Selasa, 20 Oktober 2026

IPAS

By elfida fida - Oktober 20, 2026 0 Comments

 RABU, 21 OKTOBER 2026

IDENTITAS

Nama Guru: Elfida, S.Pd

Mata Pelajaran: IPAS

Hari, Tanggal: Rabu, 21 Oktober 2026

Fase/Kelas: B / IV (Empat)

Materi: Mengenal Sumber Daya Alam dan Pelestariannya

Pertemuan ke: 1

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم

📋 Perangkat Pembelajaran

Capaian Pembelajaran (CP)

Peserta didik mampu mengidentifikasi sumber daya alam yang terdapat di lingkungan sekitar, memahami manfaatnya bagi kehidupan manusia, serta menjelaskan pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan. Peserta didik mampu mengidentifikasi permasalahan yang berkaitan dengan pemanfaatan sumber daya alam dan menghasilkan solusi sederhana untuk pelestarian sumber daya alam sebagai upaya mengurangi dampak perubahan iklim.

Tujuan Pembelajaran

Peserta didik dapat menghasilkan solusi untuk masalah yang berkaitan dengan pelestarian sumber daya alam sebagai upaya mitigasi perubahan iklim.

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan pengertian sumber daya alam dengan benar.

  2. Mengidentifikasi berbagai jenis sumber daya alam di lingkungan sekitar.

  3. Membedakan sumber daya alam yang dapat diperbarui dan tidak dapat diperbarui.

  4. Menjelaskan manfaat sumber daya alam bagi kehidupan manusia.

  5. Mengidentifikasi permasalahan yang terjadi akibat pemanfaatan sumber daya alam secara berlebihan.

  6. Menjelaskan pentingnya pelestarian sumber daya alam.

  7. Menghubungkan pelestarian sumber daya alam dengan upaya mitigasi perubahan iklim.

  8. Mengidentifikasi tindakan yang dapat dilakukan untuk menghemat air, energi, dan bahan alam.

  9. Merancang solusi sederhana untuk mengatasi masalah pelestarian sumber daya alam.

  10. Menyampaikan gagasan atau solusi secara runtut, kreatif, dan bertanggung jawab.

  11. Menunjukkan sikap peduli terhadap lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.

Mindful (Berkesadaran)

Murid mengamati lingkungan sekitar dan menyadari bahwa kehidupan manusia bergantung pada sumber daya alam, seperti air, tanah, tumbuhan, hewan, dan energi.

Murid diajak memahami bahwa sumber daya alam perlu digunakan secara bijaksana. Kebiasaan sederhana, seperti mematikan lampu ketika tidak digunakan, menghemat air, dan menjaga tanaman, merupakan bentuk kepedulian terhadap lingkungan.

Meaningful (Bermakna)

Murid memahami bahwa pelestarian sumber daya alam berhubungan langsung dengan kehidupan sehari-hari.

Melalui pembelajaran ini, murid dapat menemukan masalah di lingkungan rumah dan sekolah, kemudian merancang solusi yang dapat dilakukan bersama. Contohnya adalah mengurangi sampah, menanam dan merawat pohon, menghemat listrik, serta menggunakan air secukupnya.

Murid juga memahami bahwa upaya mengurangi penggunaan energi dari bahan bakar fosil dan menjaga hutan dapat membantu mengurangi emisi gas rumah kaca yang menyebabkan perubahan iklim.

Joyful (Menyenangkan)

Murid belajar melalui kegiatan mengamati gambar, mengelompokkan jenis sumber daya alam, bermain kartu masalah dan solusi, melakukan pengamatan lingkungan sekolah, berdiskusi dalam kelompok, serta membuat poster ajakan melestarikan sumber daya alam.

Murid diberi kesempatan menyampaikan gagasan kreatif dan memilih solusi yang sesuai dengan kondisi lingkungan sekitar.

Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Mengenal pengertian sumber daya alam.

  2. Mengidentifikasi jenis-jenis sumber daya alam.

  3. Membedakan sumber daya alam yang dapat diperbarui dan tidak dapat diperbarui.

  4. Menjelaskan manfaat sumber daya alam bagi kehidupan.

  5. Mengidentifikasi masalah akibat penggunaan sumber daya alam yang tidak bijaksana.

  6. Memahami pentingnya pelestarian sumber daya alam.

  7. Menghubungkan pelestarian sumber daya alam dengan mitigasi perubahan iklim.

  8. Menentukan masalah lingkungan yang ditemukan di sekitar.

  9. Merancang solusi sederhana untuk mengatasi masalah tersebut.

  10. Menyampaikan solusi melalui diskusi, poster, atau presentasi.

  11. Melaksanakan tindakan sederhana untuk menjaga lingkungan.

  12. Merefleksikan manfaat pelestarian sumber daya alam dalam kehidupan sehari-hari.

📌 MATERI: MENGENAL SUMBER DAYA ALAM DAN PELESTARIANNYA

Model & Metode Pembelajaran

Model Pembelajaran:

  • Problem Based Learning (PBL)

  • Project Based Learning (PjBL)

Metode Pembelajaran:

  • Tanya jawab

  • Pengamatan

  • Demonstrasi

  • Diskusi kelompok

  • Penugasan

  • Pemecahan masalah

  • Presentasi

  • Praktik sederhana

  • Refleksi

Media Pembelajaran

  • Gambar berbagai sumber daya alam.

  • Gambar lingkungan yang bersih dan tercemar.

  • Kartu jenis sumber daya alam.

  • Kartu masalah dan solusi lingkungan.

  • Buku IPAS kelas IV.

  • LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik).

  • Kertas karton atau kertas gambar.

  • Pensil warna, krayon, dan spidol.

  • Papan tulis dan spidol.

  • Lingkungan sekolah, seperti taman, halaman, dan tempat sampah.

🌸 Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat pagi, anak-anak hebat kelas IV! Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap mengikuti pembelajaran IPAS. Aamiin.

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita berdoa bersama dan membaca basmalah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan ilmu yang kita peroleh menjadi ilmu yang bermanfaat.

Guru mengajak murid mengamati lingkungan sekitar kelas.

Pertanyaan pemantik:

  1. Anak-anak, dari mana kita memperoleh air untuk minum dan mandi?

  2. Dari mana asal sayuran, buah-buahan, dan kayu yang kita gunakan?

  3. Apakah air, tanah, tumbuhan, dan hewan termasuk sumber daya alam?

  4. Apa yang akan terjadi jika manusia menebang pohon secara berlebihan?

  5. Bagaimana cara kita menjaga sumber daya alam agar tetap tersedia untuk masa depan?

  6. Apa hubungan menanam pohon dan menghemat listrik dengan perubahan iklim?

Guru menjelaskan:

"Hari ini kita akan belajar mengenal sumber daya alam dan cara melestarikannya. Kita juga akan menemukan masalah lingkungan serta merancang solusi sederhana yang dapat kita lakukan di rumah dan di sekolah."

Guru memberikan contoh permasalahan:

"Di halaman sekolah terdapat keran air yang dibiarkan menyala setelah digunakan. Air terus mengalir dan terbuang sia-sia. Menurut kalian, apa yang sebaiknya dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut?"

Murid menyampaikan pendapat, misalnya menutup keran setelah digunakan, mengingatkan teman dengan sopan, dan melaporkan keran yang rusak kepada guru.

Guru memberikan penguatan:

"Menjaga sumber daya alam dapat dimulai dari kebiasaan kecil. Jika dilakukan bersama-sama dan secara konsisten, kebiasaan tersebut dapat memberikan manfaat bagi lingkungan."

📖 Ringkasan Materi

A. Pengertian Sumber Daya Alam

Sumber daya alam adalah segala sesuatu yang berasal dari alam dan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia serta makhluk hidup lainnya.

Sumber daya alam tersedia di lingkungan sekitar, baik di daratan, perairan, maupun di dalam bumi.

Contoh sumber daya alam:

  • Air.

  • Tanah.

  • Udara.

  • Tumbuhan.

  • Hewan.

  • Sinar matahari.

  • Angin.

  • Batu bara.

  • Minyak bumi.

  • Gas alam.

Sumber daya alam harus dimanfaatkan secara bijaksana agar tidak cepat habis, rusak, atau mengganggu keseimbangan lingkungan.

B. Jenis-Jenis Sumber Daya Alam

1. Sumber Daya Alam yang Dapat Diperbarui

Sumber daya alam yang dapat diperbarui adalah sumber daya alam yang dapat tersedia kembali melalui proses alam atau berkembang biak, terutama jika dikelola dengan baik.

Contoh:

  • Air.

  • Tumbuhan.

  • Hewan.

  • Hasil pertanian.

  • Hasil perkebunan.

  • Sinar matahari.

  • Angin.

Cara melestarikannya:

  • Menanam dan merawat pohon.

  • Menjaga kebersihan sungai.

  • Menghemat penggunaan air.

  • Menjaga habitat hewan.

  • Menggunakan sumber daya sesuai kebutuhan.

  • Menanam kembali tanaman yang dipanen.

Perlu diingat, sumber daya yang dapat diperbarui tetap dapat mengalami kelangkaan jika digunakan berlebihan atau lingkungannya rusak.

2. Sumber Daya Alam yang Tidak Dapat Diperbarui

Sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui adalah sumber daya alam yang pembentukannya memerlukan waktu sangat lama, sehingga persediaannya terbatas dalam skala kehidupan manusia.

Contoh:

  • Minyak bumi.

  • Batu bara.

  • Gas alam.

  • Berbagai bahan tambang, seperti bijih logam.

Cara menghematnya:

  • Mematikan lampu dan peralatan listrik ketika tidak digunakan.

  • Menggunakan listrik seperlunya.

  • Berjalan kaki atau bersepeda untuk perjalanan dekat jika aman.

  • Menggunakan kembali barang yang masih layak.

  • Mendaur ulang bahan yang dapat didaur ulang.

  • Mengurangi pemborosan bahan bakar.

C. Manfaat Sumber Daya Alam

Sumber daya alam memiliki banyak manfaat bagi kehidupan.

Sumber Daya AlamManfaat
AirMinum, mandi, mencuci, dan mengairi tanaman
TanahTempat tumbuh tanaman dan mendirikan bangunan
TumbuhanSumber makanan, obat-obatan, dan bahan bangunan
HewanSumber pangan dan membantu kegiatan manusia
Sinar matahariMemberikan cahaya dan panas serta menghasilkan energi listrik melalui panel surya
AnginMembantu pergerakan udara dan dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan listrik
Minyak bumiBahan baku berbagai produk dan bahan bakar
Batu baraBahan bakar untuk menghasilkan energi listrik di sejumlah pembangkit

Manusia perlu memanfaatkan sumber daya alam sesuai kebutuhan dengan tetap menjaga kelestariannya.

D. Pengertian Pelestarian Sumber Daya Alam

Pelestarian sumber daya alam adalah upaya menjaga, melindungi, dan menggunakan sumber daya alam secara bijaksana agar tetap tersedia dan dapat dimanfaatkan oleh generasi sekarang maupun generasi mendatang.

Pelestarian bertujuan untuk:

  1. Menjaga ketersediaan sumber daya alam.

  2. Melindungi tumbuhan dan hewan.

  3. Menjaga kualitas air, tanah, dan udara.

  4. Mengurangi kerusakan lingkungan.

  5. Menjaga keseimbangan ekosistem.

  6. Mendukung upaya menghadapi perubahan iklim.

E. Contoh Pelestarian Sumber Daya Alam

1. Menghemat Air

Cara melakukannya:

  • Menutup keran setelah digunakan.

  • Menggunakan air secukupnya.

  • Memperbaiki keran yang bocor dengan bantuan orang dewasa.

  • Tidak membuang sampah ke sungai.

  • Menjaga kebersihan sumber air.

2. Menjaga Tumbuhan dan Hutan

Cara melakukannya:

  • Menanam dan merawat pohon.

  • Tidak merusak tanaman.

  • Menggunakan kertas secara hemat.

  • Memanfaatkan kembali kertas yang masih dapat digunakan.

  • Mencegah pembakaran sampah dan vegetasi secara sembarangan.

3. Menghemat Energi

Cara melakukannya:

  • Mematikan lampu ketika ruangan tidak digunakan.

  • Mematikan kipas angin setelah selesai digunakan.

  • Memanfaatkan cahaya matahari pada siang hari.

  • Menggunakan peralatan listrik seperlunya.

  • Memilih berjalan kaki atau bersepeda untuk perjalanan dekat jika aman.

4. Mengurangi Sampah

Cara melakukannya:

  • Membawa botol minum dan tempat makan yang dapat digunakan kembali.

  • Memilah sampah sesuai jenisnya.

  • Menggunakan kembali barang yang masih layak.

  • Mendaur ulang bahan yang sesuai.

  • Mengurangi penggunaan barang sekali pakai.

5. Melindungi Hewan

Cara melakukannya:

  • Tidak memburu hewan secara sembarangan.

  • Menjaga habitat hewan.

  • Tidak merusak sarang atau tempat hidup hewan.

  • Tidak membuang limbah ke sungai atau laut.

F. Hubungan Pelestarian Sumber Daya Alam dengan Perubahan Iklim

Perubahan iklim adalah perubahan pola suhu dan cuaca dalam jangka panjang. Saat ini, perubahan iklim terutama dipercepat oleh meningkatnya gas rumah kaca akibat aktivitas manusia, seperti pembakaran batu bara, minyak bumi, dan gas alam serta kerusakan hutan.

Pelestarian sumber daya alam dapat membantu mengurangi penyebab perubahan iklim.

Contohnya:

  1. Menanam dan menjaga pohon. Pohon menyerap karbon dioksida ketika tumbuh dan menyimpan karbon.

  2. Menghemat listrik. Penghematan listrik dapat mengurangi penggunaan bahan bakar fosil jika listrik berasal dari sumber tersebut.

  3. Mengurangi pembakaran sampah. Kebiasaan ini membantu mengurangi polusi udara dan emisi dari pembakaran.

  4. Menggunakan barang secara berulang. Kebiasaan ini mengurangi kebutuhan produksi barang baru dan jumlah sampah.

  5. Menjaga lahan dan hutan. Ekosistem yang terjaga dapat menyimpan karbon dan membantu mempertahankan keseimbangan alam.

Tindakan yang bertujuan mengurangi penyebab perubahan iklim disebut mitigasi perubahan iklim.

Sementara itu, tindakan menyesuaikan diri terhadap dampak perubahan iklim disebut adaptasi perubahan iklim.

Contoh adaptasi adalah menampung air hujan untuk digunakan saat diperlukan, menanam tanaman yang sesuai dengan kondisi setempat, dan menjaga saluran air agar tidak tersumbat ketika hujan deras.

G. Cara Menghasilkan Solusi untuk Masalah Lingkungan

Gunakan langkah A-M-S-T:

  1. A = Amati masalah. Temukan masalah yang terjadi di lingkungan sekitar.

  2. M = Mengapa terjadi? Cari penyebab masalah.

  3. S = Susun solusi. Tentukan tindakan yang dapat dilakukan.

  4. T = Tindak lanjuti. Laksanakan solusi dan amati hasilnya.

Contoh permasalahan: Sampah plastik menumpuk di halaman sekolah.

  • Masalah: Banyak sampah plastik berserakan.

  • Penyebab: Sebagian murid membuang sampah sembarangan dan menggunakan kemasan sekali pakai.

  • Solusi: Menyediakan tempat sampah terpilah, membawa botol minum sendiri, dan mengadakan kegiatan kebersihan.

  • Tindak lanjut: Memeriksa kebersihan halaman setiap hari dan mengurangi sampah yang dihasilkan.

Solusi yang baik harus sederhana, aman, sesuai kebutuhan, dan dapat dilakukan bersama-sama.


📝 LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)

Mata Pelajaran: IPAS

Kelas: IV (Empat)

Materi: Mengenal Sumber Daya Alam dan Pelestariannya

Nama: ....................................................

Kelompok: ..............................................

Kegiatan 1: Mengelompokkan Sumber Daya Alam

Kelompokkan sumber daya alam berikut sesuai jenisnya.

Air, tumbuhan, minyak bumi, batu bara, sinar matahari, gas alam, hewan, dan angin.

Sumber Daya Alam yang Dapat DiperbaruiSumber Daya Alam yang Tidak Dapat Diperbarui
................................................................
................................................................
................................................................
................................................................

Kegiatan 2: Menemukan Masalah Lingkungan

Amatilah lingkungan sekolah atau gambar yang diberikan guru.

  1. Masalah lingkungan yang saya temukan adalah ................................

  2. Sumber daya alam yang terdampak adalah ................................

  3. Penyebab masalah tersebut adalah ................................

  4. Dampak yang dapat terjadi adalah ................................

  5. Solusi yang dapat dilakukan adalah ................................

Kegiatan 3: Merancang Solusi Pelestarian

Pilih satu masalah lingkungan dan lengkapilah tabel berikut.

KomponenHasil Diskusi
Masalah yang dipilih................................
Penyebab masalah................................
Dampak terhadap lingkungan................................
Solusi yang diusulkan................................
Alat atau bahan yang diperlukan................................
Pembagian tugas kelompok................................
Cara mengetahui keberhasilan solusi................................

Kegiatan 4: Membuat Poster

Buatlah poster dengan tema “Ayo Lestarikan Sumber Daya Alam”.

Poster harus memuat:

  1. Judul yang menarik.

  2. Gambar yang sesuai.

  3. Masalah lingkungan yang ingin diatasi.

  4. Kalimat ajakan.

  5. Solusi yang dapat dilakukan.

Setelah selesai, presentasikan poster di depan kelas.

🌟 INGAT!

  • Sumber daya alam berasal dari alam dan bermanfaat bagi kehidupan.

  • Sumber daya alam dapat diperbarui dan tidak dapat diperbarui.

  • Sumber daya alam harus digunakan secara bijaksana.

  • Menjaga air, tanah, hutan, tumbuhan, dan hewan merupakan bentuk pelestarian lingkungan.

  • Menghemat energi dan menjaga hutan dapat membantu mengurangi emisi gas rumah kaca.

  • Mitigasi perubahan iklim dilakukan dengan mengurangi penyebab perubahan iklim.

  • Solusi lingkungan harus aman, sederhana, dan dapat dilaksanakan.

  • Setiap murid dapat ikut menjaga sumber daya alam melalui kebiasaan sehari-hari.

📝 Soal Asesmen / Post Test

A. Pilihan Ganda

Pilihlah jawaban yang paling tepat!

1. Segala sesuatu yang berasal dari alam dan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup disebut ....

a. barang buatan

b. sumber daya alam

c. alat komunikasi

d. bahan sintetis

2. Berikut yang termasuk sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui adalah ....

a. sinar matahari

b. angin

c. batu bara

d. tumbuhan

3. Tindakan yang tepat untuk melestarikan sumber daya air adalah ....

a. membiarkan keran menyala

b. membuang sampah ke sungai

c. menggunakan air secukupnya

d. mencemari mata air

4. Salah satu manfaat pohon bagi lingkungan adalah ....

a. meningkatkan jumlah sampah

b. menyerap karbon dioksida ketika tumbuh

c. menyebabkan semua hujan berhenti

d. menghabiskan seluruh air tanah

5. Ketika keluar dari kelas, lampu masih menyala meskipun ruangan tidak digunakan. Tindakan yang tepat adalah ....

a. membiarkan lampu menyala sepanjang hari

b. menyalakan semua lampu lainnya

c. mematikan lampu jika tidak diperlukan

d. merusak sakelar lampu

6. Kegiatan yang dapat membantu mengurangi sampah adalah ....

a. menggunakan botol minum berulang kali

b. membuang sampah ke sungai

c. membakar semua sampah plastik

d. menggunakan barang sekali pakai secara berlebihan

7. Penggunaan bahan bakar fosil secara berlebihan dapat meningkatkan ....

a. jumlah pohon secara langsung

b. emisi gas rumah kaca

c. kesuburan semua tanah

d. ketersediaan air bersih

8. Kegiatan mengurangi penggunaan energi dari bahan bakar fosil untuk membantu menekan perubahan iklim disebut ....

a. mitigasi perubahan iklim

b. pencemaran lingkungan

c. pemborosan sumber daya

d. perusakan habitat

9. Di sekolah banyak ditemukan sampah kertas yang masih dapat digunakan pada sisi lainnya. Solusi yang tepat adalah ....

a. langsung membakar seluruh kertas

b. membuang semua kertas ke sungai

c. menggunakan kembali sisi kertas yang masih kosong

d. merobek kertas menjadi potongan kecil lalu menyebarkannya

10. Warga menemukan banyak tanaman di sekitar sumber air rusak akibat perilaku manusia. Solusi yang paling tepat adalah ....

a. membiarkan kerusakan semakin luas

b. menanam dan merawat tanaman serta menjaga sumber air

c. membuang sampah di sekitar sumber air

d. menebang semua pohon yang tersisa

B. Isian Singkat

Isilah titik-titik berikut dengan jawaban yang tepat!

  1. Minyak bumi dan batu bara termasuk sumber daya alam yang ....

  2. Kegiatan menanam dan merawat pohon merupakan salah satu upaya pelestarian ....

  3. Upaya untuk mengurangi penyebab perubahan iklim disebut ....

  4. Mematikan lampu ketika tidak digunakan merupakan contoh perilaku ....

  5. Menggunakan kembali barang yang masih layak pakai dapat membantu mengurangi jumlah ....

C. Uraian

Jawablah pertanyaan berikut dengan jelas!

  1. Jelaskan pengertian sumber daya alam dan berikan tiga contohnya!

  2. Sebutkan tiga cara melestarikan sumber daya alam yang dapat dilakukan di rumah atau di sekolah!

  3. Mengapa penggunaan bahan bakar fosil secara berlebihan dapat memperburuk perubahan iklim?

  4. Di halaman sekolah banyak ditemukan sampah plastik. Identifikasilah penyebab masalah tersebut dan tuliskan dua solusi yang dapat dilakukan!

  5. Buatlah rancangan solusi sederhana untuk menghemat air di sekolah. Jelaskan masalah, tindakan yang akan dilakukan, dan cara mengetahui apakah solusi tersebut berhasil!

🔑 Kunci Jawaban

A. Pilihan Ganda

  1. b. Sumber daya alam

  2. c. Batu bara

  3. c. Menggunakan air secukupnya

  4. b. Menyerap karbon dioksida ketika tumbuh

  5. c. Mematikan lampu jika tidak diperlukan

  6. a. Menggunakan botol minum berulang kali

  7. b. Emisi gas rumah kaca

  8. a. Mitigasi perubahan iklim

  9. c. Menggunakan kembali sisi kertas yang masih kosong

  10. b. Menanam dan merawat tanaman serta menjaga sumber air

B. Isian Singkat

  1. Tidak dapat diperbarui.

  2. Tumbuhan dan lingkungan.

  3. Mitigasi perubahan iklim.

  4. Hemat energi.

  5. Sampah.

C. Uraian

16. Sumber daya alam adalah segala sesuatu yang berasal dari alam dan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Contohnya air, tumbuhan, dan sinar matahari.

17. Contoh jawaban:

  • Menghemat penggunaan air.

  • Mematikan lampu ketika tidak digunakan.

  • Menanam dan merawat tanaman.

Jawaban lain yang sesuai dapat diterima.

18. Pembakaran bahan bakar fosil melepaskan gas rumah kaca, terutama karbon dioksida. Peningkatan gas rumah kaca memperkuat efek rumah kaca dan menyebabkan suhu rata-rata bumi meningkat.

19. Contoh jawaban:

  • Penyebab: kebiasaan membuang sampah sembarangan dan penggunaan kemasan sekali pakai.

  • Solusi pertama: menyediakan tempat sampah yang sesuai dan mengingatkan warga sekolah untuk membuang sampah pada tempatnya.

  • Solusi kedua: membawa botol minum dan tempat makan yang dapat digunakan kembali.

20. Contoh jawaban:

  • Masalah: air terbuang karena keran dibiarkan terbuka.

  • Tindakan: menutup keran setelah digunakan, memasang pengingat, dan melaporkan keran yang bocor kepada guru.

  • Cara mengetahui keberhasilan: mengamati apakah keran sudah tertutup setelah digunakan dan apakah pemborosan air berkurang.

Jawaban murid dapat bervariasi selama logis, aman, dan sesuai dengan masalah yang dibahas.

🌟 KESIMPULAN

Sumber daya alam adalah segala sesuatu yang berasal dari alam dan bermanfaat bagi kehidupan manusia serta makhluk hidup lainnya. Sumber daya alam meliputi air, tanah, tumbuhan, hewan, sinar matahari, angin, minyak bumi, batu bara, dan berbagai bahan tambang.

Sumber daya alam harus dimanfaatkan secara bijaksana melalui penghematan, penggunaan kembali barang, pengurangan sampah, penanaman pohon, dan perlindungan lingkungan.

Pelestarian sumber daya alam juga berperan dalam mitigasi perubahan iklim. Menghemat energi, mengurangi pembakaran bahan bakar fosil, dan menjaga hutan dapat membantu mengurangi emisi gas rumah kaca.

Melalui pembelajaran ini, peserta didik diharapkan mampu mengenali masalah lingkungan, menganalisis penyebabnya, dan menghasilkan solusi sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

SENI RUPA

By elfida fida - Oktober 20, 2026 0 Comments

 RABU, 21 OKTOBER 2026

IDENTITAS

Nama Guru: Elfida, S.Pd

Mata Pelajaran: Seni Rupa

Hari, Tanggal: Rabu, 21 Oktober 2026

Fase/Kelas: B / IV (Empat)

Materi: Menentukan Ide Cerita dari Pengalaman Pribadi

Pertemuan ke: 2

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم

📋 Perangkat Pembelajaran

Capaian Pembelajaran (CP)

Peserta didik mampu mengamati, mengeksplorasi, dan mengembangkan ide kreatif berdasarkan pengalaman pribadi untuk menghasilkan karya seni rupa berupa gambar cerita. Peserta didik mampu menggunakan unsur rupa, seperti garis, bentuk, dan warna, serta menyusun gambar secara runtut untuk menyampaikan gagasan dan pengalaman kepada orang lain. Peserta didik juga mampu mempresentasikan karya dan menghargai hasil karya sendiri maupun karya orang lain.

Tujuan Pembelajaran

Peserta didik mampu membuat gambar cerita berdasarkan pengalaman pribadi dengan menentukan tema, tokoh, latar, urutan peristiwa, membuat sketsa, memilih warna, menyusun gambar secara runtut, serta menyampaikan cerita melalui gambar dengan kreatif, rapi, dan percaya diri.

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan pengertian ide cerita berdasarkan pengalaman pribadi.

  2. Mengidentifikasi berbagai pengalaman pribadi yang dapat dijadikan ide cerita.

  3. Menentukan ide cerita yang menarik dan sesuai dengan pengalaman sendiri.

  4. Menentukan tema cerita berdasarkan pengalaman pribadi.

  5. Menentukan tokoh dan latar yang sesuai dengan cerita.

  6. Menguraikan urutan peristiwa dari awal, tengah, hingga akhir.

  7. Membuat rancangan sederhana gambar cerita berdasarkan ide yang dipilih.

  8. Membuat sketsa gambar sesuai dengan rancangan cerita.

  9. Memilih alat dan warna yang sesuai dengan suasana cerita.

  10. Menyusun gambar secara runtut agar mudah dipahami.

  11. Menyampaikan isi cerita melalui gambar dengan bahasa yang jelas dan percaya diri.

  12. Menghargai ide dan karya teman serta menunjukkan sikap kreatif selama kegiatan berkarya.

Mindful (Berkesadaran)

Murid diajak mengingat berbagai pengalaman yang pernah dialami, seperti bermain bersama teman, membantu orang tua, mengikuti kegiatan sekolah, atau berlibur bersama keluarga.

Murid menyadari bahwa pengalaman sehari-hari dapat menjadi sumber inspirasi untuk menghasilkan karya seni rupa. Murid belajar mengenali pengalaman yang ingin diceritakan, memilih ide secara sadar, serta memikirkan urutan peristiwa sebelum mulai menggambar.

Meaningful (Bermakna)

Murid memahami bahwa ide gambar cerita dapat berasal dari pengalaman nyata yang dekat dengan kehidupan mereka.

Melalui kegiatan ini, murid dapat mengungkapkan pengalaman, perasaan, dan pesan melalui gambar. Murid juga belajar mengambil nilai positif dari pengalaman, seperti kerja sama, tanggung jawab, kepedulian, kejujuran, dan persahabatan.

Joyful (Menyenangkan)

Murid belajar melalui kegiatan berbagi pengalaman, bermain tebak cerita, mengamati gambar, berdiskusi, membuat peta ide, menyusun kartu urutan peristiwa, dan menggambar berdasarkan pengalaman pribadi.

Murid diberi kebebasan memilih ide cerita yang disukai agar pembelajaran terasa menyenangkan. Guru memberikan apresiasi terhadap keunikan ide dan usaha setiap murid.

Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Mengenal pengertian ide cerita dari pengalaman pribadi.

  2. Mengamati contoh gambar cerita sederhana.

  3. Mengidentifikasi pengalaman pribadi yang menarik untuk diceritakan.

  4. Memilih satu pengalaman sebagai ide cerita.

  5. Menentukan tema, tokoh, dan latar cerita.

  6. Menyusun urutan peristiwa secara runtut.

  7. Membuat rancangan gambar cerita.

  8. Membuat sketsa berdasarkan rancangan.

  9. Memilih warna yang sesuai dengan cerita.

  10. Menyusun gambar agar membentuk cerita yang utuh.

  11. Mempresentasikan gambar cerita di depan kelas.

  12. Melakukan refleksi terhadap proses dan hasil karya.

📌 MATERI: MENENTUKAN IDE CERITA DARI PENGALAMAN PRIBADI

Model & Metode Pembelajaran

Model Pembelajaran:

  • Project Based Learning (PjBL)

  • Discovery Learning

Metode Pembelajaran:

  • Tanya jawab

  • Bercerita

  • Pengamatan

  • Curah pendapat

  • Diskusi kelompok

  • Demonstrasi

  • Praktik menggambar

  • Penugasan

  • Presentasi

  • Refleksi

Media Pembelajaran

  • Buku gambar atau kertas gambar.

  • Contoh gambar cerita.

  • Gambar seri.

  • Kartu ide cerita.

  • Kartu urutan peristiwa.

  • Pensil dan penghapus.

  • Pensil warna, krayon, atau spidol warna.

  • LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik).

  • Papan tulis dan spidol.

  • Pengalaman pribadi murid sebagai sumber inspirasi.

🌸 Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat pagi, anak-anak hebat kelas IV! Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap mengikuti pembelajaran Seni Rupa. Aamiin.

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita berdoa bersama agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan ilmu yang kita peroleh menjadi ilmu yang bermanfaat.

Guru mengajak murid mengingat pengalaman yang pernah mereka alami.

Pertanyaan pemantik:

  1. Siapa yang pernah mengalami kejadian menyenangkan bersama keluarga?

  2. Siapa yang pernah membantu teman yang mengalami kesulitan?

  3. Apakah kalian pernah mengikuti kegiatan menarik di sekolah?

  4. Jika pengalaman tersebut ingin kalian ceritakan melalui gambar, pengalaman apa yang akan kalian pilih?

  5. Menurut kalian, bagaimana cara membuat gambar agar orang lain dapat memahami cerita yang kita sampaikan?

Guru memberikan contoh ide cerita:

"Suatu hari, saya dan teman-teman bekerja sama membersihkan halaman sekolah. Kami mengumpulkan sampah, menyapu halaman, dan merapikan tanaman. Setelah selesai, halaman sekolah menjadi bersih dan nyaman."

Guru bertanya:

  • Apa ide cerita tersebut?

  • Siapa saja tokohnya?

  • Di mana peristiwa itu terjadi?

  • Apa yang dilakukan pada awal, tengah, dan akhir cerita?

Guru menjelaskan:

"Hari ini kita akan belajar menentukan ide cerita dari pengalaman pribadi. Kalian akan memilih satu pengalaman, menentukan tema, tokoh, dan latar, lalu menyusun urutan peristiwa. Ide tersebut nantinya dapat dikembangkan menjadi gambar cerita yang menarik."

Guru menyampaikan pesan:

"Setiap pengalaman mempunyai cerita. Pilihlah pengalaman yang kalian pahami dan ingin kalian bagikan. Tidak perlu meniru ide teman, karena pengalaman dan kreativitas setiap anak berbeda."

📖 Ringkasan Materi

A. Pengertian Ide Cerita

Ide cerita adalah gagasan atau pemikiran awal yang akan dikembangkan menjadi sebuah cerita.

Ide cerita dapat berasal dari pengalaman pribadi, pengamatan terhadap lingkungan, cerita orang lain, maupun imajinasi.

Dalam pembelajaran Seni Rupa, ide cerita digunakan sebagai dasar untuk membuat gambar cerita.

Contoh ide cerita dari pengalaman pribadi:

  • Membantu ibu memasak.

  • Bermain bersama teman di halaman sekolah.

  • Mengikuti lomba di sekolah.

  • Menanam bunga bersama teman.

  • Berlibur bersama keluarga.

  • Menolong teman yang terjatuh.

  • Mengikuti kegiatan perkemahan sekolah.

  • Merawat hewan peliharaan.

B. Pengertian Pengalaman Pribadi

Pengalaman pribadi adalah peristiwa atau kejadian yang pernah dialami sendiri oleh seseorang.

Pengalaman tersebut dapat menyenangkan, mengharukan, menantang, atau memberikan pelajaran berharga.

Contoh:

Seorang murid pernah membantu ayah menyiram tanaman. Pengalaman tersebut dapat dijadikan ide cerita dengan tema kepedulian terhadap lingkungan.

C. Cara Menentukan Ide Cerita dari Pengalaman Pribadi

1. Mengingat Pengalaman

Ingatlah peristiwa yang pernah dialami di rumah, sekolah, atau lingkungan sekitar.

Contoh: bermain sepak bola bersama teman.

2. Memilih Pengalaman yang Menarik

Pilih pengalaman yang paling diingat dan mudah diceritakan kembali.

Contoh: pengalaman bekerja sama memenangkan lomba kebersihan kelas.

3. Menentukan Tema

Tema adalah gagasan utama yang menjadi dasar cerita.

Contoh:

  • Persahabatan.

  • Kerja sama.

  • Kasih sayang keluarga.

  • Kepedulian terhadap lingkungan.

  • Tanggung jawab.

4. Menentukan Tokoh

Tokoh adalah orang, hewan, atau karakter yang terlibat dalam cerita.

Contoh:

  • Aku.

  • Teman-teman.

  • Ibu dan ayah.

  • Guru.

  • Hewan peliharaan.

5. Menentukan Latar

Latar adalah tempat atau suasana terjadinya peristiwa.

Contoh:

  • Rumah.

  • Halaman sekolah.

  • Taman.

  • Perpustakaan.

  • Lapangan.

  • Pantai.

6. Menyusun Urutan Peristiwa

Urutan peristiwa adalah susunan kejadian dalam cerita dari awal sampai akhir.

  • Awal: memperkenalkan tokoh dan keadaan.

  • Tengah: menceritakan kegiatan atau peristiwa utama.

  • Akhir: menceritakan hasil atau penyelesaian peristiwa.

7. Mengembangkan Ide Menjadi Gambar

Setelah ide ditentukan, buatlah rancangan sederhana. Selanjutnya, buat sketsa, pilih warna, dan susun gambar secara runtut.

D. Contoh Menentukan Ide Cerita

Pengalaman: Membantu ibu membersihkan rumah.

Ide cerita: Aku membantu ibu membersihkan rumah pada hari Minggu.

Tema: Tanggung jawab dan kasih sayang keluarga.

Tokoh: Aku dan ibu.

Latar: Rumah.

Urutan peristiwa:

  1. Awal: Aku melihat ibu sedang merapikan rumah.

  2. Tengah: Aku membantu menyapu lantai dan merapikan mainan.

  3. Akhir: Rumah menjadi bersih dan ibu mengucapkan terima kasih.

Rancangan gambar:

  • Gambar 1: Aku melihat ibu membersihkan rumah.

  • Gambar 2: Aku membantu menyapu dan merapikan barang.

  • Gambar 3: Aku dan ibu melihat rumah yang sudah bersih.

Pesan cerita: Membantu orang tua merupakan perbuatan baik yang dapat dilakukan setiap hari.

E. Contoh Ide Cerita Lainnya

1. Pengalaman Bermain Bersama Teman

  • Tema: Persahabatan.

  • Tokoh: Aku dan teman-teman.

  • Latar: Lapangan sekolah.

  • Awal: Kami berkumpul untuk bermain.

  • Tengah: Kami bermain bersama dengan tertib.

  • Akhir: Kami merasa senang dan kembali ke kelas.

2. Pengalaman Menanam Bunga

  • Tema: Peduli lingkungan.

  • Tokoh: Aku, teman, dan guru.

  • Latar: Halaman sekolah.

  • Awal: Guru mengajak murid menanam bunga.

  • Tengah: Kami menanam bibit dan menyiramnya.

  • Akhir: Tanaman tertata rapi dan halaman menjadi lebih indah.

3. Pengalaman Mengikuti Lomba

  • Tema: Semangat dan kerja sama.

  • Tokoh: Aku dan anggota kelompok.

  • Latar: Halaman sekolah.

  • Awal: Guru menjelaskan kegiatan lomba.

  • Tengah: Kami bekerja sama mengikuti lomba.

  • Akhir: Kami merasa bangga karena telah berusaha bersama.

F. Manfaat Menentukan Ide Cerita Sebelum Menggambar

  1. Membantu menentukan arah cerita.

  2. Memudahkan pemilihan tema, tokoh, dan latar.

  3. Membantu menyusun urutan peristiwa.

  4. Memudahkan proses membuat sketsa.

  5. Membuat gambar lebih terarah dan mudah dipahami.

  6. Melatih kreativitas dan kemampuan mengungkapkan pengalaman.

  7. Membantu menyampaikan pesan melalui karya seni.

G. Hal yang Perlu Diperhatikan

Saat menentukan ide cerita, murid sebaiknya:

  • Memilih pengalaman yang benar-benar dipahami.

  • Menentukan satu gagasan utama.

  • Memilih tema yang jelas.

  • Menentukan tokoh dan latar yang sesuai.

  • Menyusun peristiwa secara runtut.

  • Memikirkan pesan yang ingin disampaikan.

  • Mengembangkan ide dengan kreativitas sendiri.

🧩 Latihan

Kerjakan latihan berikut dengan sungguh-sungguh!

A. Latihan Pengetahuan

Jawablah pertanyaan berikut.

  1. Apa yang dimaksud dengan ide cerita?

  2. Apa yang dimaksud dengan pengalaman pribadi?

  3. Sebutkan tiga contoh pengalaman pribadi yang dapat dijadikan ide gambar cerita.

  4. Mengapa kita perlu menentukan ide cerita sebelum menggambar?

  5. Apa perbedaan tema, tokoh, dan latar dalam sebuah cerita?

B. Latihan Menentukan Ide Cerita

Pilihlah satu pengalaman pribadi yang pernah kamu alami.

Lengkapilah tabel berikut.

Unsur CeritaJawaban
Pengalaman yang dipilih................................
Judul cerita................................
Ide cerita................................
Tema................................
Tokoh................................
Latar................................
Peristiwa awal................................
Peristiwa tengah................................
Peristiwa akhir................................
Pesan cerita................................

C. Latihan Mengembangkan Ide

Berdasarkan ide cerita yang telah dipilih:

  1. Buatlah tiga rancangan gambar untuk bagian awal, tengah, dan akhir.

  2. Tentukan objek yang akan digambar pada setiap bagian.

  3. Buat sketsa sederhana.

  4. Pilih warna yang sesuai dengan cerita.

  5. Susun gambar secara runtut.

  6. Siapkan penjelasan singkat untuk menceritakan hasil karya di depan kelas.

🌟 INGAT!

  • Ide cerita adalah gagasan awal untuk membuat cerita.

  • Pengalaman pribadi dapat menjadi sumber inspirasi gambar cerita.

  • Pilih pengalaman yang menarik dan mudah diceritakan kembali.

  • Tentukan tema, tokoh, dan latar sebelum menggambar.

  • Susun peristiwa dari awal, tengah, hingga akhir.

  • Buat sketsa sebelum menyelesaikan gambar.

  • Pilih warna yang sesuai dengan gagasan.

  • Susun gambar secara runtut agar mudah dipahami.

  • Sampaikan cerita dengan bahasa yang jelas dan percaya diri.

  • Hargai ide dan karya sendiri maupun karya teman.

📝 Soal Asesmen / Post Test

A. Pilihan Ganda

Pilihlah jawaban yang paling tepat!

1. Gagasan awal yang akan dikembangkan menjadi sebuah cerita disebut ....

a. warna

b. ide cerita

c. sketsa

d. latar

2. Berikut yang termasuk pengalaman pribadi adalah ....

a. membaca cerita tentang seorang pahlawan

b. melihat gambar di buku

c. membantu ibu menyiram tanaman di rumah

d. mendengar cerita teman tentang liburannya

3. Dinda ingin membuat gambar cerita tentang pengalaman membantu teman membersihkan kelas. Tema yang paling sesuai adalah ....

a. persahabatan dan kerja sama

b. kehidupan di laut

c. perjalanan ke luar angkasa

d. kegiatan di pasar

4. Dalam cerita tentang pengalaman berkemah di sekolah, tempat berlangsungnya kegiatan disebut ....

a. tema

b. tokoh

c. latar

d. pesan

5. Sebelum menggambar, langkah yang sebaiknya dilakukan adalah ....

a. memilih ide dan merancang cerita

b. langsung mewarnai kertas

c. menghapus seluruh gambar

d. memajang gambar yang belum dibuat

6. Rudi ingin menceritakan pengalaman berlibur bersama keluarganya. Tokoh yang sesuai untuk cerita tersebut adalah ....

a. Rudi dan keluarganya

b. pedagang dan pembeli yang tidak dikenal

c. petani dan hewan ternak

d. guru dan murid di kelas lain

7. Perhatikan urutan berikut.

  1. Aku dan teman-teman menyiram tanaman.

  2. Guru mengajak kami menanam bunga.

  3. Halaman sekolah menjadi lebih indah.

Urutan peristiwa yang tepat adalah ....

a. 1–2–3

b. 2–1–3

c. 3–1–2

d. 3–2–1

8. Mengapa ide cerita perlu ditentukan sebelum membuat sketsa?

a. Agar gambar tidak perlu diwarnai.

b. Agar gambar dapat dibuat secara acak.

c. Agar proses menggambar lebih terarah.

d. Agar cerita tidak memiliki tokoh.

9. Seseorang memilih pengalaman menolong teman sebagai ide cerita. Pesan yang sesuai adalah ....

a. kita harus selalu menang sendiri

b. kita tidak perlu peduli kepada orang lain

c. kita sebaiknya membantu orang yang membutuhkan

d. kita harus menghindari kerja sama

10. Setelah menyelesaikan gambar cerita, tindakan yang tepat adalah ....

a. menyembunyikan karya selamanya

b. menjelaskan isi gambar dengan percaya diri

c. mengubah cerita teman tanpa izin

d. mengejek gambar yang berbeda

B. Isian Singkat

Isilah titik-titik berikut dengan jawaban yang benar!

  1. Peristiwa yang pernah dialami sendiri disebut ....

  2. Gagasan utama dalam sebuah cerita disebut ....

  3. Orang atau karakter yang terlibat dalam cerita disebut ....

  4. Tempat terjadinya peristiwa dalam cerita disebut ....

  5. Susunan kejadian dari awal sampai akhir disebut ....

C. Uraian

Jawablah pertanyaan berikut dengan jelas!

  1. Jelaskan mengapa pengalaman pribadi dapat dijadikan sumber ide gambar cerita!

  2. Sebutkan lima contoh pengalaman pribadi yang dapat dikembangkan menjadi gambar cerita!

  3. Kamu pernah membantu orang tua di rumah. Tentukan ide cerita, tema, tokoh, dan latar yang sesuai!

  4. Buatlah tiga urutan peristiwa berdasarkan pengalaman pribadi yang kamu pilih!

  5. Jelaskan langkah-langkah yang akan kamu lakukan untuk mengembangkan ide cerita menjadi gambar cerita yang runtut dan menarik!

🔑 Kunci Jawaban

A. Pilihan Ganda

  1. b. Ide cerita

  2. c. Membantu ibu menyiram tanaman di rumah

  3. a. Persahabatan dan kerja sama

  4. c. Latar

  5. a. Memilih ide dan merancang cerita

  6. a. Rudi dan keluarganya

  7. b. 2–1–3

  8. c. Agar proses menggambar lebih terarah

  9. c. Kita sebaiknya membantu orang yang membutuhkan

  10. b. Menjelaskan isi gambar dengan percaya diri

B. Isian Singkat

  1. Pengalaman pribadi.

  2. Tema.

  3. Tokoh.

  4. Latar.

  5. Urutan peristiwa.

C. Uraian

16. Pengalaman pribadi dapat menjadi sumber ide gambar cerita karena pengalaman tersebut pernah dialami atau diketahui secara langsung sehingga lebih mudah diingat dan diceritakan melalui gambar.

17. Contoh jawaban:

  • Membantu orang tua.

  • Bermain bersama teman.

  • Mengikuti lomba sekolah.

  • Berlibur bersama keluarga.

  • Menanam bunga di sekolah.

18. Contoh jawaban:

  • Ide cerita: Membantu ibu membersihkan rumah.

  • Tema: Tanggung jawab keluarga.

  • Tokoh: Aku dan ibu.

  • Latar: Rumah.

19. Contoh jawaban:

  • Awal: Aku melihat ibu sedang menyapu.

  • Tengah: Aku membantu merapikan mainan dan menyapu lantai.

  • Akhir: Rumah menjadi bersih dan kami merasa senang.

Jawaban murid dapat berbeda sesuai pengalaman pribadi, selama urutannya logis.

20. Langkah-langkahnya adalah memilih pengalaman pribadi, menentukan ide dan tema, menentukan tokoh dan latar, menyusun urutan peristiwa, membuat sketsa, memilih warna, menyelesaikan gambar, menyusun gambar secara runtut, dan mempresentasikan cerita kepada orang lain.

🌟 KESIMPULAN

Menentukan ide cerita dari pengalaman pribadi merupakan langkah awal dalam membuat gambar cerita. Ide dapat diperoleh dari berbagai pengalaman sehari-hari, seperti membantu orang tua, bermain bersama teman, mengikuti kegiatan sekolah, atau menjaga lingkungan.

Setelah memilih pengalaman, peserta didik perlu menentukan tema, tokoh, latar, dan urutan peristiwa. Ide tersebut kemudian dikembangkan melalui pembuatan sketsa, pemilihan warna, penyusunan gambar secara runtut, dan penyampaian cerita di depan orang lain.

Melalui pembelajaran ini, peserta didik diharapkan mampu mengembangkan kreativitas, ketelitian, keberanian, dan kemampuan menyampaikan pengalaman melalui karya seni rupa.

Senin, 19 Oktober 2026

IPAS

By elfida fida - Oktober 19, 2026 3 Comments

 SELASA, 20 OKTOBER 2026

IDENTITAS

Nama Guru: Elfida, S.Pd
Mata Pelajaran: IPAS
Hari, Tanggal: Selasa, 20 Oktober 2026
Fase/Kelas: B / IV (Empat)
Materi: Proyek Membuat Peta Sederhana Wilayah Tempat Tinggal
Pertemuan ke: 6

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم

📋 Perangkat Pembelajaran

Capaian Pembelajaran (CP)

Peserta didik mampu mengenali lingkungan tempat tinggalnya, memahami letak suatu wilayah menggunakan peta sederhana maupun peta digital, serta menunjukkan kemampuan mengidentifikasi wilayah kabupaten/kota dan provinsi tempat tinggalnya.

Tujuan Pembelajaran

Peserta didik dapat mengenali letak kabupaten/kota dan provinsi tempat tinggalnya dengan menggunakan peta konvensional/digital.

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan pengertian dan fungsi peta.
  2. Mengidentifikasi kabupaten/kota tempat tinggalnya.
  3. Mengidentifikasi provinsi tempat tinggalnya.
  4. Menunjukkan letak kabupaten/kota dan provinsi pada peta.
  5. Mengenali simbol-simbol sederhana yang digunakan dalam peta.
  6. Menjelaskan arah mata angin sederhana pada peta.
  7. Menggunakan peta konvensional atau digital untuk mencari lokasi tempat tinggal.
  8. Membuat peta sederhana wilayah tempat tinggal.
  9. Menambahkan simbol, nama tempat, dan arah mata angin pada peta.
  10. Mempresentasikan hasil proyek peta sederhana dengan percaya diri.

Mindful (Berkesadaran)

Murid mengamati peta dengan teliti dan menyadari bahwa setiap wilayah memiliki letak yang berbeda. Murid memperhatikan nama kabupaten/kota, provinsi, jalan, sungai, sekolah, dan tempat penting lainnya yang terdapat pada peta.

Meaningful (Bermakna)

Murid memahami bahwa peta sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari untuk mengetahui lokasi suatu tempat, mencari arah perjalanan, mengenali wilayah tempat tinggal, serta mengetahui hubungan antara kabupaten/kota dengan provinsinya.

Joyful (Menyenangkan)

Murid belajar melalui kegiatan mengamati peta, mencari lokasi tempat tinggal menggunakan peta digital, berdiskusi dalam kelompok, menggambar peta sederhana, menggunakan simbol dan warna, serta mempresentasikan hasil karya di depan kelas.

Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Mengenal pengertian dan fungsi peta.
  2. Mengenal simbol dan unsur-unsur sederhana pada peta.
  3. Mengenal arah mata angin.
  4. Mengidentifikasi kabupaten/kota tempat tinggal.
  5. Mengidentifikasi provinsi tempat tinggal.
  6. Menunjukkan kabupaten/kota dan provinsi pada peta.
  7. Menggunakan peta konvensional/digital untuk mencari lokasi.
  8. Merancang peta sederhana wilayah tempat tinggal.
  9. Membuat peta sederhana dengan simbol dan keterangan.
  10. Mempresentasikan hasil proyek peta sederhana.

📌 MATERI: PROYEK MEMBUAT PETA SEDERHANA WILAYAH TEMPAT TINGGAL

Model & Metode Pembelajaran

Model: Project Based Learning (PjBL)

Metode: Tanya jawab, pengamatan, demonstrasi, diskusi kelompok, praktik, penugasan proyek, presentasi, dan refleksi.

Media Pembelajaran

Peta Indonesia, peta provinsi, peta kabupaten/kota, peta lingkungan sekitar, peta digital, LKPD, kertas gambar, pensil, penghapus, penggaris, pensil warna/spidol, gambar simbol peta, papan tulis, dan perangkat digital jika tersedia.

🌸 Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat pagi, anak-anak hebat kelas 4! Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap mengikuti pembelajaran. Aamiin.

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita berdoa bersama dan membaca basmalah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan ilmu yang kita peroleh menjadi ilmu yang bermanfaat.

Guru menunjukkan sebuah peta kepada peserta didik.

Guru memberikan pertanyaan pemantik:

"Anak-anak, siapa yang tahu kita tinggal di kabupaten/kota apa?"

"Kita tinggal di provinsi apa?"

"Bagaimana cara kita mengetahui letak tempat tinggal kita pada peta?"

Guru dapat menunjukkan peta konvensional atau membuka peta digital.

Guru bertanya:

  • Apa yang kalian lihat pada peta?
  • Apa fungsi peta?
  • Di mana letak kabupaten/kota tempat tinggal kita?
  • Provinsi apa yang menjadi tempat tinggal kita?
  • Apa saja simbol yang terdapat pada peta?
  • Mengapa peta membutuhkan arah mata angin?

Guru menjelaskan:

"Hari ini kita akan belajar mengenali letak kabupaten/kota dan provinsi tempat tinggal kita. Setelah itu, kita akan membuat proyek peta sederhana wilayah tempat tinggal."

Guru menyampaikan bahwa peta tidak harus selalu dibuat secara rumit. Peta sederhana dapat dibuat dengan menggambarkan tempat-tempat penting menggunakan simbol dan keterangan.

📖 Ringkasan Materi

A. Pengertian Peta

Peta adalah gambaran suatu wilayah yang dibuat pada bidang datar dengan menggunakan simbol dan keterangan tertentu sehingga dapat memberikan informasi tentang lokasi suatu tempat.

Peta dapat membantu kita mengetahui:

  1. Letak suatu wilayah.
  2. Nama suatu wilayah.
  3. Arah perjalanan.
  4. Jarak secara sederhana.
  5. Letak tempat-tempat penting.

B. Jenis Peta

Secara sederhana, peta yang digunakan dalam pembelajaran dapat berupa:

1. Peta Konvensional

Peta konvensional adalah peta yang dibuat atau dicetak pada media seperti kertas.

Contohnya:

  • Peta Indonesia.
  • Peta provinsi.
  • Peta kabupaten/kota.
  • Peta lingkungan sekitar.

2. Peta Digital

Peta digital adalah peta yang dapat dilihat menggunakan perangkat elektronik seperti komputer, tablet, atau telepon pintar.

Peta digital dapat membantu kita mencari lokasi suatu tempat dengan lebih mudah.

C. Unsur-Unsur Sederhana Peta

Beberapa unsur penting dalam peta antara lain:

  1. Judul peta → menunjukkan isi atau wilayah yang digambarkan.
  2. Simbol → tanda yang digunakan untuk menunjukkan suatu tempat atau objek.
  3. Legenda → keterangan mengenai simbol-simbol pada peta.
  4. Arah mata angin → menunjukkan arah utara, selatan, timur, dan barat.
  5. Nama tempat → menunjukkan nama wilayah atau lokasi tertentu.
  6. Garis batas → menunjukkan batas suatu wilayah.

D. Arah Mata Angin

Arah mata angin membantu kita mengetahui posisi suatu tempat.

Arah utama terdiri atas:

  • Utara (U)
  • Timur (T)
  • Selatan (S)
  • Barat (B)

Contoh:

Jika sekolah berada di sebelah timur rumah, maka pada peta sekolah dapat digambarkan di sebelah kanan rumah dengan memperhatikan arah utara sebagai acuan.

E. Mengenali Kabupaten/Kota dan Provinsi

Setiap tempat tinggal berada dalam suatu wilayah administrasi.

Urutan wilayah dapat dipahami secara sederhana:

Tempat tinggal → Desa/Kelurahan → Kecamatan → Kabupaten/Kota → Provinsi

Peserta didik dapat menggunakan peta untuk menemukan:

  • Nama kabupaten/kota tempat tinggal.
  • Nama provinsi tempat tinggal.
  • Letak kabupaten/kota di dalam provinsi.

F. Proyek Membuat Peta Sederhana Wilayah Tempat Tinggal

Pada proyek ini peserta didik membuat gambaran sederhana wilayah tempat tinggal.

Peta dapat memuat beberapa tempat penting, misalnya:

  • Rumah.
  • Sekolah.
  • Jalan.
  • Tempat ibadah.
  • Pasar.
  • Kantor desa/kelurahan.
  • Sungai.
  • Lapangan.
  • Tempat penting lainnya.

Peserta didik tidak perlu menggambar wilayah secara sangat detail. Yang terpenting adalah letak relatif tempat, simbol, nama tempat, arah mata angin, dan keterangan peta dapat dipahami.

🗺️ LANGKAH PROYEK MEMBUAT PETA SEDERHANA

Tahap 1 – Menentukan Wilayah

Peserta didik menentukan wilayah tempat tinggal yang akan digambarkan.

Contoh:

"Peta Sederhana Lingkungan Tempat Tinggalku."

Tahap 2 – Mengamati Peta

Peserta didik mengamati peta konvensional atau peta digital untuk mengetahui letak wilayah dan tempat-tempat penting.

Tahap 3 – Menentukan Tempat Penting

Peserta didik memilih beberapa tempat yang akan dimasukkan ke dalam peta.

Contoh:

  • Rumah.
  • Sekolah.
  • Masjid.
  • Jalan utama.
  • Pasar.
  • Lapangan.

Tahap 4 – Membuat Rancangan

Peserta didik membuat rancangan sederhana menggunakan pensil.

Tahap 5 – Menggambar Peta

Peserta didik menggambar peta pada kertas gambar dengan memperhatikan:

  • Judul peta.
  • Letak tempat.
  • Jalan.
  • Simbol.
  • Nama tempat.
  • Arah mata angin.
  • Legenda/keterangan.

Tahap 6 – Memberi Warna

Peserta didik memberikan warna agar peta lebih menarik dan mudah dibaca.

Tahap 7 – Memeriksa Hasil

Peserta didik memeriksa kembali apakah:

  • Judul sudah ada.
  • Arah mata angin sudah ada.
  • Simbol sudah jelas.
  • Nama tempat sudah ditulis.
  • Legenda sudah dibuat.
  • Letak tempat sudah sesuai dengan hasil pengamatan.

Tahap 8 – Presentasi

Peserta didik mempresentasikan hasil peta sederhana di depan kelas.

Peserta didik menjelaskan:

  1. Judul peta.
  2. Kabupaten/kota tempat tinggal.
  3. Provinsi tempat tinggal.
  4. Tempat-tempat yang terdapat pada peta.
  5. Simbol yang digunakan.
  6. Arah mata angin.
  7. Pengalaman selama membuat peta.

🧩 TUGAS PROYEK

Buatlah sebuah peta sederhana wilayah tempat tinggalmu!

Ketentuan:

  1. Gunakan kertas gambar.
  2. Tuliskan judul peta.
  3. Gambarkan beberapa tempat penting di sekitar tempat tinggal.
  4. Gunakan simbol sederhana.
  5. Berikan nama pada setiap tempat.
  6. Cantumkan arah mata angin.
  7. Buat legenda/keterangan simbol.
  8. Gunakan warna agar peta menarik.
  9. Tuliskan nama kabupaten/kota dan provinsi.
  10. Presentasikan hasil peta di depan kelas.

🌟 INGAT!

  • Peta digunakan untuk menunjukkan letak suatu tempat.
  • Kabupaten/kota merupakan bagian dari suatu provinsi.
  • Peta memiliki simbol dan keterangan.
  • Arah mata angin membantu mengetahui posisi suatu tempat.
  • Peta digital dapat digunakan untuk mencari lokasi.
  • Peta sederhana dapat dibuat dengan gambar, simbol, warna, dan keterangan.
  • Peta harus dibuat dengan teliti agar mudah dipahami.

📝 Soal Asesmen / Post Test

A. Pilihan Ganda

1. Alat yang digunakan untuk mengetahui letak suatu wilayah adalah ....

a. Kalender
b. Peta
c. Jam
d. Buku tulis

2. Tempat tinggal kita berada dalam suatu wilayah ....

a. provinsi
b. sekolah
c. kelas
d. halaman

3. Tanda yang digunakan untuk menunjukkan suatu objek pada peta disebut ....

a. simbol
b. paragraf
c. angka
d. kalimat

4. Keterangan mengenai simbol-simbol pada peta disebut ....

a. judul
b. legenda
c. warna
d. garis

5. Arah mata angin yang menunjukkan bagian atas peta pada umumnya adalah ....

a. Selatan
b. Barat
c. Utara
d. Timur

B. Isian Singkat

6. Gambaran suatu wilayah pada bidang datar disebut ....

7. Peta yang dapat digunakan melalui perangkat elektronik disebut peta ....

8. Wilayah kabupaten/kota berada di dalam wilayah ....

9. Tanda yang digunakan untuk menunjukkan tempat tertentu pada peta disebut ....

10. Empat arah mata angin utama adalah ..., ..., ..., dan ....

C. Uraian

11. Apa manfaat peta dalam kehidupan sehari-hari?

12. Sebutkan tiga unsur yang terdapat dalam peta!

13. Apa perbedaan peta konvensional dan peta digital?

14. Mengapa arah mata angin penting dalam membuat peta?

15. Jelaskan langkah-langkah membuat peta sederhana wilayah tempat tinggalmu!

🔑 Kunci Jawaban

Pilihan Ganda

  1. b. Peta
  2. a. provinsi
  3. a. simbol
  4. b. legenda
  5. c. Utara

Isian Singkat

  1. Peta
  2. Digital
  3. Provinsi
  4. Simbol
  5. Utara, Timur, Selatan, dan Barat

Uraian

11. Peta bermanfaat untuk mengetahui letak dan posisi suatu wilayah atau tempat serta membantu menentukan arah perjalanan.

12. Contohnya judul peta, simbol, legenda, arah mata angin, dan nama tempat.

13. Peta konvensional biasanya dibuat atau dicetak pada media seperti kertas, sedangkan peta digital dapat dilihat menggunakan perangkat elektronik.

14. Arah mata angin membantu menunjukkan posisi suatu tempat sehingga peta lebih mudah dipahami.

15. Langkahnya yaitu menentukan wilayah, mengamati peta, menentukan tempat penting, membuat rancangan, menggambar peta, menambahkan simbol dan keterangan, memberi warna, memeriksa hasil, kemudian mempresentasikan peta.


🌟 KESIMPULAN

Peta merupakan gambaran suatu wilayah yang digunakan untuk menunjukkan letak berbagai tempat. Peta dapat berbentuk konvensional maupun digital.

Dengan menggunakan peta, peserta didik dapat mengenali letak kabupaten/kota dan provinsi tempat tinggalnya. Peta juga memiliki unsur sederhana seperti judul, simbol, legenda, nama tempat, dan arah mata angin.

Melalui proyek membuat peta sederhana wilayah tempat tinggal, peserta didik dapat belajar secara langsung untuk mengamati lingkungan, menentukan lokasi, menggunakan simbol, memahami arah, dan menyajikan informasi dalam bentuk peta.

Dengan kegiatan ini, peserta didik diharapkan semakin mengenal wilayah tempat tinggalnya serta mampu menggunakan peta untuk membantu menemukan dan menjelaskan lokasi suatu tempat.

Refleksi:


IPAS

  RABU , 21 OKTOBER 2026 IDENTITAS Nama Guru: Elfida, S.Pd Mata Pelajaran: IPAS Hari, Tanggal: Rabu, 21 Oktober 2026 Fase/Kelas: B / IV ...

 

Elfida Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea