Senin, 28 Juli 2025

MATEMATIKA, SENI RUPA, P PANCASILA

By elfida fida - Juli 28, 2025 3 Comments

 GURU KELAS VI.A : ELFIDA, S.Pd

MATERI AJAR KELAS IV. B UNTUK HARI SELASA TANGGAL 29 JULI 2025



 


Selamat pagi,,,,Tabik pun

Assalamualaikum.wr.wb anak sholeh/sholeha IV.B apa kabar hari ini?Alhamdulillah semoga kita semua selalu sehat dan selalu dalam lindungan Allah SWT.aamiin ya Robbal allamin. Jangan lupa sebelum belajar dengarkan tausiah dan rangkum isinya kemudian tadarus dan shalat dhuha.

A.     TUJUAN PEMBELAJARAN

 ELEMEN DAN CAPAIAN PEMBELAJARAN:

SENI RUPA: MENGALAMI

TUJUAN PEMBELAJARAN:
Mengidentifikasi berbagai unsur rupa (titik, garis, bidang, bentuk, warna, tekstur, dan gelap terang) yang ada di lingkungan sekitar.

ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN:
Peserta didik mengamati dan mengenal unsur rupa seperti titik, garis, bidang, dan bentuk melalui benda atau objek di lingkungan sekitar

M  MATERI AJAR:
    Pengertian Seni Rupa

Se Seni Rupa adalah cabang seni yang dapat dilihat dan diraba. Seni rupa menggunakan unsur-unsur seperti garis, bentuk, warna, dan tekstur untuk menciptakan suatu karya yang indah dan bermakna.


   Unsur-Unsur Seni Rupa

1. Titik

  • Titik adalah unsur seni rupa yang paling dasar.

  • Dari titik, bisa berkembang menjadi garis, bentuk, dan bidang.

C  Contoh: Titik-titik kecil dalam lukisan pointilis.



2. Garis

  • Garis adalah pertemuan antara dua titik atau goresan memanjang.

  • Jenis garis: lurus, lengkung, zig-zag, spiral.

F Fungsi: Membentuk gambar dan menunjukkan arah atau gerak.


3. Bentuk (Shape)

  • Bentuk adalah hasil dari penggabungan garis yang membentuk bidang.

  • Ada dua jenis bentuk:

    • Geometris (kotak, segitiga, lingkaran)

    • Organik (bebas, seperti bentuk daun, awan)


4. Bidang

  • Bidang adalah bentuk dua dimensi yang mempunyai panjang dan lebar.

  • Terbentuk dari pertemuan beberapa garis.

C  Contoh: Bidang datar pada lukisan.


5. Ruang

  • Ruang adalah kesan tiga dimensi pada karya seni.

  • Dalam gambar, ruang bisa ditunjukkan dengan teknik bayangan atau perspektif.

Co Contoh: Ruangan pada gambar rumah, pohon yang tampak jauh dan dekat.


6. Warna

  • Warna memberikan keindahan dan emosi pada karya seni.

  • Jenis warna:

    • Primer: Merah, biru, kuning

    • Sekunder: Campuran warna primer

    • Tersier: Campuran primer dan sekunder


7. Tekstur

  • Tekstur adalah kesan permukaan benda, bisa halus atau kasar.

  • Ada dua macam:

    • Tekstur nyata: Bisa diraba (misalnya pahatan kayu)

    • Tekstur semu: Hanya tampak seperti nyata (misalnya lukisan pasir)


8. Gelap Terang

  • Unsur ini menunjukkan intensitas cahaya pada suatu karya.

  • Digunakan untuk memberi efek volume atau kedalaman.

C  Contoh: Bayangan pada lukisan wajah.

    CONTOH GAMBAR

  1. Titik dan Garis

    • Buat gambar dari titik-titik saja.

    • Buat berbagai jenis garis: lurus, patah, melingkar, zig-zag.

  2. Bidang dan Bentuk

    • Gambar bentuk rumah dari kombinasi bidang (persegi dan segitiga).

    • Gambar hewan dari gabungan bentuk-bentuk sederhana.

  3. Warna dan Tekstur

    • Warnai gambar dengan gradasi.

    • Beri kesan tekstur pada gambar daun atau kayu.

MAPEL MATEMMATIKA

ELEMEN: BILANGAN

TUJUAN PEMBELAJARAN:

Murid mampu membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, menggunakan nilai tempat, melakukan komposisi dan dekomposisi bilangan dengan tepat.

ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN:

Peserta didik dapat membandingkan dan mengurutkan bilangan cacah sampai 10.000 dengan tepat.

MATERI AJAR MATEMATIKA

MEMBANDINGKAN BILANGAN CACAH

Cara Membandingkan:

  1. Lihat jumlah angka (digit)

    • Bilangan yang digitnya lebih banyak biasanya lebih besar.
      Contoh: 456 > 78

  2. Jika digit sama, bandingkan dari kiri ke kanan

    • Bandingkan angka dari nilai tempat tertinggi (ratusan, puluhan, satuan).
      Contoh:
      352 dan 328

      • Sama-sama 3 ratusan → bandingkan puluhan: 5 > 2 → jadi 352 > 328

Simbol Perbandingan:

  • > (lebih besar dari)

  • < (lebih kecil dari)

  • = (sama dengan)

Contoh Soal:

  1. 340 ___ 298 → 340 > 298

  2. 785 ___ 785 → 785 = 785

  3. 120 ___ 150 → 120 < 150


MENGURUTKAN BILANGAN CACAH

1. Dari KECIL ke BESAR (Naik / Ascending):

  • Urutkan dari bilangan yang paling kecil ke paling besar.
    Contoh:
    Urutkan: 432, 219, 101, 850
    Jawaban: 101, 219, 432, 850

2. Dari BESAR ke KECIL (Turun / Descending):

  • Urutkan dari bilangan yang paling besar ke paling kecil.
    Contoh:
    Urutkan: 125, 487, 391, 74
    Jawaban: 487, 391, 125, 74


LATIHAN SOAL

A. Berilah tanda <, >, atau = pada perbandingan berikut:

  1. 456 ___ 654

  2. 789 ___ 789

  3. 998 ___ 889

  4. 310 ___ 301

  5. 1.000 ___ 999

B. Urutkan bilangan berikut dari KECIL ke BESAR:

  1. 345, 123, 567, 234

  2. 765, 543, 678, 345

  3. 890, 120, 999, 300

C. Urutkan bilangan berikut dari BESAR ke KECIL:

  1. 111, 999, 444, 222

  2. 800, 700, 600, 900

  3. 150, 250, 50, 350


A.     TUJUAN PEMBELAJARAN

ELEMEN DAN CAPAIAN PEMBELAJARAN :
Pendidikan Pancasila
Murid mampu memahami dan menjelaskan makna sila-sila Pancasila serta menceritakan contoh penerapan sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan perkembangan dan konteks peserta didik. Peserta didik mampu menerapkan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.

 TUJUAN PEMBELAJARAN :

Peserta didik dapat memahami makna dan nilai-nilai Pancasila serta proses perumusannya

sebagai dasar negara, pandangan hidup bangsa dan ideologi Negara. 

ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP) :
Peserta didik memahami sejarah pembentukan BPUPKI dan PPKI

Gagasan Perumusan Dasar Negara

Selaku ketua Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPK), dr.Radjiman Wedyodiningrat dari mulai sidang mengajukan suatu masalah sebagai agenda utamanya. Masalah tersebut merupakan hal penting dan mendasar dalam suatu negara yang baru terbentuk. Dalam sidang BPUPK tersebut, proses perumusan dasar negara Indonesia dimulai. Pada pembicaraan rumusan calon dasar negara majulah beberapa orang pembicara dalam sidang tersebut, diantaranya Mr. Muhammad Yamin, Prof. Dr. Mr. Soepomo, dan Ir. Soekarno untuk memaparkan gagasannya. Gagasan tersebut kemudian dimusyawarahkan dan disepakati hingga akhirnya bernama Pancasila yang menjadi dasar negara Indonesia merdeka. Gagasan dari ketiga tokoh tersebut dijabarkan dalam uraian berikut ini.

a) Mr. Muhammad Yamin

Pada pelaksanaan sidang pertama BPUPK tanggal 29 Mei 1945, peristiwa ini menjadi tonggak sejarah karena pada saat itu yang mendapat kesempatan pertama berbicara adalah Mr. Muhammad Yamin untuk menyampaikan mengenai buah pikirannya tentang dasar negara. Pidatonya berisi lima asas dasar negara Indonesia Merdeka, yaitu:

(1) Peri Kebangsaan.

(2) Peri Kemanusiaan.

(3) Peri Ketuhanan.

(4) Peri Kerakyatan.

(5) Kesejahteraan Rakyat.


b) Prof. Dr. Mr. Soepomo

Selanjutnya tampil Prof. Dr. Mr. Soepomo berpidato di hadapan sidang BPUPK pada tanggal 31 Mei 1945. Dalam pidatonya beliau menyampaikan usulan tentang dasar negara Indonesia merdeka yang terdiri dari lima gagasan:

(1) Persatuan

(2) Kekeluargaan

(3) Keseimbangan lahir batin

(4) Musyawarah

(5) Keadilan rakyat

c) Ir. Soekarno (1 Juni 1945)

Di hadapan sidang BPUPK, Ir. Soekarno menyampaikan pandangan dan pidatonya pada tanggal 1 Juni 1945. Usulan secara lisan berupa lima asas yang diajukan dalam pidatonya sebagai bentuk

dasar negara Indonesia. Adapun rumusan dasar negara tersebut adalah sebagai berikut:

(1) Nasionalisme atau Kebangsaan Indonesia.

(2) Internasionalisme atau Perikemanusiaan.

(3) Mufakat atau Demokrasi.

(4) Kesejahteraan sosial.

(5) Ketuhanan yang berkebudayaan.


Ir. Soekarno mengatakan bahwa saran dari salah seorang ahli bahasa, lima asas di atas diusulkan agar diberi nama “Pancasila”. Istilah “Pancasila” sebagai dasar negara tersebut diterima oleh sidang secara penuh. Selanjutnya, beliau mengungkapkan usulan bahwa kelima sila tersebut dapat diperas lagi menjadi Tri Sila yang rumusannya:

(1) Sosio Nasionalisme, yaitu Nasionalisme dan Internasionalisme.

(2) Sosio Demokrasi, yaitu Demokrasi dengan Kesejahteraan Rakyat.

(3) Ketuhanan Yang Maha Esa.

Kemudian, Ir. Soekarno menyampaikan kembali bahwa Tri Sila tersebut masih dapat diperas lagi menjadi Eka Sila atau satu sila yang intinya adalah “gotong-royong.


Kesimpulan materi:

Pancasila adalah dasar negara Indonesia yang terdiri dari lima sila. Sebelum menjadi seperti sekarang, Pancasila dirumuskan melalui beberapa tahap penting oleh para tokoh pendiri bangsa. Proses perumusan ini terjadi pada masa sidang-sidang penting menjelang kemerdekaan Indonesia, seperti sidang BPUPKI dan PPKI.

Beberapa tokoh penting yang terlibat dalam perumusan Pancasila antara lain:

  • Ir. Soekarno

  • Moh. Yamin

  • Dr. Soepomo

Akhirnya, pada tanggal 18 Agustus 1945, Pancasila secara resmi disahkan sebagai dasar negara Indonesia dan tercantum dalam Pembukaan UUD 1945.

 MEDIA/SUMBER PEMBELAJARAN:

- Buku MAPEL IPAS, SENI RUPA KELAS IV

- LCD

- GAMBAR

- VIDEO

- Daun-daunan

*METODE PEMBELAJARAN:

- Ceramah, tanya jawab, pengamatan, diskusi, PBL

R REFLEKSI/KESIMPULAN:

   Alhamdulillah pembelajaran hari ini materi matematika Pancasila dan seni rupa berjalan dengan baik dan alhamdulillah anak-anak masih semangat dalam mengikuti pembelajaran terutama matematika anak-anak sangat memahami apa yang diajarkan oleh guru karena menggunakan alat media langsung jadi mereka lebih cepat memahami materi diajarkan kemudian guru Memberikan latihan kepada murid berupa lkpd dan hasil dari yang dicapai oleh para murid Alhamdulillah hampir semua mendapatkan nilai yang terbaik.

   Berikut dokumentasi kegiatan pembelajaran hari ini:

    

























Minggu, 27 Juli 2025

MATEMATIKA, BAHASA INDONESIA

By elfida fida - Juli 27, 2025 5 Comments

 GURU KELAS VI.A : ELFIDA, S.Pd

MATERI AJAR KELAS IV.B UNTUK HARI SENIN TANGGAL 28 JULI 2025



 


Selamat pagi,,,,Tabik pun

Assalamualaikum.wr.wb anak sholeh/sholeha IV.B apa kabar hari ini?Alhamdulillah semoga kita semua selalu sehat dan selalu dalam lindungan Allah SWT.aamiin ya Robbal allamin. Jangan lupa sebelum belajar dengarkan tausiah dan rangkum isinya kemudian tadarus dan shalat dhuha.

MAPEL MATEMMATIKA

ELEMEN: BILANGAN

TUJUAN PEMBELAJARAN:

Peserta didik mampu membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, menggunakan nilai tempat, melakukan komposisi dan dekomposisi bilangan dengan tepat.

ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN:

 Peserta didik dapat menentukan nilai tempat bilangan cacah sampai 10.000 dengan tepat

.

MATERI: NILAI TEMPAT DAN NILAI ANGKA

 PENGERTIAN

1. Nilai Tempat
Nilai tempat adalah posisi suatu angka dalam sebuah bilangan.

Contoh nilai tempat (dari kanan ke kiri):

  • Satuan

  • Puluhan

  • Ratusan

  • Ribuan

  • Puluh ribuan

  • Ratus ribuan

  • Jutaan


2. Nilai Angka
Nilai angka adalah nilai suatu angka sesuai dengan posisi atau tempatnya dalam bilangan.

Contoh:
Bilangan 4.732.615

AngkaNilai TempatNilai Angka
4Jutaan4.000.000
7Ratus ribuan700.000
3Puluh ribuan30.000
2Ribuan2.000
6Ratusan600
1Puluhan10
5Satuan5

 CARA MENENTUKAN NILAI TEMPAT DAN NILAI ANGKA

Langkah-langkah:

  1. Lihat posisi angka dari kanan ke kiri.

  2. Tentukan posisi angka itu (misalnya satuan, puluhan, ratusan, dst).

  3. Kalikan angka tersebut dengan nilai tempatnya.

Contoh soal:
Tentukan nilai tempat dan nilai angka dari angka 6 pada bilangan 634.871

Jawaban:

  • Nilai tempat: Ratusan ribuan

  • Nilai angka: 600.000

RANGKUMAN

  • Nilai tempat menunjukkan posisi angka.

  • Nilai angka menunjukkan nilai sebenarnya dari angka berdasarkan posisinya.

  • Posisi angka (dari kanan ke kiri): satuan, puluhan, ratusan, ribuan, puluh ribuan, ratus ribuan, jutaan.

MAPEL BAHASA INDONESIA

ELEMEN: MENYIMAK

TUJUAN PEMBELAJARAN:
Melalui kegiatan menyimak cerita yang dibacakan, peserta didik dapat menemukan, menyimpulkan informasi, serta menyampaikan kembali simpulannya dengan tepat.

ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN:
Peserta didik dapat mengidentifikasi ide pokok (gagasan) lisan, informasi dari media audio, teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengar)

M  MATERI AJAR KALIMAT TRANSITIF DAN INTRANSITIF
  

A. PENGERTIAN

1. Kalimat Transitif

Kalimat transitif adalah kalimat yang memiliki objek.
Ciri-cirinya:

  • Menggunakan kata kerja (verba) transitif

  • Selalu diikuti oleh objek (yang terkena tindakan)

Contoh:

  • Ibu membeli sayur di pasar.
    → Kata kerja: membeli
    → Objek: sayur

  • Dita menulis surat untuk nenek.
    → Kata kerja: menulis
    → Objek: surat


2. Kalimat Intransitif

Kalimat intransitif adalah kalimat yang tidak memiliki objek.
Ciri-cirinya:

  • Menggunakan kata kerja (verba) intransitif

  • Tidak perlu objek untuk melengkapi kalimat

  • Biasanya diikuti keterangan tempat, waktu, atau cara (bukan objek)

Contoh:

  • Ayah berangkat ke kantor.
    → Kata kerja: berangkat
    → Tidak ada objek

  • Anak-anak bermain di halaman.
    → Kata kerja: bermain
    → Tidak ada objek


 B. PERBEDAAN TRANSITIF & INTRANSITIF

PerbedaanKalimat TransitifKalimat Intransitif
Memiliki objek?YaTidak
Kata kerja (verba)Membutuhkan objekTidak membutuhkan objek
ContohIbu membaca buku.Ibu tidur di kamar.

RANGKUMAN

  • Kalimat transitif memerlukan objek.

  • Kalimat intransitif tidak memerlukan objek.

  • Mengenal jenis kalimat membantu kita menyusun kalimat lengkap dan benar.

LATIHAN SOAL

Tentukan apakah kalimat berikut transitif atau intransitif!

  1. Nia menyapu halaman setiap pagi.

  2. Adik menangis di kamar.

  3. Kakek memelihara ayam dan bebek.

  4. Burung itu terbang tinggi.

  5. Danu membawa tas baru ke sekolah.

M  MEDIA/SUMBER PEMBELAJARAN:

- Buku MAPEL MATEMATIKA, BAHASA INDONESIA KELAS IV

- LCD

- GAMBAR

- VIDEO

- PPT

METODE PEMBELAJARAN:

- Ceramah, tanya jawab, pengamatan, diskusi, PBL

R REFLEKSI/KESIMPULAN:   

Alhamdulillah kegiatan pembelajaran hari ini mata pelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia berjalan dengan baik dan lancar dan murid-murid pun sangat antusias dalam belajar. Dalam pelajaran matematika materi nilai tempat dan nilai angka tadi diadakan game pembelajaran Alhamdulillah mereka sangat senang dengan  pelajaran tersebut dan mereka memahami materi yang diajarkan lewat permainan ini. Kemudian pembelajaran bahasa Indonesia materi tentang kalimat transitif dan intransitif juga ada permainan menyusun kata-kata yang dibuat di kertas karton kemudian anak-anak menyusun menjadi sebuah kalimat transitif dan  materi inipun murid memahaminya dengan baik.
Berikut dokumentasi kegiatan pembelajaran hari ini:















BAHASA INDONESIA

CLASS IV.B SD AL AZAHAR 2   Memahami Teks Petunjuk Rambu Lalu Lintas dan Pentingnya Menaatinya Hari/Tanggal: Senin, 07 September 2026 Nama G...

 

Elfida Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea