Selasa, 11 Maret 2025

TEMA 9 SUBTEMA 3 (IPA DAN BAHASA INDONESIA)

By elfida fida - Maret 11, 2025 0 Comments

 GURU KELAS VI.A : ELFIDA, S.Pd

MATERI AJAR KELAS VI. A UNTUK HARI RABU TANGGAL 12 MARET 2025



 


Selamat pagi,,,,Tabik pun

Assalamualaikum.wr.wb anak sholeh/sholeha VI. A, apa kabar hari ini?Alhamdulillah semoga kita semua selalu sehat dan selalu dalam lindungan Allah SWT.aamiin ya Robbal allamin. Jangan lupa sebelum belajar dengarkan tausiah dan rangkum isinya kemudian tadarus dan shalat dhuha.

A.     TUJUAN PEMBELAJARAN

1.     Dengan membaca bacaan, Peserta didik dapat menentukan persamaan dan perbedaan antara komet dan planet.

2.     Dengan membaca isi surat tentang Tempat Tanpa Bayangan, Peserta didik dapat menentukan unsur-unsur intrinsik cerita dan menceritakan pengalaman pribadi pada saat berada di tempat wisata.

3.     Dengan berdiskusi tentang jenis-jenis patung konstruksi, Peserta didik mencari informasi untuk menganalisis tema, alat dan bahan yang digunakan untuk membuat patung konstruksi.

TEMA 9                             : MENJELAJAH ANGKASA LUAR

SUBTEMA 3                     : TOKOH PENJELAJAH ANGKASA LUAR

       PEMBELAJARAN           : 1 DAN 2

MUATAN IPA (KD.3.7 DAN 4.7) 

KOMET DAN PLANET

Komet adalah salah satu benda langit menyerupai bintang, tetapi memiliki ekor dan tidak dapat mengeluarkan cahayanya sendiri.

Ketika komet mendekati matahari, materi-materi dalam inti komet akan menguap dan membentuk bola gas kebiru-biruan dengan ekor berwarna putih.

Materi dalam inti komet tersebut terdiri dari debu sepanjang jutaan kilometer. Oleh karena itu, orang Yunani menyebut komet sebagai si rambut panjang. Dalam bahasa Yunani, komet disebut kometes, di mana kata tersebut merupakan asal kata dari komet.

Selain komet komet, semua benda langit juga turut mengitari matahari. Benda langit tersebut mengelilingi matahari dalam jalurnya masing-masing yang disebut sebagai orbit.

Berdasarkan orbit bumi terhadap matahari, terdapat beberapa planet yang berada di dalam orbit bumi. Planet-planet dalam orbit bumi tersebut disebut dengan planet inferior, yaitu Merkurius dan Venus.

Sementara itu, planet-planet yang berada di luar orbit bumi disebut planet superior, yang terdiri dari Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.

Perbedaan yang paling menonjol antara komet dan planet ialah:

1. Komet

Komet memiliki orbit berbentuk parabola yang lebih lonjong dan panjang. Penyusun utama komet adalah batuan dan air. Inti dari komet terbungkus dalam surai gas dan debu. Selain itu, komet memiliki ukuran lebih kecil dibandingkan planet dan ekornya akan muncul keluar saat mendekati matahari. Contohnya Halley, Hale Bopp, Mellish, Ikeya Seki, dan lainnya.

2. Planet

Planet orbitnya berbentuk elips dan lebih pendek. Penyusun utama planet terdiri dari batuan dan gas. Inti bumi terbungkus selimut bumi yang merupakan batuan padat. Ukuran planet lebih besar daripada komet dan ekornya tidak muncul ketika mendekati matahari. Contohnya Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.

3. Persamaan komet dan planet

3. Persamaan komet planet
commons.wikimedia.org

Baik komet dan planet juga memiliki beberapa persamaan, yakni keduanya sama-sama merupakan benda langit yang mengorbit matahari. Tidak hanya itu, komet dan planet juga merupakan anggota di tata surya, memantulkan cahaya matahari, dan sama-sama memiliki inti.

4. Pengelompokan sistem tata surya dan cara membedakannya?

4. Pengelompokan sistem tata surya cara membedakannya
Pexels/alex-andrews-271121

Adapun pengelompokan sistem tata surya terbagi menjadi empat bagian. Keempat pengelompokan tersebut juga dapat dibedakan.

Pengelompokan sistem tata surya dan cara membedakannya adalah sebagai berikut.

1. Pengelompokan planet berdasarkan lintasan asteroid sebagai pembatasnya

Berdasarkan pengelompokan planet lintasan asteroid sebagai pembatasnya, planet di tata surya dibagi menjadi dua kelompok, yaitu planet dalam dan planet luar.

Planet dalam adalah planet-planet yang orbitnya ada di dalam lintasan asteroid, seperti Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars. Sementara planet liar adalah planet-planet yang orbitnya ada di luar lintasan asteroid, misalnya, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.

2. Pengelompokan planet berdasarkan Bumi sebagai pembatasnya

Pengelompokan berdasarkan bumi terbagi menjadi dua kelompok, yaitu planet inferior dan planet superior.

Planet inferior merupakan planet-planet yang orbitnya di antara matahari hingga bumi. Contohnya, Merkurius dan Venus. Sementara planet superior ialah planet-planet yang orbitnya jauh dari matahari dan di luar bumi, sepeti Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.

3. Pengelompokan planet berdasarkan ukuran dan komposisi penyusunnya

Menurut pengelompokan berdasarkan ukuran dan komposisi penyusunnya, terdapat dua kelompok planet di tata surya, yakni planet kebumian dan planet raksasa.

Planet kebumian merupakan planet yang setidaknya memiliki ukuran dan bahan penyusun (bebatuan) yang hampir sama dengan bumi, misalnya Merkurius Venus, Bumi, dan Mars.

Sedangkan planet raksasa, planet-planet ini memiliki ukuran besar dan bahan penyusunnya (es dan hidrogen) yang hampir serupa. Yang termasuk ke dalam planet raksasa adalah Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.

MUATAN BAHASA INDONESIA (KD. 3.10 DAN 4.10)

UNSUR-UNSUR INTRINSIK DALAM CERITA

Unsur intrinsik cerpen penting untuk membangunnya kisah karena asalnya dari dalam cerita itu sendiri. Ada tema, alur, tokoh, penokohan, latar, sudut pandang, gaya bahasa, dan amanat.

Simaklah vieo pembelajaran di bawah ini :




 MUATAN SBDP (KD.3.4 DAN 4.4)

BAHAN MEMBUAT PATUNG KONTRUKSI

Teknik Konstruksi: Teknik konstruksi adalah teknik pengerjaan patung dengan cara menempelkan bagian yang satu dengan yang lain sedikit demi sedikit sehingga menjadi karya seni patung. Bahan yang digunakan bervariasi, biasanya adalah bahan tanah liat, lilin, bubur kertas, dan logam. 

Pada pembuatan patung dengan teknik konstruksi ini, bahan-bahan yang lazim digunakan antara lain adalah pasir, semen, besi, plastisin, kawat, bubur kertas dan masih banyak lagi lainnya


*MEDIA/SUMBER PEBELAJARAN:

- BUPENA

- LCD

- GAMBAR-GAMBAR


*METODE PEMBELAJARAN:

- Ceramah, tanya jawab, pengamatan

REFLEKSI/KESIMPULAN:


Senin, 10 Maret 2025

TEMA 9 SUBTEMA 2 PB 3 DAN 4

By elfida fida - Maret 10, 2025 0 Comments

GURU KELAS VI.A : ELFIDA, S.Pd

MATERI AJAR KELAS VI. A UNTUK HARI SELASA TANGGAL 11 MARET 2025



 


Selamat pagi,,,,Tabik pun

Assalamualaikum.wr.wb anak sholeh/sholeha VI. A, apa kabar hari ini?Alhamdulillah semoga kita semua selalu sehat dan selalu dalam lindungan Allah SWT.aamiin ya Robbal allamin. Jangan lupa sebelum belajar dengarkan tausiah dan rangkum isinya kemudian tadarus dan shalat dhuha.

A.     TUJUAN PEMBELAJARAN 

1.      Dengan membuat poster, Peserta didik mampu menganalisis dan menjelaskan perubahan budaya akibat modernisasi.

     2.       Dengan melengkapi diagram, Peserta didik mampu menjelaskan peristiwa yang dialami tokoh dalam cerita fiksi

TEMA 9                             : MENJELAJAH ANGKASA LUAR

SUBTEMA 2                    :  BENDA ANGKASA LUAR DAN RAHASIANYA

       PEMBELAJARAN           : 3 DAN 4

  MUATAN IPS (3.2 DAN 4.2)

TEMA 9                             : MENJELAJAH ANGKASA LUAR

SUBTEMA 3                    : KETERATURAN YANG MENAKJUBKAN

       PEMBELAJARAN           : 1 DAN 2

KEHIDUPAN MASYARAKAT AKIBAT MODERNISASI

Modernisasi tidak hanya memberi efek postif bagi kehidupan manusia, tetapi juga memberi efek negative yang menimbulan masalah – masalah sosial seperti kesenjangan sosial ekonomi, pencemaran lingkungan, kriminalitas, konsumerisma, dan kenakalan remaja. Masalah sosialnya seperti ini merupakan tantangan dan kendala dalam proses modernisasi dan harus dihadapi oleh setiap orang. Untuk itu perlu penanaman nilai – nilai budaya yang menilai hasil karya manusia, berdisiplin tinggi, hemat, rajin, menghargai waktu dan berhasrat ingin tahu tentang lingkungan serta kekuatan alam. Karena nilai – nilai budaya tersebut sesuai dengan ciri – ciri manusia modern. Peranan pengetahuan dan teknologi sangat dibutuhkan dalam proses modernisasi. Kecanggihan dalam bidang teknologi dapat mengubah pola hidup masyarakat. Makin tinggi tingkat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dimiliki masyarakat, makin modernlah kehidupan masyarakat yang bersangkutan. Modernisasi mencakup perubahan mental perilaku, pengetahuan, seturuktur keterampilan masyarakat sesuai dengan tuntutan kehidupan masa kini. Sebagai anggota masyarakat kita arus mampu menekan resiko semaksimal mungkin dampak negative dari proses modernisasi. Agar nanti terlahir manusia – manusia yang tidak hanya cerdas dan memiliki pengetahuan yang luas juga mempunyai watak dan ahlak yang baik yang selalu beriman dan bertakwa kepada tuhan yang maha esa.
 
Dampak Positif
1. Memperkuat Integrasi dalam Masyarakat
Pemikiran masyarakat akan semakin terbuka akibat proses modernisasi. Masyarakat juga semakin mudah berkomunikasi dengan individu lainnya. Sehingga, integrasi di masyarakat semakin kokoh.
2. Memajukan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Fenomena modernisasi memicu perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sehingga, manusia dapat menghemat waktu dan juga tenaga.
3. Meningkatkan Kesadaran Politik dan Demokrasi
Proses modernisasi mempermudah masyarakat untuk mengakses informasi, baik dari media cetak atau elektronik. Ini membuat masyarakat semakin kritis dalam menanggapi politik dan demokrasi. Sebab, pengetahuan tentang kedua hal tersebut mudah didapatkan.
 
Dampak Negatif
1. Kesenjangan Sosial dan Ekonomi
Kesenjangan sosial dan ekonomi dapat muncul akibat fenomena modernisasi. Salah satu contohnya adalah kemunculan kelompok sosial seperti pedagang kaki lima, pengangguran, dan lainnya.
2. Pencemaran Lingkungan
Modernisasi biasanya ditandai dengan pembangunan sejumlah industri di berbagai bidang. Namun, industri ini dapat memicu permasalahan baru dalam lingkungan seperti pencemaran sungai akibat limbah industri.
3. Kriminalitas
Modernisasi yang terjadi dapat meningkatkan kriminalitas di masyarakat. Kriminalitas sendiri adalah perbuatan yang bertentangan dengan norma hukum dan agama. Tindakan ini bisa menimbulkan kerugian pada pihak lain, mulai dari kehilangan harta benda bahkan nyawa.
 
MUATAN BAHASA INDONESIA (KD.3.9 DAN 4.9)
 
CERITA FIKSI SESUAI PENGALAMAN PRIBADI

Langkah-langkah selanjutnya ketika ingin membuat cerita fiksi berdasarkan pengalaman pribadi, yaitu. 

1. Menuliskan judul pengalaman pribadi 

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah menulis judul untuk cerita fiksi berdasarkan pengalaman pribadi.

Dengan begitu, kita mengetahui pengalaman mana yang ingin dikembangkan menjadi cerita. 

2. Menulis masalah utama 

Agar lebih menarik, cerita fiksi lebih baik ada konflik yang harus dihadapi oleh tokoh utama.

Bagaimana awalnya tokoh utama mendapatkan konfliknya, konflik memuncak, dan penyelesaian konflik yang dilakukan oleh tokoh utama. 

3. Mengurangi alur cerita 

Agar lebih mudah dipahami, buatlah alur cerita fiksi dari pengalaman pribadi dengan cara mengurai alur cerita.

Bagilah pengalaman pribadi menjadi awal cerita, pertengahan, dan akhir cerita. Sehingga, kejadiannya berurutan dan kita bisa mengembangkan cerita lebih baik. 

4. Mengembangkan plot cerita menjadi utuh 

Setelah sudah mengetahui ingin menceritakan pengalaman yang mana dan membuat alur awal, tengah, dan akhir.

Selanjutnya adalah mengembangkan plot cerita menjadi suatu cerita yang utuh.

Oleh karena itu, kembangkan toko dan penokohan, latar tempat, pesan moral, dan lain-lain.

Sehingga menjadi lebih menarik dan pembaca tertarik akan cerita fiksi berdasarkan pengalaman pribadi yang dibuat.

*MEDIA/SUMBER PEBELAJARAN:

- BUPENA

- LCD

- GAMBAR-GAMBAR


*METODE PEMBELAJARAN:

- Ceramah, tanya jawab, pengamatan

REFLEKSI/KESIMPULAN:

Berdasarkan kegiatan pembelajaran hari ini yaitu materi materi tema 9 subtema 3 Alhamdulillah para peserta didik dapat memahaminya dengan baik dengan diberikannya latihan berupa salah seorang hasilnya mencapai di atas KKM semua.

Minggu, 09 Maret 2025

TEMA 9 SUBTEMAB 2 PB 1 DAN 2

By elfida fida - Maret 09, 2025 0 Comments

 GURU KELAS VI.A : ELFIDA, S.Pd

MATERI AJAR KELAS VI. A UNTUK HARI SENIN TANGGAL 10 MARET 2025



 


Selamat pagi,,,,Tabik pun

Assalamualaikum.wr.wb anak sholeh/sholeha VI. A, apa kabar hari ini?Alhamdulillah semoga kita semua selalu sehat dan selalu dalam lindungan Allah SWT.aamiin ya Robbal allamin. Jangan lupa sebelum belajar dengarkan tausiah dan rangkum isinya kemudian tadarus dan shalat dhuha.

A.     TUJUAN PEMBELAJARAN

1.     Dengan melengkapi informasi yang ada dalam tabel, Peserta didik mampu menemukan perbedaan antar meteorit, asteroid, meteor.

2.     Dengan membuat model tata surya, Peserta didik mampu mengurutkan dan menjelaskan sistem tata surya.

3.     Dengan mengilustrasikan cerita melalui gambar imajinatif, Peserta didik mampu menjelaskan jalan cerita fiksi.

TEMA 9                             : MENJELAJAH ANGKASA LUAR

SUBTEMA 2                    : BENDA ANGKASA LUAR DAN RAHASIANYA

       PEMBELAJARAN           : 1 DAN 2

MUATAN IPA (KD.3.7 DAN 4.7) 

ASTEROID, METEOROID,, METEOR, DAN METEORIT

1. Meteoroid

Taukah kamu, di angkasa ada banyak benda-benda langit berukuran kecil yang tidak memiliki lintasan yang jelas, yang menyebabkan benda-benda langit bisa bergerak bebas di angkasa dengan kecepatan tinggi. Benda ini disebut dengan meteoroid. Meteoroid biasanya akan terbakar habis akibat bergesekan dengan atmosfer. Namun, jika meteoroid tidak habis terbakar dan mencapai permukaan bumi, benda itu disebut meteorit. Menurut para ahli, meteorit tersusun atas logam besi dan nikel. Contoh meteorit yang jatuh di Indonesia disimpan oleh Museum Geologi Bandung.

Perbedaan meteoroid, meteor, dan meteorit


Penjelasan
MeteoroidBenda-benda langit berukuran kecil yang tidak punya lintasan yang jelas dan bergerak sangat cepat.
MeteorMeteroid yang berpijar ketika bergesekan dengan atmosfer.
MeteoritMeteoroid yang mencapai permukaan bumi.

2. Komet

Komet atau sering dikenal sebagai bintang berekor merupakan benda langit yang mengelilingi matahari dengan orbit yang berbentuk sangat lonjong. Komet tersusun atas kumpulan debu dan gas yang selanjutnya akan membeku ketika komet berada jauh dari matahari. Ada beberapa contoh komet yang sudah diketahui, diantaranya:

NoNama KometWaktu Tampak
1Komet Encke3 tahun sekali
2Komet Halley76 tahun sekali
3Komet WestTahun 1976

3. Asteroid

Asteroid merupakan benda-benda langit berukuran kecil yang mengelilingi matahari pada lintasan tertentu. Asteroid memiliki bentuk tak beraturan, tapi beberapa asteroid memiliki bentuk yang hampir bulat.

4. Meteor

Dalam prosesnya, ketika memasuki atmosfer sebuah planet maka meteoroid akan terpanaskan dan menguap sebagian atau seluruhnya. Gas-gas di sepanjang lintasannya akan terionisasi dan bercahaya.
 
Dalam kalimat lain, definisi meteor adalah benda angkasa berupa pecahan batuan angkasa yang jatuh dan masuk ke dalam atmosfer bumi. Ketika meteor masuk ke dalam atmosfer bumi maka akan terjadi gesekan dengan udara sehingga benda tersebut akan menjadi panas dan terbakar.
 
Fenomena ini disebut sebagai meteor atau bintang jatuh. Mengapa meteor disebut bintang jatuh? Pasalnya, ketika dilihat dari permukaan bumi maka meteor terlihat seperti bola api berbuntut dengan gerakan yang sangat cepat.

5. Meteorit

Sementara itu, meteorit adalah sisa batu meteor yang habis terbakar di atmosfer. Dengan kata lain, meteorit merupakan meteor yang tidak habis terbakar di atmosfer bumi dan sampai ke permukaan bumi
 
Tumbukan meteorit berukuran besar pada permukaan bumi seringkali menimbulkan lubang besar dipermukaan bumi yang disebut kawah meteorit. Contohnya Kawah Meteorit Arizona di Amerika Serikat yang lebarnya sekitar 1.265 m.
 
Dari pengertian di atas, dapat disimpulkan perbedaan dari meteoroid, meteor, meteorit. Meteoroid merupakan batuan yang melayang bebas dan bergerak cepat. Sedangkan ketika meteoroid bergesekan dengan atmosfer maka terbentuklah meteor dengan pijar panasnya. Ketika meteor terbakar habis di atmosfer dan memiliki sisa yang jatuh ke bumi maka disebut meteorit.
 
Selain itu, beda meteoroid, meteor, meteorit bisa ditinjau dari komposisi maupun bentuknya. Meteoroid biasanya berbentuk sisa debu komet atau asteoroid, meteor berbentuk batu yang terbakar, dan meteorit berbentuk seperti logam, nikel atau magnet.

URUTAN SISTEM TATA SURYA

Urutan Planet Tata Surya

Ilustrasi planet Merkurius. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi planet Merkurius. Foto: Shutterstock
Dikutip dari buku IPA Kelas VI Sekolah Dasar susunan Tim Sains Quadra (2007), berikut ini urutan planet-planet tata surya yang paling dekat dengan matahari:
ADVERTISEMENT

1. Merkurius

Merkurius adalah planet terdekat dengan matahari. Bentuk planet ini mirip seperti bulan dengan permukaan berupa lapisan tipis silikat. Suhu pada siang hari di planet ini mencapai 427°C, sedangkan suhu pada malam hari sekitar -173°C.

2. Venus

Venus memiliki periode rotasi 243 hari dan periode revolusi 225 hari. Bentuk planet ini mirip seperti bumi dengan permukaan berupa awan tebal dengan suhu permukaan 462°C. Komposisi pembentuknya terdiri dari besi dan unsur berat lainnya.

3. Bumi

Bumi menempati urutan ketiga setelah Merkurius dan Venus. Planet yang ditempati oleh manusia ini memiliki periode rotasi 23,9 jam dan periode revolusi sekitar 365,25 hari. Suhu permukaannya adalah 14°C.

4. Mars

Planet Mars memiliki diameter mencapai 6.780 km dan massa 0,11 dari massa bumi. Periode rotasinya adalah 24.6 hari, sedangkan periode revolusinya adalah 1.9 tahun. Bentuk planet ini mirip seperti bumi dengan atmosfer mengandung CO, dengan sedikit N, Ar, O, CO, Ne, Kr, dan Xe.
Foto planet Uranus oleh Teleskop Luar Angkasa James Webb, menampakkan 6 satelit alaminya. Foto:  NASA, ESA, CSA, STScI
zoom-in-whitePerbesar
Foto planet Uranus oleh Teleskop Luar Angkasa James Webb, menampakkan 6 satelit alaminya. Foto: NASA, ESA, CSA, STScI

5. Jupiter

ADVERTISEMENT
Jupiter adalah planet terbesar di tata surya. Diameternya mencapai 11 kali diameter Bumi dan beratnya 2 kali lebih besar dari jumlah planet di tata surya. Permukaan Jupiter diselimuti awan tebal yang sebagian besar terbentuk dari gas helium dan hidrogen.

6. Saturnus

Saturnus terkenal dengan cincinnya yang indah. Planet ini memiliki atmosfer dan permukaan yang unik. Sebagian besar komposisinya terdiri dari gas seperti hidrogen dan helium, sehingga massanya cenderung ringan dibandingkan planet lain.

7. Uranus

Uranus merupakan planet gas raksasa yang mirip seperti Jupiter dan Saturnus. Planet ini memiliki atmosfer yang terdiri dari hidrogen, helium, dan metana. Uranus memiliki sistem cincin seperti Saturnus dengan ukuran yang lebih tipis.

8. Neptunus

Neptunus merupakan planet terjauh dalam tata surya. Planet ini berwarna biru karena atmosfernya terbentuk dari gas metana. Angin yang berembus di planet ini cukup kencang, yakni mencapai kecepatan lebih dari 1.600 km/jam.
ADVERTISEMENT

Ciri-Ciri Planet Tata Surya

Ilustrasi Planet dengan tiga Matahari.  Foto: ALMA/ESO/NAOJ/NRAO
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Planet dengan tiga Matahari. Foto: ALMA/ESO/NAOJ/NRAO
Selain berbeda dalam segi ukuran, tiap planet di tata surya juga memiliki ciri-ciri yang khas. Dirangkum dari buku Pocket Master: Ringkasan Materi IPA susunan Tim Master Eduka, berikut penjelasannya:

1. Merkurius

  • Planet terdekat dari Matahari.
  • Memiliki banyak kawah.

2. Venus

  • Planet yang letaknya paling dekat dengan Bumi.
  • Disebut sebagai bintang sore atau bintang kejora karena dapat diamati saat petang dan sebelum matahari terbit.
  • Planet terpanas di tata surya.
  • Planet yang berputar searah dengan jarum jam.

3. Bumi

  • Satu-satunya planet yang dihuni oleh makhluk hidup.
  • Memiliki satelit bernama Bulan.

4. Mars

  • Disebut planet merah karena warnanya yang kemerah-merahan.
  • Memiliki atmosfer yang tipis.

5. Jupiter

  • Planet terbesar di sistem tata surya.
  • Memiliki kala rotasi paling cepat.

6. Saturnus

  • Planet yang memiliki cincin tebal.
  • Cincinnya berfungsi sebagai satelit-satelit kecil.
ADVERTISEMENT

7. Uranus

  • Permukaannya tertutup awan tebal.
  • Berwarna agak kehijau-hijauan.

8. Neptunus

  • Suhunya sangat dingin.
  • Planet terjauh dari matahari.

 

MUATAN BAHASA INDONESIA (KD.3.9 DAN 4.9)

TOKOH DAN ALUR DALAM TEKS FIKSI

Pengertian Karya Fiksi

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, fiksi adalah cerita rekaan (roman, novel, dan sebagainya).

Karya fiksi dalam dunia sastra bisa juga diartikan sebagai sebuah cerita yang didasari oleh imajinasi penulisnya. Jadi, bukan berasal dari kejadian nyata.

Karya fiksi merupakan salah satu jenis karya sastra yang masih banyak kita temukan hingga saat ini.

Hal itu karena karya fiksi bentuknya berupa cerita yang digemari oleh banyak orang.

Unsur-Unsur Karya Fiksi

Dilansir dari Buku Bahasa Indonesia untuk SMP Kelas VIII, berikut adalah unsur-unsur pembentuk karya fiksi:

1. Tokoh Cerita

Tokoh cerita adalah tokoh-tokoh yang ada di dalam sebuah cerita. Tokoh cerita dibedakan menjadi dua, yaitu tokoh utama dan tokoh pendukung.

Kita bisa mengenali tokoh utama cerita dengan mencermati hal-hal ini:

- Tokoh yang paling banyak muncul di sepanjang cerita.

- Tokoh yang memiliki peran penting dalam cerita. Bila tokoh ini tidak ada, maka cerita pun tidak akan ada.

2. Latar Cerita

Latar cerita adalah tempat dan waktu terjadinya cerita. 

Kita bisa mengetahui latar suatu cerita dengan melihat nama-nama tempat dan waktu yang ada dalam cerita.

3. Tema Cerita

Tema cerita adalah unsur pokok dalam cerita.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, tema adalah pokok pikiran atau dasar cerita yang (dipercakapkan, dipakai sebagai dasar mengarang).

Kita bisa melihat dan menemukan tema suatu cerita dengan cara ini:

- Membaca keseluruhan cerita

Bacalah keseluruhan cerita terlebih dahulu agar kita bisa mengerti isinya.

- Mencermati paragraf pertama dan terakhir

Pokok pikiran biasanya diperkenalkan melalui konflik yang mulai dikenalkan penulis sejak paragraf pertama.

Adapun paragraf terakhir merupakan tempat penulis menutup ceritanya dengan sebuah pesan
atau peristiwa yang memberi makna. 

4. Alur atau Jalan Cerita

Dalam karya fiksi, jalan cerita disebut juga alur atau plot. Alur berisi rangkaian kejadian yang dihadapi tokoh cerita dari awal sampai akhir.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, alur adalah rangkaian peristiwa yang direka atau dijalin dengan saksama dan menggerakkan jalan cerita melalui kerumitan ke arah klimaks dan penyelesaian.

Terdapat tiga jenis alur cerita, yaitu:

a. Alur maju adalah alur yang diawali cerita kejadian masa kini dengan konflik datar, pada bagian tengah, konflik makin menanjak, dan diakhiri klimaks serta penyelesaian pada akhir cerita.

b. Alur mundur adalah alur yang dibuka dengan penceritaan kejadian masa lampau di awal cerita dan diselesaikan dengan konflik pada masa kini.

c. Alur campuran (maju-mundur) adalah alur yang mencampurkan kisah kejadian masa kini dan masa lalu secara bergantian.

*MEDIA/SUMBER PEBELAJARAN:

- BUPENA

- LCD

- GAMBAR-GAMBAR


*METODE PEMBELAJARAN:

- Ceramah, tanya jawab, pengamatan

REFLEKSI/KESIMPULAN:

Kegiatan pembelajaran hari ini berjalan dengan baik dan lancar yaitu tentang materi Tema 9 Subtema 2 mata pelajaran IPA dan Bahasa Indonesia yaitu Tata Surya dan Karya Fiksi. Masalah materi Tata Surya masih ada beberapa para peserta didik yang masih kurang memahaminya. Guru memberikan tugas tambahan berupa soal latihan tentang Tata surya sebelumnya diberikan pemjelasan kembali materi tersebut.

MATEMATIKA, IPAS, SENI RUPA

  GURU KELAS IV. B : ELFIDA, S.Pd MATERI AJAR KELAS IV. B UNTUK HARI SELASA 04 AGUSTUS TANGGAL 2026   Selamat pagi,,,,Tabik pun Assalamualai...

 

Elfida Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea