Minggu, 22 September 2019

By elfida fida - September 22, 2019 0 Comments
Materi Ajar Untuk Hari Senin Tanggal 23 September 2019

Materi Ajar IPS tentang Kerjasama Negara ASEAN dalam Bidang Sosial

Faktor pendorong kerjasama ASEAN

1. Perbedaan SDA

Perbedaan SDA (Sumber Daya Alam) bisa mendorong terbentuknya kerjasama, dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan SDA satu sama lain. Misalnya ketika Indonesia memiliki surplus hasil pertanian, maka bisa mengekspor ke Singapura. Demikian juga ketika Indonesia kekurangan beras, maka bisa mengimpor dari Thailand untuk mencukupinya.

2. Letak geografisnya sebagian besar sama dan berdekatan

Dengan kesamaan letak geografis, beberapa negara di kawasan yang berdekatan bisa membentuk kerjasama untuk menjaga stabilitas dan keamanan negara. Misalnya ketika negara-negara di kawasan Asia Tenggara membentuk ASEAN.

3. Memiliki kepentingan yang sama

Memiliki kepentingan yang sama bisa mempermudah dua negara atau lebih untuk mencapai suatu kesepakatan. Dengan begitu bisa mendorong terbentuknya kerjasama.
Misalnya ketika beberapa negara penghasil minyak bumi membentuk organisasi yang diberi nama OPEC (Organization of Petroleum Exporting Countries) untuk kepentingan mereka terkait minyak bumi.
Bentuk kerja sama negara-negata ASEAN dalam bidamg sosial adalah :
1. Meningkatkan kualitas individu manusia (human development)
2. Meningkatkan kesejahteraan dan perlindungan sosial
3. Meningkatkan keadilan sosial dan hak asasi manusia                              
4. Melestarikan dan ikut serta dalam kestabilan lingkungan hidup.
5. Membangun identitas ASEAN                                                                          6. Mengurangi tingkat kesenjangan yang ada pada masyarakat negara-   negara ASEAN.

Materi Ajar IPA tentang Proses Menghasilkan Energi Listrik


Cara PLTA menghasilkan listrik



Di Indonesia, sebagian energi listrik yang digunakan oleh penduduk Indonesia berasal dari PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air) yang bersumber dari air waduk-waduk yang banyak terdapat di Indonesia, khususnya di pulau jawa. Meskipun energi alternatif seperti energi surya dan energi minyak bumi juga masih menjadi sumber listrik utama.

PLTA merupakan sebuah sistem yang mengubah energo potensial (air yang berada di dalam bendungan) menjadi energi listrik. Prinsip kerja PLTA adalah induksi elektromagnetik. Air yang memiliki energi potensial terjun (sehingga memiliki energi kinetik) dari bendungan untuk kemudian menggerakkan (memutar) turbin dan selanjutnya menggerakkan generator. Generator tersebut berisi kumparan dan magnet yang sanggup menghasilkan energi listrik. Kita ketahi bersama bahwa perpaduan antara gerakan magnet di dalam sebuah kumparan akan menghasilkan arus listrik induksi. Hal inilah yang mengakibatkan generator mampu menghasilkan energi listrik sebesar puluhan hingga ratusan megawatt (MW).

Skema PLTA (sumber :http://tech.dbagus.com/cara-kerja-pembangkit-listrik-tenaga-air-sederhana-yang-harus-anda-ketahui)














Skema PLTA (sumber :http://bagustris.blogspot.co.id/2014/03/skema-dan-cara-kerja-pembangkit-listrik.html)














 Keterangan gambar :
1. Sungai/Kolam Tandon, untuk tempat penampungan air
2. Intake, pintu masuk air sungai/tandon
3. Katup pengaman, berfungsi sebagai katup pengatur intake
4. Headrace tunnel, pipa antara tandon dan sebelum masuk penstock
5. Surge tank, berfungsi sebagai pengaman tekanan air yang tiba-tiba naik saat katup pengatur ditutup.
6. Penstock (pipa pesat), untuk mengalirkan dan mengarahkan air ke turbin serta untuk mendapatkan tekanan hidrostatis yang besar.
7. Main stop valce, berfungsi sebagai katup pengatur turbine
8. Turbine, mengubah energi potensial air menjadi energi gerak
9. Generator, menghasilkan energi listrik dari energi gerak
10. Main transformer, untuk transfer energi listrik antar dua sirkuit dengan induksi elektromagnetik
11. Transmission line, penyalur energi listrik ke konsumen 



Komponen pokok pada PLTA adalah turbin dan generator yang mengubah energi potensial air menjari energi gerak, menjadi energi listrik. Skema turbin dan generator kurang lebih seperti gambar di bawah ini :
 
skema turbin PLTA (sumber :https://porgas.wordpress.com/2015/06/30/skema-dan-cara-kerja-pembangkit-listrik-tenaga-air-plta/)


Cara kerja PLTA dapat dilihat dari siklus di atas, air dari tandon/sungai masuk pada turbin melalui penstockuntuk memperbesar tekanan hidrostatis. Katup pengaman berguna untuk mengatur aliran air yang masuk ke headrace tunnel, juga untuk menghentikan aliran air. Energi potensial air menggerakkan turbin sehingga menghasilkan energi gerak yang dikonversi menjadi energi listrik oleh generator. Energi listrik dari generator ini diatur dan ditransfer oleh main transformer agar sesuai dengan kapasitas transmission line(tegangan, daya, dll) untuk dibagikan ke rumah-rumah.

Kamis, 19 September 2019

By elfida fida - September 19, 2019 0 Comments
Materi Ajar Untuk Hari Jumat Tanggal 20 September 2019

Materi Bahasa Indonesia
Menentukan kata kata baku pada teks eksplanasi

Penggunaan Kata Baku dan Tidak Baku dalam Kehidupan Sehari-hari :
1. Penggunaan kata yang baku
Mempelajari Kamus Besar Bahasa Indonesia akan memberikan banyak manfaat. Salah satunya untuk keperluan ilmiah. Jika Anda seorang pelajar, mahasiswa, dan tenaga pengajar. Harus mengetahui pengertian kata baku. Hal ini sangat penting karena sebagai bahan dalam penyusunan surat lamaran kerja, karya ilmiah, surat dinas, laporan, dan lain-lain. Saat Anda berpidato dan melakukan presentasi pun wajib mengucapkan kalimat yang benar dan baku.
2. Penggunaan kata tidak baku
Jenis kata ini bisa muncul karena penggunaan bahasa yang salah dan mengalami pengulangan. Hal ini akan menjadi kebiasaan yang buruk. Masyarakat awam harus mengetahui perbedaan kata baku dan tidak baku. Meskipun begitu banyak beberapa pakar yang membiarkan kesalahan itu terjadi. Dialek dan aksens seseorang dalam mengucapkan kalimat salah satu penyebab terciptanya kata yang tidak baku. Penggunaannya untuk bahasa percakapan sehari-hari yang bersifat non formal.

No

Kata Baku

Kata Tidak Baku

1AbjadAbjat
2AdvokatAdpokat
3AktifAktip
4Al Quranalquran
5ApotekApotik
6AsasAzas
7AtletAtlit
8AtmosferAtmosfir
9BautBaud
10BerpikirBerfikir

Rabu, 18 September 2019

By elfida fida - September 18, 2019 0 Comments
Materi Ajar Untuk Hari Kamis Tanggal 19 September 2019

Materi Ajar IPS Tentang Dampak Penemuan Baru bagi Masyarakat


Dalam akhir-akhir ini, teknologi yang pada awalnya diciptakan untuk menghasilkan manfaat positif, di sisi lain juga juga memungkinkan digunakan untuk hal negatif. Karena itu pada makalah ini kami membuat dampak-dampak positif dan negatif dari kemajuan teknologi dalam kehidupan manusia. Berikut dampak positif dan negatif dari keempat aspek tersebut.
1. Bidang Ekonomi
-- Positif:
  • Produktifitas dunia industri semakin meningkat. Kemajuan teknologi akan meningkatkan kemampuan produktivitas dunia industri baik dari aspek teknologi industri maupun pada aspek jenis produksi
  • Pertumbuhan ekonomi akan semakin tinggi
  • Persaingan dalam dunia kerja sehingga menuntut pekerja untuk selalu menambah skill dan pengetahuan yang dimiliki.
  • Semakin maraknya penggunaan TIK akan semakin membuka lapangan pekerjaan
  • Dengan fasilitas pemasangan iklan di internet pada situs-situs tertentu akan mempermudah kegiatan promosi dan pemasaran suatu produk
  • Perusahaan dapat menjangkau pasar lebih luas, karena pembeli yang mengakses internet tidak dibatasi tempat dan waktu
  • Perusahaan tidak perlu membuka cabang distribusi
  • Pengeluaran lebih sedikit, karena pegawai tidak banyak
  • Harga barang lebih murah, karena biaya operasionalnya murah
  • Bisnis yang berbasis TIK atau yang biasa disebut e-commercedapat mempermudah transaksi-transaksi bisnis suatu perusahaan atau perorangan
  • Pemanfaatan teknologi untuk membuat layanan baru dalam perekonomian dan bisnis antara lain internet banking, SMS banking, dan e-commerce
-- Negatif:
  • Terjadinya pengangguran bagi tenaga kerja yang tidak mempunyai kualifikasi yang sesuai dengan yang dibutuhkan
  • Sifat konsumtif sebagai akibat kompetisi yang ketat pada era globalisasi akan juga melahirkan generasi yang secara moral mengalami kemerosotan: konsumtif, boros dan memiliki jalan pintas yang bermental instant
  • Adanya aksi tipu menipu dalam proses jual beli online yang dapat merugikan beberapa pihak;
  • Dengan jaringan yang tersedia seperti yang terdapat pada beberapa situs yang menyediakan perjudian secara online, para penjudi tidak perlu pergi ke tempat khusus untuk memenuhi keinginannya
  • Resistensi Membeli Secara Online. Bagi orang awam yang belum pernah bertransaksi secara online, akan merasa janggal ketika harus bertransaksi tanpa bertatap muka atau melihat penjualnya. Belum lagi ketakutan bila pembayaran tak terkirim atau tak diterima. Atau barang tak dikirim, atau bahkan barang dikirim tetapi tak diterima.

Bidang Sosial
-- Positif:
  • Kemajuan teknologi komunikasi yang cepat dapat mempermudah komunikasi antar manusia dari suatu tempat ke tempat yang lain
  • Sosialisasi kebijakan pemerintah dapat lebih cepat disampaikan kepada masyarakat
  • Informasi yang ada di masyarakat dapat langsung dipublikasikan dan diterima oleh masyarakat
-- Negatif:
  • Dengan makin pesatnya komunikasi membuat bentuk komunikasi berubah,yang asalnya face to face menjadi tidak. Hal ini dapat menyebabkan komunikasi hampa
  • Seseorang yang terus-menerus bergaul dengan komputer akan cenderung menjadi seseorang yang individualis
  • Dengan pesatnya teknologi informasi, baik internet maupun media lainnya,membuat peluang masuknya hal-hal yang berbau pornografi,pornoaksi,maupun kekerasan makin mudah
  • Interaksi anak dan computer yang bersifat satu (orang) menhadap satu (mesin) mengakibatkan anak menjadi tidak cerdas secara sosial
  • Kemerosotan moral di kalangan warga masyarakat, khususnya di kalangan remaja dan pelajar. Kemajuan kehidupan ekonomi yang terlalu menekankan pada upaya pemenuhan berbagai keinginan material, telah menyebabkan sebagian warga masyarakat menjadi "kaya dalam materi tetapi miskin dalam rohani.
Materi Ajar SBdP Tentang Nama-nama Interval Nada

Interval adalah jarak antara nada satu dengan nada yang lain. Interval juga bisa disebut selang nada 



Nama-nama interval atau selang nada yaitu :

Selang nada 1 – 1 disebut Prim

Selang nada 1 – 2 disebut Sekon

Selang nada 1 – 3 disebut Terts

Selang nada 1 – 4 disebut Kuart

Selang nada 1 – 5 disebut Kwint

Selang nada 1 – 6 disebut Sekst

Selang nada 1 – 7 disebut Septim

Selang nada 1 – 8 disebut Oktaf

Contoh :



Interval bisa digunakan untuk menyusun akord-akord trinada (tiga nada) dari suatu tangga nada, misalnya tangga nada C mayor. Untuk menyusun akord-akord trinada ada syaratnya dan syarat ini juga berlaku untuk menyusun akord trinada dari tangga nada mayor yang lain, misalnya F mayor, G mayor dsb.

Adapun syarat-syarat itu sebagai berikut :

a. Di atas nada dasar trinada kita tumpuk dua buah nada

b. Tumpukan kesatu berselang nada terts. (perhatikan : dihitung dari nada paling bawah!)

c.  Tumpukan kedua berselan nada kwint. (juga dihitung dari nada paling bawah)

Berikut ini contoh interval atau selang nada dalam akord-akord trinada dalam tangga nada C mayor :

 Tingkat I               : c – e, selang nada terts besar (1 ; 1)

                                c – g, selang nada kwint murni (1 ; 1 ; ½ ; 1)

Tingkat II              : d – f, selang nada terts kecil (1 ; ½ )

                                d – a, selang nada kwint murni (1 ; ½ ; 1 ; 1)

Tingkat III            : e – g, selang nada terts kecil ( ½ ; 1)

                               e – b, selang nada kwint murni ( ½ ; 1 ; 1 ; 1)

Tingkat IV            : f – a, selang nada terts besar (1 ; 1)

                               f – c’, selang nada kwint murni (1 ; 1 ; 1 ; ½)

Tingkat V             : g – b, selang nada terts besar (1 ; 1)

                               g – d’, selang nada kwint murni (1 ; 1 ; ½ ; 1)

Tingkat VI            : a – c’, selang nada terts kecil (1 ; ½ )

                                a – e’, selang nada kwint murni (1 ; ½ ; 1 ; 1)                       

Tingkat VII           : b – d’, selang nada terts kecil ( ½ ; 1)

                                b – f’, selang nada kwint kurang ( ½ ; 1 ; 1 ; ½ )

 contoh :


Dari uraian di atas, kesimpulannya adalah :

a. Akord trinada yang memiliki selang nada terts besar dan kwint murni disebut trinada besar atau akord mayor yakni tingkat I, IV dan V

b. Akord trinada yang memiliki selang nada terts kecil dan kwint murni disebut trinada kecil atau akord minor yakni tingkat II, III dan VI

c. Akord trinada yang memiliki selang nada terts kecil dan kwint kurang disebut trinada kurang atau akord diminished yakni tingkat VII

Materi Ajar Matematika Tentang Menyebutkan Bilangan Desimal Sampai Ribuan


Konsep Pecahan Desimal
Pecahan desimal adalah pecahan yang mempunyai penyebut khusus yaitu sepuluh, seratus, seribu, dan seterusnya.
a. Konsep persepuluhan
    Untuk penyebut persepuluhan maka dibelakang koma ada 1           angka yang merupakan angka pembilang.
    1/10 = 0,1
    1/2 = 5/10 = 0,5
b. Konsep perseratusan
    Untuk penyebut perseratusan maka dibelakang koma ada 2           angka, yang merupakan angka pembilang.
    1/100 = 0,01
    2/100 = 0,02
    3/4 = 75/100 = 0,75

. Konsep perseribuan
    Untuk penyebut perseribuan maka dibelakang koma ada 3             angka, yang merupakan angka pembilang.
    1/1000 = 0,001
    1/8 = 125/1000 = 0,125
Nilai Tempat Desimal
Untuk mempelajari bilangan pecahan desimal, kita perlu memahami nilai tempat dan arti dari penulisan bilangan pecahan desimal. Untuk itu, perhatikan bilangan-bilangan pecahan yang penyebutnya kelipatan 10  seperti  1/10 , 1/(100 ) , 1/1000 , dan  1/10000
Jika bilangan-bilangan pecahan itu ditulis dalam bentuk pecahan desimal, maka penulisannya adalah sebagai berikut:
1/10 ditulis 0,1
1/100 ditulis 0,01
1/1000 ditulis 0,001
1/10000 ditulis 0,0001
Nilai tempat pada pecahan desimal dapat dijelasakan seperti contoh di bawah ini
1 2 3 , 4 5 6
6= Perseribuan
5= Perseratusan
4= Persepuluhan
3= Satuan
2= Puluhan
1= Ratusan
Dengan memperhatikan sistem nilai tempat, kita dapat menyatakan bentuk panjang dari bilangan pecahan desimal seperti 456,789 yaitu
456,789 = 400+50+6+ 0,7 + 0,08 + 0,009
456,789 = 400 + 50 + 6 + 7/10 + 8/100 + 9/1000
456,789 = 400+50+6 + 700/1000 + 80/1000 + 9/1000
456,789 = 400 + 50 + 6 + 789/1000

Selasa, 17 September 2019

By elfida fida - September 17, 2019 1 Comments
Materi Ajar Untuk Hari Rabu Tanggal 18 September 2019

Materi Ajar Bahasa Indonesia Tentang Penggunaan Kata-kata Baku pada Kalimat Efektif


Pengertian Kata Baku dan Tidak Baku

Kata baku adalah kata yang sesuai dengan ejaan kaidah Bahasa Indonesia. Kata baku sering kita gunakan saat percakapan resmi, misalnya pidato atau saat berbicara dengan orang yang lebih dihormati. Sedangkan kata tidak baku adalah kata yang tidak sesuai dengan ejaan kaidah bahasa Indonesia atau yang biasa kita gunakan untuk berkomunikasi dengan teman-teman sehari-sehari.
Kaidah bahasa Indonesia ini lebih dikenal sebagai Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan (EYD). Selain pedoman EYD, kamus Bahasa Indonesia juga menjadi salah satu rujukan dalam penentuan baku atau tidaknya suatu kata.

Fungsi Kata Baku dan Tidak Baku

Fungsi Kata Baku
  1. Pemersatu
Pemakaian kata baku sesuai EYD dapat menjadi pemersatu dari beragam suku, etnis, atau kelompok yang beranekaragam di Indonesia. Kekhasan dialek bahasa pada masing-masing daerah dapat dipersatukan dengan bahasa baku sehingga menjadi satu kesatuan, yakni Bahasa Indonesia.
  1. Pembeda
Penggunaan bahasa baku menjadi pembeda dari bahasa yang lain. Maka, penerapan bahasa baku atau Bahasa Indonesia yang benar dapat memperkuat rasa nasionalisme masyarakat Indonesia.
  1. Pemberi Wibawa
Penggunaan kata baku dalam bahasa Indonesia dapat memperlihatkan kewibawaan masyarakat Indonesia itu sendiri. Masyarakat yang bertutur kata dengan baik dan benar akan memperoleh wibawa dan kehormatan di mata orang lain. Dan pada akhirnya dapat membuat orang lain kagum atas bahasa Indonesia.
  1. Kerangka Acuan
Kaidah dalam penggunaan kata baku menjadi tolak ukur tentang benar atau tidaknya pemakaian dan penerapan bahasa seseorang.
Fungsi Kata Tidak Baku
Kata tidak baku berfungsi dalam menciptakan kenyamanan, keakraban, dan suasana santai ketika bercengkerama atau berkomunikasi dengan keluarga dan teman.

Ciri-Ciri Kata Baku dan Tidak Baku

Ciri-Ciri Kata Baku 
  • Kata baku tidak dapat berubah setiap saat
  • Tidak terpengaruh bahasa daerah
  • Bukan bahasa percakapan sehari-hari
  • Tidak terpengaruh bahasa asing
  • Penggunaan kata baku sesuai dengan konteks di dalam kalimat
  • Kata baku tidak mempunyai arti yang rancu
  • Kata baku tidak mengandung arti pleonasme (lebih dari apa yang diperlukan)
Ciri-Ciri Kata Tidak Baku
  • Kata tidak baku dapat terpengaruh bahasa daerah atau bahasa asing
  • Kata tidak baku dapat terpengaruh oleh perkembangan zaman
  • Kata tidak baku digunakan pada percakapan santai
  • Kata tidak baku dapat dibuat oleh siapa saja sesuai keinginannya
Contoh Kata Baku dan Tidak Baku                
No.
Kata Baku
Kata Tidak Baku
1
AbjadAbjat
2
Advokat
Adpokat
3
Kategori
Katagori
4
Konferensi
Konperensi
5
Konkret
Konkrit
6Kiai
Kyai
7
Praktik
Praktek
8
Provinsi
Propinsi
9
Risiko
Resiko
10
Rezeki
Rejeki
11
Izin
Ijin
12
Sekretaris
Sekertaris
13
Sistem
Sistim
14
Zaman
Jaman
15
Zona
Zone
Tugas di buku BUPENA Halaman 205.

Materi PPKn Tentang Melaksanakan Hak dengan Bertanggung Jawab

Selain di rumah, sekolah, dan masyarakat, kita juga memiliki kewajiban di lingkungan sekitar. Kita harus melaksanakan kewajiban di jalan dengan penuh tanggung jawab agar hak diri sendiri dan orang lain tidak dirugikan. Berikut contoh perbuatan yang mengganggu hak diri sendiri dan orang lain jika tidak melaksanakan kewajiban di lingkungan sekitar :

1.Mengendarai sepeda dengan kecepatan tinggi dapan menyebabkan kecelakaan yang membahayakan diri sendir dan orang lain. Hak yang terganggu dalam kejadian ini adalah hak keselamatan di jalan. Oleh karena itu, kewajiban kita adalah berkendara dengan kecepatqn yang sesuai.

2. Memakai perhiasan mewah di jalan raya dapat memancing tindak kejahatan yang dapat mengancam jiwa kita. Hak yang terganggu dalam kejadian ini adalah hak keamanana di jalan. Oleh karena itu, tidak memakai perhiasan mewah saat di jalan adalah kewajiban kita.

Materi Matematika tentang Membandingkan dan Mengurutkan Bilangan Desimal

Penjelasan Dan Cara Mudah Untuk Urutkan Nilai Pecahan Desimal

Untuk mengurutkan pecahan desimal dapat dilakukan dengan cara mengurutkan dari depan (bilangan satuanya terlebih dahulu). Jika ada bilangan satuan yang sama dilanjutkan dengan bilangan persepuluhan, perseratusan dan seterusnya (bilangan di belakang koma).

Contoh untuk mengurutkan desimal dari yang terbesar ke terkecil:

Urutkan bilangan desimal berikut:
0.402, 0.42, 0.375, 1.2, 0.85
Gunakan tabel dibawah ini untuk memudahkan Anda:

Bilangan pokok
Koma desimal
Puluhan
Ratusan
Ribuan
0
,
4
0
2
0
,
4
2
0
0
,
3
7
5
1
,
2
0
0
0
,
8
5
0
Hasilnya urutan bilangan desimal, dari yang terbesar ke terkecil:
1.2, 0.85, 0.42, 0.402, 0.375

Cara Mudah Untuk Mengubah Dari Desimal Ke Pecahan Biasa

Dengan mengubahnya ke bentuk pecahan dengan penyebut kelipatan 10. Kemudian sederhanakan sehingga Anda menemukan pecahan yang paling sederhana.
Contoh:
0,5 = 5/10 ruas atas dan bawah dibagi 5 hasilnya = 1/2
0,25 = 25/100 masing masing dibagi 25 dan hasilnya = 1/4
0,45 = 45/100 = 9/20
0,125 = 125/1000  = 25/200  = 5/40  = 1/80,8 = 8/10 : 2 = 4/5

Cara Mudah Untuk Mengubah Dari Desimal Ke Persen

  • Kalikan desimal dengan 100 untuk mengubahnya menjadi persen. Dengan kata lain adalah memindahkan tanda desimal dua tempat ke sebelah kanan.
  • Ubah desimal berakhir menjadi pecahan. Desimal berakhir adalah bilangan desimal yang tidak berulang.
  • Ubahlah desimal berulang menjadi pecahan.

Contoh 1:

1,2 = ….%
= 1,2 x 100%
= 120%

Contoh 2:

0,015 = ….%
= 0,015 x 100%
15/1000 x 100%
1500/1000 %
= 1,5 %

Contoh 3:

0,8 = ….%
= 0,8 x 100% = 80%

Contoh 4:

0,83 = ….%
= 0,83 x 100%
83/100 x 100%
8300/100 %
= 83 %

Contoh 5:

0,07 = ….%
= 0,07 x 100%
7/100 x 100%
700/100 %
= 7 %

MEMBANDINGKAN PECAHAN
   Didalam membandingkan, pasti kalian sudah tahu bahwa ada bilangan yang lebih kecil &
   lebih besar. Dalam pembelajaran ini, kalian sudah mempelajari membandingkan 
   bilangan asli dari sejak TK sampai SD. Mari kita lihat penjelasannya.

    Jika ada dua bilangan pecahan yang berbeda lalu harus ditentukan, maka bilangan
    tersebut harus disamakan terlebih dahulu supaya mudah. Bilangan yang disamakan
    boleh memakai bilangan desimal, persen dan pecahan, biasanya yang paling mudah
    memakai bilangan persen dan desimal.

    Contoh:
    Manakah yang lebih kecil antara 1/2 dan 3/5?

    Disini harus disamakan dahulu bilangan ini menjadi:
    1. Bilangan pecahan
        1/2 = 1 x 5/2 x 5
              = 5/10
  
        3/5 = 3 x 2/5 x 2
              = 6/10

         Jadi, 5/10 lebih kecil dari 6/10 atau 5/10 < 6/10 atau 1/2 < 3/5

    2. Bilangan desimal
          1/2 = 1 x 5/2 x 5
               = 5/10
               = 0,5 ------> angka pembilangnya 1

        3/5 = 3 x 2/5 x 2
              = 6/10
              = 0,6 -------> angka pembilangnya 1

         Jadi, 5/10 lebih kecil dari 6/10 atau 5/10 < 6/10 atau 1/2 < 3/5

    3. Bilangan persen
        1/2 = 1/2 x 100%
                             \___ dalam persen = per100
              = 50%

        3/5 = 3/5 x 100%
              = 300/5
              = 60%

          Jadi, 5/10 lebih kecil dari 6/10 atau 5/10 < 6/10 atau 1/2 < 3/5

MATEMATIKA

CLASS IV.B SD AL AZHAR 2   ➕ Memahami Soal Cerita Matematika dan Menyelesaikan Masalah Penjumlahan sampai 1.000 Hari/Tanggal:  Jumat, 28 Agu...

 

Elfida Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea