Selasa, 18 Agustus 2026

IPAS, P PANCASILA,SENI RUPA

By elfida fida - Agustus 18, 2026 12 Comments

 CLASS IV.B SD AL AZAHAR 2

 

IDENTITAS DIRI:

        HARI/TANGGAL                  : RABU/ 19 AGUSTUS 2026

A.         NAMA                            : ELFIDA, S.Pd

           FASE/ KELAS                    : B/ IV.B

B.         MAPEL                          : IPAS

C.        

Tabik Pun 🙏 

Goog morning mylovely students. How are you.

Hopely you are healthy and happiness

Welcome to our class 4B. Let's study together and success together.

Apersepsi:

Guru mengulas pembelajaran sebelumnya tentang gaya dorong dan gaya tarik.

Guru menyampaikan Kebesaran Allah SWT kepada peserta didik: (Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME)

Ayat Al-Qur'an: Surah Al-Hajj ayat 65

Allah menahan benda-benda langit agar tidak jatuh ke bumi, kecuali dengan izin-Nya.

Kaitan dengan materi: Ayat ini berkaitan dengan gaya gravitasi, yaitu gaya tarik bumi yang menjaga segala sesuatu tetap berada di tempatnya dan tidak melayang. Allah SWT mengatur keseimbangan alam semesta melalui berbagai gaya yang tidak dapat kita lihat namun dapat kita rasakan pengaruhnya.

CAPAIAN PEMBELAJARAN IPAS:

Pemahaman IPAS

Menjelaskan bentuk dan fungsi pancaindra; menganalisis siklus hidup makhluk hidup dan upaya pelestariannya; menghasilkan solusi untuk masalah yang berkaitan dengan pelestarian sumber daya alam sebagai upaya mitigasi perubahan iklim; menyimpulkan proses perubahan wujud zat; menjelaskan sumber dan bentuk energi, serta proses perubahan bentuk energi dalam kehidupan sehari-hari; membedakan jenis gaya dan pengaruhnya terhadap arah, gerak, dan bentuk benda; menjelaskan peran, tugas, dan tanggung jawab serta interaksi sosial yang terjadi di sekitar tempat tinggal dan sekolah; mengenali letak kabupaten/kota dan provinsi tempat tinggalnya dengan menggunakan peta konvensional/digital; mengklasifikasikan ragam bentang alam dan keterkaitannya dengan profesi masyarakat, ragam budaya serta upaya untuk melestarikannya; menganalisis sejarah masyarakat di lingkungan tempat tinggal; menjelaskan nilai mata uang dan fungsinya, serta cara mengelola keuangan secara bijak


TUJUAN PEMBELAJARAN:
Peserta didik dapat mengenal pengertian gaya  dan jenis gaya dengan baik.

MATERI POKOK                     : Mengenal Jenis-jenis Gaya:Gaya Otot,Gaya Gesek, Gaya Magnet, Gaya Gravitasi
 
MODEL/METODE PEMBELAJARAN : Discovery Learning

MEDIA PEMBELAJARAN            : LCD, Video,Benda di Sekitar

MATERI AJAR

Gaya dibagi menjadi dua kelompok besar berdasarkan perlu atau tidaknya sentuhan fisik:

    Gaya Sentuh: Gaya yang bekerja saat terjadi sentuhan/kontak fisik langsung antara dua benda (Gaya Otot dan Gaya Gesek).

    Gaya Tak Sentuh: Gaya yang dapat bekerja tanpa harus menyentuh objek secara langsung (Gaya Magnet dan Gaya Gravitasi).

1. Gaya Otot (Gaya Sentuh)

Pengertian: Gaya yang dihasilkan oleh kontraksi otot tubuh manusia atau hewan.

Sifat: Memerlukan dorongan atau tarikan langsung menggunakan kekuatan tubuh.


2. Gaya Gesek (Gaya Sentuh)

Pengertian: Gaya yang timbul akibat gesekan antara dua permukaan benda yang saling bersentuhan.

Sifat: Arah gaya gesek selalu berlawanan dengan arah gerak benda. Semakin kasar permukaan benda, semakin besar gaya geseknya.


  • Manfaat & Pengaruhnya:

    • Menghentikan benda: Digunakan pada sistem rem kendaraan.

    • Mencegah terpeleset: Sol sepatu yang bergerigi menciptakan gaya gesek dengan lantai agar kita tidak licin saat berjalan.

3. Gaya Magnet (Gaya Tak Sentuh)

Pengertian: Gaya tarik atau gaya tolak yang dihasilkan oleh magnet terhadap benda-benda yang bersifat magnetis (terbuat dari besi, baja, atau nikel).

Sifat: Dapat menarik benda magnetis dari jarak tertentu tanpa harus menempel terlebih dahulu.


  • Manfaat dalam kehidupan:

    • Menempelkan hiasan pada pintu kulkas.

    • Menunjukkan arah mata angin pada jarum kompas.

    • Mengangkat benda besi tua berukuran besar di tempat penampungan logam.

4. Gaya Gravitasi (Gaya Tak Sentuh)

Pengertian: Gaya tarik alami bumi yang menarik semua benda di sekitar permukaan bumi menuju ke pusat bumi.

Sifat: Menyebabkan semua benda yang dilempar ke atas pasti akan jatuh kembali ke bawah.


Manfaat dalam kehidupan:

  • Menjaga manusia, kendaraan, dan benda-benda tetap memijak di bumi (tidak melayang-layang di udara).

  • Menjaga atmosfer dan air laut tetap berada di permukaan bumi.

Latihan Soal & Pembahasan

Soal 1

Saat kamu menghentikan sepeda yang sedang melaju cepat dengan cara menarik tuas rem, jenis gaya apa saja yang bekerja?

  • Jawaban:

    1. Gaya Otot: Tangan kita menggunakan otot untuk menarik tuas rem.

    2. Gaya Gesek: Karet rem bergesekan dengan velg roda, serta ban sepeda bergesekan dengan aspal sehingga sepeda berhenti.

Soal 2

Mengapa benda yang berada di luar angkasa (seperti astronot) bisa melayang-layang, sedangkan di bumi kita bisa berdiri tegak?

  • Jawaban: Karena di luar angkasa tidak ada gaya gravitasi (atau gravitasinya sangat kecil), sedangkan di bumi terdapat gaya gravitasi yang kuat yang menarik tubuh kita menuju ke pusat bumi.

KESIMPULAN:
Berdasarkan sentuhan fisiknya, 4 jenis gaya ini dibagi menjadi 2 kelompok:
Gaya Sentuh (Memerlukan kontak fisik langsung):
1. Gaya Otot: Berasal dari otot tubuh manusia/hewan (Contoh: Mendorong meja, menendang bola).
2. Gaya Gesek: Timbul akibat 2 permukaan benda saling bergesekan (Contoh: Mengerem sepeda, telapak sepatu pada lantai).
Gaya Tak Sentuh (Bekerja tanpa perlu sentuhan langsung):
3. Gaya Magnet: Tarikan atau tolakan dari magnet pada benda bermaterial besi/baja (Contoh: Hiasan pintu kulkas, jarum kompas).
4. Gaya Gravitasi: Tarikan alami bumi yang menarik benda menuju pusat bumi (Contoh: Buah jatuh dari pohon, manusia bisa memijak tanah).

CAPAIAN PEMBELAJARAN SENI RUPA

Mengalami (Experiencing)

Mengidentifikasi unsur rupa dan prinsip desain dalam benda-benda di sekitar/karya seni rupa.

TUJUAN PEMBELAJARAN:

Peserta didik mampu mengidentifikasi unsur rupa dan prinsip desain pada karya seni di sekitar.


MATERI POKOK                      : Unsur Seni Rupa dan Prinsip Desain (Perbaikan dan Remedial)

MODEL/METODE PEMBELAJARAN : Penugasan

MEDIA PEMBELAJARAN            : Soal-soal

MATERI AJAR

Pengertian Unsur-Unsur Rupa

Unsur-unsur rupa adalah bagian-bagian dasar yang membentuk sebuah karya seni rupa. Seperti huruf yang membentuk kata, unsur-unsur rupa membentuk gambar atau karya seni sehingga menjadi indah dan bermakna.


Macam-Macam Unsur Rupa

1. Titik

Titik merupakan unsur rupa yang paling sederhana.

Titik dapat dibuat menggunakan pensil, spidol, kuas, atau alat lainnya.

Contoh

  • Titik hujan
  • Titik pada motif batik
  • Bintang-bintang di langit

Fungsi titik:

  • Membentuk garis.
  • Memberikan tekstur.
  • Menjadi pusat perhatian pada gambar.

2. Garis

Garis adalah kumpulan titik yang saling berhubungan.

Jenis-jenis garis

  • Garis lurus
  • Garis lengkung
  • Garis zigzag
  • Garis bergelombang
  • Garis putus-putus

Fungsi garis:

  • Membatasi bentuk.
  • Menunjukkan arah.
  • Memberi kesan gerak.

3. Bentuk (Shape)

Bentuk adalah hasil pertemuan beberapa garis.

Contoh bentuk

  • Lingkaran
  • Persegi
  • Persegi panjang
  • Segitiga
  • Oval

Bentuk dapat dibedakan menjadi:

  • Bentuk geometris, seperti lingkaran dan persegi.
  • Bentuk organik, seperti daun, awan, bunga, atau hewan.

4. Bidang

Bidang merupakan bentuk yang memiliki panjang dan lebar.

Contohnya:

  • Permukaan meja
  • Kertas gambar
  • Layang-layang
  • Daun

Bidang dapat berupa:

  • Bidang geometris
  • Bidang tidak beraturan

5. Warna

Warna membuat karya menjadi lebih menarik.

Jenis warna

Warna Primer

  • Merah
  • Kuning
  • Biru

Warna Sekunder

Campuran dua warna primer.

Contoh:

  • Merah + Kuning = Jingga
  • Kuning + Biru = Hijau
  • Merah + Biru = Ungu

Warna Tersier

Campuran warna primer dan sekunder.


6. Tekstur

Tekstur adalah keadaan permukaan suatu benda yang dapat dilihat atau diraba.

Contoh tekstur

  • Kasar (batu, kulit pohon)
  • Halus (kaca, kain sutra)
  • Licin
  • Berbulu

Tekstur membuat karya terlihat lebih nyata.


7. Ruang

Ruang adalah kesan luas atau kedalaman pada sebuah karya.

Contoh:

  • Gambar jalan yang tampak jauh.
  • Gambar gunung di belakang rumah.

Pada karya dua dimensi, ruang hanya berupa kesan.

Pada karya tiga dimensi, ruang benar-benar memiliki panjang, lebar, dan tinggi.


Contoh Unsur Rupa dalam Kehidupan Sehari-hari

BendaUnsur Rupa yang Terlihat
BungaWarna, garis, bentuk
BolaBentuk, warna
RumahGaris, bidang, bentuk
PohonGaris, tekstur, warna
PelangiWarna

Langkah-Langkah Mengamati Unsur Rupa

  1. Amati sebuah gambar.
  2. Perhatikan garis yang digunakan.
  3. Amati bentuk-bentuknya.
  4. Sebutkan warna yang terlihat.
  5. Perhatikan teksturnya.
  6. Tentukan unsur rupa yang paling menonjol.

A. Apa itu Prinsip Desain?

Prinsip desain adalah aturan atau pedoman yang digunakan agar sebuah karya seni atau benda tampak menarik, rapi, dan nyaman dilihat. Prinsip desain membantu seseorang menyusun bentuk, warna, garis, dan ruang sehingga menghasilkan karya yang indah dan memiliki fungsi yang baik.

Prinsip desain tidak hanya terdapat pada lukisan atau kerajinan, tetapi juga dapat ditemukan pada berbagai benda di sekitar, seperti tas, buku, pakaian, meja, kursi, kemasan makanan, dan taman.

B. Jenis-Jenis Prinsip Desain

1. Keseimbangan (Balance)

Keseimbangan adalah susunan bagian-bagian suatu benda sehingga terlihat serasi dan tidak berat sebelah.

Contoh:

  • Dua pot bunga diletakkan di kanan dan kiri pintu.
  • Gambar kupu-kupu memiliki sayap kanan dan kiri yang seimbang.

2. Kesatuan (Unity)

Kesatuan berarti semua bagian dalam suatu karya saling mendukung sehingga terlihat sebagai satu kesatuan.

Contoh:

  • Warna dan bentuk pada kemasan makanan saling cocok.
  • Seragam sekolah memiliki warna dan model yang sama.

3. Irama (Rhythm)

Irama adalah pengulangan bentuk, warna, atau garis yang teratur sehingga menciptakan kesan bergerak.

Contoh:

  • Motif batik.
  • Pagar dengan bentuk yang berulang.

4. Penekanan (Emphasis)

Penekanan adalah bagian yang dibuat lebih menonjol sehingga menjadi pusat perhatian.

Contoh:

  • Judul buku dicetak lebih besar daripada isi.
  • Logo pada kemasan dibuat lebih mencolok.

C. Mengenal Prinsip Desain melalui Pengamatan

Amatilah benda-benda di sekitar kelas atau rumah.

Contoh benda:

  • Tas sekolah
  • Tempat pensil
  • Buku tulis
  • Botol minum
  • Kursi
  • Lemari

Perhatikan:

  • Apa warna yang digunakan?
  • Apakah bentuknya seimbang?
  • Bagian mana yang paling menarik perhatian?
  • Apakah seluruh bagian tampak serasi?
Berikut video pembelajaran dan silahkan ananda simak dengan baik:



KESIMPULAN:

1. Analogi Dasar

Unsur Seni Rupa adalah "bahan bangunan" (elemen fisik visual), sedangkan Prinsip Desain adalah "cara merancang/arsitekrurnya" (aturan menyusun bahan agar menjadi karya yang indah).

2. Peta Unsur Seni Rupa (8 Elemen)

  1. Titik: Unsur paling dasar dan terkecil.

  2. Garis: Goresan atau batas pembentuk (lurus, lengkung, zig-zag).

  3. Bidang: Bentuk 2D yang memiliki panjang dan lebar.

  4. Bentuk (Bangun): Bentuk 3D yang memiliki volume/kedalaman.

  5. Ruang: Kesan kedalaman (nyata pada 3D, semu/ilusi pada 2D).

  6. Warna: Memberikan karakter dan suasana (primer, sekunder, tersier).

  7. Tekstur: Nilai raba permukaan benda (kasar, halus, nyata, semu).

  8. Gelap Terang: Pencahayaan yang memberi kesan volume 3D dan kedalaman.

3. Peta Prinsip Desain (6 Kaidah Utama)

  1. Keseimbangan (Balance): Bobot visual karya (simetris, asimetris, radial).

  2. Kesatuan (Unity): Keterpaduan antar unsur sehingga menjadi satu karya yang utuh.

  3. Irama (Rhythm): Pengulangan unsur secara teratur yang memberi kesan gerak.

  4. Penekanan (Emphasis): Pusat perhatian utama (focal point) dalam karya.

  5. Proporsi (Proportion): Perbandingan ukuran antar bagian agar terlihat ideal.

  6. Keselarasan (Harmony): Perpaduan unsur yang serasi dan enak dipandang.

 Latihan Soal:

  1. Dinda menggambar sebuah pohon. Bagian batang pohon digambar menggunakan garis tebal lurus ke atas, sedangkan bagian daunnya menggunakan garis melengkung yang saling terhubung. Penggunaan jenis garis melengkung pada daun memberikan kesan ....

    • A. kaku dan tegas

    • B. lembut dan luwes

    • C. cepat dan berbahaya

    • D. patah-patah dan keras

  2. Budi memiliki tiga buah cat lukis dengan warna merah, kuning, dan biru. Ketiga warna tersebut dalam unsur seni rupa termasuk ke dalam kelompok warna ....

    • A. sekunder

    • B. netral

    • C. primer

    • D. tersier

  3. Saat kamu memegang batang pohon jati yang asli, permukaannya terasa kasar. Namun, ketika kamu menggambar batang pohon tersebut di atas kertas gambar yang halus, gambar tersebut hanya terlihat kasar tetapi tetap terasa halus saat diraba. Hal ini menunjukkan bahwa gambar tersebut memiliki ....

    • A. tekstur nyata

    • B. tekstur semu

    • C. warna primer

    • D. garis simetris

  4. Garis-garis yang digambar saling bertemu di kedua ujungnya dan membatasi suatu area akan membentuk unsur seni rupa yang disebut ....

    • A. titik

    • B. ruang

    • C. bidang

    • D. gelap terang

  5. Bayu membuat gambar dua buah vas bunga di atas kertas. Vas bunga sebelah kiri memiliki bentuk, warna, dan ukuran yang sama persis dengan vas bunga di sebelah kanan. Prinsip desain yang diterapkan oleh Bayu adalah ....

    • A. keseimbangan asimetris

    • B. keseimbangan simetris

    • C. irama bebas

    • D. penekanan warna

  6. Di tengah lukisan pemandangan sawah yang didominasi warna hijau dan kuning, Siti melukis sebuah gubuk kecil berwarna merah menyala. Gubuk merah tersebut langsung menarik perhatian orang yang melihat lukisan. Prinsip desain yang diterapkan Siti adalah ....

    • A. penekanan (focal point)

    • B. proporsi

    • C. keselarasan

    • D. keseimbangan radial

  7. Gambar cangkir di atas meja terasa seperti memiliki isi dan kedalaman (3 dimensi) karena seniman memberikan arsiran tebal di satu sisi dan membiarkan sisi lainnya lebih terang. Unsur seni rupa yang dimanfaatkan dalam gambar ini adalah ....

    • A. garis dan tekstur

    • B. titik dan bentuk

    • C. gelap terang dan ruang semu

    • D. warna primer dan sekunder

  8. Jika kamu mencampurkan warna kuning dan warna biru dengan jumlah yang sama pada palet lukis, maka kamu akan menghasilkan warna sekunder yaitu ....

    • A. oranye

    • B. ungu

    • C. hijau

    • D. cokelat

  9. Seorang siswa menggambar tubuh manusia. Ia membuat ukuran kepala jauh lebih besar daripada ukuran badannya, sehingga gambarnya terlihat tidak seimbang dan aneh. Prinsip desain yang tidak diperhatikan oleh siswa tersebut adalah ....

    • A. irama

    • B. proporsi

    • C. penekanan

    • D. kesatuan

  10. Ketika seluruh unsur seni rupa seperti garis, bentuk, dan warna disusun secara serasi sehingga tidak ada bagian yang terasa mengganggu atau "asing", maka karya seni tersebut memenuhi prinsip ....

    • A. kesatuan (unity)

    • B. irama (rhythm)

    • C. keseimbangan asimetris

    • D. tekstur nyata

KUNCI JAWABAN:
1. B
2.C
3. B
4.C
5.B
6.A
7.C
8.C
9.B
10.A

CAPAIAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PAANCASILA

Pancasila

Mengidentifikasi makna sila-sila Pancasila, dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari; mengenal karakter para perumus Pancasila; menunjukkan sikap bangga menjadi anak Indonesia yang memiliki bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan di lingkungan sekitar.

TUJUAN PEMBELAJARAN:

Peserta didik mampu mengidentifikasi karakter positif tokoh perumus Pancasila dengan baik.


MATERI POKOK                      : Karakter Para Perumus Pancasila

MODEL/METODE PEMBELAJARAN : Discovery Learning

MEDIA PEMBELAJARAN            : LCD,Video, Gambar/Poto

MATERI AJAR

Proses perumusan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia berlangsung dalam sidang BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) dan disempurnakan oleh Panitia Sembilan. Tokoh-tokoh seperti Mr. Mohammad Yamin, Prof. Dr. Mr. Soepomo, Ir. Soekarno, Drs. Mohammad Hatta, serta KH. Wahid Hasjim memberikan kontribusi besar dalam perumusan ini.

Meskipun memiliki latar belakang agama, budaya, dan pandangan politik yang berbeda, mereka mampu bersatu karena memiliki karakter-karakter positif berikut:

1. Cinta Tanah Air dan Patriotisme

Para tokoh perumus Pancasila menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi maupun golongan. Mereka rela mengorbankan waktu, tenaga, bahkan keselamatan jiwa demi tercapainya kemerdekaan Indonesia.

2. Mengutamakan Persatuan dan Kesatuan

Para tokoh sangat menyadari bahwa Indonesia terdiri dari berbagai suku, agama, dan budaya. Karakter ini sangat terlihat ketika para tokoh pendiri bangsa menyepakati perubahan kalimat pada Piagam Jakarta demi menjaga keutuhan seluruh rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

3. Musyawarah dan Toleransi (Menghargai Perbedaan)

Dalam sidang-sidang BPUPKI maupun PPKI, setiap tokoh menyampaikan pendapatnya secara terbuka. Mereka mendengarkan pandangan orang lain dengan tenang, tidak memaksakan kehendak, dan menghargai setiap perbedaan pendapat.

4. Kerja Keras dan Pantang Menyerah

Merumuskan dasar negara di tengah situasi penjajahan membutuhkan ketahanan mental dan fisik yang luar biasa. Para tokoh bekerja keras, belajar, dan berdiskusi tanpa kenal lelah demi melahirkan Pancasila.

5. Berjiwa Besar dan Rendah Hati

Para perumus Pancasila memiliki sifat sportif dan berjiwa besar. Ketika ide atau gagasan pribadi tidak terpilih menjadi rumusan akhir, mereka tetap menerima keputusan bersama dengan lapang dada dan mendukungnya secara penuh.

📌 Kesimpulan Materi

Kesimpulan:

Lahirnya Pancasila bukan hanya hasil dari kejeniusan pemikiran, tetapi juga buah dari karakter positif para perumus Pancasila. Karakter utama seperti cinta tanah air, mengutamakan persatuan, toleransi dalam bermusyawarah, kerja keras, dan berjiwa besar merupakan pondasi utama terwujudnya Indonesia yang merdeka dan bersatu.

Sebagai generasi penerus, kita dapat meneladani karakter-karakter ini melalui tindakan nyata di sekolah maupun di rumah, seperti menghargai pendapat teman, tidak membeda-bedakan suku/agama, rajin belajar, serta menerima hasil musyawarah dengan lapang dada.

 Latihan Soal Isian Singkat (10 Soal)

Petunjuk: Isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang tepat dan singkat!

  1. Badan yang bertugas menyelidiki usaha-usaha persiapan kemerdekaan Indonesia dan menjadi tempat awal perumusan Pancasila adalah ....

  2. Tiga tokoh utama yang menyampaikan gagasan dasar negara dalam sidang pertama BPUPKI adalah Mr. Mohammad Yamin, Prof. Dr. Mr. Soepomo, dan ....

  3. Sikap menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan dinamakan ....

  4. Perubahan kalimat pada sila pertama Piagam Jakarta dilakukan oleh para tokoh bangsa demi menjaga ....

  5. Mengaku kalah dengan lapang dada dan tidak memaksakan kehendak saat pendapat tidak diterima menunjukkan sikap berjiwa ....

  6. Tokoh perumus Pancasila yang dikenal sangat gemar membaca buku, jujur, dan bersahaja serta menjadi Wakil Presiden Indonesia pertama adalah ....

  7. Sikap saling menghargai dan menghormati perbedaan agama, suku, maupun pendapat antar sesama disebut ....

  8. Cara pengambilan keputusan bersama yang dicontohkan oleh para perumus Pancasila melalui pembicaraan bersama untuk mencapai kesepakatan disebut ....

  9. Menjaga kebersihan kelas bersama tanpa membeda-bedakan teman merupakan salah satu contoh penerapan karakter perumus Pancasila di lingkungan ....

  10. Sifat tidak mudah putus asa dan bersungguh-sungguh dalam menghadapi kesulitan yang ditunjukkan oleh para pendiri bangsa adalah karakter kerja keras dan ....

🔑 Kunci Jawaban & Pembahasan

  1. BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia)

    Pembahasan: BPUPKI adalah lembaga yang dibentuk untuk mempersiapkan dasar negara dan rancangan UUD.

  2. Ir. Soekarno

    Pembahasan: Tiga pembicara utama dasar negara adalah Mr. Mohammad Yamin, Prof. Dr. Mr. Soepomo, dan Ir. Soekarno.

  3. Cinta tanah air / Patriotisme

    Pembahasan: Sikap mendahulukan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi adalah bentuk nyata cinta tanah air.

  4. Persatuan dan kesatuan bangsa (NKRI)

    Pembahasan: Perubahan dilakukan agar tidak ada kelompok atau wilayah di Indonesia yang merasa dianalogikan secara berbeda.

  5. Besar

    Pembahasan: Berjiwa besar berarti mau menerima keputusan bersama walaupun berbeda dengan keinginan pribadi.

  6. Drs. Mohammad Hatta (Bung Hatta)

    Pembahasan: Bung Hatta dikenal sebagai sosok yang sangat disiplin, gemar membaca, jujur, dan sederhana.

  7. Toleransi

    Pembahasan: Toleransi adalah tenggang rasa dan penghargaan terhadap perbedaan.

  8. Musyawarah (Musyawarah untuk mufakat)

    Pembahasan: Musyawarah merupakan tradisi berdemokrasi bangsa Indonesia dalam meng ambil keputusan bersama.

  9. Sekolah

    Pembahasan: Melaksanakan piket/kerja bakti kelas bersama teman adalah wujud pengamalan di sekolah.

  10. Pantang menyerah

    Pembahasan: Karakter pantang menyerah membuat para pahlawan tidak berhenti berjuang meski menghadapi rintangan berat.

 

Senin, 17 Agustus 2026

MATEMATIKA, IPAS, SENI RUPA

By elfida fida - Agustus 17, 2026 10 Comments

 CLASS IV.B SD AL AZAHAR 2

 

IDENTITAS DIRI:

        HARI/TANGGAL                  : SELASA/ 18 AGUSTUS 2026

A.         NAMA                            : ELFIDA, S.Pd

           FASE/ KELAS                    : B/ IV.B

B.         MAPEL                          : MATEMATIKA

C.        

Tabik Pun 🙏 

Goog morning mylovely students. How are you.

Hopely you are healthy and happiness

Welcome to our class 4B. Let's study together and success together.

Apersepsi:

"Halo anak-anak yang shalih dan shalihah! Hari ini kita akan belajar tentang Dekomposisi Bilangan, yaitu cara menguraikan satu bilangan besar menjadi bagian-bagian yang lebih kecil, seperti ratusan, puluhan, dan satuan. Tahukah kalian? Cara menguraikan ini mengingatkan kita pada kebesaran Allah SWT yang menciptakan alam semesta dengan penuh ketelitian dan perhitungan yang sangat rapi. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Furqan ayat 2: 'Dan Dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya.' Sama seperti Allah yang menata setiap ciptaan-Nya secara mendetail—mulai dari jumlah daun di pohon hingga butiran pasir di pantai—kita juga akan belajar melihat bagaimana sebuah angka tersusun dari bagian-bagian kecil yang mengagumkan. Yuk, kita mulai belajar dengan membaca Basmalah bersama-sama!"

CAPAIAN PEMBELAJARAN:

Bilangan

Menunjukkan pemahaman dan intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 10.000; membaca, menulis, membandingkan, dan mengurutkan bilangan; menentukan dan

menggunakan nilai tempat; melakukan komposisi dan dekomposisi  bilangan cacah sampai 10.000.

TUJUAN PEMBELAJARAN:
Peserta didik mampu mengerjakan soal sumatif harian tentang menunjukkan pemahaman dan intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 10.000; 

                       
 MATERI POKOK                      : BILANGAN CACAH SAMPAI 10.000
 MODEL/METODE PEMBELAJARAN : PENUGASAN
 MEDIA PEMBELAJARAN            : SOAL ULANGAN

MATERI AJAR

1. Membaca & Menulis Bilangan (Sampai 10.000)
Siswa diajak mengenali bahwa bilangan 4-angka memiliki pola pembacaan dari nilai tempat terbesar (ribuan) ke terkecil (satuan).
Contoh & Cara Membaca4.735 dibaca: Empat ribu tujuh ratus tiga puluh lima.8.042 dibaca: Delapan ribu empat puluh dua (angka 0 di ratusan tidak dibaca kata "ratus", melainkan dilewati).9.500 dibaca: Sembilan ribu lima ratus.Tips Intuisi: Tanda titik (.) digunakan untuk memisahkan kelompok ribuan dengan ratusan. Ini membantu mata mengenali besaran bilangan dengan cepat.



2. Mengenal Nilai TempatNilai tempat menentukan nilai dari setiap angka berdasarkan posisinya dalam suatu bilangan. Pada bilangan 4 angka (ribuan), terdapat empat posisi nilai tempat:Ribuan (Ribu)Ratusan (Ratus)Puluhan (Puluh)Satuan (Satu)Contoh: Bilangan 7.452Angka 7 menempati tempat Ribuan → Nilainya 7.000Angka 4 menempati tempat Ratusan → Nilainya 400Angka 5 menempati tempat Puluhan → Nilainya 50Angka 2 menempati tempat Satuan → Nilainya 2

3. Dekomposisi & Komposisi Bilangan (Bentuk Panjang)Intuisi Kunci: Bilangan besar merupakan gabungan dari bagian-bagian bilangan yang lebih kecil.Dekomposisi 
(Mengurai):6.839=6.000+800+30+9 dan Komposisi (Menyusun):4.000+0+70+5=4.0753. 

4.Membandingkan dan Mengurutkan BilanganUntuk membandingkan dua bilangan 4 angka, ikuti langkah berikut dari kiri ke kanan:Bandingkan Angka Ribuan: Jika berbeda, bilangan dengan angka ribuan lebih besar adalah yang terbesar.Jika Ribuan Sama → Bandingkan Ratusan.Jika Ratusan Sama → Bandingkan Puluhan.Jika Puluhan Sama → Bandingkan Satuan.
Tabel PerbandinganBilangan
ABilangan               BPerbandinganAlasan5.4203.9805.420>3.980Angka ribuan 5>38.2508.7108.250<8.710Ribuan sama (8), tapi ratusan 2<76.3456.3456.345=6.345Semua digit nilainya sama

Latihan soal :

BAGIAN B: ESSAY

1. Diberikan angka-angka: 3, 8, dan 5.
Susunlah bilangan 3-angka TERBESAR dan TERKECIL yang dapat dibentuk dari ketiga angka tersebut (tanpa pengulangan angka)!


2. Uraikanlah bilangan 749 berdasarkan nilai tempatnya masing-masing, kemudian tuliskan bentuk penjumlahan panjangnya!


3. Pak Budi memanen 47 buah mangga di kebun A dan 48 buah mangga di kebun B. Semua mangga tersebut dimasukkan ke dalam keranjang besar. Ternyata ada 16 buah mangga yang masih mentah. Berapa banyakkah mangga yang sudah matang?


4. Tentukan apakah pernyataan mengenai konsep nilai tempat dan dekomposisi bilangan di bawah ini BENAR atau SALAH! Lingkari jawabanmu.

a. Bilangan 906 terdiri dari 9 Ratusan, 0 Puluhan, dan 6 Satuan.

( BENAR / SALAH )

b. Bentuk 300 + 70 + 8 sama nilainya dengan 378. ( BENAR / SALAH )

c. Angka 5 pada bilangan 512 memiliki nilai 50. ( BENAR / SALAH )

d. Bilangan 735 lebih kecil daripada 729. ( BENAR / SALAH )

 

5. Urutkan bilangan berikut dari yang TERKECIL ke yang TERBESAR:

[ 520 , 480 , 505 , 460 , 495 ]

Jawaban: ................

CAPAIAN PEMBELAJARAN IPAS:

Pemahaman IPAS

Menjelaskan bentuk dan fungsi pancaindra; menganalisis siklus hidup makhluk hidup dan upaya pelestariannya; menghasilkan solusi untuk masalah yang berkaitan dengan pelestarian sumber daya alam sebagai upaya mitigasi perubahan iklim; menyimpulkan proses perubahan wujud zat; menjelaskan sumber dan bentuk energi, serta proses perubahan bentuk energi dalam kehidupan sehari-hari; membedakan jenis gaya dan pengaruhnya terhadap arah, gerak, dan bentuk benda; menjelaskan peran, tugas, dan tanggung jawab serta interaksi sosial yang terjadi di sekitar tempat tinggal dan sekolah; mengenali letak kabupaten/kota dan provinsi tempat tinggalnya dengan menggunakan peta konvensional/digital; mengklasifikasikan ragam bentang alam dan keterkaitannya dengan profesi masyarakat, ragam budaya serta upaya untuk melestarikannya; menganalisis sejarah masyarakat di lingkungan tempat tinggal; menjelaskan nilai mata uang dan fungsinya, serta cara mengelola keuangan secara bijak


TUJUAN PEMBELAJARAN:
Peserta didik dapat mengenal pengertian gaya  dan jenis gaya dengan baik.

 MATERI POKOK                      : Mengenal Pengertian dan Jenis Gaya
 MODEL/METODE PEMBELAJARAN : Discovery Learning
 MEDIA PEMBELAJARAN            : LCD, Video,Benda di Sekitar

MATERI AJAR

1. Apa itu Gaya?

Pengertian: Gaya adalah tarikan atau dorongan yang diberikan kepada suatu benda.

Ketika kita melakukan tarikan atau dorongan, kita sedang memberikan gaya pada benda tersebut. Untuk melakukan gaya, kita memerlukan energi.

  • Contoh Tarikan: Membuka pintu kulkas, menarik gerobak, mencabut colokan listrik, bermain layang-layang.

  • Contoh Dorongan: Menendang bola, mendorong meja, menekan tombol sakelar, mengayuh sepeda.

2. Pengaruh Gaya Terhadap Benda

Gaya tidak dapat dilihat, tetapi dampak atau pengaruhnya bisa kita rasakan dan lihat. Pengaruh gaya antara lain:

  1. Mengubah Posisi / Menggerakkan Benda Diam

    • Contoh: Meja yang diam bergerak saat didorong.

  2. Menghentikan Benda yang Bergerak

    • Contoh: Sepeda yang melaju akan berhenti saat rem ditekan.

  3. Mengubah Arah Gerak Benda

    • Contoh: Bola yang memantul atau dioper saat bermain sepak bola.

  4. Mengubah Bentuk Benda

    • Contoh: Plastisin/tanah liat yang ditekan menjadi bentuk baru, atau kaleng bekas yang dipipihkan.

  5. Mengubah Kecepatan Benda

    • Contoh: Mengayuh sepeda lebih cepat saat terburu-buru.

3. Jenis-Jenis Gaya

Gaya dibagi menjadi dua kelompok besar, yaitu Gaya Sentuh (terjadi saat ada kontak fisik langsung) dan Gaya Tak Sentuh (terjadi tanpa kontak fisik langsung).

A. Gaya Sentuh

  • 1. Gaya Otot

    Gaya yang dihasilkan oleh otot tubuh manusia atau hewan.

    • Contoh: Menendang bola, membawa tas sekolah, kerbau menarik bajak sawah.

  • 2. Gaya Gesek

    Gaya yang timbul akibat gesekan antara dua permukaan benda yang saling bersentuhan.

    • Contoh: Rem sepeda yang bergesekan dengan roda, telapak sepatu yang bergesekan dengan jalan.

  • 3. Gaya Pegas

    Gaya yang dihasilkan oleh benda elastis yang diregangkan atau ditekan.

    • Contoh: Memanah (tali busur), melompat di atas trampolin, katapel.

B. Gaya Tak Sentuh

  • 4. Gaya Magnet

    Gaya tarik atau gaya tolak yang dihasilkan oleh magnet terhadap benda bernasib magnetis (seperti besi atau baja).

    • Contoh: Hiasan magnet yang menempel di pintu kulkas, jarum kompas.

  • 5. Gaya Gravitasi

    Gaya tarik bumi yang menarik semua benda menuju ke pusat bumi.

    • Contoh: Buah kelapa yang jatuh ke tanah, air terjun mengalir ke bawah.

  • 6. Gaya Listrik (Listrik Statis/Dinamis)

    Gaya yang dihasilkan oleh benda yang bermuatan listrik.

    • Contoh: Penggaris plastik yang digosokkan ke rambut bisa menarik serpihan kertas kecil.

Latihan Soal & Pembahasan

Soal 1 (Pemahaman Konsep)

Ketika kamu melempar bola kasti ke atas, bola tersebut akan kembali jatuh ke tanah. Gaya apakah yang bekerja pada peristiwa tersebut?

  • Jawaban: Gaya Gravitasi Bumi. Gaya ini menarik semua benda yang berada di udara kembali ke permukaan bumi.

Soal 2 (Pengidentifikasian Gaya)

Sebutkan 2 jenis gaya yang bekerja secara bersamaan saat kamu mengendarai sepeda di jalan raya!
Jawaban:
Gaya Otot: Digunakan oleh kaki saat mengayuh pedal sepeda.
Gaya Gesek: Terjadi antara ban sepeda dengan permukaan jalan raya (dan saat menarik tuas rem).

Aktivitas Eksperimen Sederhana (LKPD)
Nama Percobaan: Menyelidiki Gaya Listrik Statis
Alat & Bahan:
1 buah penggaris plastik
Potongan kertas kecil-kecil
Rambut kering

Langkah Kerja:
Gosokkan penggaris plastik ke rambut kering secara searah berulang kali (sekitar 15−20 kali).
Dekatkan penggaris plastik tersebut ke atas potongan kertas kecil (tanpa menyentuh tanah).
Catat apa yang terjadi: Kertas kecil akan terangkat dan menempel pada penggaris akibat adanya Gaya Listrik Statis.

Rangkuman & Kesimpulan Materi: 
Gaya
1. Pengertian GayaGaya adalah tarikan atau dorongan yang diberikan kepada suatu benda.Tarikan: Menggerakkan benda mendekati kita (contoh: menarik pintu, mencabut colokan).Dorongan: Menggerakkan benda menjauhi kita (contoh: menendang bola, mendorong meja).
2. Pengaruh Gaya Terhadap BendaGaya dapat menyebabkan 5 hal pada benda:Benda diam menjadi bergerak (meja didorong).Benda bergerak menjadi diam (sepeda direm).Arah gerak benda berubah (bola dioper/dipantulkan).Bentuk benda berubah (plastisin/tanah liat ditekan).Kecepatan benda berubah (pedal sepeda dikayuh lebih cepat).

CAPAIAN PEMBELAJARAN SENI RUPA

Mengalami (Experiencing)

Mengidentifikasi unsur rupa dan prinsip desain dalam benda-benda di sekitar/karya seni rupa.

TUJUAN PEMBELAJARAN:

Peserta didik mampu mengidentifikasi unsur rupa dan prinsip desain pada karya seni di sekitar.


MATERI POKOK                      : Unsur Seni Rupa dan Prinsip Desain 
MODEL/METODE PEMBELAJARAN : Penugasan
MEDIA PEMBELAJARAN            : Soal Sumatif

MATERI AJAR

Pengertian Unsur-Unsur Rupa

Unsur-unsur rupa adalah bagian-bagian dasar yang membentuk sebuah karya seni rupa. Seperti huruf yang membentuk kata, unsur-unsur rupa membentuk gambar atau karya seni sehingga menjadi indah dan bermakna.


Macam-Macam Unsur Rupa

1. Titik

Titik merupakan unsur rupa yang paling sederhana.

Titik dapat dibuat menggunakan pensil, spidol, kuas, atau alat lainnya.

Contoh

  • Titik hujan
  • Titik pada motif batik
  • Bintang-bintang di langit

Fungsi titik:

  • Membentuk garis.
  • Memberikan tekstur.
  • Menjadi pusat perhatian pada gambar.

2. Garis

Garis adalah kumpulan titik yang saling berhubungan.

Jenis-jenis garis

  • Garis lurus
  • Garis lengkung
  • Garis zigzag
  • Garis bergelombang
  • Garis putus-putus

Fungsi garis:

  • Membatasi bentuk.
  • Menunjukkan arah.
  • Memberi kesan gerak.

3. Bentuk (Shape)

Bentuk adalah hasil pertemuan beberapa garis.

Contoh bentuk

  • Lingkaran
  • Persegi
  • Persegi panjang
  • Segitiga
  • Oval

Bentuk dapat dibedakan menjadi:

  • Bentuk geometris, seperti lingkaran dan persegi.
  • Bentuk organik, seperti daun, awan, bunga, atau hewan.

4. Bidang

Bidang merupakan bentuk yang memiliki panjang dan lebar.

Contohnya:

  • Permukaan meja
  • Kertas gambar
  • Layang-layang
  • Daun

Bidang dapat berupa:

  • Bidang geometris
  • Bidang tidak beraturan

5. Warna

Warna membuat karya menjadi lebih menarik.

Jenis warna

Warna Primer

  • Merah
  • Kuning
  • Biru

Warna Sekunder

Campuran dua warna primer.

Contoh:

  • Merah + Kuning = Jingga
  • Kuning + Biru = Hijau
  • Merah + Biru = Ungu

Warna Tersier

Campuran warna primer dan sekunder.


6. Tekstur

Tekstur adalah keadaan permukaan suatu benda yang dapat dilihat atau diraba.

Contoh tekstur

  • Kasar (batu, kulit pohon)
  • Halus (kaca, kain sutra)
  • Licin
  • Berbulu

Tekstur membuat karya terlihat lebih nyata.


7. Ruang

Ruang adalah kesan luas atau kedalaman pada sebuah karya.

Contoh:

  • Gambar jalan yang tampak jauh.
  • Gambar gunung di belakang rumah.

Pada karya dua dimensi, ruang hanya berupa kesan.

Pada karya tiga dimensi, ruang benar-benar memiliki panjang, lebar, dan tinggi.


Contoh Unsur Rupa dalam Kehidupan Sehari-hari

BendaUnsur Rupa yang Terlihat
BungaWarna, garis, bentuk
BolaBentuk, warna
RumahGaris, bidang, bentuk
PohonGaris, tekstur, warna
PelangiWarna

Langkah-Langkah Mengamati Unsur Rupa

  1. Amati sebuah gambar.
  2. Perhatikan garis yang digunakan.
  3. Amati bentuk-bentuknya.
  4. Sebutkan warna yang terlihat.
  5. Perhatikan teksturnya.
  6. Tentukan unsur rupa yang paling menonjol.

A. Apa itu Prinsip Desain?

Prinsip desain adalah aturan atau pedoman yang digunakan agar sebuah karya seni atau benda tampak menarik, rapi, dan nyaman dilihat. Prinsip desain membantu seseorang menyusun bentuk, warna, garis, dan ruang sehingga menghasilkan karya yang indah dan memiliki fungsi yang baik.

Prinsip desain tidak hanya terdapat pada lukisan atau kerajinan, tetapi juga dapat ditemukan pada berbagai benda di sekitar, seperti tas, buku, pakaian, meja, kursi, kemasan makanan, dan taman.

B. Jenis-Jenis Prinsip Desain

1. Keseimbangan (Balance)

Keseimbangan adalah susunan bagian-bagian suatu benda sehingga terlihat serasi dan tidak berat sebelah.

Contoh:

  • Dua pot bunga diletakkan di kanan dan kiri pintu.
  • Gambar kupu-kupu memiliki sayap kanan dan kiri yang seimbang.

2. Kesatuan (Unity)

Kesatuan berarti semua bagian dalam suatu karya saling mendukung sehingga terlihat sebagai satu kesatuan.

Contoh:

  • Warna dan bentuk pada kemasan makanan saling cocok.
  • Seragam sekolah memiliki warna dan model yang sama.

3. Irama (Rhythm)

Irama adalah pengulangan bentuk, warna, atau garis yang teratur sehingga menciptakan kesan bergerak.

Contoh:

  • Motif batik.
  • Pagar dengan bentuk yang berulang.

4. Penekanan (Emphasis)

Penekanan adalah bagian yang dibuat lebih menonjol sehingga menjadi pusat perhatian.

Contoh:

  • Judul buku dicetak lebih besar daripada isi.
  • Logo pada kemasan dibuat lebih mencolok.

C. Mengenal Prinsip Desain melalui Pengamatan

Amatilah benda-benda di sekitar kelas atau rumah.

Contoh benda:

  • Tas sekolah
  • Tempat pensil
  • Buku tulis
  • Botol minum
  • Kursi
  • Lemari

Perhatikan:

  • Apa warna yang digunakan?
  • Apakah bentuknya seimbang?
  • Bagian mana yang paling menarik perhatian?
  • Apakah seluruh bagian tampak serasi?
Berikut video pembelajaran dan silahkan ananda simak dengan baik:



KESIMPULAN:

1. Analogi Dasar

Unsur Seni Rupa adalah "bahan bangunan" (elemen fisik visual), sedangkan Prinsip Desain adalah "cara merancang/arsitekrurnya" (aturan menyusun bahan agar menjadi karya yang indah).

2. Peta Unsur Seni Rupa (8 Elemen)

  1. Titik: Unsur paling dasar dan terkecil.

  2. Garis: Goresan atau batas pembentuk (lurus, lengkung, zig-zag).

  3. Bidang: Bentuk 2D yang memiliki panjang dan lebar.

  4. Bentuk (Bangun): Bentuk 3D yang memiliki volume/kedalaman.

  5. Ruang: Kesan kedalaman (nyata pada 3D, semu/ilusi pada 2D).

  6. Warna: Memberikan karakter dan suasana (primer, sekunder, tersier).

  7. Tekstur: Nilai raba permukaan benda (kasar, halus, nyata, semu).

  8. Gelap Terang: Pencahayaan yang memberi kesan volume 3D dan kedalaman.

3. Peta Prinsip Desain (6 Kaidah Utama)

  1. Keseimbangan (Balance): Bobot visual karya (simetris, asimetris, radial).

  2. Kesatuan (Unity): Keterpaduan antar unsur sehingga menjadi satu karya yang utuh.

  3. Irama (Rhythm): Pengulangan unsur secara teratur yang memberi kesan gerak.

  4. Penekanan (Emphasis): Pusat perhatian utama (focal point) dalam karya.

  5. Proporsi (Proportion): Perbandingan ukuran antar bagian agar terlihat ideal.

  6. Keselarasan (Harmony): Perpaduan unsur yang serasi dan enak dipandang.

 Contoh Soal

A. Pilihan Ganda

1. Unsur rupa yang paling sederhana adalah ....

a. Garis

b. Warna

c. Titik

d. Tekstur

Jawaban: A

2. Warna merah, kuning, dan biru disebut warna ....

a. Sekunder

b. Primer

c. Tersier

d. Netral

Jawaban: B

3. Permukaan batu termasuk tekstur ....

a. Halus

b. Kasar

c. Licin

d. Lembut

Jawaban: B

4. Lingkaran merupakan contoh ....

a. Warna

b. Tekstur

c. Bentuk

d. Ruang

Jawaban: C

5. Garis yang naik turun disebut garis ....

a. Lurus

b. Lengkung

c. Zigzag

d. Putus-putus

Jawaban: C

Refleksi atau kesimpulan kegiatan pembelajaran hari ini:

Alhamdulillah kegiatan pembelajaran hari ini berjalan dengan baik di mana hari ini para murid melaksanakan semua tifarian matematika dan seni rupa dalam hal ini hasil diraih oleh murid kelas 4B dalam semati Fadil ini ada 3 orang yang mendapatkan nilai di bawah KKM di mana hal ini guru mendekat kembali materi yang diajarkan dan diberikan remedial kemudian pada penggalan iPad hal ini anak-anak belajar tentang gaya dan jenis-jenisnya anak-anak melakukan praktek gaya magnet dengan menggunakan kertas dan mistar untuk membuktikan Apakah gaya ada dengan praktek yang dilakukan.

Berikut dokumentasi kegiatan pembelajaran hari






IPAS, P PANCASILA,SENI RUPA

  CLASS IV.B SD AL AZAHAR 2   IDENTITAS DIRI:         HARI/TANGGAL                  : RABU/ 19 AGUSTUS 2026 A.          NAMA                ...

 

Elfida Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea