MATERI AJAR KELAS VI. A UNTUK HARI SELASA TANGGAL 05 MARET 2024
Selamat pagi,,,,Tabik pun
Assalamualaikum.wr.wb
anak sholeh/sholeha VI. A, apa kabar hari ini?Alhamdulillah semoga kita
semua selalu sehat dan selalu dalam lindungan Allah SWT.aamiin ya Robbal
allamin. Jangan lupa sebelum belajar dengarkan tausiah dan rangkum
isinya kemudian tadarus dan shalat dhuha.
A.TUJUAN PEMBELAJARAN
1.Dengan membuat poster, Peserta didik mampu menganalisis dan
menjelaskan perubahan budaya akibat modernisasi.
2. Dengan melengkapi diagram, Peserta didik mampu menjelaskan peristiwa
yang dialami tokoh dalam cerita fiksi
TEMA 9 : MENJELAJAH ANGKASA LUAR
SUBTEMA 2 : BENDA ANGKASA LUAR DAN RAHASIANYA
PEMBELAJARAN : 3 DAN 4
MUATAN IPS (3.2 DAN 4.2)
TEMA 9 : MENJELAJAH ANGKASA LUAR
SUBTEMA 3 : KETERATURAN YANG MENAKJUBKAN
PEMBELAJARAN : 1 DAN 2
KEHIDUPAN MASYARAKAT AKIBAT MODERNISASI
Modernisasi tidak hanya memberi efek postif bagi kehidupan manusia,
tetapi juga memberi efek negative yang menimbulan masalah – masalah
sosial seperti kesenjangan sosial ekonomi, pencemaran lingkungan,
kriminalitas, konsumerisma, dan kenakalan remaja. Masalah sosialnya
seperti ini merupakan tantangan dan kendala dalam proses modernisasi dan
harus dihadapi oleh setiap orang. Untuk itu perlu penanaman nilai –
nilai budaya yang menilai hasil karya manusia, berdisiplin tinggi,
hemat, rajin, menghargai waktu dan berhasrat ingin tahu tentang
lingkungan serta kekuatan alam. Karena nilai – nilai budaya tersebut
sesuai dengan ciri – ciri manusia modern. Peranan pengetahuan dan
teknologi sangat dibutuhkan dalam proses modernisasi. Kecanggihan dalam
bidang teknologi dapat mengubah pola hidup masyarakat. Makin tinggi
tingkat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dimiliki
masyarakat, makin modernlah kehidupan masyarakat yang bersangkutan.
Modernisasi mencakup perubahan mental perilaku, pengetahuan, seturuktur
keterampilan masyarakat sesuai dengan tuntutan kehidupan masa kini.
Sebagai anggota masyarakat kita arus mampu menekan resiko semaksimal
mungkin dampak negative dari proses modernisasi. Agar nanti terlahir
manusia – manusia yang tidak hanya cerdas dan memiliki pengetahuan yang
luas juga mempunyai watak dan ahlak yang baik yang selalu beriman dan
bertakwa kepada tuhan yang maha esa.
Dampak Positif
1. Memperkuat Integrasi dalam Masyarakat
Pemikiran masyarakat akan semakin terbuka akibat proses modernisasi. Masyarakat juga semakin mudah berkomunikasi dengan individu lainnya. Sehingga, integrasi di masyarakat semakin kokoh.
2. Memajukan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Fenomena modernisasi memicu perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sehingga, manusia dapat menghemat waktu dan juga tenaga.
3. Meningkatkan Kesadaran Politik dan Demokrasi
Proses modernisasi mempermudah masyarakat untuk mengakses informasi, baik dari media cetak atau elektronik. Ini membuat masyarakat semakin kritis dalam menanggapi politik dan demokrasi. Sebab, pengetahuan tentang kedua hal tersebut mudah didapatkan.
Dampak Negatif
1. Kesenjangan Sosial dan Ekonomi
Kesenjangan sosial dan ekonomi dapat muncul akibat fenomena modernisasi. Salah satu contohnya adalah kemunculan kelompok sosial seperti pedagang kaki lima, pengangguran, dan lainnya.
2. Pencemaran Lingkungan
Modernisasi biasanya ditandai dengan pembangunan sejumlah industri di berbagai bidang. Namun, industri ini dapat memicu permasalahan baru dalam lingkungan seperti pencemaran sungai akibat limbah industri.
3. Kriminalitas
Modernisasi yang terjadi dapat meningkatkan kriminalitas di masyarakat. Kriminalitas sendiri adalah perbuatan yang bertentangan dengan norma hukum dan agama. Tindakan ini bisa menimbulkan kerugian pada pihak lain, mulai dari kehilangan harta benda bahkan nyawa.
MUATAN BAHASA INDONESIA (KD.3.9 DAN 4.9)
CERITA FIKSI SESUAI PENGALAMAN PRIBADI
Langkah-langkah selanjutnya ketika ingin membuat cerita fiksi berdasarkan pengalaman pribadi, yaitu.
1. Menuliskan judul pengalaman pribadi
Langkah pertama yang harus dilakukan adalah menulis judul untuk cerita fiksi berdasarkan pengalaman pribadi.
Dengan begitu, kita mengetahui pengalaman mana yang ingin dikembangkan menjadi cerita.
2. Menulis masalah utama
Agar lebih menarik, cerita fiksi lebih baik ada konflik yang harus dihadapi oleh tokoh utama.
Bagaimana
awalnya tokoh utama mendapatkan konfliknya, konflik memuncak, dan
penyelesaian konflik yang dilakukan oleh tokoh utama.
3. Mengurangi alur cerita
Agar lebih mudah dipahami, buatlah alur cerita fiksi dari pengalaman pribadi dengan cara mengurai alur cerita.
Bagilah
pengalaman pribadi menjadi awal cerita, pertengahan, dan akhir cerita.
Sehingga, kejadiannya berurutan dan kita bisa mengembangkan cerita lebih
baik.
4. Mengembangkan plot cerita menjadi utuh
Setelah sudah mengetahui ingin menceritakan pengalaman yang mana dan membuat alur awal, tengah, dan akhir.
Selanjutnya adalah mengembangkan plot cerita menjadi suatu cerita yang utuh.
Oleh karena itu, kembangkan toko dan penokohan, latar tempat, pesan moral, dan lain-lain.
Sehingga menjadi lebih menarik dan pembaca tertarik akan cerita fiksi berdasarkan pengalaman pribadi yang dibuat.
MATERI AJAR KELAS VI. A UNTUK HARI SENIN TANGGAL 04 MARET 2024
Selamat pagi,,,,Tabik pun
Assalamualaikum.wr.wb
anak sholeh/sholeha VI. A, apa kabar hari ini?Alhamdulillah semoga kita
semua selalu sehat dan selalu dalam lindungan Allah SWT.aamiin ya Robbal
allamin. Jangan lupa sebelum belajar dengarkan tausiah dan rangkum
isinya kemudian tadarus dan shalat dhuha.
A.TUJUAN PEMBELAJARAN
1.Dengan melengkapi informasi yang ada dalam
tabel, Peserta didik mampu menemukan perbedaan antar meteorit, asteroid,
meteor.
2.Dengan membuat model tata surya, Peserta didik
mampu mengurutkan dan menjelaskan sistem tata surya.
3.Dengan mengilustrasikan cerita melalui gambar
imajinatif, Peserta didik mampu menjelaskan jalan cerita fiksi.
TEMA 9 : MENJELAJAH ANGKASA LUAR
SUBTEMA 2 : BENDA ANGKASA LUAR DAN RAHASIANYA
PEMBELAJARAN : 1 DAN 2
MUATAN IPA (KD.3.7 DAN 4.7)
ASTEROID, METEOROID,, METEOR, DAN METEORIT
1. Meteoroid
Taukah kamu, di angkasa ada banyak
benda-benda langit berukuran kecil yang tidak memiliki lintasan yang
jelas, yang menyebabkan benda-benda langit bisa bergerak bebas di
angkasa dengan kecepatan tinggi. Benda ini disebut dengan meteoroid. Meteoroid
biasanya akan terbakar habis akibat bergesekan dengan atmosfer. Namun,
jika meteoroid tidak habis terbakar dan mencapai permukaan bumi, benda
itu disebut meteorit. Menurut
para ahli, meteorit tersusun atas logam besi dan nikel. Contoh meteorit
yang jatuh di Indonesia disimpan oleh Museum Geologi Bandung.
Perbedaan meteoroid, meteor, dan meteorit
Penjelasan
Meteoroid
Benda-benda langit berukuran kecil yang tidak punya lintasan yang jelas dan bergerak sangat cepat.
Meteor
Meteroid yang berpijar ketika bergesekan dengan atmosfer.
Meteorit
Meteoroid yang mencapai permukaan bumi.
2. Komet
Komet atau sering dikenal sebagai
bintang berekor merupakan benda langit yang mengelilingi matahari dengan
orbit yang berbentuk sangat lonjong. Komet tersusun atas kumpulan debu
dan gas yang selanjutnya akan membeku ketika komet berada jauh dari
matahari. Ada beberapa contoh komet yang sudah diketahui, diantaranya:
No
Nama Komet
Waktu Tampak
1
Komet Encke
3 tahun sekali
2
Komet Halley
76 tahun sekali
3
Komet West
Tahun 1976
3. Asteroid
Asteroid merupakan benda-benda langit
berukuran kecil yang mengelilingi matahari pada lintasan tertentu.
Asteroid memiliki bentuk tak beraturan, tapi beberapa asteroid memiliki
bentuk yang hampir bulat.
4. Meteor
Dalam prosesnya, ketika memasuki atmosfer sebuah planet maka meteoroid
akan terpanaskan dan menguap sebagian atau seluruhnya. Gas-gas di
sepanjang lintasannya akan terionisasi dan bercahaya.
Dalam kalimat lain, definisi meteor adalah benda angkasa berupa pecahan
batuan angkasa yang jatuh dan masuk ke dalam atmosfer bumi. Ketika
meteor masuk ke dalam atmosfer bumi maka akan terjadi gesekan dengan
udara sehingga benda tersebut akan menjadi panas dan terbakar.
Fenomena ini disebut sebagai meteor atau bintang jatuh. Mengapa meteor
disebut bintang jatuh? Pasalnya, ketika dilihat dari permukaan bumi maka
meteor terlihat seperti bola api berbuntut dengan gerakan yang sangat
cepat.
5. Meteorit
Sementara itu, meteorit adalah sisa batu meteor yang habis terbakar di
atmosfer. Dengan kata lain, meteorit merupakan meteor yang tidak habis
terbakar di atmosfer bumi dan sampai ke permukaan bumi
Tumbukan meteorit berukuran besar pada permukaan bumi seringkali
menimbulkan lubang besar dipermukaan bumi yang disebut kawah meteorit.
Contohnya Kawah Meteorit Arizona di Amerika Serikat yang lebarnya
sekitar 1.265 m.
Dari pengertian di atas, dapat disimpulkan perbedaan dari meteoroid,
meteor, meteorit. Meteoroid merupakan batuan yang melayang bebas dan
bergerak cepat. Sedangkan ketika meteoroid bergesekan dengan atmosfer
maka terbentuklah meteor dengan pijar panasnya. Ketika meteor terbakar
habis di atmosfer dan memiliki sisa yang jatuh ke bumi maka disebut
meteorit.
Selain itu, beda meteoroid, meteor, meteorit bisa ditinjau dari
komposisi maupun bentuknya. Meteoroid biasanya berbentuk sisa debu komet
atau asteoroid, meteor berbentuk batu yang terbakar, dan meteorit
berbentuk seperti logam, nikel atau magnet.
URUTAN SISTEM TATA SURYA
Urutan Planet Tata Surya
Perbesar
Ilustrasi planet Merkurius. Foto: Shutterstock
Dikutip dari buku IPA Kelas VI Sekolah Dasar susunan Tim Sains Quadra (2007), berikut ini urutan planet-planet tata surya yang paling dekat dengan matahari:
ADVERTISEMENT
1. Merkurius
Merkurius adalah planet terdekat dengan matahari. Bentuk planet ini mirip seperti bulan dengan permukaan berupa lapisan tipis silikat. Suhu pada siang hari di planet ini mencapai 427°C, sedangkan suhu pada malam hari sekitar -173°C.
2. Venus
Venus memiliki periode rotasi 243 hari dan periode revolusi 225 hari. Bentuk planet ini mirip seperti bumi dengan permukaan berupa awan tebal dengan suhu permukaan 462°C. Komposisi pembentuknya terdiri dari besi dan unsur berat lainnya.
3. Bumi
Bumi menempati urutan ketiga setelah Merkurius dan Venus. Planet yang ditempati oleh manusia ini memiliki periode rotasi 23,9 jam dan periode revolusi sekitar 365,25 hari. Suhu permukaannya adalah 14°C.
4. Mars
Planet Mars memiliki diameter mencapai 6.780 km dan massa 0,11 dari massa bumi. Periode rotasinya adalah 24.6 hari, sedangkan periode revolusinya adalah 1.9 tahun. Bentuk planet ini mirip seperti bumi dengan atmosfer mengandung CO, dengan sedikit N, Ar, O, CO, Ne, Kr, dan Xe.
Perbesar
Foto planet Uranus oleh Teleskop Luar Angkasa James Webb, menampakkan 6 satelit alaminya. Foto: NASA, ESA, CSA, STScI
5. Jupiter
ADVERTISEMENT
Jupiter adalah planet terbesar di tata surya. Diameternya mencapai 11 kali diameter Bumi dan beratnya 2 kali lebih besar dari jumlah planet di tata surya. Permukaan Jupiter diselimuti awan tebal yang sebagian besar terbentuk dari gas helium dan hidrogen.
6. Saturnus
Saturnus terkenal dengan cincinnya yang indah. Planet ini memiliki atmosfer dan permukaan yang unik. Sebagian besar komposisinya terdiri dari gas seperti hidrogen dan helium, sehingga massanya cenderung ringan dibandingkan planet lain.
7. Uranus
Uranus merupakan planet gas raksasa yang mirip seperti Jupiter dan Saturnus. Planet ini memiliki atmosfer yang terdiri dari hidrogen, helium, dan metana. Uranus memiliki sistem cincin seperti Saturnus dengan ukuran yang lebih tipis.
8. Neptunus
Neptunus merupakan planet terjauh dalam tata surya. Planet ini berwarna biru karena atmosfernya terbentuk dari gas metana. Angin yang berembus di planet ini cukup kencang, yakni mencapai kecepatan lebih dari 1.600 km/jam.
ADVERTISEMENT
Ciri-Ciri Planet Tata Surya
Perbesar
Ilustrasi Planet dengan tiga Matahari. Foto: ALMA/ESO/NAOJ/NRAO
Selain berbeda dalam segi ukuran, tiap planet di tata surya juga memiliki ciri-ciri yang khas. Dirangkum dari buku Pocket Master: Ringkasan Materi IPA susunan Tim Master Eduka, berikut penjelasannya:
1. Merkurius
Planet terdekat dari Matahari.
Memiliki banyak kawah.
2. Venus
Planet yang letaknya paling dekat dengan Bumi.
Disebut sebagai bintang sore atau bintang kejora karena dapat diamati saat petang dan sebelum matahari terbit.
Planet terpanas di tata surya.
Planet yang berputar searah dengan jarum jam.
3. Bumi
Satu-satunya planet yang dihuni oleh makhluk hidup.
Memiliki satelit bernama Bulan.
4. Mars
Disebut planet merah karena warnanya yang kemerah-merahan.
Memiliki atmosfer yang tipis.
5. Jupiter
Planet terbesar di sistem tata surya.
Memiliki kala rotasi paling cepat.
6. Saturnus
Planet yang memiliki cincin tebal.
Cincinnya berfungsi sebagai satelit-satelit kecil.
ADVERTISEMENT
7. Uranus
Permukaannya tertutup awan tebal.
Berwarna agak kehijau-hijauan.
8. Neptunus
Suhunya sangat dingin.
Planet terjauh dari matahari.
MUATAN BAHASA INDONESIA (KD.3.9 DAN 4.9)
TOKOH DAN ALUR DALAM TEKS FIKSI
Pengertian Karya Fiksi
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, fiksi adalah cerita rekaan (roman, novel, dan sebagainya).
Karya
fiksi dalam dunia sastra bisa juga diartikan sebagai sebuah cerita yang
didasari oleh imajinasi penulisnya. Jadi, bukan berasal dari kejadian
nyata.
Karya fiksi merupakan salah satu jenis karya sastra yang masih banyak kita temukan hingga saat ini.
Hal itu karena karya fiksi bentuknya berupa cerita yang digemari oleh banyak orang.
Unsur-Unsur Karya Fiksi
Dilansir dari Buku Bahasa Indonesia untuk SMP Kelas VIII, berikut adalah unsur-unsur pembentuk karya fiksi:
1. Tokoh Cerita
Tokoh cerita adalah tokoh-tokoh yang ada di dalam sebuah cerita. Tokoh cerita dibedakan menjadi dua, yaitu tokoh utama dan tokoh pendukung.
Kita bisa mengenali tokoh utama cerita dengan mencermati hal-hal ini:
- Tokoh yang paling banyak muncul di sepanjang cerita.
- Tokoh yang memiliki peran penting dalam cerita. Bila tokoh ini tidak ada, maka cerita pun tidak akan ada.
2. Latar Cerita
Latar cerita adalah tempat dan waktu terjadinya cerita.
Kita bisa mengetahui latar suatu cerita dengan melihat nama-nama tempat dan waktu yang ada dalam cerita.
3. Tema Cerita
Tema cerita adalah unsur pokok dalam cerita.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, tema adalah pokok pikiran atau dasar cerita yang (dipercakapkan, dipakai sebagai dasar mengarang).
Kita bisa melihat dan menemukan tema suatu cerita dengan cara ini:
- Membaca keseluruhan cerita
Bacalah keseluruhan cerita terlebih dahulu agar kita bisa mengerti isinya.
- Mencermati paragraf pertama dan terakhir
Pokok pikiran biasanya diperkenalkan melalui konflik yang mulai dikenalkan penulis sejak paragraf pertama.
Adapun paragraf terakhir merupakan tempat penulis menutup ceritanya dengan sebuah pesan atau peristiwa yang memberi makna.
4. Alur atau Jalan Cerita
Dalam
karya fiksi, jalan cerita disebut juga alur atau plot. Alur berisi
rangkaian kejadian yang dihadapi tokoh cerita dari awal sampai akhir.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia,
alur adalah rangkaian peristiwa yang direka atau dijalin dengan saksama
dan menggerakkan jalan cerita melalui kerumitan ke arah klimaks dan
penyelesaian.
Terdapat tiga jenis alur cerita, yaitu:
a.
Alur maju adalah alur yang diawali cerita kejadian masa kini dengan
konflik datar, pada bagian tengah, konflik makin menanjak, dan diakhiri
klimaks serta penyelesaian pada akhir cerita.
b. Alur mundur
adalah alur yang dibuka dengan penceritaan kejadian masa lampau di awal
cerita dan diselesaikan dengan konflik pada masa kini.
c. Alur campuran (maju-mundur) adalah alur yang mencampurkan kisah kejadian masa kini dan masa lalu secara bergantian.
LATIHAN SOAL :
erjakn soal pada buku BUPENA halaman 121 kerjakan di buku latihan !