Senin, 31 Agustus 2026

MATEMATIKA

By elfida fida - Agustus 31, 2026 6 Comments

  CLASS IV.B SD AL AZAHAR 2

 

Hari/Tanggal: Selasa, 01 September 2026

Nama Guru: Elfida, S.Pd.

Fase/Kelas: B / IV B

Mata Pelajaran: Matematika

Materi: Melakukan Operasi Pengurangan Bilangan Cacah sampai 1.000 (Tanpa Meminjam dan Meminjam) serta Menyelesaikan Masalah Sehari-hari

🌸 Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas IV B! 💖

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah.

Pada pembelajaran Matematika hari ini, kita akan fokus belajar menganalisis dan memecahkan soal cerita kontekstual pengurangan bilangan cacah sampai 1.000, baik dengan teknik tanpa meminjam maupun dengan meminjam. Kita akan belajar bagaimana memahami cerita, menemukan kata kunci, merumuskan kalimat matematika, hingga menemukan solusinya dengan teliti.

Dengarkan penjelasan Bu Guru dengan baik, ikuti langkah-langkah penghitungan dengan cermat, berani bertanya, dan bersikap jujur serta percaya diri. 🌟

Tetap semangat belajar, ananda sholeh dan sholehah IV B!

📌 CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu menunjukkan pemahaman dan intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 1.000, serta dapat menganalisis, melakukan, dan memecahkan masalah kontekstual yang berkaitan dengan operasi pengurangan bilangan cacah sampai 1.000 dengan benar.

🎯 TUJUAN PEMBELAJARAN

Melalui kegiatan menyimak penjelasan, mengamati contoh soal kontekstual, berdiskusi, dan berlatih mandiri, peserta didik mampu:

1.  Menjelaskan konsep pengurangan bilangan cacah sampai 1.000 dalam kehidupan sehari-hari.

2.  Menganalisis informasi (diketahui, ditanya, dan kalimat matematika) pada soal cerita pengurangan sampai 1.000.

3.  Melakukan operasi pengurangan bilangan cacah sampai 1.000 tanpa meminjam secara tepat.

4.  Melakukan operasi pengurangan bilangan cacah sampai 1.000 dengan teknik meminjam secara tepat.

5.  Memecahkan soal cerita kontekstual sehari-hari yang berkaitan dengan pengurangan bilangan cacah sampai 1.000.

6.  Menunjukkan sikap teliti, jujur, dan tekun dalam menghitung dan menyelesaikan soal cerita.

ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu:

1.  Memahami nilai tempat ratusan, puluhan, dan satuan pada bilangan cacah.

2.  Mengidentifikasi kata kunci pengurangan dalam soal cerita (seperti sisa, selisih, diberikan, rusak, pecah, dijual).

3.  Menghitung pengurangan susun pendek tanpa meminjam dengan tepat.

4.  Menghitung pengurangan susun pendek dengan teknik meminjam dengan tepat.

5.  Menuliskan langkah penyelesaian soal cerita kontekstual secara runtut (Diketahui, Ditanya, Dijawab, dan Kesimpulan).

6.  Menunjukkan kerapian dan ketelitian dalam mengerjakan latihan harian.

📚 MATERI POKOK

📖 Pengertian Pengurangan dan Nilai Tempat Bilangan Cacah sampai 1.000

Operasi Pengurangan Tanpa Meminjam

🔄 Operasi Pengurangan dengan Meminjam (Teknik Meminjam)

🧩 Langkah-Langkah Menganalisis dan Memecahkan Soal Cerita Kontekstual Pengurangan

🧩 MODEL / METODE PEMBELAJARAN

Penjelasan interaktif, pemecahan masalah (Problem-Based Learning), demonstrasi papan tulis, diskusi kelompok, latihan terbimbing, dan penugasan mandiri.

📝 MEDIA PEMBELAJARAN / ALAT PERAGA

Blok Dienes / Kantong Nilai Tempat (Ratusan, Puluhan, Satuan), Kartu Cerita Soal Matematika, Papan Tulis, LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik), dan Buku Pendamping Matematika.

💭 APERSEPSI

Alhamdulillah, anak-anak sholih dan sholihah, sekarang kita masuk ke pelajaran Matematika.

Guru menunjukkan sebuah kotak berisi 250 kelereng di depan kelas, lalu mengambil 30 kelereng.

Kemudian guru bertanya kepada peserta didik:

💭 "Anak-anak, jika Bu Guru mengambil kelereng dari dalam kotak, apakah jumlah kelereng bertambah atau berkurang?"

💭 "Pernahkah kalian membagikan kue atau jajanan kalian kepada teman?"

💭 "Apa yang terjadi pada sisa benda setelah diberikan kepada orang lain?"

Guru menjelaskan bahwa dalam kehidupan sehari-hari, pengurangan digunakan untuk menghitung sisa benda, selisih harga/jumlah, barang yang rusak, atau benda yang sudah diambil/diberikan kepada orang lain.

🌙 Penguatan Keimanan dan Ketakwaan

Allah Swt. mencintai hamba-Nya yang teliti, bersikap jujur, dan gemar berbagi. Ketika kita berbagi kebaikan, rezeki kita tidak akan berkurang di sisi Allah Swt. Belajar menghitung dengan cermat merupakan bagian dari menuntut ilmu yang bernilai ibadah. Yuk, kita belajar dengan teliti, jujur, dan penuh semangat!

📖 MATERI PEMBELAJARAN

1. Pengurangan Tanpa Meminjam

Pengurangan dilakukan dengan mengurangkan angka sesuai nilai tempatnya: satuan dikurang satuan, puluhan dikurang puluhan, dan ratusan dikurang ratusan.

Contoh 1:

Hitunglah 468−135=…

Langkah-langkah penyelesaian:

Satuan: 8−5=3

Puluhan: 6−3=3

Ratusan: 4−1=3

Hasil: 333

2. Pengurangan dengan MeminjamJika angka pada posisi atas lebih kecil daripada angka di bawahnya pada nilai tempat yang sama, maka kita perlu meminjam 1 puluhan (atau 1 ratusan) dari nilai tempat di sebelahnya.

Contoh 2:Hitunglah 652−237=…

Langkah-langkah penyelesaian:

Satuan: 2−7 (tidak bisa), maka pinjam 1 puluhan dari 5. Angka 2 menjadi 12, sedangkan angka 5 tersisa 4. Maka, 12−7=5.

Puluhan: 4−3=1

Ratusan: 6−2=4Hasil: 415

3. Langkah Menganalisis dan Menyelesaikan Soal Cerita Kontekstual

Untuk memecahkan soal cerita dengan benar, ikuti 4 langkah utama berikut:

Diketahui: Tuliskan informasi angka dan benda yang ada di dalam soal cerita.

Ditanya: Tuliskan pertanyaan yang ingin dicari jawabannya.

Dijawab: Buat kalimat matematika dan hitunglah menggunakan cara susun pendek.

Jadi (Kesimpulan): Tuliskan kalimat penutup sebagai jawaban akhir.

Contoh Soal Cerita:
Ahmad mempunyai 745 lembar kertas warna. Kertas tersebut digunakan untuk membuat kerajinan sekolah sebanyak 382 lembar. Berapa lembar sisa kertas warna Ahmad sekarang?

Penyelesaian:

Diketahui:Kertas awal Ahmad = 745 lembarKertas yang digunakan = 382 lembar

Ditanya: Berapa sisa kertas warna Ahmad?

Dijawab:745382363​−​​Jadi, sisa kertas warna Ahmad sekarang adalah 363 lembar.

📝 LATIHAN HARIANA.

Isilah titik-titik dengan jawaban yang tepat!

Hasil dari 487−153 adalah ....

Hasil dari 654−231 adalah ....

Pada pengurangan 532−128, angka satuan 2 meminjam 1 puluhan dari 3 sehingga nilai satuan menjadi ....

Hasil dari 760−325 adalah ....

Selisih antara 850 dan 320 adalah ....

B. Jawablah pertanyaan berikut dengan benar dan gunakan langkah penyelesaian soal cerita!

Hitunglah pengurangan 734−281 menggunakan cara susun pendek!

Sebuah perkebunan menghasilkan 945 buah jeruk. Sebanyak 568 buah jeruk diangkut ke kota menggunakan truk. Berapa sisa buah jeruk yang masih ada di perkebunan?

🔑 KUNCI JAWABAN

ISIAN :






REFLEKSI :

SENI RUPA

By elfida fida - Agustus 31, 2026 5 Comments

 

CLASS IV.B SD AL AZHAR 2


 


🎨 Menganalisis Desain pada Berbagai Karya Seni Rupa (Keseimbangan, Irama, dan Penekanan)

Hari/Tanggal: Selasa, 01 September 2026

Nama Guru: Elfida, S.Pd.

Fase/Kelas: B / IV B

Mata Pelajaran: Seni Rupa

Materi: Menganalisis Keseimbangan, Irama, dan Penekanan pada Berbagai Desain Karya Seni Rupa

🌸 Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas IV B! 💖

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah.

Pada pembelajaran Seni Rupa hari ini, kita akan belajar tentang menganalisis desain pada berbagai karya seni rupa. Kita akan mengamati bagaimana prinsip keseimbangan (balance), irama (rhythm), dan penekanan (emphasis/center of interest) diterapkan sehingga sebuah karya seni terlihat indah, harmonis, dan menarik.

Dengarkan penjelasan Bu Guru dengan baik, ikuti langkah-langkah pengamatan karya dengan teliti, berani bertanya, dan bersikap jujur serta percaya diri. 🌟

Tetap semangat belajar, ananda sholeh dan sholehah IV B!

Jadilah anak yang teliti, jujur, cermat, dan bertanggung jawab dalam setiap tugas. 📐✏️

📌 CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu mengamati, menganalisis, dan merespons unsur-unsur rupa serta prinsip-prinsip desain (keseimbangan, irama, dan penekanan) dalam berbagai karya seni rupa dua dimensi dan tiga dimensi dengan benar.

🎯 TUJUAN PEMBELAJARAN

Melalui kegiatan menyimak penjelasan, mengamati contoh gambar lukisan dan batik, berdiskusi, serta menganalisis karya secara mandiri, peserta didik mampu:

1.  Menjelaskan konsep dasar prinsip desain dalam karya seni rupa.

2.  Menganalisis unsur keseimbangan (simetris, asimetris, radial) pada karya seni rupa.

3.  Menganalisis unsur irama (pengulangan bentuk/warna) pada karya seni rupa.

4.  Menganalisis unsur penekanan (fokus utama/center of interest) pada karya seni rupa.

5.  Menunjukkan sikap teliti, jujur, dan apresiatif dalam menganalisis karya seni.

ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu:

1.  Memahami 3 prinsip utama desain: Keseimbangan, Irama, dan Penekanan.

2.  Mengidentifikasi letak keseimbangan pada lukisan atau ragam hias batik.

3.  Menemukan pola pengulangan (irama) garis, bentuk, atau warna pada karya seni.

4.  Menentukan bagian objek yang menjadi pusat perhatian (penekanan) dalam sebuah karya.

5.  Menuliskan hasil analisis karya seni rupa secara tertata dan rapi pada lembar latihan.

📚 MATERI POKOK

📖 Pengertian Prinsip Desain Seni Rupa

⚖️ Analisis Keseimbangan (Simetris, Asimetris, dan Radial)

🎵 Analisis Irama (Pengulangan Unsur Rupa secara Teratur/Bervariasi)

🎯 Analisis Penekanan (Pusat Perhatian / Center of Interest)

🧩 MODEL / METODE PEMBELAJARAN

Penjelasan interaktif, pengamatan visual (apresiasi seni), diskusi kelompok, latihan terbimbing, dan penugasan analisis mandiri.

📝 MEDIA PEMBELAJARAN / ALAT PERAGA

Contoh Lukisan Pemandangan, Kain Batik Nusantara, Poster Seni Rupa, Papan Tulis, LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik), dan Buku Pendamping Seni Rupa.

💭 APERSEPSI

Alhamdulillah, anak-anak sholih dan sholihah, sekarang kita masuk ke pelajaran Seni Rupa.

Guru menunjukkan dua buah gambar di depan kelas: sebuah gambar kain batik mega mendung dan sebuah lukisan pemandangan gunung dengan matahari merah terang di tengahnya.

Kemudian guru bertanya:

💭 "Anak-anak, mengapa ketika kita melihat kain batik, polanya terlihat sangat rapi dan enak dipandang?"

💭 "Ketika melihat lukisan ini, bagian mana yang pertama kali menarik perhatian mata kalian? Mengapa?"

💭 "Apakah sisi kanan dan sisi kiri lukisan ini terlihat seimbang?"

Guru menjelaskan bahwa keindahan karya seni diciptakan melalui pengatur desain yang matang menggunakan prinsip keseimbangan, irama, dan penekanan.

🌙 Penguatan Keimanan dan Ketakwaan

Allah Swt. adalah Zat Yang Mahaindah dan mencintai keindahan. Seluruh alam semesta diciptakan Allah dengan keseimbangan dan keteraturan yang luar biasa, mulai dari pergantian siang dan malam hingga indahnya warna-warni bunga. Belajar mengamati keindahan karya seni dan mengapresiasinya dengan cermat merupakan bentuk rasa syukur kita atas keagungan ciptaan Allah Swt. Yuk, kita belajar dengan teliti, jujur, dan penuh semangat!

📖 MATERI PEMBELAJARAN

1. Keseimbangan (Balance)

Keseimbangan adalah kesan kesamaan bobot visual antara bagian kiri-kanan atau atas-bawah dari suatu karya seni rupa.

  • Keseimbangan Simetris: Bagian kiri dan kanan persis sama (seperti cermin). Contoh: Bentuk candi, pola batik tertentu.
  • Keseimbangan Asimetris: Bagian kiri dan kanan tidak sama bentuknya, namun tetap terasa seimbang secara visual. Contoh: Lukisan pohon besar di kiri dan beberapa batu kecil di kanan.
  • Keseimbangan Radial (Melingkar): Unsur seni disusun melingkar memancar dari titik pusat. Contoh: Motif ukiran piring hias atau bunga matahari.

2. Irama (Rhythm)

Irama adalah pengulangan satu atau lebih unsur rupa (garis, bentuk, atau warna) secara teratur atau bervariasi sehingga menciptakan kesan gerakan yang dinamis.

  • Irama Teratur: Pengulangan bentuk dan ukuran yang sama secara berulang. Contoh: Pola garis-garis pada kain tenun atau motif batik parang.
  • Irama Bervariasi: Pengulangan bentuk dari kecil ke besar atau perubahan warna secara bertahap (gradasi). Contoh: Lukisan gelombang laut yang bergulung-gulung.

3. Penekanan (Emphasis / Center of Interest)

Penekanan adalah bagian dari karya seni yang dibuat paling menonjol atau paling kontras untuk menjadi pusat perhatian utama bagi orang yang melihatnya.

  • Penekanan dapat dibuat dengan cara:
    • Memberikan warna yang paling terang/berbeda dari sekitarnya.
    • Membuat ukuran objek utama jauh lebih besar dibanding objek pendukung.
    • Meletakkan objek utama di bagian tengah karya.
  • Contoh: Pada lukisan hutan berdaun hijau, terdapat satu ekor burung berwarna merah menyala. Burung merah tersebut merupakan bagian penekanan.

📝 LATIHAN HARIAN

A. Isilah titik-titik dengan jawaban yang tepat!

1.  Prinsip seni rupa yang memberikan kesan kesamaan bobot visual pada karya disebut ....

2.  Keseimbangan yang bagian kiri dan kanannya persis sama dinamakan keseimbangan ....

3.  Pengulangan unsur garis, bentuk, atau warna secara berulang dan teratur menciptakan ....

4.  Bagian karya seni rupa yang sengaja dibuat menonjol agar menjadi pusat perhatian utama disebut ....

5.  Mewarnai objek utama dengan warna terang di antara latar belakang bernuansa gelap merupakan cara untuk membuat ....

B. Jawablah pertanyaan berikut dengan benar dan runtut!

1.  Sebutkan 3 jenis keseimbangan dalam karya seni rupa!

2.  Amatilah lukisan pemandangan berikut: Di tengah sawah hijau yang luas, terdapat seorang petani memakai caping berwarna kuning emas yang mencolok. Analisislah mana yang menjadi keseimbangan, irama, dan penekanan pada gambaran tersebut!

🔑 KUNCI JAWABAN

 

🔑 KUNCI JAWABAN

A. Isian

1.  Keseimbangan (Balance)

2.  Simetris

3.  Irama (Rhythm)

4.  Penekanan (Emphasis / Center of Interest)

5.  Penekanan / Pusat perhatian

B. Uraian

1.  Tiga jenis keseimbangan:

o    Keseimbangan Simetris

o    Keseimbangan Asimetris

o    Keseimbangan Radial (Melingkar)

2.  Hasil Analisis Karya:

o    Keseimbangan: Keseimbangan asimetris antara hamparan sawah di sisi kiri-kanan dan posisi petani.

o    Irama: Pengulangan petak-petak sawah hijau dan tanaman padi yang berderet rapi.

o    Penekanan: Petani bercaping kuning emas (karena warnanya kontras/mencolok dibanding warna hijau hamparan sawah di sekitarnya).

🌈 KESIMPULAN

Hari ini kita telah belajar menganalisis desain pada berbagai karya seni rupa:

  • Keseimbangan (Balance): Menata bagian kiri-kanan atau atas-bawah karya agar terasa seimbang (simetris, asimetris, radial).
  • Irama (Rhythm): Mengulang bentuk, garis, atau warna secara teratur/bervariasi untuk memberikan kesan alur gerak yang indah.
  • Penekanan (Emphasis): Menonjolkan salah satu objek menjadi center of interest (pusat perhatian) melalui kontras warna, ukuran, atau tata letak.

💭 REFLEKSI

Setelah belajar hari ini, mari kita tanyakan kepada diri sendiri:

IPAS

By elfida fida - Agustus 31, 2026 5 Comments

 

CLASS IV.B SD AL AZHAR 2

 

 



💪 Pengaruh Gaya terhadap Bentuk Benda

Hari/Tanggal: Selasa, 01 September 2026

Nama Guru: Elfida, S.Pd.

Fase/Kelas: B / IV B

Mata Pelajaran: IPAS / Sains

Materi: Menjelaskan Pengaruh Gaya terhadap Bentuk Benda serta Menyelesaikan Masalah Sehari-hari

🌸 Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas IV B! 💖

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah.

Pada pembelajaran hari ini, kita akan belajar tentang pengaruh gaya terhadap bentuk benda. Kita akan mengamati bagaimana dorongan, tarikan, tekanan, dan remasan yang kita berikan dapat mengubah bentuk suatu benda di sekitar kita.

Dengarkan penjelasan Bu Guru dengan baik, ikuti langkah-langkah pengamatan dengan teliti, berani bertanya, dan bersikap jujur serta percaya diri. 🌟

Tetap semangat belajar, ananda sholeh dan sholehah IV B!

📌 CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu memanfaatkan gaya untuk membantu menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari, serta menjelaskan bagaimana gaya (dorongan atau tarikan) dapat merubah bentuk, arah, dan kecepatan gerak benda dengan benar.

🎯 TUJUAN PEMBELAJARAN

Melalui kegiatan menyimak penjelasan, mengamati demonstrasi, berdiskusi, dan melakukan percobaan sederhana, peserta didik mampu:

1.  Menjelaskan konsep gaya sebagai dorongan atau tarikan pada benda.

2.  Menganalisis pengaruh gaya terhadap perubahan bentuk berbagai jenis benda.

3.  Mengidentifikasi contoh-contoh perlakuan gaya yang mengubah bentuk benda dalam kehidupan sehari-hari.

4.  Menunjukkan sikap teliti, jujur, dan tekun dalam melakukan pengamatan dan mengerjakan latihan.

ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu:

1.  Memahami definisi gaya dalam bentuk dorongan, tarikan, tekanan, atau remasan.

2.  Mengamati perubahan bentuk benda elastis dan plastis saat diberikan gaya.

3.  Membedakan jenis perlakuan gaya (menekan, meremas, menarik, memukul, atau memotong) yang mempengaruhi bentuk benda.

4.  Menganalisis kejadian sehari-hari yang memanfaatkan perubahan bentuk benda akibat gaya.

5.  Menunjukkan kerapian dan ketelitian dalam mencatat hasil pengamatan dan mengerjakan latihan.

📚 MATERI POKOK

📖 Pengertian Gaya dan Jenis Perlakuan Gaya

💥 Pengaruh Gaya Memukul, Menekan, Meremas, dan Memotong terhadap Bentuk Benda

🔄 Perbedaan Benda Elastis (Kembali ke Bentuk Semula) dan Benda Plastis (Bentuk Permanen)

🧩 Penerapan Perubahan Bentuk Benda dalam Kehidupan Sehari-hari

🧩 MODEL / METODE PEMBELAJARAN

Penjelasan interaktif, demonstrasi langsung, eksperimen/percobaan sederhana, diskusi kelompok, dan penugasan mandiri.

📝 MEDIA PEMBELAJARAN / ALAT PERAGA

Plastisin/Lilin Mainan, Kaleng Minuman Bekas, Kertas, Karet Gelang, Spons, Papan Tulis, LKPD, dan Buku Pendamping IPAS.

💭 APERSEPSI

Alhamdulillah, anak-anak sholih dan sholihah, sekarang kita masuk ke pelajaran IPAS.

Guru menunjukkan satu buah kaleng minuman yang masih utuh dan selembar kertas di depan kelas, kemudian Guru meremas kaleng dan meremas kertas tersebut.

Kemudian guru bertanya:

💭 "Anak-anak, apa yang terjadi pada kaleng dan kertas ini setelah Bu Guru remas?"

💭 "Pernahkah kalian membuat kerajinan dari plastisin atau lilin mainan?"

💭 "Mengapa plastisin yang tadinya berbentuk kotak bisa berubah menjadi bentuk hewan atau bunga?"

Guru menjelaskan bahwa gaya dalam bentuk remasan, dorongan, atau tekanan yang kita berikan dapat menyebabkan bentuk suatu benda berubah.

🌙 Penguatan Keimanan dan Ketakwaan

Allah Swt. menciptakan berbagai benda di bumi dengan sifat-sifat yang luar biasa untuk dimanfaatkan oleh manusia. Ketika kita memanfaatkan gaya dengan bijak—seperti membuat kerajinan atau mengolah makanan—kita sedang menggunakan akal pikiran yang diberikan Allah Swt. Belajar mengamati alam dengan cermat merupakan bagian dari menuntut ilmu yang bernilai ibadah. Yuk, kita belajar dengan teliti, jujur, dan penuh semangat!

📖 MATERI PEMBELAJARAN

1. Apa Itu Gaya dan Bentuk Benda?

Gaya adalah tarikan atau dorongan yang diberikan kepada suatu benda. Gaya dapat menyebabkan benda bergerak, berhenti, berbelok arah, maupun berubah bentuknya.

2. Cara Gaya Mengubah Bentuk Benda

Bentuk benda dapat berubah ketika diberikan gaya melalui berbagai cara perlakuan:

  • Meremas: Contohnya meremas kertas menjadi bola kertas atau meremas botol plastik bekas.
  • Menekan: Contohnya menekan plastisin/tanah liat hingga gepeng atau menekan spons.
  • Memukul: Contohnya memukul kaleng minuman dengan palu hingga pipih.
  • Menarik: Contohnya menarik karet gelang atau pegas hingga membentang lebih panjang.
  • Memotong: Contohnya memotong buah semangka atau memotong kayu dengan gergaji.

3. Sifat Benda Saat Dikenai Gaya

Berdasarkan kemampuannya kembali ke bentuk semula setelah gaya dihilangkan, benda dibedakan menjadi:

  • Benda Elastis: Benda yang dapat kembali ke bentuk semula setelah gaya dihilangkan.
    • Contoh: Karet gelang, spons, pegas/per.
  • Benda Plastis/Non-Elastis: Benda yang tidak dapat kembali ke bentuk semula dan mengalami perubahan bentuk secara permanen setelah dikenai gaya.
    • Contoh: Plastisin, tanah liat, kaleng yang penyok, telur yang pecah.

Silahkan simak video pembelajaran di bawah ini:



📝 LATIHAN HARIAN

A. Isilah titik-titik dengan jawaban yang tepat!

1.  Tarikan atau dorongan yang diberikan kepada suatu benda dinamakan ....

2.  Botol plastik bekas yang diremas akan mengalami perubahan ....

3.  Benda yang dapat kembali ke bentuk semula setelah ditarik atau ditekan disebut benda ....

4.  Saat ibu membuat adonan kue donat dengan menekan dan menguleni adonan, pengaruh gaya yang terjadi adalah mengubah ....

5.  Karet gelang yang ditarik akan bertambah panjang, hal ini membuktikan bahwa gaya tarikan mempengaruhi .... benda.

B. Jawablah pertanyaan berikut dengan benar!

1.  Sebutkan 3 contoh kegiatan sehari-hari yang menunjukkan bahwa gaya dapat mengubah bentuk benda!

2.  Ahmad memukul telur ayam dengan sendok hingga cangkangnya pecah. Jelaskan perlakuan gaya apa yang diberikan Ahmad dan apa akibatnya terhadap bentuk telur tersebut!

🔑 KUNCI JAWABAN

A. Isian

1.  Gaya

2.  Bentuk (menjadi penyok)

3.  Elastis

4.  Bentuk adonan

5.  Bentuk / Ukuran

B. Uraian

1.  Contoh kegiatan sehari-hari yang menunjukkan gaya mengubah bentuk benda:

o    Meremas kertas bekas menjadi bola kertas.

o    Menekan plastisin/tanah liat menjadi patung atau mainan.

o    Memotong buah atau sayuran menggunakan pisau.

2.  Ahmad memberikan gaya pukulan/tekanan menggunakan sendok. Akibatnya, cangkang telur yang tadinya bulat utuh menjadi retak dan pecah (berubah bentuk secara permanen).

🌈 KESIMPULAN

Hari ini kita telah belajar tentang pengaruh gaya terhadap bentuk benda:

  • Gaya dapat berupa tarikan, dorongan, tekanan, atau remasan.
  • Pengaruh gaya terhadap benda: Salah satu pengaruh utama gaya adalah dapat mengubah bentuk benda.
  • Perlakuan seperti meremas, menekan, memukul, menarik, dan memotong dapat merubah bentuk benda elastis (sementara) maupun benda plastis (permanen).

💭 REFLEKSI

SENI RUPA

  CLASS IV.B SD AL AZHAR 2   🎨 Menganalisis Desain pada Berbagai Karya Seni Rupa (Keseimbangan, Irama, dan Penekanan) Hari/Tanggal: Rabu ,...

 

Elfida Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea