Selasa, 29 September 2026

IPAS

By elfida fida - September 29, 2026 6 Comments

 RABU, 30 SEPTEMBER 2026

πŸ“‹ PERANGKAT PEMBELAJARAN

IDENTITAS

Nama Guru: Elfida, S.Pd
Mata Pelajaran: IPAS
Hari, Tanggal: Rabu, 30 September 2026
Fase/Kelas: B / IV (Empat)
Materi: Praktik Mencari Letak Kabupaten/Kota dan Provinsi dengan Peta Digital
Pertemuan ke: 2

Ψ¨ِΨ³ْΩ…ِ Ψ§Ω„Ω„َّΩ‡ِ Ψ§Ω„Ψ±َّΨ­ْΩ…َΩ†ِ Ψ§Ω„Ψ±َّΨ­ِيْΩ…

πŸ“‹ Perangkat Pembelajaran

Capaian Pembelajaran (CP)

Peserta didik mampu mengenal lingkungan tempat tinggalnya serta menggunakan peta konvensional dan/atau digital untuk menemukan letak suatu wilayah dan memperoleh informasi sederhana mengenai lingkungan sekitarnya.

Tujuan Pembelajaran

Peserta didik dapat mengenal letak kabupaten/kota dan provinsi tempat tinggalnya dengan menggunakan peta konvensional/digital.

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan fungsi peta digital dalam menemukan suatu lokasi.
  2. Mengenal fitur pencarian pada peta digital.
  3. Mempraktikkan cara mencari lokasi tempat tinggal menggunakan peta digital.
  4. Menemukan nama kabupaten/kota tempat tinggal pada peta digital.
  5. Menemukan nama provinsi tempat tinggal pada peta digital.
  6. Mencatat hasil pencarian lokasi secara tepat.
  7. Menyampaikan hasil praktik pencarian wilayah di depan kelas dengan percaya diri.

Mindful (Berkesadaran)

Murid menggunakan peta digital dengan penuh perhatian dan ketelitian. Murid mengamati nama tempat, jalan, batas wilayah, kabupaten/kota, dan provinsi yang muncul pada peta. Murid menyadari bahwa teknologi digital dapat membantu manusia mengenal lingkungan dan wilayah tempat tinggalnya.

Meaningful (Bermakna)

Murid memahami bahwa kemampuan menggunakan peta digital bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari, misalnya untuk mencari lokasi rumah, sekolah, tempat wisata, fasilitas umum, serta mengetahui kabupaten/kota dan provinsi suatu tempat.

Joyful (Menyenangkan)

Murid melakukan praktik secara langsung menggunakan peta digital. Murid bekerja dalam kelompok, mencari lokasi yang ditentukan, mencatat hasil pencarian, melakukan permainan mencari wilayah, dan mempresentasikan hasilnya dengan cara yang menyenangkan.

Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Memahami fungsi peta digital dalam kehidupan sehari-hari.
  2. Mengenal fitur pencarian pada peta digital.
  3. Mempraktikkan cara mencari suatu lokasi menggunakan peta digital.
  4. Mengidentifikasi kabupaten/kota berdasarkan lokasi yang ditemukan.
  5. Mengidentifikasi provinsi berdasarkan lokasi yang ditemukan.
  6. Mencatat hasil pencarian letak wilayah.
  7. Menyampaikan hasil praktik menggunakan peta digital secara lisan.

πŸ“Œ MATERI: PRAKTIK MENCARI LETAK KABUPATEN/KOTA DAN PROVINSI DENGAN PETA DIGITAL

Model & Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning & Project Based Learning

Metode: Tanya jawab, demonstrasi, praktik langsung, pengamatan, diskusi kelompok, penugasan, permainan edukatif, dan presentasi.

Media Pembelajaran

Peta digital, telepon pintar/tablet atau komputer, proyektor, jaringan internet, LKPD, peta Indonesia, buku pelajaran IPAS, dan papan tulis.

🌸 Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 4! Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan selalu bersemangat dalam belajar. Aamiin.

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita berdoa bersama dan membaca basmalah agar pembelajaran hari ini berjalan dengan lancar dan ilmu yang kita peroleh menjadi ilmu yang bermanfaat.

Anak-anak, apakah kalian pernah pergi ke tempat yang belum pernah kalian kunjungi?

Bagaimana cara kalian mengetahui letak tempat tersebut?

Pernahkah kalian melihat Ayah, Ibu, kakak, atau orang lain menggunakan telepon pintar untuk mencari alamat atau jalan?

Nah, pada pembelajaran sebelumnya kita sudah mengenal peta digital. Hari ini kita akan melakukan praktik mencari letak kabupaten/kota dan provinsi dengan menggunakan peta digital.

Guru menunjukkan tampilan peta digital melalui proyektor.

Guru bertanya kepada peserta didik:

"Di kabupaten/kota manakah sekolah kita berada?"

"Provinsi apakah tempat tinggal kita?"

"Bagaimana cara kita menemukan informasi tersebut menggunakan peta digital?"

Guru menjelaskan bahwa peta digital dapat membantu kita mencari lokasi dan mengetahui wilayah administratif suatu tempat.

Guru menyampaikan Kebesaran Allah SWT kepada peserta didik:

"Allah SWT menciptakan bumi dengan berbagai wilayah, daerah, kota, gunung, sungai, dan laut. Setiap wilayah memiliki keunikan dan keindahan. Dengan mempelajari peta, kita dapat mengenal tempat tinggal dan lingkungan di sekitar kita sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT."

Guru membacakan firman Allah SWT:

"Dan Dia telah menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu tidak goncang bersama kamu." (QS. An-Nahl: 15)

Guru menjelaskan bahwa keberagaman wilayah di bumi merupakan salah satu kebesaran Allah SWT yang perlu kita syukuri dan pelajari.

Yuk, kita praktik mencari wilayah kita menggunakan peta digital! πŸ—Ί️πŸ“±πŸŒ

πŸ“– Ringkasan Materi

A. Pengertian Praktik Peta Digital

Praktik menggunakan peta digital adalah kegiatan menggunakan perangkat elektronik untuk mencari dan menemukan lokasi suatu tempat serta memperoleh informasi mengenai wilayah tersebut.

Dalam pembelajaran ini, peserta didik akan mempraktikkan cara mencari:

  • Lokasi tempat tinggal.
  • Nama desa/kelurahan.
  • Nama kecamatan.
  • Nama kabupaten/kota.
  • Nama provinsi.

B. Peralatan yang Digunakan

Untuk melakukan praktik, kita dapat menggunakan:

  1. Telepon pintar.
  2. Tablet.
  3. Komputer atau laptop.
  4. Jaringan internet.
  5. Aplikasi atau layanan peta digital.
  6. LKPD untuk mencatat hasil pengamatan.

C. Langkah-Langkah Praktik

Langkah 1: Siapkan Perangkat

Siapkan telepon pintar, tablet, atau komputer yang dapat digunakan untuk mengakses peta digital.

Pastikan perangkat dapat terhubung dengan internet jika layanan peta yang digunakan membutuhkannya.

Langkah 2: Buka Peta Digital

Buka aplikasi atau layanan peta digital yang tersedia pada perangkat.

Guru memberikan contoh cara membuka peta digital melalui proyektor.

Langkah 3: Cari Lokasi

Masukkan nama tempat yang ingin dicari pada kolom pencarian.

Contoh:

Nama sekolah

atau

Nama daerah tempat tinggal.

Kemudian tekan tombol pencarian.

Langkah 4: Amati Hasil Pencarian

Setelah lokasi ditemukan, amati informasi yang terdapat pada peta.

Perhatikan:

  • Nama tempat.
  • Nama jalan.
  • Desa/kelurahan.
  • Kecamatan.
  • Kabupaten/kota.
  • Provinsi.

Langkah 5: Temukan Kabupaten/Kota

Perhatikan informasi wilayah pada hasil pencarian.

Tuliskan nama kabupaten/kota tempat lokasi tersebut berada.

Kabupaten/Kota: ........................................

Langkah 6: Temukan Provinsi

Setelah mengetahui kabupaten/kota, cari informasi provinsi tempat wilayah tersebut berada.

Provinsi: ....................................................

Langkah 7: Catat Hasil Pengamatan

Tuliskan semua informasi yang ditemukan pada LKPD.

Langkah 8: Presentasikan Hasil

Setiap kelompok menyampaikan hasil praktik di depan kelas.

πŸ—Ί️ Contoh Praktik

Guru meminta peserta didik mencari lokasi sekolah menggunakan peta digital.

Peserta didik mengikuti langkah berikut:

1. Buka peta digital.

2. Ketik nama sekolah pada kolom pencarian.

3. Pilih lokasi yang sesuai.

4. Amati informasi wilayah yang muncul.

5. Catat nama kecamatan.

6. Catat nama kabupaten/kota.

7. Catat nama provinsi.

Contoh tabel hasil:

No.InformasiHasil
1Nama Sekolah................................
2Desa/Kelurahan................................
3Kecamatan................................
4Kabupaten/Kota................................
5Provinsi................................

πŸ‘₯ Tugas Kelompok

"AYO CARI WILAYAH KITA!"

Bentuklah kelompok yang terdiri atas 3–4 peserta didik.

Setiap kelompok melakukan praktik mencari lokasi sekolah atau tempat yang ditentukan guru menggunakan peta digital.

Lengkapi tabel berikut:

No.Hal yang DicariJawaban
1Nama tempat................................
2Desa/Kelurahan................................
3Kecamatan................................
4Kabupaten/Kota................................
5Provinsi................................

Pertanyaan Diskusi

  1. Apa nama tempat yang kalian cari?
  2. Di kecamatan mana tempat tersebut berada?
  3. Apa nama kabupaten/kotanya?
  4. Apa nama provinsinya?
  5. Apakah kalian mengalami kesulitan saat mencari lokasi?
  6. Bagaimana cara kelompok kalian mengatasi kesulitan tersebut?

🎯 Praktik Individu

Sekarang carilah tempat tinggalmu menggunakan peta digital dengan bimbingan guru atau orang dewasa.

Tuliskan hasilnya:

Nama tempat tinggal: ............................................

Desa/Kelurahan: ...................................................

Kecamatan: ............................................................

Kabupaten/Kota: ....................................................

Provinsi: ................................................................

🌟 INGAT!

  • Gunakan peta digital dengan teliti.
  • Ketik nama lokasi dengan benar.
  • Periksa kembali hasil pencarian sebelum mencatat.
  • Perhatikan nama kabupaten/kota dan provinsi.
  • Jangan mengubah pengaturan perangkat tanpa izin guru.
  • Gunakan perangkat digital secara bertanggung jawab.
  • Bekerjalah dengan teman secara tertib.
  • Sampaikan hasil pengamatan dengan percaya diri.
  • Peta digital merupakan salah satu teknologi yang dapat membantu kita mengenal lingkungan dan wilayah tempat tinggal.

πŸ“ Soal Asesmen / Post Test

A. Pilihan Ganda

1. Peta digital dapat digunakan untuk ....

a. memasak makanan
b. mencari lokasi suatu tempat
c. mencuci pakaian
d. membuat kerajinan

2. Alat yang dapat digunakan untuk mengakses peta digital adalah ....

a. telepon pintar
b. penghapus
c. penggaris
d. sapu

3. Untuk mencari suatu lokasi pada peta digital, kita menggunakan ....

a. kolom pencarian
b. tempat pensil
c. buku gambar
d. papan tulis

4. Setelah menemukan suatu lokasi pada peta digital, kita dapat mencari informasi tentang ....

a. nama wilayah
b. warna pakaian
c. jenis makanan
d. nama permainan

5. Kabupaten/kota dan provinsi menunjukkan ....

a. wilayah administratif
b. jenis kendaraan
c. nama tumbuhan
d. nama hewan

B. Isian Singkat

6. Peta yang digunakan melalui perangkat elektronik disebut peta ....

7. Untuk mencari lokasi pada peta digital, kita dapat mengetik nama tempat pada kolom ....

8. Salah satu perangkat yang dapat digunakan untuk membuka peta digital adalah ....

9. Setelah menemukan lokasi, kita dapat mengetahui nama kabupaten/kota dan ....

10. Sebelum mencatat hasil pencarian, kita harus terlebih dahulu .... informasi pada peta.

C. Uraian

11. Apa manfaat peta digital dalam kehidupan sehari-hari?

12. Sebutkan langkah-langkah mencari lokasi menggunakan peta digital!

13. Bagaimana cara mengetahui kabupaten/kota tempat suatu lokasi berada?

14. Mengapa kita perlu mengetahui provinsi tempat tinggal?

15. Praktikkan mencari lokasi tempat tinggalmu menggunakan peta digital, kemudian tuliskan nama kabupaten/kota dan provinsinya!

πŸ”‘ Kunci Jawaban

Pilihan Ganda

  1. b. mencari lokasi suatu tempat
  2. a. telepon pintar
  3. a. kolom pencarian
  4. a. nama wilayah
  5. a. wilayah administratif

Isian Singkat

  1. digital
  2. pencarian
  3. telepon pintar/tablet/komputer
  4. provinsi
  5. mengamati/memeriksa

Uraian

11. Peta digital bermanfaat untuk mencari lokasi, mengetahui nama wilayah, menemukan jalan, mengetahui kabupaten/kota, dan mengetahui provinsi suatu tempat.

12. Menyiapkan perangkat, membuka peta digital, mengetik nama lokasi pada kolom pencarian, memilih lokasi yang sesuai, mengamati informasi wilayah, kemudian mencatat hasilnya.

13. Dengan mengamati informasi wilayah yang ditampilkan pada peta digital setelah lokasi ditemukan.

14. Agar kita mengenal wilayah tempat tinggal dan mengetahui posisi wilayah tersebut dalam wilayah Indonesia.

15. Jawaban disesuaikan dengan hasil pencarian masing-masing peserta didik.

🌟 KESIMPULAN

Peta digital merupakan peta yang dapat digunakan melalui perangkat elektronik seperti telepon pintar, tablet, dan komputer. Peta digital membantu kita menemukan lokasi serta memperoleh informasi tentang suatu wilayah.

Melalui praktik menggunakan peta digital, peserta didik dapat mencari lokasi tempat tinggal atau sekolah, kemudian mengidentifikasi desa/kelurahan, kecamatan, kabupaten/kota, dan provinsi tempat lokasi tersebut berada.

Kegiatan praktik ini juga melatih peserta didik untuk menggunakan teknologi secara bijak, teliti, bertanggung jawab, dan bekerja sama dengan teman.

Dengan demikian, peserta didik dapat mengenal letak kabupaten/kota dan provinsi tempat tinggalnya dengan menggunakan peta digital serta mampu mempraktikkan cara mencari lokasi suatu wilayah secara mandiri. πŸ—Ί️πŸ“±πŸŒ

PENDIDIKAN PANCASILA

By elfida fida - September 29, 2026 5 Comments

 RABU, 30 SEPTEMBER 2026

IDENTITAS

Nama Guru: Elfida, S.Pd
Mata Pelajaran: Pendidikan Pancasila
Hari, Tanggal: Rabu, 30 September 2026
Fase/Kelas: B / IV (Empat)
Materi: Mengamalkan Norma Kesusilaan
Pertemuan ke: 4

Ψ¨ِΨ³ْΩ…ِ Ψ§Ω„Ω„َّΩ‡ِ Ψ§Ω„Ψ±َّΨ­ْΩ…َΩ†ِ Ψ§Ω„Ψ±َّΨ­ِيْΩ…

πŸ“‹ Perangkat Pembelajaran

Capaian Pembelajaran (CP)

Peserta didik mampu mengidentifikasi dan menerapkan aturan di sekolah dan lingkungan tempat tinggal serta mengidentifikasi dan menerapkan hak dan kewajiban sebagai anggota keluarga dan sebagai warga sekolah. Peserta didik juga mampu memahami dan mengamalkan norma yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari.

Tujuan Pembelajaran

Peserta didik mampu mengidentifikasi, membedakan, dan menerapkan hak serta kewajiban sebagai anggota keluarga dan warga sekolah, serta memahami dan mengamalkan norma agama dan norma kesusilaan dalam kehidupan sehari-hari dengan mendalam.

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan pengertian norma kesusilaan.
  2. Menjelaskan tujuan adanya norma kesusilaan dalam kehidupan sehari-hari.
  3. Mengidentifikasi contoh perilaku yang sesuai dengan norma kesusilaan.
  4. Membedakan perilaku yang sesuai dan tidak sesuai dengan norma kesusilaan.
  5. Menjelaskan pentingnya bersikap jujur, sopan, bertanggung jawab, dan menghargai orang lain.
  6. Menunjukkan contoh penerapan norma kesusilaan di lingkungan keluarga.
  7. Menunjukkan contoh penerapan norma kesusilaan di lingkungan sekolah.
  8. Membiasakan perilaku yang sesuai dengan norma kesusilaan dalam kehidupan sehari-hari.
  9. Merefleksikan pentingnya mengamalkan norma kesusilaan dalam kehidupan bersama.

Mindful (Berkesadaran)

Murid diajak menyadari bahwa setiap tindakan yang dilakukan dapat memberikan pengaruh kepada diri sendiri dan orang lain. Murid mengamati berbagai perilaku dalam kehidupan sehari-hari dan memahami apakah perilaku tersebut sudah sesuai dengan norma kesusilaan.

Meaningful (Bermakna)

Murid memahami bahwa norma kesusilaan sangat dekat dengan kehidupan mereka. Bersikap jujur, berkata sopan, menghormati orang lain, membantu teman, meminta maaf ketika melakukan kesalahan, dan bertanggung jawab merupakan contoh perilaku yang dapat diterapkan setiap hari.

Joyful (Menyenangkan)

Murid belajar melalui cerita sederhana, gambar perilaku, permainan memilah perilaku baik dan kurang baik, diskusi kelompok, bermain peran, serta kegiatan membuat komitmen untuk mengamalkan norma kesusilaan.

Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Memahami pengertian norma dan norma kesusilaan.
  2. Mengidentifikasi ciri-ciri norma kesusilaan.
  3. Mengenali contoh perilaku yang sesuai dengan norma kesusilaan.
  4. Membedakan perilaku yang sesuai dan tidak sesuai dengan norma kesusilaan.
  5. Mengidentifikasi penerapan norma kesusilaan di lingkungan keluarga dan sekolah.
  6. Menunjukkan perilaku yang mencerminkan norma kesusilaan dalam kehidupan sehari-hari.
  7. Membiasakan diri mengamalkan norma kesusilaan dalam kehidupan bersama.

πŸ“Œ MATERI: MENGAMALKAN NORMA KESUSILAAN

Model & Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning & Project Based Learning

Metode: Tanya jawab, pengamatan, diskusi kelompok, studi kasus sederhana, bermain peran, penugasan, permainan edukatif, presentasi, dan refleksi.

Media Pembelajaran

LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik), gambar berbagai perilaku sehari-hari, kartu perilaku baik dan kurang baik, video pembelajaran, papan tulis, buku Pendidikan Pancasila, lingkungan sekolah, serta lembar refleksi.

🌸 Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat pagi, anak-anak hebat kelas 4! Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, bahagia, dan selalu bersemangat dalam belajar. Aamiin.

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita berdoa bersama dan membaca basmalah agar kegiatan belajar hari ini diberikan kemudahan dan keberkahan.

Anak-anak, pernahkah kalian menemukan uang milik teman yang terjatuh di kelas?

Apa yang akan kalian lakukan?

Apakah kalian akan mengambilnya untuk diri sendiri atau mengembalikannya kepada pemiliknya?

Bagaimana jika kalian tidak sengaja menyenggol teman hingga teman tersebut jatuh?

Apa yang sebaiknya kalian lakukan?

Nah, tindakan mengembalikan barang milik orang lain, meminta maaf ketika melakukan kesalahan, berkata jujur, membantu orang lain, dan menghormati sesama merupakan contoh perilaku yang berkaitan dengan norma kesusilaan.

Hari ini kita akan belajar tentang mengamalkan norma kesusilaan dalam kehidupan sehari-hari.

Guru menyampaikan kepada peserta didik:

"Anak-anak, manusia tidak hanya membutuhkan aturan tertulis. Kita juga harus memiliki hati nurani yang membimbing kita untuk melakukan kebaikan. Ketika kita jujur, sopan, bertanggung jawab, menghormati orang lain, dan mau membantu sesama, berarti kita sedang menerapkan norma kesusilaan."

Guru menunjukkan beberapa gambar perilaku, misalnya:

  • Anak membantu teman yang kesulitan.
  • Anak membuang sampah sembarangan.
  • Anak mengembalikan barang yang ditemukan.
  • Anak mengejek temannya.
  • Anak meminta maaf setelah melakukan kesalahan.
  • Anak berkata jujur kepada guru.

Guru bertanya:

"Menurut kalian, perilaku mana yang sesuai dengan norma kesusilaan? Mengapa?"

Guru mengaitkan jawaban peserta didik dengan kehidupan sehari-hari di rumah, sekolah, dan lingkungan masyarakat.

Guru membacakan firman Allah SWT:

"Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan..." (QS. An-Nahl: 90)

Guru menjelaskan bahwa manusia hendaknya membiasakan diri melakukan kebaikan, menghormati orang lain, dan menghindari perbuatan yang dapat merugikan atau menyakiti sesama.

Yuk, kita belajar menjadi anak yang jujur, sopan, bertanggung jawab, peduli, dan berbuat baik kepada sesama! πŸŒ·πŸ€πŸ“š

πŸ“– Ringkasan Materi

A. Pengertian Norma

Norma adalah aturan atau pedoman yang menjadi dasar bagi seseorang dalam berperilaku di kehidupan sehari-hari.

Norma membantu manusia mengetahui perilaku yang baik dan perilaku yang seharusnya dihindari.

Dalam kehidupan sehari-hari terdapat berbagai norma, antara lain:

  • Norma agama
  • Norma kesusilaan
  • Norma kesopanan
  • Norma hukum

Pada pembelajaran kali ini kita akan membahas norma kesusilaan.

B. Pengertian Norma Kesusilaan

Norma kesusilaan adalah aturan atau pedoman perilaku yang bersumber dari hati nurani manusia untuk menentukan perbuatan yang dianggap baik atau buruk.

Norma kesusilaan mengajarkan kita untuk melakukan kebaikan dan menghindari perbuatan yang dapat merugikan atau menyakiti orang lain.

Contoh perilaku yang sesuai dengan norma kesusilaan:

  • Berkata jujur.
  • Menolong orang yang membutuhkan.
  • Mengakui kesalahan.
  • Meminta maaf setelah melakukan kesalahan.
  • Menghargai orang lain.
  • Menepati janji.
  • Bertanggung jawab.
  • Tidak mengambil barang milik orang lain.
  • Tidak menyakiti teman.
  • Tidak berbohong.

C. Ciri-Ciri Norma Kesusilaan

Norma kesusilaan memiliki beberapa ciri, yaitu:

  1. Bersumber dari hati nurani manusia.
  2. Mengatur perilaku manusia agar berbuat baik.
  3. Membedakan perbuatan yang baik dan buruk.
  4. Mendorong seseorang untuk menghargai orang lain.
  5. Membantu seseorang bertanggung jawab terhadap perbuatannya.
  6. Jika dilanggar, seseorang dapat merasa bersalah atau menyesal.

D. Contoh Norma Kesusilaan di Rumah

Norma kesusilaan dapat diterapkan dalam kehidupan keluarga.

Contohnya:

  • Berkata jujur kepada orang tua.
  • Menghormati anggota keluarga.
  • Membantu orang tua.
  • Menyayangi saudara.
  • Meminta maaf ketika melakukan kesalahan.
  • Tidak mengambil barang milik saudara tanpa izin.
  • Bertanggung jawab terhadap tugas di rumah.
  • Menepati janji kepada anggota keluarga.

Contoh:

Andi tidak sengaja memecahkan gelas milik ibunya. Andi mengakui kesalahannya dan meminta maaf kepada ibu.

Perilaku Andi menunjukkan sikap jujur dan bertanggung jawab.

E. Contoh Norma Kesusilaan di Sekolah

Di sekolah, norma kesusilaan dapat diamalkan melalui berbagai perilaku.

Contohnya:

  • Berkata jujur kepada guru.
  • Menghormati guru dan teman.
  • Membantu teman yang mengalami kesulitan.
  • Tidak mengejek teman.
  • Tidak melakukan perundungan.
  • Mengakui kesalahan.
  • Meminta maaf ketika melakukan kesalahan.
  • Mengembalikan barang yang ditemukan.
  • Melaksanakan tugas dengan bertanggung jawab.
  • Tidak menyontek saat mengerjakan tugas atau ujian.

Contoh:

Siti menemukan pensil milik temannya di bawah meja. Siti kemudian memberikan pensil tersebut kepada pemiliknya.

Perilaku Siti menunjukkan sikap jujur dan menghargai hak orang lain.

F. Contoh Norma Kesusilaan di Lingkungan Masyarakat

Norma kesusilaan juga perlu diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.

Contohnya:

  • Menolong tetangga yang membutuhkan.
  • Menghormati orang lain.
  • Tidak berbohong.
  • Tidak mengambil barang milik orang lain.
  • Menjaga perkataan agar tidak menyakiti orang lain.
  • Peduli terhadap lingkungan sekitar.
  • Mengakui kesalahan.
  • Bertanggung jawab terhadap perbuatan sendiri.

G. Perilaku Sesuai dan Tidak Sesuai dengan Norma Kesusilaan

Perilaku yang Sesuai

No.PerilakuSikap
1Mengembalikan barang yang ditemukanJujur
2Membantu temanPeduli
3Mengakui kesalahanBertanggung jawab
4Meminta maafRendah hati
5Menepati janjiBertanggung jawab
6Menghormati orang lainMenghargai
7Berkata jujurKejujuran

Perilaku yang Tidak Sesuai

No.PerilakuAlasan
1BerbohongTidak jujur
2Mengambil barang orang lainMerugikan orang lain
3Mengejek temanDapat menyakiti perasaan
4MenyontekTidak jujur
5Menolak membantu orang yang membutuhkan tanpa alasanTidak menunjukkan kepedulian
6Menyalahkan orang lain atas kesalahan sendiriTidak bertanggung jawab
7Sengaja menyakiti temanMerugikan orang lain

H. Cara Mengamalkan Norma Kesusilaan

Agar dapat mengamalkan norma kesusilaan, kita dapat melakukan beberapa hal berikut:

  1. Berkata jujur dalam berbagai keadaan.
  2. Menghargai orang lain meskipun memiliki perbedaan.
  3. Membantu orang lain yang membutuhkan.
  4. Berani mengakui kesalahan.
  5. Meminta maaf ketika melakukan kesalahan.
  6. Memaafkan orang lain yang telah meminta maaf.
  7. Bertanggung jawab terhadap tugas dan perbuatan.
  8. Menjaga perkataan agar tidak menyakiti orang lain.
  9. Tidak mengambil sesuatu yang bukan milik kita.
  10. Membiasakan berbuat baik setiap hari.

🎭 Kegiatan Bermain Peran

"AKU ANAK BERBUDI PEKERTI"

Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok.

Setiap kelompok mendapatkan satu situasi.

Situasi 1

Kamu menemukan uang di halaman sekolah. Tidak ada seorang pun yang mengetahuinya.

Apa yang akan kamu lakukan?

Situasi 2

Kamu tidak sengaja merusakkan pensil milik teman.

Apa yang sebaiknya kamu lakukan?

Situasi 3

Temanmu kesulitan memahami tugas pelajaran.

Apa yang dapat kamu lakukan?

Situasi 4

Kamu melihat seorang teman sedang diejek oleh teman lainnya.

Apa yang sebaiknya kamu lakukan?

Setiap kelompok mempraktikkan situasi tersebut di depan kelas.

Setelah bermain peran, guru mengajak peserta didik berdiskusi:

  • Perilaku apa yang ditunjukkan?
  • Apakah perilaku tersebut sesuai dengan norma kesusilaan?
  • Mengapa kita harus melakukan perilaku tersebut?
  • Apa akibatnya jika kita melakukan perilaku yang tidak baik?

✍️ Tugas Kelompok

"PILAH PERILAKU BAIK"

Guru membagikan kartu perilaku kepada setiap kelompok.

Peserta didik mengelompokkan kartu menjadi:

A. SESUAI DENGAN NORMA KESUSILAAN

dan

B. TIDAK SESUAI DENGAN NORMA KESUSILAAN

Contoh kartu:

  1. Mengembalikan buku milik teman.
  2. Berbohong kepada guru.
  3. Membantu teman.
  4. Mengejek teman.
  5. Mengakui kesalahan.
  6. Menyontek pekerjaan teman.
  7. Meminta maaf.
  8. Mengambil barang tanpa izin.
  9. Menolong orang yang membutuhkan.
  10. Menepati janji.

Setelah selesai, setiap kelompok menjelaskan alasan pengelompokannya.

🌟 INGAT!

  • Norma adalah aturan atau pedoman dalam kehidupan.
  • Norma kesusilaan bersumber dari hati nurani manusia.
  • Norma kesusilaan mengajarkan kita untuk berbuat baik.
  • Berkata jujur merupakan contoh pengamalan norma kesusilaan.
  • Membantu orang lain merupakan perilaku yang baik.
  • Mengakui kesalahan menunjukkan sikap bertanggung jawab.
  • Meminta maaf ketika melakukan kesalahan merupakan perilaku terpuji.
  • Kita harus menghargai dan menghormati orang lain.
  • Jangan mengambil barang yang bukan milik kita.
  • Jangan mengejek atau menyakiti orang lain.
  • Norma kesusilaan perlu diamalkan di rumah, sekolah, dan masyarakat.
  • Jadilah anak yang jujur, bertanggung jawab, peduli, dan berbudi pekerti luhur! 🌷🀝

πŸ“ Soal Asesmen / Post Test

A. Pilihan Ganda

1. Norma kesusilaan adalah aturan yang bersumber dari ....

a. hati nurani
b. peraturan sekolah
c. undang-undang
d. pemerintah

2. Contoh perilaku yang sesuai dengan norma kesusilaan adalah ....

a. berbohong kepada orang tua
b. mengejek teman
c. mengembalikan barang milik teman
d. mengambil barang tanpa izin

3. Ketika melakukan kesalahan, sebaiknya kita ....

a. menyalahkan orang lain
b. melarikan diri
c. berbohong
d. mengakui kesalahan dan meminta maaf

4. Sikap membantu teman yang mengalami kesulitan menunjukkan sikap ....

a. peduli
b. sombong
c. egois
d. tidak bertanggung jawab

5. Berikut yang tidak sesuai dengan norma kesusilaan adalah ....

a. berkata jujur
b. membantu orang lain
c. menyontek pekerjaan teman
d. mengakui kesalahan

B. Isian Singkat

6. Norma kesusilaan bersumber dari ________.

7. Mengembalikan barang milik orang lain merupakan contoh sikap ________.

8. Ketika melakukan kesalahan, kita sebaiknya mengakui kesalahan dan meminta ________.

9. Membantu teman yang mengalami kesulitan merupakan contoh sikap ________.

10. Norma kesusilaan harus diamalkan dalam kehidupan ________.

C. Uraian

11. Apa yang dimaksud dengan norma kesusilaan?

12. Sebutkan tiga contoh perilaku yang sesuai dengan norma kesusilaan!

13. Mengapa kita harus berkata jujur?

14. Apa yang harus kamu lakukan jika tidak sengaja merusakkan barang milik teman?

15. Tuliskan lima contoh perilaku mengamalkan norma kesusilaan di sekolah!

πŸ”‘ Kunci Jawaban

Pilihan Ganda

  1. a. hati nurani
  2. c. mengembalikan barang milik teman
  3. d. mengakui kesalahan dan meminta maaf
  4. a. peduli
  5. c. menyontek pekerjaan teman

Isian Singkat

  1. hati nurani
  2. jujur
  3. maaf
  4. peduli
  5. sehari-hari

Uraian

11. Norma kesusilaan adalah aturan atau pedoman perilaku yang bersumber dari hati nurani manusia untuk menentukan perbuatan yang baik dan buruk.

12. Contoh jawaban: berkata jujur, membantu teman, menghormati orang lain, mengakui kesalahan, meminta maaf, mengembalikan barang yang ditemukan, dan bertanggung jawab.

13. Karena kejujuran membuat kita dapat dipercaya dan membantu kita menjaga hubungan yang baik dengan orang lain.

14. Mengakui kesalahan, meminta maaf kepada teman, dan bertanggung jawab untuk memperbaiki atau mengganti barang tersebut sesuai keadaan.

15. Contoh jawaban: berkata jujur kepada guru, menghormati guru dan teman, membantu teman, tidak mengejek teman, mengembalikan barang yang ditemukan, tidak menyontek, meminta maaf ketika melakukan kesalahan, dan bertanggung jawab terhadap tugas.

🌱 REFLEKSI PESERTA DIDIK

Setelah mengikuti pembelajaran hari ini, lengkapilah kalimat berikut:

  1. Hari ini saya belajar tentang __________________________.
  2. Perilaku baik yang akan saya biasakan adalah __________________________.
  3. Saya akan berusaha untuk selalu __________________________.
  4. Jika melakukan kesalahan, saya akan __________________________.
  5. Saya akan menerapkan norma kesusilaan di __________________________.

Komitmenku Hari Ini

"Saya berjanji akan berusaha menjadi anak yang jujur, bertanggung jawab, peduli, menghormati orang lain, dan selalu berbuat baik dalam kehidupan sehari-hari."

🌟 KESIMPULAN

Norma kesusilaan adalah aturan atau pedoman perilaku yang bersumber dari hati nurani manusia. Norma ini membantu kita membedakan perilaku yang baik dan buruk serta mendorong kita untuk melakukan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

Mengamalkan norma kesusilaan dapat dilakukan dengan berkata jujur, menghormati orang lain, membantu sesama, mengakui kesalahan, meminta maaf, bertanggung jawab, menepati janji, dan tidak menyakiti orang lain.

Norma kesusilaan dapat diterapkan di rumah, sekolah, maupun lingkungan masyarakat. Dengan membiasakan perilaku yang baik, kita dapat menciptakan kehidupan yang lebih tertib, aman, harmonis, dan saling menghargai.

Oleh karena itu, marilah kita membiasakan diri untuk selalu jujur, peduli, bertanggung jawab, sopan, menghargai orang lain, serta berbuat baik sesuai dengan hati nurani.

SENI RUPA

By elfida fida - September 29, 2026 5 Comments

 RABU, 30 SEPTEMBER 2026

πŸ“‹ PERANGKAT PEMBELAJARAN

IDENTITAS

Nama Guru: Elfida, S.Pd
Mata Pelajaran: Seni Rupa
Hari, Tanggal: Rabu, 30 September 2026
Fase/Kelas: B / IV (Empat)
Materi: Penyelesaian, Presentasi, dan Refleksi Karya Seni
Pertemuan ke: 8

Ψ¨ِΨ³ْΩ…ِ Ψ§Ω„Ω„َّΩ‡ِ Ψ§Ω„Ψ±َّΨ­ْΩ…َΩ†ِ Ψ§Ω„Ψ±َّΨ­ِيْΩ…

πŸ“‹ Perangkat Pembelajaran

Capaian Pembelajaran (CP)

Peserta didik mampu menggunakan berbagai alat gambar dan pewarna secara tepat untuk menghasilkan karya seni rupa serta mampu menyelesaikan, mempresentasikan, dan merefleksikan karya yang telah dibuat dengan percaya diri dan bertanggung jawab.

Tujuan Pembelajaran

Peserta didik mampu menggunakan berbagai alat gambar dan pewarna secara tepat.

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menyelesaikan karya seni rupa yang telah dibuat dengan memperhatikan kerapian dan ketepatan penggunaan alat serta pewarna.
  2. Menggunakan alat gambar dan pewarna secara tepat sesuai dengan karakteristik karya.
  3. Memperbaiki bagian karya yang masih kurang rapi.
  4. Menampilkan karya seni dengan percaya diri.
  5. Mempresentasikan karya seni di depan teman dan guru.
  6. Menjelaskan alat dan bahan yang digunakan dalam membuat karya.
  7. Menjelaskan proses pembuatan karya secara sederhana.
  8. Melakukan refleksi terhadap karya yang telah dibuat.
  9. Menghargai karya sendiri dan karya teman.

Mindful (Berkesadaran)

Murid mengamati kembali karya yang telah dibuat dengan teliti. Murid memperhatikan kerapian garis, bentuk, komposisi, dan pewarnaan. Murid menyadari bahwa penggunaan alat gambar dan pewarna yang tepat dapat membantu menghasilkan karya yang lebih rapi dan menarik.

Meaningful (Bermakna)

Murid memahami bahwa kemampuan menggunakan alat gambar dan pewarna dapat digunakan dalam berbagai kegiatan sehari-hari, seperti menggambar, mewarnai, membuat poster, menghias benda, dan membuat berbagai karya seni.

Murid juga memahami pentingnya menghargai hasil karya sendiri dan karya orang lain.

Joyful (Menyenangkan)

Murid belajar melalui kegiatan menyelesaikan karya, menghias dan memperbaiki karya, memajang karya, melakukan presentasi sederhana, memberikan apresiasi kepada teman, serta menceritakan pengalaman selama membuat karya seni.

Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Mengenali kembali alat gambar dan pewarna yang digunakan dalam membuat karya.
  2. Menggunakan alat gambar dan pewarna secara tepat dan aman.
  3. Menyelesaikan karya seni dengan memperhatikan kerapian.
  4. Memperbaiki bagian karya yang belum sesuai.
  5. Menampilkan atau memajang karya seni.
  6. Mempresentasikan karya dengan percaya diri.
  7. Memberikan apresiasi terhadap karya teman.
  8. Melakukan refleksi terhadap proses dan hasil karya seni.

πŸ“Œ MATERI: PENYELESAIAN, PRESENTASI, DAN REFLEKSI KARYA SENI

Model & Metode Pembelajaran

Model: Project Based Learning (PjBL) & Discovery Learning

Metode: Demonstrasi, pengamatan, praktik, tanya jawab, diskusi, penugasan, presentasi, apresiasi karya, dan refleksi.

Media Pembelajaran

Karya seni peserta didik, pensil, pensil warna, krayon, spidol, cat air, kuas, kertas gambar, LKPD, meja pajangan karya, papan tulis, dan lingkungan kelas.

🌸 Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 4! Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan selalu bersemangat dalam belajar. Aamiin.

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita berdoa bersama dan membaca basmalah agar kegiatan hari ini berjalan dengan lancar dan ilmu yang kita dapatkan menjadi berkah serta bermanfaat.

Anak-anak hebat, apakah kalian masih ingat karya seni yang telah kalian buat pada pembelajaran sebelumnya?

Coba perhatikan kembali karya kalian.

  • Apakah gambar sudah selesai?
  • Apakah pewarnaannya sudah rapi?
  • Apakah masih ada bagian yang perlu diperbaiki?
  • Alat gambar apa yang kalian gunakan?
  • Pewarna apa yang kalian gunakan?

Nah, hari ini kita akan menyelesaikan karya seni, mempresentasikan karya, dan melakukan refleksi terhadap karya yang telah dibuat.

Guru menunjukkan beberapa contoh karya peserta didik.

Guru bertanya:

"Apa yang membuat sebuah karya seni terlihat menarik?"

"Bagaimana cara kita menyelesaikan karya agar terlihat lebih rapi?"

"Bagaimana perasaan kalian jika karya kalian dipuji oleh teman?"

Guru menjelaskan bahwa setiap karya memiliki keunikan masing-masing. Oleh karena itu, kita harus menghargai karya sendiri maupun karya teman.

Guru menyampaikan Kebesaran Allah SWT kepada peserta didik:

"Allah SWT menciptakan alam dengan berbagai bentuk, warna, dan keindahan. Kita dapat mengekspresikan rasa syukur atas keindahan ciptaan Allah SWT melalui karya seni. Oleh karena itu, kita harus menggunakan kemampuan kita dengan baik dan menghargai hasil karya yang telah kita buat."

Guru membacakan firman Allah SWT:

"Yang menciptakan segala sesuatu lalu Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan tepat." (QS. Al-Furqan: 2)

Guru menjelaskan bahwa Allah SWT menciptakan segala sesuatu dengan ukuran dan bentuk yang indah. Kita dapat belajar menciptakan karya dengan memperhatikan ketelitian, kerapian, dan keindahan.

Yuk, kita selesaikan karya, tampilkan karya, dan ceritakan pengalaman berkarya dengan penuh percaya diri! πŸŽ¨πŸ–Œ️🌈

πŸ“– Ringkasan Materi

A. Penyelesaian Karya Seni

Penyelesaian karya seni adalah tahap terakhir dalam membuat karya. Pada tahap ini, peserta didik memeriksa kembali karya yang telah dibuat dan memperbaiki bagian yang masih kurang.

Hal-hal yang perlu diperhatikan:

  1. Kerapian garis.
  2. Ketepatan bentuk.
  3. Kesesuaian warna.
  4. Kebersihan karya.
  5. Komposisi gambar.
  6. Bagian karya yang belum selesai.
  7. Penggunaan alat dan pewarna.

Sebelum karya dikumpulkan atau dipresentasikan, periksa kembali karya dengan teliti.

B. Cara Menyelesaikan Karya Seni

Ikuti langkah berikut:

Langkah 1: Amati Karya

Perhatikan seluruh bagian karya dari atas sampai bawah.

Langkah 2: Periksa Kerapian

Periksa apakah terdapat garis yang terlalu tebal, warna yang keluar dari bidang, atau bagian yang belum selesai.

Langkah 3: Perbaiki Bagian yang Kurang

Gunakan alat gambar atau pewarna yang sesuai untuk memperbaiki bagian yang masih kurang.

Langkah 4: Bersihkan Karya

Pastikan tidak terdapat coretan yang tidak diperlukan atau kotoran pada kertas.

Langkah 5: Beri Identitas

Tuliskan nama dan kelas pada bagian yang telah ditentukan.

C. Presentasi Karya Seni

Presentasi karya adalah kegiatan memperlihatkan dan menjelaskan karya kepada orang lain.

Saat mempresentasikan karya, kita dapat menjelaskan:

  • Judul karya.
  • Tema karya.
  • Alat yang digunakan.
  • Bahan yang digunakan.
  • Warna yang digunakan.
  • Cara membuat karya.
  • Bagian yang paling disukai.
  • Kesulitan yang dialami.
  • Hal yang dipelajari selama membuat karya.

Contoh Presentasi

"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Nama saya .... Saya akan mempresentasikan karya seni saya yang berjudul Pemandangan Indah. Saya menggunakan pensil, krayon, dan kertas gambar. Saya membuat gambar pemandangan dengan menggunakan warna hijau, biru, kuning, dan cokelat. Bagian yang paling saya sukai adalah gambar pepohonan. Kesulitan saya adalah mewarnai agar tetap rapi. Setelah membuat karya ini, saya belajar menggunakan alat gambar dan pewarna dengan lebih hati-hati. Terima kasih."

D. Sikap Saat Presentasi

Saat mempresentasikan karya, kita harus:

  1. Berdiri dengan percaya diri.
  2. Berbicara dengan suara yang jelas.
  3. Menjelaskan karya dengan bahasa yang sopan.
  4. Tidak mengejek karya teman.
  5. Mendengarkan presentasi teman.
  6. Memberikan apresiasi.
  7. Menjawab pertanyaan dengan baik.

E. Apresiasi Karya Seni

Apresiasi adalah kegiatan menghargai karya seni.

Kita dapat memberikan apresiasi dengan cara:

  • Memuji usaha teman.
  • Memberikan komentar yang baik.
  • Menyampaikan kelebihan karya.
  • Memberikan saran dengan sopan.
  • Tidak menertawakan karya orang lain.
  • Menjaga karya teman agar tidak rusak.

Contoh kalimat apresiasi:

"Saya suka penggunaan warna pada karya kamu."

"Gambarnya sangat rapi."

"Kamu sudah menggunakan warna dengan baik."

"Saya suka ide yang kamu gunakan."

F. Refleksi Karya Seni

Refleksi adalah kegiatan melihat kembali pengalaman dan hasil belajar yang telah dilakukan.

Melalui refleksi, kita dapat mengetahui:

  • Apa yang sudah berhasil?
  • Apa yang masih sulit?
  • Apa yang perlu diperbaiki?
  • Apa yang sudah dipelajari?
  • Bagaimana perasaan setelah menyelesaikan karya?

Pertanyaan Refleksi

  1. Apakah saya sudah menyelesaikan karya dengan baik?
  2. Alat gambar apa yang paling mudah saya gunakan?
  3. Pewarna apa yang saya gunakan?
  4. Bagian mana yang paling saya sukai?
  5. Bagian mana yang masih perlu diperbaiki?
  6. Apa kesulitan saya saat membuat karya?
  7. Apa yang saya pelajari hari ini?
  8. Bagaimana perasaan saya setelah karya selesai?

🎨 Kegiatan Praktik

"KARYAKU, KEBANGGAANKU"

Peserta didik mengambil kembali karya seni yang telah dibuat.

Tahap 1 – Penyelesaian

Periksa kembali karya masing-masing.

Perbaiki bagian yang belum selesai.

Rapikan garis dan warna.

Pastikan karya bersih dan siap dipresentasikan.

Tahap 2 – Pajang Karya

Letakkan karya pada tempat yang telah disediakan guru.

Susun karya dengan rapi.

Tahap 3 – Presentasi

Peserta didik secara bergantian mempresentasikan karya di depan kelas.

Jelaskan:

Judul karya: ............................................

Alat yang digunakan: ...................................

Pewarna yang digunakan: ..............................

Proses pembuatan: ......................................

Bagian yang paling disukai: ............................

Tahap 4 – Apresiasi

Teman-teman memberikan apresiasi terhadap karya yang dipresentasikan.

Tahap 5 – Refleksi

Peserta didik mengisi lembar refleksi berdasarkan pengalaman membuat karya.

πŸ“ Lembar Refleksi Peserta Didik

Berilah tanda ✓ pada jawaban yang sesuai.

PernyataanYaBelum
Saya menggunakan alat gambar dengan tepat.☐☐
Saya menggunakan pewarna dengan tepat.☐☐
Saya menyelesaikan karya dengan rapi.☐☐
Saya berani mempresentasikan karya.☐☐
Saya menghargai karya teman.☐☐
Saya dapat menjelaskan proses pembuatan karya.☐☐

Tuliskan jawabanmu!

1. Bagian karya yang paling saya sukai adalah:
............................................................................

2. Kesulitan yang saya alami adalah:
............................................................................

3. Cara saya mengatasi kesulitan tersebut:
............................................................................

4. Hal baru yang saya pelajari:
............................................................................

5. Perasaan saya setelah menyelesaikan karya:
............................................................................

🌟 INGAT!

  • Gunakan alat gambar sesuai fungsinya.
  • Gunakan pewarna dengan hati-hati.
  • Jaga kebersihan tempat kerja.
  • Selesaikan karya dengan rapi.
  • Berani mempresentasikan hasil karya.
  • Dengarkan presentasi teman dengan baik.
  • Hargai setiap karya yang dibuat.
  • Berikan apresiasi dengan bahasa yang sopan.
  • Lakukan refleksi untuk mengetahui pengalaman dan hasil belajar.
  • Setiap karya memiliki keunikan dan nilai kreativitas masing-masing. 🎨🌈✨

πŸ“ Soal Asesmen / Post Test

A. Pilihan Ganda

1. Tahap terakhir sebelum karya dipresentasikan adalah ....

a. membuang karya
b. menyelesaikan dan merapikan karya
c. merusak karya
d. menyembunyikan karya

2. Saat menggunakan alat gambar, kita harus ....

a. menggunakannya sembarangan
b. menggunakannya sesuai fungsi
c. meminjam tanpa izin
d. membuangnya setelah digunakan

3. Kegiatan menjelaskan karya seni di depan teman disebut ....

a. presentasi
b. permainan
c. membaca
d. menyalin

4. Saat teman sedang mempresentasikan karya, sikap kita adalah ....

a. berbicara sendiri
b. menertawakan karya
c. mendengarkan dengan baik
d. meninggalkan kelas

5. Kegiatan melihat kembali pengalaman selama membuat karya disebut ....

a. refleksi
b. menggambar
c. mewarnai
d. menyalin

B. Isian Singkat

6. Sebelum mempresentasikan karya, kita harus memastikan karya sudah ....

7. Kegiatan memperlihatkan dan menjelaskan karya di depan kelas disebut ....

8. Menghargai karya teman disebut ....

9. Kegiatan melihat kembali pengalaman belajar disebut ....

10. Saat memberikan komentar terhadap karya teman, kita harus menggunakan bahasa yang ....

C. Uraian

11. Apa yang dimaksud dengan penyelesaian karya seni?

12. Sebutkan tiga hal yang harus diperhatikan saat menyelesaikan karya seni!

13. Apa saja yang dapat disampaikan saat mempresentasikan karya?

14. Mengapa kita harus menghargai karya teman?

15. Apa manfaat melakukan refleksi setelah menyelesaikan karya seni?

πŸ”‘ Kunci Jawaban

Pilihan Ganda

  1. b. menyelesaikan dan merapikan karya
  2. b. menggunakannya sesuai fungsi
  3. a. presentasi
  4. c. mendengarkan dengan baik
  5. a. refleksi

Isian Singkat

  1. selesai/rapi
  2. presentasi
  3. apresiasi
  4. refleksi
  5. sopan/baik

Uraian

11. Penyelesaian karya seni adalah tahap memeriksa, memperbaiki, merapikan, dan menyempurnakan karya sebelum ditampilkan atau dipresentasikan.

12. Contoh jawaban: kerapian garis, ketepatan warna, kebersihan karya, kesesuaian bentuk, dan bagian karya yang belum selesai.

13. Judul karya, alat dan bahan yang digunakan, warna yang digunakan, proses pembuatan, bagian yang disukai, kesulitan yang dialami, dan pengalaman selama membuat karya.

14. Karena setiap karya merupakan hasil kreativitas dan usaha seseorang sehingga harus dihargai dan tidak boleh diejek.

15. Refleksi membantu peserta didik mengetahui keberhasilan, kesulitan, pengalaman, serta hal-hal yang perlu diperbaiki dalam proses berkarya.

🌟 KESIMPULAN

Penyelesaian karya seni merupakan tahap untuk memeriksa, memperbaiki, dan merapikan karya sebelum ditampilkan. Dalam menyelesaikan karya, peserta didik perlu menggunakan alat gambar dan pewarna secara tepat serta memperhatikan kerapian dan kebersihan karya.

Setelah karya selesai, peserta didik dapat mempresentasikan karya dengan menjelaskan judul, alat dan bahan, proses pembuatan, serta pengalaman selama berkarya. Dalam kegiatan presentasi, peserta didik perlu menunjukkan sikap percaya diri, sopan, dan mampu menghargai karya teman.

Peserta didik juga melakukan refleksi untuk mengetahui hal-hal yang sudah berhasil, kesulitan yang dialami, serta pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh selama membuat karya.

Dengan demikian, melalui kegiatan penyelesaian, presentasi, dan refleksi karya seni, peserta didik mampu menggunakan berbagai alat gambar dan pewarna secara tepat, menyelesaikan karya dengan rapi, mempresentasikan hasil karya dengan percaya diri, serta menghargai dan merefleksikan proses berkarya. πŸŽ¨πŸ–Œ️🌈✨

IPAS

  RABU, 30 SEPTEMBER 2026 πŸ“‹ PERANGKAT PEMBELAJARAN IDENTITAS Nama Guru: Elfida, S.Pd Mata Pelajaran: IPAS Hari, Tanggal:  Rabu, 30 Septem...

 

Elfida Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea