Selasa, 01 September 2026

IPAS

By elfida fida - September 01, 2026 5 Comments

 


CLASS IV.B SD AL AZHAR 2

 

 

Jenis-Jenis Gaya dan Pengaruhnya terhadap Arah, Gerak, dan Bentuk Benda

Hari/Tanggal: Rabu, 02 September 2026

Nama Guru: Elfida, S.Pd.

Fase/Kelas: B / IV B

Mata Pelajaran: IPAS

Materi: Penerapan Pengaruh Gaya dalam Kehidupan Sehari-hari

🌸 Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas IV B! 💖

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Pada pembelajaran IPAS hari ini, kita akan belajar tentang jenis-jenis gaya dan pengaruhnya terhadap arah, gerak, dan bentuk benda. Kita akan mengamati bagaimana gaya seperti gaya otot, gaya gesek, gaya pegas, dan gaya magnet diterapkan untuk membantu kegiatan kita sehari-hari.

Dengarkan penjelasan Bu Guru dengan baik, ikuti langkah-langkah pengamatan dengan teliti, berani bertanya, dan bersikap jujur serta percaya diri. 🌟

Tetap semangat belajar, ananda sholeh dan sholehah IV B!

Jadilah anak yang teliti, jujur, cermat, dan bertanggung jawab dalam setiap tugas. 📐✏️

📌 CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu memanfaatkan gaya untuk membantu menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari, serta membedakan jenis-jenis gaya dan menjelaskan pengaruh gaya terhadap arah, gerak, dan bentuk benda dengan benar.

🎯 TUJUAN PEMBELAJARAN

Melalui kegiatan menyimak penjelasan, mengamati contoh demonstrasi, berdiskusi, dan berlatih mandiri, peserta didik mampu:

  1. Menjelaskan pengertian gaya dan menyebutkan jenis-jenis gaya dalam kehidupan sehari-hari.
  2. Membedakan pengaruh gaya terhadap gerak benda (diam menjadi bergerak, bergerak menjadi diam, serta perubahan kecepatan).
  3. Membedakan pengaruh gaya terhadap arah gerak benda.
  4. Membedakan pengaruh gaya terhadap bentuk benda.
  5. Menganalisis penerapan pengaruh gaya dalam kehidupan sehari-hari secara tepat.
  6. Menunjukkan sikap teliti, jujur, dan tekun dalam mengamati dan mengerjakan latihan.

ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu:

  1. Mengidentifikasi jenis gaya (gaya otot, gesek, pegas, magnet, gravitasi, dan listrik).
  2. Memahami pengaruh gaya yang membuat benda diam bergerak dan benda bergerak menjadi diam.
  3. Memahami pengaruh gaya yang mengubah arah gerak benda.
  4. Memahami pengaruh gaya yang mengubah bentuk benda.
  5. Menjelaskan contoh penerapan berbagai pengaruh gaya dalam kehidupan sehari-hari.
  6. Menunjukkan kerapian dan ketelitian dalam menyelesaikan soal latihan.

📚 MATERI POKOK

📖 Pengertian dan Jenis-Jenis Gaya (Gaya Otot, Gesek, Pegas, Magnet, Gravitasi)

🚗 Pengaruh Gaya terhadap Gerak Benda (Kecepatan dan Keadaan Benda)

🧭 Pengaruh Gaya terhadap Arah Gerak Benda

📦 Pengaruh Gaya terhadap Bentuk Benda

🛠️ Penerapan Pengaruh Gaya dalam Kehidupan Sehari-hari

🧩 MODEL / METODE PEMBELAJARAN

Penjelasan interaktif, demonstrasi alat peraga, diskusi kelompok, latihan terbimbing, dan penugasan mandiri.

📝 MEDIA PEMBELAJARAN / ALAT PERAGA

Bola Plastik, Sepeda/Sepeda Mainan, Plastisin, Karet Gelang, Papan Tulis, LKPD, dan Buku Pendamping IPAS.

💭 APERSEPSI

Alhamdulillah, anak-anak sholih dan sholihah, sekarang kita masuk ke pelajaran IPAS.

Guru menggulingkan sebuah bola plastik di lantai, lalu menendangnya hingga berubah arah, menyundulnya, dan menghentikannya dengan kaki.

Kemudian guru bertanya:

💭 "Anak-anak, apa yang terjadi pada bola saat Bu Guru menendang bola yang tadinya diam?"

💭 "Mengapa arah gerak bola bisa berubah saat ditepis atau ditendang kembali?"

💭 "Apa yang terjadi jika bola plastik tersebut kita injak dengan kuat?"

Guru menjelaskan bahwa semua peristiwa tersebut terjadi karena adanya gaya yang diberikan pada benda.

🌙 Penguatan Keimanan dan Ketakwaan

Allah Swt. telah menciptakan alam semesta beserta hukum-hukum fisika yang menyertainya agar manusia dapat memanfaatkannya dengan baik. Ketika kita mengayuh sepeda, mengerem kendaraan, atau membawa barang belanjaan, kita sedang memanfaatkan gaya ciptaan Allah Swt. Belajar memahami fenomena alam dengan cermat merupakan bagian dari menuntut ilmu yang bernilai ibadah. Yuk, kita belajar dengan teliti, jujur, dan penuh semangat! ✨

📖 MATERI PEMBELAJARAN

1. Jenis-Jenis Gaya

Gaya adalah tarikan atau dorongan yang dapat mempengaruhi keadaan suatu benda.

Beberapa jenis gaya antara lain:

  • Gaya Otot: Gaya yang dihasilkan oleh otot tubuh manusia atau hewan (contoh: mendorong meja, menarik gerobak).
  • Gaya Gesek: Gaya yang timbul akibat gesekan dua permukaan benda yang bersentuhan (contoh: rem sepeda dengan velg roda).
  • Gaya Pegas: Gaya yang dihasilkan oleh benda elastis yang diregangkan atau dimampatkan (contoh: ketapel, busur panah).
  • Gaya Gravitasi: Gaya tarik bumi yang menarik benda ke pusat bumi (contoh: buah jatuh dari pohon).
  • Gaya Magnet: Gaya tarik atau tolak yang dihasilkan oleh magnet (contoh: magnet menempel di pintu kulkas).

2. Pengaruh Gaya terhadap Benda

Gaya dapat memberikan beberapa pengaruh utama pada benda, yaitu:

  • Mengubah Gerak Benda (Diam menjadi Bergerak / Bergerak menjadi Diam):
    • Contoh: Bola diam bergerak saat ditendang (gaya otot), dan mobil yang bergerak berhenti saat direm (gaya gesek).
  • Mengubah Arah Gerak Benda:
    • Contoh: Pemain bulu tangkis memukul kok yang datang sehingga kok berbelok arah kembali ke area lawan.
  • Mengubah Bentuk Benda:
    • Contoh: Kaleng minuman bekas penyok setelah diinjak, atau adonan kue yang dibentuk saat ditekan.

3. Contoh Penerapan Pengaruh Gaya dalam Kehidupan Sehari-hari

Contoh penerapan gaya dalam kegiatan harian kita:

  1. Mengayuh dan Mengerem Sepeda: Kaki memberikan gaya otot untuk membuat sepeda bergerak, sedangkan rem memanfaatkan gaya gesek untuk menghentikan laju sepeda.
  2. Bermain Ketapel: Gaya pegas pada karet ketapel digunakan untuk melempar kerikil ke arah depan.
  3. Membuat Gerabah / Kerajinan Plastisin: Gaya otot berupa tekanan tangan digunakan untuk mengubah bentuk tanah liat menjadi vas bunga.

Simaklah video pembelajaran di bawah ini :



📝 LATIHAN HARIAN

A. Isilah titik-titik dengan jawaban yang tepat!

  1. Tarikan atau dorongan yang dapat mempengaruhi gerak dan bentuk benda dinamakan ....
  2. Pengaruh gaya saat seorang anak meremas botol plastik bekas adalah mengubah .... benda.
  3. Saat pengemudi memutar kemudi mobil ke kanan, gaya yang diberikan menyebabkan perubahan .... gerak mobil.
  4. Gaya yang dimanfaatkan oleh seorang atlet panahan saat menarik tali busur adalah gaya ....
  5. Buah mangga jatuh ke bawah dari pohonnya karena adanya pengaruh gaya ....

B. Jawablah pertanyaan berikut dengan benar!

  1. Sebutkan 3 pengaruh gaya terhadap benda beserta masing-masing contohnya!
  2. Jelaskan penerapan jenis gaya dan pengaruhnya saat seseorang mengendarai sepeda dan tiba-tiba melakukan pengereman!

🔑 KUNCI JAWABAN

A. Isian

  1. Gaya
  2. Bentuk
  3. Arah
  4. Pegas
  5. Gravitasi

B. Uraian

  1. Tiga pengaruh gaya terhadap benda:
    • Mengubah gerak benda (diam jadi bergerak/sebaliknya): Mendorong meja yang diam.
    • Mengubah arah gerak benda: Memukul bola kasti yang melayang ke arah kita.
    • Mengubah bentuk benda: Meremas kertas HVS menjadi bola kertas.
  2. Saat pengereman sepeda:
    • Jenis gaya: Terjadi gaya otot saat tangan menekan tuas rem, dan gaya gesek antara karet rem dengan velg roda sepeda.
    • Pengaruh gaya: Mengubah kecepatan dan gerak benda dari bergerak cepat menjadi lambat hingga akhirnya berhenti (diam).

🌈 KESIMPULAN

Hari ini kita telah belajar tentang penerapan pengaruh gaya dalam kehidupan sehari-hari:

  • Gaya adalah tarikan atau dorongan yang terdiri dari gaya otot, gesek, pegas, gravitasi, magnet, dan listrik.
  • Pengaruh gaya terhadap benda:
    1. Mengubah gerak benda (diam menjadi bergerak, atau bergerak menjadi diam).
    2. Mengubah arah gerak benda.
    3. Mengubah bentuk benda.
  • Penerapan gaya dapat kita temui pada aktivitas harian seperti bersepeda, bermain bola, membuat kerajinan, dan menggunakan pengereman kendaraan.

💭 REFLEKSI

Setelah belajar hari ini Alhamdulillah para murid memahami materi yang diajarkan setelah diadakan praktek kemarin hari ini anak-anak mendalaminya dengan cara mengerjakan latihan soal yang ada dalam buku yaitu tentang bagaimana cara penerapan gaya dalam kehidupan sehari-hari yang telah diberikan materi kemarin juga tentang pengaruh gaya dalam berubah bentuk. Hasil yang dicapai oleh para murid alhamdulillahnya mendapatkan nilai di atas KKN hampir semuanya siswa yang hadir berjumlah 20 orang dan yang tidak hadir 2 orang dikarenakan sakit.

PENDIDIKAN PANCASILA

By elfida fida - September 01, 2026 4 Comments

 


CLASS IV.B SD AL AZHAR 2

 

 

🇮🇩 Mengidentifikasi Karakter Positif Tokoh Perumus Pancasila dan Meneladani Nilai Kepahlawanan

Hari/Tanggal: Rabu, 02 September 2026

Nama Guru: Elfida, S.Pd.

Fase/Kelas: B / IV B

Mata Pelajaran: IPAS / Pendidikan Pancasila

Materi: Mengidentifikasi Karakter Positif Tokoh Perumus Pancasila serta Meneladani Nilai Kepahlawanan dalam Kehidupan Sehari-hari

🌸 Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas IV B! 💖

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Pada pembelajaran IPAS hari ini, kita akan belajar tentang karakter positif tokoh-tokoh perumus Pancasila seperti Ir. Soekarno, Drs. Mohammad Hatta, dan Mr. Muhammad Yamin. Kita juga akan belajar meneladani nilai-nilai kepahlawanan mereka untuk kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah maupun di sekolah.

Dengarkan penjelasan Bu Guru dengan baik, ikuti langkah-langkah diskusi dengan teliti, berani bertanya, dan bersikap jujur serta percaya diri. 🌟

Tetap semangat belajar, ananda sholeh dan sholehah IV B!

Jadilah anak yang teliti, jujur, cermat, dan bertanggung jawab dalam setiap tugas. 📐✏️

📌 CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu mengidentifikasi karakter para perumus Pancasila, menunjukkan sikap menghargai perbedaan pendapat, serta meneladani nilai-nilai kepahlawanan para pendiri bangsa dalam proses perumusan Pancasila untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dengan benar.

🎯 TUJUAN PEMBELAJARAN

Melalui kegiatan menyimak penjelasan, mengamati gambar tokoh pahlawan, berdiskusi, dan berlatih mandiri, peserta didik mampu:

  1. Menjelaskan peran tokoh-tokoh perumus Pancasila (Ir. Soekarno, Drs. Mohammad Hatta, Mr. Muhammad Yamin, dll.).
  2. Mengidentifikasi karakter positif dan nilai kepahlawanan para perumus Pancasila.
  3. Menganalisis bentuk peneladanan nilai kepahlawanan dalam proses perumusan Pancasila.
  4. Menerapkan nilai-nilai kepahlawanan (seperti toleransi, kerja keras, cinta tanah air, dan musyawarah) dalam kehidupan sehari-hari.
  5. Menunjukkan sikap jujur, bertanggung jawab, dan toleran dalam berinteraksi di kelas.

ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu:

  1. Mengenal tokoh-tokoh utama perumus dasar negara Indonesia.
  2. Menguraikan karakter positif tokoh (cinta tanah air, jiwa besar, tenggang rasa, keberanian, dan pantang menyerah).
  3. Mengidentifikasi musyawarah mufakat sebagai teladan utama perumusan Pancasila.
  4. Menyebutkan contoh nyata penerapannya di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
  5. Mengerjakan latihan soal analisis karakter tokoh secara tertib dan mandiri.

📚 MATERI POKOK

📖 Mengenal Tokoh-Tokoh Perumus Pancasila

🌟 Karakter Positif Tokoh Perumus Pancasila (Toleransi, Cinta Tanah Air, Musyawarah, Jiwa Besar)

🤝 Peristiwa Musyawarah Perumusan Dasar Negara

🏡 Penerapan Nilai-Nilai Kepahlawanan dalam Kehidupan Sehari-hari

🧩 MODEL / METODE PEMBELAJARAN

Penjelasan interaktif, pengamatan gambar tokoh, diskusi kelompok, simulasi musyawarah kecil, dan penugasan mandiri.

📝 MEDIA PEMBELAJARAN / ALAT PERAGA

Foto/Gambar Tokoh Perumus Pancasila (Ir. Soekarno, Moh. Hatta, Mr. Soepomo, Mr. Moh. Yamin), Teks Piagam Jakarta, Papan Tulis, LKPD, dan Buku Pendamping IPAS/Pancasila.

💭 APERSEPSI

Alhamdulillah, anak-anak sholih dan sholihah, sekarang kita masuk ke pelajaran IPAS.

Guru menunjukkan gambar Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta sedang berdiskusi di depan kelas.

Kemudian guru bertanya:

💭 "Anak-anak, tahukah kalian siapa pahlawan yang ada di gambar ini?"

💭 "Pernahkah kalian berbeda pendapat dengan teman saat memilih permainan atau ketua kelompok?"

💭 "Bagaimana cara para pahlawan kita dahulu menyatukan pendapat yang berbeda-beda dari seluruh Indonesia untuk merumuskan dasar negara kita, Pancasila?"

Guru menjelaskan bahwa Pancasila dirumuskan oleh para pahlawan yang memiliki karakter luar biasa seperti toleransi, mengutamakan kepentingan bersama, dan berjiwa besar.

🌙 Penguatan Keimanan dan Ketakwaan

Allah Swt. memerintahkan kita untuk bermusyawarah dan saling menghargai antarsesama sebagaimana firman-Nya dalam Al-Qur'an. Para perumus Pancasila telah meneladankan akhlak mulia dengan saling menghormati perbedaan demi persatuan bangsa. Meneladani sifat-sifat mulia mereka seperti jujur, adil, dan suka bermusyawarah merupakan bagian dari pengamalan ajaran agama yang bernilai ibadah. Yuk, kita belajar dengan teliti, jujur, dan penuh semangat! ✨

📖 MATERI PEMBELAJARAN

1. Tokoh Perumus Pancasila

Dalam proses perumusan dasar negara Indonesia, terdapat tokoh-tokoh pemikir bangsa yang menyampaikan gagasan serta bermusyawarah, di antaranya:

  • Ir. Soekarno: Mengusulkan lima dasar negara yang diberi nama Pancasila pada tanggal 1 Juni 1945.
  • Drs. Mohammad Hatta: Tokoh yang sangat cermat, jujur, dan mengutamakan persatuan bangsa di atas kepentingan pribadi/golongan.
  • Mr. Muhammad Yamin & Mr. Soepomo: Menyampaikan pemikiran tentang dasar negara yang berlandaskan kebangsaan dan kekeluargaan.

2. Karakter Positif Tokoh Perumus Pancasila

Para perumus Pancasila memiliki nilai-nilai kepahlawanan yang patut kita teladani, antara lain:

  • Cinta Tanah Air dan Patriotisme: Memiliki semangat tinggi untuk memerdekakan dan memajukan bangsa Indonesia.
  • Mengutamakan Kepentingan Bangsa (Jiwa Besar): Para tokoh mau mengubah kalimat pada sila pertama Piagam Jakarta demi menjaga persatuan dari Sabang sampai Merauke.
  • Toleransi dan Menghargai Perbedaan: Menghormati pendapat orang lain meskipun memiliki latar belakang agama dan suku yang berbeda.
  • Musyawarah untuk Mufakat: Menyelesaikan setiap perbedaan pendapat melalui diskusi yang damai dan kepala dingin.

1.       Penerapan Nilai Kepahlawanan dalam Kehidupan Sehari-hari

Lingkungan

Penerapan Nilai Kepahlawanan Perumus Pancasila

Sekolah

• Menghargai pendapat teman saat diskusi kelompok.• Menerima hasil pemilihan ketua kelas dengan lapang dada.• Berteman tanpa membeda-bedakan suku atau agama.

Rumah

• Bermusyawarah menentukan tempat berlibur keluarga.• Membantu orang tua dan menghormati kakak/adik.

Masyarakat

• Ikut serta dalam kegiatan kerja bakti dan gotong royong.• Menjaga kerukunan antar tetangga.

📝 LATIHAN HARIAN

A. Isilah titik-titik dengan jawaban yang tepat!

  1. Nama dasar negara Indonesia yang diusulkan oleh Ir. Soekarno pada tanggal 1 Juni 1945 adalah ....
  2. Sikap mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi dinamakan sikap ....
  3. Musyawarah yang dilakukan oleh perumus Pancasila bertujuan untuk mencapai ....
  4. Sikap menghargai dan menghormati perbedaan pendapat antar sesama disebut ....
  5. Menerima hasil keputusan bersama dalam diskusi dengan senang hati merupakan cerminan dari sikap berjiwa ....

B. Jawablah pertanyaan berikut dengan benar dan runtut!

  1. Sebutkan 3 karakter positif yang dimiliki oleh para tokoh perumus Pancasila!
  2. Bagaimana cara kamu sebagai seorang siswa kelas IV SD meneladani sikap persatuan dan kesatuan para perumus Pancasila di dalam kelas?

🔑 KUNCI JAWABAN

A. Isian

  1. Pancasila
  2. Cinta tanah air / Patriotisme
  3. Mufakat / Kesepakatan bersama
  4. Toleransi / Tenggang rasa
  5. Besar / Lapang dada

B. Uraian

  1. Tiga karakter positif tokoh perumus Pancasila:
    • Cinta tanah air dan bangsa.
    • Toleransi dan menghargai perbedaan pendapat.
    • Berjiwa besar dan mengutamakan kepentingan umum.
  2. Cara meneladani sikap persatuan di dalam kelas:
    • Berteman dengan siapa saja tanpa membeda-bedakan suku, agama, atau status sosial.
    • Menjaga kerukunan dan tidak bertengkar dengan teman.
    • Bermusyawarah secara damai jika terjadi selisih paham di kelas.

🌈 KESIMPULAN

Hari ini kita telah belajar tentang mengidentifikasi karakter positif tokoh perumus Pancasila dan meneladani nilai kepahlawanan:

  • Tokoh perumus Pancasila seperti Ir. Soekarno, Moh. Hatta, Mr. Soepomo, dan Mr. Moh. Yamin memiliki keteladanan yang sangat luar biasa.
  • Karakter utama yang patut diteladani: Cinta tanah air, toleransi, berjiwa besar, mengutamakan kepentingan bersama, dan utamakan musyawarah mufakat.
  • Penerapan sehari-hari: Kita dapat menerapkannya dengan cara menghargai perbedaan pendapat, tidak memaksakan kehendak, dan menjaga persatuan di sekolah maupun di rumah.

💭 REFLEKSI

Setelah belajar hari ini para murid memahami materi yang diajarkan hari ini yaitu tentang mengidentifikasi sikap kepahlawanan para perumus Pancasila yaitu dengan cara para murid menjelaskan apa saja sikap para pahlawan perumus Pancasila itu ya harus diikuti oleh para murid di dalam kehidupan sehari-hari.

Siswa yang hadir pada hari ini berjumlah 20 orang dan tidak hadir dua orang dikarenakan sakit.

SENI RUPA

By elfida fida - September 01, 2026 3 Comments

 CLASS IV.B SD AL AZHAR 2


 


🎨 Menganalisis Desain pada Berbagai Karya Seni Rupa (Keseimbangan, Irama, dan Penekanan)

Hari/Tanggal: Rabu, 02 September 2026

Nama Guru: Elfida, S.Pd.

Fase/Kelas: B / IV B

Mata Pelajaran: Seni Rupa

Materi: Menganalisis Keseimbangan, Irama, dan Penekanan pada Berbagai Desain Karya Seni Rupa

🌸 Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas IV B! 💖

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah.

Pada pembelajaran Seni Rupa hari ini, kita akan belajar tentang menganalisis desain pada berbagai karya seni rupa. Kita akan mengamati bagaimana prinsip keseimbangan (balance), irama (rhythm), dan penekanan (emphasis/center of interest) diterapkan sehingga sebuah karya seni terlihat indah, harmonis, dan menarik.

Dengarkan penjelasan Bu Guru dengan baik, ikuti langkah-langkah pengamatan karya dengan teliti, berani bertanya, dan bersikap jujur serta percaya diri. 🌟

Tetap semangat belajar, ananda sholeh dan sholehah IV B!

Jadilah anak yang teliti, jujur, cermat, dan bertanggung jawab dalam setiap tugas. 📐✏️

📌 CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu mengamati, menganalisis, dan merespons unsur-unsur rupa serta prinsip-prinsip desain (keseimbangan, irama, dan penekanan) dalam berbagai karya seni rupa dua dimensi dan tiga dimensi dengan benar.

🎯 TUJUAN PEMBELAJARAN

Melalui kegiatan menyimak penjelasan, mengamati contoh gambar lukisan dan batik, berdiskusi, serta menganalisis karya secara mandiri, peserta didik mampu:

1.  Menjelaskan konsep dasar prinsip desain dalam karya seni rupa.

2.  Menganalisis unsur keseimbangan (simetris, asimetris, radial) pada karya seni rupa.

3.  Menganalisis unsur irama (pengulangan bentuk/warna) pada karya seni rupa.

4.  Menganalisis unsur penekanan (fokus utama/center of interest) pada karya seni rupa.

5.  Menunjukkan sikap teliti, jujur, dan apresiatif dalam menganalisis karya seni.

ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu:

1.  Memahami 3 prinsip utama desain: Keseimbangan, Irama, dan Penekanan.

2.  Mengidentifikasi letak keseimbangan pada lukisan atau ragam hias batik.

3.  Menemukan pola pengulangan (irama) garis, bentuk, atau warna pada karya seni.

4.  Menentukan bagian objek yang menjadi pusat perhatian (penekanan) dalam sebuah karya.

5.  Menuliskan hasil analisis karya seni rupa secara tertata dan rapi pada lembar latihan.

📚 MATERI POKOK

📖 Pengertian Prinsip Desain Seni Rupa

⚖️ Analisis Keseimbangan (Simetris, Asimetris, dan Radial)

🎵 Analisis Irama (Pengulangan Unsur Rupa secara Teratur/Bervariasi)

🎯 Analisis Penekanan (Pusat Perhatian / Center of Interest)

🧩 MODEL / METODE PEMBELAJARAN

Penjelasan interaktif, pengamatan visual (apresiasi seni), diskusi kelompok, latihan terbimbing, dan penugasan analisis mandiri.

📝 MEDIA PEMBELAJARAN / ALAT PERAGA

Contoh Lukisan Pemandangan, Kain Batik Nusantara, Poster Seni Rupa, Papan Tulis, LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik), dan Buku Pendamping Seni Rupa.

💭 APERSEPSI

Alhamdulillah, anak-anak sholih dan sholihah, sekarang kita masuk ke pelajaran Seni Rupa.

Guru menunjukkan dua buah gambar di depan kelas: sebuah gambar kain batik mega mendung dan sebuah lukisan pemandangan gunung dengan matahari merah terang di tengahnya.

Kemudian guru bertanya:

💭 "Anak-anak, mengapa ketika kita melihat kain batik, polanya terlihat sangat rapi dan enak dipandang?"

💭 "Ketika melihat lukisan ini, bagian mana yang pertama kali menarik perhatian mata kalian? Mengapa?"

💭 "Apakah sisi kanan dan sisi kiri lukisan ini terlihat seimbang?"

Guru menjelaskan bahwa keindahan karya seni diciptakan melalui pengatur desain yang matang menggunakan prinsip keseimbangan, irama, dan penekanan.

🌙 Penguatan Keimanan dan Ketakwaan

Allah Swt. adalah Zat Yang Mahaindah dan mencintai keindahan. Seluruh alam semesta diciptakan Allah dengan keseimbangan dan keteraturan yang luar biasa, mulai dari pergantian siang dan malam hingga indahnya warna-warni bunga. Belajar mengamati keindahan karya seni dan mengapresiasinya dengan cermat merupakan bentuk rasa syukur kita atas keagungan ciptaan Allah Swt. Yuk, kita belajar dengan teliti, jujur, dan penuh semangat!

📖 MATERI PEMBELAJARAN

1. Keseimbangan (Balance)

Keseimbangan adalah kesan kesamaan bobot visual antara bagian kiri-kanan atau atas-bawah dari suatu karya seni rupa.

  • Keseimbangan Simetris: Bagian kiri dan kanan persis sama (seperti cermin). Contoh: Bentuk candi, pola batik tertentu.
  • Keseimbangan Asimetris: Bagian kiri dan kanan tidak sama bentuknya, namun tetap terasa seimbang secara visual. Contoh: Lukisan pohon besar di kiri dan beberapa batu kecil di kanan.
  • Keseimbangan Radial (Melingkar): Unsur seni disusun melingkar memancar dari titik pusat. Contoh: Motif ukiran piring hias atau bunga matahari.

2. Irama (Rhythm)

Irama adalah pengulangan satu atau lebih unsur rupa (garis, bentuk, atau warna) secara teratur atau bervariasi sehingga menciptakan kesan gerakan yang dinamis.

  • Irama Teratur: Pengulangan bentuk dan ukuran yang sama secara berulang. Contoh: Pola garis-garis pada kain tenun atau motif batik parang.
  • Irama Bervariasi: Pengulangan bentuk dari kecil ke besar atau perubahan warna secara bertahap (gradasi). Contoh: Lukisan gelombang laut yang bergulung-gulung.

3. Penekanan (Emphasis / Center of Interest)

Penekanan adalah bagian dari karya seni yang dibuat paling menonjol atau paling kontras untuk menjadi pusat perhatian utama bagi orang yang melihatnya.

  • Penekanan dapat dibuat dengan cara:
    • Memberikan warna yang paling terang/berbeda dari sekitarnya.
    • Membuat ukuran objek utama jauh lebih besar dibanding objek pendukung.
    • Meletakkan objek utama di bagian tengah karya.
  • Contoh: Pada lukisan hutan berdaun hijau, terdapat satu ekor burung berwarna merah menyala. Burung merah tersebut merupakan bagian penekanan.

📝 LATIHAN HARIAN

Soal Pilihan Ganda: Unsur Penekanan (Center of Interest)

1. Bagian pada karya seni rupa yang pertama kali menarik perhatian pengamat dinamakan...

A. Latar belakang (background)

B. Pusat perhatian (center of interest)

C. Pembingkaian (framing)

D. Tekstur semu

2. Istilah lain dari unsur penekanan dalam prinsip seni rupa adalah...

A. Harmony

B. Balance

C. Emphasis

D. Rhythm

3. Tujuan utama seniman memberikan unsur penekanan pada karya seni rupanya adalah agar...

A. Karya terlihat makin rumit

B. Objek utama mudah dikenali oleh pengamat

C. Semua warna di kanvas bercampur rata

D. Kertas gambar terisi penuh tanpa sisa

4. Jika dalam sebuah gambar terdapat banyak objek berukuran kecil, lalu ada satu objek berukuran sangat besar di tengah, maka objek yang menjadi fokus utama adalah...

A. Objek yang berukuran paling besar

B. Objek-objek yang berukuran kecil

C. Garis tepi kertas

D. Warna latar belakang

5. Salah satu cara sederhana untuk membuat suatu objek menjadi pusat perhatian adalah dengan memberikan warna yang...

A. Sama persis dengan latar belakang

B. Sangat mencolok atau berbeda dari sekitarnya

C. Samar-samar dan pudar

D. Gelap di atas bidang yang juga gelap

6. Pada lukisan sekeranjang buah apel berwarna hijau, terdapat satu buah apel berwarna merah terang. Bagian yang menjadi center of interest adalah...

A. Keranjang buah

B. Semua apel berwarna hijau

C. Apel berwarna merah terang

D. Meja tempat keranjang

7. Unsur penekanan (center of interest) termasuk ke dalam bagian dari...

A. Alat dan bahan menggambar

B. Prinsip-prinsip seni rupa

C. Unsur fisik cat air

D. Teknik mencetak

8. Perhatikan gambar berikut (secara bayangan): Di tengah halaman polos terdapat satu titik hitam besar. Mengapa titik hitam tersebut menjadi pusat perhatian?

A. Karena titik tersebut tersembunyi

B. Karena bentuknya sangat kecil

C. Karena posisinya sendiri dan mencolok di bidang kosong

D. Karena warnanya serasi dengan latar putih

9. Posisi letak objek utama yang paling umum digunakan untuk menarik perhatian pengamat berada di bagian...

A. Ujung pojok kertas

B. Bagian tengah atau depan karya

C. Belakang objek lain yang tertutup

D. Luar bingkai gambar

10. Seniman yang tidak memberikan center of interest pada karyanya akan membuat gambar terlihat...

A. Datar atau polos tanpa fokus utama

B. Sangat indah dan bernilai tinggi

C. Memiliki warna yang sangat berkilau

D. Tampak sangat nyata seperti foto

Kunci Jawaban dan Pembahasan

  1. B. Pusat perhatian (center of interest)

Pembahasan: Center of interest atau pusat perhatian adalah bagian karya yang dirancang khusus untuk menarik pandangan mata pengamat pertama kali.

  1. C. Emphasis

Pembahasan: Dalam istilah bahasa Inggris seni rupa, penekanan disebut juga dengan emphasis.

  1. B. Objek utama mudah dikenali oleh pengamat

Pembahasan: Fungsi penekanan adalah untuk menuntun mata pengamat agar langsung mengetahui objek atau pesan utama dalam karya tersebut.

  1. A. Objek yang berukuran paling besar

Pembahasan: Perbedaan ukuran yang kontras (paling besar di antara objek kecil) otomatis menjadikan objek besar tersebut sebagai pusat perhatian.

  1. B. Sangat mencolok atau berbeda dari sekitarnya

Pembahasan: Kontras warna yang mencolok membuat suatu objek mudah ditangkap oleh mata.

  1. C. Apel berwarna merah terang

Pembahasan: Satu-satunya apel berwarna merah akan menonjol di antara dominasi apel berwarna hijau.

  1. B. Prinsip-prinsip seni rupa

Pembahasan: Penekanan (emphasis) merupakan salah satu dari prinsip dasar kaidah penyusunan karya seni rupa (selain keseimbangan, kesatuan, irama, dll).

  1. C. Karena posisinya sendiri dan mencolok di bidang kosong

Pembahasan: Objek tunggal yang kontras di atas bidang kosong akan langsung diisolasi oleh mata pengamat sebagai fokus utama.

  1. B. Bagian tengah atau depan karya

Pembahasan: Penempatan di area sentral (tengah) atau bagian depan (foreground) membuat objek lebih cepat terlihat.

  1. A. Datar atau polos tanpa fokus utama

Pembahasan: Tanpa adanya penekanan, seluruh bagian karya terlihat sama intensitasnya sehingga terkesan datar atau monoton.

Refleksi:
Alhamdulillah kegiatan pembelajaran hari ini berjalan dengan baik di mana hari ini anak-anak mengerjakan latihan tentang penekanan desain seni rupa dalam hal ini hampir semua hal murid mendapatkan nilai di atas KKM dan siswa yang hadir berjumlah 20 yang tidak hadir 2 orang dikarenakan sakit.

Senin, 31 Agustus 2026

MATEMATIKA

By elfida fida - Agustus 31, 2026 6 Comments

  CLASS IV.B SD AL AZAHAR 2

 

Hari/Tanggal: Selasa, 01 September 2026

Nama Guru: Elfida, S.Pd.

Fase/Kelas: B / IV B

Mata Pelajaran: Matematika

Materi: Melakukan Operasi Pengurangan Bilangan Cacah sampai 1.000 (Tanpa Meminjam dan Meminjam) serta Menyelesaikan Masalah Sehari-hari

🌸 Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas IV B! 💖

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah.

Pada pembelajaran Matematika hari ini, kita akan fokus belajar menganalisis dan memecahkan soal cerita kontekstual pengurangan bilangan cacah sampai 1.000, baik dengan teknik tanpa meminjam maupun dengan meminjam. Kita akan belajar bagaimana memahami cerita, menemukan kata kunci, merumuskan kalimat matematika, hingga menemukan solusinya dengan teliti.

Dengarkan penjelasan Bu Guru dengan baik, ikuti langkah-langkah penghitungan dengan cermat, berani bertanya, dan bersikap jujur serta percaya diri. 🌟

Tetap semangat belajar, ananda sholeh dan sholehah IV B!

📌 CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu menunjukkan pemahaman dan intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 1.000, serta dapat menganalisis, melakukan, dan memecahkan masalah kontekstual yang berkaitan dengan operasi pengurangan bilangan cacah sampai 1.000 dengan benar.

🎯 TUJUAN PEMBELAJARAN

Melalui kegiatan menyimak penjelasan, mengamati contoh soal kontekstual, berdiskusi, dan berlatih mandiri, peserta didik mampu:

1.  Menjelaskan konsep pengurangan bilangan cacah sampai 1.000 dalam kehidupan sehari-hari.

2.  Menganalisis informasi (diketahui, ditanya, dan kalimat matematika) pada soal cerita pengurangan sampai 1.000.

3.  Melakukan operasi pengurangan bilangan cacah sampai 1.000 tanpa meminjam secara tepat.

4.  Melakukan operasi pengurangan bilangan cacah sampai 1.000 dengan teknik meminjam secara tepat.

5.  Memecahkan soal cerita kontekstual sehari-hari yang berkaitan dengan pengurangan bilangan cacah sampai 1.000.

6.  Menunjukkan sikap teliti, jujur, dan tekun dalam menghitung dan menyelesaikan soal cerita.

ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu:

1.  Memahami nilai tempat ratusan, puluhan, dan satuan pada bilangan cacah.

2.  Mengidentifikasi kata kunci pengurangan dalam soal cerita (seperti sisa, selisih, diberikan, rusak, pecah, dijual).

3.  Menghitung pengurangan susun pendek tanpa meminjam dengan tepat.

4.  Menghitung pengurangan susun pendek dengan teknik meminjam dengan tepat.

5.  Menuliskan langkah penyelesaian soal cerita kontekstual secara runtut (Diketahui, Ditanya, Dijawab, dan Kesimpulan).

6.  Menunjukkan kerapian dan ketelitian dalam mengerjakan latihan harian.

📚 MATERI POKOK

📖 Pengertian Pengurangan dan Nilai Tempat Bilangan Cacah sampai 1.000

Operasi Pengurangan Tanpa Meminjam

🔄 Operasi Pengurangan dengan Meminjam (Teknik Meminjam)

🧩 Langkah-Langkah Menganalisis dan Memecahkan Soal Cerita Kontekstual Pengurangan

🧩 MODEL / METODE PEMBELAJARAN

Penjelasan interaktif, pemecahan masalah (Problem-Based Learning), demonstrasi papan tulis, diskusi kelompok, latihan terbimbing, dan penugasan mandiri.

📝 MEDIA PEMBELAJARAN / ALAT PERAGA

Blok Dienes / Kantong Nilai Tempat (Ratusan, Puluhan, Satuan), Kartu Cerita Soal Matematika, Papan Tulis, LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik), dan Buku Pendamping Matematika.

💭 APERSEPSI

Alhamdulillah, anak-anak sholih dan sholihah, sekarang kita masuk ke pelajaran Matematika.

Guru menunjukkan sebuah kotak berisi 250 kelereng di depan kelas, lalu mengambil 30 kelereng.

Kemudian guru bertanya kepada peserta didik:

💭 "Anak-anak, jika Bu Guru mengambil kelereng dari dalam kotak, apakah jumlah kelereng bertambah atau berkurang?"

💭 "Pernahkah kalian membagikan kue atau jajanan kalian kepada teman?"

💭 "Apa yang terjadi pada sisa benda setelah diberikan kepada orang lain?"

Guru menjelaskan bahwa dalam kehidupan sehari-hari, pengurangan digunakan untuk menghitung sisa benda, selisih harga/jumlah, barang yang rusak, atau benda yang sudah diambil/diberikan kepada orang lain.

🌙 Penguatan Keimanan dan Ketakwaan

Allah Swt. mencintai hamba-Nya yang teliti, bersikap jujur, dan gemar berbagi. Ketika kita berbagi kebaikan, rezeki kita tidak akan berkurang di sisi Allah Swt. Belajar menghitung dengan cermat merupakan bagian dari menuntut ilmu yang bernilai ibadah. Yuk, kita belajar dengan teliti, jujur, dan penuh semangat!

📖 MATERI PEMBELAJARAN

1. Pengurangan Tanpa Meminjam

Pengurangan dilakukan dengan mengurangkan angka sesuai nilai tempatnya: satuan dikurang satuan, puluhan dikurang puluhan, dan ratusan dikurang ratusan.

Contoh 1:

Hitunglah 468−135=…

Langkah-langkah penyelesaian:

Satuan: 8−5=3

Puluhan: 6−3=3

Ratusan: 4−1=3

Hasil: 333

2. Pengurangan dengan MeminjamJika angka pada posisi atas lebih kecil daripada angka di bawahnya pada nilai tempat yang sama, maka kita perlu meminjam 1 puluhan (atau 1 ratusan) dari nilai tempat di sebelahnya.

Contoh 2:Hitunglah 652−237=…

Langkah-langkah penyelesaian:

Satuan: 2−7 (tidak bisa), maka pinjam 1 puluhan dari 5. Angka 2 menjadi 12, sedangkan angka 5 tersisa 4. Maka, 12−7=5.

Puluhan: 4−3=1

Ratusan: 6−2=4Hasil: 415

3. Langkah Menganalisis dan Menyelesaikan Soal Cerita Kontekstual

Untuk memecahkan soal cerita dengan benar, ikuti 4 langkah utama berikut:

Diketahui: Tuliskan informasi angka dan benda yang ada di dalam soal cerita.

Ditanya: Tuliskan pertanyaan yang ingin dicari jawabannya.

Dijawab: Buat kalimat matematika dan hitunglah menggunakan cara susun pendek.

Jadi (Kesimpulan): Tuliskan kalimat penutup sebagai jawaban akhir.

Contoh Soal Cerita:
Ahmad mempunyai 745 lembar kertas warna. Kertas tersebut digunakan untuk membuat kerajinan sekolah sebanyak 382 lembar. Berapa lembar sisa kertas warna Ahmad sekarang?

Penyelesaian:

Diketahui:Kertas awal Ahmad = 745 lembarKertas yang digunakan = 382 lembar

Ditanya: Berapa sisa kertas warna Ahmad?

Dijawab:745382363​−​​Jadi, sisa kertas warna Ahmad sekarang adalah 363 lembar.

📝 LATIHAN HARIANA.

Isilah titik-titik dengan jawaban yang tepat!

Hasil dari 487−153 adalah ....

Hasil dari 654−231 adalah ....

Pada pengurangan 532−128, angka satuan 2 meminjam 1 puluhan dari 3 sehingga nilai satuan menjadi ....

Hasil dari 760−325 adalah ....

Selisih antara 850 dan 320 adalah ....

B. Jawablah pertanyaan berikut dengan benar dan gunakan langkah penyelesaian soal cerita!

Hitunglah pengurangan 734−281 menggunakan cara susun pendek!

Sebuah perkebunan menghasilkan 945 buah jeruk. Sebanyak 568 buah jeruk diangkut ke kota menggunakan truk. Berapa sisa buah jeruk yang masih ada di perkebunan?


REFLEKSI :

Alhamdulillah kegiatan pembelajaran hari ini berjalan dengan baik dan lancar di mana hari ini anak-anak belajar tentang pengurangan dengan cara tanpa meminjam dan meminjam kemarin sudah diajarkan kepada murid tapi masih ada beberapa murid yang mendapatkan nilai di bawah KKM hari ini pengulangan materi masih tentang pengurangan Alhamdulillah para murid hampir semuanya memahami materi yang diajarkan itu tentang pengurangan secara kontekstual dengan tanpa meminjam dan meminjam titik dimana hari ini para murid yang tadi berjumlah 21 orang yang satu orang tidak hadir karena sakit.

MATEMATIKA

   JUMAT,  18 SEPTEMBER 2026  IDENTITAS Nama Guru : Elfida, S.Pd Mata Pelajaran : Matematika Hari, Tanggal :  Jumat 18 September 2026 Fase...

 

Elfida Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea