MATERI AJAR KELAS V D HARI RABU TANGGAL 12 MARET 2023
Selamat pagi,,,,Tabik pun
Alhamdulillah
pada hari ini kita bertemu lagi pada pelajran Tema 9 Subtema 2
pembelajaran 1 dan 2. Kemarin para siswa kleas VD sudah melaksanakan
penilaian
harian Tema 9 subtema 1. Semoga apa yang sudah kalian pelajari para
ananda
memahaminya.
Hari ini kita akan belajar materi tentang tema 9 subtema 2 pembelajaran 1 dan 2 yaitu:
Hari/ Tanggal : Rabu/12 April 2023
Tema 9 :
Benda –benda di Sekitar Kita
Subtema 2 : Benda dalam Kegiatan Ekonomi
Pembelajaran : 1 dan
2
Muatan :
Bahasa Indonesia (KD 3.4, 4.4), IPA (KD 3.9, 4.9), SBdP (3.3, 4.3)
BAHASA INDONESIA (KD 3.4, 4.4)
Iklan dalam Media
Elektronik
Iklan di Media Elektronik Radio
Radio adalah
media audio yang sifatnya atraktif. Maksudnya adalah media ini mengandalkan
indera pendengaran untuk menarik audiens. Karenanya iklan dengan media radio
hanya dapat didengarkan, maka jenis iklan ini memiliki karakteristik
tersendiri. Salah satunya adalah jenis-jenis audio atau suara yang ada di
dalamnya.
Jenis suara yang
terdapat di dalam iklan radio dapat berupa suara atau kata-kata manusia yang
teratur. Selain ini, ada juga musik yang merupakan paduan berbagai bunyi yang
teratur dan harmonis dengan ritme tertentu. Ada pula efek suara, atau
suara-suara yang tidak seberaturan musik. Contoh efek suara adalah efek suara
alam.
Contoh Media
Elektronik
Terlepas dari
perkembangan teknologi, seperti diciptakannya televisi dan sampai akhirnya
komputer dan internet, radio tetap menjadi media elektronik yang banyak
digunakan oleh masyarakat. Karena itu, iklan di radio tetap memiliki berbagai
keunggulan, seperti :
1.
Penggunanya
dapat dispesialisasikan berdasarkan faktor tertentu, misalnya demografis dan
geografis.
2.
Biaya
produksi iklan di radio cenderung lebih murah.
3.
Dapat
dimanfaatkan untuk mendukng kampanye atau iklan di media cetak maupun media
elektronik lainnya.
4.
Sifatnya
fleksibel.
5.
Lebih
mudah untuk disisipkan di tengah acara radio, sehingga lebih efektif jika
dibandingkan dengan iklan di televisi.
6.
Bukan
merupakan media yang bersifat musiman.
7.
Penggunaannya
yang luas di tengah masyarakat sehingga sifatnya massal.
8.
Dapat
diakses di manapun dan kapanpun.
Meski demikian,
iklan di radio juga memiliki beberapa kelemahan, yaitu :
1.
1.Konten
iklan hanya dapat disajikan dalam format suara atau audio.
2.
2.Iklan
di radio umumnya disuarakan cepat-cepat.
3.
3.Ada
banyaknya stasiun radio dalam di dalam satu wilayah tertentu menyebabkan adanya
tumpang-tindih para pengiklan untuk menjangkau audiens targetnya.
4.
Konten
iklan di radio harus disesuaikan dengan daerah tempat iklan tersebut akan
disiarkan.
5.
5.Pengiklan
sulit untuk membuktikan apakah jangkauan siaran iklan sesuai dengan yang
dipesan.
Iklan di Media Elektronik Televisi
Media elektronik
yang satu ini sama populernya dengan radio. Selain mampu menyajikan konten
dalam format audio atau suara, televisi juga dapat menunjukkan konten visual.
Dengan demikian, konten iklan yang disiarkan atau ditayangkan melalui media
televisi menggabungkan baik audio dan visual, dan bahkan gerak. Hasilnya tentu
merupakan konten iklan yang sangat menarik dan mudah mencuri perhatian
masyarakat.
Contoh Media
Elektronik TV
Maka, keunggulan dari menggunakan media elektronik televisi
untuk menyiarkan iklan adalah :
1.
Jenis konten yang ditayangkan atau disiarkan
adalah bersifat visual, audio, dan motion (gerakan).2.
Format kontek yang dapat disiarkan sangat
fleksibel.
3.
Daya tariknya kuat, sehingga jauh lebih mampu
untuk menjaring lebih banyak audiens.
4.
Jangkauannya luas, sehingga potensi audiens yang
dapat dijaring jauh lebih besar.
5.
Gengsinya lebih tinggi (lebih prestisius).
6.
Dampak yang diberikan oleh iklan di media
televisi lebih kuat, apalagi jika dibandingkan dengan iklan di radio.
Sedangkan kelemahan dari iklan di media televisi adalah
sebagai berikut :
1.
Biayanya mahal.
2.
Penayangannya dalam durasi yang sangat singkat,
sehingga pengiklan harus mampu mendesain konten yang atraktif terlepas dari
terbatasnya waktu.
.
Audiens yang dijangkau cenderung tidak selektif
saat menyaksikan konten iklan yang ditayangkan.
Iklan di
Media Elektronik Internet
Jenis iklan yang satu ini menggunakan internet sebagai media
perantaranya. Dengan demikian, audiens yang ditarget oleh pengiklan adalah
mereka yang juga penggna internet. Jika iklan radio hanya menyajikan konten
dalam format audio daniklan televisi menggabungkan audio, visual, serta
gerakan, iklan di internet jauh lebih fleksibel. Artinya, penayangan konten
iklan di internet dapat berupa visual saja, atau audio saja. Atau, pengiklan
juga dapat menggabungkan baik audio, visual, dan bahkan gerakan ketika
mendesain konten iklan untuk disiarkan melalui media internet.

satellite view of the United States lighting up at night
Berikut ini adalah beberapa keunggulan dari beriklan di
internet :
1.
Biayanya relatif lebih murah, bahkan jika
dibandingkan dengan beriklan di media televisi. Bahkan, biaya iklannya bisa
ditekan seminim mungkin, atau sampai nol rupiah. Misalnya adalah dengan
memanfaatkan blog gratis, meskipun ada trik tertentu yang harus
dipertimbangkan.
2.
Kemampuan untuk menjangkau audiens yang jauh
lebih banyak. Bukan hanya di dalam negeri, tapi juga di luar negeri. Apalagi
untuk konten iklan yang dibuat dalam bahasa Inggris.
3.
Pengiklan dapat menyasar audiens yang lebih
spesifik agar dapat menjaring mereka yang memang membutuhkan produk yang
ditawarkan oleh sebuah bisnis (barang maupun jasa).
IPA (KD 3.9, 4.9)
Zat Zat Penyusun dalam Minuman
Ciri Campuran Homogen dan Campuran Heterogen :
a) Campuran adalah zat yang terdiri atas beberapa jenis
materi atau zat tunggal.
b) Campuran dapat dibedakan menjadi campuran homogen dan
campuran heterogen.
Yaitu :
1) Campuran homogen merupakan campuran yang zat penyusunnya
tercampur sempurna. Pada campuran homogen, zat penyusunnya tidak dapat
dibedakan. Contoh: air garam, sirop, udara, perunggu, kuningan.
2) Campuran heterogen merupakan campuran yang zat
penyusunnya tidak tercampur sempurna. Pada campuran heterogen, zat penyusunnya
masih dapat dibedakan. Contoh: campuran air dengan kopi, air dengan tepung, dan
air dengan pasir.
c) Contoh campuran heterogen atau campuran homogeny
Di antara contohnya adalah :
1) Sirop.
• Air sirop merupakan campuran atas tiga materi atau zat
benda tunggal, yaitu air mineral, gula, dan sari buah (tergantung rasanya).
• Jika air sirop dicampur, ketiga zat (air mineral, gula,
dan sari buah) tidak dapat dipisah pisah lagi.
• Artinya, ketiga zat telah tercampur sempurna. Jadi, air
sirop termasuk materi campuran homogen.
2) Air Kopi.
• Air kopi bubuk merupakan campuran atas tiga materi atau
zat benda tunggal yaitu air mineral, gula, dan serbuk kopi.
• Jika air kopi dicampur, antara air dan kopi masih bisa
dipisahkan. Bubuk kopi yang sudah tercampur air memisahkan diri di dasar gelas.
• Artinya, zat-zat penyusun air kopi tidak tercampur secara
sempurna. Jadi, air kopi termasuk materi campuran heterogen.
d) Berdasarkan ciri-ciri campuran, baik campuran homogen
maupun campuran heterogen dapat dibuat kesimpulan sebagai berikut:
1) Campuran tersusun atas dua atau lebih unsur atau senyawa.
2) Campuran dapat dipisahkan menjadi zat-zat penyusunnya.
3) Perbandingan massa zat-zat penyusunnya tidak tetap.
4) Sifat campuran sama dengan sifat zat-zat penyusunnya.
e) Komponen penyusun campuran bisa berupa :
1) campuran unsur dengan unsur,
2) campuran unsur dengan senyawa,
3) campuran senyawa dengan senyawa.
f) Ketika membuat minuman susu kita mencampurkan susu bubuk
dengan air panas. Setelah itu diaduk secara merata sehingga susu bubuk yang
awalnya berwujud padat menjadi tidak terlihat. Susu bubuk yang telah bercampur
dengan air dinamakan campuran. Jadi, campuran dapat didefinisikan sebagai
materi yang terdiri atas dua jenis zat atau lebih.
g) Komponen penyusun campurannya dan sifat-sifat atau
ciri-ciri campuran tersebut.
1) Kuningan penyusunya Tembaga dan Seng, sifat Campurannya
terdiri dari dua unsur
2) Perunggu, penusunya , Tembaga dan Timah, sifat Campuran
terdiri dari dua unsur
3) Air sirop, penyusunnya :Air mineral, gula, dan sari buah,
sifat Campuran terdiri dari 2 senyawa (Air dan gula) dan 1 campuran (sari buah)
4) Air Kopi, penyusunya : Air, bubuk kopi, dan gula pasir,
sifat Campuran terdiri dari 2 senyawa senyawa (air dan gula), dan 1 campuran
(bubuk kopi)
5) Teh Manis, penyusunya Air, Teh dan Gula, sifat Campuran
terdiri dari 2 senyawa (air dan gula), dan 1 Campuran (Teh)
6) Minuman Ringan, penyusunya : Air, pemanis, pewarna dan
gas Karbondioksida, sifat Campuran terdiri dari 2 senyawa (air dan
karbondioksida), 1 campuran (pemanis).
7) Es Krim, penyusunya Air, Susu, Gula, sifat Campuran
terdiri dari 2 senyawa (air dan Gula), dan 1 Campuran (susu).
Sifat-sifat Campuran dan Komponen Penyusunnya.
a) Materi adalah setiap objek atau segala sesuatu yang
menempati ruang dan mempunyai massa.
b) Contoh jenis materi adalah air, batu, pasir, tanah, kayu,
besi, emas, plastik, dan oksigen atau udara.
c) Berdasarkan komponen penyusunannya, materi dibedakan atas
zat tunggal dan campuran.
1) Zat tunggal.
• Zat tunggal atau disebut zat murni adalah zat yang
komponen penyusunnya hanya satu zat atau materi.
• Zat tunggal dapat berupa unsur dan senyawa.
• Unsur adalah zat kimia yang tak dapat dibagi lagi menjadi
zat yang lebih sederhana.
• Ada dua jenis unsur, yaitu unsur logam dan nonlogam.
Contoh unsur logam adalah perak, besi, emas, dan platina.
Perbedaan Campuran Homogen dan Heterogen
Campuran Homogen
ialah sebuah gabungan dari dua zat atau lebih yang hasil penggabungan nya masih
mempunyai sifat yang sama dengan zat aslinya.
Campuran Heterogen
yaitu suatu campuran antara dua macam zat atau lebih yang partikel-partikel
penyusunnya masih dapat dibedakan satu sama lainnya.
Contoh Homogen dan Hiterogen
Homogen = air dan gula
Hiterogen = air dan pasir

SBDP (3.3, 4.3)
Pola Lantai dalam Tari Kreasi Daerah
Tarian daerah
adalah warisan berharga yang dimiliki setiap daerah. Tarian daerah merupakan
hasil cipta karya seni dari ssuatu budaya. Sebagai negara yang memiliki banyak
daerah yang terdiri atas kepualaun, maka Indonesia juga memuliki ragam tari
daerah yang unik dan merupakan ciri khas setiap daerah. Tari daerah juga
merupkana identitas bangs
Tari kreasi
adalah bentuk gerak tari baru yang dirangkai dari perpaduan gerak tari
tradisional kerakyatan dengan tari tradisional klasik. Gerak ini berasal dari
satu daerah atau berbagai daerah di Indonesia. Selain bentuk geraknya, irama,
rias, dan busanannya juga merupakan hasil modifikasi tari tradisi.

Pola lantai
merupakan garis yang dilalui penari pada saat melakukan gerak tari. Pada dasarnya, ada dua pola garis dasar pada
lantai, yaitu garis lurus dan garis lengkung. Garis lurus memberikan kesan
s ederhana tetapi kuat. Sedangkan garis lengkung memberikan kesan lembut tetapi
lemah

1. Pola Lantai Vertikal (Lurus)
Ciri pola lantai vertikal (lurus) adalah penari membentuk
garis vertikal, yaitu garis lurus dari depan ke belakang atau sebaliknya. Pola
lantai ini banyak digunakan pada tari klasik. Pola lurus memberi kesan
sederhana tetapi kuat. Berikut gambar pola lantai vertikal.
2. Pola Lantai Diagonal
Pada pola lantai diagonal, penari berbaris membentuk garis
menyudut ke kanan atau ke kiri.
3. Pola Lantai Garis Melengkung
Pada pola lantai garis melengkung, penari membentuk garis
lingkaran, pola lantai lengkung ular, dan pola lantai angka delapan.
Pola lantai dibuat untuk memperindah pertunjukan karya tari.
Oleh karena itu dalam pembuatan pola lantai harus memperhatikan beberapa hal,
antara lain bentuk pola lantai, maksud atau makna pola lantai, jumlah penari,
ruangan atau tempat pertunjukan, dan gerak tari. Penampilan gerak tari tidak
terlepas dari desain garis dan desain pola lantai. Ada dua jenis desain garis
yaitu garis lurus dan garis lengkung. Pada desain garis lurus memberikan kesan
lembut tetapi juga lemah. Garis-garis mendatar memberikan kesan istirahat,
sedangkan garis-garis yang tegak lurus memberi kesan ketenangan dan
keseimbangan. Garis melingkar atau melengkung memberi kesan manis, sedangkan
garis menyilang atau diagonal memberikan kesan dinamis atau kuat.
Beberapa contoh
pola lantai :
· 1.
Pola
lantai yang dipergunakan dalam tari Piring adalah garis lengkung dan membentuk
lingkaran.
· 2.
Tari
Saman dengan menggunakan pola lantai garis lurus.
· 8.3. Pada
tari Pendet menggunakan pola lantai garis lengkung.
· 4.
Tari
Kecak dari Bali merupakan salah satu jenis tari ritual dengan menggunakan pola
lantai garis melengkung membentuk lingkaran.
· 5.
Tari
seudati dari Aceh menggunakan pola gabungan antara pola lantai lurus, pola
lantai lengkung, dan zig-zag.
· 6.
Tari
jaipong dari Jawa Barat menggunakan pola lantai lurus dan pola lantai zig-zag.
· 7.
Pola
lantai tari Bedhaya Ketawang menggunakan pola lantai Gawang Motor Mabur
(pesawat terbang).
· 8.
Tari
Tayub dari Jawa, tari Gandrung dari Sasak, Joged Bumbung dari Bali, Gareng
Lamen dari Flores, dan hampir semua tarian perang dari Papua menggunakan pola
lantai garis lurus dan garis lengkung.
· 9.
Tari
Badong dari Toraja, Sulawesi Selatan menggunakan pola lantai melengkung.
· 10. Pola
lantai garis lengkung dapat juga dijumpai pada tari Randai dari Minangkabau.
· 11.
Taari
Baris Gede di Bali menggunakan pola lantai lurus.
· 12.
Tarian
perang dari Nusa Tenggara Timur menggunakan pola lantai lurus.
· 13.
Tarian
Joged Melayu atau Zapin menggunakan pola lantai garis lurus dan garis lengkung.
· 14.
Tari
Yospan berasal dari Papua dengan pola lantai garis lurus
· 15.
Tari
Rejang Dewa dari Bali juga banyak menggunakan pola lantai garis lengkung.
· 16.
Tari
Lengger dari Banyumas menggunakan pola lantai garis lurus.
Semoga
materi yang ada di blogger ini membantu para siswa untuk menambah
refrensi ilmu pengetahuan dalam belajar. Besok kita akan belajar materi
Tema 9 Subtema 2 Pembelajaran 3 dan 4.