Minggu, 26 Juli 2026

MATEMATIKA, P PANCASILA, BAHASA INDONESIA

By elfida fida - Juli 26, 2026

  GURU KELAS IV. B : ELFIDA, S.Pd

MATERI AJAR KELAS IV. B UNTUK HARI SENIN 27 JULI TANGGAL 2026



 


Selamat pagi,,,,Tabik pun

Assalamualaikum.wr.wb anak sholeh/sholeha IV.B apa kabar hari ini?Alhamdulillah semoga kita semua selalu sehat dan selalu dalam lindungan Allah SWT.aamiin ya Robbal allamin. Jangan lupa sebelum belajar dengarkan tausiah dan rangkum isinya kemudian tadarus dan shalat dhuha. 

MAPEL MATEMATIKA

Tujuan Pembelajaran:

Peserta didik mampu 

  1. Membaca dan menuliskan bilangan cacah sampai 10.000
  2. Menentukan nilai tempat (ribuan, ratusan, puluhan, satuan)

MATERI AJAR: 

  1. Membaca dan menuliskan bilangan cacah sampai 10.000
  2. Menentukan nilai tempat (ribuan, ratusan, puluhan, satuan)


A. Pengertian Bilangan Cacah

Bilangan cacah adalah bilangan yang dimulai dari 0 kemudian bertambah satu demi satu tanpa batas.

Contoh:
0, 1, 2, 3, 4, 5, ..., 9.998, 9.999, 10.000.

B. Membaca Bilangan Cacah

Perhatikan contoh berikut.

Lambang BilanganCara Membaca
145seratus empat puluh lima
980sembilan ratus delapan puluh
1.256seribu dua ratus lima puluh enam
3.409tiga ribu empat ratus sembilan
5.680lima ribu enam ratus delapan puluh
7.031tujuh ribu tiga puluh satu
8.999delapan ribu sembilan ratus sembilan puluh sembilan
10.000sepuluh ribu

Perhatikan!

  • Gunakan kata seribu, bukan satu ribu.
  • Bilangan 1.000 dibaca seribu.
  • Bilangan 100 dibaca seratus.

C. Menuliskan Bilangan

Contoh:

  • Dua ribu tiga ratus lima belas → 2.315
  • Empat ribu tujuh puluh dua → 4.072
  • Delapan ribu enam ratus sembilan puluh satu → 8.691
  • Sembilan ribu sembilan ratus sembilan puluh sembilan → 9.999
  • Sepuluh ribu → 10.000

D. Langkah Membaca Bilangan

Contoh bilangan 6.428

  1. Angka ribuan = 6 → enam ribu
  2. Angka ratusan = 4 → empat ratus
  3. Angka puluhan = 2 → dua puluh
  4. Angka satuan = 8 → delapan

Jadi dibaca:

Enam ribu empat ratus dua puluh delapan

E. Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari

  • Jumlah buku di perpustakaan adalah 4.265 buku.
  • Jumlah penduduk suatu desa sebanyak 8.520 orang.
  • Sekolah memiliki 1.450 siswa.

Contoh Soal 1

Tuliskan cara membaca bilangan berikut.

3.285

Jawaban:

Tiga ribu dua ratus delapan puluh lima.

Contoh 2

Tuliskan lambang bilangan berikut.

Lima ribu tujuh ratus empat belas

Jawaban:

5.714

A. Pengertian Mengurutkan Bilangan

Mengurutkan bilangan adalah menyusun beberapa bilangan berdasarkan besar nilainya.

Ada dua cara mengurutkan bilangan, yaitu:

  • Urutan naik (ascending): dari bilangan terkecil ke terbesar.
  • Urutan turun (descending): dari bilangan terbesar ke terkecil.

B. Cara Mengurutkan Bilangan

Saat mengurutkan bilangan, bandingkan nilai tempatnya secara berurutan:

  1. Ribuan
  2. Ratusan
  3. Puluhan
  4. Satuan

Jika angka pada ribuan sama, bandingkan angka ratusan. Jika ratusan sama, bandingkan puluhan, lalu satuan.

C. Contoh Mengurutkan Bilangan

Contoh 1

Urutkan dari yang terkecil ke terbesar.

3.245, 2.980, 4.120, 3.120

Penyelesaian:

  • Bilangan ribuan terkecil adalah 2.980.
  • Selanjutnya 3.120.
  • Kemudian 3.245.
  • Terakhir 4.120.

Jawaban:
2.980, 3.120, 3.245, 4.120

Contoh 2

Urutkan dari yang terbesar ke terkecil.

6.245, 5.980, 6.780, 4.950

Penyelesaian:

  • Bilangan terbesar adalah 6.780.
  • Kemudian 6.245.
  • Selanjutnya 5.980.
  • Terakhir 4.950.

Jawaban:
6.780, 6.245, 5.980, 4.950


D. Contoh Lain

Urutkan dari yang terkecil.

8.520, 8.205, 8.052, 8.502

Perhatikan angka ratusannya.

Jawaban:

8.052, 8.205, 8.502, 8.520


Urutkan dari yang terbesar.

9.100, 9.010, 9.001, 9.110

Jawaban:

9.110, 9.100, 9.010, 9.001

E. Langkah Mengurutkan Bilangan

  1. Perhatikan angka pada ribuan.
  2. Jika sama, lihat angka ratusan.
  3. Jika masih sama, lihat angka puluhan.
  4. Terakhir, lihat angka satuan.
  5. Susun sesuai perintah soal.

F. Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari

Contoh 1

Jumlah buku di empat kelas:

  • Kelas IV A = 3.250 buku
  • Kelas IV B = 2.980 buku
  • Kelas IV C = 3.410 buku
  • Kelas IV D = 3.100 buku

Urutan dari yang terkecil:

2.980, 3.100, 3.250, 3.410


Contoh 2

Jumlah penonton pertandingan:

  • 4.580 orang
  • 5.020 orang
  • 3.950 orang
  • 4.800 orang

Urutan dari terbesar:

5.020, 4.800, 4.580, 3.950

MAPEL PENDIDIKAN PANCASILA

TUJUAN PEMBELAJARAN:

Peserta didik mampu menjelaskan perumusan pancasila dengan bauk.

MATERI AJAR : PERUMUSAN PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA

Gagasan Perumusan Dasar Negara

Selaku ketua Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPK), dr.Radjiman Wedyodiningrat dari mulai sidang mengajukan suatu masalah sebagai agenda utamanya. Masalah tersebut merupakan hal penting dan mendasar dalam suatu negara yang baru terbentuk. Dalam sidang BPUPK tersebut, proses perumusan dasar negara Indonesia dimulai. Pada pembicaraan rumusan calon dasar negara majulah beberapa orang pembicara dalam sidang tersebut, diantaranya Mr. Muhammad Yamin, Prof. Dr. Mr. Soepomo, dan Ir. Soekarno untuk memaparkan gagasannya. Gagasan tersebut kemudian dimusyawarahkan dan disepakati hingga akhirnya bernama Pancasila yang menjadi dasar negara Indonesia merdeka. Gagasan dari ketiga tokoh tersebut dijabarkan dalam uraian berikut ini.

a) Mr. Muhammad Yamin

Pada pelaksanaan sidang pertama BPUPK tanggal 29 Mei 1945, peristiwa ini menjadi tonggak sejarah karena pada saat itu yang mendapat kesempatan pertama berbicara adalah Mr. Muhammad Yamin untuk menyampaikan mengenai buah pikirannya tentang dasar negara. Pidatonya berisi lima asas dasar negara Indonesia Merdeka, yaitu:

(1) Peri Kebangsaan.

(2) Peri Kemanusiaan.

(3) Peri Ketuhanan.

(4) Peri Kerakyatan.

(5) Kesejahteraan Rakyat.


b) Prof. Dr. Mr. Soepomo

Selanjutnya tampil Prof. Dr. Mr. Soepomo berpidato di hadapan sidang BPUPK pada tanggal 31 Mei 1945. Dalam pidatonya beliau menyampaikan usulan tentang dasar negara Indonesia merdeka yang terdiri dari lima gagasan:

(1) Persatuan

(2) Kekeluargaan

(3) Keseimbangan lahir batin

(4) Musyawarah

(5) Keadilan rakyat

c) Ir. Soekarno (1 Juni 1945)

Di hadapan sidang BPUPK, Ir. Soekarno menyampaikan pandangan dan pidatonya pada tanggal 1 Juni 1945. Usulan secara lisan berupa lima asas yang diajukan dalam pidatonya sebagai bentuk

dasar negara Indonesia. Adapun rumusan dasar negara tersebut adalah sebagai berikut:

(1) Nasionalisme atau Kebangsaan Indonesia.

(2) Internasionalisme atau Perikemanusiaan.

(3) Mufakat atau Demokrasi.

(4) Kesejahteraan sosial.

(5) Ketuhanan yang berkebudayaan.


Ir. Soekarno mengatakan bahwa saran dari salah seorang ahli bahasa, lima asas di atas diusulkan agar diberi nama “Pancasila”. Istilah “Pancasila” sebagai dasar negara tersebut diterima oleh sidang secara penuh. Selanjutnya, beliau mengungkapkan usulan bahwa kelima sila tersebut dapat diperas lagi menjadi Tri Sila yang rumusannya:

(1) Sosio Nasionalisme, yaitu Nasionalisme dan Internasionalisme.

(2) Sosio Demokrasi, yaitu Demokrasi dengan Kesejahteraan Rakyat.

(3) Ketuhanan Yang Maha Esa.

Kemudian, Ir. Soekarno menyampaikan kembali bahwa Tri Sila tersebut masih dapat diperas lagi menjadi Eka Sila atau satu sila yang intinya adalah “gotong-royong.


Kesimpulan materi:

Pancasila adalah dasar negara Indonesia yang terdiri dari lima sila. Sebelum menjadi seperti sekarang, Pancasila dirumuskan melalui beberapa tahap penting oleh para tokoh pendiri bangsa. Proses perumusan ini terjadi pada masa sidang-sidang penting menjelang kemerdekaan Indonesia, seperti sidang BPUPKI dan PPKI.

Beberapa tokoh penting yang terlibat dalam perumusan Pancasila antara lain:

  • Ir. Soekarno

  • Moh. Yamin

  • Dr. Soepomo

Akhirnya, pada tanggal 18 Agustus 1945, Pancasila secara resmi disahkan sebagai dasar negara Indonesia dan tercantum dalam Pembukaan UUD 1945.

MAPEL BAHASA INDONESA

TUJUAN PEMBELAJARAN:

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik mampu menggunakan petunjuk arah ketika berada di lingkungan sekolah maupun lingkungan masyarakat sehingga dapat membantu orang lain menemukan suatu tempat secara benar.

MATERI AJAR:MANFAAT PETUNJUK ARAH

Pengertian Petunjuk Arah

Petunjuk arah adalah informasi yang membantu seseorang menemukan lokasi atau tujuan tertentu. Petunjuk arah dapat disampaikan secara lisan maupun tertulis. Agar mudah dipahami, petunjuk arah harus menggunakan kalimat yang jelas, singkat, dan runtut.

Contoh kata-kata yang sering digunakan dalam petunjuk arah:

  • lurus
  • belok kiri
  • belok kanan
  • di depan
  • di samping
  • di seberang
  • dekat
  • jauh

Manfaat Petunjuk Arah

Petunjuk arah memiliki banyak manfaat, antara lain:

1. Membantu Menemukan Lokasi

Dengan petunjuk arah, seseorang dapat mencapai tempat tujuan tanpa tersesat.

Contoh:
"Aula sekolah berada di sebelah kanan perpustakaan."

2. Menghemat Waktu

Petunjuk arah yang jelas membuat perjalanan menjadi lebih cepat karena tidak perlu bertanya berkali-kali.

3. Menghindari Kesalahan Jalan

Petunjuk arah membantu seseorang memilih jalan yang benar.

4. Memudahkan Orang Lain

Kita dapat membantu teman atau tamu menemukan tempat yang mereka cari.

5. Melatih Kemampuan Berkomunikasi

Memberikan petunjuk arah membuat kita belajar berbicara dengan jelas, sopan, dan runtut.


Contoh Petunjuk Arah

Menuju Perpustakaan Sekolah

  1. Keluar dari ruang kelas.
  2. Berjalan lurus menuju halaman sekolah.
  3. Belok kiri di depan ruang guru.
  4. Perpustakaan berada di sebelah kanan.

Ciri-Ciri Petunjuk Arah yang Baik

  • Menggunakan bahasa yang jelas.
  • Disusun secara berurutan.
  • Menggunakan kata penunjuk arah yang tepat.
  • Mudah dipahami oleh orang lain.

Contoh Percakapan

Beni: "Di mana letak UKS?"

Siti: "Dari kelas, berjalanlah lurus sampai ruang guru. Setelah itu belok kanan. UKS berada di sebelah kiri kantin."


Ringkasan

  • Petunjuk arah membantu seseorang menemukan tempat tujuan.
  • Petunjuk arah harus jelas, singkat, dan berurutan.
  • Manfaat petunjuk arah antara lain memudahkan mencari lokasi, menghemat waktu, menghindari tersesat, membantu orang lain, dan melatih kemampuan berkomunikasi.

Latihan

A. Pilihan Ganda

  1. Petunjuk arah berguna untuk ....
    a. bermain
    b. mencari jalan menuju suatu tempat
    c. menghitung
    d. menggambar
  2. Kalimat yang termasuk petunjuk arah adalah ....
    a. Belajar dengan rajin.
    b. Belok kanan di depan kantor.
    c. Membaca buku setiap hari.
    d. Bermain bola bersama teman.
  3. Salah satu manfaat petunjuk arah adalah ....
    a. membuat perjalanan lebih lama
    b. membuat bingung
    c. membantu menemukan lokasi
    d. menghilangkan rambu jalan
  4. Kata yang menunjukkan arah adalah ....
    a. cepat
    b. tinggi
    c. kiri
    d. besar
  5. Petunjuk arah sebaiknya disampaikan secara ....
    a. acak
    b. jelas dan runtut
    c. panjang dan berbelit
    d. sulit dipahami

B. Uraian

  1. Apa yang dimaksud dengan petunjuk arah?
  2. Sebutkan tiga manfaat petunjuk arah!
  3. Mengapa petunjuk arah harus disampaikan secara jelas?
  4. Tuliskan contoh petunjuk arah menuju kantin sekolah!
  5. Ceritakan pengalamanmu ketika menggunakan petunjuk arah.
MEDIA/SUMBER PEMBELAJARAN:

- Buku MAPEL MATEMATIKA, BAHASA INDONESIA, PENDIDIKAN PANCASILA KELAS IV

- LCD

- VIDEO PEMBELAJARAN

- GAMBAR-GAMBAR

- KARTU ANGKA

*METODE PEMBELAJARAN:

- Ceramah, tanya jawab, Discocery Learning, PBL

R  REFLEKSI/KESIMPULAN:

0 Comments:

Posting Komentar

MATEMATIKA, P PANCASILA, BAHASA INDONESIA

    GURU KELAS IV. B : ELFIDA, S.Pd MATERI AJAR KELAS IV. B UNTUK HARI SENIN 27 JULI TANGGAL 2026   Selamat pagi,,,,Tabik pun Assalamualaiku...

 

Elfida Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea