Kamis, 05 November 2026

MATEMATIKA

By elfida fida - November 05, 2026 3 Comments

 JUMAT, 06 NOVEMBER 2026

IDENTITAS

Nama Guru: Elfida, S.Pd

Mata Pelajaran: Matematika

Hari, Tanggal: Jumat, 03 November 2026

Fase/Kelas: B / IV (Empat)

Materi: Membandingkan Pecahan Berpembilang Satu

Pertemuan ke: 1

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم

📋 PERANGKAT PEMBELAJARAN

Capaian Pembelajaran (CP)

Peserta didik mampu memahami pecahan sebagai bagian dari keseluruhan. Peserta didik dapat melakukan perbandingan dan pengurutan pecahan dengan pembilang satu serta antarpecahan dengan penyebut yang sama menggunakan benda konkret, gambar, dan simbol matematika.

Tujuan Pembelajaran

Melalui kegiatan mengamati gambar, menggunakan benda konkret, berdiskusi, dan mengerjakan latihan, peserta didik mampu melakukan perbandingan dan pengurutan pecahan dengan pembilang satu serta memahami hubungan antara nilai pecahan dengan ukuran bagian keseluruhan secara tepat.

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan pengertian pecahan sebagai bagian dari suatu keseluruhan.

  2. Mengidentifikasi pembilang dan penyebut pada pecahan.

  3. Memahami makna pecahan berpembilang satu.

  4. Membandingkan dua pecahan berpembilang satu dengan penyebut berbeda.

  5. Menentukan pecahan yang lebih besar dan lebih kecil dengan tepat.

  6. Menggunakan tanda perbandingan lebih besar (>), lebih kecil (,

Guru menyampaikan permasalahan berikut.

Permasalahan:

Ani memiliki satu pizza yang dibagi menjadi 2 bagian sama besar. Ani mengambil 1 bagian.

Sementara itu, Budi memiliki satu pizza dengan ukuran yang sama, tetapi dibagi menjadi 4 bagian sama besar. Budi mengambil 1 bagian.

Guru mengajukan pertanyaan pemantik:

  1. Berapa bagian pizza yang diambil Ani?

  2. Berapa bagian pizza yang diambil Budi?

  3. Siapakah yang mendapatkan potongan pizza lebih besar?

  4. Mengapa potongan pizza yang dibagi menjadi 2 bagian lebih besar daripada yang dibagi menjadi 4 bagian?

  5. Bagaimana cara membandingkan kedua pecahan tersebut?

Guru menjelaskan bahwa hari ini peserta didik akan mempelajari cara membandingkan pecahan berpembilang satu.

📖 Ringkasan Materi

A. Pengertian Pecahan Berpembilang Satu

Pecahan adalah bilangan yang menyatakan bagian dari keseluruhan.

Pecahan memiliki dua bagian, yaitu:

  • Pembilang: angka yang berada di atas garis pecahan.

  • Penyebut: angka yang berada di bawah garis pecahan.

Contoh:

\[ \frac{1}{2} \]

Angka 1 merupakan pembilang, sedangkan angka 2 merupakan penyebut.

Pecahan berpembilang satu adalah pecahan yang angka pembilangnya selalu 1.

Contohnya:

\[ \frac{1}{2},\quad \frac{1}{3},\quad \frac{1}{4},\quad \frac{1}{5} \]

B. Cara Membandingkan Pecahan Berpembilang Satu

Untuk membandingkan pecahan berpembilang satu dengan keseluruhan yang sama, perhatikan penyebutnya.

Semakin besar penyebut, semakin kecil nilai pecahannya.

Sebaliknya, semakin kecil penyebut, semakin besar nilai pecahannya.

Contoh:

\[ \frac{1}{2}>\frac{1}{4} \]

Artinya, setengah bagian lebih besar daripada seperempat bagian.

Contoh lainnya:

\[ \frac{1}{3}>\frac{1}{5} \]

Karena satu benda yang dibagi menjadi 3 bagian sama besar menghasilkan potongan yang lebih besar daripada benda yang dibagi menjadi 5 bagian sama besar.

C. Tanda Perbandingan Pecahan

Dalam membandingkan pecahan, terdapat tiga tanda yang perlu diketahui:

Tanda

Arti

Contoh

>

Lebih besar

1/2 > 1/4

<

Lebih kecil

1/5 < 1/3

=

Sama dengan

1/2 = 2/4

D. Mengurutkan Pecahan Berpembilang Satu

Mengurutkan pecahan berarti menyusun pecahan dari nilai terkecil hingga terbesar atau sebaliknya.

Contoh 1: Urutan dari terkecil ke terbesar

\[ \frac{1}{5},\frac{1}{4},\frac{1}{3},\frac{1}{2} \]

Contoh 2: Urutan dari terbesar ke terkecil

\[ \frac{1}{2},\frac{1}{3},\frac{1}{4},\frac{1}{5} \]

E. Contoh Soal dan Penyelesaian

Soal 1

Bandingkan pecahan 1/3 dan 1/6!

Penyelesaian:

Penyebut 3 lebih kecil daripada 6. Oleh karena itu, nilai 1/3 lebih besar daripada 1/6.

Jawaban:

\[ \frac{1}{3}>\frac{1}{6} \]

Soal 2

Urutkan pecahan 1/2, 1/4, dan 1/3 dari yang terkecil!

Penyelesaian:

Pecahan dengan penyebut paling besar memiliki nilai paling kecil.

Jadi, urutannya adalah:

\[ \frac{1}{4},\frac{1}{3},\frac{1}{2} \]

Soal 3

Ibu membagi satu semangka menjadi 4 bagian sama besar. Adik mendapat 1 bagian. Kakak mendapat 1 bagian dari semangka lain yang sama besar tetapi dibagi menjadi 8 bagian.

Siapakah yang mendapatkan potongan lebih besar?

Jawaban:

Adik mendapatkan 1/4, sedangkan kakak mendapatkan 1/8.

\[ \frac{1}{4}>\frac{1}{8} \]

Jadi, potongan yang diterima adik lebih besar.

🧩 Latihan Peserta Didik

Kerjakan soal berikut dengan teliti!

1. Bandingkan pecahan 1/2 dan 1/5 menggunakan tanda > atau

C. =

D. +

4. Urutan pecahan dari yang terkecil adalah ....

A. 1/2, 1/3, 1/4

B. 1/4, 1/3, 1/2

C. 1/3, 1/2, 1/4

D. 1/2, 1/4, 1/3

5. Satu kue dibagi menjadi 5 bagian sama besar dan satu kue lainnya dibagi menjadi 8 bagian sama besar. Jika masing-masing mengambil satu bagian, potongan yang lebih besar adalah ....

A. 1/8

B. 1/5

C. Keduanya sama

D. Tidak dapat ditentukan

B. Isian Singkat

  1. Pecahan yang lebih besar antara 1/3 dan 1/7 adalah ....

  2. Tanda yang tepat untuk 1/4 ... 1/6 adalah ....

  3. Urutkan pecahan 1/2, 1/5, dan 1/3 dari yang terkecil!

  4. Semakin besar penyebut pada pecahan berpembilang satu, maka nilai pecahan semakin ....

  5. Ibu membagi satu cokelat menjadi 4 bagian sama besar, sedangkan adik membagi cokelat lain yang ukurannya sama menjadi 8 bagian sama besar. Jika masing-masing mengambil satu bagian, siapakah yang memperoleh bagian lebih besar?

🔑 KUNCI JAWABAN

A. Pilihan Ganda

  1. C

  2. A

  3. B

  4. B

  5. B

B. Isian Singkat

  1. 1/3.

  2. .

  3. 1/5, 1/3, 1/2.

  4. Kecil.

  5. Ibu, karena 1/4 lebih besar daripada 1/8.

🌟 KESIMPULAN

Membandingkan pecahan berpembilang satu dapat dilakukan dengan memperhatikan nilai penyebutnya. Apabila keseluruhan memiliki ukuran yang sama, semakin besar penyebut maka semakin kecil nilai pecahannya. Sebaliknya, semakin kecil penyebut maka semakin besar nilai pecahannya.

Melalui penggunaan benda konkret, gambar, dan simbol matematika, peserta didik diharapkan mampu membandingkan serta mengurutkan pecahan berpembilang satu dengan benar.

Refleksi pembelajaran:

  • Apa yang dimaksud dengan pecahan berpembilang satu?

  • Bagaimana cara membandingkan pecahan berpembilang satu?

  • Mengapa 1/2 lebih besar daripada 1/4?

  • Media apa yang membantu kalian memahami materi hari ini?

  • Apa manfaat mempelajari pecahan dalam kehidupan sehari-hari?

Semoga pembelajaran hari ini bermanfaat dan menambah semangat anak-anak untuk terus belajar matematika.

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Rabu, 04 November 2026

BAHASA INDONESIA

By elfida fida - November 04, 2026 4 Comments

 SENIN, 02 NOVEMBER 2026

IDENTITAS

Nama Guru: Elfida, S.Pd

Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia

Hari, Tanggal: Kamis, 05 November 2026

Fase/Kelas: B / IV (Empat)

Materi: Memahami Instruksi Lisan Petunjuk Arah

Pertemuan ke: 2

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم

📋 PERANGKAT PEMBELAJARAN

Capaian Pembelajaran (CP)

Peserta didik mampu memahami informasi dari teks lisan, teks aural, dan instruksi yang disampaikan secara lisan. Peserta didik mampu memahami dan menggunakan kosakata baru, menyampaikan informasi, serta berbicara dengan santun sesuai dengan konteks komunikasi.

Tujuan Pembelajaran

Melalui kegiatan mendengarkan, mengamati denah, dan berlatih berbicara, peserta didik mampu memahami instruksi lisan yang berkaitan dengan petunjuk arah serta mampu menyampaikan instruksi lisan petunjuk arah kepada orang lain secara runtut, jelas, dan santun.

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan pengertian instruksi lisan dan petunjuk arah.

  2. Mengidentifikasi kosakata yang digunakan dalam petunjuk arah.

  3. Menyebutkan informasi penting dari instruksi lisan yang didengarkan.

  4. Memahami penggunaan kata arah seperti kanan, kiri, lurus, belok, dan menyeberang.

  5. Mengidentifikasi lokasi tempat berdasarkan informasi petunjuk arah yang didengarkan.

  6. Membaca dan memahami denah sederhana suatu lingkungan.

  7. Menentukan arah perjalanan dari satu tempat menuju tempat lainnya berdasarkan denah.

  8. Menyusun urutan petunjuk arah berdasarkan denah secara tepat.

  9. Menyampaikan instruksi lisan petunjuk arah menggunakan kalimat yang runtut dan jelas.

  10. Menggunakan bahasa yang santun ketika memberikan petunjuk arah kepada orang lain.

Mindful (Berkesadaran)

Peserta didik diajak untuk mendengarkan instruksi lisan dengan penuh perhatian, berkonsentrasi memahami setiap informasi, serta mencermati kata-kata yang menunjukkan arah perjalanan.

Peserta didik juga dilatih untuk tidak terburu-buru ketika memberikan petunjuk arah, memperhatikan urutan langkah, dan memastikan informasi yang disampaikan dapat dipahami oleh orang lain.

Meaningful (Bermakna)

Peserta didik menghubungkan pembelajaran dengan pengalaman nyata dalam kehidupan sehari-hari, seperti mencari lokasi rumah teman, menunjukkan jalan menuju sekolah, menemukan lokasi perpustakaan, menuju tempat ibadah, atau memberikan petunjuk arah kepada seseorang yang belum mengetahui suatu tempat.

Dengan demikian, peserta didik memahami bahwa kemampuan mendengarkan dan memberikan petunjuk arah sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari.

Joyful (Menyenangkan)

Peserta didik mengikuti permainan mencari lokasi berdasarkan denah, permainan tebak arah, mendengarkan instruksi dari guru, bermain peran sebagai pemberi dan penerima petunjuk arah, serta melakukan praktik memberikan petunjuk arah secara berpasangan.

Kegiatan dilakukan dengan suasana menyenangkan agar peserta didik lebih aktif, percaya diri, dan berani berbicara di depan teman-temannya.

Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Memahami pengertian instruksi lisan.

  2. Memahami pengertian petunjuk arah.

  3. Mengenali kosakata yang digunakan dalam petunjuk arah.

  4. Mendengarkan dan memahami informasi dari instruksi lisan.

  5. Mengidentifikasi arah berdasarkan instruksi yang didengarkan.

  6. Mengenali simbol dan lokasi tempat pada denah sederhana.

  7. Menentukan arah perjalanan berdasarkan denah.

  8. Menyusun urutan petunjuk arah secara sistematis.

  9. Mempraktikkan cara memberikan petunjuk arah secara lisan.

  10. Menyampaikan petunjuk arah menggunakan bahasa yang jelas, runtut, dan santun.

📌 MATERI: MEMAHAMI INSTRUKSI LISAN PETUNJUK ARAH

Model dan Metode Pembelajaran

Model pembelajaran:

1. Discovery Learning

Membantu peserta didik menemukan dan memahami informasi petunjuk arah melalui kegiatan mendengarkan instruksi, mengamati denah, dan mengidentifikasi arah perjalanan.

2. Cooperative Learning

Melatih peserta didik bekerja sama dalam kelompok untuk memahami denah, menentukan lokasi, dan menyusun petunjuk arah.

3. Role Playing (Bermain Peran)

Melatih peserta didik mempraktikkan percakapan sebagai pemberi dan penerima petunjuk arah dengan bahasa yang santun.

Metode pembelajaran:

Tanya jawab, ceramah interaktif, mendengarkan, pengamatan, demonstrasi, diskusi kelompok, permainan edukatif, bermain peran, praktik berbicara, presentasi, dan penugasan.

Media Pembelajaran

  1. Denah sederhana lingkungan sekolah.

  2. Gambar denah lingkungan rumah.

  3. Kartu kosakata petunjuk arah.

  4. Video pendek tentang petunjuk arah.

  5. Rekaman instruksi lisan.

  6. Gambar simbol tempat umum.

  7. LKPD.

  8. Papan tulis dan spidol.

  9. Kartu permainan mencari lokasi.

  10. Gambar arah mata angin sederhana.

🌸 Apersepsi

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat pagi, anak-anak hebat kelas IV!

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, bersemangat, dan siap mengikuti pembelajaran.

Sebelum belajar, marilah kita berdoa sesuai agama dan kepercayaan masing-masing agar pembelajaran hari ini berjalan dengan lancar dan ilmu yang kita peroleh bermanfaat.

Guru mengajak peserta didik membayangkan situasi ketika seseorang sedang mencari sebuah tempat.

Guru menyampaikan cerita berikut.

Pagi ini, Budi ingin pergi ke rumah temannya yang bernama Andi. Namun, Budi belum mengetahui jalan menuju rumah Andi. Di tengah perjalanan, Budi bertemu dengan seorang warga dan bertanya:

"Permisi, Pak. Bolehkah saya bertanya, di mana letak rumah Andi?"

Warga tersebut menjawab:

"Tentu, Nak. Dari sini berjalanlah lurus sampai pertigaan, kemudian belok ke kanan. Setelah melewati masjid, rumah Andi berada di sebelah kiri jalan."

Budi mendengarkan petunjuk tersebut dengan saksama agar tidak salah jalan.

Guru memberikan pertanyaan pemantik:

  1. Apa yang sedang dicari oleh Budi?

  2. Mengapa Budi bertanya kepada warga?

  3. Apa saja petunjuk arah yang diberikan oleh warga tersebut?

  4. Mengapa Budi harus mendengarkan petunjuk dengan baik?

  5. Bagaimana cara memberikan petunjuk arah kepada orang lain dengan sopan?

  6. Apakah kita dapat menggunakan denah untuk mengetahui lokasi suatu tempat?

Guru menjelaskan bahwa dalam kehidupan sehari-hari kita sering menggunakan instruksi lisan petunjuk arah untuk membantu seseorang menemukan lokasi yang dituju.

📖 Ringkasan Materi

A. Pengertian Instruksi Lisan

Instruksi lisan adalah petunjuk atau arahan yang disampaikan secara langsung melalui ucapan atau perkataan kepada orang lain agar orang tersebut dapat melakukan sesuatu sesuai dengan arahan yang diberikan.

Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, instruksi lisan harus didengarkan dengan baik agar informasi yang disampaikan dapat dipahami dengan benar.

Contoh instruksi lisan:

  • Berjalanlah lurus ke depan!

  • Beloklah ke kanan!

  • Beloklah ke kiri!

  • Berhentilah di depan sekolah!

  • Menyeberanglah melalui zebra cross!

  • Teruslah berjalan sampai menemukan pertigaan!

B. Pengertian Petunjuk Arah

Petunjuk arah adalah informasi atau arahan yang diberikan kepada seseorang untuk menunjukkan jalan menuju suatu tempat.

Petunjuk arah biasanya digunakan untuk membantu seseorang menemukan lokasi yang belum diketahui.

Contoh tempat yang dapat ditunjukkan melalui petunjuk arah:

  • Sekolah.

  • Rumah sakit.

  • Masjid.

  • Pasar.

  • Perpustakaan.

  • Kantor pos.

  • Taman.

  • Rumah teman.







C. Kosakata yang Digunakan dalam Petunjuk Arah

Dalam memberikan petunjuk arah, terdapat beberapa kosakata penting yang perlu dipahami.


1. Lurus

Berjalan terus ke arah depan tanpa berbelok.

2. Belok


Mengubah arah perjalanan ke sebelah kanan.

3. Belok


Mengubah arah perjalanan ke sebelah kiri.

4.Menyebrang

Mengupload: 234893 dari 234893 byte diupload.

Berpindah ke sisi jalan yang berlawanan dengan memperhatikan keselamatan.

5. Pertigaan dan perempatan



Pertemuan tiga jalan disebut pertigaan, sedangkan pertemuan empat jalan disebut perempatan.

6. Simpang


Tempat bertemunya atau bercabangnya jalan.

D. Pengertian Denah

Denah adalah gambar sederhana yang menunjukkan letak suatu tempat atau bangunan berdasarkan posisi dan hubungan antarlokasi.

Denah membantu seseorang mengetahui lokasi dan menentukan arah perjalanan.

Manfaat denah:

  1. Mengetahui letak suatu tempat.

  2. Menentukan arah perjalanan.

  3. Menemukan lokasi yang belum diketahui.

  4. Mempermudah seseorang memberikan petunjuk arah.

  5. Mengetahui posisi suatu bangunan terhadap bangunan lainnya.

Contoh denah sederhana:



Berdasarkan denah sederhana tersebut, peserta didik dapat berlatih menemukan lokasi sekolah, rumah, masjid, taman, pasar, dan perpustakaan.

E. Cara Memahami Instruksi Lisan Petunjuk Arah

Agar dapat memahami petunjuk arah yang didengarkan, lakukan langkah-langkah berikut:

  1. Mendengarkan dengan saksama. Perhatikan setiap kata yang disampaikan oleh pembicara.

  2. Mengenali kata arah. Pahami kata lurus, kanan, kiri, belok, dan menyeberang.

  3. Mengidentifikasi tempat tujuan. Ketahui lokasi yang ingin dituju.

  4. Memperhatikan urutan petunjuk. Ingat langkah pertama, kedua, dan selanjutnya.

  5. Menghubungkan instruksi dengan denah. Cocokkan petunjuk yang didengarkan dengan posisi tempat pada denah.

  6. Menyimpulkan lokasi tujuan. Tentukan tempat yang dimaksud berdasarkan seluruh petunjuk.

F. Contoh Memahami Instruksi Lisan

Guru membacakan instruksi berikut kepada peserta didik.

"Anak-anak, perhatikan petunjuk arah berikut!

Dari gerbang sekolah, berjalanlah lurus sampai menemukan pertigaan. Kemudian belok ke kanan. Terus berjalan sampai melewati taman. Setelah itu, belok ke kiri. Bangunan yang berada di sebelah kanan jalan adalah perpustakaan."

Pertanyaan:

  1. Dari mana perjalanan dimulai?

  2. Ke arah mana peserta didik harus berjalan pertama kali?

  3. Apa yang harus dilakukan setelah menemukan pertigaan?

  4. Tempat apa yang dilewati dalam perjalanan?

  5. Di manakah lokasi perpustakaan?

Peserta didik mendengarkan instruksi dengan teliti, kemudian menjawab pertanyaan berdasarkan informasi yang diperoleh.

G. Langkah-Langkah Memberikan Petunjuk Arah Secara Lisan

Ketika memberikan petunjuk arah kepada orang lain, kita perlu memperhatikan hal-hal berikut:

1. Menggunakan salam dan bahasa santun.

Contoh: "Permisi, silakan saya bantu menunjukkan jalan."

2. Menyebutkan titik awal perjalanan.

Contoh: "Dari gerbang sekolah, berjalanlah lurus."

3. Menyampaikan arah secara berurutan.

Contoh: "Kemudian belok ke kiri, lalu berjalan sampai menemukan taman."

4. Menyebutkan tanda atau lokasi yang mudah dikenali.

Contoh: "Setelah melewati masjid, Anda akan melihat pasar di sebelah kanan."

5. Menyampaikan lokasi tujuan dengan jelas.

Contoh: "Perpustakaan berada tepat di sebelah kiri lapangan."

6. Menggunakan bahasa yang santun.

Contoh: "Silakan mengikuti jalan tersebut. Semoga membantu."

H. Contoh Percakapan Petunjuk Arah



Rani: "Permisi, bolehkah saya bertanya? Di mana letak perpustakaan?"

Dina: "Tentu, Rani. Dari gerbang sekolah, berjalanlah lurus sampai menemukan lapangan."

Rani: "Setelah sampai di lapangan, saya harus ke mana?"

Dina: "Beloklah ke kiri. Kemudian berjalan lurus sampai menemukan taman. Perpustakaan berada di sebelah kanan taman."

Rani: "Baik, terima kasih atas petunjuknya."

Dina: "Sama-sama. Semoga kamu tidak kesulitan menemukannya."

Kesimpulan:

Percakapan tersebut menunjukkan bahwa petunjuk arah harus disampaikan secara runtut, jelas, dan menggunakan bahasa yang santun agar mudah dipahami oleh orang lain.

🧩 Latihan Peserta Didik

A. Latihan Mendengarkan

Guru membacakan teks petunjuk arah berikut sebanyak dua kali.

"Adi ingin pergi ke taman. Dari rumahnya, Adi berjalan lurus menuju jalan utama. Setelah sampai di pertigaan, Adi belok ke kiri. Adi kemudian melewati masjid dan berjalan lurus sampai menemukan taman yang berada di sebelah kanan jalan."

Jawablah pertanyaan berikut!

  1. Ke manakah Adi ingin pergi?

  2. Dari mana Adi memulai perjalanan?

  3. Apa yang dilakukan Adi setelah sampai di pertigaan?

  4. Bangunan apa yang dilewati Adi?

  5. Di sebelah manakah letak taman?

B. Latihan Mengamati Denah

Perhatikan denah sederhana yang diberikan guru!

Jawablah pertanyaan berikut berdasarkan denah yang disediakan!

  1. Di manakah letak sekolah?

  2. Tempat apa yang berada di sebelah kanan jalan?

  3. Jika dari rumah menuju sekolah, ke arah mana kita harus berjalan?

  4. Tempat apa saja yang dapat ditemukan pada denah?

  5. Mengapa denah dapat membantu seseorang menemukan suatu tempat?

Catatan: Guru dapat menggunakan denah yang tersedia atau menggambar denah sesuai lingkungan sekolah agar petunjuk perjalanan dan jawabannya sesuai.

C. Latihan Berbicara

Lakukan kegiatan secara berpasangan!

  • Peserta didik pertama berperan sebagai orang yang bertanya arah.

  • Peserta didik kedua berperan sebagai orang yang memberikan petunjuk arah.

  • Gunakan denah sederhana sebagai panduan.

  • Sampaikan petunjuk arah dengan urutan yang benar.

  • Gunakan bahasa yang santun dan jelas.

Contoh kalimat:

"Permisi, bolehkah saya bertanya, di mana letak kantor guru?"

"Silakan berjalan lurus dari gerbang sekolah. Kemudian belok ke kanan setelah melewati lapangan. Kantor guru berada di sebelah kiri ruang kelas IV."

🌟 INGAT!

  1. Instruksi lisan adalah petunjuk yang disampaikan melalui ucapan.

  2. Petunjuk arah membantu seseorang menemukan lokasi tujuan.

  3. Denah merupakan gambar sederhana yang menunjukkan letak suatu tempat.

  4. Kosakata petunjuk arah antara lain lurus, kanan, kiri, belok, dan menyeberang.

  5. Mendengarkan dengan saksama membantu kita memahami instruksi.

  6. Petunjuk arah harus disampaikan secara berurutan.

  7. Gunakan bahasa yang jelas, sopan, dan santun.

  8. Pastikan orang yang menerima petunjuk memahami arah yang disampaikan.

📝 SOAL ASESMEN / POST-TEST

A. Pilihan Ganda

Pilihlah jawaban yang paling tepat!

1. Petunjuk yang disampaikan melalui ucapan disebut ....

A. Instruksi tertulis

B. Instruksi lisan

C. Denah

D. Gambar

2. Kata yang menunjukkan arah perjalanan adalah ....

A. Makan

B. Tidur

C. Belok kiri

D. Menulis

3. Gambar sederhana yang menunjukkan letak suatu tempat disebut ....

A. Cerita

B. Denah

C. Puisi

D. Paragraf

4. Ketika seseorang memberikan petunjuk arah, kita sebaiknya ....

A. Berbicara sendiri

B. Tidak memperhatikan

C. Mendengarkan dengan saksama

D. Mengabaikan petunjuk

5. Kalimat petunjuk arah yang santun adalah ....

A. "Hei, kamu harus ke sana!"

B. "Pergi saja sendiri!"

C. "Permisi, silakan berjalan lurus kemudian belok ke kanan."

D. "Cepat pergi dari sini!"

6. Jika seseorang diminta berjalan lurus, artinya ....

A. Berjalan terus ke depan tanpa berbelok

B. Berjalan ke belakang

C. Berbelok ke kiri

D. Berbelok ke kanan

7. Sebelum memberikan petunjuk arah, hal pertama yang perlu diketahui adalah ....

A. Warna pakaian orang tersebut

B. Tempat tujuan yang dicari

C. Nama semua orang di sekitar

D. Waktu bermain

8. Berikut ini merupakan manfaat denah, yaitu ....

A. Menentukan harga barang

B. Menghitung jumlah penduduk

C. Mengetahui letak suatu tempat

D. Menentukan waktu belajar

9. Urutan petunjuk arah yang tepat adalah ....

A. Belok kanan, berjalan lurus, kemudian menuju pertigaan.

B. Berjalan lurus, belok kanan, kemudian menuju lokasi tujuan.

C. Menuju tujuan, kemudian mencari jalan.

D. Berhenti, berjalan mundur, kemudian berbelok.

10. Ketika memberikan petunjuk arah kepada orang lain, kita harus menggunakan bahasa yang ....

A. Kasar

B. Membingungkan

C. Santun dan jelas

D. Terburu-buru

B. Isian Singkat

Isilah titik-titik berikut dengan jawaban yang tepat!

  1. Petunjuk yang disampaikan melalui ucapan disebut ....

  2. Gambar sederhana yang menunjukkan letak tempat disebut ....

  3. Berjalan terus ke arah depan tanpa berbelok disebut ....

  4. Mengubah arah perjalanan ke sebelah kanan disebut ....

  5. Ketika mendengarkan instruksi lisan, kita harus memperhatikan dengan ....

C. Uraian

Jawablah pertanyaan berikut dengan benar!

  1. Jelaskan pengertian instruksi lisan petunjuk arah!

  2. Sebutkan lima kosakata yang sering digunakan dalam memberikan petunjuk arah!

  3. Mengapa kita harus mendengarkan instruksi lisan dengan saksama?

  4. Tuliskan contoh petunjuk arah dari rumah menuju sekolah menggunakan minimal empat langkah secara berurutan!

  5. Bagaimana cara memberikan petunjuk arah kepada orang yang belum mengetahui lokasi suatu tempat agar mudah dipahami dan tidak tersinggung?

D. Praktik Berbicara

Tugas: Berikan petunjuk arah secara lisan berdasarkan denah yang disediakan guru.

Petunjuk penilaian:

Aspek yang Dinilai

Indikator

Ketepatan arah

Menyampaikan arah sesuai denah.

Keruntutan

Menyampaikan langkah secara berurutan.

Kejelasan

Menggunakan kalimat yang mudah dipahami.

Kesantunan

Menggunakan kata-kata sopan.

Kepercayaan diri

Berani berbicara di depan teman.

🔑 KUNCI JAWABAN

A. Pilihan Ganda

Nomor

Jawaban

1

B

2

C

3

B

4

C

5

C

6

A

7

B

8

C

9

B

10

C

B. Isian Singkat

  1. Instruksi lisan.

  2. Denah.

  3. Lurus.

  4. Belok kanan.

  5. Saksama atau penuh perhatian.

C. Uraian

1. Instruksi lisan petunjuk arah adalah arahan yang disampaikan melalui ucapan untuk membantu seseorang menemukan lokasi atau tempat tujuan.

2. Lurus, belok kanan, belok kiri, menyeberang, dan pertigaan.

3. Agar informasi yang disampaikan dapat dipahami dengan benar sehingga kita tidak salah menentukan arah perjalanan.

4. Contoh jawaban:

  • Dari rumah, berjalanlah lurus menuju jalan utama.

  • Setelah menemukan pertigaan, belok ke kanan.

  • Berjalanlah lurus sampai melewati masjid.

  • Setelah itu, belok ke kiri.

  • Sekolah berada di sebelah kanan jalan.

5. Menggunakan bahasa yang sopan, menyebutkan arah secara berurutan, memberikan informasi lokasi yang jelas, dan memastikan orang tersebut memahami petunjuk yang diberikan.

D. Penilaian Praktik Berbicara

Skor

Kriteria

4

Sangat baik: petunjuk tepat, runtut, jelas, santun, dan percaya diri.

3

Baik: petunjuk cukup tepat dan runtut, serta bahasa santun.

2

Cukup: petunjuk masih kurang runtut dan perlu bimbingan.

1

Perlu bimbingan: belum mampu menyampaikan petunjuk arah dengan jelas.

Nilai praktik dapat dihitung menggunakan rumus:

\[ \text{Nilai}=\frac{\text{Skor diperoleh}}{20}\times100 \]

🌟 KESIMPULAN

Memahami instruksi lisan petunjuk arah merupakan keterampilan penting dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Melalui kegiatan mendengarkan, peserta didik belajar memahami informasi yang disampaikan secara lisan, mengenali kosakata arah, dan menentukan lokasi berdasarkan petunjuk yang didengar.

Melalui kegiatan mengamati denah, peserta didik dapat mengetahui letak suatu tempat dan menentukan arah perjalanan. Sementara itu, melalui kegiatan berlatih berbicara, peserta didik dapat menyampaikan petunjuk arah kepada orang lain secara runtut, jelas, dan santun.

Dengan menguasai keterampilan tersebut, peserta didik diharapkan mampu berkomunikasi dengan baik dan menerapkan kemampuan memberikan petunjuk arah dalam kehidupan sehari-hari.

Refleksi Pembelajaran

Guru mengajak peserta didik melakukan refleksi dengan menjawab pertanyaan berikut:

  1. Apa yang dimaksud dengan instruksi lisan petunjuk arah?

  2. Kosakata apa saja yang digunakan dalam memberikan petunjuk arah?

  3. Mengapa kita harus mendengarkan petunjuk arah dengan saksama?

  4. Apa manfaat denah dalam kehidupan sehari-hari?

  5. Apakah kamu sudah mampu memberikan petunjuk arah secara runtut, jelas, dan santun?

  6. Bagian pembelajaran mana yang paling menyenangkan dan paling menantang?

Pesan Moral

Anak-anak hebat, ketika seseorang meminta bantuan untuk menunjukkan jalan, bantulah dengan senang hati. Dengarkan pertanyaan dengan baik dan berikan petunjuk secara jelas, runtut, serta santun.

Dengan berbicara sopan dan saling membantu, kita dapat menciptakan hubungan yang baik dengan orang lain.

Semoga pembelajaran hari ini bermanfaat dan menambah semangat anak-anak untuk belajar Bahasa Indonesia.

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Refleksi:

Alhamdulillah kegiatan pembelajar hari ini berjalan dengan baik di mana hari ini anak-anak menjelaskan instruksi petunjuk arah dalam hal ini anak-anak menjelaskannya secara lisan dengan menggunakan literasi yang terbaik dan alhamdulillah ada beberapa murid yang sudah menjelaskannya dengan baik dan masih ada juga beberapa siswa yang masih kurang menggunakan literasinya dengan baik siswa yang hadir 20 orang satu orang sakit dan satu orang Alfa tanpa keterangan.

Selasa, 03 November 2026

SENI RUPA

By elfida fida - November 03, 2026 6 Comments

 RABU, 04 NOVEMBER 2026

IDENTITAS

Nama Guru: Elfida, S.Pd

Mata Pelajaran: Seni Rupa

Hari, Tanggal: Rabu, 04 November 2026

Fase/Kelas: B / IV (Empat)

Materi: Teknik Membuat Sketsa, Mewarnai, Menyelesaikan, Presentasi, dan Refleksi Karya Gambar Cerita

Pertemuan ke: 1-4

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم

📋 PERANGKAT PEMBELAJARAN

Capaian Pembelajaran (CP)

Peserta didik mampu mengamati, mengenali, dan mengeksplorasi unsur-unsur seni rupa serta menggunakan pengalaman pribadi sebagai sumber ide dalam membuat karya gambar cerita. Peserta didik mampu mengembangkan gagasan visual melalui penentuan tema, tokoh, latar, dan urutan peristiwa, membuat sketsa, memilih warna, serta menyampaikan makna cerita melalui gambar secara kreatif.

Tujuan Pembelajaran

Peserta didik mampu membuat gambar cerita berdasarkan pengalaman pribadi dengan menentukan tema, tokoh, latar, urutan peristiwa, membuat sketsa, memilih warna, menyusun gambar secara runtut, serta menyampaikan cerita melalui gambar dengan kreatif, rapi, dan percaya diri.

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan teknik dasar membuat sketsa gambar cerita berdasarkan pengalaman pribadi.

  2. Mengidentifikasi alat dan bahan yang digunakan untuk membuat gambar cerita.

  3. Membuat sketsa gambar cerita berdasarkan tema dan pengalaman pribadi.

  4. Mengembangkan sketsa menjadi gambar cerita dengan menambahkan tokoh, latar, dan objek pendukung.

  5. Memilih dan menggunakan warna yang sesuai dengan suasana cerita.

  6. Menyelesaikan gambar cerita dengan memperhatikan kerapian, kreativitas, dan kesesuaian urutan peristiwa.

  7. Menyusun gambar cerita secara runtut dari awal, tengah, hingga akhir.

  8. Mempresentasikan hasil karya gambar cerita di depan teman dengan percaya diri.

  9. Melakukan refleksi terhadap proses pembuatan dan hasil karya seni rupa.

Mindful (Berkesadaran)

Peserta didik mengingat kembali pengalaman pribadi yang berkesan dan memusatkan perhatian pada proses menggambar. Peserta didik memperhatikan setiap tahapan pembuatan gambar cerita, mulai dari membuat sketsa, menambahkan objek, memilih warna, hingga menyelesaikan karya dengan teliti dan penuh tanggung jawab.

Meaningful (Bermakna)

Peserta didik memahami bahwa pengalaman pribadi dapat dijadikan inspirasi untuk menghasilkan karya seni rupa. Melalui kegiatan menggambar, peserta didik dapat menceritakan pengalaman sehari-hari, seperti membantu orang tua, bermain bersama teman, mengikuti perlombaan, dan kegiatan di sekolah.

Joyful (Menyenangkan)

Peserta didik belajar melalui kegiatan mengamati contoh gambar cerita, bermain tebak gambar, mencoba berbagai teknik mewarnai, menggambar pengalaman pribadi, memajang hasil karya, serta melakukan presentasi sederhana. Kegiatan dilaksanakan dengan suasana menyenangkan agar peserta didik berani berekspresi dan menghargai karya sendiri maupun karya teman.

📚 ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Mengenal pengertian dan fungsi gambar cerita.

  2. Menentukan tema, tokoh, latar, dan urutan peristiwa berdasarkan pengalaman pribadi.

  3. Mengenal alat dan bahan untuk membuat gambar cerita.

  4. Memahami teknik dasar membuat sketsa gambar cerita.

  5. Membuat sketsa berdasarkan pengalaman pribadi.

  6. Mengembangkan sketsa menjadi gambar cerita yang menarik.

  7. Mewarnai gambar sesuai tema dan suasana cerita.

  8. Menyelesaikan dan menyusun gambar cerita secara runtut.

  9. Mempresentasikan hasil karya gambar cerita.

  10. Melakukan refleksi dan memberikan apresiasi terhadap karya sendiri maupun karya teman.

📌 MATERI: TEKNIK MEMBUAT SKETSA, MEWARNAI, MENYELESAIKAN, PRESENTASI, DAN REFLEKSI KARYA GAMBAR CERITA

Model dan Metode Pembelajaran

Model:

  • Project Based Learning (PjBL).

  • Discovery Learning.

Metode:

  • Tanya jawab.

  • Pengamatan gambar.

  • Demonstrasi.

  • Diskusi kelompok.

  • Praktik menggambar.

  • Penugasan.

  • Presentasi.

  • Refleksi karya.

Media Pembelajaran

  1. Contoh gambar cerita berdasarkan pengalaman pribadi.

  2. Contoh sketsa gambar cerita.

  3. Gambar ilustrasi kegiatan sehari-hari.

  4. Kertas gambar atau buku gambar.

  5. Pensil dan penghapus.

  6. Pensil warna, krayon, atau spidol.

  7. Penggaris jika diperlukan.

  8. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik).

  9. Papan pajangan hasil karya.

🌸 APERSEPSI

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat pagi, anak-anak hebat kelas IV! Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, bahagia, dan bersemangat mengikuti pembelajaran.

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita berdoa sesuai agama dan kepercayaan masing-masing agar kegiatan belajar berjalan lancar.

Guru mengajak peserta didik mengingat kembali pengalaman pribadi yang pernah mereka tuangkan menjadi rancangan gambar cerita pada pertemuan sebelumnya.

Guru menunjukkan contoh gambar cerita yang belum selesai dan gambar cerita yang sudah diwarnai.




Guru mengajukan beberapa pertanyaan pemantik:

  1. Apakah kalian masih ingat pengalaman pribadi yang akan dijadikan gambar cerita?

  2. Apa yang harus kita lakukan setelah menentukan tema, tokoh, latar, dan urutan peristiwa?

  3. Mengapa sebelum mewarnai gambar kita perlu membuat sketsa?

  4. Alat apa saja yang dapat digunakan untuk mewarnai gambar cerita?

  5. Bagaimana cara membuat gambar cerita terlihat menarik dan rapi?

  6. Mengapa kita perlu mempresentasikan hasil karya di depan teman?

Guru menjelaskan bahwa hari ini peserta didik akan melanjutkan proses pembuatan gambar cerita, mulai dari membuat sketsa, menggambarkan dan mewarnai, menyelesaikan karya, hingga mempresentasikan dan merefleksikan hasil karya.

📖 RINGKASAN MATERI

A. Pengertian Sketsa Gambar Cerita

Sketsa adalah gambar awal atau rancangan sederhana yang dibuat menggunakan pensil sebelum gambar diselesaikan dan diberi warna.

Sketsa berfungsi sebagai pedoman agar gambar memiliki bentuk, ukuran, dan susunan yang sesuai dengan cerita.

Contoh: Seorang anak membuat sketsa dirinya sedang membantu ibu menyapu halaman rumah.



B. Alat dan Bahan Membuat Sketsa

Alat dan bahan yang digunakan untuk membuat sketsa antara lain:

  1. Pensil untuk membuat gambar awal.

  2. Penghapus untuk memperbaiki kesalahan gambar.

  3. Kertas gambar sebagai media menggambar.

  4. Penggaris untuk membantu membuat garis jika diperlukan.

  5. Pensil warna, krayon, atau spidol untuk mewarnai gambar.

C. Teknik Membuat Sketsa Gambar Cerita

Teknik membuat sketsa gambar cerita dapat dilakukan melalui langkah-langkah berikut:

  1. Menentukan pengalaman pribadi yang akan diceritakan.

  2. Menentukan tema, tokoh, latar, dan urutan peristiwa.

  3. Membagi kertas menjadi beberapa bagian sesuai jumlah adegan.

  4. Menggambar bentuk tokoh secara sederhana.

  5. Menambahkan latar tempat dan benda-benda pendukung.

  6. Menggambar aktivitas tokoh sesuai urutan cerita.

  7. Memperbaiki bentuk gambar menggunakan penghapus jika diperlukan.

Contoh sketsa tiga bagian:



D. Teknik Menggambarkan Gambar Cerita

Setelah sketsa selesai, peserta didik mengembangkan gambar dengan menambahkan bagian-bagian yang diperlukan.

Hal-hal yang perlu diperhatikan:

  • Bentuk tokoh harus sesuai dengan kegiatan dalam cerita.

  • Ekspresi wajah menggambarkan perasaan tokoh.

  • Latar tempat harus sesuai dengan pengalaman.

  • Benda pendukung membantu memperjelas cerita.

  • Setiap gambar harus menunjukkan peristiwa yang berbeda.

Contoh: Jika cerita tentang menanam bunga, peserta didik dapat menggambar pot, tanah, sekop kecil, bibit bunga, dan alat penyiram tanaman.

E. Teknik Mewarnai Gambar Cerita

Mewarnai merupakan kegiatan memberikan warna pada gambar agar terlihat lebih menarik dan memiliki suasana tertentu.

Teknik mewarnai dapat menggunakan:

  1. Pensil warna: digunakan dengan menggoreskan warna secara perlahan dan merata.

  2. Krayon: digunakan dengan mengisi bidang gambar menggunakan goresan warna.

  3. Spidol: digunakan untuk memberikan warna yang jelas pada bagian gambar tertentu.

Hal-hal yang perlu diperhatikan ketika mewarnai:

  • Memilih warna sesuai objek.

  • Menggunakan warna secara harmonis.

  • Tidak terlalu banyak keluar dari garis gambar.

  • Memberikan warna pada latar dan tokoh.

  • Menjaga kebersihan dan kerapian gambar.





F. Menyelesaikan dan Menyusun Gambar Cerita

Setelah proses menggambar dan mewarnai selesai, peserta didik perlu memeriksa kembali hasil karyanya.

Langkah-langkah menyelesaikan gambar cerita:

  1. Memastikan seluruh bagian gambar sudah selesai.

  2. Memperbaiki bagian yang kurang rapi.

  3. Menambahkan detail yang diperlukan.

  4. Memberikan judul gambar cerita.

  5. Menyusun gambar sesuai urutan peristiwa.

  6. Memastikan gambar awal, tengah, dan akhir mudah dipahami.

Contoh penyusunan gambar cerita:

Tema: Membantu Ibu Menanam Bunga

Gambar 1 – Awal



Anak melihat ibu sedang menyiapkan pot dan tanah di halaman rumah.


Gambar 2 – Tengah



Anak membantu ibu memasukkan bibit bunga ke dalam pot.

Gambar 3 – Akhir



Anak dan ibu menyiram bunga bersama-sama dengan gembira.

G. Presentasi Karya Gambar Cerita

Presentasi adalah kegiatan menyampaikan hasil karya kepada orang lain.

Dalam kegiatan presentasi, peserta didik dapat menjelaskan:

  1. Judul gambar cerita.

  2. Tema yang dipilih.

  3. Tokoh yang terdapat dalam cerita.

  4. Latar tempat dan waktu.

  5. Urutan peristiwa dari awal hingga akhir.

  6. Alasan memilih warna tertentu.

  7. Pesan atau pengalaman yang ingin disampaikan.

Sikap yang perlu diperhatikan saat presentasi:

  • Berbicara dengan jelas.

  • Berdiri dengan sopan.

  • Menunjukkan hasil karya kepada teman.

  • Percaya diri.

  • Menghargai pertanyaan dan pendapat teman.

H. Refleksi Karya Seni

Refleksi adalah kegiatan mengingat kembali dan menilai proses serta hasil karya yang telah dibuat.

Peserta didik dapat menjawab pertanyaan berikut:

  1. Apakah saya sudah menyelesaikan gambar cerita?

  2. Bagian mana yang paling saya sukai?

  3. Kesulitan apa yang saya alami ketika membuat sketsa?

  4. Apakah warna yang saya pilih sudah sesuai dengan cerita?

  5. Apa yang ingin saya perbaiki dari karya saya?

  6. Bagaimana perasaan saya setelah mempresentasikan hasil karya?

Guru memberikan apresiasi terhadap usaha, kreativitas, dan keberanian peserta didik.

🧩 LATIHAN PESERTA DIDIK

Perhatikan cerita berikut dengan saksama!

Pengalaman Membantu Ibu Menanam Bunga

Pada hari Minggu pagi, Rani membantu ibunya menanam bunga di halaman rumah. Ibu menyiapkan pot dan tanah, sedangkan Rani memasukkan bibit bunga ke dalam pot. Setelah selesai, mereka menyiram tanaman bersama-sama. Rani merasa senang karena dapat membantu ibu membuat halaman rumah menjadi indah.

Jawablah pertanyaan berikut!

  1. Apa judul cerita tersebut?

  2. Siapa saja tokoh yang terdapat dalam cerita?

  3. Di mana peristiwa tersebut terjadi?

  4. Kapan kegiatan menanam bunga dilakukan?

  5. Apa yang dilakukan Rani pada awal cerita?

  6. Apa kegiatan yang dilakukan Rani pada bagian tengah cerita?

  7. Bagaimana akhir cerita tersebut?

  8. Alat apa saja yang dapat digunakan untuk membuat sketsa?

  9. Mengapa gambar cerita perlu diberi warna?

  10. Mengapa gambar cerita harus disusun secara runtut?

🎨 KEGIATAN PRAKTIK: MEMBUAT GAMBAR CERITA BERDASARKAN PENGALAMAN PRIBADI

Proyek Seni Rupa

Judul kegiatan: Aku dan Pengalaman Berkesanku

Peserta didik membuat gambar cerita berdasarkan pengalaman pribadi dengan memperhatikan teknik membuat sketsa, menggambarkan, mewarnai, menyelesaikan, dan menyusun gambar cerita.

Petunjuk kegiatan:

  1. Ingat kembali pengalaman pribadi yang berkesan.

  2. Tentukan judul dan tema cerita.

  3. Tentukan tokoh dan latar cerita.

  4. Tuliskan urutan peristiwa dari awal, tengah, hingga akhir.

  5. Siapkan kertas gambar, pensil, penghapus, dan alat warna.

  6. Buatlah sketsa gambar cerita dalam tiga bagian.

  7. Kembangkan sketsa dengan menambahkan tokoh dan benda pendukung.

  8. Warnai gambar menggunakan pensil warna, krayon, atau spidol.

  9. Rapikan dan selesaikan seluruh bagian gambar.

  10. Berikan judul pada hasil karya.

  11. Presentasikan gambar cerita di depan kelas.

  12. Sampaikan pengalaman dan pesan yang terdapat dalam gambar.

Contoh lembar rancangan gambar cerita:

Unsur Cerita

Jawaban Peserta Didik

Judul

................................

Tema

................................

Tokoh

................................

Latar tempat

................................

Latar waktu

................................

Peristiwa awal

................................

Peristiwa tengah

................................

Peristiwa akhir

................................

Alat mewarnai

................................

Pesan cerita

................................

🌟 INGAT!

  • Sketsa adalah gambar awal sebelum gambar diselesaikan.

  • Gambar cerita dapat dibuat berdasarkan pengalaman pribadi.

  • Tokoh, latar, dan peristiwa harus sesuai dengan tema cerita.

  • Warna dapat membuat gambar lebih menarik dan memperjelas suasana.

  • Gambar cerita harus disusun secara runtut.

  • Presentasi merupakan kegiatan menyampaikan hasil karya.

  • Refleksi membantu kita mengetahui kelebihan dan kekurangan karya.

  • Setiap karya memiliki keunikan dan kreativitas masing-masing.

📝 SOAL ASESMEN / POST TEST

A. Pilihan Ganda

Pilihlah jawaban yang paling tepat!

1. Gambar awal yang dibuat sebelum gambar diselesaikan disebut ....

A. lukisan

B. sketsa

C. kolase

D. poster

2. Alat yang digunakan untuk membuat sketsa adalah ....

A. pensil

B. gunting

C. lem

D. penggaris besi

3. Setelah membuat sketsa gambar cerita, langkah selanjutnya adalah ....

A. membuang gambar

B. merobek kertas

C. mengembangkan gambar dan menambahkan detail

D. menghapus seluruh gambar

4. Alat yang dapat digunakan untuk mewarnai gambar cerita adalah ....

A. penggaris

B. penghapus

C. pensil warna

D. rautan

5. Mengapa gambar cerita perlu diberi warna?

A. Agar cerita sulit dipahami.

B. Agar gambar lebih menarik dan suasananya terlihat jelas.

C. Agar gambar menjadi lebih kecil.

D. Agar tokoh tidak terlihat.

6. Setelah selesai mewarnai gambar cerita, sebaiknya kita ....

A. membiarkan gambar berantakan

B. menghapus seluruh gambar

C. memeriksa dan merapikan hasil karya

D. langsung membuang kertas

7. Penyusunan gambar cerita yang baik harus memperhatikan ....

A. urutan peristiwa

B. ukuran meja

C. jumlah pensil

D. warna pakaian teman

8. Kegiatan menyampaikan hasil karya kepada teman disebut ....

A. menggambar

B. presentasi

C. mewarnai

D. menghapus

9. Kegiatan mengingat kembali kelebihan dan kekurangan karya disebut ....

A. refleksi

B. demonstrasi

C. permainan

D. pengamatan

10. Sikap yang baik ketika mempresentasikan gambar cerita adalah ....

A. malu berbicara dan menyembunyikan gambar

B. mengejek karya teman

C. berbicara dengan jelas dan percaya diri

D. tidak mau mendengarkan teman

B. Isian Singkat

  1. Gambar awal yang dibuat menggunakan pensil disebut ....

  2. Sebutkan tiga alat yang digunakan untuk membuat gambar cerita!

  3. Sebutkan dua alat yang dapat digunakan untuk mewarnai gambar!

  4. Sebelum membuat sketsa, kita harus menentukan tema, tokoh, latar, dan ....

  5. Mengapa sketsa dibuat sebelum gambar diberi warna?

  6. Apa manfaat memilih warna yang sesuai dengan suasana cerita?

  7. Bagaimana urutan penyusunan gambar cerita yang benar?

  8. Apa yang dimaksud dengan presentasi karya?

  9. Mengapa kita perlu melakukan refleksi setelah menyelesaikan karya seni?

  10. Sebutkan dua sikap yang harus ditunjukkan ketika mempresentasikan hasil gambar cerita!

🔑 KUNCI JAWABAN

A. Pilihan Ganda

Nomor

Jawaban

1

B

2

A

3

C

4

C

5

B

6

C

7

A

8

B

9

A

10

C

B. Isian Singkat

  1. Sketsa.

  2. Pensil, penghapus, dan kertas gambar.

  3. Pensil warna dan krayon.

  4. Urutan peristiwa.

  5. Sebagai pedoman atau rancangan awal sebelum gambar diselesaikan.

  6. Agar suasana dan pesan cerita lebih mudah dipahami serta gambar terlihat menarik.

  7. Awal, tengah, dan akhir.

  8. Kegiatan menyampaikan atau menjelaskan hasil karya kepada orang lain.

  9. Untuk mengetahui kelebihan, kekurangan, dan hal yang perlu diperbaiki.

  10. Percaya diri dan berbicara dengan jelas.


🌻 KEGIATAN REFLEKSI GURU DAN PESERTA DIDIK

Refleksi Peserta Didik

  1. Saya sudah mampu membuat sketsa gambar cerita.

  2. Saya sudah mampu memilih warna yang sesuai.

  3. Saya sudah mampu menyusun gambar dari awal hingga akhir.

  4. Saya berani menceritakan hasil karya di depan kelas.

  5. Saya menghargai karya sendiri dan karya teman.

Refleksi Guru

  1. Apakah peserta didik mampu membuat sketsa berdasarkan pengalaman pribadi?

  2. Apakah peserta didik mampu mewarnai gambar dengan baik?

  3. Apakah peserta didik mampu menyusun gambar cerita secara runtut?

  4. Apakah peserta didik berani mempresentasikan hasil karyanya?

  5. Apa perbaikan pembelajaran yang perlu dilakukan pada pertemuan berikutnya?

🌟 KESIMPULAN

Membuat gambar cerita berdasarkan pengalaman pribadi merupakan kegiatan seni rupa yang dapat mengembangkan kreativitas, imajinasi, dan keterampilan peserta didik.

Dalam membuat gambar cerita, terdapat beberapa tahapan yang harus dilakukan, yaitu menentukan tema, tokoh, latar, dan urutan peristiwa, membuat sketsa, mengembangkan gambar, memilih warna, menyelesaikan karya, serta menyusun gambar secara runtut.

Setelah karya selesai, peserta didik mempresentasikan hasil gambar cerita dan melakukan refleksi terhadap karya yang telah dibuat.

Melalui pembelajaran ini, peserta didik diharapkan mampu menghasilkan karya seni rupa yang kreatif, rapi, bermakna, serta memiliki keberanian dan rasa percaya diri dalam menyampaikan pengalaman pribadi melalui gambar.

Refleksi:

Alhamdulillah kegiatan pembelajaran hari ini belajar dengan baik di mana hari ini anak-anak mewarnai kita yang telah dibuat pada pertemuan sebelumnya pewarnaannya sudah mulai hilang lebih baik dan bagus kelahiran karakter lain pesannya siswa yang hadir 21 orang yang tidak hadie 1 orang karen sakit.

MATEMATIKA

  JUMAT , 06 NOVEMBER 202 6 IDENTITAS Nama Guru: Elfida, S.Pd Mata Pelajaran: Matematika Hari, Tanggal: Jumat, 03 November 2026 Fase/Kelas: ...

 

Elfida Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea