Selasa, 27 Oktober 2026

PENDIDIKAN PANCASILA

By elfida fida - Oktober 27, 2026 3 Comments

 SELASA, 27 OKTOBER 2026

IDENTITAS

Nama Guru: Elfida, S.Pd

Mata Pelajaran: Pendidikan Pancasila

Hari, Tanggal: Selasa, 27 Oktober 2026

Fase/Kelas: B / IV (Empat)

Materi: Menganalisis dan Menyelesaikan Masalah Pelanggaran Hak dan Kewajiban di Sekolah

Pertemuan ke: 3

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم

📋 PERANGKAT PEMBELAJARAN

Capaian Pembelajaran (CP)

Peserta didik mampu mengidentifikasi dan melaksanakan hak serta kewajiban sebagai anggota keluarga dan warga sekolah, mengenali aturan yang berlaku di lingkungan keluarga dan sekolah, serta menunjukkan perilaku bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.

Tujuan Pembelajaran

Murid dapat mengidentifikasi serta menerapkan hak yang diperoleh dan kewajiban sebagai anggota keluarga dan sebagai warga sekolah dalam kehidupan sehari-hari, serta menganalisis dan menyelesaikan masalah pelanggaran hak dan kewajiban di sekolah dengan sikap bertanggung jawab.

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan pengertian hak, kewajiban, dan pelanggaran hak serta kewajiban di sekolah.

  2. Mengidentifikasi berbagai bentuk pelanggaran hak peserta didik di lingkungan sekolah.

  3. Mengidentifikasi perilaku yang menunjukkan pengabaian kewajiban sebagai warga sekolah.

  4. Menganalisis penyebab dan akibat pelanggaran hak serta kewajiban di sekolah.

  5. Membedakan perilaku yang sesuai dan tidak sesuai dengan aturan sekolah.

  6. Menentukan tindakan yang tepat untuk menyelesaikan masalah pelanggaran hak dan kewajiban.

  7. Menunjukkan sikap disiplin, adil, santun, peduli, dan bertanggung jawab.

  8. Menyampaikan hasil analisis dan solusi terhadap permasalahan dengan bahasa yang santun.

Mindful (Berkesadaran)

Peserta didik menyadari bahwa setiap warga sekolah mempunyai hak yang perlu dihormati dan kewajiban yang harus dilaksanakan. Peserta didik diajak merefleksikan perilaku sehari-hari serta memahami bahwa tindakan yang melanggar hak orang lain atau mengabaikan kewajiban dapat mengganggu kenyamanan dan ketertiban sekolah.

Meaningful (Bermakna)

Peserta didik menghubungkan materi dengan peristiwa nyata di sekolah, seperti mengejek teman, mengganggu kegiatan belajar, tidak melaksanakan piket, merusak fasilitas sekolah, atau tidak menaati tata tertib. Peserta didik belajar mencari solusi yang adil dan bertanggung jawab.

Joyful (Menyenangkan)

Peserta didik mengikuti permainan kartu kasus, berdiskusi dalam kelompok, bermain peran menyelesaikan masalah, dan mempresentasikan solusi secara kreatif. Kegiatan dilakukan dengan saling menghargai pendapat dan tidak menyebut nama teman untuk mempermalukannya.

Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Memahami pengertian hak dan kewajiban sebagai warga sekolah.

  2. Mengidentifikasi hak dan kewajiban peserta didik di sekolah.

  3. Mengenali contoh pelanggaran hak dan pengabaian kewajiban.

  4. Mengelompokkan perilaku yang sesuai dan tidak sesuai dengan aturan sekolah.

  5. Menganalisis penyebab terjadinya pelanggaran hak dan kewajiban.

  6. Menjelaskan akibat pelanggaran hak dan kewajiban bagi diri sendiri dan orang lain.

  7. Menentukan cara menyelesaikan masalah pelanggaran hak dan kewajiban.

  8. Mempraktikkan sikap saling menghormati, disiplin, dan bertanggung jawab.

  9. Menyampaikan hasil diskusi dan solusi dengan bahasa yang santun.

  10. Membiasakan perilaku yang menghormati hak orang lain dan melaksanakan kewajiban dalam kehidupan sehari-hari.

📌 MATERI: MENGANALISIS DAN MENYELESAIKAN MASALAH PELANGGARAN HAK DAN KEWAJIBAN DI SEKOLAH

Model dan Metode Pembelajaran

Model Pembelajaran: Problem Based Learning (PBL) dan Cooperative Learning.

Metode: Tanya jawab, pengamatan, diskusi kelompok, analisis kasus, bermain peran, penugasan, dan presentasi.

Media Pembelajaran

  • Kartu kasus tentang pelanggaran hak dan kewajiban.

  • Gambar perilaku di lingkungan sekolah.

  • Buku Pendidikan Pancasila kelas IV.

  • Tata tertib sekolah.

  • LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik).

  • Papan tulis dan spidol.

  • Kertas karton atau lembar presentasi.

🌸 Apersepsi

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat pagi, anak-anak hebat kelas IV! Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat dan bersemangat untuk belajar.

Sebelum belajar, mari kita berdoa menurut agama dan kepercayaan masing-masing agar pembelajaran berjalan lancar.

Guru mengajukan beberapa pertanyaan pemantik:

  1. Apa yang kamu rasakan ketika sedang belajar, tetapi ada teman yang terus mengganggu?

  2. Bagaimana perasaanmu jika ada teman yang mengejek atau tidak menghargai pendapatmu?

  3. Apa yang terjadi jika peserta didik tidak melaksanakan piket kelas?

  4. Mengapa kita harus menaati tata tertib sekolah?

  5. Apa yang sebaiknya kita lakukan jika melihat pelanggaran hak dan kewajiban di sekolah?

Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menyampaikan pendapatnya.

Selanjutnya, guru menjelaskan bahwa setiap warga sekolah memiliki hak dan kewajiban. Jika seseorang mengganggu hak orang lain atau tidak melaksanakan kewajibannya, masalah dapat muncul. Oleh karena itu, peserta didik perlu belajar mengenali masalah, mencari penyebabnya, memahami akibatnya, dan menentukan penyelesaian yang adil serta bertanggung jawab.

📖 Ringkasan Materi

A. Pengertian Hak dan Kewajiban

1. Hak

Hak adalah sesuatu yang pantas diterima atau diperoleh seseorang sesuai dengan aturan yang berlaku.

Contoh hak peserta didik di sekolah:

  • Mendapatkan pelajaran dan bimbingan dari guru.

  • Belajar dalam suasana yang aman dan nyaman.

  • Menggunakan fasilitas sekolah sesuai aturan.

  • Menyampaikan pendapat dengan santun.

  • Mendapatkan perlakuan yang adil.

  • Bertanya ketika belum memahami pelajaran.

2. Kewajiban

Kewajiban adalah sesuatu yang harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab sesuai aturan yang berlaku.

Contoh kewajiban peserta didik di sekolah:

  • Menaati tata tertib sekolah.

  • Menghormati guru dan seluruh warga sekolah.

  • Menghargai teman tanpa membeda-bedakan.

  • Menjaga kebersihan kelas dan lingkungan sekolah.

  • Mengerjakan tugas yang diberikan guru.

  • Merawat fasilitas sekolah.

  • Mengikuti pembelajaran dengan tertib.

B. Pengertian Pelanggaran Hak dan Kewajiban

Pelanggaran hak adalah tindakan yang menghalangi atau tidak menghormati hak orang lain.

Contoh:

  1. Mengganggu teman yang sedang belajar.

  2. Mengejek teman sehingga ia merasa tidak nyaman.

  3. Tidak memberikan kesempatan kepada teman untuk menyampaikan pendapat.

  4. Menggunakan fasilitas bersama dengan cara yang menghalangi orang lain.

  5. Memperlakukan teman secara tidak adil.

Pelanggaran atau pengabaian kewajiban adalah tindakan tidak melaksanakan tanggung jawab atau tidak menaati aturan yang berlaku.

Contoh:

  1. Tidak melaksanakan piket sesuai jadwal.

  2. Sengaja merusak meja, kursi, atau buku perpustakaan.

  3. Tidak menaati tata tertib sekolah.

  4. Mengganggu kegiatan pembelajaran.

  5. Tidak mengerjakan tugas tanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Perlu diingat, satu tindakan dapat berkaitan dengan pelanggaran hak sekaligus pengabaian kewajiban. Misalnya, mengganggu teman yang sedang belajar berarti tidak menghormati hak teman untuk belajar dengan nyaman dan tidak melaksanakan kewajiban menjaga ketertiban.

C. Penyebab Pelanggaran Hak dan Kewajiban

Pelanggaran hak dan kewajiban dapat terjadi karena beberapa hal, antara lain:

  1. Kurang memahami hak dan kewajiban.

  2. Tidak menaati tata tertib sekolah.

  3. Kurang memiliki rasa tanggung jawab.

  4. Tidak menghargai perasaan dan pendapat orang lain.

  5. Mementingkan diri sendiri.

  6. Kurang mampu mengendalikan emosi.

  7. Kurangnya komunikasi dan kerja sama.

Pelanggaran tidak boleh langsung dianggap sebagai bukti bahwa seseorang memiliki sifat buruk. Kita perlu memahami situasi, mencari fakta, dan menyelesaikan masalah tanpa mempermalukan orang lain.

D. Akibat Pelanggaran Hak dan Kewajiban

Pelanggaran hak dan kewajiban dapat menimbulkan berbagai akibat, seperti:

  • Kegiatan belajar menjadi terganggu.

  • Teman merasa sedih, tidak nyaman, atau tidak dihargai.

  • Kelas menjadi kotor dan tidak teratur.

  • Fasilitas sekolah cepat rusak.

  • Hubungan antarteman menjadi kurang harmonis.

  • Kegiatan sekolah tidak berjalan dengan baik.

  • Kepercayaan dan rasa tanggung jawab berkurang.

Karena itu, setiap warga sekolah perlu menghormati hak orang lain dan melaksanakan kewajibannya.

E. Langkah-Langkah Menganalisis Masalah

Untuk menganalisis masalah pelanggaran hak dan kewajiban, peserta didik dapat melakukan langkah-langkah berikut:

  1. Mengidentifikasi masalah: Menentukan tindakan yang terjadi.

  2. Mengumpulkan informasi: Memahami kejadian dan mendengarkan pihak yang terkait.

  3. Menentukan hak yang terganggu: Menjelaskan hak siapa yang tidak dihormati.

  4. Menentukan kewajiban yang diabaikan: Menjelaskan tanggung jawab apa yang belum dilaksanakan.

  5. Menganalisis penyebab dan akibat: Memahami mengapa masalah terjadi dan dampaknya.

  6. Menentukan solusi: Memilih tindakan yang aman, adil, dan sesuai aturan sekolah.

  7. Melakukan refleksi: Memikirkan cara mencegah masalah serupa terulang.

F. Cara Menyelesaikan Masalah Pelanggaran Hak dan Kewajiban

Masalah sebaiknya diselesaikan dengan cara yang santun, adil, dan tidak menggunakan kekerasan.

Langkah penyelesaian yang dapat dilakukan:

  1. Menenangkan diri sebelum berbicara.

  2. Menjelaskan masalah menggunakan kata-kata yang sopan.

  3. Mendengarkan penjelasan pihak lain.

  4. Mengajak pihak yang terlibat mencari kesepakatan.

  5. Memperbaiki kerugian atau kesalahan sesuai kemampuan dan arahan guru.

  6. Meminta bantuan guru jika masalah sulit diselesaikan sendiri atau jika ada pihak yang merasa tidak aman.

  7. Menaati kesepakatan dan aturan sekolah.

  8. Membiasakan perilaku yang menghormati hak dan kewajiban.

Jika masalah melibatkan perundungan, ancaman, kekerasan, atau terjadi berulang kali, peserta didik perlu segera meminta bantuan guru atau orang dewasa tepercaya. Peserta didik tidak harus menyelesaikan masalah yang membahayakan dirinya seorang diri.

G. Contoh Analisis Kasus

Kasus 1: Mengganggu Teman yang Sedang Belajar

Saat guru menjelaskan pelajaran, beberapa peserta didik berbicara keras dan mengganggu teman yang sedang memperhatikan.

  • Masalah: Kegiatan belajar terganggu.

  • Hak yang terganggu: Hak peserta didik untuk belajar dengan nyaman.

  • Kewajiban yang diabaikan: Menjaga ketertiban dan menghormati orang lain.

  • Akibat: Teman sulit berkonsentrasi dan tidak memahami pelajaran.

  • Solusi: Berhenti berbicara saat guru menjelaskan, meminta maaf jika telah mengganggu, dan mengikuti pembelajaran dengan tertib.

Kasus 2: Tidak Melaksanakan Piket Kelas

Beberapa peserta didik tidak melaksanakan piket sesuai jadwal, sehingga kelas menjadi kotor.

  • Masalah: Tanggung jawab menjaga kebersihan tidak dilaksanakan.

  • Hak yang terganggu: Hak warga kelas untuk belajar di lingkungan yang bersih dan nyaman.

  • Kewajiban yang diabaikan: Melaksanakan piket dan menjaga kebersihan.

  • Akibat: Kelas menjadi tidak nyaman dan pekerjaan bertambah bagi teman lain.

  • Solusi: Melaksanakan piket sesuai jadwal, membagi tugas secara adil, dan membuat kesepakatan agar semua anggota kelas bertanggung jawab.

Kasus 3: Tidak Menghargai Pendapat Teman

Dalam diskusi kelompok, seorang peserta didik menertawakan pendapat temannya sehingga teman tersebut tidak berani berbicara lagi.

  • Masalah: Pendapat teman tidak dihargai.

  • Hak yang terganggu: Hak menyampaikan pendapat dengan aman dan nyaman.

  • Kewajiban yang diabaikan: Menghargai orang lain dan menjaga kesantunan.

  • Akibat: Teman menjadi kurang percaya diri dan diskusi tidak berjalan baik.

  • Solusi: Berhenti menertawakan, meminta maaf, mendengarkan pendapat teman, dan menanggapi perbedaan pendapat secara santun.

🧩 Latihan Peserta Didik

Petunjuk: Bacalah setiap soal dengan teliti. Jawablah secara mandiri atau diskusikan dengan kelompok sesuai petunjuk guru.

  1. Jelaskan pengertian pelanggaran hak di sekolah.

  2. Jelaskan pengertian pengabaian kewajiban di sekolah.

  3. Sebutkan tiga contoh tindakan yang melanggar hak peserta didik.

  4. Sebutkan tiga contoh tindakan yang menunjukkan pengabaian kewajiban.

  5. Mengapa mengganggu teman yang sedang belajar termasuk tindakan yang tidak tepat?

  6. Apa akibatnya jika peserta didik tidak melaksanakan piket kelas?

  7. Seorang peserta didik merusak buku perpustakaan. Hak dan kewajiban apa yang berkaitan dengan peristiwa tersebut?

  8. Saat berdiskusi, seorang teman selalu memotong pembicaraan orang lain. Bagaimana cara menyelesaikan masalah tersebut?

  9. Jika kamu melihat teman diejek berulang kali oleh peserta didik lain, tindakan aman apa yang dapat kamu lakukan?

  10. Tuliskan tiga cara yang dapat dilakukan untuk mencegah pelanggaran hak dan kewajiban di sekolah.

Aktivitas Kelompok: Analisis dan Penyelesaian Kasus

Langkah kegiatan:

  1. Guru membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok.

  2. Setiap kelompok menerima satu kartu kasus tentang pelanggaran hak atau kewajiban di sekolah.

  3. Peserta didik membaca dan mendiskusikan kasus.

  4. Kelompok mengidentifikasi masalah, hak yang terganggu, kewajiban yang diabaikan, penyebab, dan akibatnya.

  5. Kelompok menyusun solusi yang aman, adil, santun, dan sesuai aturan sekolah.

  6. Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusi.

  7. Kelompok lain memberikan tanggapan dengan bahasa yang santun.

Format hasil diskusi kelompok:

  • Judul kasus:

  • Masalah yang terjadi:

  • Hak yang terganggu:

  • Kewajiban yang diabaikan:

  • Penyebab masalah:

  • Akibat masalah:

  • Solusi yang disepakati:

  • Cara mencegah masalah terulang:

🌟 INGAT!

  • Setiap peserta didik memiliki hak dan kewajiban di sekolah.

  • Mengganggu hak orang lain dan mengabaikan kewajiban dapat menimbulkan masalah.

  • Sebelum menyimpulkan suatu kejadian, pahami fakta dan dengarkan pihak yang terkait.

  • Masalah sebaiknya diselesaikan dengan dialog, sikap adil, dan bahasa yang santun.

  • Meminta bantuan guru merupakan tindakan yang tepat ketika masalah sulit diselesaikan atau ada pihak yang tidak aman.

  • Jangan membalas pelanggaran dengan tindakan yang menyakiti atau mempermalukan orang lain.

  • Mencegah pelanggaran hak dan kewajiban merupakan tanggung jawab seluruh warga sekolah.

📝 Soal Asesmen / Post Test

A. Pilihan Ganda

Pilihlah jawaban yang paling tepat!

1. Ketika guru sedang menjelaskan pelajaran, beberapa peserta didik berbicara keras sehingga teman-temannya sulit berkonsentrasi. Tindakan tersebut ....

A. Menghormati hak teman untuk belajar

B. Mengabaikan kewajiban menjaga ketertiban

C. Menunjukkan sikap tanggung jawab

D. Membantu kegiatan belajar

2. Berikut ini yang merupakan contoh pengabaian kewajiban di sekolah adalah ....

A. Bertanya kepada guru dengan sopan

B. Mengembalikan buku perpustakaan sesuai aturan

C. Tidak melaksanakan piket sesuai jadwal

D. Menghargai pendapat teman

3. Seorang peserta didik menertawakan pendapat temannya saat diskusi. Hak yang tidak dihormati dalam peristiwa tersebut adalah hak untuk ....

A. Menghindari semua tugas

B. Menyampaikan pendapat dengan nyaman

C. Melanggar tata tertib

D. Menguasai seluruh kegiatan kelompok

4. Jika terjadi perselisihan dengan teman karena hak dan kewajiban, langkah yang tepat adalah ....

A. Membalas perbuatan teman

B. Mempermalukan teman di depan kelas

C. Membicarakan masalah dengan santun dan mencari solusi

D. Menyebarkan masalah kepada semua orang

5. Kamu melihat seorang teman diejek berulang kali oleh peserta didik lain. Tindakan yang tepat adalah ....

A. Ikut mengejek agar diterima kelompok

B. Membiarkannya meskipun ia membutuhkan bantuan

C. Membantu dengan aman dan melaporkannya kepada guru atau orang dewasa tepercaya

D. Membalas dengan ejekan yang lebih keras

B. Isian Singkat

  1. Tindakan menghalangi atau tidak menghormati hak orang lain disebut ....

  2. Tidak melaksanakan piket sesuai jadwal merupakan contoh pengabaian ....

  3. Sebelum menentukan solusi suatu masalah, kita perlu mengidentifikasi ... yang terjadi.

  4. Masalah dengan teman sebaiknya diselesaikan melalui dialog yang ... dan saling menghormati.

  5. Jika terjadi perundungan atau masalah yang membuat seseorang tidak aman, kita perlu meminta bantuan ....

C. Uraian

Jawablah pertanyaan berikut dengan jelas!

  1. Jelaskan perbedaan pelanggaran hak dan pengabaian kewajiban. Berikan masing-masing satu contoh di sekolah.

  2. Kelas menjadi kotor karena beberapa peserta didik tidak melaksanakan piket. Analisislah hak yang terganggu, kewajiban yang diabaikan, akibat, dan solusi masalah tersebut.

  3. Seorang peserta didik selalu memotong pembicaraan temannya saat diskusi. Bagaimana cara menyelesaikan masalah itu secara adil dan santun?

  4. Mengapa kita perlu mendengarkan penjelasan semua pihak sebelum menyimpulkan suatu masalah?

  5. Sebutkan tiga tindakan nyata yang dapat kamu lakukan untuk mencegah pelanggaran hak dan kewajiban di sekolah.

🔑 Kunci Jawaban

A. Pilihan Ganda

  1. B

  2. C

  3. B

  4. C

  5. C

B. Isian Singkat

  1. Pelanggaran hak.

  2. Kewajiban.

  3. Masalah atau peristiwa.

  4. Santun.

  5. Guru atau orang dewasa tepercaya.

C. Uraian

1. Perbedaan pelanggaran hak dan pengabaian kewajiban.

  • Pelanggaran hak adalah tindakan yang menghalangi atau tidak menghormati hak orang lain. Contoh: mengejek teman sehingga ia tidak nyaman mengikuti pembelajaran.

  • Pengabaian kewajiban adalah tidak melaksanakan tanggung jawab yang seharusnya dilakukan. Contoh: tidak melaksanakan piket sesuai jadwal.

2. Analisis masalah kelas yang kotor.

  • Hak yang terganggu: hak warga kelas untuk belajar di lingkungan yang bersih dan nyaman.

  • Kewajiban yang diabaikan: menjaga kebersihan dan melaksanakan piket.

  • Akibat: kelas menjadi kotor dan tidak nyaman.

  • Solusi: melaksanakan piket sesuai jadwal, membagi tugas secara adil, dan membuat kesepakatan bersama.

3. Cara menyelesaikan masalah diskusi.

Mengingatkan teman dengan sopan agar memberi kesempatan orang lain berbicara, menyepakati aturan diskusi, dan bergiliran menyampaikan pendapat. Jika masalah terus terjadi, peserta didik dapat meminta bantuan guru.

4. Alasan mendengarkan semua pihak.

Agar kita memahami kejadian dengan lebih lengkap, tidak terburu-buru menyalahkan seseorang, dan dapat menentukan solusi yang adil berdasarkan fakta.

5. Tiga tindakan untuk mencegah pelanggaran hak dan kewajiban.

Contoh jawaban:

  • Menaati tata tertib sekolah.

  • Menghormati hak dan pendapat teman.

  • Melaksanakan piket serta menjaga fasilitas sekolah.

Catatan penilaian: Jawaban uraian dapat bervariasi selama sesuai dengan konsep hak, kewajiban, tanggung jawab, dan penyelesaian masalah yang aman serta santun.

🌟 Kesimpulan

Pelanggaran hak dan pengabaian kewajiban di sekolah dapat mengganggu kegiatan belajar, merusak hubungan antarteman, serta mengurangi kenyamanan lingkungan sekolah. Untuk menyelesaikannya, peserta didik perlu mengenali masalah, memahami hak yang terganggu, menentukan kewajiban yang belum dilaksanakan, menganalisis penyebab dan akibat, serta memilih solusi yang adil dan bertanggung jawab.

Setiap warga sekolah perlu menghormati hak orang lain, menaati aturan, melaksanakan kewajiban, dan menyelesaikan perbedaan melalui komunikasi yang santun. Dengan demikian, sekolah dapat menjadi lingkungan yang aman, tertib, bersih, nyaman, dan menyenangkan bagi semua.

Refleksi Peserta Didik

Lengkapilah pernyataan berikut secara jujur.

  1. Hari ini saya belajar tentang ....

  2. Contoh pelanggaran hak atau kewajiban yang saya pahami adalah ....

  3. Cara menyelesaikan masalah dengan santun adalah ....

  4. Kewajiban yang akan saya laksanakan dengan lebih baik adalah ....

  5. Jika melihat teman mengalami masalah atau merasa tidak aman, saya akan ....

IPAS

By elfida fida - Oktober 27, 2026 2 Comments

 RABU, 28 OKTOBER 2026

IDENTITAS

Nama Guru: Elfida, S.Pd

Mata Pelajaran: IPAS

Hari, Tanggal: Rabu, 28 Oktober 2026

Fase/Kelas: B / IV (Empat)

Materi: Menganalisis Penyebab Masalah Pelestarian Sumber Daya Alam

Pertemuan ke: 3

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم

📋 PERANGKAT PEMBELAJARAN

Capaian Pembelajaran (CP)

Peserta didik mampu mengenali sumber daya alam dan manfaatnya bagi kehidupan, mengidentifikasi permasalahan lingkungan di sekitar, serta mengusulkan tindakan untuk menjaga kelestarian sumber daya alam sebagai bagian dari upaya mengurangi penyebab dan dampak perubahan iklim.

Tujuan Pembelajaran

Peserta didik dapat menghasilkan solusi untuk masalah yang berkaitan dengan pelestarian sumber daya alam sebagai upaya mitigasi perubahan iklim.

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan pengertian pelestarian sumber daya alam.

  2. Mengidentifikasi berbagai masalah yang mengancam kelestarian sumber daya alam di lingkungan sekitar.

  3. Menganalisis penyebab masalah pelestarian sumber daya alam akibat perilaku manusia maupun faktor alam.

  4. Menjelaskan hubungan antara kerusakan sumber daya alam dan perubahan iklim secara sederhana.

  5. Menentukan akibat yang dapat ditimbulkan oleh masalah pelestarian sumber daya alam terhadap manusia, hewan, tumbuhan, dan lingkungan.

  6. Menghasilkan solusi yang tepat, aman, dan dapat dilakukan untuk mengatasi masalah pelestarian sumber daya alam.

  7. Menyampaikan hasil analisis dan solusi melalui diskusi, laporan sederhana, atau poster lingkungan.

Mindful (Berkesadaran)

Peserta didik mengamati lingkungan dengan teliti dan menyadari bahwa perilaku manusia dapat memengaruhi kelestarian sumber daya alam. Peserta didik belajar bertanggung jawab terhadap penggunaan air, tanah, tumbuhan, dan energi dalam kehidupan sehari-hari.

Meaningful (Bermakna)

Peserta didik menghubungkan materi dengan permasalahan nyata, seperti sampah yang menumpuk, penggunaan air yang berlebihan, penebangan pohon, pemborosan listrik, dan pencemaran sungai. Peserta didik memahami bahwa perubahan kebiasaan dapat membantu menjaga sumber daya alam.

Joyful (Menyenangkan)

Peserta didik mengikuti permainan kartu masalah lingkungan, mengamati gambar, berdiskusi dalam kelompok, menyusun peta sebab-akibat, dan membuat poster berisi solusi pelestarian sumber daya alam.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Mengenali jenis dan manfaat sumber daya alam bagi kehidupan.

  2. Mengidentifikasi masalah pelestarian sumber daya alam di lingkungan sekitar.

  3. Mengamati perilaku manusia yang dapat menyebabkan kerusakan sumber daya alam.

  4. Menganalisis penyebab dan akibat dari permasalahan lingkungan.

  5. Menjelaskan hubungan antara kerusakan sumber daya alam, gas rumah kaca, dan perubahan iklim.

  6. Menyusun alternatif solusi untuk mengatasi masalah pelestarian sumber daya alam.

  7. Memilih solusi yang sesuai dengan masalah dan kondisi lingkungan.

  8. Menyampaikan hasil analisis dan rencana tindakan untuk menjaga kelestarian sumber daya alam.

📌 MATERI: MENGANALISIS PENYEBAB MASALAH PELESTARIAN SUMBER DAYA ALAM

Model dan Metode Pembelajaran

Model: Problem Based Learning (PBL) dan Discovery Learning.

Metode: Tanya jawab, pengamatan, diskusi kelompok, analisis gambar, studi kasus sederhana, pemecahan masalah, presentasi, penugasan, dan refleksi.

Media Pembelajaran

Gambar hutan gundul, sungai tercemar, lahan kering, sampah menumpuk, dan penggunaan energi; kartu masalah lingkungan; LKPD; kertas karton; spidol; pensil warna; papan tulis; serta video edukasi tentang pelestarian sumber daya alam jika tersedia.

🌸 Apersepsi

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat pagi, anak-anak hebat kelas IV! Sebelum memulai pembelajaran, mari kita berdoa agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar.

Guru menunjukkan gambar sungai yang bersih dan sungai yang dipenuhi sampah. Peserta didik diminta mengamati perbedaan kedua gambar tersebut.

Guru mengajukan pertanyaan pemantik:

  • Apa perbedaan yang kalian lihat pada kedua gambar?

  • Mengapa sungai yang awalnya bersih dapat menjadi kotor?

  • Apa yang terjadi jika manusia menggunakan air secara berlebihan?

  • Mengapa pohon dan hutan perlu dijaga?

  • Apa hubungan antara kerusakan lingkungan dan perubahan iklim?

  • Menurut kalian, apa yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut?

Guru menjelaskan bahwa menjaga sumber daya alam tidak cukup hanya dengan mengetahui manfaatnya. Kita juga harus memahami penyebab kerusakan agar dapat menentukan solusi yang tepat.

Pada pembelajaran ini, peserta didik akan belajar mengidentifikasi masalah, mencari penyebabnya, memperkirakan akibatnya, dan menghasilkan solusi untuk menjaga kelestarian sumber daya alam.

📖 Ringkasan Materi

A. Pengertian Sumber Daya Alam dan Pelestariannya

Sumber daya alam adalah segala sesuatu yang berasal dari alam dan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan makhluk hidup.

Contoh sumber daya alam:

  • Air: untuk minum, memasak, mandi, dan menyiram tanaman.

  • Tanah: untuk bercocok tanam dan tempat hidup berbagai organisme.

  • Hutan dan tumbuhan: menyediakan habitat hewan, membantu menjaga tanah, dan menyerap karbon dioksida.

  • Hewan: menjadi bagian dari rantai makanan dan sumber pangan.

  • Matahari dan angin: dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi.

  • Minyak bumi dan batu bara: digunakan sebagai sumber energi, tetapi pembakarannya menghasilkan gas rumah kaca.

Pelestarian sumber daya alam adalah upaya menjaga, melindungi, dan menggunakan sumber daya alam secara bijaksana agar tetap tersedia dan lingkungan tetap seimbang.

Contoh pelestarian sumber daya alam adalah menanam pohon, menghemat air, mengurangi sampah, menjaga kebersihan sungai, dan menghemat energi.

B. Pengertian Masalah Pelestarian Sumber Daya Alam

Masalah pelestarian sumber daya alam adalah keadaan yang mengancam ketersediaan, kualitas, atau keseimbangan sumber daya alam sehingga dapat mengganggu kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya.

Contohnya:

  1. Penebangan pohon secara berlebihan.

  2. Pembuangan sampah ke sungai.

  3. Pemborosan air bersih.

  4. Penggunaan listrik yang berlebihan.

  5. Pembakaran hutan dan lahan.

  6. Penggunaan plastik sekali pakai secara berlebihan.

  7. Kerusakan tanah akibat kegiatan manusia yang tidak memperhatikan lingkungan.

Untuk menyelesaikan masalah tersebut, kita perlu mengetahui penyebabnya terlebih dahulu.

C. Penyebab Masalah Pelestarian Sumber Daya Alam

1. Perilaku manusia yang tidak bertanggung jawab

Contohnya membuang sampah sembarangan, merusak tanaman, menebang pohon tanpa memperhatikan kelestarian hutan, dan membuang limbah ke sungai.

Perilaku tersebut dapat menyebabkan pencemaran, kerusakan habitat, dan berkurangnya kualitas lingkungan.

2. Penggunaan sumber daya alam secara berlebihan

Penggunaan air, kayu, bahan bakar, dan sumber daya lainnya tanpa mempertimbangkan ketersediaannya dapat mengurangi jumlah sumber daya yang dapat digunakan pada masa mendatang.

Contoh: membiarkan keran terus mengalir meskipun tidak digunakan menyebabkan pemborosan air bersih.

3. Kurangnya kesadaran terhadap lingkungan

Sebagian orang belum memahami akibat dari kebiasaan membuang sampah, menggunakan barang sekali pakai, atau membiarkan peralatan listrik menyala tanpa kebutuhan.

Kurangnya kesadaran dapat membuat perilaku yang merusak lingkungan terus berulang.

4. Pengelolaan sampah dan limbah yang kurang baik

Sampah yang tidak dipilah dan dibuang sembarangan dapat mencemari tanah dan air. Limbah tertentu juga dapat membahayakan tumbuhan, hewan, dan manusia.

Sampah yang dibakar secara terbuka dapat menghasilkan asap dan polutan. Pembakaran bahan yang mengandung karbon juga dapat melepaskan karbon dioksida.

5. Penebangan dan pembakaran hutan

Hutan berperan sebagai tempat hidup berbagai makhluk, menjaga kondisi tanah, dan menyerap karbon dioksida.

Penebangan yang tidak terkendali dapat merusak habitat serta mengurangi kemampuan hutan menyerap karbon. Pembakaran hutan juga melepaskan gas rumah kaca dan asap yang mencemari udara.

6. Penggunaan energi dari bahan bakar fosil

Pembakaran batu bara, minyak bumi, dan gas alam untuk menghasilkan listrik atau menggerakkan kendaraan melepaskan gas rumah kaca. Jika emisinya terus meningkat, pemanasan global dan perubahan iklim dapat semakin parah.

7. Faktor alam

Beberapa masalah lingkungan juga dapat dipengaruhi faktor alam, seperti kekeringan, banjir, dan letusan gunung berapi. Namun, dampak suatu peristiwa dapat menjadi lebih berat apabila lingkungan sudah rusak atau tidak dikelola dengan baik.

D. Cara Menganalisis Penyebab Masalah

Untuk menganalisis suatu masalah, kita dapat menggunakan langkah-langkah berikut.

  1. Mengidentifikasi masalah: Apa yang sedang terjadi?

  2. Mengumpulkan informasi: Apa yang terlihat atau diketahui dari masalah tersebut?

  3. Menentukan penyebab: Mengapa masalah itu terjadi?

  4. Menganalisis akibat: Apa dampaknya bagi sumber daya alam dan kehidupan?

  5. Menyusun solusi: Apa tindakan yang dapat dilakukan untuk mengatasi penyebab masalah?

  6. Menentukan tindakan: Solusi mana yang paling sesuai, aman, dan dapat dilaksanakan?

  7. Mengevaluasi hasil: Bagaimana mengetahui bahwa solusi tersebut berhasil?

Contoh analisis:

MasalahPenyebabAkibatSolusi
Sungai dipenuhi sampahSampah dibuang sembaranganAir tercemar dan saluran air dapat tersumbatMenyediakan tempat sampah dan melakukan kegiatan kebersihan
Air terbuangKeran dibiarkan mengalirPersediaan air bersih terbuang sia-siaMenutup keran dan memperbaiki keran yang bocor
Halaman sekolah gersangKurangnya tanaman dan perawatanLingkungan terasa panas dan habitat kecil berkurangMenanam serta merawat tanaman
Listrik digunakan berlebihanLampu dan alat elektronik tetap menyala saat tidak diperlukanEnergi terbuang; emisi dapat meningkat jika listrik berasal dari bahan bakar fosilMematikan peralatan yang tidak digunakan
Sampah dibakarSampah tidak dikelola dengan baikUdara tercemar dan pembakaran dapat menghasilkan gas rumah kacaMemilah sampah, menggunakan kembali barang, dan mengelola sampah dengan tepat

E. Hubungan Pelestarian Sumber Daya Alam dengan Perubahan Iklim

Perubahan iklim adalah perubahan pola suhu dan kondisi cuaca dalam jangka panjang. Pemanasan global pada masa sekarang terutama disebabkan oleh peningkatan gas rumah kaca akibat kegiatan manusia.

Beberapa hubungan yang perlu dipahami:

  1. Penebangan dan pembakaran hutan dapat mengurangi penyerapan karbon dioksida dan melepaskan karbon ke atmosfer.

  2. Pembakaran bahan bakar fosil menghasilkan gas rumah kaca yang meningkatkan pemanasan global.

  3. Kerusakan lingkungan dapat mengurangi kemampuan alam menjaga keseimbangan ekosistem.

  4. Perubahan iklim dapat meningkatkan risiko panas ekstrem, perubahan pola hujan, banjir, dan kekeringan di berbagai wilayah.

  5. Pelestarian hutan, penghematan energi, dan pengurangan pembakaran dapat membantu mengurangi emisi gas rumah kaca.

Catatan penting: Tidak semua masalah lingkungan secara langsung menyebabkan perubahan iklim. Misalnya, sampah yang dibuang ke sungai terutama menyebabkan pencemaran air. Namun, pengelolaan sampah yang buruk, termasuk pembakaran dan pembusukan sampah organik di tempat pembuangan tertentu, juga dapat menghasilkan emisi gas rumah kaca.

F. Menghasilkan Solusi untuk Pelestarian Sumber Daya Alam

Solusi adalah tindakan atau cara yang dirancang untuk mengatasi suatu masalah.

Solusi yang baik harus:

  • sesuai dengan penyebab masalah;

  • aman bagi peserta didik dan lingkungan;

  • dapat dilaksanakan dengan alat dan sumber daya yang tersedia;

  • melibatkan kerja sama jika diperlukan;

  • memiliki hasil yang dapat diamati atau dievaluasi.

Contoh solusi yang dapat dilakukan peserta didik:

  1. Membuat jadwal piket untuk menjaga kebersihan kelas.

  2. Membiasakan membawa botol minum dan wadah makanan yang dapat digunakan kembali.

  3. Menghemat air dengan menutup keran setelah digunakan.

  4. Mematikan lampu dan peralatan listrik ketika tidak diperlukan.

  5. Menanam serta merawat tanaman di halaman sekolah.

  6. Memilah sampah sesuai jenisnya dan mengikuti sistem pengelolaan sampah di sekolah.

  7. Membuat poster ajakan menjaga sumber daya alam.

  8. Mengajak keluarga dan teman menerapkan kebiasaan ramah lingkungan.

G. Contoh Studi Kasus

Masalah: Halaman sekolah sering dipenuhi sampah plastik setelah jam istirahat.

Penyebab yang mungkin:

  • Sebagian peserta didik membuang sampah sembarangan.

  • Tempat sampah kurang mudah dijangkau.

  • Penggunaan kemasan sekali pakai masih tinggi.

  • Belum ada kebiasaan memeriksa kebersihan halaman setelah istirahat.

Akibat:

  • Halaman sekolah menjadi kotor.

  • Sampah dapat terbawa ke saluran air.

  • Sampah dapat mencemari tanah dan air jika tidak dikelola dengan benar.

Solusi:

  • Menempatkan tempat sampah di lokasi yang mudah dijangkau.

  • Mengajak peserta didik membawa botol minum dan wadah yang dapat digunakan kembali.

  • Melaksanakan piket kebersihan.

  • Membuat poster pengurangan sampah plastik.

Evaluasi: Amati kebersihan halaman sebelum dan sesudah kegiatan serta catat apakah jumlah sampah yang ditemukan berkurang.

🧩 Latihan Peserta Didik

Jawablah pertanyaan berikut dengan benar!

  1. Apa yang dimaksud dengan pelestarian sumber daya alam?

  2. Sebutkan empat contoh masalah yang dapat mengancam kelestarian sumber daya alam.

  3. Mengapa membuang sampah ke sungai dapat merusak lingkungan?

  4. Sebutkan tiga perilaku manusia yang dapat menyebabkan kerusakan sumber daya alam.

  5. Mengapa penebangan hutan secara berlebihan dapat memperparah perubahan iklim?

  6. Apa hubungan antara pembakaran bahan bakar fosil dan peningkatan suhu bumi?

  7. Di sekolah sering ditemukan keran air yang dibiarkan terbuka. Identifikasikan penyebab dan akibat masalah tersebut.

  8. Sebutkan tiga solusi untuk mengurangi sampah plastik di sekolah.

  9. Mengapa kita perlu mengetahui penyebab masalah sebelum menentukan solusi?

  10. Pilih satu masalah pelestarian sumber daya alam di lingkungan sekitar. Jelaskan masalah, penyebab, akibat, dan solusi yang dapat dilakukan.

🤝 Kegiatan Diskusi Kelompok / LKPD

Kegiatan: Detektif Lingkungan

Tujuan: Peserta didik mampu menganalisis penyebab masalah pelestarian sumber daya alam dan menghasilkan solusi yang sesuai.

Langkah Kegiatan

  1. Bentuk kelompok yang terdiri atas 4–5 peserta didik.

  2. Guru membagikan gambar atau kartu masalah lingkungan kepada setiap kelompok.

  3. Amati masalah yang terdapat pada gambar atau kartu.

  4. Diskusikan kemungkinan penyebab masalah tersebut.

  5. Tuliskan akibat yang dapat terjadi bagi lingkungan dan makhluk hidup.

  6. Buat sekurang-kurangnya tiga alternatif solusi.

  7. Pilih solusi yang paling mungkin dilakukan oleh peserta didik kelas IV.

  8. Buat poster atau peta sebab-akibat berdasarkan hasil diskusi.

  9. Presentasikan hasil kerja kelompok dan berikan tanggapan secara santun terhadap kelompok lain.

Lembar Kerja Peserta Didik

Nama Kelompok: ............................................

Masalah lingkungan yang diamati: ............................................

1. Apa masalah yang terjadi?

..............................................................................

2. Apa bukti atau tanda yang menunjukkan adanya masalah?

..............................................................................

3. Apa penyebab masalah tersebut?

..............................................................................

4. Apa akibat masalah bagi manusia, hewan, tumbuhan, atau lingkungan?

..............................................................................

5. Tuliskan tiga solusi yang dapat dilakukan.

  • Solusi 1: ..................................................................

  • Solusi 2: ..................................................................

  • Solusi 3: ..................................................................

6. Solusi mana yang dipilih kelompok kalian? Mengapa?

..............................................................................

7. Bagaimana cara melaksanakan solusi tersebut?

..............................................................................

8. Bagaimana cara mengetahui bahwa solusi berhasil?

..............................................................................

Contoh Hasil Diskusi

Masalah: Banyak tanaman di halaman sekolah tidak terawat.

Penyebab: Tanaman jarang disiram dan belum ada pembagian tugas perawatan.

Akibat: Tanaman dapat layu atau mati, sehingga halaman menjadi kurang hijau.

Solusi:

  • Membuat jadwal menyiram tanaman.

  • Membagi tugas perawatan kepada kelompok piket.

  • Memberi tanda nama tanaman dan mencatat perkembangannya.

Evaluasi: Mengamati kondisi tanaman setiap minggu dan mencatat apakah tanaman tumbuh lebih baik.

🌟 INGAT!

  • Pelestarian sumber daya alam bertujuan menjaga ketersediaan dan keseimbangan lingkungan.

  • Untuk menyelesaikan masalah, kita perlu memahami penyebabnya terlebih dahulu.

  • Penyebab masalah dapat berasal dari perilaku manusia, pengelolaan sumber daya yang kurang baik, atau faktor alam.

  • Kerusakan hutan dan pembakaran bahan bakar fosil dapat memperparah perubahan iklim.

  • Solusi yang baik harus sesuai dengan masalah, aman, dan dapat dilakukan.

  • Peserta didik dapat berperan melalui kebiasaan menghemat air, menghemat listrik, mengurangi sampah, dan merawat tanaman.

📝 Soal Asesmen / Post-Test

A. Pilihan Ganda

Pilihlah jawaban yang paling tepat!

1. Kegiatan berikut yang menunjukkan upaya pelestarian sumber daya alam adalah ....

A. membuang sampah ke sungai

B. membiarkan keran air terbuka

C. menanam dan merawat pohon

D. membakar sampah setiap hari

2. Salah satu penyebab sungai menjadi tercemar adalah ....

A. masyarakat menjaga kebersihan sungai

B. sampah dan limbah dibuang ke sungai

C. warga membersihkan saluran air

D. tanaman ditanam di sekitar sungai

3. Mengapa kita harus menganalisis penyebab masalah sebelum menentukan solusi?

A. Agar masalah dapat dibiarkan lebih lama

B. Agar kita dapat memilih tindakan yang sesuai dengan penyebab masalah

C. Agar semua masalah diselesaikan dengan cara yang sama

D. Agar tidak perlu melakukan tindakan apa pun

4. Penebangan dan pembakaran hutan secara berlebihan dapat memperparah perubahan iklim karena ....

A. jumlah pohon bertambah banyak

B. seluruh gas rumah kaca menghilang

C. penyerapan karbon dioksida dapat berkurang dan karbon dapat dilepaskan ke atmosfer

D. suhu bumi pasti langsung menurun

5. Sekolah mengalami pemborosan air karena banyak peserta didik lupa menutup keran. Solusi paling tepat adalah ....

A. menghentikan penggunaan air di sekolah

B. membiarkan keran terbuka

C. membuat pengingat dan membiasakan menutup keran setelah digunakan

D. menggunakan air sebanyak mungkin

B. Isian Singkat

  1. Upaya menjaga dan melindungi sumber daya alam disebut ....

  2. Salah satu penyebab pencemaran sungai adalah ....

  3. Pembakaran bahan bakar fosil melepaskan gas rumah kaca berupa ....

  4. Sebelum menentukan solusi, kita perlu menganalisis .... suatu masalah.

  5. Salah satu cara mengurangi pemborosan listrik adalah ....

C. Uraian

Jawablah pertanyaan berikut dengan jelas!

  1. Jelaskan dua penyebab masalah pelestarian sumber daya alam yang berasal dari perilaku manusia.

  2. Jelaskan hubungan antara penebangan hutan dan perubahan iklim.

  3. Di halaman sekolah banyak ditemukan sampah plastik. Analisislah dua kemungkinan penyebab masalah tersebut.

  4. Berdasarkan soal nomor 3, tuliskan tiga solusi yang dapat dilakukan oleh warga sekolah.

  5. Pilih satu masalah pelestarian sumber daya alam di rumah atau sekolah. Jelaskan masalah, penyebab, akibat, solusi yang dipilih, dan cara mengevaluasi keberhasilan solusi tersebut.

🔑 Kunci Jawaban

A. Pilihan Ganda

  1. C

  2. B

  3. B

  4. C

  5. C

B. Isian Singkat

  1. Pelestarian sumber daya alam.

  2. Pembuangan sampah atau limbah ke sungai.

  3. Karbon dioksida.

  4. Penyebab.

  5. Mematikan lampu atau peralatan listrik saat tidak digunakan.

C. Uraian

1. Contoh jawaban:

  • Membuang sampah sembarangan sehingga mencemari tanah dan air.

  • Menebang pohon secara berlebihan sehingga merusak habitat dan mengurangi kemampuan hutan menyerap karbon dioksida.

  • Menggunakan air secara berlebihan sehingga terjadi pemborosan air bersih.

2. Penebangan hutan mengurangi jumlah pohon yang menyerap karbon dioksida. Jika pohon yang ditebang dibakar atau membusuk, karbon juga dapat dilepaskan ke atmosfer. Hal ini dapat meningkatkan gas rumah kaca dan memperparah perubahan iklim.

3. Contoh jawaban:

  • Peserta didik membuang kemasan makanan sembarangan.

  • Tempat sampah kurang tersedia atau lokasinya kurang mudah dijangkau.

  • Penggunaan kemasan plastik sekali pakai masih tinggi.

4. Contoh jawaban:

  • Menyediakan tempat sampah yang mudah dijangkau.

  • Membiasakan membawa botol minum dan wadah yang dapat digunakan kembali.

  • Melaksanakan piket kebersihan dan membuat poster ajakan mengurangi sampah plastik.

5. Jawaban dapat bervariasi. Contoh: masalah pemborosan air karena keran tidak ditutup. Penyebabnya adalah kurangnya kebiasaan memeriksa keran setelah digunakan. Akibatnya, air bersih terbuang. Solusinya adalah membuat pengingat hemat air dan melaporkan keran yang bocor. Keberhasilan dievaluasi dengan mengamati kebiasaan menutup keran dan memeriksa apakah pemborosan air berkurang.

🌟 Kesimpulan

Masalah pelestarian sumber daya alam dapat disebabkan oleh perilaku manusia yang tidak bertanggung jawab, penggunaan sumber daya secara berlebihan, pengelolaan sampah yang kurang baik, serta faktor alam. Untuk menyelesaikan masalah lingkungan, kita perlu mengidentifikasi masalah, menganalisis penyebab dan akibatnya, kemudian menentukan solusi yang tepat.

Pelestarian sumber daya alam juga berkaitan dengan mitigasi perubahan iklim. Menjaga hutan, mengurangi pembakaran, menghemat energi, dan menggunakan sumber daya secara bijaksana dapat membantu mengurangi emisi gas rumah kaca. Peserta didik dapat memulai dari tindakan sederhana di rumah dan sekolah serta mengajak orang lain melakukan kebiasaan yang ramah lingkungan.

SENI RUPA

By elfida fida - Oktober 27, 2026 2 Comments

 RABU, 28 OKTOBER 2026

IDENTITAS

Nama Guru: Elfida, S.Pd

Mata Pelajaran: Seni Rupa

Hari, Tanggal: Rabu, 21 Oktober 2026

Fase/Kelas: B / IV (Empat)

Materi: Menentukan Tokoh, Latar, dan Peristiwa

Pertemuan ke: 3

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم

📋 PERANGKAT PEMBELAJARAN

Capaian Pembelajaran (CP)

Peserta didik mampu mengamati, mengenali, dan mengeksplorasi unsur-unsur seni rupa serta menggunakan pengalaman pribadi sebagai sumber ide dalam membuat karya gambar. Peserta didik mampu mengembangkan gagasan visual melalui penentuan tema, tokoh, latar, dan urutan peristiwa, membuat sketsa, memilih warna, serta menyampaikan makna cerita melalui gambar secara kreatif.

Tujuan Pembelajaran

Murid mampu membuat gambar cerita berdasarkan pengalaman pribadi dengan menentukan tema, tokoh, latar, urutan peristiwa, membuat sketsa, memilih warna, menyusun gambar secara runtut, serta menyampaikan cerita melalui gambar dengan kreatif, rapi, dan percaya diri.

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan pengertian gambar cerita dan unsur-unsur yang terdapat di dalamnya.

  2. Menentukan tokoh yang terlibat dalam cerita berdasarkan pengalaman pribadi.

  3. Menentukan latar tempat dan waktu yang sesuai dengan pengalaman yang diceritakan.

  4. Mengidentifikasi peristiwa-peristiwa penting yang terjadi dalam sebuah pengalaman pribadi.

  5. Menyusun urutan peristiwa secara runtut dari awal, tengah, hingga akhir.

  6. Membuat rancangan sederhana gambar cerita berdasarkan pengalaman pribadi.

  7. Menyampaikan isi cerita melalui gambar secara kreatif, rapi, dan percaya diri.

Mindful (Berkesadaran)

Peserta didik mengingat kembali pengalaman pribadi yang berkesan dengan penuh perhatian. Peserta didik memikirkan siapa saja yang terlibat, di mana dan kapan peristiwa terjadi, serta bagaimana urutan kejadian berlangsung sebelum menuangkannya ke dalam gambar.

Meaningful (Bermakna)

Peserta didik memahami bahwa pengalaman sehari-hari, seperti bermain bersama teman, membantu orang tua, mengikuti kegiatan sekolah, atau berlibur bersama keluarga, dapat menjadi sumber ide untuk membuat gambar cerita yang bermakna.

Joyful (Menyenangkan)

Peserta didik bermain tebak tokoh, mengamati gambar cerita, menyusun kartu urutan peristiwa, menggambar pengalaman yang menyenangkan, dan menceritakan hasil karyanya kepada teman dengan suasana belajar yang menyenangkan.

📚 ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Mengenal pengertian dan fungsi gambar cerita.

  2. Mengidentifikasi tema cerita berdasarkan pengalaman pribadi.

  3. Menentukan tokoh yang terlibat dalam cerita.

  4. Menentukan latar tempat dan waktu terjadinya peristiwa.

  5. Mengidentifikasi dan menyusun urutan peristiwa secara runtut.

  6. Membuat rancangan gambar cerita berdasarkan pengalaman pribadi.

  7. Mengembangkan rancangan menjadi gambar cerita yang kreatif dan rapi.

  8. Menyampaikan isi cerita melalui gambar dengan percaya diri.

📌 MATERI: MENENTUKAN TOKOH, LATAR, DAN PERISTIWA

Model dan Metode Pembelajaran

Model: Project Based Learning (PjBL) dan Discovery Learning.

Metode: Tanya jawab, pengamatan gambar, demonstrasi, diskusi kelompok, permainan edukatif, praktik menggambar, presentasi, dan refleksi.

Media Pembelajaran

  • Contoh gambar cerita sederhana.

  • Gambar ilustrasi kegiatan sehari-hari.

  • Kartu tokoh, latar, dan peristiwa.

  • Kertas gambar atau buku gambar.

  • Pensil, penghapus, pensil warna, krayon, atau spidol.

  • LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik).

  • Papan tulis dan alat tulis.

🌸 APERSEPSI

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat pagi, anak-anak hebat kelas IV! Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat dan bersemangat untuk belajar.

Sebelum belajar, mari kita berdoa sesuai agama dan kepercayaan masing-masing agar kegiatan pembelajaran berjalan lancar.

Guru mengajak peserta didik mengingat pengalaman yang pernah dialami, misalnya bermain bersama teman, membantu orang tua, mengikuti perlombaan, atau mengikuti kegiatan perkemahan sekolah.

Guru menunjukkan sebuah gambar anak-anak sedang bermain di taman dan mengajukan pertanyaan berikut.

  • Siapa saja yang terlihat dalam gambar tersebut?

  • Di mana kegiatan itu berlangsung?

  • Kapan peristiwa tersebut mungkin terjadi?

  • Apa yang sedang dilakukan oleh tokoh dalam gambar?

  • Menurut kalian, apa yang terjadi sebelum dan sesudah kegiatan tersebut?

Guru menjelaskan bahwa sebuah gambar cerita dapat menyampaikan pengalaman melalui tokoh, latar, dan rangkaian peristiwa. Hari ini kita akan belajar menentukan tokoh, latar, dan peristiwa sebagai dasar membuat gambar cerita berdasarkan pengalaman pribadi.

📖 RINGKASAN MATERI

A. Pengertian Gambar Cerita

Gambar cerita adalah gambar yang digunakan untuk menceritakan suatu kejadian atau rangkaian peristiwa. Gambar cerita dapat menyampaikan pesan, pengalaman, dan perasaan melalui tokoh, latar, tindakan, serta urutan gambar.

Contoh gambar cerita adalah pengalaman membantu ibu memasak, bermain bersama teman, mengikuti lomba di sekolah, atau berkunjung ke rumah nenek.

B. Menentukan Tema Cerita

Tema adalah gagasan utama yang menjadi dasar sebuah cerita.

Tema dapat diambil dari pengalaman pribadi yang pernah dialami peserta didik.

Contoh tema:

  • Bermain bersama teman.

  • Membantu orang tua.

  • Pengalaman mengikuti perlombaan.

  • Berlibur bersama keluarga.

  • Menjaga kebersihan lingkungan sekolah.

Contoh: Seorang anak membantu ayah membersihkan halaman rumah. Tema cerita tersebut adalah membantu orang tua.

C. Menentukan Tokoh

Tokoh adalah orang, hewan, atau karakter yang terlibat dalam cerita.

Tokoh dapat melakukan tindakan yang membuat cerita berkembang.

Contoh tokoh dalam cerita:

  • Anak yang sedang bermain.

  • Ibu yang sedang memasak.

  • Ayah yang sedang berkebun.

  • Guru yang membimbing murid.

  • Teman-teman yang bermain bersama.

Contoh: Dalam cerita membantu membersihkan halaman, tokohnya adalah seorang anak dan ayahnya.

Pertanyaan untuk menentukan tokoh:

  1. Siapa yang terlibat dalam kejadian?

  2. Siapa yang melakukan kegiatan utama?

  3. Siapa saja yang membantu atau menemani tokoh utama?

D. Menentukan Latar

Latar adalah keterangan mengenai tempat dan waktu terjadinya peristiwa dalam cerita.

1. Latar Tempat

Latar tempat menjelaskan lokasi terjadinya peristiwa.

Contoh: rumah, halaman sekolah, taman, lapangan, pasar, dan pantai.

2. Latar Waktu

Latar waktu menjelaskan kapan peristiwa terjadi.

Contoh: pagi hari, siang hari, sore hari, malam hari, hari Minggu, atau saat liburan sekolah.

Contoh: Anak membantu ayah membersihkan halaman pada Minggu pagi.

  • Latar tempat: halaman rumah.

  • Latar waktu: Minggu pagi.

Latar dapat diperjelas dalam gambar melalui benda-benda pendukung, suasana, dan keadaan lingkungan.

E. Menentukan Peristiwa

Peristiwa adalah kejadian atau tindakan yang dialami oleh tokoh dalam cerita.

Peristiwa disusun secara berurutan agar cerita mudah dipahami.

Contoh pengalaman membantu ayah membersihkan halaman:

  1. Awal: Anak melihat halaman rumah yang kotor.

  2. Tengah: Anak mengambil sapu dan membantu ayah menyapu halaman.

  3. Akhir: Halaman menjadi bersih dan mereka merasa senang.

Urutan peristiwa dapat digambarkan dalam tiga atau lebih gambar sesuai kebutuhan cerita.

F. Menyusun Tokoh, Latar, dan Peristiwa

Sebelum menggambar, peserta didik perlu menentukan unsur-unsur cerita terlebih dahulu.

Contoh rancangan cerita:

  • Tema: Membantu orang tua.

  • Tokoh: Anak dan ayah.

  • Latar tempat: Halaman rumah.

  • Latar waktu: Minggu pagi.

  • Peristiwa awal: Anak melihat halaman kotor.

  • Peristiwa tengah: Anak membantu ayah menyapu.

  • Peristiwa akhir: Halaman menjadi bersih.

Dengan menentukan unsur-unsur tersebut, peserta didik dapat membuat gambar cerita yang runtut dan mudah dipahami.

G. Langkah-Langkah Membuat Gambar Cerita

  1. Mengingat pengalaman pribadi yang menarik.

  2. Menentukan tema cerita.

  3. Menentukan tokoh, latar tempat, dan latar waktu.

  4. Menuliskan urutan peristiwa dari awal, tengah, hingga akhir.

  5. Membuat sketsa atau gambar rancangan menggunakan pensil.

  6. Menambahkan detail tokoh, latar, dan kegiatan.

  7. Memilih warna yang sesuai dengan suasana cerita.

  8. Merapikan gambar dan menyusunnya sesuai urutan peristiwa.

  9. Memberikan judul jika diperlukan.

  10. Menceritakan isi gambar di depan teman atau kelompok.

🧩 LATIHAN PESERTA DIDIK

Bacalah cerita berikut dengan saksama!

Pengalaman Menanam Bunga

Pada hari Minggu pagi, Rani dan ibunya menanam bunga di halaman rumah. Ibu menyiapkan pot dan tanah, sedangkan Rani memasukkan bibit bunga ke dalam pot. Setelah selesai, mereka menyiram tanaman bersama-sama. Rani senang karena dapat membantu ibu membuat halaman rumah menjadi lebih indah.

Jawablah pertanyaan berikut!

  1. Apa tema cerita tersebut?

  2. Siapa saja tokoh yang terdapat dalam cerita?

  3. Di mana peristiwa tersebut terjadi?

  4. Kapan kegiatan menanam bunga dilakukan?

  5. Apa yang dilakukan ibu sebelum Rani memasukkan bibit bunga?

  6. Apa yang dilakukan Rani setelah bibit bunga dimasukkan ke dalam pot?

  7. Tuliskan peristiwa awal, tengah, dan akhir dalam cerita tersebut.

  8. Sebutkan dua benda yang dapat digambar untuk memperjelas latar cerita.

  9. Jika cerita tersebut dibuat menjadi tiga gambar, apa yang akan digambar pada setiap bagian?

  10. Ceritakan satu pengalaman pribadimu yang dapat dijadikan gambar cerita. Tentukan tema, tokoh, latar, dan urutan peristiwanya.

🎨 KEGIATAN PRAKTIK: MERANCANG GAMBAR CERITA

Peserta didik membuat rancangan gambar cerita berdasarkan pengalaman pribadi.

Petunjuk kegiatan:

  1. Pilih satu pengalaman pribadi yang berkesan.

  2. Tuliskan judul dan tema cerita.

  3. Tentukan tokoh yang terlibat.

  4. Tentukan latar tempat dan waktu.

  5. Tuliskan tiga peristiwa secara berurutan.

  6. Buat sketsa sederhana untuk setiap peristiwa.

  7. Pilih warna yang sesuai.

  8. Rapikan gambar dan persiapkan cerita untuk dipresentasikan.

Contoh lembar rancangan:

Unsur CeritaJawaban Peserta Didik
Judul cerita................................
Tema................................
Tokoh................................
Latar tempat................................
Latar waktu................................
Peristiwa awal................................
Peristiwa tengah................................
Peristiwa akhir................................
Warna yang dipilih................................

🌟 INGAT!

  • Tema adalah gagasan utama cerita.

  • Tokoh adalah karakter yang terlibat dalam cerita.

  • Latar menjelaskan tempat dan waktu terjadinya peristiwa.

  • Peristiwa adalah kejadian yang dialami tokoh.

  • Urutan cerita harus disusun secara runtut agar mudah dipahami.

  • Sketsa membantu merencanakan bentuk dan susunan gambar.

  • Warna dapat memperjelas suasana cerita.

  • Setiap peserta didik dapat memiliki ide dan pengalaman yang berbeda. Hargai karya sendiri dan karya teman.

📝 SOAL ASESMEN / POST TEST

A. Pilihan Ganda

Pilihlah jawaban yang paling tepat!

1. Tokoh dalam sebuah cerita adalah ....

A. tempat terjadinya cerita
B. karakter yang terlibat dalam cerita
C. warna yang digunakan dalam gambar
D. alat untuk menggambar

2. Siti membantu ibu memasak di dapur pada Minggu pagi. Latar tempat cerita tersebut adalah ....

A. halaman sekolah
B. pasar
C. dapur
D. lapangan

3. Berikut ini yang menunjukkan latar waktu adalah ....

A. di taman
B. di ruang kelas
C. di pantai
D. sore hari

4. Perhatikan urutan peristiwa berikut!

  1. Beni dan teman-temannya bermain layang-layang.

  2. Beni mengambil layang-layang dari rumah.

  3. Mereka pulang setelah selesai bermain.

Urutan peristiwa yang tepat adalah ....

A. 1–2–3
B. 2–1–3
C. 3–2–1
D. 2–3–1

5. Sebelum membuat gambar cerita, sebaiknya peserta didik ....

A. langsung mewarnai kertas
B. menghapus seluruh sketsa
C. menentukan tema, tokoh, latar, dan urutan peristiwa
D. menyalin gambar milik teman

B. Isian Singkat

  1. Gagasan utama yang mendasari sebuah cerita disebut ....

  2. Orang atau karakter yang terlibat dalam cerita disebut ....

  3. Keterangan tempat dan waktu terjadinya cerita disebut ....

  4. Cerita tentang anak yang membantu ayah berkebun di halaman rumah pada pagi hari memiliki latar tempat berupa ....

  5. Sebutkan dua hal yang perlu ditentukan sebelum membuat sketsa gambar cerita!

  6. Mengapa urutan peristiwa harus disusun secara runtut?

  7. Tuliskan tiga contoh latar tempat yang dapat digunakan dalam gambar cerita!

  8. Apa yang dimaksud dengan sketsa?

  9. Tuliskan tiga peristiwa secara berurutan dari pengalamanmu saat mengikuti kegiatan di sekolah!

  10. Buatlah rancangan singkat gambar cerita berdasarkan pengalaman pribadi dengan mencantumkan tema, tokoh, latar, dan tiga urutan peristiwa.

🔑 KUNCI JAWABAN

A. Pilihan Ganda

  1. B

  2. C

  3. D

  4. B

  5. C

B. Isian Singkat

  1. Tema.

  2. Tokoh.

  3. Latar.

  4. Halaman rumah.

  5. Tema dan tokoh; jawaban lain yang benar, seperti latar dan urutan peristiwa, dapat diterima.

  6. Agar cerita mudah dipahami dan kejadian tidak membingungkan.

  7. Rumah, sekolah, taman; jawaban lain yang sesuai dapat diterima.

  8. Sketsa adalah gambar awal atau rancangan sederhana sebelum gambar diselesaikan.

  9. Jawaban bervariasi sesuai pengalaman peserta didik, dengan urutan yang logis.

  10. Jawaban bervariasi. Penilaian berdasarkan kelengkapan tema, tokoh, latar, dan urutan peristiwa yang logis.

📊 RUBRIK PENILAIAN PRAKTIK GAMBAR CERITA

Aspek yang DinilaiSkor 4Skor 3Skor 2Skor 1
Tema dan ideSangat jelas dan sesuai pengalamanJelas dan sesuaiKurang jelasBelum sesuai
Tokoh dan latarLengkap dan tepatCukup lengkapSebagian kurang tepatBelum menunjukkan unsur yang sesuai
Urutan peristiwaSangat runtutRuntutSebagian kurang runtutBelum runtut
Sketsa dan warnaKreatif, rapi, dan sesuaiBaik dan cukup rapiKurang rapi atau kurang sesuaiBelum selesai
PresentasiJelas dan percaya diriCukup jelasMasih memerlukan bantuanBelum mampu menjelaskan dengan baik

Skor maksimal: 20

Nilai praktik: (Skor yang diperoleh ÷ 20) × 100

Guru memberikan umpan balik yang membangun dan menghargai proses kreatif setiap peserta didik.

🌟 KESIMPULAN

Gambar cerita merupakan cara menyampaikan pengalaman atau kejadian melalui rangkaian gambar. Untuk membuat gambar cerita yang baik, peserta didik perlu menentukan tema, tokoh, latar, dan urutan peristiwa terlebih dahulu. Setelah itu, peserta didik membuat sketsa, memilih warna, merapikan gambar, dan menyampaikan isi cerita dengan percaya diri.

Melalui kegiatan ini, peserta didik dapat mengembangkan kreativitas, kemampuan mengamati, keterampilan menggambar, serta keberanian untuk berbagi pengalaman melalui karya seni rupa.

PENDIDIKAN PANCASILA

  SELASA, 27 OKTOBER 2026 IDENTITAS Nama Guru: Elfida, S.Pd Mata Pelajaran: Pendidikan Pancasila Hari, Tanggal: Selasa, 27 Oktober 2026 F...

 

Elfida Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea