Minggu, 06 September 2026

SUMATIF HARIAN MATEMATIKA KE-2

By elfida fida - September 06, 2026 1 Comments

  CLASS IV.B SD AL AZAHAR 2

 

Hari/Tanggal: Senin, 07 September 2026

Nama Guru: Elfida, S.Pd.

Fase/Kelas: B / IV B

Mata Pelajaran: Matematika

Materi: Melakukan Operasi Pengurangan Bilangan Cacah sampai 1.000 (Tanpa Meminjam dan Meminjam) serta Menyelesaikan Masalah Sehari-hari

🌸 Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas IV B! πŸ’–

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🀲

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah.

Pada pembelajaran Matematika hari ini, kita akan fokus belajar menganalisis dan memecahkan soal cerita kontekstual pengurangan bilangan cacah sampai 1.000, baik dengan teknik tanpa meminjam maupun dengan meminjam. Kita akan belajar bagaimana memahami cerita, menemukan kata kunci, merumuskan kalimat matematika, hingga menemukan solusinya dengan teliti.

Dengarkan penjelasan Bu Guru dengan baik, ikuti langkah-langkah penghitungan dengan cermat, berani bertanya, dan bersikap jujur serta percaya diri. 🌟

Tetap semangat belajar, ananda sholeh dan sholehah IV B!

πŸ“Œ CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu menunjukkan pemahaman dan intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 1.000, serta dapat menganalisis, melakukan, dan memecahkan masalah kontekstual yang berkaitan dengan operasi pengurangan bilangan cacah sampai 1.000 dengan benar.

🎯 TUJUAN PEMBELAJARAN

Melalui kegiatan menyimak penjelasan, mengamati contoh soal kontekstual, berdiskusi, dan berlatih mandiri, peserta didik mampu:

1.  Menjelaskan konsep pengurangan bilangan cacah sampai 1.000 dalam kehidupan sehari-hari.

2.  Menganalisis informasi (diketahui, ditanya, dan kalimat matematika) pada soal cerita pengurangan sampai 1.000.

3.  Melakukan operasi pengurangan bilangan cacah sampai 1.000 tanpa meminjam secara tepat.

4.  Melakukan operasi pengurangan bilangan cacah sampai 1.000 dengan teknik meminjam secara tepat.

5.  Memecahkan soal cerita kontekstual sehari-hari yang berkaitan dengan pengurangan bilangan cacah sampai 1.000.

6.  Menunjukkan sikap teliti, jujur, dan tekun dalam menghitung dan menyelesaikan soal cerita.

ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu:

1.  Memahami nilai tempat ratusan, puluhan, dan satuan pada bilangan cacah.

2.  Mengidentifikasi kata kunci pengurangan dalam soal cerita (seperti sisa, selisih, diberikan, rusak, pecah, dijual).

3.  Menghitung pengurangan susun pendek tanpa meminjam dengan tepat.

4.  Menghitung pengurangan susun pendek dengan teknik meminjam dengan tepat.

5.  Menuliskan langkah penyelesaian soal cerita kontekstual secara runtut (Diketahui, Ditanya, Dijawab, dan Kesimpulan).

6.  Menunjukkan kerapian dan ketelitian dalam mengerjakan latihan harian.

🧩 MODEL / METODE PEMBELAJARAN

Penjelasan interaktif, pemecahan masalah, dan penugasan mandiri.

πŸ“ MEDIA PEMBELAJARAN / ALAT PERAGA

Blok Dienes / Kantong Nilai Tempat (Ratusan, Puluhan, Satuan), Kartu Cerita Soal Matematika, Papan Tulis, LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik), dan Buku Pendamping Matematika.

πŸ“š MATERI POKOK

1. Komposisi dan Dekomposisi Bilangan Cacah (Sampai 1.000)Komposisi (Menyusun Bilangan): Menggabungkan nilai tempat (Ratusan, Puluhan, dan Satuan) menjadi satu bilangan yang utuh.Contoh: 4 ratusan+2 puluhan+7 satuan=400+20+7=427Dekomposisi (Mengurai Bilangan): Memecah atau menguraikan suatu bilangan utuh berdasarkan nilai tempatnya.Contoh: 653=600+50+3 (6 ratusan+5 puluhan+3 satuan)2. Operasi Penjumlahan Bilangan Cacah (Sampai 100)Penjumlahan Tanpa Menyimpan:342357​+​​Penjumlahan Dengan Teknik Menyimpan:

Jumlahkan satuan terlebih dahulu, jika hasilnya ≥10, simpan puluhannya di kolom puluhan.10472875​+​​(Satuan: 7+8=15 → Tulis 5, simpan 1 di puluhan)3. Operasi Pengurangan Bilangan Cacah (Sampai 100)Pengurangan Tanpa Meminjam:682543​−​​Pengurangan Dengan Teknik Meminjam:

Jika angka satuan yang dikurangi lebih kecil, pinjam 1 puluhan (10) dari angka di depannya.6 12723537​−​​(Satuan: 2−5 tidak bisa, pinjam 10 dari 70 menjadi 12−5=7)

A. KISI-KISI PENULISAN SOAL

1.Menentukan komposisi dari Ratusan, Puluhan, Satuan.

2.Menentukan dekomposisi suatu bilangan 3 angka.

3.Menentukan angka yang hilang pada dekomposisi.

4.Penjumlahan dua angka tanpa teknik menyimpan.

5.Penjumlahan dua angka dengan teknik menyimpan.

6.Soal cerita penjumlahan sederhana.

7.Soal cerita pengurangan (sisa benda).

8.Soal cerita pengurangan sisa uang.

9.Soal cerita gabungan penjumlahan kontekstual.

10.Soal cerita menghitung selisih.

B. SOAL EVALUASI

Contoh 1:

Hitunglah 468−135=…

Langkah-langkah penyelesaian:

Satuan: 8−5=3

Puluhan: 6−3=3

Ratusan: 4−1=3

Hasil: 333

2. Pengurangan dengan MeminjamJika angka pada posisi atas lebih kecil daripada angka di bawahnya pada nilai tempat yang sama, maka kita perlu meminjam 1 puluhan (atau 1 ratusan) dari nilai tempat di sebelahnya.

Contoh 2:Hitunglah 652−237=…

Langkah-langkah penyelesaian:

Satuan: 2−7 (tidak bisa), maka pinjam 1 puluhan dari 5. Angka 2 menjadi 12, sedangkan angka 5 tersisa 4. Maka, 12−7=5.

Puluhan: 4−3=1

Ratusan: 6−2=4Hasil: 415

3. Langkah Menganalisis dan Menyelesaikan Soal Cerita Kontekstual

Untuk memecahkan soal cerita dengan benar, ikuti 4 langkah utama berikut:

Diketahui: Tuliskan informasi angka dan benda yang ada di dalam soal cerita.

Ditanya: Tuliskan pertanyaan yang ingin dicari jawabannya.

Dijawab: Buat kalimat matematika dan hitunglah menggunakan cara susun pendek.

Jadi (Kesimpulan): Tuliskan kalimat penutup sebagai jawaban akhir.

Contoh Soal Cerita:
Ahmad mempunyai 745 lembar kertas warna. Kertas tersebut digunakan untuk membuat kerajinan sekolah sebanyak 382 lembar. Berapa lembar sisa kertas warna Ahmad sekarang?

Penyelesaian:

Diketahui:Kertas awal Ahmad = 745 lembarKertas yang digunakan = 382 lembar

Ditanya: Berapa sisa kertas warna Ahmad?

Dijawab:745382363​−​​Jadi, sisa kertas warna Ahmad sekarang adalah 363 lembar.

πŸ“ LATIHAN HARIANA.

Isilah titik-titik dengan jawaban yang tepat!

Hasil dari 487−153 adalah ....

Hasil dari 654−231 adalah ....

Pada pengurangan 532−128, angka satuan 2 meminjam 1 puluhan dari 3 sehingga nilai satuan menjadi ....

Hasil dari 760−325 adalah ....

Selisih antara 850 dan 320 adalah ....

B. Jawablah pertanyaan berikut dengan benar dan gunakan langkah penyelesaian soal cerita!

Hitunglah pengurangan 734−281 menggunakan cara susun pendek!

Sebuah perkebunan menghasilkan 945 buah jeruk. Sebanyak 568 buah jeruk diangkut ke kota menggunakan truk. Berapa sisa buah jeruk yang masih ada di perkebunan?

REFLEKSI:


PENDIDIKAN PANCASILA

By elfida fida - September 06, 2026 1 Comments

 

CLASS IV.B SD AL AZHAR 2

 

 

Mengidentifikasi Karakter Positif Tokoh Perumus Pancasila dan Meneladani Nilai Kepahlawanan

  • Hari/Tanggal: Senin, 07 September 2026
  • Nama Guru: Elfida, S.Pd.
  • Fase/Kelas: B / IV B
  • Mata Pelajaran: Pendidikan Pancasila
  • Materi: Nilai Kepahlawanan Perumusan 

🌸 Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas IV B! πŸ’–

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🀲

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah.

Pada pembelajaran IPAS hari ini, kita akan belajar tentang karakter positif tokoh-tokoh perumus Pancasila seperti Ir. Soekarno, Drs. Mohammad Hatta, dan Mr. Muhammad Yamin. Kita juga akan belajar meneladani nilai-nilai kepahlawanan mereka untuk kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah maupun di sekolah.

Dengarkan penjelasan Bu Guru dengan baik, ikuti langkah-langkah diskusi dengan teliti, berani bertanya, dan bersikap jujur serta percaya diri. 🌟

Tetap semangat belajar, ananda sholeh dan sholehah IV B! Jadilah anak yang teliti, jujur, cermat, dan bertanggung jawab dalam setiap tugas. πŸ“✏️

πŸ“Œ CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu mengidentifikasi karakter para perumus Pancasila, menunjukkan sikap menghargai perbedaan pendapat, serta meneladani nilai-nilai kepahlawanan para pendiri bangsa dalam proses perumusan Pancasila untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dengan benar.

🎯 TUJUAN PEMBELAJARAN

Melalui kegiatan menyimak penjelasan, mengamati gambar tokoh pahlawan, berdiskusi, dan berlatih mandiri, peserta didik mampu:

  • Menjelaskan peran tokoh-tokoh perumus Pancasila (Ir. Soekarno, Drs. Mohammad Hatta, Mr. Muhammad Yamin, dll.).
  • Mengidentifikasi karakter positif dan nilai kepahlawanan para perumus Pancasila.
  • Menganalisis bentuk peneladanan nilai kepahlawanan dalam proses perumusan Pancasila.
  • Menerapkan nilai-nilai kepahlawanan (seperti toleransi, kerja keras, cinta tanah air, dan musyawarah) dalam kehidupan sehari-hari.
  • Menunjukkan sikap jujur, bertanggung jawab, dan toleran dalam berinteraksi di kelas.

ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu:

  • Mengenal tokoh-tokoh utama perumus dasar negara Indonesia.
  • Menguraikan karakter positif tokoh (cinta tanah air, jiwa besar, tenggang rasa, keberanian, dan pantang menyerah).
  • Mengidentifikasi musyawarah mufakat sebagai teladan utama perumusan Pancasila.
  • Menyebutkan contoh nyata penerapannya di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
  • Mengerjakan latihan soal analisis karakter tokoh secara tertib dan mandiri.

πŸ“š MATERI POKOK

  • πŸ“– Mengenal Tokoh-Tokoh Perumus Pancasila
  • 🌟 Karakter Positif Tokoh Perumus Pancasila (Toleransi, Cinta Tanah Air, Musyawarah, Jiwa Besar)
  • 🀝 Peristiwa Musyawarah Perumusan Dasar Negara
  • 🏑 Penerapan Nilai-Nilai Kepahlawanan dalam Kehidupan Sehari-hari

🧩 MODEL / METODE PEMBELAJARAN

Penjelasan interaktif, pengamatan gambar tokoh, diskusi kelompok, simulasi musyawarah kecil, dan penugasan mandiri.

πŸ“ MEDIA PEMBELAJARAN / ALAT PERAGA

Foto/Gambar Tokoh Perumus Pancasila (Ir. Soekarno, Moh. Hatta, Mr. Soepomo, Mr. Moh. Yamin), Teks Piagam Jakarta, Papan Tulis, LKPD, dan Buku Pendamping IPAS/Pancasila.

πŸ’­ APERSEPSI

Alhamdulillah, anak-anak sholih dan sholihah, sekarang kita masuk ke pelajaran IPAS.

Guru menunjukkan gambar Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta sedang berdiskusi di depan kelas.

Kemudian guru bertanya: πŸ’­ “Anak-anak, tahukah kalian siapa pahlawan yang ada di gambar ini?” πŸ’­ “Pernahkah kalian berbeda pendapat dengan teman saat memilih permainan atau ketua kelompok?” πŸ’­ “Bagaimana cara para pahlawan kita dahulu menyatukan pendapat yang berbeda-beda dari seluruh Indonesia untuk merumuskan dasar negara kita, Pancasila?”

Guru menjelaskan bahwa Pancasila dirumuskan oleh para pahlawan yang memiliki karakter luar biasa seperti toleransi, mengutamakan kepentingan bersama, dan berjiwa besar.

πŸŒ™ Penguatan Keimanan dan Ketakwaan

Allah Swt. memerintahkan kita untuk bermusyawarah dan saling menghargai antarsesama sebagaimana firman-Nya dalam Al-Qur'an. Para perumus Pancasila telah meneladankan akhlak mulia dengan saling menghormati perbedaan demi persatuan bangsa. Meneladani sifat-sifat mulia mereka seperti jujur, adil, dan suka bermusyawarah merupakan bagian dari pengamalan ajaran agama yang bernilai ibadah. Yuk, kita belajar dengan teliti, jujur, dan penuh semangat!

πŸ“– MATERI PEMBELAJARAN

1. Tokoh Perumus Pancasila

Dalam proses perumusan dasar negara Indonesia, terdapat tokoh-tokoh pemikir bangsa yang menyampaikan gagasan serta bermusyawarah, di antaranya:

  • Ir. Soekarno: Mengusulkan lima dasar negara yang diberi nama Pancasila pada tanggal 1 Juni 1945.
  • Drs. Mohammad Hatta: Tokoh yang sangat cermat, jujur, dan mengutamakan persatuan bangsa di atas kepentingan pribadi/golongan.
  • Mr. Muhammad Yamin & Mr. Soepomo: Menyampaikan pemikiran tentang dasar negara yang berlandaskan kebangsaan dan kekeluargaan.

2. Karakter Positif Tokoh Perumus Pancasila

Para perumus Pancasila memiliki nilai-nilai kepahlawanan yang patut kita teladani, antara lain:

  • Cinta Tanah Air dan Patriotisme: Memiliki semangat tinggi untuk memerdekakan dan memajukan bangsa Indonesia.
  • Mengutamakan Kepentingan Bangsa (Jiwa Besar): Para tokoh mau mengubah kalimat pada sila pertama Piagam Jakarta demi menjaga persatuan dari Sabang sampai Merauke.
  • Toleransi dan Menghargai Perbedaan: Menghormati pendapat orang lain meskipun memiliki latar belakang agama dan suku yang berbeda.
  • Musyawarah untuk Mufakat: Menyelesaikan setiap perbedaan pendapat melalui diskusi yang damai dan kepala dingin.

3. Penerapan Nilai Kepahlawanan dalam Kehidupan Sehari-hari

LingkunganPenerapan Nilai Kepahlawanan Perumus Pancasila

Sekolah

• Menghargai pendapat teman saat diskusi kelompok.

• Menerima hasil pemilihan ketua kelas dengan lapang dada.

• Berteman tanpa membeda-bedakan suku atau agama.

Rumah

• Bermusyawarah menentukan tempat berlibur keluarga.

• Membantu orang tua dan menghormati kakak/adik.

Masyarakat

• Ikut serta dalam kegiatan kerja bakti dan gotong royong.

• Menjaga kerukunan antar tetangga.

πŸ“ LATIHAN HARIAN

A. Isilah titik-titik dengan jawaban yang tepat!

  1. Nama dasar negara Indonesia yang diusulkan oleh Ir. Soekarno pada tanggal 1 Juni 1945 adalah ….
  2. Sikap mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi dinamakan sikap ….
  3. Musyawarah yang dilakukan oleh perumus Pancasila bertujuan untuk mencapai ….
  4. Sikap menghargai dan menghormati perbedaan pendapat antar sesama disebut ….
  5. Menerima hasil keputusan bersama dalam diskusi dengan senang hati merupakan cerminan dari sikap berjiwa ….

B. Jawablah pertanyaan berikut dengan benar dan runtut!

  1. Sebutkan 3 karakter positif yang dimiliki oleh para tokoh perumus Pancasila!
  2. Bagaimana cara kamu sebagai seorang siswa kelas IV SD meneladani sikap persatuan dan kesatuan para perumus Pancasila di dalam kelas?

πŸ”‘ KUNCI JAWABAN

A. Isian

  1. Pancasila
  2. Cinta tanah air / Patriotisme
  3. Mufakat / Kesepakatan bersama
  4. Toleransi / Tenggang rasa
  5. Besar / Lapang dada

B. Uraian

  1. Tiga karakter positif tokoh perumus Pancasila:
    • Cinta tanah air dan bangsa.
    • Toleransi dan menghargai perbedaan pendapat.
    • Berjiwa besar dan mengutamakan kepentingan umum.
  2. Cara meneladani sikap persatuan di dalam kelas:
    • Berteman dengan siapa saja tanpa membeda-bedakan suku, agama, atau status sosial.
    • Menjaga kerukunan dan tidak bertengkar dengan teman.
    • Bermusyawarah secara damai jika terjadi selisih paham di kelas.

🌈 KESIMPULAN

Hari ini kita telah belajar tentang mengidentifikasi karakter positif tokoh perumus Pancasila dan meneladani nilai kepahlawanan:

  • Tokoh perumus Pancasila seperti Ir. Soekarno, Moh. Hatta, Mr. Soepomo, dan Mr. Moh. Yamin memiliki keteladanan yang sangat luar biasa.
  • Karakter utama yang patut diteladani: Cinta tanah air, toleransi, berjiwa besar, mengutamakan kepentingan bersama, dan utamakan musyawarah mufakat.
  • Penerapan sehari-hari: Kita dapat menerapkannya dengan cara menghargai perbedaan pendapat, tidak memaksakan kehendak, dan menjaga persatuan di sekolah maupun di rumah.

πŸ’­ REFLEKSI

Jumat, 04 September 2026

BAHASA INDONESIA

By elfida fida - September 04, 2026 0 Comments

CLASS IV.B SD AL AZAHAR 2

 


Memahami Teks Petunjuk Rambu Lalu Lintas dan Pentingnya Menaatinya

Hari/Tanggal: Senin, 07 September 2026

Nama Guru: Elfida, S.Pd.

Fase/Kelas: B / IV B

Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia

Materi: Memahami Teks Petunjuk Rambu Lalu Lintas, Memaknai Kosakata Baru, dan Memahami Pentingnya Menaati Rambu Lalu Lintas🌸 Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas IV B! πŸ’–

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🀲

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Pada pembelajaran Bahasa Indonesia hari ini, kita akan belajar membaca teks narasi tentang perjalanan ke sekolah. Kita juga akan memahami berbagai teks petunjuk rambu lalu lintas dan menemukan kosakata baru yang berkaitan dengan lalu lintas.

Kita akan belajar memaknai kosakata baru dari teks yang dibaca dan memahami pentingnya menaati rambu lalu lintas dengan tepat. Setelah itu, kita akan berdiskusi tentang pentingnya menaati rambu lalu lintas agar tumbuh sikap disiplin dan bertanggung jawab.

Dengarkan penjelasan Bu Guru dengan baik, bacalah teks dengan lancar, berani bertanya, dan sampaikan pendapat dengan percaya diri. 🌟

Tetap semangat belajar, ananda sholeh dan sholehah IV B!

Jadilah anak yang disiplin, tertib, berhati-hati, dan bertanggung jawab ketika menjadi pengguna jalan. 🚦🚢‍♀️πŸ›΅

πŸ“Œ CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu memahami informasi dari teks narasi dan petunjuk yang dibaca, menemukan serta memaknai kosakata baru berdasarkan konteks kalimat, serta menjelaskan pentingnya menaati aturan dan rambu lalu lintas untuk menumbuhkan sikap disiplin dan bertanggung jawab.

🎯 TUJUAN PEMBELAJARAN

Melalui kegiatan membaca teks narasi tentang perjalanan ke sekolah, mengamati gambar rambu-rambu lalu lintas, berdiskusi, serta menemukan kosakata baru, peserta didik mampu memaknai kosakata baru dari teks yang dibaca dan memahami pentingnya menaati rambu lalu lintas dengan tepat, sehingga tumbuh sikap disiplin dan tanggung jawab sebagai pengguna jalan

.✅ ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN 

Peserta didik mampu:

Membaca teks narasi tentang perjalanan ke sekolah dengan lancar.

Menemukan kosakata baru dalam teks narasi dan petunjuk.

Menjelaskan arti/makna kosakata baru dengan tepat.

Memperkirakan arti kata berdasarkan konteks kalimat.

Memahami teks petunjuk dan simbol rambu lalu lintas.

Menjelaskan pentingnya menaati rambu lalu lintas bagi keselamatan.

Menunjukkan sikap disiplin, tertib, dan bertanggung jawab sebagai pengguna jalan.

πŸ“š MATERI POKOK

πŸ“– Membaca teks narasi perjalanan ke sekolah

🚦 Memahami teks petunjuk dan gambar rambu-rambu lalu lintas

πŸ”Ž Menemukan dan memaknai kosakata baru

πŸ’­ Memperkirakan arti kosakata berdasarkan konteks kalimat

🧍 Menumbuhkan sikap disiplin dan tanggung jawab sebagai pengguna jalan

🧩 MODEL / METODE PEMBELAJARAN

Membaca, mengamati, berdiskusi, tanya jawab, latihan, dan penugasan.

πŸ“ MEDIA PEMBELAJARAN / ALAT PERAGA

Teks narasi, gambar rambu-rambu lalu lintas, LKPD, papan tulis, dan media pembelajaran digital.πŸ’­ APERSEPSI

Alhamdulillah, anak-anak sholih dan sholihah, sekarang kita masuk ke pelajaran Bahasa Indonesia.

Guru menunjukkan beberapa gambar rambu lalu lintas kepada peserta didik. Peserta didik diminta mengamati gambar tersebut.

Kemudian guru bertanya:

πŸ’­ "Anak-anak, pernahkah kalian melihat rambu lalu lintas di jalan raya?"

πŸ’­ "Rambu apa saja yang pernah kalian lihat ketika berangkat ke sekolah?"

πŸ’­ "Apa yang harus dilakukan pengendara ketika melihat lampu lalu lintas berwarna merah?"

πŸ’­ "Mengapa kita harus menaati petunjuk rambu lalu lintas?"

Guru menjelaskan bahwa rambu lalu lintas memuat teks petunjuk, perintah, larangan, atau peringatan bagi pengguna jalan.

Dengan memahami petunjuk dan menaati rambu lalu lintas, perjalanan menjadi lebih aman, tertib, dan selamat sampai tujuan.πŸŒ™ Penguatan Keimanan dan Ketakwaan

Allah Swt. mengajarkan kita untuk senantiasa menjaga keselamatan diri dan tidak membahayakan orang lain.

Menaati aturan dan petunjuk lalu lintas merupakan salah satu bentuk sikap disiplin, bertanggung jawab, dan peduli terhadap sesama.

Ketika berada di jalan, kita harus senantiasa berhati-hati dan mematuhi aturan agar dapat menjaga keselamatan diri sendiri maupun orang lain.

Yuk, kita belajar dengan tertib, teliti, dan penuh semangat! 

🚦✨πŸ“– MATERI PEMBELAJARAN

Membaca Teks Narasi tentang Perjalanan ke Sekolah

🚢 Perjalanan Siti ke Sekolah

Pagi hari, Siti bersiap pergi ke sekolah. Ia memakai seragam dengan rapi. Setelah berpamitan kepada ibu, Siti berjalan bersama ayah menuju sekolah.

Di perjalanan, Siti melihat banyak kendaraan melintas. Ada sepeda motor, mobil, bus, dan sepeda. Semua kendaraan berjalan dengan tertib.

Ketika sampai di persimpangan, Siti melihat lampu lalu lintas berwarna merah.

Ayah berhenti dan menunggu sampai lampu berubah menjadi hijau.

“Bolehkah kita berjalan ketika lampu masih merah?” tanya Siti.

“Tidak boleh. Kita harus menaati rambu dan petunjuk lalu lintas agar perjalanan tetap aman,” jawab Ayah.

Tidak jauh dari sana, Siti melihat rambu penyeberangan. Beberapa pejalan kaki sedang menyeberang melalui tempat yang telah disediakan.

Ayah memperlambat langkah dan memberikan kesempatan kepada pejalan kaki untuk menyeberang.

Siti merasa senang melihat semua orang tertib di jalan. Ia memahami bahwa menaati aturan dan petunjuk lalu lintas dapat menjaga keselamatan.

Sesampainya di sekolah, Siti mengucapkan salam kepada guru.

“Mulai sekarang aku akan selalu berhati-hati, mematuhi petunjuk rambu, dan menjadi pengguna jalan yang bertanggung jawab,” kata Siti.πŸ”Ž 2. Menemukan dan Memaknai Kosakata Baru

Setelah membaca teks, kita dapat menemukan beberapa kosakata baru beserta maknanya:🚦 Kosakata tentang Lalu Lintas

Lalu lintas

Kegiatan kendaraan dan orang yang bergerak di jalan.

Persimpangan

Tempat bertemunya dua jalan atau lebih.

Rambu

Tanda berupa lambang, huruf, angka, atau kombinasi yang memberikan petunjuk, perintah, larangan, atau peringatan.

Penyeberangan

Tempat khusus di jalan yang digunakan untuk menyeberang (seperti zebra cross).

Pejalan kaki

Orang yang berjalan kaki di area jalan raya.

Memperlambat

Membuat gerakan atau laju kendaraan menjadi lebih lambat.

Menaati

Mematuhi, mengikut, atau melaksanakan aturan dengan tertib.

Keselamatan

Keadaan aman, sejahtera, dan terhindar dari bahaya atau kecelakaan.πŸ’­ 3. Memperkirakan Arti Kosakata Berdasarkan Konteks

Anak-anak, kita dapat memperkirakan dan memahami arti sebuah kata dengan memperhatikan kalimat sebelum dan sesudahnya.Perhatikan contoh berikut!

“Ketika sampai di persimpangan, Siti melihat lampu lalu lintas berwarna merah.”

Dari kalimat tersebut, kita dapat memperkirakan bahwa persimpangan adalah titik bertemunya dua atau lebih jalur jalan.Contoh lainnya:

“Beberapa pejalan kaki sedang menyeberang melalui tempat yang telah disediakan.”

Berdasarkan konteks kalimat tersebut, kita mengetahui bahwa pejalan kaki adalah orang-orang yang menyeberang jalan tanpa menggunakan kendaraan.🚦 4. Memahami Teks Petunjuk dan Rambu Lalu Lintas

Rambu lalu lintas memberikan petunjuk penting agar kita berkendara dan berjalan dengan aman.πŸ›‘ Rambu Berhenti

Petunjuk: Pengendara wajib berhenti sejenak sebelum melanjutkan perjalanan di area aman.

🚸 Rambu Penyeberangan Pejalan Kaki

Petunjuk: Mengingatkan pengendara bahwa ada area penyeberangan orang, sehingga harus mengurangi kecepatan.

⛔ Rambu Larangan Masuk

Petunjuk: Melarang kendaraan untuk melintas atau memasuki jalan tertentu.

⚠️ Rambu Peringatan

Petunjuk: Memberikan peringatan bahwa di depan ada potensi bahaya atau kondisi jalan tertentu (misal: jalan licin atau tikungan tajam).

🚦 Lampu Lalu Lintas (Isyarat Petunjuk)

πŸ”΄ Merah: Berhenti.

🟑 Kuning: Bersiap-siap atau memperlambat kendaraan.

🟒 Hijau: Boleh berjalan jika kondisi aman.❤️ 5. Pentingnya Menaati Rambu Lalu Lintas

Mengapa kita harus memahami dan menaati rambu lalu lintas?

✅ Menjaga keselamatan diri sendiri dan orang lain.

✅ Mencegah timbulnya kemacetan dan kecelakaan di jalan.

✅ Menciptakan ketertiban serta kenyamanan bagi seluruh pengguna jalan.

✅ Menumbuhkan sikap disiplin dan rasa tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.Ingat!

🚦 Taat petunjuk di jalan, selamat dan lancar sampai tujuan!

πŸ—£️ AYO BERDISKUSI!

Diskusikan pertanyaan-pertanyaan berikut bersama teman kelompokmu!Siapa saja tokoh yang pergi ke sekolah dalam teks narasi di atas?Apa yang dilakukan Ayah ketika melihat lampu lalu lintas berwarna merah?Apa makna dari kata "pejalan kaki" dan "persimpangan"?Mengapa pengguna jalan wajib memahami petunjuk pada rambu lalu lintas?Apa akibat yang terjadi jika seseorang melanggar petunjuk rambu lalu lintas?Tunjukkan contoh sikap disiplin dan bertanggung jawab saat kamu menjadi pejalan kaki!

Sampaikan hasil diskusimu di depan kelas dengan percaya diri! 🌟

✏️ LATIHAN

A. Temukan Kosakata Baru

Tuliskan 5 kosakata baru yang kamu temukan dalam teks “Perjalanan Siti ke Sekolah” beserta maknanya!B. Pilihlah Jawaban yang Tepat!Tempat bertemunya dua jalan atau lebih disebut ....

a. sekolah

b. persimpangan

c. halaman

Jawaban: _______Orang yang berjalan di jalan raya disebut ....

a. pengendara

b. penumpang

c. pejalan kaki

Jawaban: _______Kata menaati memiliki arti ....

a. melanggar

b. mematuhi

c. mengabaikan

Jawaban: _______Ketika lampu lalu lintas berwarna merah, kendaraan harus ....

a. berhenti

b. melaju cepat

c. terus berjalan

Jawaban: _______Rambu lalu lintas dipasang dengan tujuan untuk ....

a. menghias pinggir jalan

b. memberikan petunjuk dan mengatur tata tertib pengguna jalan

c. membuat jalanan menjadi ramai

Jawaban: _______

🧩 C. Lengkapilah Kalimat Berikut!

Pilihan kata: persimpangan – menaati – pejalan kaki – keselamatan – rambuKita harus __________ seluruh petunjuk rambu lalu lintas.__________ lalu lintas memberikan peringatan dan petunjuk bagi pengguna jalan.Ayah memperlambat kendaraan ketika berada di dekat __________.Pengendara mobil wajib memberi kesempatan kepada __________ yang menyeberang.Mematuhi aturan lalu lintas sangat penting untuk menjaga __________.πŸ’‘ D. Perkirakan Arti Kata Berdasarkan Konteks!

Bacalah kalimat berikut, kemudian tuliskan arti kata yang dicetak tebal!“Ayah berhenti ketika sampai di persimpangan.”

Persimpangan berarti: __________________________________________________“Beberapa pejalan kaki sedang menyeberang jalan.”

Pejalan kaki berarti: __________________________________________________“Kita harus menaati petunjuk lalu lintas.”

Menaati berarti: __________________________________________________“Ayah memperlambat laju motor mendekati lokasi penyeberangan.”

Memperlambat berarti: __________________________________________________🎯 

REFLEKSI:

SUMATIF HARIAN MATEMATIKA KE-2

    CLASS IV.B SD AL AZAHAR 2   Hari/Tanggal:  Senin, 07 September 2026 Nama Guru: Elfida, S.Pd. Fase/Kelas: B / IV B Mata Pelajaran: Mat...

 

Elfida Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea