 715 .... 705
  5. 264 .... 426

B. Urutkan dari yang terkecil!

  1. 540, 235, 412, 189
  2. 678, 432, 789, 521

C. Urutkan dari yang terbesar!

  1. 345, 892, 567, 123
  2. 610, 905, 478, 732

Kesimpulan

  • Gunakan tanda > jika bilangan pertama lebih besar.
  • Gunakan tanda < jika bilangan pertama lebih kecil.
  • Gunakan tanda = jika kedua bilangan sama.
  • Untuk mengurutkan bilangan, bandingkan nilai tempat mulai dari angka paling kiri, kemudian susun dari yang terkecil ke terbesar atau sebaliknya sesuai perintah.
MATA PELAJARAN: SENI RUPA
TUJUAN PEMEBELAJARAN:
Murid mampu mengenal prinsip desain,    mengidentifikasi prinsip desain pada karya seni, menjelaskan fungsi prinsip desain dalam kehidupan sehari-hari.

M  MATERI AJAR: Mengenal Prinsip Desain pada Karya Seni dan Benda di Sekitar

A. Apa itu Prinsip Desain?

Prinsip desain adalah aturan atau pedoman yang digunakan agar sebuah karya seni atau benda tampak menarik, rapi, dan nyaman dilihat. Prinsip desain membantu seseorang menyusun bentuk, warna, garis, dan ruang sehingga menghasilkan karya yang indah dan memiliki fungsi yang baik.

Prinsip desain tidak hanya terdapat pada lukisan atau kerajinan, tetapi juga dapat ditemukan pada berbagai benda di sekitar, seperti tas, buku, pakaian, meja, kursi, kemasan makanan, dan taman.

B. Jenis-Jenis Prinsip Desain

1. Keseimbangan (Balance)

Keseimbangan adalah susunan bagian-bagian suatu benda sehingga terlihat serasi dan tidak berat sebelah.

Contoh:

  • Dua pot bunga diletakkan di kanan dan kiri pintu.
  • Gambar kupu-kupu memiliki sayap kanan dan kiri yang seimbang.

2. Kesatuan (Unity)

Kesatuan berarti semua bagian dalam suatu karya saling mendukung sehingga terlihat sebagai satu kesatuan.

Contoh:

  • Warna dan bentuk pada kemasan makanan saling cocok.
  • Seragam sekolah memiliki warna dan model yang sama.

3. Irama (Rhythm)

Irama adalah pengulangan bentuk, warna, atau garis yang teratur sehingga menciptakan kesan bergerak.

Contoh:

  • Motif batik.
  • Pagar dengan bentuk yang berulang.

4. Penekanan (Emphasis)

Penekanan adalah bagian yang dibuat lebih menonjol sehingga menjadi pusat perhatian.

Contoh:

  • Judul buku dicetak lebih besar daripada isi.
  • Logo pada kemasan dibuat lebih mencolok.

C. Mengenal Prinsip Desain melalui Pengamatan

Amatilah benda-benda di sekitar kelas atau rumah.

Contoh benda:

  • Tas sekolah
  • Tempat pensil
  • Buku tulis
  • Botol minum
  • Kursi
  • Lemari

Perhatikan:

  • Apa warna yang digunakan?
  • Apakah bentuknya seimbang?
  • Bagian mana yang paling menarik perhatian?
  • Apakah seluruh bagian tampak serasi?
MATA PELAJARAN; IPAS
TUJUAN PEMBELAJARAN:

Peserta didik memahami bentuk energi (panas, cahaya, gerak, listrik, bunyi).

MATERI AJAR: BENTUK-BENTUK ENERGI

Pengertian Energi

Energi adalah kemampuan untuk melakukan usaha atau menyebabkan terjadinya perubahan. Energi sangat penting bagi kehidupan karena digunakan untuk bergerak, belajar, bekerja, bermain, dan menjalankan berbagai alat.

Energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, tetapi dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk lainnya.


Bentuk-Bentuk Energi

1. Energi Panas (Kalor)

Energi panas adalah energi yang dapat menaikkan suhu suatu benda.

Contoh:

  • Matahari menghangatkan bumi.
  • Kompor menghasilkan panas untuk memasak.
  • Setrika digunakan untuk merapikan pakaian.

Manfaat:

  • Memasak makanan.
  • Mengeringkan pakaian.
  • Menghangatkan tubuh.

2. Energi Cahaya

Energi cahaya adalah energi yang dipancarkan oleh sumber cahaya.

Contoh:

  • Matahari.
  • Lampu.
  • Lilin.

Manfaat:

  • Membantu manusia melihat.
  • Membantu tumbuhan membuat makanan melalui fotosintesis.
  • Penerangan pada malam hari.

3. Energi Bunyi

Energi bunyi dihasilkan oleh benda yang bergetar.

Contoh:

  • Bel sekolah.
  • Gitar.
  • Drum.
  • Speaker.

Manfaat:

  • Alat komunikasi.
  • Hiburan.
  • Tanda atau peringatan.

4. Energi Gerak (Kinetik)

Energi gerak adalah energi yang dimiliki benda yang sedang bergerak.

Contoh:

  • Sepeda yang melaju.
  • Bola yang menggelinding.
  • Kipas angin yang berputar.
  • Air sungai yang mengalir.

5. Energi Listrik

Energi listrik adalah energi yang digunakan untuk mengoperasikan berbagai peralatan elektronik.

Contoh:

  • Televisi.
  • Kulkas.
  • Rice cooker.
  • Komputer.
  • Lampu.

Energi listrik dapat diubah menjadi energi cahaya, panas, bunyi, atau gerak.


6. Energi Kimia

Energi kimia tersimpan di dalam makanan, minuman, dan bahan bakar.

Contoh:

  • Nasi.
  • Buah-buahan.
  • Bensin.
  • Gas LPG.
  • Baterai.

Energi kimia diubah menjadi energi lain ketika digunakan.


Perubahan Bentuk Energi

Beberapa bentuk energi dapat berubah menjadi bentuk energi lainnya.

PeristiwaPerubahan Energi
Lampu menyalaEnergi listrik → energi cahaya
Kipas anginEnergi listrik → energi gerak
SetrikaEnergi listrik → energi panas
Kompor gasEnergi kimia → energi panas
Mobil berjalanEnergi kimia → energi gerak
SpeakerEnergi listrik → energi bunyi

Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari

  • Matahari memberikan energi cahaya dan panas.
  • Tubuh memperoleh energi dari makanan.
  • Sepeda bergerak karena tenaga pengendara.
  • Televisi menggunakan energi listrik.
  • Baterai menyimpan energi kimia untuk menghidupkan senter atau mainan.

Kegiatan Pengamatan

Amatilah benda-benda di rumah atau di kelas.

Tuliskan hasil pengamatan pada tabel berikut.

Nama BendaBentuk EnergiManfaat
LampuCahayaMenerangi ruangan
Kipas anginGerakMenyejukkan udara
KomporPanasMemasak makanan
RadioBunyiMendengarkan informasi

Latihan

A. Pilihan Ganda

  1. Energi yang digunakan untuk menyalakan televisi adalah ....
    a. Energi panas
    b. Energi listrik
    c. Energi bunyi
    d. Energi cahaya
  2. Matahari merupakan sumber energi ....
    a. Kimia
    b. Panas dan cahaya
    c. Bunyi
    d. Gerak
  3. Energi yang dimiliki benda yang bergerak disebut energi ....
    a. Cahaya
    b. Kimia
    c. Gerak
    d. Bunyi

B. Isian

  1. Sebutkan tiga contoh sumber energi di sekitar kita!
  2. Mengapa tubuh manusia memerlukan energi?
  3. Sebutkan dua contoh perubahan energi dalam kehidupan sehari-hari!

Kesimpulan

  • Energi adalah kemampuan untuk melakukan usaha atau menyebabkan perubahan.
  • Bentuk-bentuk energi meliputi energi panas, cahaya, bunyi, gerak, listrik, dan kimia.
  • Energi dimanfaatkan dalam berbagai kegiatan sehari-hari dan dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk lainnya.
  • Memahami bentuk-bentuk energi membantu kita menggunakan energi secara bijaksana dan efisien.

MEDIA/SUMBER PEMBELAJARAN:

- Buku MAPEL IPAS, SENI RUPA, MATEMATIKA KELAS IV

- LCD

- GAMBAR

- VIDEO

- KERTAS ORIGAMI

  METODE PEMBELAJARAN:

- Ceramah, tanya jawab, pengamatan, diskusi, PBL, Discovery Learning

Refleksi kegiatan pembelajaran hari ini :

Minggu, 26 Juli 2026

MATEMATIKA, P PANCASILA, BAHASA INDONESIA

By elfida fida - Juli 26, 2026 0 Comments

  GURU KELAS IV. B : ELFIDA, S.Pd

MATERI AJAR KELAS IV. B UNTUK HARI SENIN 27 JULI TANGGAL 2026



 


Selamat pagi,,,,Tabik pun

Assalamualaikum.wr.wb anak sholeh/sholeha IV.B apa kabar hari ini?Alhamdulillah semoga kita semua selalu sehat dan selalu dalam lindungan Allah SWT.aamiin ya Robbal allamin. Jangan lupa sebelum belajar dengarkan tausiah dan rangkum isinya kemudian tadarus dan shalat dhuha. 

MAPEL MATEMATIKA

Tujuan Pembelajaran:

Peserta didik mampu 

  1. Membaca dan menuliskan bilangan cacah sampai 10.000
  2. Menentukan nilai tempat (ribuan, ratusan, puluhan, satuan)

MATERI AJAR: 

  1. Membaca dan menuliskan bilangan cacah sampai 10.000
  2. Menentukan nilai tempat (ribuan, ratusan, puluhan, satuan)


A. Pengertian Bilangan Cacah

Bilangan cacah adalah bilangan yang dimulai dari 0 kemudian bertambah satu demi satu tanpa batas.

Contoh:
0, 1, 2, 3, 4, 5, ..., 9.998, 9.999, 10.000.

B. Membaca Bilangan Cacah

Perhatikan contoh berikut.

Lambang BilanganCara Membaca
145seratus empat puluh lima
980sembilan ratus delapan puluh
1.256seribu dua ratus lima puluh enam
3.409tiga ribu empat ratus sembilan
5.680lima ribu enam ratus delapan puluh
7.031tujuh ribu tiga puluh satu
8.999delapan ribu sembilan ratus sembilan puluh sembilan
10.000sepuluh ribu

Perhatikan!

  • Gunakan kata seribu, bukan satu ribu.
  • Bilangan 1.000 dibaca seribu.
  • Bilangan 100 dibaca seratus.

C. Menuliskan Bilangan

Contoh:

  • Dua ribu tiga ratus lima belas → 2.315
  • Empat ribu tujuh puluh dua → 4.072
  • Delapan ribu enam ratus sembilan puluh satu → 8.691
  • Sembilan ribu sembilan ratus sembilan puluh sembilan → 9.999
  • Sepuluh ribu → 10.000

D. Langkah Membaca Bilangan

Contoh bilangan 6.428

  1. Angka ribuan = 6 → enam ribu
  2. Angka ratusan = 4 → empat ratus
  3. Angka puluhan = 2 → dua puluh
  4. Angka satuan = 8 → delapan

Jadi dibaca:

Enam ribu empat ratus dua puluh delapan

E. Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari

  • Jumlah buku di perpustakaan adalah 4.265 buku.
  • Jumlah penduduk suatu desa sebanyak 8.520 orang.
  • Sekolah memiliki 1.450 siswa.

Contoh Soal 1

Tuliskan cara membaca bilangan berikut.

3.285

Jawaban:

Tiga ribu dua ratus delapan puluh lima.

Contoh 2

Tuliskan lambang bilangan berikut.

Lima ribu tujuh ratus empat belas

Jawaban:

5.714

A. Pengertian Mengurutkan Bilangan

Mengurutkan bilangan adalah menyusun beberapa bilangan berdasarkan besar nilainya.

Ada dua cara mengurutkan bilangan, yaitu:

  • Urutan naik (ascending): dari bilangan terkecil ke terbesar.
  • Urutan turun (descending): dari bilangan terbesar ke terkecil.

B. Cara Mengurutkan Bilangan

Saat mengurutkan bilangan, bandingkan nilai tempatnya secara berurutan:

  1. Ribuan
  2. Ratusan
  3. Puluhan
  4. Satuan

Jika angka pada ribuan sama, bandingkan angka ratusan. Jika ratusan sama, bandingkan puluhan, lalu satuan.

C. Contoh Mengurutkan Bilangan

Contoh 1

Urutkan dari yang terkecil ke terbesar.

3.245, 2.980, 4.120, 3.120

Penyelesaian:

  • Bilangan ribuan terkecil adalah 2.980.
  • Selanjutnya 3.120.
  • Kemudian 3.245.
  • Terakhir 4.120.

Jawaban:
2.980, 3.120, 3.245, 4.120

Contoh 2

Urutkan dari yang terbesar ke terkecil.

6.245, 5.980, 6.780, 4.950

Penyelesaian:

  • Bilangan terbesar adalah 6.780.
  • Kemudian 6.245.
  • Selanjutnya 5.980.
  • Terakhir 4.950.

Jawaban:
6.780, 6.245, 5.980, 4.950


D. Contoh Lain

Urutkan dari yang terkecil.

8.520, 8.205, 8.052, 8.502

Perhatikan angka ratusannya.

Jawaban:

8.052, 8.205, 8.502, 8.520


Urutkan dari yang terbesar.

9.100, 9.010, 9.001, 9.110

Jawaban:

9.110, 9.100, 9.010, 9.001

E. Langkah Mengurutkan Bilangan

  1. Perhatikan angka pada ribuan.
  2. Jika sama, lihat angka ratusan.
  3. Jika masih sama, lihat angka puluhan.
  4. Terakhir, lihat angka satuan.
  5. Susun sesuai perintah soal.

F. Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari

Contoh 1

Jumlah buku di empat kelas:

  • Kelas IV A = 3.250 buku
  • Kelas IV B = 2.980 buku
  • Kelas IV C = 3.410 buku
  • Kelas IV D = 3.100 buku

Urutan dari yang terkecil:

2.980, 3.100, 3.250, 3.410


Contoh 2

Jumlah penonton pertandingan:

  • 4.580 orang
  • 5.020 orang
  • 3.950 orang
  • 4.800 orang

Urutan dari terbesar:

5.020, 4.800, 4.580, 3.950

MAPEL PENDIDIKAN PANCASILA

TUJUAN PEMBELAJARAN:

Peserta didik mampu menjelaskan perumusan pancasila dengan bauk.

MATERI AJAR : PERUMUSAN PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA

Gagasan Perumusan Dasar Negara

Selaku ketua Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPK), dr.Radjiman Wedyodiningrat dari mulai sidang mengajukan suatu masalah sebagai agenda utamanya. Masalah tersebut merupakan hal penting dan mendasar dalam suatu negara yang baru terbentuk. Dalam sidang BPUPK tersebut, proses perumusan dasar negara Indonesia dimulai. Pada pembicaraan rumusan calon dasar negara majulah beberapa orang pembicara dalam sidang tersebut, diantaranya Mr. Muhammad Yamin, Prof. Dr. Mr. Soepomo, dan Ir. Soekarno untuk memaparkan gagasannya. Gagasan tersebut kemudian dimusyawarahkan dan disepakati hingga akhirnya bernama Pancasila yang menjadi dasar negara Indonesia merdeka. Gagasan dari ketiga tokoh tersebut dijabarkan dalam uraian berikut ini.

a) Mr. Muhammad Yamin

Pada pelaksanaan sidang pertama BPUPK tanggal 29 Mei 1945, peristiwa ini menjadi tonggak sejarah karena pada saat itu yang mendapat kesempatan pertama berbicara adalah Mr. Muhammad Yamin untuk menyampaikan mengenai buah pikirannya tentang dasar negara. Pidatonya berisi lima asas dasar negara Indonesia Merdeka, yaitu:

(1) Peri Kebangsaan.

(2) Peri Kemanusiaan.

(3) Peri Ketuhanan.

(4) Peri Kerakyatan.

(5) Kesejahteraan Rakyat.


b) Prof. Dr. Mr. Soepomo

Selanjutnya tampil Prof. Dr. Mr. Soepomo berpidato di hadapan sidang BPUPK pada tanggal 31 Mei 1945. Dalam pidatonya beliau menyampaikan usulan tentang dasar negara Indonesia merdeka yang terdiri dari lima gagasan:

(1) Persatuan

(2) Kekeluargaan

(3) Keseimbangan lahir batin

(4) Musyawarah

(5) Keadilan rakyat

c) Ir. Soekarno (1 Juni 1945)

Di hadapan sidang BPUPK, Ir. Soekarno menyampaikan pandangan dan pidatonya pada tanggal 1 Juni 1945. Usulan secara lisan berupa lima asas yang diajukan dalam pidatonya sebagai bentuk

dasar negara Indonesia. Adapun rumusan dasar negara tersebut adalah sebagai berikut:

(1) Nasionalisme atau Kebangsaan Indonesia.

(2) Internasionalisme atau Perikemanusiaan.

(3) Mufakat atau Demokrasi.

(4) Kesejahteraan sosial.

(5) Ketuhanan yang berkebudayaan.


Ir. Soekarno mengatakan bahwa saran dari salah seorang ahli bahasa, lima asas di atas diusulkan agar diberi nama “Pancasila”. Istilah “Pancasila” sebagai dasar negara tersebut diterima oleh sidang secara penuh. Selanjutnya, beliau mengungkapkan usulan bahwa kelima sila tersebut dapat diperas lagi menjadi Tri Sila yang rumusannya:

(1) Sosio Nasionalisme, yaitu Nasionalisme dan Internasionalisme.

(2) Sosio Demokrasi, yaitu Demokrasi dengan Kesejahteraan Rakyat.

(3) Ketuhanan Yang Maha Esa.

Kemudian, Ir. Soekarno menyampaikan kembali bahwa Tri Sila tersebut masih dapat diperas lagi menjadi Eka Sila atau satu sila yang intinya adalah “gotong-royong.


Kesimpulan materi:

Pancasila adalah dasar negara Indonesia yang terdiri dari lima sila. Sebelum menjadi seperti sekarang, Pancasila dirumuskan melalui beberapa tahap penting oleh para tokoh pendiri bangsa. Proses perumusan ini terjadi pada masa sidang-sidang penting menjelang kemerdekaan Indonesia, seperti sidang BPUPKI dan PPKI.

Beberapa tokoh penting yang terlibat dalam perumusan Pancasila antara lain:

  • Ir. Soekarno

  • Moh. Yamin

  • Dr. Soepomo

Akhirnya, pada tanggal 18 Agustus 1945, Pancasila secara resmi disahkan sebagai dasar negara Indonesia dan tercantum dalam Pembukaan UUD 1945.

MAPEL BAHASA INDONESA

TUJUAN PEMBELAJARAN:

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik mampu menggunakan petunjuk arah ketika berada di lingkungan sekolah maupun lingkungan masyarakat sehingga dapat membantu orang lain menemukan suatu tempat secara benar.

MATERI AJAR:MANFAAT PETUNJUK ARAH

Pengertian Petunjuk Arah

Petunjuk arah adalah informasi yang membantu seseorang menemukan lokasi atau tujuan tertentu. Petunjuk arah dapat disampaikan secara lisan maupun tertulis. Agar mudah dipahami, petunjuk arah harus menggunakan kalimat yang jelas, singkat, dan runtut.

Contoh kata-kata yang sering digunakan dalam petunjuk arah:

  • lurus
  • belok kiri
  • belok kanan
  • di depan
  • di samping
  • di seberang
  • dekat
  • jauh

Manfaat Petunjuk Arah

Petunjuk arah memiliki banyak manfaat, antara lain:

1. Membantu Menemukan Lokasi

Dengan petunjuk arah, seseorang dapat mencapai tempat tujuan tanpa tersesat.

Contoh:
"Aula sekolah berada di sebelah kanan perpustakaan."

2. Menghemat Waktu

Petunjuk arah yang jelas membuat perjalanan menjadi lebih cepat karena tidak perlu bertanya berkali-kali.

3. Menghindari Kesalahan Jalan

Petunjuk arah membantu seseorang memilih jalan yang benar.

4. Memudahkan Orang Lain

Kita dapat membantu teman atau tamu menemukan tempat yang mereka cari.

5. Melatih Kemampuan Berkomunikasi

Memberikan petunjuk arah membuat kita belajar berbicara dengan jelas, sopan, dan runtut.


Contoh Petunjuk Arah

Menuju Perpustakaan Sekolah

  1. Keluar dari ruang kelas.
  2. Berjalan lurus menuju halaman sekolah.
  3. Belok kiri di depan ruang guru.
  4. Perpustakaan berada di sebelah kanan.

Ciri-Ciri Petunjuk Arah yang Baik

  • Menggunakan bahasa yang jelas.
  • Disusun secara berurutan.
  • Menggunakan kata penunjuk arah yang tepat.
  • Mudah dipahami oleh orang lain.

Contoh Percakapan

Beni: "Di mana letak UKS?"

Siti: "Dari kelas, berjalanlah lurus sampai ruang guru. Setelah itu belok kanan. UKS berada di sebelah kiri kantin."


Ringkasan

  • Petunjuk arah membantu seseorang menemukan tempat tujuan.
  • Petunjuk arah harus jelas, singkat, dan berurutan.
  • Manfaat petunjuk arah antara lain memudahkan mencari lokasi, menghemat waktu, menghindari tersesat, membantu orang lain, dan melatih kemampuan berkomunikasi.

Latihan

A. Pilihan Ganda

  1. Petunjuk arah berguna untuk ....
    a. bermain
    b. mencari jalan menuju suatu tempat
    c. menghitung
    d. menggambar
  2. Kalimat yang termasuk petunjuk arah adalah ....
    a. Belajar dengan rajin.
    b. Belok kanan di depan kantor.
    c. Membaca buku setiap hari.
    d. Bermain bola bersama teman.
  3. Salah satu manfaat petunjuk arah adalah ....
    a. membuat perjalanan lebih lama
    b. membuat bingung
    c. membantu menemukan lokasi
    d. menghilangkan rambu jalan
  4. Kata yang menunjukkan arah adalah ....
    a. cepat
    b. tinggi
    c. kiri
    d. besar
  5. Petunjuk arah sebaiknya disampaikan secara ....
    a. acak
    b. jelas dan runtut
    c. panjang dan berbelit
    d. sulit dipahami

B. Uraian

  1. Apa yang dimaksud dengan petunjuk arah?
  2. Sebutkan tiga manfaat petunjuk arah!
  3. Mengapa petunjuk arah harus disampaikan secara jelas?
  4. Tuliskan contoh petunjuk arah menuju kantin sekolah!
  5. Ceritakan pengalamanmu ketika menggunakan petunjuk arah.
MEDIA/SUMBER PEMBELAJARAN:

- Buku MAPEL MATEMATIKA, BAHASA INDONESIA, PENDIDIKAN PANCASILA KELAS IV

- LCD

- VIDEO PEMBELAJARAN

- GAMBAR-GAMBAR

- KARTU ANGKA

*METODE PEMBELAJARAN:

- Ceramah, tanya jawab, Discocery Learning, PBL

R  REFLEKSI/KESIMPULAN:

     Alhamdulillah kegiatan pembelajaran hari ini berjalan dengan baik semangat dan Ambisi anak-anak dalam belajar matematika tentang membaca menulis dan menentukan nilai tempat sangat seru sekali karena anak-anak memahaminya dengan baik kemudian lanjutkan dengan pelajaran bahasa Indonesia dan pendidikan Pancasila di mana dalam hal ini anak-anak membahas materi tentang perumusan Pancasila dan arah petunjuk arah manfaat petunjuk arah seperti tempat menggunakan mata angin Pamela anak-anak sudah hafal arah mata angin.

     Berikut dokumentasi kegiatan pembelajaran hari ini:

     





MATEMATIKA, IPAS, SENI RUPA

  GURU KELAS IV. B : ELFIDA, S.Pd MATERI AJAR KELAS IV. B UNTUK HARI SELASA 28 JULI TANGGAL 2026   Selamat pagi,,,,Tabik pun Assalamualaikum...

 

Elfida Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea