Minggu, 09 Agustus 2026

MATEMATIKA, P PANCASILA, B INDONESIA

By elfida fida - Agustus 09, 2026 0 Comments

 GURU KELAS IV. B : ELFIDA, S.Pd

MATERI AJAR KELAS IV. B UNTUK HARI SENIN TANGGAL 09 AGUSTUS 2026



 


Selamat pagi,,,,Tabik pun

Assalamualaikum.wr.wb anak sholeh/sholeha IV.B apa kabar hari ini?Alhamdulillah semoga kita semua selalu sehat dan selalu dalam lindungan Allah SWT.aamiin ya Robbal allamin. Jangan lupa sebelum belajar dengarkan tausiah dan rangkum isinya kemudian tadarus dan shalat dhuha. 

MAPEL MATEMATIKA

Tujuan Pembelajaran:

Peserta didik mampu peserta didik mampu melakukan komposisi (menyusun) dan dekomposisi (mengurai) bilangan cacah sampai 10.000.

MATERI AJAR: Dekomposisi Bilangan

MODEL PEMBELAJARAN : PROBLEM BASED LEARNING

Dekomposisi bilangan adalah proses menguraikan suatu bilangan menjadi beberapa bagian sesuai dengan nilai tempatnya.

Setiap angka memiliki nilai yang berbeda tergantung letaknya.

Contoh nilai tempat:

Nilai TempatNilai
Puluhan ribu10.000
Ribuan1.000
Ratusan100
Puluhan10
Satuan1

2. Nilai Tempat Bilangan

Perhatikan bilangan berikut.

27.548

AngkaNilai TempatNilai
2Puluhan ribu20.000
7Ribuan7.000
5Ratusan500
4Puluhan40
8Satuan8

3. Dekomposisi Bilangan

Bilangan dapat diuraikan menjadi bentuk panjang.

Contoh 1

4.582

= 4.000 + 500 + 80 + 2


Contoh 2

13.406

= 10.000 + 3.000 + 400 + 6


Contoh 3

20.315

= 20.000 + 300 + 10 + 5


4. Menyusun Bilangan dari Bentuk Panjang

Contoh:

6.000 + 400 + 20 + 8

= 6.428

Contoh lainnya:

10.000 + 5.000 + 600 + 90 + 2

= 15.692


G. Contoh Soal

Soal 1

Uraikan bilangan 8.347!

Jawab:

8.347

= 8.000 + 300 + 40 + 7


Soal 2

Tuliskan bentuk panjang dari bilangan 12.604!

Jawab:

12.604

= 10.000 + 2.000 + 600 + 4


Soal 3

Berapakah bilangan dari bentuk berikut?

7.000 + 900 + 30 + 6

Jawab:

7.936


H. Latihan

A. Uraikan bilangan berikut!

  1. 5.274 = ______________________
  2. 9.813 = ______________________
  3. 14.206 = _____________________
  4. 18.540 = _____________________
  5. 21.308 = _____________________

B. Tuliskan bilangannya!

  1. 8.000 + 500 + 70 + 9 = ______
  2. 10.000 + 3.000 + 200 + 8 = ______
  3. 20.000 + 7.000 + 500 + 40 + 1 = ______
  4. 9.000 + 600 + 5 = ______
  5. 30.000 + 4.000 + 100 + 20 + 3 = ______

MAPEL BAHASA INDONESIA

Tujuan Pembelajaran:

Peserta didik mampu peserta didik mampu menjelaskan pengertian kata baru dan pengertian homonim secara sederhana.

MATERI AJAR: Mengidentifikasi Kata Baru dan Kata Bwrmakna Ganda  (Homonim)

MODEL PEMBELAJARAN : Discovery Learning

1. Kata Baru

Pengertian

Kata baru adalah kata yang belum dikenal oleh pembaca atau pendengar sehingga perlu dicari atau dipahami maknanya melalui kamus, guru, atau konteks kalimat.

Cara Mengetahui Arti Kata Baru

  • Membaca keseluruhan kalimat.
  • Memperhatikan konteks bacaan.
  • Bertanya kepada guru atau orang tua.
  • Menggunakan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

Contoh Kata Baru

Kata BaruArti
HabitatTempat hidup makhluk hidup.
KonservasiUpaya menjaga dan melestarikan alam.
EkosistemHubungan antara makhluk hidup dan lingkungannya.
InovasiPembaruan atau penemuan baru.
KolaborasiKerja sama untuk mencapai tujuan bersama.

Contoh Kalimat

Hutan merupakan habitat bagi berbagai jenis satwa.

Kata baru pada kalimat tersebut adalah habitat, yang berarti tempat hidup makhluk hidup.


2. Kata Bermakna Ganda (Homonim)

Pengertian

Homonim adalah kata yang memiliki bentuk dan pengucapan yang sama, tetapi mempunyai makna yang berbeda.

Contoh Homonim

a. Bulan

  • Bulan bersinar terang pada malam hari.
  • Adik lahir pada bulan Januari.

Makna:

  • Bulan = benda langit.
  • Bulan = nama waktu dalam satu tahun.

b. Hak

  • Setiap anak memiliki hak untuk belajar.
  • Sepatu itu memiliki hak yang tinggi.

Makna:

  • Hak = sesuatu yang dimiliki seseorang.
  • Hak = bagian bawah sepatu.

c. Bisa

  • Ular itu mengeluarkan bisa.
  • Saya bisa mengerjakan tugas.

Makna:

  • Bisa = racun.
  • Bisa = mampu.

d. Apel

  • Ayah membeli buah apel.
  • Hari Senin sekolah mengadakan apel pagi.

Makna:

  • Apel = buah.
  • Apel = upacara atau kegiatan berkumpul.

e. Buku

  • Saya membaca buku cerita.
  • Jari tangannya mengenai buku-buku ruas.

Makna:

  • Buku = kitab atau bahan bacaan.
  • Buku = ruas pada jari atau bambu.

D. Contoh Bacaan

Menjaga Lingkungan

Sekolah mengadakan kegiatan penghijauan. Para siswa menanam berbagai jenis tanaman di halaman sekolah. Kegiatan ini merupakan bentuk konservasi lingkungan agar udara tetap bersih. Selain itu, tanaman juga menjadi habitat bagi berbagai serangga yang bermanfaat.

Kata baru pada bacaan:

  • konservasi
  • habitat

E. Latihan

A. Identifikasi Kata Baru

Bacalah kalimat berikut!

  1. Pemerintah melakukan konservasi hutan.
  2. Ekosistem laut harus dijaga kelestariannya.
  3. Para siswa membuat inovasi berupa tempat sampah otomatis.

Jawablah!

a. Tuliskan kata baru pada setiap kalimat!

b. Jelaskan artinya!


B. Tentukan Makna Homonim

  1. Ibu membeli apel di pasar.
  2. Semua siswa mengikuti apel pagi.
  3. Ular kobra memiliki bisa yang mematikan.
  4. Rina bisa menjawab semua soal.
  5. Bulan tampak indah malam ini.
  6. Kami akan berlibur bulan depan.

Tuliskan arti kata yang dicetak tebal pada setiap kalimat.

MAPEL PENDIDIKAN PANCASILA

Tujuan Pembelajaran:

Peserta didik mampu peserta didik mampu .mengidentifikasi tokoh-tokoh utama perumus Pancasila beserta karakter positif (integritas, kebersamaan, toleransi) yang mereka miliki.

MATERI AJAR: Mengenal Para Tokoh Perumus Pancasila dalam Sidang BPUPKI 

MODEL PEMBELAJARAN : Discovery Learning

1. Pengertian BPUPKI

BPUPKI merupakan singkatan dari Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia. Badan ini dibentuk pada 29 April 1945 oleh pemerintah Jepang dengan tujuan mempelajari dan mempersiapkan hal-hal yang diperlukan bagi kemerdekaan Indonesia.

BPUPKI beranggotakan tokoh-tokoh bangsa yang memiliki semangat persatuan dan cinta tanah air.


2. Sidang Pertama BPUPKI

Sidang pertama BPUPKI dilaksanakan pada 29 Mei–1 Juni 1945.

Pada sidang ini, para tokoh bangsa membahas dasar negara Indonesia yang akan menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.


D. Tokoh-Tokoh Perumus Pancasila

1. Mohammad Yamin

Peran

Mohammad Yamin menyampaikan usulan dasar negara pada 29 Mei 1945.

Usulan Dasar Negara

  1. Peri Kebangsaan
  2. Peri Kemanusiaan
  3. Peri Ketuhanan
  4. Peri Kerakyatan
  5. Kesejahteraan Rakyat

Sikap yang Dapat Diteladani

  • Cinta tanah air
  • Menghargai persatuan
  • Berani menyampaikan pendapat

2. Soepomo

Peran

Soepomo menyampaikan gagasannya pada 31 Mei 1945.

Beliau mengusulkan negara yang berdasarkan semangat persatuan dan kekeluargaan.

Pokok Pikiran

  • Persatuan
  • Kekeluargaan
  • Musyawarah
  • Keadilan sosial

Sikap yang Dapat Diteladani

  • Mengutamakan persatuan
  • Suka bermusyawarah
  • Menghargai orang lain

3. Ir. Soekarno

Peran

Pada 1 Juni 1945, Ir. Soekarno menyampaikan pidato mengenai dasar negara yang kemudian diberi nama Pancasila.

Lima Dasar Negara Menurut Ir. Soekarno

  1. Kebangsaan Indonesia
  2. Internasionalisme atau Perikemanusiaan
  3. Mufakat atau Demokrasi
  4. Kesejahteraan Sosial
  5. Ketuhanan yang Berkebudayaan

Nama Pancasila berasal dari bahasa Sanskerta:

  • Panca berarti lima.
  • Sila berarti dasar atau prinsip.

Sikap yang Dapat Diteladani

  • Percaya diri
  • Berani mengemukakan pendapat
  • Mengutamakan persatuan bangsa

E. Hasil Sidang BPUPKI

Setelah sidang pertama selesai, para tokoh bangsa terus berdiskusi untuk menyempurnakan rumusan dasar negara.

Hasil pembahasan tersebut kemudian menjadi dasar lahirnya Piagam Jakarta pada tanggal 22 Juni 1945. Selanjutnya, setelah Indonesia merdeka, rumusan dasar negara disahkan menjadi Pancasila oleh PPKI pada 18 Agustus 1945 sebagai dasar negara Republik Indonesia.


F. Nilai-Nilai Keteladanan Para Tokoh

Sebagai pelajar, kita dapat meneladani sikap para perumus Pancasila, antara lain:

  • Cinta tanah air.
  • Mengutamakan kepentingan bangsa.
  • Menghargai perbedaan pendapat.
  • Bermusyawarah untuk mencapai mufakat.
  • Bertanggung jawab.
  • Bekerja sama.
  • Rela berkorban demi kepentingan bersama.

G. Ringkasan Materi

  • BPUPKI dibentuk untuk mempersiapkan kemerdekaan Indonesia.
  • Sidang pertama BPUPKI berlangsung pada 29 Mei–1 Juni 1945.
  • Tokoh utama yang mengusulkan dasar negara adalah Mohammad Yamin, Soepomo, dan Ir. Soekarno.
  • Ir. Soekarno memperkenalkan nama Pancasila pada tanggal 1 Juni 1945.
  • Pancasila kemudian disahkan sebagai dasar negara Indonesia pada 18 Agustus 1945.

H. Latihan

A. Pilihan Ganda

Pilihlah jawaban yang benar!

  1. BPUPKI merupakan singkatan dari ....
    a. Badan Persiapan Usaha Kemerdekaan Indonesia
    b. Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia
    c. Badan Persatuan Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia
    d. Badan Pembentukan Undang-Undang Indonesia
  2. Sidang pertama BPUPKI dilaksanakan pada ....
    a. 17 Agustus 1945
    b. 22 Juni 1945
    c. 29 Mei–1 Juni 1945
    d. 18 Agustus 1945
  3. Tokoh yang pertama kali memperkenalkan nama "Pancasila" adalah ....
    a. Mohammad Hatta
    b. Soepomo
    c. Mohammad Yamin
    d. Ir. Soekarno
  4. Sikap yang dapat diteladani dari para perumus Pancasila adalah ....
    a. Mementingkan diri sendiri
    b. Tidak menghargai pendapat orang lain
    c. Bermusyawarah dan bekerja sama
    d. Memaksakan kehendak
  5. Pancasila disahkan sebagai dasar negara pada tanggal ....
    a. 1 Juni 1945
    b. 22 Juni 1945
    c. 18 Agustus 1945
    d. 17 Agustus 1945

B. Uraian

  1. Apa kepanjangan BPUPKI?
  2. Sebutkan tiga tokoh yang mengusulkan dasar negara pada sidang BPUPKI!
  3. Kapan Ir. Soekarno menyampaikan pidato tentang Pancasila?
  4. Mengapa para tokoh bangsa mengutamakan musyawarah?
  5. Sebutkan tiga sikap yang dapat kamu teladani dari para perumus Pancasila!
MEDIA PEMBELAJARAN:
- LCD
- KARTU BILANGAN
- GAMBAR-GAMBAR

Kamis, 06 Agustus 2026

MATEMATIKA

By elfida fida - Agustus 06, 2026 0 Comments

 GURU KELAS IV. B : ELFIDA, S.Pd

MATERI AJAR KELAS IV. B UNTUK HARI JUMAT 07 AGUSTUS TANGGAL 2026



 


Selamat pagi,,,,Tabik pun

Assalamualaikum.wr.wb anak sholeh/sholeha IV.B apa kabar hari ini?Alhamdulillah semoga kita semua selalu sehat dan selalu dalam lindungan Allah SWT.aamiin ya Robbal allamin. Jangan lupa sebelum belajar dengarkan tausiah dan rangkum isinya kemudian tadarus dan shalat dhuha. 

MAPEL MATEMATIKA

Tujuan Pembelajaran:

Peserta didik mampu menentukan dan menggunakan nilai tempat dengan baik.

MATERI AJAR: NILAI TEMPAT DALAM KEHIDUOAN SEHARI-HARI

MODEL PEMBELAJARAN : DISCOVERY LEARNING

Nilai Tempat dalam Kehidupan Sehari-hari

Nilai tempat sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya:

1. Harga Barang

Harga tas adalah Rp25.750

  • 2 = puluhan ribu = 20.000
  • 5 = ribuan = 5.000
  • 7 = ratusan = 700
  • 5 = puluhan = 50
  • 0 = satuan = 0

2. Jumlah Penduduk

Desa memiliki 3.485 penduduk.

Artinya:

  • 3 ribuan
  • 4 ratusan
  • 8 puluhan
  • 5 satuan

3. Nomor Rumah

Nomor rumah 128

  • 1 ratusan
  • 2 puluhan
  • 8 satuan

4. Uang Tabungan

Tabungan Rina sebesar Rp12.350

Artinya:

  • 1 puluh ribu
  • 2 ribu
  • 3 ratus
  • 5 puluh
  • 0 satuan

C. Cara Menentukan Nilai Tempat

Perhatikan bilangan 6.941

AngkaNilai TempatNilainya
6Ribuan6.000
9Ratusan900
4Puluhan40
1Satuan1

Bentuk panjangnya:

6.941 = 6.000 + 900 + 40 + 1


D. Contoh Soal

Soal 1

Perhatikan bilangan 7.263.

a. Angka yang menempati tempat ratusan adalah ....

  • Jawaban: 2

b. Nilai angka 6 adalah ....

  • Jawaban: 60

Soal 2

Bilangan 9.415

Tentukan nilai masing-masing angka!

Jawaban:

  • 9 = 9.000
  • 4 = 400
  • 1 = 10
  • 5 = 5

Soal 3

Harga sebuah sepeda adalah Rp18.450.

Nilai angka 8 adalah ....

Jawaban: 8.000


E. Latihan

Kerjakan soal berikut!

  1. Tentukan nilai tempat setiap angka pada bilangan 5.728.
  2. Berapakah nilai angka 9 pada bilangan 9.163?
  3. Tuliskan bentuk panjang dari 4.506.
  4. Harga sebuah televisi adalah Rp13.750. Berapa nilai angka 7?
  5. Bilangan 8.921 terdiri atas ... ribuan, ... ratusan, ... puluhan, dan ... satuan.
MEDIA PEMBELAJARAN;
- LCD
- KARTU BILANGAN
Refleksi/kesimpulan pembelajaran hari ini:
Alhamdulillah kegiatan pembelajaran hari ini berjalan dengan baik di mana hari ini para murid mempelajari tentang nilai tempat dalam kehidupan sehari-hari di mana hari ini anak murid memecahkan masalah dengan menggunakan uang menghitung uang dan menjumlahkan uang memulai kartu uang dan menghitung total uang dan menentukan nilai tempat dari yang total uang yang telah dihitung tersebut dari hasil latihan soal yang diberikan hari ini ada dua siswa yang masih kurang memahaminya dalam menghitung uang.

Rabu, 05 Agustus 2026

BAHASA INDONESIA

By elfida fida - Agustus 05, 2026 0 Comments

 GURU KELAS IV. B : ELFIDA, S.Pd

MATERI AJAR KELAS IV. B UNTUK HARI KAMIS TANGGAL 06 AGUSTUS 2026



 


Selamat pagi,,,,Tabik pun

Assalamualaikum.wr.wb anak sholeh/sholeha IV.B apa kabar hari ini?Alhamdulillah semoga kita semua selalu sehat dan selalu dalam lindungan Allah SWT.aamiin ya Robbal allamin. Jangan lupa sebelum belajar dengarkan tausiah dan rangkum isinya kemudian tadarus dan shalat dhuha. 

MAPEL BAHASA INDONESIA

Tujuan Pembelajaran:

Peserta didik mampu menentukan ide pokok setiap teks narasi secara tepat.

Peseeta didik menjelaskan alasan memilih ide pokok berdasarkan isi cerita.

Peserta didik menyampaikan kembali isi cerita menggunakan bahasa sendiri secara runtut.

Peserta didik menjawab pertanyaan berdasarkan isi teks narasi dengan benar.

MATERI AJAR: MEMAHAMI IDE POKOK DARI TEKS NARASI

MODEL PEMBELAJARAN: DISCOVERY LEARNING

Pengertian Ide Pokok

Ide pokok adalah gagasan utama yang menjadi inti pembahasan dalam sebuah paragraf.

Ide pokok menjelaskan hal yang paling penting dalam paragraf.

Cara Menentukan Ide Pokok

  • Membaca paragraf dengan saksama.
  • Menentukan kalimat utama.
  • Menentukan inti pembahasan paragraf.
  • Menggunakan kata-kata sendiri untuk menyebutkan ide pokok.

Menjelaskan Alasan Memilih Ide Pokok

Setelah menemukan ide pokok, peserta didik perlu memberikan alasan berdasarkan isi paragraf.

Contoh:

Paragraf:

Setiap pagi Rani selalu menyiram tanaman di halaman rumah. Ia merawat bunga agar tumbuh subur dan berbunga indah.

Ide pokok:
Rani rajin merawat tanaman.

Alasan:
Karena seluruh isi paragraf menjelaskan kegiatan Rani menyiram dan merawat tanaman setiap pagi.


Menyampaikan Kembali Isi Cerita

Saat menceritakan kembali sebuah cerita, perhatikan:

  • Urutan kejadian.
  • Tokoh.
  • Tempat kejadian.
  • Masalah yang terjadi.
  • Penyelesaian masalah.

Gunakan bahasa sendiri tanpa mengubah isi cerita.


Menjawab Pertanyaan Berdasarkan Teks

Untuk menjawab pertanyaan dengan benar:

  • Bacalah teks secara teliti.
  • Temukan informasi penting.
  • Jawablah sesuai isi bacaan.
  • Jangan menambahkan informasi yang tidak terdapat dalam teks.

Contoh Teks Narasi

Menanam Pohon di Sekolah

Hari Sabtu pagi, seluruh siswa kelas IV mengikuti kegiatan menanam pohon di halaman sekolah. Mereka membawa bibit tanaman dari rumah masing-masing.

Guru membagi siswa ke dalam beberapa kelompok. Setiap kelompok bekerja sama menggali tanah, menanam bibit, lalu menyiramnya.

Setelah selesai, halaman sekolah menjadi lebih hijau dan indah. Semua siswa merasa bangga karena telah ikut menjaga lingkungan sekolah.


Menentukan Ide Pokok

ParagrafIde Pokok
1Siswa mengikuti kegiatan menanam pohon di sekolah.
2Siswa bekerja sama menanam pohon.
3Kegiatan menanam pohon membuat sekolah menjadi lebih hijau dan siswa merasa bangga.

Menjelaskan Alasan Memilih Ide Pokok

Paragraf 1

Ide pokok:
Siswa mengikuti kegiatan menanam pohon.

Alasan:
Karena paragraf menceritakan kegiatan seluruh siswa mengikuti penanaman pohon di sekolah.

Paragraf 2

Ide pokok:
Siswa bekerja sama menanam pohon.

Alasan:
Semua kalimat menjelaskan kerja sama siswa saat menggali tanah, menanam, dan menyiram pohon.

Paragraf 3

Ide pokok:
Hasil kegiatan membuat sekolah lebih hijau.

Alasan:
Paragraf menjelaskan hasil kegiatan dan perasaan bangga siswa.


Menceritakan Kembali Isi Cerita

Contoh:

Pada hari Sabtu, siswa kelas IV mengikuti kegiatan menanam pohon di sekolah. Mereka bekerja dalam kelompok untuk menggali tanah, menanam bibit, dan menyiram tanaman. Setelah selesai, halaman sekolah menjadi lebih hijau. Semua siswa merasa senang karena dapat menjaga lingkungan sekolah.


Latihan

A. Menentukan Ide Pokok

Tuliskan ide pokok setiap paragraf dari teks "Menanam Pohon di Sekolah."

ParagrafIde Pokok
1......................
2......................
3......................

B. Menjelaskan Alasan

Tuliskan alasan mengapa kamu memilih ide pokok tersebut.

Paragraf 1:
..................

Paragraf 2:
...................

Paragraf 3:
...................


C. Menceritakan Kembali

Ceritakan kembali isi bacaan menggunakan bahasamu sendiri secara runtut!


D. Menjawab Pertanyaan

  1. Kapan kegiatan menanam pohon dilaksanakan?
  2. Siapa yang mengikuti kegiatan tersebut?
  3. Apa yang dibawa siswa dari rumah?
  4. Bagaimana cara siswa menanam pohon?
  5. Mengapa siswa merasa bangga setelah kegiatan selesai?

MEDIA PEMBELAJARAN:

- LCD

- TEKS BACAAN

REFLEKSI/KESIMPULAN PEMBELAJARAN HARI INI:

Alhamdulillah kegiatan pembelajaran hari ini belajar dengan baik gimana hari ini para murid belajar tentang menentukan ide pokok dalam melihat teks bacaan yang dibawa oleh para murid kemudian guru menegaskan murid untuk menentukan ide pokok Alhamdulillah hampir sama siswa memahami materi yang dihasilkan hanya beberapa siswa saja yang masih kurang memahami dalam hal ini guru memberikan penjelasan kembali tentang bagaimana menentukan ide pokok dalam sebuah teks bacaan.



Selasa, 04 Agustus 2026

IPAS, P PANCASILA, SENI RUPA

By elfida fida - Agustus 04, 2026 0 Comments

  GURU KELAS IV. B : ELFIDA, S.Pd

MATERI AJAR KELAS IV. B UNTUK HARI RABU TANGGAL 05 AGUSTUS 2026



 


Selamat pagi,,,,Tabik pun

Assalamualaikum.wr.wb anak sholeh/sholeha IV.B apa kabar hari ini?Alhamdulillah semoga kita semua selalu sehat dan selalu dalam lindungan Allah SWT.aamiin ya Robbal allamin. Jangan lupa sebelum belajar dengarkan tausiah dan rangkum isinya kemudian tadarus dan shalat dhuha. 

MAPEL IPAS

Tujuan Pembelajaran:

Peserta didik mampu memecahkan masalah energi dalam kehidupan sehari-hari.

MATERI AJAR: PEMECAHAN MASALAH ENERGI DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

MODEL PEMBELAJARAN : PROBLEM BASED LEARNING

 Permasalahan Energi

Beberapa masalah yang sering terjadi antara lain:

  • Pemborosan listrik di rumah dan sekolah.
  • Penggunaan bahan bakar fosil secara berlebihan.
  • Polusi udara akibat kendaraan bermotor.
  • Meningkatnya kebutuhan energi setiap tahun.
  • Cadangan energi fosil semakin menipis.

4. Dampak Pemborosan Energi

  • Tagihan listrik meningkat.
  • Cadangan energi semakin berkurang.
  • Pemanasan global.
  • Pencemaran lingkungan.
  • Perubahan iklim.

5. Upaya Pemecahan Masalah Energi

Di Rumah

  • Mematikan lampu saat tidak digunakan.
  • Mencabut charger setelah dipakai.
  • Menggunakan lampu LED.
  • Mengurangi penggunaan AC.
  • Menjemur pakaian menggunakan sinar matahari.

Di Sekolah

  • Mematikan kipas angin dan proyektor setelah pembelajaran.
  • Membuka jendela agar cahaya alami masuk.
  • Menghemat penggunaan air.
  • Membuat program hemat energi.

Di Masyarakat

  • Menggunakan transportasi umum.
  • Bersepeda atau berjalan kaki.
  • Memanfaatkan energi surya.
  • Menanam pohon.
  • Mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.

E. Contoh Permasalahan

Kasus

Di sebuah sekolah, lampu kelas tetap menyala saat jam istirahat meskipun tidak ada siswa di dalam kelas. Selain itu, banyak siswa yang membiarkan kipas angin tetap menyala setelah pulang sekolah.

Pertanyaan

  1. Apa masalah yang terjadi?
  2. Apa penyebabnya?
  3. Apa dampaknya?
  4. Bagaimana solusi yang dapat dilakukan?
  5. Siapa yang bertanggung jawab menerapkan solusi tersebut?

F. Langkah Penyelesaian Masalah

LangkahKegiatan
Identifikasi masalahMenentukan masalah energi yang terjadi
Analisis penyebabMenentukan faktor penyebab
Menentukan solusiMenyusun alternatif penyelesaian
Melaksanakan solusiMenerapkan tindakan hemat energi
EvaluasiMenilai keberhasilan solusi

G. Aktivitas Peserta Didik

Diskusi Kelompok

Amati lingkungan sekolah.

Catat:

  • Bentuk pemborosan energi yang ditemukan.
  • Penyebabnya.
  • Dampaknya.
  • Solusi yang dapat dilakukan.

Presentasikan hasil diskusi di depan kelas.

MAPEL PENDIDIKAN PANCASILA

Tujuan Pembelajaran:

Peserta didik mampu mengidentifikasi karakter para perumus pancasila dengan baik.

MATERI AJAR: MENGIDENTIFIKASI KARAKTER PARA PERUMUS PANCASILA

MODEL PEMBELAJARAN : PROBLEM BASED LEARNING

1. Latar Belakang Perumusan Pancasila

Menjelang kemerdekaan Indonesia, dibentuk Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Salah satu tugasnya adalah merumuskan dasar negara Indonesia.

Dalam sidang BPUPKI tanggal 29 Mei–1 Juni 1945, beberapa tokoh menyampaikan gagasan mengenai dasar negara. Setelah melalui berbagai pembahasan dan musyawarah, lahirlah Pancasila sebagai dasar negara Indonesia.


2. Tokoh-Tokoh Perumus Pancasila

a. Mohammad Yamin

Peran:

  • Menyampaikan usulan dasar negara pada sidang BPUPKI tanggal 29 Mei 1945.
  • Memberikan sumbangan pemikiran mengenai dasar negara Indonesia.

Karakter yang dapat diteladani:

  • Cinta tanah air
  • Berani menyampaikan pendapat
  • Cerdas
  • Nasionalis
  • Bertanggung jawab

b. Soepomo

Peran:

  • Menyampaikan gagasan mengenai negara integralistik pada sidang BPUPKI tanggal 31 Mei 1945.
  • Memberikan pandangan tentang bentuk negara Indonesia.

Karakter yang dapat diteladani:

  • Bijaksana
  • Berpikir kritis
  • Mengutamakan persatuan
  • Bertanggung jawab
  • Menghargai pendapat orang lain

c. Soekarno

Peran:

  • Menyampaikan pidato tentang dasar negara pada tanggal 1 Juni 1945.
  • Memperkenalkan istilah "Pancasila".

Karakter yang dapat diteladani:

  • Percaya diri
  • Visioner
  • Nasionalis
  • Berani
  • Mampu memimpin

d. Mohammad Hatta

Peran:

  • Berperan dalam penyempurnaan rumusan Pancasila.
  • Mengutamakan musyawarah dan persatuan bangsa.

Karakter yang dapat diteladani:

  • Jujur
  • Demokratis
  • Bijaksana
  • Mengutamakan kepentingan bangsa
  • Menghargai perbedaan

3. Nilai-Nilai Karakter Para Perumus Pancasila

Karakter yang ditunjukkan para perumus Pancasila antara lain:

Nilai KarakterContoh Sikap
Cinta tanah airMengutamakan kepentingan bangsa
NasionalismeBangga menjadi warga negara Indonesia
Tanggung jawabMenyelesaikan tugas dengan baik
MusyawarahMengambil keputusan bersama
Menghargai perbedaanMenghormati pendapat teman
Kerja samaBekerja bersama mencapai tujuan
ToleransiMenghormati keberagaman agama, suku, dan budaya
DisiplinMematuhi aturan yang berlaku
BeraniMenyampaikan pendapat dengan santun

E. Meneladani Karakter Para Perumus Pancasila

Nilai-nilai karakter tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya:

Di Sekolah

  • Bermusyawarah saat memilih ketua kelas.
  • Menghargai pendapat teman.
  • Mengerjakan tugas kelompok bersama.
  • Mematuhi tata tertib sekolah.

Di Rumah

  • Membantu orang tua.
  • Menghormati anggota keluarga.
  • Bertanggung jawab terhadap tugas di rumah.

Di Masyarakat

  • Ikut kerja bakti.
  • Menghormati tetangga yang berbeda agama atau budaya.
  • Menjaga kerukunan dan persatuan.

MAPEL SENI RUPA

Tujuan Pembelajaran:

Peserta didik mampu mengidentifikasi karakter para perumus pancasila dengan baik.

MATERI AJAR: MENGIDENTIFIKASI KARAKTER PARA PERUMUS PANCASILA

MODEL PEMBELAJARAN : PROBLEM BASED LEARNING

1. Latar Belakang Perumusan Pancasila

Menjelang kemerdekaan Indonesia, dibentuk Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Salah satu tugasnya adalah merumuskan dasar negara Indonesia.

Dalam sidang BPUPKI tanggal 29 Mei–1 Juni 1945, beberapa tokoh menyampaikan gagasan mengenai dasar negara. Setelah melalui berbagai pembahasan dan musyawarah, lahirlah Pancasila sebagai dasar negara Indonesia.


2. Tokoh-Tokoh Perumus Pancasila

a. Mohammad Yamin

Peran:

  • Menyampaikan usulan dasar negara pada sidang BPUPKI tanggal 29 Mei 1945.
  • Memberikan sumbangan pemikiran mengenai dasar negara Indonesia.

Karakter yang dapat diteladani:

  • Cinta tanah air
  • Berani menyampaikan pendapat
  • Cerdas
  • Nasionalis
  • Bertanggung jawab

b. Soepomo

Peran:

  • Menyampaikan gagasan mengenai negara integralistik pada sidang BPUPKI tanggal 31 Mei 1945.
  • Memberikan pandangan tentang bentuk negara Indonesia.

Karakter yang dapat diteladani:

  • Bijaksana
  • Berpikir kritis
  • Mengutamakan persatuan
  • Bertanggung jawab
  • Menghargai pendapat orang lain

c. Soekarno

Peran:

  • Menyampaikan pidato tentang dasar negara pada tanggal 1 Juni 1945.
  • Memperkenalkan istilah "Pancasila".

Karakter yang dapat diteladani:

  • Percaya diri
  • Visioner
  • Nasionalis
  • Berani
  • Mampu memimpin

d. Mohammad Hatta

Peran:

  • Berperan dalam penyempurnaan rumusan Pancasila.
  • Mengutamakan musyawarah dan persatuan bangsa.

Karakter yang dapat diteladani:

  • Jujur
  • Demokratis
  • Bijaksana
  • Mengutamakan kepentingan bangsa
  • Menghargai perbedaan

3. Nilai-Nilai Karakter Para Perumus Pancasila

Karakter yang ditunjukkan para perumus Pancasila antara lain:

Nilai KarakterContoh Sikap
Cinta tanah airMengutamakan kepentingan bangsa
NasionalismeBangga menjadi warga negara Indonesia
Tanggung jawabMenyelesaikan tugas dengan baik
MusyawarahMengambil keputusan bersama
Menghargai perbedaanMenghormati pendapat teman
Kerja samaBekerja bersama mencapai tujuan
ToleransiMenghormati keberagaman agama, suku, dan budaya
DisiplinMematuhi aturan yang berlaku
BeraniMenyampaikan pendapat dengan santun

E. Meneladani Karakter Para Perumus Pancasila

Nilai-nilai karakter tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya:

Di Sekolah

  • Bermusyawarah saat memilih ketua kelas.
  • Menghargai pendapat teman.
  • Mengerjakan tugas kelompok bersama.
  • Mematuhi tata tertib sekolah.

Di Rumah

  • Membantu orang tua.
  • Menghormati anggota keluarga.
  • Bertanggung jawab terhadap tugas di rumah.

Di Masyarakat

  • Ikut kerja bakti.
  • Menghormati tetangga yang berbeda agama atau budaya.
  • Menjaga kerukunan dan persatuan.

MEDIA PEMBELAJARAN:

- LCD

- GAMBAR-GAMBAR

REFLEKSI/KESIMPULAN PEMBELAJARAN HARI INI:

Alhamdulillah kegiatan pembelajaran hari ini berjalan dengan baik dan lancar hari ini anak-anak belajar tentang cara pemecahan masalah energi dalam kehidupan sehari-hari hari ini anak-anak di berikan salah satu pertanyaan dari para murid tentang bagaimana cara menggunakan energi dengan baik setelah itu memecahkan bersama-sama dengan pertanyaan atau masalah yang ditimbulkan oleh apa yang diberikan oleh murid.

MATEMATIKA, P PANCASILA, B INDONESIA

  GURU KELAS IV. B : ELFIDA, S.Pd MATERI AJAR KELAS IV. B UNTUK HARI SENIN TANGGAL 09 AGUSTUS 2026   Selamat pagi,,,,Tabik pun Assalamualaik...

 

Elfida Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea