Senin, 19 Oktober 2026

IPAS

By elfida fida - Oktober 19, 2026 3 Comments

 SELASA, 20 OKTOBER 2026

IDENTITAS

Nama Guru: Elfida, S.Pd
Mata Pelajaran: IPAS
Hari, Tanggal: Selasa, 20 Oktober 2026
Fase/Kelas: B / IV (Empat)
Materi: Proyek Membuat Peta Sederhana Wilayah Tempat Tinggal
Pertemuan ke: 6

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم

📋 Perangkat Pembelajaran

Capaian Pembelajaran (CP)

Peserta didik mampu mengenali lingkungan tempat tinggalnya, memahami letak suatu wilayah menggunakan peta sederhana maupun peta digital, serta menunjukkan kemampuan mengidentifikasi wilayah kabupaten/kota dan provinsi tempat tinggalnya.

Tujuan Pembelajaran

Peserta didik dapat mengenali letak kabupaten/kota dan provinsi tempat tinggalnya dengan menggunakan peta konvensional/digital.

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan pengertian dan fungsi peta.
  2. Mengidentifikasi kabupaten/kota tempat tinggalnya.
  3. Mengidentifikasi provinsi tempat tinggalnya.
  4. Menunjukkan letak kabupaten/kota dan provinsi pada peta.
  5. Mengenali simbol-simbol sederhana yang digunakan dalam peta.
  6. Menjelaskan arah mata angin sederhana pada peta.
  7. Menggunakan peta konvensional atau digital untuk mencari lokasi tempat tinggal.
  8. Membuat peta sederhana wilayah tempat tinggal.
  9. Menambahkan simbol, nama tempat, dan arah mata angin pada peta.
  10. Mempresentasikan hasil proyek peta sederhana dengan percaya diri.

Mindful (Berkesadaran)

Murid mengamati peta dengan teliti dan menyadari bahwa setiap wilayah memiliki letak yang berbeda. Murid memperhatikan nama kabupaten/kota, provinsi, jalan, sungai, sekolah, dan tempat penting lainnya yang terdapat pada peta.

Meaningful (Bermakna)

Murid memahami bahwa peta sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari untuk mengetahui lokasi suatu tempat, mencari arah perjalanan, mengenali wilayah tempat tinggal, serta mengetahui hubungan antara kabupaten/kota dengan provinsinya.

Joyful (Menyenangkan)

Murid belajar melalui kegiatan mengamati peta, mencari lokasi tempat tinggal menggunakan peta digital, berdiskusi dalam kelompok, menggambar peta sederhana, menggunakan simbol dan warna, serta mempresentasikan hasil karya di depan kelas.

Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Mengenal pengertian dan fungsi peta.
  2. Mengenal simbol dan unsur-unsur sederhana pada peta.
  3. Mengenal arah mata angin.
  4. Mengidentifikasi kabupaten/kota tempat tinggal.
  5. Mengidentifikasi provinsi tempat tinggal.
  6. Menunjukkan kabupaten/kota dan provinsi pada peta.
  7. Menggunakan peta konvensional/digital untuk mencari lokasi.
  8. Merancang peta sederhana wilayah tempat tinggal.
  9. Membuat peta sederhana dengan simbol dan keterangan.
  10. Mempresentasikan hasil proyek peta sederhana.

📌 MATERI: PROYEK MEMBUAT PETA SEDERHANA WILAYAH TEMPAT TINGGAL

Model & Metode Pembelajaran

Model: Project Based Learning (PjBL)

Metode: Tanya jawab, pengamatan, demonstrasi, diskusi kelompok, praktik, penugasan proyek, presentasi, dan refleksi.

Media Pembelajaran

Peta Indonesia, peta provinsi, peta kabupaten/kota, peta lingkungan sekitar, peta digital, LKPD, kertas gambar, pensil, penghapus, penggaris, pensil warna/spidol, gambar simbol peta, papan tulis, dan perangkat digital jika tersedia.

🌸 Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat pagi, anak-anak hebat kelas 4! Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap mengikuti pembelajaran. Aamiin.

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita berdoa bersama dan membaca basmalah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan ilmu yang kita peroleh menjadi ilmu yang bermanfaat.

Guru menunjukkan sebuah peta kepada peserta didik.

Guru memberikan pertanyaan pemantik:

"Anak-anak, siapa yang tahu kita tinggal di kabupaten/kota apa?"

"Kita tinggal di provinsi apa?"

"Bagaimana cara kita mengetahui letak tempat tinggal kita pada peta?"

Guru dapat menunjukkan peta konvensional atau membuka peta digital.

Guru bertanya:

  • Apa yang kalian lihat pada peta?
  • Apa fungsi peta?
  • Di mana letak kabupaten/kota tempat tinggal kita?
  • Provinsi apa yang menjadi tempat tinggal kita?
  • Apa saja simbol yang terdapat pada peta?
  • Mengapa peta membutuhkan arah mata angin?

Guru menjelaskan:

"Hari ini kita akan belajar mengenali letak kabupaten/kota dan provinsi tempat tinggal kita. Setelah itu, kita akan membuat proyek peta sederhana wilayah tempat tinggal."

Guru menyampaikan bahwa peta tidak harus selalu dibuat secara rumit. Peta sederhana dapat dibuat dengan menggambarkan tempat-tempat penting menggunakan simbol dan keterangan.

📖 Ringkasan Materi

A. Pengertian Peta

Peta adalah gambaran suatu wilayah yang dibuat pada bidang datar dengan menggunakan simbol dan keterangan tertentu sehingga dapat memberikan informasi tentang lokasi suatu tempat.

Peta dapat membantu kita mengetahui:

  1. Letak suatu wilayah.
  2. Nama suatu wilayah.
  3. Arah perjalanan.
  4. Jarak secara sederhana.
  5. Letak tempat-tempat penting.

B. Jenis Peta

Secara sederhana, peta yang digunakan dalam pembelajaran dapat berupa:

1. Peta Konvensional

Peta konvensional adalah peta yang dibuat atau dicetak pada media seperti kertas.

Contohnya:

  • Peta Indonesia.
  • Peta provinsi.
  • Peta kabupaten/kota.
  • Peta lingkungan sekitar.

2. Peta Digital

Peta digital adalah peta yang dapat dilihat menggunakan perangkat elektronik seperti komputer, tablet, atau telepon pintar.

Peta digital dapat membantu kita mencari lokasi suatu tempat dengan lebih mudah.

C. Unsur-Unsur Sederhana Peta

Beberapa unsur penting dalam peta antara lain:

  1. Judul peta → menunjukkan isi atau wilayah yang digambarkan.
  2. Simbol → tanda yang digunakan untuk menunjukkan suatu tempat atau objek.
  3. Legenda → keterangan mengenai simbol-simbol pada peta.
  4. Arah mata angin → menunjukkan arah utara, selatan, timur, dan barat.
  5. Nama tempat → menunjukkan nama wilayah atau lokasi tertentu.
  6. Garis batas → menunjukkan batas suatu wilayah.

D. Arah Mata Angin

Arah mata angin membantu kita mengetahui posisi suatu tempat.

Arah utama terdiri atas:

  • Utara (U)
  • Timur (T)
  • Selatan (S)
  • Barat (B)

Contoh:

Jika sekolah berada di sebelah timur rumah, maka pada peta sekolah dapat digambarkan di sebelah kanan rumah dengan memperhatikan arah utara sebagai acuan.

E. Mengenali Kabupaten/Kota dan Provinsi

Setiap tempat tinggal berada dalam suatu wilayah administrasi.

Urutan wilayah dapat dipahami secara sederhana:

Tempat tinggal → Desa/Kelurahan → Kecamatan → Kabupaten/Kota → Provinsi

Peserta didik dapat menggunakan peta untuk menemukan:

  • Nama kabupaten/kota tempat tinggal.
  • Nama provinsi tempat tinggal.
  • Letak kabupaten/kota di dalam provinsi.

F. Proyek Membuat Peta Sederhana Wilayah Tempat Tinggal

Pada proyek ini peserta didik membuat gambaran sederhana wilayah tempat tinggal.

Peta dapat memuat beberapa tempat penting, misalnya:

  • Rumah.
  • Sekolah.
  • Jalan.
  • Tempat ibadah.
  • Pasar.
  • Kantor desa/kelurahan.
  • Sungai.
  • Lapangan.
  • Tempat penting lainnya.

Peserta didik tidak perlu menggambar wilayah secara sangat detail. Yang terpenting adalah letak relatif tempat, simbol, nama tempat, arah mata angin, dan keterangan peta dapat dipahami.

🗺️ LANGKAH PROYEK MEMBUAT PETA SEDERHANA

Tahap 1 – Menentukan Wilayah

Peserta didik menentukan wilayah tempat tinggal yang akan digambarkan.

Contoh:

"Peta Sederhana Lingkungan Tempat Tinggalku."

Tahap 2 – Mengamati Peta

Peserta didik mengamati peta konvensional atau peta digital untuk mengetahui letak wilayah dan tempat-tempat penting.

Tahap 3 – Menentukan Tempat Penting

Peserta didik memilih beberapa tempat yang akan dimasukkan ke dalam peta.

Contoh:

  • Rumah.
  • Sekolah.
  • Masjid.
  • Jalan utama.
  • Pasar.
  • Lapangan.

Tahap 4 – Membuat Rancangan

Peserta didik membuat rancangan sederhana menggunakan pensil.

Tahap 5 – Menggambar Peta

Peserta didik menggambar peta pada kertas gambar dengan memperhatikan:

  • Judul peta.
  • Letak tempat.
  • Jalan.
  • Simbol.
  • Nama tempat.
  • Arah mata angin.
  • Legenda/keterangan.

Tahap 6 – Memberi Warna

Peserta didik memberikan warna agar peta lebih menarik dan mudah dibaca.

Tahap 7 – Memeriksa Hasil

Peserta didik memeriksa kembali apakah:

  • Judul sudah ada.
  • Arah mata angin sudah ada.
  • Simbol sudah jelas.
  • Nama tempat sudah ditulis.
  • Legenda sudah dibuat.
  • Letak tempat sudah sesuai dengan hasil pengamatan.

Tahap 8 – Presentasi

Peserta didik mempresentasikan hasil peta sederhana di depan kelas.

Peserta didik menjelaskan:

  1. Judul peta.
  2. Kabupaten/kota tempat tinggal.
  3. Provinsi tempat tinggal.
  4. Tempat-tempat yang terdapat pada peta.
  5. Simbol yang digunakan.
  6. Arah mata angin.
  7. Pengalaman selama membuat peta.

🧩 TUGAS PROYEK

Buatlah sebuah peta sederhana wilayah tempat tinggalmu!

Ketentuan:

  1. Gunakan kertas gambar.
  2. Tuliskan judul peta.
  3. Gambarkan beberapa tempat penting di sekitar tempat tinggal.
  4. Gunakan simbol sederhana.
  5. Berikan nama pada setiap tempat.
  6. Cantumkan arah mata angin.
  7. Buat legenda/keterangan simbol.
  8. Gunakan warna agar peta menarik.
  9. Tuliskan nama kabupaten/kota dan provinsi.
  10. Presentasikan hasil peta di depan kelas.

🌟 INGAT!

  • Peta digunakan untuk menunjukkan letak suatu tempat.
  • Kabupaten/kota merupakan bagian dari suatu provinsi.
  • Peta memiliki simbol dan keterangan.
  • Arah mata angin membantu mengetahui posisi suatu tempat.
  • Peta digital dapat digunakan untuk mencari lokasi.
  • Peta sederhana dapat dibuat dengan gambar, simbol, warna, dan keterangan.
  • Peta harus dibuat dengan teliti agar mudah dipahami.

📝 Soal Asesmen / Post Test

A. Pilihan Ganda

1. Alat yang digunakan untuk mengetahui letak suatu wilayah adalah ....

a. Kalender
b. Peta
c. Jam
d. Buku tulis

2. Tempat tinggal kita berada dalam suatu wilayah ....

a. provinsi
b. sekolah
c. kelas
d. halaman

3. Tanda yang digunakan untuk menunjukkan suatu objek pada peta disebut ....

a. simbol
b. paragraf
c. angka
d. kalimat

4. Keterangan mengenai simbol-simbol pada peta disebut ....

a. judul
b. legenda
c. warna
d. garis

5. Arah mata angin yang menunjukkan bagian atas peta pada umumnya adalah ....

a. Selatan
b. Barat
c. Utara
d. Timur

B. Isian Singkat

6. Gambaran suatu wilayah pada bidang datar disebut ....

7. Peta yang dapat digunakan melalui perangkat elektronik disebut peta ....

8. Wilayah kabupaten/kota berada di dalam wilayah ....

9. Tanda yang digunakan untuk menunjukkan tempat tertentu pada peta disebut ....

10. Empat arah mata angin utama adalah ..., ..., ..., dan ....

C. Uraian

11. Apa manfaat peta dalam kehidupan sehari-hari?

12. Sebutkan tiga unsur yang terdapat dalam peta!

13. Apa perbedaan peta konvensional dan peta digital?

14. Mengapa arah mata angin penting dalam membuat peta?

15. Jelaskan langkah-langkah membuat peta sederhana wilayah tempat tinggalmu!

🔑 Kunci Jawaban

Pilihan Ganda

  1. b. Peta
  2. a. provinsi
  3. a. simbol
  4. b. legenda
  5. c. Utara

Isian Singkat

  1. Peta
  2. Digital
  3. Provinsi
  4. Simbol
  5. Utara, Timur, Selatan, dan Barat

Uraian

11. Peta bermanfaat untuk mengetahui letak dan posisi suatu wilayah atau tempat serta membantu menentukan arah perjalanan.

12. Contohnya judul peta, simbol, legenda, arah mata angin, dan nama tempat.

13. Peta konvensional biasanya dibuat atau dicetak pada media seperti kertas, sedangkan peta digital dapat dilihat menggunakan perangkat elektronik.

14. Arah mata angin membantu menunjukkan posisi suatu tempat sehingga peta lebih mudah dipahami.

15. Langkahnya yaitu menentukan wilayah, mengamati peta, menentukan tempat penting, membuat rancangan, menggambar peta, menambahkan simbol dan keterangan, memberi warna, memeriksa hasil, kemudian mempresentasikan peta.


🌟 KESIMPULAN

Peta merupakan gambaran suatu wilayah yang digunakan untuk menunjukkan letak berbagai tempat. Peta dapat berbentuk konvensional maupun digital.

Dengan menggunakan peta, peserta didik dapat mengenali letak kabupaten/kota dan provinsi tempat tinggalnya. Peta juga memiliki unsur sederhana seperti judul, simbol, legenda, nama tempat, dan arah mata angin.

Melalui proyek membuat peta sederhana wilayah tempat tinggal, peserta didik dapat belajar secara langsung untuk mengamati lingkungan, menentukan lokasi, menggunakan simbol, memahami arah, dan menyajikan informasi dalam bentuk peta.

Dengan kegiatan ini, peserta didik diharapkan semakin mengenal wilayah tempat tinggalnya serta mampu menggunakan peta untuk membantu menemukan dan menjelaskan lokasi suatu tempat.

Refleksi:


MATEMATIKA

By elfida fida - Oktober 19, 2026 3 Comments

SELASA, 20 OKTOBER 2026

 

IDENTITAS

Nama Guru: Elfida, S.Pd

Mata Pelajaran: Matematika

Hari, Tanggal: Selasa, 20 Oktober 2026

Fase/Kelas: B / IV (Empat)

Materi: Menyelesaikan Masalah dan Menentukan Faktor Bilangan

Pertemuan ke: 2

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم

📋 PERANGKAT PEMBELAJARAN

Capaian Pembelajaran (CP)

Peserta didik memahami bilangan cacah dan menggunakan operasi hitung, termasuk perkalian dan pembagian, untuk menentukan faktor serta menyelesaikan masalah sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

Tujuan Pembelajaran

Peserta didik mengenali, menentukan, dan menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan kelipatan dan faktor bilangan cacah.

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

1.     Menjelaskan pengertian faktor suatu bilangan.

2.     Menentukan faktor suatu bilangan dengan menggunakan pembagian atau pasangan perkalian.

3.     Memeriksa apakah suatu bilangan merupakan faktor dari bilangan lain.

4.     Menentukan faktor yang sesuai untuk menyusun benda dalam kelompok sama banyak tanpa sisa.

5.     Menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan faktor bilangan dan menjelaskan langkahnya.

Mindful (Berkesadaran)

Peserta didik membaca masalah dengan teliti, memeriksa pembagian agar tidak ada sisa, dan mengecek kembali apakah semua faktor sudah ditemukan.

Meaningful (Bermakna)

Peserta didik menghubungkan faktor dengan kegiatan nyata, seperti menyusun buku, kue, atau alat tulis dalam kelompok yang sama banyak tanpa sisa.

Joyful (Menyenangkan)

Peserta didik melakukan permainan mencari pasangan perkalian, menyusun benda konkret, dan bekerja sama dalam tantangan kartu faktor.

Alur Tujuan Pembelajaran

6.     Memahami arti faktor bilangan.

7.     Mengamati pasangan perkalian suatu bilangan.

8.     Menentukan faktor melalui pembagian tanpa sisa.

9.     Memeriksa kebenaran faktor suatu bilangan.

10.  Menerapkan faktor untuk menyelesaikan masalah sehari-hari.

11.  Menyampaikan strategi dan jawaban dengan bahasa sendiri.

📌 MATERI: MENYELESAIKAN MASALAH DAN MENENTUKAN FAKTOR BILANGAN

Model dan Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning dan Problem Based Learning (PBL).

Metode: tanya jawab, demonstrasi, pengamatan, permainan edukatif, diskusi kelompok, latihan, penugasan, dan presentasi.

Media Pembelajaran

Kancing atau stik es krim, kartu bilangan, tabel perkalian, LKPD, papan tulis, spidol, dan benda-benda di kelas.

🌸 Apersepsi

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat pagi, anak-anak hebat kelas IV! Mari kita berdoa sebelum belajar.

Guru menunjukkan 12 kancing dan bertanya: “Jika 12 kancing akan disusun dalam kelompok yang sama banyak tanpa sisa, berapa kemungkinan jumlah kancing dalam setiap kelompok?”

·         Apakah 12 kancing dapat dibagi menjadi 2 kelompok sama banyak?

·         Bagaimana jika dibagi menjadi 5 kelompok? Apakah ada sisa?

·         Bilangan apa saja yang dapat membagi 12 tanpa sisa?

Guru menyampaikan bahwa hari ini kita akan belajar menentukan faktor bilangan dan menggunakannya untuk memecahkan masalah sehari-hari.

📖 Ringkasan Materi

A. Pengertian Faktor Bilangan

Faktor suatu bilangan adalah bilangan yang dapat membagi bilangan tersebut hingga habis tanpa sisa.

Contoh: 12 ÷ 3 = 4 tanpa sisa, sehingga 3 merupakan faktor dari 12. Namun, 12 ÷ 5 tidak habis dibagi, sehingga 5 bukan faktor dari 12.

B. Menentukan Faktor dengan Pembagian

12.  Pilih bilangan yang akan dicari faktornya.

13.  Coba bagi bilangan tersebut dengan 1, 2, 3, dan seterusnya.

14.  Catat bilangan pembagi yang menghasilkan sisa 0.

15.  Periksa kembali agar tidak ada faktor yang terlewat.

Contoh: faktor dari 10 adalah 1, 2, 5, dan 10 karena 10 ÷ 1 = 10, 10 ÷ 2 = 5, 10 ÷ 5 = 2, dan 10 ÷ 10 = 1.

C. Menentukan Faktor dengan Pasangan Perkalian

Cari pasangan perkalian yang hasilnya sama dengan bilangan yang ditentukan.

Contoh untuk 18: 1 × 18, 2 × 9, dan 3 × 6. Jadi, faktor dari 18 adalah 1, 2, 3, 6, 9, dan 18.

D. Menyelesaikan Masalah dengan Faktor

Contoh: Ada 16 buku yang akan disusun dalam beberapa kelompok dengan jumlah sama banyak tanpa sisa. Berapa kemungkinan banyak buku pada setiap kelompok?

Faktor dari 16 adalah 1, 2, 4, 8, dan 16. Jadi, banyak buku per kelompok dapat berupa 1, 2, 4, 8, atau 16, sesuai jumlah kelompok yang dipilih.

E. Tips Penting

·         Faktor membagi habis bilangan tanpa sisa.

·         Bilangan 1 dan bilangan itu sendiri selalu menjadi faktor dari bilangan cacah positif tersebut.

·         Gunakan pasangan perkalian untuk menemukan faktor secara sistematis.

·         Periksa apakah semua kelompok sama banyak dan tidak ada benda tersisa.

🧩 Latihan Peserta Didik

16.  Tentukan semua faktor dari 14.

17.  Tentukan semua faktor dari 16.

18.  Apakah 4 merupakan faktor dari 28? Jelaskan.

19.  Apakah 6 merupakan faktor dari 20? Jelaskan.

20.  Tuliskan pasangan perkalian yang hasilnya 24.

21.  Sebutkan semua faktor dari 30.

22.  Ada 12 pensil. Pensil akan disusun dalam kelompok sama banyak tanpa sisa. Sebutkan kemungkinan jumlah pensil per kelompok.

23.  Sebuah kelas memiliki 18 siswa. Siswa akan dibagi ke beberapa kelompok dengan jumlah anggota sama. Sebutkan beberapa kemungkinan ukuran kelompok.

24.  Dari bilangan 2, 3, 4, 5, dan 6, pilih semua yang merupakan faktor dari 24.

25.  Buat satu contoh masalah sehari-hari yang dapat diselesaikan dengan mencari faktor.

🌟 INGAT!

·         Faktor adalah bilangan yang membagi habis bilangan lain tanpa sisa.

·         Gunakan pembagian atau pasangan perkalian untuk menentukan faktor.

·         Periksa semua kemungkinan agar tidak ada faktor yang terlewat.

·         Faktor membantu menyelesaikan masalah pengelompokan benda secara sama banyak.

📝 Soal Asesmen / Post Test

A. Pilihan Ganda

1. Bilangan yang merupakan faktor dari 12 adalah ...

A. 5

B. 6

C. 7

D. 8

2. Manakah yang bukan faktor dari 16?

A. 1

B. 2

C. 4

D. 6

3. Faktor dari 15 adalah ...

A. 1, 3, 5, 15

B. 1, 2, 5, 15

C. 3, 5, 10

D. 1, 5, 10, 15

4. Jika 20 benda dibagi menjadi kelompok sama banyak tanpa sisa, bilangan berikut yang dapat menjadi banyak benda per kelompok adalah ...

A. 3

B. 6

C. 7

D. 5

5. Pasangan perkalian yang hasilnya 24 adalah ...

A. 4 × 6

B. 5 × 6

C. 3 × 7

D. 8 × 4

B. Isian Singkat

1.  Tuliskan semua faktor dari 9.

2.  Faktor terbesar dari 21 adalah ....

3.  Apakah 7 merupakan faktor dari 35? ....

4.  Bilangan 4 merupakan faktor dari 28 karena 28 ÷ 4 = ....

5.  Dua faktor dari 18 selain 1 dan 18 adalah .... dan ....


🔑 Kunci Jawaban

A. Pilihan Ganda

1. B   2. D   3. A   4. D   5. A

B. Isian Singkat

36.  1, 3, 9.

37.  21.

38.  Ya, karena 35 ÷ 7 = 5 tanpa sisa.

39.  7.

40.  2 dan 9 (jawaban faktor lain yang benar juga dapat diterima).


🌟 Kesimpulan

Faktor suatu bilangan adalah bilangan yang dapat membagi bilangan tersebut tanpa sisa. Faktor dapat ditentukan melalui pembagian atau pasangan perkalian. Dalam menyelesaikan masalah, kita perlu mencari semua faktor yang mungkin, lalu menyesuaikannya dengan situasi yang ditanyakan, seperti membagi benda menjadi kelompok sama banyak tanpa sisa.

IPAS

  SELASA, 20 OKTOBER 2026 IDENTITAS Nama Guru: Elfida, S.Pd Mata Pelajaran: IPAS Hari, Tanggal: Selasa, 20 Oktober 2026 Fase/Kelas: B / ...

 

Elfida Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea