Minggu, 23 Agustus 2026

MATEMATIKA, BAHASA INDONESIA, P PANCASILA

By elfida fida - Agustus 23, 2026 6 Comments

 CLASS IV.B SD AL AZAHAR 2

 

IDENTITAS DIRI:

        HARI/TANGGAL                  : SENIN/ 24 AGUSTUS 2026

A.         NAMA                            : ELFIDA, S.Pd

           FASE/ KELAS                    : B/ IV.B

B.         MAPEL                          : MATEMATIKA

C.        

Tabik Pun 🙏 

Goog morning mylovely students. How are you.

Hopely you are healthy and happiness

Welcome to our class 4B. Let's study together and success together.

Apersepsi:

Guru meminta siswa mengingat kembali nilai tempat bilangan (ratusan, puluhan, satuan) dengan menuliskan sebuah angka di papan tulis (contoh: 345).

Guru menyampaikan Kebesaran Allah SWT: "Anak-anak yang shalih dan shalihah, tahukah kalian bahwa Allah SWT menciptakan alam semesta ini dengan penuh ketelitian dan perhitungan yang sangat rapi? Setiap tetes air hujan yang turun dan jumlah helai daun di pohon sudah dihitung dengan sempurna oleh Allah, sebagaimana firman-Nya dalam Surat Al-Jinn ayat 28: '...dan Dia menghitung segala sesuatu satu per satu.' Nah, hari ini kita akan belajar meneladani kerapian ciptaan Allah tersebut lewat matematika, yaitu dengan melakukan operasi penjumlahan bilangan cacah sampai 1.000 menggunakan metode susun panjang dan susun pendek. Mari kita belajar dengan penuh semangat, agar kita bisa lebih bersyukur atas segala nikmat-Nya yang tak terhitung!"

 

CAPAIAN PEMBELAJARAN:

Bilangan

Menunjukkan pemahaman dan intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 10.000; membaca, menulis, membandingkan, dan mengurutkan bilangan; menentukan dan

menggunakan nilai tempat; melakukan komposisi dan dekomposisi  bilangan cacah sampai 10.000.

TUJUAN PEMBELAJARAN:

Peserta didik dapat:

Melakukan operasi penjumlahan bilangan cacah sampai 1.000 menggunakan metode susun panjang maupun susun pendek dengan/tanpa menyimpan

 MATERI POKOK                    : Melakukan Operasi Penjumlahan Bilangan Cacah sampai 1.000 (Susun Panjang & Pendek)

 
MODEL/METODE PEMBELAJARAN : Inkuiri
 
MEDIA PEMBELAJARAN            : Kartu Angka, LCD

MATERI AJAR

A. Pengertian Penjumlahan

Penjumlahan adalah kegiatan menggabungkan dua bilangan atau lebih untuk mendapatkan jumlah keseluruhan.

Tanda yang digunakan dalam penjumlahan adalah:

+ dibaca ditambah.

Hasil dari penjumlahan disebut jumlah.

Contoh:

25 + 14 = 39

Artinya:

25 ditambah 14 sama dengan 39.


B. Nilai Tempat dalam Penjumlahan

Sebelum melakukan penjumlahan, kita harus memahami nilai tempat.

Bilangan sampai 1.000 memiliki nilai tempat:

RibuanRatusanPuluhanSatuan
1000

Contoh bilangan 736:

RatusanPuluhanSatuan
736

Artinya:

  • 7 ratusan = 700
  • 3 puluhan = 30
  • 6 satuan = 6

Jadi:

736 = 700 + 30 + 6


C. Penjumlahan dengan Susun Panjang

Susun panjang adalah cara menjumlahkan bilangan dengan menguraikan bilangan berdasarkan nilai tempatnya.

Contoh 1

Hitunglah:

234 + 125 = ...

Langkah 1: Uraikan bilangan

234 = 200 + 30 + 4

125 = 100 + 20 + 5

Langkah 2: Jumlahkan berdasarkan nilai tempat

Ratusan:

200 + 100 = 300

Puluhan:

30 + 20 = 50

Satuan:

4 + 5 = 9

Langkah 3: Gabungkan

300 + 50 + 9 = 359

Jadi:

234 + 125 = 359


Contoh 2: Penjumlahan Tanpa Menyimpan

Hitunglah:

321 + 246 = ...

Susun panjang:

321 = 300 + 20 + 1

246 = 200 + 40 + 6

Jumlahkan:

  • Ratusan: 300 + 200 = 500
  • Puluhan: 20 + 40 = 60
  • Satuan: 1 + 6 = 7

Jadi:

500 + 60 + 7 = 567

Maka:

321 + 246 = 567


D. Penjumlahan Susun Panjang dengan Menyimpan

Kadang-kadang hasil penjumlahan pada satu tempat bernilai lebih dari 9. Kita perlu melakukan menyimpan ke nilai tempat berikutnya.

Contoh

248 + 175 = ...

Uraikan:

248 = 200 + 40 + 8

175 = 100 + 70 + 5

Langkah 1: Jumlahkan satuan

8 + 5 = 13

13 = 10 + 3

Simpan 1 puluhan, sisakan 3 satuan.

Langkah 2: Jumlahkan puluhan

40 + 70 + 10 = 120

120 = 100 + 20

Simpan 1 ratusan, sisakan 2 puluhan.

Langkah 3: Jumlahkan ratusan

200 + 100 + 100 = 400

Jadi:

248 + 175 = 423


E. Penjumlahan dengan Susun Pendek

Susun pendek adalah cara menjumlahkan bilangan dengan menuliskan bilangan secara vertikal berdasarkan nilai tempatnya.

Perhatikan:

Contoh 1

Hitunglah:

234 + 125

Susun berdasarkan nilai tempat:

234
125
---
359

Langkah:

  1. Satuan: 4 + 5 = 9
  2. Puluhan: 3 + 2 = 5
  3. Ratusan: 2 + 1 = 3

Jadi:

234 + 125 = 359


F. Susun Pendek dengan Menyimpan

Contoh 2

Hitunglah:

248 + 175

Susun:

1
248
175
---
423

Langkah 1: Satuan

8 + 5 = 13

Tulis 3 pada tempat satuan dan simpan 1 ke puluhan.

Langkah 2: Puluhan

4 + 7 + 1 = 12

Tulis 2 pada tempat puluhan dan simpan 1 ke ratusan.

Langkah 3: Ratusan

2 + 1 + 1 = 4

Tulis 4 pada tempat ratusan.

Hasil:

248 + 175 = 423


G. Penjumlahan Bilangan yang Hasilnya sampai 1.000

Contoh

456 + 325 = ...

Susun pendek:

456
325
---
781

Langkah:

  • Satuan: 6 + 5 = 11 → tulis 1, simpan 1
  • Puluhan: 5 + 2 + 1 = 8
  • Ratusan: 4 + 3 = 7

Jadi:

456 + 325 = 781


Contoh Penjumlahan dengan Hasil 1.000

675 + 325 = ...

1
675
325
---
1000

Langkah:

  • Satuan: 5 + 5 = 10 → tulis 0, simpan 1
  • Puluhan: 7 + 2 + 1 = 10 → tulis 0, simpan 1
  • Ratusan: 6 + 3 + 1 = 10

Jadi:

675 + 325 = 1.000


H. Perbedaan Susun Panjang dan Susun Pendek

Susun PanjangSusun Pendek
Bilangan diuraikan berdasarkan nilai tempatBilangan langsung ditulis berjajar ke bawah
Lebih mudah untuk memahami konsep nilai tempatLebih cepat digunakan untuk menghitung
Contoh: 200 + 30 + 4Contoh: 234
Cocok untuk memahami langkah penjumlahanCocok untuk latihan menghitung

I. Langkah-Langkah Penjumlahan Susun Pendek

Untuk melakukan penjumlahan susun pendek:

  1. Tuliskan bilangan secara vertikal.
  2. Pastikan satuan berada di bawah satuan.
  3. Pastikan puluhan berada di bawah puluhan.
  4. Pastikan ratusan berada di bawah ratusan.
  5. Jumlahkan mulai dari satuan.
  6. Jika hasilnya 10 atau lebih, lakukan menyimpan.
  7. Lanjutkan ke puluhan dan ratusan.
  8. Tuliskan hasil akhirnya.

Ingat!

Satuan → Puluhan → Ratusan


J. Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari

Contoh Soal Cerita 1

Rani memiliki 125 buah kelereng. Kemudian, Ayah memberikan 234 kelereng lagi.

Berapa jumlah kelereng Rani sekarang?

Penyelesaian

125 + 234

125
234
---
359

Jadi, jumlah kelereng Rani adalah 359 buah.


Contoh Soal Cerita 2

Di perpustakaan terdapat 356 buku cerita dan 245 buku pelajaran.

Berapa jumlah seluruh buku di perpustakaan?

Penyelesaian

356 + 245

356
245
---
601

Jadi, jumlah seluruh buku adalah 601 buku.


K. Latihan Soal

A. Pilihan Ganda

1. Hasil dari 125 + 234 adalah ...

A. 349
B. 359
C. 369
D. 379

2. Hasil dari 321 + 156 adalah ...

A. 467
B. 477
C. 487
D. 497

3. Hasil dari 245 + 125 adalah ...

A. 360
B. 370
C. 380
D. 390

4. Hasil dari 456 + 234 adalah ...

A. 680
B. 690
C. 700
D. 710

5. Hasil dari 675 + 325 adalah ...

A. 900
B. 950
C. 990
D. 1.000


B. Isilah Titik-Titik

  1. 234 + 125 = ....
  2. 345 + 123 = ....
  3. 456 + 222 = ....
  4. 578 + 212 = ....
  5. 625 + 175 = ....

C. Kerjakan dengan Cara Susun Panjang

  1. 123 + 245 = ....
  2. 234 + 356 = ....
  3. 325 + 174 = ....
  4. 412 + 268 = ....
  5. 526 + 274 = ....

D. Kerjakan dengan Cara Susun Pendek

  1. 245 + 132 = ....
  2. 356 + 245 = ....
  3. 428 + 163 = ....
  4. 567 + 233 = ....
  5. 675 + 325 = ....

L. Soal Cerita

21. Budi memiliki 245 kelereng. Ia membeli lagi 125 kelereng. Berapa jumlah kelereng Budi sekarang?

22. Sebuah toko memiliki 325 pensil. Kemudian toko tersebut mendapat kiriman 275 pensil. Berapa jumlah pensil sekarang?

23. Di kebun terdapat 456 pohon mangga dan 234 pohon jeruk. Berapa jumlah seluruh pohon?

24. Siti mengumpulkan 375 perangko. Kemudian ia mendapat 225 perangko dari temannya. Berapa jumlah perangko Siti sekarang?

25. Sebuah sekolah memiliki 625 buku. Sekolah membeli lagi 275 buku. Berapa jumlah buku seluruhnya?


M. Kunci Jawaban

Pilihan Ganda

  1. B. 359
  2. B. 477
  3. B. 370
  4. B. 690
  5. D. 1.000

Isian

  1. 359
  2. 468
  3. 678
  4. 790
  5. 800

Susun Panjang

  1. 368
  2. 590
  3. 499
  4. 680
  5. 800

Susun Pendek

  1. 377
  2. 601
  3. 591
  4. 800
  5. 1.000

Soal Cerita

  1. 245 + 125 = 370 kelereng
  2. 325 + 275 = 600 pensil
  3. 456 + 234 = 690 pohon
  4. 375 + 225 = 600 perangko
  5. 625 + 275 = 900 buku

N. Rangkuman

  1. Penjumlahan adalah kegiatan menggabungkan dua bilangan atau lebih.
  2. Tanda penjumlahan adalah +.
  3. Penjumlahan bilangan cacah sampai 1.000 dapat dilakukan dengan cara susun panjang dan susun pendek.
  4. Pada susun panjang, bilangan diuraikan berdasarkan nilai tempat.
  5. Pada susun pendek, bilangan ditulis secara vertikal sesuai nilai tempat.
  6. Penjumlahan dilakukan mulai dari satuan, kemudian puluhan, lalu ratusan.
  7. Jika hasil penjumlahan suatu nilai tempat lebih dari 9, kita melakukan menyimpan.
  8. Hasil penjumlahan bilangan cacah dalam materi ini tidak lebih dari 1.000.

CAPAIAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA:

Membaca dan Memirsa

Membaca kata-kata baru dengan fasih dari bacaan dan/atau tayangan yang dipirsa; dan memahami ide pokok, ide pendukung, pesan, dan informasi dalam teks sastra dan nonsastra berbentuk cetak dan/atau elektronik.


TUJUAN PEMBELAJARAN:

Melalui kegiatan membaca teks, mengamati tayangan, bekerja dalam proyek kelompok, dan berlatih presentasi, peserta didik mampu:

      mencari dan mencatat ide pokok, ide pendukung, pesan, dan informasi dari teks sastra dan nonsastra cetak/elektronik;

      menyusun catatan informasi menjadi ringkasan sederhana menggunakan kalimat majemuk dan kata berawalan me-;

        mempresentasikan isi bacaan secara lisan dengan percaya diri dan bahasa yang santun.

MATERI POKOK                      : Mencari Informasi dan Mempresentasikan Isi Bacaan
 
MODEL/METODE PEMBELAJARAN : Project Based Learning (PjBL)

 
MEDIA PEMBELAJARAN            : LCD, Video

MATERI AJAR

1. Apa Itu Informasi dalam Bacaan?

Informasi adalah keterangan, gagasan, atau berita penting yang bisa kita dapatkan setelah membaca sebuah teks atau cerita.

Agar mudah menemukan informasi penting, anak-anak bisa menggunakan rumus tanya yang terkenal dengan sebutan ADIKSIMBA (atau 5W + 1H):

  • Apa peristiwa yang sedang dibicarakan?

  • Di mana kejadian itu berlangsung?

  • Kapan waktu kejadiannya?

  • Siapa tokoh atau orang yang terlibat?

  • Mengapa hal itu bisa terjadi?

  • Bagaimana proses atau urutan peristiwanya?

2. Langkah-Langkah Mencari Informasi Penting

Agar tidak bingung saat membaca teks yang panjang, ikuti 3 langkah mudah ini:

  • Baca Judul Terlebih Dahulu: Judul biasanya memberikan petunjuk besar tentang isi teks.

  • Baca Teks dengan Seksama: Baca seluruh cerita atau artikel secara teliti (jangan terburu-buru).

  • Tandai Kata Kunci atau Kalimat Utama: Garis bawahi kalimat-kalimat yang memuat pokok pikiran atau informasi penting (seperti tanggal, nama tempat, atau alasan suatu kejadian).

3. Cara Mempresentasikan Isi Bacaan

Setelah berhasil menemukan informasi penting, saatnya mempresentasikan (menceritakan kembali) isi bacaan tersebut di depan guru atau teman-teman sekelas.

Kunci Presentasi yang Baik:

  • Gunakan Kalimat Sendiri: Jangan membaca teks mentah-mentah, ceritakan kembali dengan bahasamu sendiri yang lebih santai.

  • Susun secara Berurutan:

    1. Pendahuluan: Sebutkan judul bacaan dan sampaikan secara singkat tentang apa teks itu.

    2. Isi Utama: Sampaikan informasi penting yang sudah kamu temukan (jawaban dari pertanyaan siapa, di mana, mengapa, dll).

    3. Penutup: Berikan kesimpulan atau pesan moral dari bacaan tersebut, lalu ucapkan terima kasih.

  • Perhatikan Penampilan: Berbicaralah dengan suara yang lantang, artikulasi yang jelas, dan sesekali lihat ke arah pendengar (kontak mata).

4. Contoh Praktik Singkat

Teks Bacaan: "Pada hari Minggu pagi, Siti dan teman-temannya pergi ke Kebun Raya Bogor. Mereka berkunjung ke sana untuk mengamati berbagai jenis tanaman obat dalam rangka tugas sekolah. Siti merasa sangat senang karena mendapat banyak ilmu baru."

Informasi yang Berhasil Ditemukan:

  • Siapa? Siti dan teman-temannya.

  • Di mana? Kebun Raya Bogor.

  • Kapan? Hari Minggu pagi.

  • Mengapa? Untuk mengamati tanaman obat sebagai tugas sekolah.

Contoh Cara Mempresentasikannya:

"Halo teman-teman, hari ini saya akan menceritakan isi bacaan tentang kunjungan Siti. Pada hari Minggu pagi, Siti dan teman-temannya pergi ke Kebun Raya Bogor untuk mengamati tanaman obat demi menyelesaikan tugas sekolah. Siti sangat senang karena bisa belajar banyak hal baru di sana. Terima kasih!"

Soal Latihan

Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan membaca teks di atas secara teliti!

  1. Kapan kegiatan kerja bakti membersihkan lingkungan sekolah dilaksanakan?

  2. Siapa saja yang mendapatkan tugas untuk membersihkan halaman depan kelas dan menyapu daun kering?

  3. Di mana kelompok Siti bertugas selama kegiatan kerja bakti berlangsung?

  4. Mengapa kelompok Edo bertugas membersihkan saluran air?

  5. Bagaimana kondisi lingkungan sekolah setelah kegiatan kerja bakti selesai?

Kunci Jawaban dan Penjelasan

  1. Jawaban: Pada hari Jumat pagi.

    • (Informasi waktu kejadian)

  2. Jawaban: Kelompok Beni.

    • (Informasi tokoh atau kelompok yang melakukan tugas tertentu)

  3. Jawaban: Di taman bunga.

    • (Informasi tempat kejadian)

  4. Jawaban: Agar tidak ada sampah yang menyumbat saluran air.

    • (Informasi alasan/sebab suatu hal dilakukan)

  5. Jawaban: Lingkungan sekolah kini terlihat bersih, rapi, dan indah

CAPAIAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PAANCASILA

Pancasila

Mengidentifikasi makna sila-sila Pancasila, dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari; mengenal karakter para perumus Pancasila; menunjukkan sikap bangga menjadi anak Indonesia yang memiliki bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan di lingkungan sekitar.

TUJUAN PEMBELAJARAN:

Peserta didik mampu mengidentifikasi karakter positif tokoh perumus Pancasila dengan baik.


MATERI POKOK                      : Karakter Para Perumus Pancasila

MODEL/METODE PEMBELAJARAN : Discovery Learning

MEDIA PEMBELAJARAN            : LCD,Video, Gambar/Poto

MATERI AJAR

Proses perumusan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia berlangsung dalam sidang BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) dan disempurnakan oleh Panitia Sembilan. Tokoh-tokoh seperti Mr. Mohammad Yamin, Prof. Dr. Mr. Soepomo, Ir. Soekarno, Drs. Mohammad Hatta, serta KH. Wahid Hasjim memberikan kontribusi besar dalam perumusan ini.

Meskipun memiliki latar belakang agama, budaya, dan pandangan politik yang berbeda, mereka mampu bersatu karena memiliki karakter-karakter positif berikut:

1. Cinta Tanah Air dan Patriotisme

Para tokoh perumus Pancasila menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi maupun golongan. Mereka rela mengorbankan waktu, tenaga, bahkan keselamatan jiwa demi tercapainya kemerdekaan Indonesia.

2. Mengutamakan Persatuan dan Kesatuan

Para tokoh sangat menyadari bahwa Indonesia terdiri dari berbagai suku, agama, dan budaya. Karakter ini sangat terlihat ketika para tokoh pendiri bangsa menyepakati perubahan kalimat pada Piagam Jakarta demi menjaga keutuhan seluruh rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

3. Musyawarah dan Toleransi (Menghargai Perbedaan)

Dalam sidang-sidang BPUPKI maupun PPKI, setiap tokoh menyampaikan pendapatnya secara terbuka. Mereka mendengarkan pandangan orang lain dengan tenang, tidak memaksakan kehendak, dan menghargai setiap perbedaan pendapat.

4. Kerja Keras dan Pantang Menyerah

Merumuskan dasar negara di tengah situasi penjajahan membutuhkan ketahanan mental dan fisik yang luar biasa. Para tokoh bekerja keras, belajar, dan berdiskusi tanpa kenal lelah demi melahirkan Pancasila.

5. Berjiwa Besar dan Rendah Hati

Para perumus Pancasila memiliki sifat sportif dan berjiwa besar. Ketika ide atau gagasan pribadi tidak terpilih menjadi rumusan akhir, mereka tetap menerima keputusan bersama dengan lapang dada dan mendukungnya secara penuh.

📌 Kesimpulan Materi

Kesimpulan:

Lahirnya Pancasila bukan hanya hasil dari kejeniusan pemikiran, tetapi juga buah dari karakter positif para perumus Pancasila. Karakter utama seperti cinta tanah air, mengutamakan persatuan, toleransi dalam bermusyawarah, kerja keras, dan berjiwa besar merupakan pondasi utama terwujudnya Indonesia yang merdeka dan bersatu.

Sebagai generasi penerus, kita dapat meneladani karakter-karakter ini melalui tindakan nyata di sekolah maupun di rumah, seperti menghargai pendapat teman, tidak membeda-bedakan suku/agama, rajin belajar, serta menerima hasil musyawarah dengan lapang dada.

 Latihan Soal Isian Singkat (10 Soal)

Petunjuk: Isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang tepat dan singkat!

  1. Badan yang bertugas menyelidiki usaha-usaha persiapan kemerdekaan Indonesia dan menjadi tempat awal perumusan Pancasila adalah ....

  2. Tiga tokoh utama yang menyampaikan gagasan dasar negara dalam sidang pertama BPUPKI adalah Mr. Mohammad Yamin, Prof. Dr. Mr. Soepomo, dan ....

  3. Sikap menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan dinamakan ....

  4. Perubahan kalimat pada sila pertama Piagam Jakarta dilakukan oleh para tokoh bangsa demi menjaga ....

  5. Mengaku kalah dengan lapang dada dan tidak memaksakan kehendak saat pendapat tidak diterima menunjukkan sikap berjiwa ....

  6. Tokoh perumus Pancasila yang dikenal sangat gemar membaca buku, jujur, dan bersahaja serta menjadi Wakil Presiden Indonesia pertama adalah ....

  7. Sikap saling menghargai dan menghormati perbedaan agama, suku, maupun pendapat antar sesama disebut ....

  8. Cara pengambilan keputusan bersama yang dicontohkan oleh para perumus Pancasila melalui pembicaraan bersama untuk mencapai kesepakatan disebut ....

  9. Menjaga kebersihan kelas bersama tanpa membeda-bedakan teman merupakan salah satu contoh penerapan karakter perumus Pancasila di lingkungan ....

  10. Sifat tidak mudah putus asa dan bersungguh-sungguh dalam menghadapi kesulitan yang ditunjukkan oleh para pendiri bangsa adalah karakter kerja keras dan ....

🔑 Kunci Jawaban & Pembahasan

  1. BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia)

    Pembahasan: BPUPKI adalah lembaga yang dibentuk untuk mempersiapkan dasar negara dan rancangan UUD.

  2. Ir. Soekarno

    Pembahasan: Tiga pembicara utama dasar negara adalah Mr. Mohammad Yamin, Prof. Dr. Mr. Soepomo, dan Ir. Soekarno.

  3. Cinta tanah air / Patriotisme

    Pembahasan: Sikap mendahulukan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi adalah bentuk nyata cinta tanah air.

  4. Persatuan dan kesatuan bangsa (NKRI)

    Pembahasan: Perubahan dilakukan agar tidak ada kelompok atau wilayah di Indonesia yang merasa dianalogikan secara berbeda.

  5. Besar

    Pembahasan: Berjiwa besar berarti mau menerima keputusan bersama walaupun berbeda dengan keinginan pribadi.

  6. Drs. Mohammad Hatta (Bung Hatta)

    Pembahasan: Bung Hatta dikenal sebagai sosok yang sangat disiplin, gemar membaca, jujur, dan sederhana.

  7. Toleransi

    Pembahasan: Toleransi adalah tenggang rasa dan penghargaan terhadap perbedaan.

  8. Musyawarah (Musyawarah untuk mufakat)

    Pembahasan: Musyawarah merupakan tradisi berdemokrasi bangsa Indonesia dalam meng ambil keputusan bersama.

  9. Sekolah

    Pembahasan: Melaksanakan piket/kerja bakti kelas bersama teman adalah wujud pengamalan di sekolah.

  10. Pantang menyerah

    Pembahasan: Karakter pantang menyerah membuat para pahlawan tidak berhenti berjuang meski menghadapi rintangan berat.

 Refleksi/kesimpulan kegiatan pembelajaran hari ini:

Kamis, 20 Agustus 2026

MATEMATIKA

By elfida fida - Agustus 20, 2026 7 Comments

  CLASS IV.B SD AL AZAHAR 2

 

IDENTITAS DIRI:

        HARI/TANGGAL                  : JUMAT/ 21 AGUSTUS 2026

A.         NAMA                            : ELFIDA, S.Pd

           FASE/ KELAS                    : B/ IV.B

B.         MAPEL                          : MATEMATIKA

C.        

Tabik Pun 🙏 

Goog morning mylovely students. How are you.

Hopely you are healthy and happiness

Welcome to our class 4B. Let's study together and success together.

Apersepsi:

Hari ini kita akan belajar tentang Pemahaman dan Intuisi Bilangan Cacah sampai 10.000. Tahukah kalian? Angka-angka yang sangat banyak ini menunjukkan betapa luar biasa dan detailnya ciptaan Allah SWT, mulai dari jumlah bintang di langit hingga butiran pasir di bumi, yang semuanya telah dihitung oleh Allah dengan sangat teliti tanpa ada yang terlewat satupun. Hal ini diingatkan oleh Allah dalam Al-Qur'an Surah Maryam ayat 94:

"Sesungguhnya Allah telah menentukan jumlah mereka dan menghitung mereka dengan hitungan yang teliti."

Oleh karena itu, yuk kita belajar berhitung hari ini dengan penuh semangat sebagai bentuk rasa syukur atas kebesaran Allah SWT!"


CAPAIAN PEMBELAJARAN:

Bilangan

Menunjukkan pemahaman dan intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 10.000; membaca, menulis, membandingkan, dan mengurutkan bilangan; menentukan dan

menggunakan nilai tempat; melakukan komposisi dan dekomposisi  bilangan cacah sampai 10.000.

TUJUAN PEMBELAJARAN:

Setelah mempelajari materi ini, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan pengertian bilangan cacah.
  2. Membaca dan menulis bilangan cacah sampai 10.000.
  3. Menentukan nilai tempat dan nilai angka.
  4. Membandingkan dua bilangan cacah.
  5. Mengurutkan bilangan cacah dari yang terkecil atau terbesar.
  6. Menyusun bilangan berdasarkan bentuk panjang dan bentuk singkat.
  7. Menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan bilangan cacah sampai 10.000.
                       
 MATERI POKOK                      : BILANGAN CACAH SAMPAI 10.000
 MODEL/METODE PEMBELAJARAN : PENUGASAN
 MEDIA PEMBELAJARAN            : SOAL-SOAL (PERBAIKAN&PENGAYAAN)

MATERI AJAR

A. Pengertian Bilangan Cacah

Bilangan cacah adalah bilangan yang dimulai dari 0 dan terus bertambah satu.

Contoh:

0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, ...

Bilangan cacah sampai 10.000 berarti bilangan cacah mulai dari:

0 sampai 10.000

Contoh bilangan cacah:

  • 0
  • 7
  • 25
  • 100
  • 1.250
  • 5.678
  • 9.999
  • 10.000

B. Membaca dan Menulis Bilangan

Bilangan dapat ditulis dalam bentuk angka dan dibaca dengan kata-kata.

BilanganDibaca
125seratus dua puluh lima
500lima ratus
1.000seribu
2.350dua ribu tiga ratus lima puluh
4.708empat ribu tujuh ratus delapan
7.125tujuh ribu seratus dua puluh lima
9.999sembilan ribu sembilan ratus sembilan puluh sembilan
10.000sepuluh ribu

Contoh

3.456

Dibaca:

tiga ribu empat ratus lima puluh enam


C. Nilai Tempat

Setiap angka dalam suatu bilangan mempunyai nilai tempat.

Untuk bilangan sampai 10.000, nilai tempatnya adalah:

Nilai TempatContoh Angka
Puluhan ribu10.000
Ribuan1.000
Ratusan100
Puluhan10
Satuan1

Perhatikan bilangan 7.325.

AngkaNilai TempatNilai Angka
7Ribuan7.000
3Ratusan300
2Puluhan20
5Satuan5

Jadi:

7.325 = 7.000 + 300 + 20 + 5


D. Bentuk Panjang dan Bentuk Singkat

Bilangan dapat diuraikan menjadi bentuk panjang.

Contoh 1

4.582

Bentuk panjang:

4.000 + 500 + 80 + 2

Contoh 2

7.306

Bentuk panjang:

7.000 + 300 + 0 + 6

atau

7.000 + 300 + 6

Contoh 3

9.025

Bentuk panjang:

9.000 + 20 + 5


E. Membandingkan Bilangan

Untuk membandingkan bilangan, kita dapat menggunakan tanda:

  • > artinya lebih besar dari
  • < artinya lebih kecil dari
  • = artinya sama dengan

Contoh

5.000 > 3.000

Dibaca:

Lima ribu lebih besar dari tiga ribu.

Contoh lainnya:

2.450 < 3.250

6.700 > 6.500

4.125 = 4.125

Cara Membandingkan

Bandingkan angka mulai dari nilai tempat terbesar.

Contoh:

4.325 dan 4.275

Ribuan sama-sama 4.

Bandingkan ratusan:

  • 3 ratus
  • 2 ratus

Karena 3 lebih besar daripada 2, maka:

4.325 > 4.275


F. Mengurutkan Bilangan

Bilangan dapat diurutkan dari:

1. Terkecil ke terbesar

Contoh:

2.500, 1.250, 3.750, 2.000

Urutan dari terkecil:

1.250, 2.000, 2.500, 3.750

2. Terbesar ke terkecil

Dengan bilangan yang sama:

3.750, 2.500, 2.000, 1.250


G. Bilangan Sebelum dan Sesudah

Bilangan yang terletak sebelum suatu bilangan disebut bilangan sebelumnya.

Bilangan yang terletak setelah suatu bilangan disebut bilangan sesudahnya.

Contoh:

Bilangan 5.000

  • Sebelumnya = 4.999
  • Sesudahnya = 5.001

Contoh:

Bilangan 9.999

  • Sebelumnya = 9.998
  • Sesudahnya = 10.000

H. Pola Bilangan

Pola bilangan adalah susunan bilangan yang mempunyai aturan tertentu.

Contoh 1

2.000, 3.000, 4.000, 5.000, ...

Polanya bertambah 1.000.

Bilangan berikutnya adalah:

6.000

Contoh 2

1.250, 1.350, 1.450, 1.550, ...

Polanya bertambah 100.

Bilangan berikutnya adalah:

1.650

Contoh 3

5.000, 4.500, 4.000, 3.500, ...

Polanya berkurang 500.

Bilangan berikutnya adalah:

3.000


I. Penerapan dalam Kehidupan Sehari-hari

Bilangan cacah sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Contoh:

  1. Perpustakaan memiliki 2.350 buku.
  2. Sebuah toko memiliki 5.250 pensil.
  3. Jumlah penduduk sebuah desa adalah 8.750 orang.
  4. Petani memanen 3.500 buah mangga.

Contoh Soal Cerita

Di sebuah perpustakaan terdapat 4.250 buku. Kemudian perpustakaan mendapat tambahan 500 buku.

Berapa jumlah buku sekarang?

Jawab:

4.250 + 500 = 4.750

Jadi, jumlah buku sekarang adalah 4.750 buku.


J. Latihan Soal

Pilihan Ganda

1. Bilangan cacah yang paling kecil adalah ...

A. 1
B. 2
C. 0
D. 10

2. Bilangan 3.245 dibaca ...

A. tiga ribu dua ratus empat puluh lima
B. tiga ribu empat ratus dua puluh lima
C. tiga ratus dua puluh empat lima
D. tiga ribu dua puluh empat lima

3. Nilai angka 7 pada bilangan 7.325 adalah ...

A. 7
B. 70
C. 700
D. 7.000

4. Bentuk panjang dari 5.246 adalah ...

A. 5.000 + 200 + 40 + 6
B. 5.000 + 20 + 40 + 6
C. 500 + 200 + 40 + 6
D. 5.000 + 200 + 4 + 6

5. Bilangan yang lebih besar dari 4.250 adalah ...

A. 4.025
B. 4.205
C. 4.205
D. 4.520


Isian Singkat

  1. Bilangan setelah 6.999 adalah ....
  2. Bilangan sebelum 8.000 adalah ....
  3. 3.000 + 400 + 50 + 7 = ....
  4. Nilai tempat angka 6 pada bilangan 6.245 adalah ....
  5. Urutkan dari terkecil:
    3.500, 1.250, 2.750, 4.000

Soal Uraian

  1. Tuliskan bilangan 8.305 dalam bentuk panjang!
  2. Tuliskan cara membaca bilangan 9.750!
  3. Bandingkan bilangan berikut dengan tanda >, <, atau =.

5.675 ... 5.765

  1. Urutkan bilangan berikut dari terbesar ke terkecil:

7.250, 6.875, 9.100, 8.500

  1. Ibu mempunyai 3.250 butir telur. Kemudian membeli lagi 1.500 butir telur. Berapa jumlah telur Ibu sekarang?

K. Kunci Jawaban

Pilihan Ganda

  1. C
  2. A
  3. D
  4. A
  5. D

Isian

  1. 7.000
  2. 7.999
  3. 3.457
  4. Ribuan
  5. 1.250, 2.750, 3.500, 4.000

Uraian

  1. 8.000 + 300 + 5
  2. Sembilan ribu tujuh ratus lima puluh
  3. 5.675 < 5.765
  4. 9.100, 8.500, 7.250, 6.875

3.250 + 1.500 = 4.750

Jadi, jumlah telur Ibu sekarang adalah 4.750 butir telur.

MATEMATIKA, BAHASA INDONESIA, P PANCASILA

  CLASS IV.B SD AL AZAHAR 2   IDENTITAS DIRI:         HARI/TANGGAL                  : SENIN/ 24 AGUSTUS 2026 A.          NAMA               ...

 

Elfida Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea