Rabu, 07 Februari 2024

TEMA 7 SUBTEMA 3 PB 5 DAN 6

By elfida fida - Februari 07, 2024 0 Comments

GURU KELAS VI.A : ELFIDA, S.Pd

MATERI AJAR KELAS VI. A UNTUK HARI RABU TANGGAL 07 FEBRUARI 2024



 


Selamat pagi,,,,Tabik pun

Assalamualaikum.wr.wb anak sholeh/sholeha VI. A, apa kabar hari ini?Alhamdulillah semoga kita semua selalu sehat dan selalu dalam lindungan Allah SWT.aamiin ya Robbal allamin. Jangan lupa sebelum belajar dengarkan tausiah dan rangkum isinya kemudian tadarus dan shalat dhuha.

A.     TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui kegiatan mengamati dan berdiskusi, peserta didik dapat mengidentifikasi sikap yang pantas ditiru dan sikap yang tidak pantas ditiru dari suatu cerita dengan benar.
  2. Melalui kegiatan mengamati, peserta didik dapat menjelaskan nilai-nilai yang terkandung dalam sila kelima Pancasila dengan benar.
  3. Melalui penugasan, peserta didik dapat menuliskan contoh-contoh penerapan nilai-nilai keadilan dengan benar.

      4. Melalui kegiatan refleksi, peserta didik mampu menuliskan penilaiannya atas isi pidatonya dengan benar 

TEMA 7                             : KEPEMIMPINAN

SUBTEMA 3                     : AYO, MEMIMPIN

       PEMBELAJARAN            : 5 DAN 6

 MUATAN PPKN (KD. 3.1 DAN 4.1)

Nilai-nilai yang Terkandung dalam Sila kelima Pancasila dengan Benar.

Contoh Penerapan Sila 5 Pancasila
  • Menghargai hasil karya teman.
  • Memberikan bantuan jika ada teman bermain yang kesusahan.
  • Tidak berperilaku buruk kepada teman-teman di sekolah.
  • Menghormati hak asasi orang lain beserta kewajibannya.
  • Menjunjung tinggi semangat kekeluargaan dan gotong-royong.

Butir-Butir Pengamalan Pancasila Sila ke-5

Sila ke-5 Pancasila yakni Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia memiliki butir-butir pengamalan yang diatur dalam Ketetapan MPR No.II/MPR/1978 dan sudah diperbaharui setelah Reformasi dengan Ketetapan MPR No. I/MPR/2003.

- Mengembangkan perbuatan yang luhur, yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotong-royongan.
- Mengembangkan sikap adil terhadap sesama.
- Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
- Menghormati hak orang lain.
- Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri.
- Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasan terhadap orang lain.
- Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dan gaya hidup mewah.
- Tidak menggunakan hak milik untuk bertentangan dengan atau merugikan kepentingan umum.
- Suka bekerja keras.
- Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama.
- Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.

MUATAN BAHASA INDONESIA (KD. 3.3 DAN 4.3)

Menuliskan Contoh-contoh Penerapan Nilai-nilai Keadilan

Contoh Sifat Terpuji

Melansir dari laman Bobo.grid.id, berikut contoh sifat terpuji yang dapat dilakukan di kehidupan sehari-hari.

1. Bertanggung Jawab

Bertanggung jawab merupakan tindakan yang bersungguh-sungguh dan menerima segala risikonya. Bertanggung jawab akan menjadikan Grameds dapat melakukan kewajiban dengan baik dan menjadi salah satu sifat terpuji. Sebagai contoh, setiap selesai makan Grameds harus mencuci piring sebagai bentuk tanggung jawab atas piring-piring kotor bekas makanan.

2. Jujur

Jujur merupakan tindakan yang sesuai dengan fakta atau kebenaran dan tidak menyembunyikan sesuatu. Dengan bersikap jujur dapat menyelematkan Grameds dan menghindari sikap gemar berbohong. Sebagai contoh ketika mengerjakan ujian harus bersikap jujur dan tidak boleh mencontek jawaban orang lain.

3. Amanah

Amanah berarti dapat dipercaya. Grameds harus menjadi orang yang dapat dipercaya baik dalam perkataan ataupun tindakan. Sifat amanah dapat menjadi bekal untuk menjadi pemimpin untuk diri sendiri ataupun orang lain. Sebagai contoh, kita harus amanah ketika melakukan tugas atau tanggung jawab yang telah diberikan dan diselesaikan dengan baik.

4. Rendah Hati

Rendah hati merupakan sikap yang menyadari kemampuan diri sendiri dan tidak sombong. Dengan memiliki sifat rendah hati, kita dapat menyadari kesalahan diri dan memperbaikinya. Misalnya, teman-teman tetap harus bersikap rendah hati dari apa yang kita miliki meskipun orang lain melihat hal tersebut sebagai kelebihan.

5. Tolong Menolong

Tolong menolong merupakan sikap membantu orang lain yang sedang kesusahan dan meringankan bebannya. Sikap tolong menolong harus dijaga karena pada prinsipnya manusia sebagai makhluk sosial yang tetap membutuhkan pertolongan orang lain. Misalnya, ketika seorang teman sedang kesusahan harus dibantu sebisa dan semampu kita.

6. Toleransi

Toleransi merupakan sikap yang menghargai sesama manusia dari manapun asal dan latar belakang. Kita sebagai manusia harus saling toleransi dan menghargai perbedaan yang ada di sekitar.

Contoh Sifat Kurang Terpuji

Sebagai manusia, kita harus menghindari sifat yang kurang terpuji. Melansir dari berbagai laman di internet, berikut sifat-sifat yang tidak terpuji yang mungkin tidak sengaja dilakukan.

  • Membuang sampah sembarangan.
  • Bersikap tidak sopan dan tidak ramah pada keluarga, tetangga, juga teman.
  • Boros dalam menggunakan air dan listrik.
  • Mengabaikan orang lain yang kesulitan (tidak memberikan bantuan kepada yang membutuhkan).
  • Tidak turut serta dalam kegiatan kerja bakti di lingkungan.
  • Berkata kasar dan menyakitkan hati kepada orang lain.
  • Tidak mengerjakan tugas.
  • Menghambur-hamburkan kantung plastik.
  • Membakar sampah plastik.

 


Contoh sikap mengamalkan Pancasila pada sila kelima, yakni: Menjunjung tinggi semangat kekeluargaan dan gotong royong dalam kehidupan Peduli terhadap penderitaan yang dialami orang lain Tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang merugikan orang lain Gemar melakukan perbuatan dalam rangka mewujudkan kemajuan dan keadilan sosial Suka menolong orang lain Tidak hidup boros Gotong royong membersihkan lingkungan Menghormati hak orang lain Mendirikan koperasi

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Contoh Pengamalan 5 Sila pada Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari", Klik untuk baca: https://www.kompas.com/skola/read/2023/07/28/203000669/contoh-pengamalan-5-sila-pada-pancasila-dalam-kehidupan-sehari-hari.


Kompascom+ baca berita tanpa iklan: https://kmp.im/plus6
Download aplikasi: https://kmp.im/app6

Selasa, 06 Februari 2024

KEGIATAN MANASIK HAJI

By elfida fida - Februari 06, 2024 0 Comments

GURU KELAS VI.A : ELFIDA, S.Pd

MATERI AJAR KELAS VI. A UNTUK HARI SELASA  TANGGAL 06 FEBRUARI 2024



 


Selamat pagi,,,,Tabik pun

Assalamualaikum.wr.wb anak sholeh/sholeha VI. A, apa kabar hari ini?Alhamdulillah semoga kita semua selalu sehat dan selalu dalam lindungan Allah SWT.aamiin ya Robbal allamin. Jangan lupa sebelum belajar dengarkan tausiah dan rangkum isinya kemudian tadarus dan shalat dhuha.

 Para peserta didik melaksanakan kegiatan manasik haji di Islamic Center Raja Basa Bandar lampung.



Senin, 05 Februari 2024

TEMA 7 SUBTEMA 3 PB 3 DAN 4

By elfida fida - Februari 05, 2024 0 Comments

GURU KELAS VI.A : ELFIDA, S.Pd

MATERI AJAR KELAS VI. A UNTUK HARI SENIN TANGGAL 05 FEBRUARI 2024



 


Selamat pagi,,,,Tabik pun

Assalamualaikum.wr.wb anak sholeh/sholeha VI. A, apa kabar hari ini?Alhamdulillah semoga kita semua selalu sehat dan selalu dalam lindungan Allah SWT.aamiin ya Robbal allamin. Jangan lupa sebelum belajar dengarkan tausiah dan rangkum isinya kemudian tadarus dan shalat dhuha.

A.    TUJUAN PEMBELAJARAN

1. Melalui kegiatan mengamati peserta didik mampu menyusun teks pidato dengan percaya diri.

2. Melaui kegiatan diskusi peserta didik mampu mengidentifikasi nilai-nilai Pancasila yang diterapkan oleh anggota koperasi.

3. Melalaui kegiataan mengamati dan penugasan peserta didik mampu menuliskan informasi tentang bentuk-bentuk kerja sama dalam pendiidkan antarnegara di ASEAN dengan benar.

MUATAN PPKN (KD. 3.1 DAN 4.1)

MENGIDENTIFIKASI NILAI-NILAI PANCASILA YAMG DITERAPKAN OLEH ANGGOTA KOPERASI

Dalam kegiatan organisasinya, koperasi menerapkan nilai-nilai pancasila dalam beranggota, seperti:
  • Mengembangkan sikap hormat-menghormati antar sesama anggota koperasi lainnya dan bekerja sama.
  • Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

 Beberapa contoh nilai-nilai Pancasila yang dapat diterapkan oleh para anggota koperasi adalah:

1.Mengembangkan perbuatan yang luhur, yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan.

2.Mengutamakan musyawarah dalam setiap pengambilan keputusan untuk kepentingan bersama.

3.Mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi atau golongan.

4. Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
    Mengembangkan sikap saling menghormati dan bekerja sama

MUATAN IPS (KD,. 3.3 DAN 4.3)

Bentuk-bentuk Kerja Sama dalam Pendidikan Antarnegara di ASEAN

 

Berikut contoh kerja sama negara ASEAN di bidang pendidikan.

1. Pertukaran pelajar
Program pertukaran pelajar dilakukan oleh para negara anggota ASEAN. Indonesia sendiri telah memiliki program pertukaran pelajar dengan Malaysia, Singapura, Kamboja, dan Laos.

Tak hanya melakukan pertukaran pelajar, para pelajar pun diberi fasilitas beasiswa. Contohnya, ASEAN Scholarships for Indonesia dari Pemerintah Singapura.

2. Program magang
Indonesia memiliki program magang mahasiswa dengan Thailand. Salah satunya pernah terjadi untuk program magang mahasiswa dari Universitas Slamet Riyadi di Solo, Jawa Tengah.

3. Pengiriman tenaga pengajar
Indonesia dan Brunei Darussalam pernah menginisiasi program pengiriman tenaga pengajar dari Tanah Air. Selain itu, Indonesia dan Kamboja juga pernah mengadakan program pertukaran dosen untuk perguruan tinggi antar-kedua negara.

4. Pelatihan guru
Program pelatihan guru pernah didirikan oleh Indonesia dan Vietnam. Tak hanya melatih para guru, kedua negara juga saling berbagi soal materi belajar dan cara mengelola sekolah-sekolah di negara masing-masing.

5. Pembangunan fasilitas pendidikan
Indonesia pernah memfasilitasi berdirinya Madrasah Al Munawarah di Davao, Filipina. Selain itu, Indonesia juga membangun dua sekolah di Desa La Ma Chae dan Desa Thet Kay Pyia Ywar Ma di Myanmar.

6. Pendirian komunitas sosial
Melansir Buku IPS Paket B Setara SMP/MTs Kelas VIII Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi berjudul ‘Bersama Kita Tangguh’, para negara anggota ASEAN membentuk komunitas sosial bernama ASEAN Socio-Cultural Community (ASCC).

Komunitas ini bergerak di bidang seni budaya, informasi, pendidikan, pengembangan desa, dan pengentasan kemiskinan. Komunitas ini memberikan kegiatan konkret berupa Kongres Pemuda ASEAN dan pertukaran pelajar serta budaya antarnegara.

7. Advokasi bagi anak-anak putus sekolah
Berdasarkan situs resmi ASEAN, organisasi ini juga memberikan advokasi untuk menjangkau anak-anak dan remaja yang putus sekolah.

Jumat, 02 Februari 2024

TEMA 7 SUBTEMA 3 PB 1 DAN 2

By elfida fida - Februari 02, 2024 0 Comments

GURU KELAS VI.A : ELFIDA, S.Pd

MATERI AJAR KELAS VI. A UNTUK HARI JUMAT TANGGAL 02 FEBRUARI 2024



 


Selamat pagi,,,,Tabik pun

Assalamualaikum.wr.wb anak sholeh/sholeha VI. A, apa kabar hari ini?Alhamdulillah semoga kita semua selalu sehat dan selalu dalam lindungan Allah SWT.aamiin ya Robbal allamin. Jangan lupa sebelum belajar dengarkan tausiah dan rangkum isinya kemudian tadarus dan shalat dhuha.

A.    TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui kegiatan mengamati, peserta didik mampu mengidentifikasi nilai-nilai persatuan dan kesatuan pada bacaan tentang kepemimpinan dengan teliti.
  2. Melalui kegiatan mengamati, peserta didik mampu mengidentifikasi nilai-nilai keadilan dengan benar.
  3. Melalui kegiatan mengamati, peserta didik mampu mengidentifikasi jenis-jenis patung dengan benar.
  4.  Melalui penugasan, peserta didik mampu menyebutkan ciri-ciri patung, jenis patung, serta bahan dan teknik pembuatan patung dengan benar. benar

TEMA 7                             : KEPEMIMPINAN

SUBTEMA 3                     : AYO, MEMIMPIN

       PEMBELAJARAN            : 1 DAN 2

MUATAN PPKN (KD. 3.1 DAN 4.1)

SIKAP YANG HARUS DIMILIKI OLEH PEMIMPIN

Sikap-sikap yang harus dimilik oleh pemimpin yang baik adalah :

1. Jujur dalam menjalankan kepemipinannya.

2. Mampu bersikap tegas jika ada anggotanya yang melakukan tindakan tidak disipilin.

3. Bertanggung jawab terhadap kesejahteraan anggota yang dipimpinnya.

4. Mampu bersikap tenang meskipun berada di bawah tekanan.

5. Mampu mengarahkan anggota untyk mencapai tujuan bersama.

6. Mau menerima kritik dan saran dari anggota yang dipimpinnya.

7. Mampu menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari sehingga menjadi teladan yang baik bagi anggotanya.

MUATAN SBDP (KD. 3.4 DAN 4.4)

PENGERTIAN SENI PATUNG

Seni patung adalah salah satu jenis dari seni rupa. Pengertian seni patung sendiri adalah suatu seni tiga dimensi yang dibuat dengan berbagai cara, seperti memahat, modeling, dan lain-lain.

secara umum fungsi seni patung adalah sebagai berikut.

1. Patung Religi

Patung religi adalah suatu karya seni patung yang mana selain bertujuan untuk dinikmati, tujuan utama dari pembuatan patung ini adalah sebagai sarana beribadah. Pada umumnya, patung jenis ini memuat nilai-nilai kepercayaan atau religiusitas tertentu.
ADVERTISEMENT

2. Patung Monumen

Patung monumen adalah patung yang difungsikan sebagai sebagai peringatan peristiwa bersejarah atau jasa seorang pahlawan. Contohnya adalah Patung Garuda Wisnu Kencana di Bali.

3. Patung Arsitektur

Patung jenis ini memiliki keindahan yang dapat dinikmati dan dapat difungsikan sebagai patung yang memperindah dalam kontruksi dalam suatu bangunan. Contohnya adalah sejumlah patung berbentuk bangunan yang ditemukan di Candi Borobudur dan Prambanan.

4. Patung Dekorasi

Patung dekorasi adalah jenis patung yang memiliki fungsi sebagai alat dekorasi untuk menghias suatu tempat atau ruang, seperti taman, gedung, dan lain-lain.

5. Patung Kesenian

Patung kesenian adalah jenis patung yang memiliki fungsi artistik yang tinggi. Pada umumnya, karya patung jenis ini dipamerkan dalam suatu pameran seni dan difungsikan seniman sebagai sarana mengekspresikan diri.

6. Patung Kerajinan

Patung kerajinan adalah karya dari para pengrajin yang selain berfungsi untuk dapat dinikmati oleh orang-orang, fungsi dari patung ini adalah untuk diperjualbelikan.
ADVERTISEMENT

Apa Jenis-Jenis Seni Patung?

Jenis patung pada umumnya dibedakan berdasarkan jenisnya. Berikut adalah jenis-jenis dari seni patung.

1. Patung Zonde Bosse

Zonde Bosse merupakan bentuk patung yang mampu berdiri sendiri, tidak ada bantuan dari sisi sebelah kanan dan kirinya. Patung ini biasanya selalu menempel pada salah satu sisinya.

2. Patung Relief

Relief merupakan bentuk patung yang menempel pada permukaan dinding. Biasanya relief ini menggambarkan sebuah adegan dari cerita.
Salah satu contoh relief dapat dilihat pada Candi Shiwa dan Candi Brahma di kompleks Candi Prambanan yang berisi rangkaian adegan Ramayana. Relief pada umumnya terbagi menjadi tiga jenis, yakni di antaranya:
  • Baserelief: Relief yang menampilkan bentuk yang kurang dari setengah dari bentuk aslinya.
  • Demirelief: Relief yang menampilkan bentuk setengah dari bentuk aslinya.
  • Hautrelief: Relief yang menampilkan bentuk yang sama persis dengan bentuk aslinya.

3. Patung Figuratif

Patung figuratif adalah jenis seni yang menghasilkan patung yang hasilnya hampir mirip atau serupa dengan bentuk objek yang ditirukan. Contohnya, Patung Presiden Soekarno, dan lain-lain.

4. Patung Nonfiguratif

Patung nonfiguratif adalah jenis seni patung yang bertujuan menghasilkan patung hang memiliki bentuk tidak serupa dengan bentuk dari objek yang ditirukan. Pada umumnya, jenis patung ini menambah ide atau imajinasi tersendiri dalam proses pembuatannya.

Teknik Apa Saja yang Digunakan untuk Membuat Patung?

Ilustrasi teknik pembuatan patung. Foto: Unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi teknik pembuatan patung. Foto: Unsplash.com
Dalam proses pembuatan patung, ada beberapa teknik pembuatan yang digunakan. Teknik tersebut ditentukan berdasarkan jenis patung yang akan dibuat atau berdasarkan bahan yang akan digunakan.
Berikut adalah cara-cara atau sejumlah teknik yang digunakan dalam pembuatan patung.

1. Teknik Butsir

Teknik butsir adalah suatu teknik dalam membuat patung atau seni kriya lainnya yang menggunakan bahan yang berbentuk lunak dengan cara mengurangi menggunakan metode substraktif ataupun menambahkan bahan dengan cara aditif.

2. Teknik Pahat

Teknik pahat atau memahat merupakan proses pembuatan patung yang menggunakan bahan dengan bentuk yang keras. Teknik ini menggunakan metode substraktif atau membuat bagian-bagian yang tidak diperlukan sehingga dapat membentuk objek sesuai keinginan.

3. Teknik Rakit

Teknik rakit atau merakit adalah teknik dalam pembuatan patung yang dilakukan dengan cara merangkai seluruh bahan-bahan yang digunakan dan menghubungkan semua bagian sehingga membentuk suatu objek, yakni patung.

4. Teknik Cetak atau Cor

Teknik cetak atau cor adalah cara pembuatan patung yang dilakukan menuangkan cairan bahan patung pada cetakan yang telah dibuat lalu mendiamkannya hingga kering, sehingga terbentuk karya patung sesuai objek pada cetakan.

5. Teknik Modelling

Teknik modelling merupakan adalah metode yang digunakan dalam pembuatan patung yang dilakukan dengan cara membuat model dari objek yang akan dibuat terlebih dahulu.

 LATIHAN SOAL :

Kerjakan soal di buku Bupena halaman 152 di buku latihan ! 

 

 

Kamis, 01 Februari 2024

TEMA 7 SUBTEMA 2 PB 5 DAN 6

By elfida fida - Februari 01, 2024 0 Comments

 

GURU KELAS VI.A : ELFIDA, S.Pd

MATERI AJAR KELAS VI. A UNTUK HARI KAMIS TANGGAL 01 FEBRUARI 2024



 


Selamat pagi,,,,Tabik pun

Assalamualaikum.wr.wb anak sholeh/sholeha VI. A, apa kabar hari ini?Alhamdulillah semoga kita semua selalu sehat dan selalu dalam lindungan Allah SWT.aamiin ya Robbal allamin. Jangan lupa sebelum belajar dengarkan tausiah dan rangkum isinya kemudian tadarus dan shalat dhuha.

A.    TUJUAN PEMBELAJARAN 

1. Melalui kegiatan mengamati peserta didik dapat menjelaskan unsur-unsur tari dengan benar.

2. Melalui kegiatan berdiskusi peserta didik dapat menyebutkan contoh-contoh penerapan nilai persatuan dan kesatuan dengan benar.

3. Melalui praktik peserta didik dapat membuat teks pidato dengan baik.

TEMA 7                             : KEPEMIMPINAN

SUBTEMA 2                     : PEMIMPIN IDOLAKU

       PEMBELAJARAN            : 5 DAN 6

MUATAN PPKN (KD.3.1 DAN 4.1)

PENERAPAN NILAI-NILAI PEERSATUAN DAN KESATUAN 

Contoh Penerapan Nilai-Nilai Persatuan di Sekolah

Berikut ini adalah contoh-contoh penerapan nilai-nilai persatuan di sekolah yang bisa teman-teman teladani:

1. Bicara dengan baik pada semua warga sekolah.

2. Menjaga kerukunan antarteman.

3. Menghormati guru di sekolah.

4. Mengucapkan salam jika bertemu guru dan teman.

5. Bergaul dengan baik di sekolah sesuai dengan etika dan norma.

6. Tidak membeda-bedakan dalam berteman.

7. Tidak melakukan tindakan diskriminasi dan rasisme pada teman.

8. Tidak melakukan bullying atau perundungan pada teman.

9. Membantu teman yang sedang kesulitan sesuai kemampuan.

10. Membentuk kerja kelompok untuk mempererat pertemanan.

11. Memupuk jiwa patriotisme Indonesia dengan belajar sejarah dan kisah para pahlawan.

12. Memupuk rasa cinta tanah air.

Manfaat Penerapan Nilai-Nilai Persatuan di Sekolah

Manfaat penerapan nilai-nilai persatuan sesuai dengan sila ketiga Pancasila adalah menjaga keutuhan bangsa Indonesia.

Indonesia merupakan negara yang kaya akan keberagaman sehingga membutuhkan dasar negara untuk menjaganya.

Dengan adanya sila ketiga Pancasila maka akan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Jika nilai-nilai persatuan tidak diterapkan dengan baik, maka persatuan dan kesatuan Indonesia akan terancam dengan munculnya banyak konflik.

Contoh Penerapan Nilai-Nilai Persatuan di Sekolah

Berikut ini adalah contoh-contoh penerapan nilai-nilai persatuan di sekolah yang bisa teman-teman teladani:

1. Bicara dengan baik pada semua warga sekolah.

2. Menjaga kerukunan antarteman.

3. Menghormati guru di sekolah.

4. Mengucapkan salam jika bertemu guru dan teman.

5. Bergaul dengan baik di sekolah sesuai dengan etika dan norma.

6. Tidak membeda-bedakan dalam berteman.

7. Tidak melakukan tindakan diskriminasi dan rasisme pada teman.

8. Tidak melakukan bullying atau perundungan pada teman.

9. Membantu teman yang sedang kesulitan sesuai kemampuan.

10. Membentuk kerja kelompok untuk mempererat pertemanan.

11. Memupuk jiwa patriotisme Indonesia dengan belajar sejarah dan kisah para pahlawan.

12. Memupuk rasa cinta tanah air.

13. Mempelajari kesenian daerah bersama teman-teman agar lebih menghargai budaya bangsa sendiri.

 MUATAN SDBP (KD 3.3 dan 4.3)

UNSUR-UNSUR TARI

Unsur Utama dalam Tari
  1. Wiraga (raga) Gerak menjadi unsur yang paling utama dalam tari. ...
  2. Wirama (irama) Dalam seni tari, irama memegang peranan penting sebagai pengiring gerak tari
  3. Wirasa (rasa) Unsur utama dalam tari berikutnya adalah wirasa atau rasa. ...
  4. Wirupa (ekspresi) 
Unsur Pendukung Tari

Selain ketiga unsur utama di atas, seni tari juga memiliki lima unsur pendukung, antara lain sebagai berikut.
1. Tata Busana atau Kostum

Tata Busana atau kostum merupakan unsur pendukung pertama yang dilihat dalam seni tari. Sebuah tarian memiliki makna dan cerita dibaliknya. Adapun setiap penari tentu memiliki karakter tersendiri yang diperankannya. Dalam hal ini, kostum memiliki fungsi untuk menyampaikan pesan serta suasana dari pementasan dengan baik pada penonton.
2. Tata Rias

Tata rias menjadi salah satu unsur pendukung dalam tari. Tidak hanya berfungsi untuk membuat tampilan para penari terlihat lebih menarik dan rupawan saja, melainkan tata rias dinilai dapat menyempurnakan penggambaran karakter dan ekspresi seorang penari.
3. Tata Musik

Musik memegang peranan penting sebagai pengiring tarian. Biasanya musik dalam sebuah pertunjukkan tari dimainkan oleh para pengiring musik. Musik yang digunakan sebagai iringan harus sesuai dengan tema tarian sehingga tema atau unsur penceritaan dalam tarian dapat tersampaikan dengan baik.
4. Panggung

Panggung merupakan tempat berlangsungnya sebuah pertunjukan tari. Dalam panggung pertunjukkan tari diperlukan latar gambar dan latar suasana yang mendukung jalannya sebuah penceritaan dalam tari.
5. Tema

Umumnya, setiap pertunjukkan tari mengangkat sebuah tema atau cerita tertentu. Gerakan dalam tari menjadi simbol atas tema atau cerita yang hendak disampaikan kepada penonton. Satu hal yang paling penting, tema dalam pertunjukan seni tari akan mempengaruhi berbagai unsur pendukung lainnya, seperti kostum, musik, dan tata rias.

Baca artikel detikedu, "8 Unsur Utama dan Pendukung Tari, Tidak Cuma Soal Gerakan" selengkapnya https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-6916156/8-unsur-utama-dan-pendukung-tari-tidak-cuma-soal-gerakan.

Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/
nsur Pendukung Tari

Selain ketiga unsur utama di atas, seni tari juga memiliki lima unsur pendukung, antara lain sebagai berikut.
1. Tata Busana atau Kostum

Tata Busana atau kostum merupakan unsur pendukung pertama yang dilihat dalam seni tari. Sebuah tarian memiliki makna dan cerita dibaliknya. Adapun setiap penari tentu memiliki karakter tersendiri yang diperankannya. Dalam hal ini, kostum memiliki fungsi untuk menyampaikan pesan serta suasana dari pementasan dengan baik pada penonton.
2. Tata Rias

Tata rias menjadi salah satu unsur pendukung dalam tari. Tidak hanya berfungsi untuk membuat tampilan para penari terlihat lebih menarik dan rupawan saja, melainkan tata rias dinilai dapat menyempurnakan penggambaran karakter dan ekspresi seorang penari.
3. Tata Musik

Musik memegang peranan penting sebagai pengiring tarian. Biasanya musik dalam sebuah pertunjukkan tari dimainkan oleh para pengiring musik. Musik yang digunakan sebagai iringan harus sesuai dengan tema tarian sehingga tema atau unsur penceritaan dalam tarian dapat tersampaikan dengan baik.
4. Panggung

Panggung merupakan tempat berlangsungnya sebuah pertunjukan tari. Dalam panggung pertunjukkan tari diperlukan latar gambar dan latar suasana yang mendukung jalannya sebuah penceritaan dalam tari.
5. Tema

Umumnya, setiap pertunjukkan tari mengangkat sebuah tema atau cerita tertentu. Gerakan dalam tari menjadi simbol atas tema atau cerita yang hendak disampaikan kepada penonton. Satu hal yang paling penting, tema dalam pertunjukan seni tari akan mempengaruhi berbagai unsur pendukung lainnya, seperti kostum, musik, dan tata rias.

Baca artikel detikedu, "8 Unsur Utama dan Pendukung Tari, Tidak Cuma Soal Gerakan" selengkapnya https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-6916156/8-unsur-utama-dan-pendukung-tari-tidak-cuma-soal-gerakan.

Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/
Dalam seni tari terdapat unsur utama, yaitu:

Wiraga artinya kemampuan penari dalam membawakan tarian secara keseluruhan.
Wirama artinya kemampuan penari secara musikal dalam membawakan tarian sesuai dengan musik tarinya.
Wirasa artinya kemampuan penari dalam mengekspresikan tarian sesuai dengan konteks serta karakter tarian yang dibawakan.

Baca artikel CNN Indonesia "Mengenal Unsur-Unsur Utama dan Pendukung dalam Tari" selengkapnya di sini: https://www.cnnindonesia.com/edukasi/20230125144217-569-904710/mengenal-unsur-unsur-utama-dan-pendukung-dalam-tari.

Download Apps CNN Indonesia sekarang https://app.cnnindonesia.com/

 MUATAN BAHASA INDONESIA (KD.3.3 DAN 4.3)

Anak-anak mempraktekkan membuat pidato dan ,membaca pidato di depan kelas.


nsur Pendukung Tari

Selain ketiga unsur utama di atas, seni tari juga memiliki lima unsur pendukung, antara lain sebagai berikut.
1. Tata Busana atau Kostum

Tata Busana atau kostum merupakan unsur pendukung pertama yang dilihat dalam seni tari. Sebuah tarian memiliki makna dan cerita dibaliknya. Adapun setiap penari tentu memiliki karakter tersendiri yang diperankannya. Dalam hal ini, kostum memiliki fungsi untuk menyampaikan pesan serta suasana dari pementasan dengan baik pada penonton.
2. Tata Rias

Tata rias menjadi salah satu unsur pendukung dalam tari. Tidak hanya berfungsi untuk membuat tampilan para penari terlihat lebih menarik dan rupawan saja, melainkan tata rias dinilai dapat menyempurnakan penggambaran karakter dan ekspresi seorang penari.
3. Tata Musik

Musik memegang peranan penting sebagai pengiring tarian. Biasanya musik dalam sebuah pertunjukkan tari dimainkan oleh para pengiring musik. Musik yang digunakan sebagai iringan harus sesuai dengan tema tarian sehingga tema atau unsur penceritaan dalam tarian dapat tersampaikan dengan baik.
4. Panggung

Panggung merupakan tempat berlangsungnya sebuah pertunjukan tari. Dalam panggung pertunjukkan tari diperlukan latar gambar dan latar suasana yang mendukung jalannya sebuah penceritaan dalam tari.
5. Tema

Umumnya, setiap pertunjukkan tari mengangkat sebuah tema atau cerita tertentu. Gerakan dalam tari menjadi simbol atas tema atau cerita yang hendak disampaikan kepada penonton. Satu hal yang paling penting, tema dalam pertunjukan seni tari akan mempengaruhi berbagai unsur pendukung lainnya, seperti kostum, musik, dan tata rias.

Baca artikel detikedu, "8 Unsur Utama dan Pendukung Tari, Tidak Cuma Soal Gerakan" selengkapnya https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-6916156/8-unsur-utama-dan-pendukung-tari-tidak-cuma-soal-gerakan.

Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/

 

 

 

 

MATEMATIKA

CLASS IV.B SD AL AZHAR 2   ➕ Memahami Soal Cerita Matematika dan Menyelesaikan Masalah Penjumlahan sampai 1.000 Hari/Tanggal:  Jumat, 28 Agu...

 

Elfida Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea