Minggu, 30 Agustus 2026

BAHASA INDONESIA

By elfida fida - Agustus 30, 2026 0 Comments

 CLASS IV.B SD AL AZAHAR 2

 


Memahami Teks Petunjuk Rambu Lalu Lintas dan Pentingnya Menaatinya

Hari/Tanggal: Senin, 31 Agustus 2026

Nama Guru: Elfida, S.Pd.

Fase/Kelas: B / IV B

Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia

Materi: Memahami Teks Petunjuk Rambu Lalu Lintas, Memaknai Kosakata Baru, dan Memahami Pentingnya Menaati Rambu Lalu Lintas🌸 Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas IV B! 💖

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Pada pembelajaran Bahasa Indonesia hari ini, kita akan belajar membaca teks narasi tentang perjalanan ke sekolah. Kita juga akan memahami berbagai teks petunjuk rambu lalu lintas dan menemukan kosakata baru yang berkaitan dengan lalu lintas.

Kita akan belajar memaknai kosakata baru dari teks yang dibaca dan memahami pentingnya menaati rambu lalu lintas dengan tepat. Setelah itu, kita akan berdiskusi tentang pentingnya menaati rambu lalu lintas agar tumbuh sikap disiplin dan bertanggung jawab.

Dengarkan penjelasan Bu Guru dengan baik, bacalah teks dengan lancar, berani bertanya, dan sampaikan pendapat dengan percaya diri. 🌟

Tetap semangat belajar, ananda sholeh dan sholehah IV B!

Jadilah anak yang disiplin, tertib, berhati-hati, dan bertanggung jawab ketika menjadi pengguna jalan. 🚦🚶‍♀️🛵

📌 CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu memahami informasi dari teks narasi dan petunjuk yang dibaca, menemukan serta memaknai kosakata baru berdasarkan konteks kalimat, serta menjelaskan pentingnya menaati aturan dan rambu lalu lintas untuk menumbuhkan sikap disiplin dan bertanggung jawab.

🎯 TUJUAN PEMBELAJARAN

Melalui kegiatan membaca teks narasi tentang perjalanan ke sekolah, mengamati gambar rambu-rambu lalu lintas, berdiskusi, serta menemukan kosakata baru, peserta didik mampu memaknai kosakata baru dari teks yang dibaca dan memahami pentingnya menaati rambu lalu lintas dengan tepat, sehingga tumbuh sikap disiplin dan tanggung jawab sebagai pengguna jalan

.✅ ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN 

Peserta didik mampu:

Membaca teks narasi tentang perjalanan ke sekolah dengan lancar.

Menemukan kosakata baru dalam teks narasi dan petunjuk.

Menjelaskan arti/makna kosakata baru dengan tepat.

Memperkirakan arti kata berdasarkan konteks kalimat.

Memahami teks petunjuk dan simbol rambu lalu lintas.

Menjelaskan pentingnya menaati rambu lalu lintas bagi keselamatan.

Menunjukkan sikap disiplin, tertib, dan bertanggung jawab sebagai pengguna jalan.

📚 MATERI POKOK

📖 Membaca teks narasi perjalanan ke sekolah

🚦 Memahami teks petunjuk dan gambar rambu-rambu lalu lintas

🔎 Menemukan dan memaknai kosakata baru

💭 Memperkirakan arti kosakata berdasarkan konteks kalimat

🧍 Menumbuhkan sikap disiplin dan tanggung jawab sebagai pengguna jalan

🧩 MODEL / METODE PEMBELAJARAN

Membaca, mengamati, berdiskusi, tanya jawab, latihan, dan penugasan.

📝 MEDIA PEMBELAJARAN / ALAT PERAGA

Teks narasi, gambar rambu-rambu lalu lintas, LKPD, papan tulis, dan media pembelajaran digital.💭 APERSEPSI

Alhamdulillah, anak-anak sholih dan sholihah, sekarang kita masuk ke pelajaran Bahasa Indonesia.

Guru menunjukkan beberapa gambar rambu lalu lintas kepada peserta didik. Peserta didik diminta mengamati gambar tersebut.

Kemudian guru bertanya:

💭 "Anak-anak, pernahkah kalian melihat rambu lalu lintas di jalan raya?"

💭 "Rambu apa saja yang pernah kalian lihat ketika berangkat ke sekolah?"

💭 "Apa yang harus dilakukan pengendara ketika melihat lampu lalu lintas berwarna merah?"

💭 "Mengapa kita harus menaati petunjuk rambu lalu lintas?"

Guru menjelaskan bahwa rambu lalu lintas memuat teks petunjuk, perintah, larangan, atau peringatan bagi pengguna jalan.

Dengan memahami petunjuk dan menaati rambu lalu lintas, perjalanan menjadi lebih aman, tertib, dan selamat sampai tujuan.🌙 Penguatan Keimanan dan Ketakwaan

Allah Swt. mengajarkan kita untuk senantiasa menjaga keselamatan diri dan tidak membahayakan orang lain.

Menaati aturan dan petunjuk lalu lintas merupakan salah satu bentuk sikap disiplin, bertanggung jawab, dan peduli terhadap sesama.

Ketika berada di jalan, kita harus senantiasa berhati-hati dan mematuhi aturan agar dapat menjaga keselamatan diri sendiri maupun orang lain.

Yuk, kita belajar dengan tertib, teliti, dan penuh semangat! 

🚦✨📖 MATERI PEMBELAJARAN

Membaca Teks Narasi tentang Perjalanan ke Sekolah

🚶 Perjalanan Siti ke Sekolah

Pagi hari, Siti bersiap pergi ke sekolah. Ia memakai seragam dengan rapi. Setelah berpamitan kepada ibu, Siti berjalan bersama ayah menuju sekolah.

Di perjalanan, Siti melihat banyak kendaraan melintas. Ada sepeda motor, mobil, bus, dan sepeda. Semua kendaraan berjalan dengan tertib.

Ketika sampai di persimpangan, Siti melihat lampu lalu lintas berwarna merah.

Ayah berhenti dan menunggu sampai lampu berubah menjadi hijau.

“Bolehkah kita berjalan ketika lampu masih merah?” tanya Siti.

“Tidak boleh. Kita harus menaati rambu dan petunjuk lalu lintas agar perjalanan tetap aman,” jawab Ayah.

Tidak jauh dari sana, Siti melihat rambu penyeberangan. Beberapa pejalan kaki sedang menyeberang melalui tempat yang telah disediakan.

Ayah memperlambat langkah dan memberikan kesempatan kepada pejalan kaki untuk menyeberang.

Siti merasa senang melihat semua orang tertib di jalan. Ia memahami bahwa menaati aturan dan petunjuk lalu lintas dapat menjaga keselamatan.

Sesampainya di sekolah, Siti mengucapkan salam kepada guru.

“Mulai sekarang aku akan selalu berhati-hati, mematuhi petunjuk rambu, dan menjadi pengguna jalan yang bertanggung jawab,” kata Siti.🔎 2. Menemukan dan Memaknai Kosakata Baru

Setelah membaca teks, kita dapat menemukan beberapa kosakata baru beserta maknanya:🚦 Kosakata tentang Lalu Lintas

Lalu lintas

Kegiatan kendaraan dan orang yang bergerak di jalan.

Persimpangan

Tempat bertemunya dua jalan atau lebih.

Rambu

Tanda berupa lambang, huruf, angka, atau kombinasi yang memberikan petunjuk, perintah, larangan, atau peringatan.

Penyeberangan

Tempat khusus di jalan yang digunakan untuk menyeberang (seperti zebra cross).

Pejalan kaki

Orang yang berjalan kaki di area jalan raya.

Memperlambat

Membuat gerakan atau laju kendaraan menjadi lebih lambat.

Menaati

Mematuhi, mengikut, atau melaksanakan aturan dengan tertib.

Keselamatan

Keadaan aman, sejahtera, dan terhindar dari bahaya atau kecelakaan.💭 3. Memperkirakan Arti Kosakata Berdasarkan Konteks

Anak-anak, kita dapat memperkirakan dan memahami arti sebuah kata dengan memperhatikan kalimat sebelum dan sesudahnya.Perhatikan contoh berikut!

“Ketika sampai di persimpangan, Siti melihat lampu lalu lintas berwarna merah.”

Dari kalimat tersebut, kita dapat memperkirakan bahwa persimpangan adalah titik bertemunya dua atau lebih jalur jalan.Contoh lainnya:

“Beberapa pejalan kaki sedang menyeberang melalui tempat yang telah disediakan.”

Berdasarkan konteks kalimat tersebut, kita mengetahui bahwa pejalan kaki adalah orang-orang yang menyeberang jalan tanpa menggunakan kendaraan.🚦 4. Memahami Teks Petunjuk dan Rambu Lalu Lintas

Rambu lalu lintas memberikan petunjuk penting agar kita berkendara dan berjalan dengan aman.🛑 Rambu Berhenti

Petunjuk: Pengendara wajib berhenti sejenak sebelum melanjutkan perjalanan di area aman.

🚸 Rambu Penyeberangan Pejalan Kaki

Petunjuk: Mengingatkan pengendara bahwa ada area penyeberangan orang, sehingga harus mengurangi kecepatan.

⛔ Rambu Larangan Masuk

Petunjuk: Melarang kendaraan untuk melintas atau memasuki jalan tertentu.

⚠️ Rambu Peringatan

Petunjuk: Memberikan peringatan bahwa di depan ada potensi bahaya atau kondisi jalan tertentu (misal: jalan licin atau tikungan tajam).

🚦 Lampu Lalu Lintas (Isyarat Petunjuk)

🔴 Merah: Berhenti.

🟡 Kuning: Bersiap-siap atau memperlambat kendaraan.

🟢 Hijau: Boleh berjalan jika kondisi aman.❤️ 5. Pentingnya Menaati Rambu Lalu Lintas

Mengapa kita harus memahami dan menaati rambu lalu lintas?

✅ Menjaga keselamatan diri sendiri dan orang lain.

✅ Mencegah timbulnya kemacetan dan kecelakaan di jalan.

✅ Menciptakan ketertiban serta kenyamanan bagi seluruh pengguna jalan.

✅ Menumbuhkan sikap disiplin dan rasa tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.Ingat!

🚦 Taat petunjuk di jalan, selamat dan lancar sampai tujuan!

🗣️ AYO BERDISKUSI!

Diskusikan pertanyaan-pertanyaan berikut bersama teman kelompokmu!Siapa saja tokoh yang pergi ke sekolah dalam teks narasi di atas?Apa yang dilakukan Ayah ketika melihat lampu lalu lintas berwarna merah?Apa makna dari kata "pejalan kaki" dan "persimpangan"?Mengapa pengguna jalan wajib memahami petunjuk pada rambu lalu lintas?Apa akibat yang terjadi jika seseorang melanggar petunjuk rambu lalu lintas?Tunjukkan contoh sikap disiplin dan bertanggung jawab saat kamu menjadi pejalan kaki!

Sampaikan hasil diskusimu di depan kelas dengan percaya diri! 🌟

✏️ LATIHAN

A. Temukan Kosakata Baru

Tuliskan 5 kosakata baru yang kamu temukan dalam teks “Perjalanan Siti ke Sekolah” beserta maknanya!B. Pilihlah Jawaban yang Tepat!Tempat bertemunya dua jalan atau lebih disebut ....

a. sekolah

b. persimpangan

c. halaman

Jawaban: _______Orang yang berjalan di jalan raya disebut ....

a. pengendara

b. penumpang

c. pejalan kaki

Jawaban: _______Kata menaati memiliki arti ....

a. melanggar

b. mematuhi

c. mengabaikan

Jawaban: _______Ketika lampu lalu lintas berwarna merah, kendaraan harus ....

a. berhenti

b. melaju cepat

c. terus berjalan

Jawaban: _______Rambu lalu lintas dipasang dengan tujuan untuk ....

a. menghias pinggir jalan

b. memberikan petunjuk dan mengatur tata tertib pengguna jalan

c. membuat jalanan menjadi ramai

Jawaban: _______

🧩 C. Lengkapilah Kalimat Berikut!

Pilihan kata: persimpangan – menaati – pejalan kaki – keselamatan – rambuKita harus __________ seluruh petunjuk rambu lalu lintas.__________ lalu lintas memberikan peringatan dan petunjuk bagi pengguna jalan.Ayah memperlambat kendaraan ketika berada di dekat __________.Pengendara mobil wajib memberi kesempatan kepada __________ yang menyeberang.Mematuhi aturan lalu lintas sangat penting untuk menjaga __________.💡 D. Perkirakan Arti Kata Berdasarkan Konteks!

Bacalah kalimat berikut, kemudian tuliskan arti kata yang dicetak tebal!“Ayah berhenti ketika sampai di persimpangan.”

Persimpangan berarti: __________________________________________________“Beberapa pejalan kaki sedang menyeberang jalan.”

Pejalan kaki berarti: __________________________________________________“Kita harus menaati petunjuk lalu lintas.”

Menaati berarti: __________________________________________________“Ayah memperlambat laju motor mendekati lokasi penyeberangan.”

Memperlambat berarti: __________________________________________________🎯 

REFLEKSI:

MATEMATIKA

By elfida fida - Agustus 30, 2026 0 Comments

CLASS IV.B SD AL AZAHAR 2

 

➖ Operasi Pengurangan Bilangan Cacah Sampai 1.000 (Tanpa Meminjam & Meminjam) 

Hari/Tanggal: Senin, 31 Agustus 2026

Nama Guru: Elfida, S.Pd.

Fase/Kelas: B / IV B

Mata Pelajaran: Matematika

Materi: Melakukan Operasi Pengurangan Bilangan Cacah sampai 1.000 (Tanpa Meminjam dan Meminjam) serta Menyelesaikan Masalah Sehari-hari

🌸 Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas IV B! 💖

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Pada pembelajaran Matematika hari ini, kita akan belajar tentang operasi pengurangan bilangan cacah sampai 1.000, baik teknik tanpa meminjam maupun dengan meminjam. Kita juga akan belajar menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari menggunakan operasi pengurangan.

Dengarkan penjelasan Bu Guru dengan baik, ikuti langkah-langkah penghitungan dengan teliti, berani bertanya, dan bersikap jujur serta percaya diri. 🌟

Tetap semangat belajar, ananda sholeh dan sholehah IV B!

Jadilah anak yang teliti, jujur, cermat, dan bertanggung jawab dalam setiap tugas. 📐✏️

📌 CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu menunjukkan pemahaman dan intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 1.000, serta dapat melakukan dan menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan operasi pengurangan bilangan cacah sampai 1.000 dengan benar.

🎯 TUJUAN PEMBELAJARAN

Melalui kegiatan menyimak penjelasan, mengamati contoh soal, berdiskusi, dan berlatih mandiri, peserta didik mampu:

  • Menjelaskan konsep pengurangan bilangan cacah sampai 1.000.

  • Melakukan operasi pengurangan bilangan cacah sampai 1.000 tanpa meminjam secara benar.

  • Melakukan operasi pengurangan bilangan cacah sampai 1.000 dengan teknik meminjam secara tepat.

  • Menyelesaikan masalah cerita sehari-hari yang berkaitan dengan pengurangan bilangan cacah sampai 1.000.

  • Menunjukkan sikap teliti, jujur, dan tekun dalam menghitung.

ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu:

  • Memahami nilai tempat ratusan, puluhan, dan satuan.

  • Menghitung pengurangan susun pendek tanpa meminjam dengan tepat.

  • Menghitung pengurangan susun pendek dengan teknik meminjam dengan tepat.

  • Menganalisis dan memecahkan soal cerita pengurangan.

  • Menunjukkan kerapian dan ketelitian dalam mengerjakan latihan.

📚 MATERI POKOK

📖 Pengertian Pengurangan dan Nilai Tempat Bilangan Cacah sampai 1.000

➕ Operasi Pengurangan Tanpa Meminjam

🔄 Operasi Pengurangan dengan Meminjam (Teknik Menyimpan/Meminjam)

🧩 Penyelesaian Soal Cerita Pengurangan

🧩 MODEL / METODE PEMBELAJARAN

Penjelasan interaktif, demonstrasi papan tulis, diskusi kelompok, latihan terbimbing, dan penugasan mandiri.

📝 MEDIA PEMBELAJARAN / ALAT PERAGA

Blok Dienes/Kantong Nilai Tempat (Ratusan, Puluhan, Satuan), Papan Tulis, LKPD, dan Buku Pendamping Matematika.

💭 APERSEPSI

Alhamdulillah, anak-anak sholih dan sholihah, sekarang kita masuk ke pelajaran Matematika.

Guru menunjukkan sebuah kotak berisi 250 kelereng di depan kelas, lalu mengambil 30 kelereng.

Kemudian guru bertanya:

💭 "Anak-anak, jika Bu Guru mengambil kelereng dari dalam kotak, apakah jumlah kelereng bertambah atau berkurang?"

💭 "Pernahkah kalian membagikan kue atau jajanan kalian kepada teman?"

💭 "Apa yang terjadi pada sisa benda setelah diberikan kepada orang lain?"

Guru menjelaskan bahwa pengurangan digunakan untuk menghitung sisa, selisih, atau sisa barang yang diambil.

🌙 Penguatan Keimanan dan Ketakwaan

Allah Swt. mencintai hamba-Nya yang teliti, bersikap jujur, dan gemar berbagi. Ketika kita berbagi kebaikan, rezeki kita tidak akan berkurang di sisi Allah Swt. Belajar menghitung dengan cermat merupakan bagian dari menuntut ilmu yang bernilai ibadah. Yuk, kita belajar dengan teliti, jujur, dan penuh semangat! ✨

📖 MATERI PEMBELAJARANPengurangan Tanpa MeminjamPengurangan dilakukan dengan mengurangkan angka sesuai nilai tempatnya: satuan dikurang satuan, puluhan dikurang puluhan, dan ratusan dikurang ratusan.

Contoh 1:

Hitunglah 468−135= ...

Langkah-langkah:

Satuan: 8−5=3

Puluhan: 6−3=3

Ratusan: 4−1=3

Hasil: 333

Pengurangan Dengan Meminjam

Jika angka atas lebih kecil daripada angka bawah pada nilai tempat yang sama, maka kita perlu meminjam 1 puluhan dari nilai tempat di sebelahnya.

Contoh 2:

Hitunglah 652−237= ...

Langkah-langkah:

Satuan: 2−7 (tidak bisa), 

pinjam 1 puluhan dari 5.Angka 2 menjadi 12, angka 5 sisa 4.12−7=5Puluhan: 4−3=1

Ratusan: 6−2=4Hasil: 415

Menyelesaikan Soal Cerita PenguranganContoh Soal Cerita:Ahmad mempunyai 745 lembar kertas warna. Kertas tersebut digunakan untuk membuat kerajinan sebanyak 382 lembar. Berapa lembar sisa kertas warna Ahmad?

Penyelesaian:

Diketahui:Kertas awal = 745 lembarKertas digunakan = 382

 lembarDitanya: Sisa kertas Ahmad?

Jawab:745−382= 363​​

Jadi, sisa kertas warna Ahmad adalah 363 lembar.

✏️ AYO BERLATIH!

A. Hitunglah Pengurangan Tanpa Meminjam Berikut!

375−142=…

689−254=…

896−431=…

B. Hitunglah Pengurangan Dengan Meminjam Berikut!

543−217=…

725−358=…

902−436=…

C. Selesaikan Soal Cerita Berikut!

1. Perpustakaan SD Al Azhar 2 memiliki 654 buku cerita. Sebanyak 238 buku dipinjam oleh siswa kelas IV. Berapa sisa buku cerita yang ada di perpustakaan?

2. Pak Budi memanen 820 buah mangga. Sebanyak 475 buah mangga dijual ke pasar. Berapa buah mangga yang belum dijual?

📝 LATIHAN HARIAN

A. Isilah titik-titik dengan jawaban yang tepat!

Hasil dari 487−153 adalah ....

Hasil dari 654−231 adalah ....

Pada pengurangan 532−128, angka satuan 2 meminjam 1 puluhan dari 3 sehingga menjadi ....

760−325=…

Selisih antara 850 dan 320 adalah ....

B. Jawablah pertanyaan berikut dengan benar!

Hitunglah pengurangan 734−281 menggunakan cara susun pendek!

Sebuah perkebunan menghasilkan 945 buah jeruk. Sebanyak 568 buah jeruk diangkut ke kota. Berapa sisa buah jeruk yang ada di perkebunan

KUNCI JAWABAN

A. Isian

  1. 334

  2. 423

  3. 12

  4. 435

  5. 530

B. Uraian

Jadi, sisa buah jeruk di perkebunan adalah 377 buah.

🌈 KESIMPULAN

Hari ini kita telah belajar pengurangan bilangan cacah sampai 1.000 baik tanpa meminjam maupun dengan meminjam.

  • Pengurangan tanpa meminjam dapat langsung dihitung berdasarkan nilai tempatnya (satuan, puluhan, ratusan).

  • Pengurangan dengan meminjam dilakukan jika angka yang dikurangi lebih kecil dari angka pengurang, dengan cara meminjam 1 nilai tempat di depannya.

💭 REFLEKSI

Setelah belajar hari ini, mari kita tanyakan kepada diri sendiri:





CLASS IV.B SD AL AZHAR 

Memahami Teks Petunjuk Rambu Lalu Lintas dan Pentingnya Menaatinya

Hari/Tanggal: Senin, 31 Agustus 2026

Nama Guru: Elfida, S.Pd.

Fase/Kelas: B / IV B

Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia

Materi: Memahami Teks Petunjuk Rambu Lalu Lintas, Memaknai Kosakata Baru, dan Memahami Pentingnya Menaati Rambu Lalu Lintas🌸 Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas IV B! 💖

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Pada pembelajaran Bahasa Indonesia hari ini, kita akan belajar membaca teks narasi tentang perjalanan ke sekolah. Kita juga akan memahami berbagai teks petunjuk rambu lalu lintas dan menemukan kosakata baru yang berkaitan dengan lalu lintas.

Kita akan belajar memaknai kosakata baru dari teks yang dibaca dan memahami pentingnya menaati rambu lalu lintas dengan tepat. Setelah itu, kita akan berdiskusi tentang pentingnya menaati rambu lalu lintas agar tumbuh sikap disiplin dan bertanggung jawab.

Dengarkan penjelasan Bu Guru dengan baik, bacalah teks dengan lancar, berani bertanya, dan sampaikan pendapat dengan percaya diri. 🌟

Tetap semangat belajar, ananda sholeh dan sholehah IV B!

Jadilah anak yang disiplin, tertib, berhati-hati, dan bertanggung jawab ketika menjadi pengguna jalan. 🚦🚶‍♀️🛵

📌 CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu memahami informasi dari teks narasi dan petunjuk yang dibaca, menemukan serta memaknai kosakata baru berdasarkan konteks kalimat, serta menjelaskan pentingnya menaati aturan dan rambu lalu lintas untuk menumbuhkan sikap disiplin dan bertanggung jawab.

🎯 TUJUAN PEMBELAJARAN

Melalui kegiatan membaca teks narasi tentang perjalanan ke sekolah, mengamati gambar rambu-rambu lalu lintas, berdiskusi, serta menemukan kosakata baru, peserta didik mampu memaknai kosakata baru dari teks yang dibaca dan memahami pentingnya menaati rambu lalu lintas dengan tepat, sehingga tumbuh sikap disiplin dan tanggung jawab sebagai pengguna jalan

.✅ KRITERIA PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu:

Membaca teks narasi tentang perjalanan ke sekolah dengan lancar.

Menemukan kosakata baru dalam teks narasi dan petunjuk.

Menjelaskan arti/makna kosakata baru dengan tepat.

Memperkirakan arti kata berdasarkan konteks kalimat.

Memahami teks petunjuk dan simbol rambu lalu lintas.

Menjelaskan pentingnya menaati rambu lalu lintas bagi keselamatan.

Menunjukkan sikap disiplin, tertib, dan bertanggung jawab sebagai pengguna jalan.

📚 MATERI POKOK

📖 Membaca teks narasi perjalanan ke sekolah

🚦 Memahami teks petunjuk dan gambar rambu-rambu lalu lintas

🔎 Menemukan dan memaknai kosakata baru

💭 Memperkirakan arti kosakata berdasarkan konteks kalimat

🧍 Menumbuhkan sikap disiplin dan tanggung jawab sebagai pengguna jalan

🧩 MODEL / METODE PEMBELAJARAN

Membaca, mengamati, berdiskusi, tanya jawab, latihan, dan penugasan.

📝 MEDIA PEMBELAJARAN / ALAT PERAGA

Teks narasi, gambar rambu-rambu lalu lintas, LKPD, papan tulis, dan media pembelajaran digital.💭 APERSEPSI

Alhamdulillah, anak-anak sholih dan sholihah, sekarang kita masuk ke pelajaran Bahasa Indonesia.

Guru menunjukkan beberapa gambar rambu lalu lintas kepada peserta didik. Peserta didik diminta mengamati gambar tersebut.

Kemudian guru bertanya:

💭 "Anak-anak, pernahkah kalian melihat rambu lalu lintas di jalan raya?"

💭 "Rambu apa saja yang pernah kalian lihat ketika berangkat ke sekolah?"

💭 "Apa yang harus dilakukan pengendara ketika melihat lampu lalu lintas berwarna merah?"

💭 "Mengapa kita harus menaati petunjuk rambu lalu lintas?"

Guru menjelaskan bahwa rambu lalu lintas memuat teks petunjuk, perintah, larangan, atau peringatan bagi pengguna jalan.

Dengan memahami petunjuk dan menaati rambu lalu lintas, perjalanan menjadi lebih aman, tertib, dan selamat sampai tujuan.🌙 Penguatan Keimanan dan Ketakwaan

Allah Swt. mengajarkan kita untuk senantiasa menjaga keselamatan diri dan tidak membahayakan orang lain.

Menaati aturan dan petunjuk lalu lintas merupakan salah satu bentuk sikap disiplin, bertanggung jawab, dan peduli terhadap sesama.

Ketika berada di jalan, kita harus senantiasa berhati-hati dan mematuhi aturan agar dapat menjaga keselamatan diri sendiri maupun orang lain.

Yuk, kita belajar dengan tertib, teliti, dan penuh semangat! 

🚦✨📖 MATERI PEMBELAJARAN

Membaca Teks Narasi tentang Perjalanan ke Sekolah

🚶 Perjalanan Siti ke Sekolah

Pagi hari, Siti bersiap pergi ke sekolah. Ia memakai seragam dengan rapi. Setelah berpamitan kepada ibu, Siti berjalan bersama ayah menuju sekolah.

Di perjalanan, Siti melihat banyak kendaraan melintas. Ada sepeda motor, mobil, bus, dan sepeda. Semua kendaraan berjalan dengan tertib.

Ketika sampai di persimpangan, Siti melihat lampu lalu lintas berwarna merah.

Ayah berhenti dan menunggu sampai lampu berubah menjadi hijau.

“Bolehkah kita berjalan ketika lampu masih merah?” tanya Siti.

“Tidak boleh. Kita harus menaati rambu dan petunjuk lalu lintas agar perjalanan tetap aman,” jawab Ayah.

Tidak jauh dari sana, Siti melihat rambu penyeberangan. Beberapa pejalan kaki sedang menyeberang melalui tempat yang telah disediakan.

Ayah memperlambat langkah dan memberikan kesempatan kepada pejalan kaki untuk menyeberang.

Siti merasa senang melihat semua orang tertib di jalan. Ia memahami bahwa menaati aturan dan petunjuk lalu lintas dapat menjaga keselamatan.

Sesampainya di sekolah, Siti mengucapkan salam kepada guru.

“Mulai sekarang aku akan selalu berhati-hati, mematuhi petunjuk rambu, dan menjadi pengguna jalan yang bertanggung jawab,” kata Siti.🔎 2. Menemukan dan Memaknai Kosakata Baru

Setelah membaca teks, kita dapat menemukan beberapa kosakata baru beserta maknanya:🚦 Kosakata tentang Lalu Lintas

Lalu lintas

Kegiatan kendaraan dan orang yang bergerak di jalan.

Persimpangan

Tempat bertemunya dua jalan atau lebih.

Rambu

Tanda berupa lambang, huruf, angka, atau kombinasi yang memberikan petunjuk, perintah, larangan, atau peringatan.

Penyeberangan

Tempat khusus di jalan yang digunakan untuk menyeberang (seperti zebra cross).

Pejalan kaki

Orang yang berjalan kaki di area jalan raya.

Memperlambat

Membuat gerakan atau laju kendaraan menjadi lebih lambat.

Menaati

Mematuhi, mengikut, atau melaksanakan aturan dengan tertib.

Keselamatan

Keadaan aman, sejahtera, dan terhindar dari bahaya atau kecelakaan.💭 3. Memperkirakan Arti Kosakata Berdasarkan Konteks

Anak-anak, kita dapat memperkirakan dan memahami arti sebuah kata dengan memperhatikan kalimat sebelum dan sesudahnya.Perhatikan contoh berikut!

“Ketika sampai di persimpangan, Siti melihat lampu lalu lintas berwarna merah.”

Dari kalimat tersebut, kita dapat memperkirakan bahwa persimpangan adalah titik bertemunya dua atau lebih jalur jalan.Contoh lainnya:

“Beberapa pejalan kaki sedang menyeberang melalui tempat yang telah disediakan.”

Berdasarkan konteks kalimat tersebut, kita mengetahui bahwa pejalan kaki adalah orang-orang yang menyeberang jalan tanpa menggunakan kendaraan.🚦 4. Memahami Teks Petunjuk dan Rambu Lalu Lintas

Rambu lalu lintas memberikan petunjuk penting agar kita berkendara dan berjalan dengan aman.🛑 Rambu Berhenti

Petunjuk: Pengendara wajib berhenti sejenak sebelum melanjutkan perjalanan di area aman.

🚸 Rambu Penyeberangan Pejalan Kaki

Petunjuk: Mengingatkan pengendara bahwa ada area penyeberangan orang, sehingga harus mengurangi kecepatan.

⛔ Rambu Larangan Masuk

Petunjuk: Melarang kendaraan untuk melintas atau memasuki jalan tertentu.

⚠️ Rambu Peringatan

Petunjuk: Memberikan peringatan bahwa di depan ada potensi bahaya atau kondisi jalan tertentu (misal: jalan licin atau tikungan tajam).

🚦 Lampu Lalu Lintas (Isyarat Petunjuk)

🔴 Merah: Berhenti.

🟡 Kuning: Bersiap-siap atau memperlambat kendaraan.

🟢 Hijau: Boleh berjalan jika kondisi aman.❤️ 5. Pentingnya Menaati Rambu Lalu Lintas

Mengapa kita harus memahami dan menaati rambu lalu lintas?

✅ Menjaga keselamatan diri sendiri dan orang lain.

✅ Mencegah timbulnya kemacetan dan kecelakaan di jalan.

✅ Menciptakan ketertiban serta kenyamanan bagi seluruh pengguna jalan.

✅ Menumbuhkan sikap disiplin dan rasa tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.Ingat!

🚦 Taat petunjuk di jalan, selamat dan lancar sampai tujuan!🗣️ AYO BERDISKUSI!

Diskusikan pertanyaan-pertanyaan berikut bersama teman kelompokmu!Siapa saja tokoh yang pergi ke sekolah dalam teks narasi di atas?Apa yang dilakukan Ayah ketika melihat lampu lalu lintas berwarna merah?Apa makna dari kata "pejalan kaki" dan "persimpangan"?Mengapa pengguna jalan wajib memahami petunjuk pada rambu lalu lintas?Apa akibat yang terjadi jika seseorang melanggar petunjuk rambu lalu lintas?Tunjukkan contoh sikap disiplin dan bertanggung jawab saat kamu menjadi pejalan kaki!

Sampaikan hasil diskusimu di depan kelas dengan percaya diri! 🌟✏️ AYO BERLATIH!A. Temukan Kosakata Baru

Tuliskan 5 kosakata baru yang kamu temukan dalam teks “Perjalanan Siti ke Sekolah” beserta maknanya!B. Pilihlah Jawaban yang Tepat!Tempat bertemunya dua jalan atau lebih disebut ....

a. sekolah

b. persimpangan

c. halaman

Jawaban: _______Orang yang berjalan di jalan raya disebut ....

a. pengendara

b. penumpang

c. pejalan kaki

Jawaban: _______Kata menaati memiliki arti ....

a. melanggar

b. mematuhi

c. mengabaikan

Jawaban: _______Ketika lampu lalu lintas berwarna merah, kendaraan harus ....

a. berhenti

b. melaju cepat

c. terus berjalan

Jawaban: _______Rambu lalu lintas dipasang dengan tujuan untuk ....

a. menghias pinggir jalan

b. memberikan petunjuk dan mengatur tata tertib pengguna jalan

c. membuat jalanan menjadi ramai

Jawaban: _______🧩 C. Lengkapilah Kalimat Berikut!

Pilihan kata: persimpangan – menaati – pejalan kaki – keselamatan – rambuKita harus __________ seluruh petunjuk rambu lalu lintas.__________ lalu lintas memberikan peringatan dan petunjuk bagi pengguna jalan.Ayah memperlambat kendaraan ketika berada di dekat __________.Pengendara mobil wajib memberi kesempatan kepada __________ yang menyeberang.Mematuhi aturan lalu lintas sangat penting untuk menjaga __________.💡 D. Perkirakan Arti Kata Berdasarkan Konteks!

Bacalah kalimat berikut, kemudian tuliskan arti kata yang dicetak tebal!“Ayah berhenti ketika sampai di persimpangan.”

Persimpangan berarti: __________________________________________________“Beberapa pejalan kaki sedang menyeberang jalan.”

Pejalan kaki berarti: __________________________________________________“Kita harus menaati petunjuk lalu lintas.”

Menaati berarti: __________________________________________________“Ayah memperlambat laju motor mendekati lokasi penyeberangan.”

Memperlambat berarti: __________________________________________________🎯 

REFLEKSI:

PENDIDIKAN PANCASILA

By elfida fida - Agustus 30, 2026 0 Comments

 

CLASS IV.B SD AL AZAHAR 2

 

 Mengenal Tokoh Perumus Pancasila dan Meneladani Nilai-Nilai Kepahlawanan

Hari/Tanggal: Senin, 31 Agustus 2026

Nama Guru: Elfida, S.Pd.

Fase/Kelas: B / IV B

Mata Pelajaran: Pendidikan Pancasila

Materi: Mengenal Tokoh Perumus Pancasila, Mengidentifikasi Karakter Tokoh, dan Meneladani Nilai-Nilai Kepahlawanan dalam Kehidupan Sehari-hari

🌸 Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas IV B! 💖

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan senantiasa bersemangat dalam menuntut ilmu. Semoga Allah Swt. selalu melimpahkan kesehatan, kemudahan, dan keberkahan ilmu untuk kita semua. Aamiin. 🤲

Sebelum memulai pembelajaran hari ini, mari kita awali dengan berdoa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar hati kita tenang dan pembelajaran berjalan lancar penuh berkah. ✨

Pada pembelajaran Pendidikan Pancasila hari ini, kita akan belajar mengenal tokoh-tokoh hebat perumus dasar negara kita, yaitu Pancasila. Kita akan membaca kisah perjuangan para pendiri bangsa, mengidentifikasi karakter terpuji dan nilai-nilai kepahlawanan mereka saat merumuskan Pancasila, serta belajar bagaimana meneladani nilai-nilai tersebut dalam kehidupan kita sehari-hari di rumah, sekolah, dan masyarakat.

Simak penjelasan Bu Guru dengan saksama, bacalah materi dengan teliti, jangan ragu untuk bertanya, dan sampaikan pendapatmu dengan percaya diri. 🌟

Tetap semangat belajar, ananda sholeh dan sholehah IV B!

Jadilah anak yang berakhlak mulia, cinta tanah air, bijaksana dalam bermusyawarah, dan selalu siap meneladani nilai-nilai Pancasila! 🇮🇩✨

📌 CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu mengidentifikasi tokoh-tokoh perumus Pancasila, memahami proses perumusan dasar negara, mengidentifikasi karakter dan nilai-nilai kepahlawanan para perumus Pancasila, serta meneladani nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.

🎯 TUJUAN PEMBELAJARAN

Melalui kegiatan membaca narasi sejarah, mengamati gambar tokoh, berdiskusi, serta mengerjakan latihan, peserta didik mampu:

1. Mengidentifikasi tokoh-tokoh utama perumus Pancasila (Mr. Muhammad Yamin, Prof. Dr. Mr. Soepomo, dan Ir. Soekarno).

2. Menjelaskan peran para tokoh dalam proses perumusan dasar negara Indonesia.

3. Mengidentifikasi karakter terpuji dan nilai-nilai kepahlawanan para perumus Pancasila.

4. Menganalisis pentingnya sikap toleransi, musyawarah, dan kebersamaan dalam perumusan Pancasila.

5. Menunjukkan contoh perilaku meneladani nilai kepahlawanan perumus Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

6. Menunjukkan sikap cinta tanah air, menghargai perbedaan, disiplin, dan bertanggung jawab.

✅ ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu:

1. Menyebutkan nama-nama tokoh perumus Pancasila dengan benar.

2. Menjelaskan sikap dan karakter positif yang dimiliki para perumus Pancasila.

3. Menjelaskan pentingnya musyawarah mufakat dan toleransi dalam perumusan Pancasila.

4. Memberikan contoh penerapan nilai-nilai kepahlawanan Pancasila di lingkungan sekitar.

5. Menunjukkan sikap menghargai pendapat orang lain saat berdiskusi di kelas.


📚 MATERI POKOK

📖 Membaca teks narasi proses perumusan Pancasila

👤 Mengenal tokoh-tokoh perumus Pancasila

⭐ Karakter dan nilai-nilai kepahlawanan para perumus Pancasila

🤝 Meneladani nilai perumusan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari (Musyawarah, Toleransi, Cinta Tanah Air, Rela Berkorban)


🧩 MODEL / METODE PEMBELAJARAN

Membaca narasi, mengamati gambar tokoh, diskusi kelompok, tanya jawab, analisis studi kasus, dan penugasan.


📝 MEDIA PEMBELAJARAN / ALAT PERAGA

Gambar/Foto Tokoh Perumus Pancasila, Teks Narasi Sejarah BPUPKI, LKPD, Slide Presentasi Digital, dan Papan Tulis.


💭 APERSEPSI

Alhamdulillah, anak-anak sholih dan sholihah, sekarang kita masuk ke pelajaran Pendidikan Pancasila.

Guru menampilkan gambar Burung Garuda Pancasila dan foto tiga tokoh perumus Pancasila (Mr. Muhammad Yamin, Prof. Dr. Mr. Soepomo, Ir. Soekarno).

Kemudian guru bertanya kepada peserta didik:

💭 "Anak-anak, tahukah kalian siapa yang merumuskan dasar negara Pancasila yang sering kita ucapkan setiap upacara bendera?"

💭 "Pernahkah kalian berbeda pendapat dengan teman saat memilih ketua kelas atau menentukan permainan? Bagaimana cara kalian menyelesaikannya?"

💭 "Mengapa para pahlawan bangsa dulu bisa bersatu padahal mereka berasal dari suku dan daerah yang berbeda-beda?"


Guru menjelaskan bahwa Pancasila lahir dari proses musyawarah yang panjang oleh para tokoh bangsa yang memiliki jiwa besar, rasa cinta tanah air yang tinggi, serta keteladanan akhlak yang sangat mulia.


🌙 Penguatan Keimanan dan Ketakwaan

Allah Swt. memerintahkan kita untuk saling mengenal dan bersatu dalam kebaikan. Dalam Al-Qur'an Surah Ali 'Imran ayat 159, Allah mengajarkan pentingnya bermusyawarah dan bersikap lemah lembut dalam menyelesaikan persoalan.

Para perumus Pancasila telah meneladani perintah tersebut dengan mengedepankan persatuan, saling menghormati, dan keikhlasan demi bangsa dan negara.

Meneladani sikap para pahlawan merupakan salah satu wujud rasa syukur kita kepada Allah Swt. atas kemerdekaan Indonesia.

Yuk, kita pelajari bersama dengan penuh semangat dan rasa bangga! 🇮🇩✨


📖 MATERI PEMBELAJARAN

1. Membaca Teks Narasi: Perjuangan Merumuskan Dasar Negara

🕊️ Musyawarah Hebat Para Pendiri Bangsa

Menjelang kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945, para tokoh bangsa berkumpul dalam sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Mereka berdiskusi untuk merumuskan dasar negara bagi Indonesia yang merdeka.

Dalam sidang tersebut, beberapa tokoh menyampaikan gagasan dan usulan mengenai rumusan dasar negara. Meskipun mereka berasal dari latar belakang suku, agama, dan daerah yang berbeda, mereka berbicara dengan santun, saling mendengarkan, dan tidak mengedepankan kepentingan pribadi.

Tiga tokoh utama yang menyampaikan gagasan rumusan dasar negara dalam sidang BPUPKI adalah Mr. Muhammad Yamin, Prof. Dr. Mr. Soepomo, dan Ir. Soekarno. 

Setelah melalui proses diskusi dan musyawarah yang mendalam, pada tanggal 1 Juni 1945 Ir. Soekarno memperkenalkan nama "Pancasila" sebagai dasar negara. Kemudian dilanjutkan oleh Panitia Sembilan hingga akhirnya disahkanlah rumusan Pancasila sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 pada tanggal 18 Agustus 1945.

Para perumus Pancasila mengutamakan persatuan Indonesia di atas segala-galanya. Mereka mengajarkan kepada kita bahwa perbedaan pendapat bukan alasan untuk berpecah belah, melainkan modal untuk melahirkan keputusannya yang terbaik bagi bersama.


👤 2. Mengenal Tokoh-Tokoh Perumus Pancasila

Mari kita kenali lebih dekat tiga tokoh utama perumus Pancasila berikut ini:

🇲🇨 1. Mr. Muhammad Yamin (29 Mei 1945)

Beliau adalah seorang sastrawan, ahli hukum, dan politikus Indonesia. Dalam sidang BPUPKI tanggal 29 Mei 1945, beliau menyampaikan gagasan dasar negara Indonesia merdeka yang terdiri dari:

1. Peri Kebangsaan

2. Peri Kemanusiaan

3. Peri Ketuhanan

4. Peri Kerakyatan

5. Kesejahteraan Rakyat

🇲🇨 2. Prof. Dr. Mr. Soepomo (31 Mei 1945)

Beliau adalah seorang ahli hukum pakar hukum adat. Dalam gagasannya pada tanggal 31 Mei 1945, beliau menekankan pentingnya persatuan dan kesatuan. Lima asas dasar negara menurut beliau yaitu:

1. Persatuan

2. Kekeluargaan

3. Keseimbangan Lahir dan Batin

4. Musyawarah

5. Keadilan Rakyat

🇲🇨 3. Ir. Soekarno (1 Juni 1945)

Beliau adalah Proklamator Kemerdekaan dan Presiden Pertama Republik Indonesia. Pada tanggal 1 Juni 1945, beliau menyampaikan usulan lima dasar negara yang diberi nama Pancasila, yaitu:

1. Kebangsaan Indonesia

2. Internasionalisme atau Peri Kemanusiaan

3. Mufakat atau Demokrasi

4. Kesejahteraan Sosial

5. Ketuhanan yang Maha Esa

⭐ 3. Karakter dan Nilai-Nilai Kepahlawanan Perumus Pancasila

Para perumus Pancasila memiliki karakter luar biasa yang patut kita contoh:

❤️ Cinta Tanah Air dan Semangat Kebangsaan (Nasionalisme)

Para tokoh sangat mencintai bangsa Indonesia melebihi kepentingan diri mereka sendiri.

🤝 Mengutamakan Musyawarah untuk Mufakat

Setiap perbedaan pendapat diselesaikan melalui diskusi yang tenang, ramah, dan saling menghormati.

🕊️ Jiwa Besar dan Toleransi Tinggi

Para tokoh mau menerima perbedaan pendapat dan mau mengubah atau menyempurnakan usulan demi menjaga persatuan bangsa (contohnya perubahan kalimat pada Piagam Jakarta demi keutuhan NKRI).


💪 Rela Berkorban dan Pantang Menyerah

Mengorbankan waktu, tenaga, dan pikiran demi kemerdekaan dan ketertiban bangsa Indonesia.

🤲 Beriman dan Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa

Menyadari bahwa kemerdekaan dan dasar negara yang dirumuskan adalah atas rahmat Allah Swt.

🏡 4. Meneladani Nilai Perumusan Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari

Bagaimana kita menerapkan nilai kepahlawanan ini di kehidupan sehari-hari?

🏫 A. Di Lingkungan Sekolah:

- Bermusyawarah saat menentukan ketua kelas atau membagi tugas kelompok.

- Menghormati teman yang sedang menyampaikan pendapat.

- Berteman dengan siapa saja tanpa membeda-bedakan suku atau agama (toleransi).

- Mengakui kesalahan dan menerima hasil keputusan bersama dengan ikhlas (jiwa besar).

🏠 B. Di Lingkungan Rumah:

- Bermusyawarah menentukan tujuan liburan atau pembagian tugas merapikan rumah.

- Membantu orang tua dan menyayangi saudara dengan ikhlas (rela berkorban).

- Saling menghargai pilihan dan pendapat anggota keluarga.

🏘️ C. Di Lingkungan Masyarakat:

- Ikut serta menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan (gotong royong).

- Menghormati tetangga yang sedang beribadah.

- Membantu tetangga yang membutuhkan bantuan tanpa memandang latar belakang.


🗣️ AYO BERDISKUSI!

Diskusikan pertanyaan berikut bersama teman sekelompokmu dengan santun dan tertib!

1. Siapa sajakah tiga tokoh utama yang menyampaikan usulan dasar negara dalam sidang BPUPKI?

2. Mengapa tanggal 1 Juni diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila?

3. Karakter baik apa yang tercermin dari sikap para tokoh perumus Pancasila saat menyampaikan gagasannya?

4. Apa yang dilakukan para perumus Pancasila ketika terdapat perbedaan pendapat di antara mereka?

5. Mengapa sikap toleransi sangat penting dalam proses perumusan Pancasila?

6. Bagaimana sikapmu jika keputusan dalam musyawarah kelas tidak sesuai dengan keinginan pribadimu?

7. Berikan dua contoh tindakan meneladani nilai kepahlawanan perumus Pancasila di lingkungan sekolah!

Sampaikan hasil diskusimu di depan kelas dengan penuh rasa percaya diri! 🌟



📝 LATIHAN HARIAN

Kerjakan latihan ini di buku tulismu dengan jujur, teliti, tertib, dan penuh percaya diri! 💪✨

A. Isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang tepat!

1. Badan yang bertugas menyelidiki usaha-usaha persiapan kemerdekaan Indonesia adalah __________.

2. Ir. Soekarno menyampaikan pidato rumusan Pancasila pada tanggal __________.

3. Asas dasar negara mengenai "Persatuan dan Kekeluargaan" diusulkan oleh Prof. Dr. Mr. __________.

4. Menyelesaikan masalah bersama dengan cara bertukar pikiran disebut __________.

5. Tokoh yang mengusulkan lima dasar negara yaitu Peri Kebangsaan, Peri Kemanusiaan, Peri Ketuhanan, Peri Kerakyatan, dan Kesejahteraan Rakyat adalah __________.

6. Sikap rela menerima pendapat orang lain yang berbeda demi kebaikan bersama disebut sikap __________.

7. Mengurangi waktu bermain untuk ikut serta membersihkan lingkungan sekolah merupakan bentuk sikap rela __________.

8. Keputusan yang diambil dalam musyawarah hendaknya dapat dipertanggungjawabkan kepada __________ dan masyarakat.

9. Menghargai perayaan hari besar agama teman yang berbeda merupakan bentuk nilai __________.

10. Kita harus meneladani nilai-nilai kepahlawanan perumus Pancasila dalam kehidupan __________.


B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan jelas dan benar!

1. Sebutkan 3 tokoh perumus dasar negara Indonesia!

2. Kapan Pancasila secara resmi disahkan sebagai dasar negara Indonesia?

3. Mengapa kita harus menghormati perbedaan pendapat saat bermusyawarah?

4. Tuliskan 3 karakter terpuji yang dimiliki oleh para perumus Pancasila!

5. Apa akibatnya jika suatu masalah tidak diselesaikan melalui musyawarah?

6. Berikan 2 contoh sikap jiwa besar saat berada di sekolah!

7. Mengapa para tokoh perumus Pancasila bisa bersatu meskipun berasal dari daerah yang berbeda?

8. Bagaimana cara meneladani sikap cinta tanah air sebagai seorang pelajar SD?

9. Apa yang dimaksud dengan musyawarah mufakat?

10. Mengapa nilai-nilai kepahlawanan perumus Pancasila penting diterapkan dalam kehidupan sehari-hari?


🔑 KUNCI JAWABAN

A. Isian Singkat:

1. BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia).

2. 1 Juni 1945.

3. Soepomo.

4. Musyawarah.

5. Mr. Muhammad Yamin.

6. Toleransi / Jiwa besar.

7. Berkorban.

8. Tuhan Yang Maha Esa.

9. Toleransi / Toleransi beragama.

10. Sehari-hari.


B. Uraian:

1. Mr. Muhammad Yamin, Prof. Dr. Mr. Soepomo, dan Ir. Soekarno.

2. Tanggal 18 Agustus 1945.

3. Agar suasana tetap rukun, tidak terjadi pertengkaran, dan dapat melahirkan keputusan terbaik untuk bersama.

4. Cinta tanah air, mengutamakan musyawarah/toleransi, dan rela berkorban demi persatuan bangsa.

5. Dapat timbul perselisihan, pertengkaran, dan tidak tercipta keputusan yang adil bagi semua orang.

6. Mau meminta maaf jika berbuat salah dan mau menerima keputusan hasil pemungutan suara kelas dengan ikhlas.

7. Karena mereka sama-sama memiliki rasa cinta tanah air yang tinggi dan cita-cita yang sama untuk memerdekakan Indonesia.

8. Belajar dengan tekun, mematuhi aturan sekolah, mencintai produk dalam negeri, dan menjaga kebersihan lingkungan.

9. Musyawarah mufakat adalah pembahasan bersama untuk mencapai kesepakatan atau keputusan yang disetujui oleh seluruh peserta.

10. Agar tercipta kehidupan yang rukun, damai, bersatu, serta tercipta lingkungan masyarakat yang harmonis.


🌈 KESIMPULAN

Hari ini kita telah belajar tentang perjalanan sejarah perumusan dasar negara kita, Pancasila.

Kita telah mengenal tokoh-tokoh hebat pendiri bangsa seperti:

🇮🇩 Mr. Muhammad Yamin

🇮🇩 Prof. Dr. Mr. Soepomo

🇮🇩 Ir. Soekarno


Kita belajar bahwa Pancasila dirumuskan dengan semangat:

❤️ Cinta tanah air & kebangsaan

🤝 Musyawarah mufakat

🕊️ Jiwa besar dan toleransi tinggi

💪 Rela berkorban demi persatuan

Sebagai generasi penerus bangsa yang sholeh dan sholehah, mari kita selalu meneladani akhlak dan karakter terpuji para pahlawan kita dalam setiap tindakan kita sehari-hari! 🇮🇩✨


💭 REFLEKSI

Setelah mempelajari materi hari ini, mari sejenak merenungkan:


Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh


BAHASA INDONESIA

  CLASS IV.B SD AL AZAHAR 2   Memahami Teks Petunjuk Rambu Lalu Lintas dan Pentingnya Menaatinya Hari/Tanggal: Senin, 31 Agustus 2026 Nama G...

 

Elfida Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea